Halo! Kita ketemu lagi!
Mii:"Liburan tiba, liburan tiba, liburan tiba, YEY!"
Ruki:"Tapi tugas menggunung kan?"
Mii:"Iye nih.. nambah 2 jadi 10!"*Nangis di pojokan.
Ruki:"Ckckck, kasian amat lo."
Mii:"Iye :'( Padahal klo ngga, liburan pengen apdet fic truz… Apalagi setelah Mii perhatiin, kayaknya fic in bakalan jadi panjang de.."
Ruki:"Ya udah, kalo gitu.. RnR fic buatan orang ini ya para author dan reader sekalian, kita patut mengasihani dia karena ia adalah orang yang sangat patut di kasihani."
Mii:"What the maksud?"*Nyiapin golok.
Ruki:"Hehehe…"*keringet dingin.
Mii:"Dari pada banyak ba-bi-bu lagi.."
Mii+Ruki:"RNR PLIZZ!!"
Discalimer:
Bleach © Tite Kubo
Hohoho, Tite Kubo forever~
My Icy Prince © Mii Saginomiya
-Chapter 8-
I Love You
"Dasar kau ini. Sampai kapan kau mau terus berbohong? Sudah ku bilang kan, aku bisa dengan jelas membaca wajahmu,"kata Toushirou yang mulai mendekatkan wajahnya ke Rukia. Rukia menutup matanya karena tidak tahan melihat wajah Toushirou lagi. Takut kalau wajahnya akan meledak seketika.
Rukia masih menutup matanya. Ia dapat merasakan nafas hangat Toushirou yang menyapu lembut wajahnya tersebut. Sedangkan Toushirou berhenti ketika wajahnya tepat berada di depan wajah Rukia. Ia tersenyum simpul melihat wajah Rukia.
"Hei, kau berpikiran yang aneh – aneh ya? Dasar mesum,"kata Toushirou sambil mencubit pipi Rukia yang sudah memerah. Rukia spontan membuka matanya dan ia tidak dapat lagi melihat wajah Toushirou yang tengah tersenyum kepadanya itu.
"A – Apa?!! Siapa yang kau bilang mesum! Kau itu yang mesum tahu!"bela Rukia tidak mau kalah.
"Dasar kau. Ah, sudah jam sepuluh malam, aku mau pulang du.."Kata – kata Toushirou terhenti ketika suara perutnya tersebut terdengar sangat nyaring. Sekarang, gantian wajah Toushirou yang memerah.
"Haha, dasar kau. Ayo kita ke ruang makan sebelum kau pulang ke rumahmu,"kata Rukia yang mulai berjalan ke ruang makan dan di ikuti oleh Toushirou di belakangnya.
Toushirou memandang dengan takjub makanan di depannya. Rukia yang baru saja mengambil garpu dan sendok, menatap bingung ke arah Toushirou.
"Ada apa denganmu? Mengapa kau melihat makanan ini seperti itu?"tanya Rukia yang matanya tertuju pada AmaNatto buatan Nemu.
"Ini.. Makanan favoritku.. Dari mana kau tahu?"
"Entahlah. Lagi pula aku juga tidak tahu kenapa Nemu bisa memasakkan ini padamu. Tapi, untunglah kalau kau menyukainya,"kata Rukia sambil tersenyum manis. Toushirou nge blush.
"A.. Ah.. Ittadakimasu." Kata Toushirou yang langsung menyambar AmaNatto itu dengan ganasnya. Rukia yang baru mengucapkan 'Ittadakimasu' cengo di buatnya.
"Hahaha, ternyata kalau kau makan itu seganas ini ya?"tawa Rukia saat melihat Toushirou dengan liarnya mencabik – cabik AmaNatto itu dengan giginya.
"Urusai,"kata Toushirou yang terlihat tidak memperdulikan Rukia.
"Kalau begini, kau sangat lucu, Hitsugaya,"kata Rukia lagi – lagi dengan senyuman manisnya. Toushirou berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah sama dengan rambut Renji itu.
"Aku kenyaaang,"kata Rukia saat sedang duduk di sofa bersama Toushirou. Toushirou terus memperhatikan Rukia. Hingga lama – lama, Rukia merasa risih sendiri. "Kenapa kau melihatku terus?!"kata Rukia.
"Ini.." Toushirou menyentuhkan jarinya ke sebelah kiri bibir mungil Rukia. Seperti biasa, muka Rukia merah seketika. Ternyata, ada bekas AmaNatto yang menempel di sana. Rukia lebih memerah lagi ketika melihat Toushirou yang menjilat sisa AmaNatto tersebut.
"Dasar, kau seperti anak kecil saja. Makan saja masih berantakan,"komentar Toushirou ketika selesai menjilati sisa AmaNatto tersebut.
"Di – diam kau!"
"Dasar."
Hening di antara mereka…
"Hei Kuchiki, aku mau pulang dulu,"kata Toushirou yang mulai beranjak berdiri dari sofa yang di dudukinya tersebut. Namun langkahnya terhenti ketika tiba – tiba, Rukia jatuh ke bahu kanannya. Toushirou yang kaget hanya memandang wajah Rukia yang ternyata sedang tertidur tersebut.
"Sangat polos.. Berbeda sekali dari yang biasanya,"kata Toushirou sambil menggumam sangat pelan agar tidak membangunkan Rukia. "Hhh.. Tidak mungkin aku membiarkannya tidur di sini." Toushirou segera berdiri dari sofa tersebut dan menggendong Rukia ala bridal style ke arah kamarnya.
Setelah sempat 3 kali salah masuk kamar, akhirnya Toushirou berhasil menemukan kamar Rukia yang asli. Ternyata gampang sekali membedakan kamar Rukia dengan kamar – kamar yang lainnya. Di pintu kamarnya terpajang hiasan Chappy dengan tulisan 'Rukia's Room'.
Toushirou membuka perlahan pintu kamar Rukia dan menaruh dengan hati – hati tubuh Rukia di kasurnya. Lalu ia duduk di sisi sebelah kiri dari ranjang super besar dan mewah milik Rukia. Ia mengamati kamar Rukia yang kira – kira sama besarnya dengan kamar dirinya dan ayahnya. Kamar Rukia di dominasi oleh warna Violet tua yang membuat kamar tersebut terkesan 'elegan' dan juga di hiasi oleh beberapa boneka dan miniatur Chappy. Peralatan di kamar tersebut sangat lengkap. Dari TV Flat 32 inch, komputer Flat 24 inch, DVD player, laptop merk terbaru, dan barang mewah lainnya.
"Dasar orang kaya. Kamarnya saja sudah seperti kamar puteri raja. Sangat mewah,"ucap Toushirou yang matanya masih menjelajahi seluk – beluk kamar Rukia tersebut. Toushirou dapat mencium aroma terapi dari kamar Rukia tersebut. Wangi lavender yang sangat harum dan membuat Toushirou sangat mengantuk dibuatnya.
"Ngh.. Kenapa aku.. Merasa ngantuk? Aku tidak tahan lagi.. Aku ingin tidur."Seketika itu juga, tubuh Toushirou tumbang dengan indahnya.
Malam telah berganti menjadi pagi. Bulan telah berganti menjadi Matahari. Sinarnya menghangatkan Bumi dari dinginnya malam. Memberi tahu kepada seluruh insan di Bumi bahwa hari baru telah tiba. Begitu juga dengan kedua orang ini.
Toushirou dan Rukia membuka matanya perlahan. Dalam waktu yang sama, mereka segera bangkit duduk, dan mengusap matanya bersama – sama. Mereka melihat ke arah masing – masing. Rukia melihat Toushirou, dan Toushirou melihat Rukia.
"Ohayou, Hitsugaya,"kata Rukia masih setengah tidur.
"Ya, ohayou, Kuchiki,"balas Toushirou sambil menguap lebar.
Seperti baru menyadari sesuatu, mata mereka berdua terbelalak lebar. Mereka melihat ke arah masing – masing lagi dan..
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!"
"AAAAAAAAARRRRGGGHHHH!!!"
Teriak Rukia dan Toushirou bersamaan. Mereka baru menyadari kalau mereka bangun dari satu tempat tidur yang sama yang berarti.. Semalam mereka tidur berdua..
"KYAAAA!!! Hitsugaya mesum! Apa yang kau lakukan padaku!" teriak Rukia yang wajahnya sudah amat dan teramat sangat memerah sambil melempar bantal ke arah Toushirou.
"Aku tidak melakukan apa – apa dan aku tidak se mesum seperti yang kau bayangkan! Otakmu saja yang mesum!"bantah Toushirou sambil menangkis lemparan bantal Rukia.
"Kalau begitu, kenapa kau bisa tidur di kamarku?! Di kasurku lagi!"
"Aku tidak tahu!!!"teriak Toushirou yang terlihat mulai kesal.
'Tok, tok, tok' terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Rukia.
"Masuk!" Kata Rukia.
"Sumimasen, Kuchiki – sama. Tetapi kalau anda tidak berangkat sekarang, maka anda akan terlambat. Dan untuk Hitsugaya – sama, silahkan menggunakan kamar mandi di bawah. Semua perlengkapan anda sudah saya siapkan,"kata maid Rukia yang bernama Nemu itu.
"Ya, aku akan segera mandi!"sahut Rukia yang langsung berlari ke kamar mandi pribadinya. Toushirou pun mengikuti ke mana perginya Nemu. Ia merasa ada yang aneh dengan maid satu ini.
'Mengapa ia tidak terlihat terkejut ketika melihatku ada di kamar Kuchiki? Dan mengapa ia bisa menyiapkan semua kebutuhanku? Sungguh aneh..' Kata Toushirou dalam hati.
Toushirou dan Rukia berjalan ke sekolah mereka bersama – sama, namun tidak ada satu pun yang memulai pembicaraan.
"Hitsugaya, maaf kalau tadi aku sedikit kasar padamu. Karena tadi aku sangat terkejut melihatmu ada di sebelahku,"kata Rukia membuka pembicaraan.
"Ya. Aku juga minta maaf, aku juga tidak tahu mengapa aku bisa tidur di ranjangmu."Toushirou menyembunyikan wajahnya ketika menyebut kata 'ranjangmu'. Karena seingat Toushirou, semalam ia memang tidak sengaja tidur di ranjang Rukia, tetapi hanya di sisi ranjangnya saja. Tetapi ketika terbangun tadi pagi, ia tepat berada di sebelah Rukia serta tubuhnya dan tubuh Rukia terselimuti dengan rapi.
'Pasti ulah maid itu,'pikir Toushirou.
"Mmm, Hitsugaya, Terima kasih atas kuenya kemarin ya. Ku akui kue buatanmu sangat enak!"kata Rukia pada Toushirou dengan tersenyum manis.
"Ya, lagi pula itu bukan apa – apa kok. Apa kau sudah bisa membuat kue itu sendiri? Seperti yang sudah ku bilang, aku tidak akan memakan kue pemberianmu, kalau kue itu bukan buatanmu sendiri. Setelah melihatku kemarin membuat kue, kau pasti sudah mengerti cara membuatnya kan? Maka itu, buatlah kue yang enak untukku,"kata Toushirou yang di akhiri dengan senyuman yang sukses membuat Rukia salting.
"Baka.. Ayo kita jalan!"Kata Rukia yang masih salting dengan pipi yanng merona merah.
"Shiro – chan!"Toushirou yang sedang berjalan menuju kelasnya tersebut melihat ke arah orang yang memanggilnya tersebut.
"Hinamori, ada apa?"
"Kemarin kau ke mana saja? Kau tidak pulang ke rumahmu kan?"Tanya Momo.
"Ah, itu.."Toushirou terlihat bingung mencari alasan. Karena tidak mungkin kalau dia bilang, semalam ia tidur berdua dengan Rukia.
"Kau semalam tidur di rumah Kuchiki – san kan?"Tanya Momo yang membuat Toushirou terkejut.
"Dari mana kau.."
"Semalam ada seseorang yang sepertinya maid Kuchiki – san datang ke rumahmu untuk mengambilkan semua perlengkapan sekolahmu. Dan ia bilang, bahwa kau bermalam di rumah Kuchiki – san,"kata Momo panjang lebar.
'Ternyata benar ulah maid itu..'kata Toushirou dalam hati.
"Semalam, apakah kau melakukan sesuatu pada Kuchiki – san?"tanya Momo yang membuat wajah Toushirou memerah.
"Apa yang kau bicarakan, Hinamori? Aku tidak melakukan apa – apa padanya!"bantah Toushirou sambil memalingkan wajahnya tersebut.
"Kau menyukainya kan, Shiro – chan?" Toushirou menoleh ke arah Momo karena terkejut akan pertanyaan gadis itu. Momo menatap Toushirou dengan serius, menunggu jawaban dari Toushirou.
"Itu bukan urusanmu, Hinamori,"kata Toushirou sambil meninggalkan Momo yang masih berdiri di sana.
'Apa.. Aku menyukainya?'tanya Toushirou dalam hatinya.
Rukia baru sampai di kelasnya. Ia meletakkan tasnya di sebelah bangku Momo. Karena Momo tidak berada di bangkunya, Rukia segera beranjak pergi dari kelasnya tersebut.
"Yo, Rukia,"Rukia menoleh ke asal suara tersebut.
"Yo, Ichigo,"balas Rukia singkat.
"Rukia, aku ingin membicarakan sesuatu padamu,"kata Ichigo yang sekarang wajahnya berada dekat di wajah Rukia. Rukia yang sejak tadi pagi wajahnya masih memerah karena teringat kejadian semalam, semakin memerah lagi.
DUK!
"AARGH! Apa yang kau lakukan Rukia? Kenapa memukul wajahku begitu saja?!"kata Ichigo sambil mengusap pipi kanannya yang memerah karena pukulan Rukia tersebut.
"Uh, jangan melihatku dengan jarak yang seperti itu!"teriak Rukia sambil memalingkan wajahnya. Ichigo yang sudah selesai mengelusi pipinya yang merah tersebut, sekarang melihat ke arah Rukia yang jaraknya semakin dekat, sehingga membuat wajah Rukia tambah merah lagi.
"Rukia.. Aku ingin bicara serius padamu,"kata Ichigo dengan jarak 1 senti dari wajah Rukia sambil menatap tajam mata violet Rukia.
"Ichi.. go.."
"Kenapa wajahmu memerah? Kau demam ya? Ayo, kubawa kau ke UKS,"kata Ichigo yang langsung menggendong Rukia ala bridal style. Rukia yang meronta tidak di indahkan oleh Ichigo. Ia terus menggendong Rukia dan mereka menjadi pusat perhatian di sana. Rukia yang wajahnya memerah, membenamkan wajahnya di dada Ichigo. Seseorang melihat mereka berdua dengan tatapan sakit…
"Kurosaki – kun dan.. Kuchiki – san.."
"Nah, kau tidur saja dulu di sini,"kata Ichigo yang menaruh Rukia di salah satu tempat tidur di UKS tersebut.
"Dasar! Kenapa kau menggendongku seperti tadi?! Kan malu di lihat orang banyak!"protes Rukia kepada Ichigo. Rukia sekarang terduduk di sisi kiri ranjang dan Ichigo mengambil bangku untuk duduk berhadapan dengan Rukia.
"Ya, maaf, maaf."
"Jadi, tadi apa yang mau kau bicarakan?"
"Aku hanya ingin bertanya, apakah benar kalau kemarin lusa, kau terkurung di toilet?"tanya Ichigo menatap tajam Rukia.
"Ya, kau tahu dari mana?"tanya Rukia yang sedikit gugup melihat pandangan Ichigo.
"Maaf Rukia, waktu itu aku tidak dapat menolongmu.. Maafkan aku,"kata Ichigo yang saat ini menunduk di depan wajah Rukia. Rukia yang melihatnya terkejut dan menyunggingkan senyum halus pada Ichigo.
"Tidak ada yang perlu ku maafkan. Karena aku terkurung di sana itu bukan salahmu kan?"kata Rukia sambil tersenyum ke arah Ichigo. Ichigo yang melihatnya kembali tersenyum ke arah Rukia.
"Arigatou, Rukia."
Mereka berdua tersenyum dan menatap mata mereka masing – masing. Seperti mencari sesuatu dari mata tersebut.
"Lalu.. Siapa yang menyelamatkanmu?"Tanya Ichigo pelan dengan wajah yang ditundukkan.
"Ah, itu.. Hitsugaya, orang yang pernah kuceritakan sewaktu kita pergi ke mall itu,"kata Rukia dengan wajah yang sedikit memerah ketika mengingat sewaktu Toushirou menolongnya tersebut. Tangan kanan Ichigo terlihat mengepal kuat. Rukia yang menyadari perubahan sikap dari Ichigo tersebut bertanya pada Ichigo.
"Kau kenapa, Ichigo?"
"Tidak, aku baik – baik saja. Sekarang kau beristirahatlah di sini, Rukia. Aku kembali ke kelas dulu."Ichigo bangkit berdiri dan mengecup lembut kening Rukia. Ia segera berlalu dari UKS dan meninggalkan Rukia yang masih terkejut dengan tindakan Ichigo tadi.
"Apakah aku tidak bisa berada di hatimu seperti orang itu, Rukia.."Kata Ichigo sambil bersender di depan pintu UKS tersebut dengan suara yang sangat pelan.
Rukia melangkahkan kakinya menuju atap sekolahnya. Di bukanya perlahan pintu atap sekolah tersebut, ia mencari sosok laki – laki berambut putih.
"Haahh.. Sudah pasti tidak ada, sekarang kan masih jam pelajaran, sedangkan istirahat masih satu jam lagi. Aku malas kalau harus berdiam diri di UKS, sedangkan aku juga malas mengikuti pelajaran Kurotsuchi sensei,"kata Rukia sambil melangkah menuju pagar pembatas. Namun, ia merasa kalau kakinya menabrak sesuatu dan sukses membuat Rukia terjatuh.
BRUK
"A – aduh, sakit,"kata Rukia sambil mengusap tangannya yang sakit. Ketika ia membuka matanya, ia dapat menemukan sosok yang di carinya tersebut tepat di depan wajahnya. Orang itu pun juga terkejut karena sekarang tubuhnya di timpa oleh tubuh Rukia. Rukia tidak dapat lagi membendung perasaan malu dan terkejutnya yang membuat wajahnya merah seketika.
"Mau sampai kapan kau terus di atas tubuhku? Kau berat tau!"Kata orang itu. Rukia segera bangun dan menjauh dari orang itu.
"Gomen, Hitsugaya! Aku tidak sengaja menimpamu,"kata Rukia yang wajahnya merah bukan main.
"Dasar, kau mengganggu tidur siangku saja."Toushirou berdiri dan melepas headset yang menempel pada kedua telinganya tersebut.
"Hitsugaya, kau tidak ikut pelajaran? Sekarang bukannya belum saatnya istirahat?"Tanya Rukia pada Toushirou yang sekarang menghadap ke pagar pembatas.
"Aku malas mengikutinya, jadi aku pergi ke atap ini. Dan kau sendiri?"
"Tadi aku dari UKS, aku malas di sana dan aku malas kembali ke kelasku, jadi aku ke sini saja…"
"Dan mencariku?"Kata Toushirou yang sekarang wajahnya sudah menghadap ke Rukia. Angin yang cukup kencang menggerak – gerakkan rambut putihnya tersebut, menambah kesan keren pada dirinya.
"Si – siapa yang mencarimu?! Aku tidak mencarimu! Dasar ge – er!"Kata Rukia sambil memalingkan wajahnya yang nge blush. Toushirou datang mendekati Rukia. Rukia yang menyadarinya, melihat ke arah Toushirou.
"Apa kau pikir, aku tidak mendengar apa yang kau katakan ketika kau baru saja sampai di sini? Dan sudah kubilang berkali – kali, bahwa kau tidak akan pernah bisa membohongiku,"kata Toushirou sambil mengangkat dagu Rukia agar matanya bertemu dengan mata emeraldnya. Violet dan emerald bertemu. Rukia menatap mata Toushirou yang dulu ia sebut mata 'dingin' tersebut. Namun, sekarang ia berubah pikiran, mata yang ia lihat sekarang bukan mata 'dingin', melainkan mata yang sangat 'hangat'.
"Hitsugaya.."
Mereka semakin mendekat dan semakin dekat. Bibir mereka berdua pun bertemu. Rukia dapat merasakan dinginnya bibir Toushirou yang menyentuh bibirnya. Namun, lama - kelamaan menjadi hangat dan lembut. Angin sepoi – sepoi menerbangkan rambut mereka, membuat kesan first kiss mereka menjadi first kiss yang tak terlupakan.
Sudah lama mereka mempertahankan posisi seperti itu. Toushirou memegang pipi sebelah kiri Rukia, dan Rukia memegang kedua pundak Toushirou. Mereka melepaskan ciuman mereka ketika mereka merasa telah kehabisan nafas. Mereka pun segera memalingkan wajah mereka ke arah yang berlawanan. Mereka berdua terlihat sangat malu ketika mengingat first kiss mereka masing – masing. Jantung mereka sendiri bahkan terdengar kencang dan sangat cepat.
'Kami – sama, apa yang ku lakukan tadi? Ciuman pertamaku… Dengannya..'Kata Rukia dalam hati dengan wajah yang tambah bersemu merah.
"Kuchiki,"kata Toushirou memecah keheningan.
"Y – ya?"Balas Rukia gugup.
"Maaf, aku tidak bisa mengontrol diriku tadi." Rukia menoleh sekilas pada Toushirou dan tersenyum simpul.
"Tak apa.. Aku.. bisa menerima ciuman itu,"kata Rukia yang langsung menyadari apa yang baru saja keluar dari mulutnya.
'BAKA! Apa yang baru saja aku katakan?! Memalukaann!!!'Teriak Rukia dalam hati. Toushirou pun melihat ke arah Rukia dengan tatapan terkejut, namun, berubah menjadi senyuman.
"Jadi kau mengharapkan ciuman dariku, Kuchiki?"Kata Toushirou yang membuyarkan pikiran Rukia. "Mau kau menjawab iya atau tidak, aku dapat menebak isi pikiranmu."
Rukia terdiam dan tidak dapat lagi menahan rasa malunya tersebut.
"Urusai!!"Kata Rukia sambil membenamkan wajahnya di antara kedua kakinya yang sekarang sudah terlipat.
Toushirou menghampiri Rukia dan mengangkat dagunya lagi. Rukia membeku ketika Toushirou mengecup dengan lembut bibirnya sekali lagi, setelah itu, ia membisikkan sesuatu ke telinga kiri Rukia.
"Aku menyukaimu, Kuchiki."
Rukia yang mendengarnya membelalakkan matanya dengan wajah yang merona merah.
"Hitsugaya.."Kata Rukia ketika wajahnya berhadapan dengan Toushirou.
"Kau juga menyukaiku, kan? Kuchiki,"kata Toushirou dengan senyum yang semakin menambah keren dirinya.
"Aku… menyukaimu... Hitsugaya.."Kata Rukia dengan wajah yang sangat – sangat merah sekarang. Menurutnya, ia berbohong apa tidak akan ketahuan juga oleh Toushirou. Jadi lebih baik jujur saja.
"Apa? Aku tidak dapat mendengarnya,"kata Toushirou menggoda Rukia.
"Hitsugaya wa daisuki.."
"Kurang keras."
"HITSUGAYA WA DAISUKI!!!"Teriak Rukia tanpa memperdulikan lagi orang – orang yang melihat ke arahnya. Toushirou tersenyum, lalu tertawa melihat kelakuan Rukia barusan.
"Kau ini memang seperti anak kecil, Kuchiki. Ku suruh saja mau,"kata Toushirou di sela tawanya.
Rukia baru menyadari tindakan bodohnya tersebut. Wajahnya panas dan sangat merah.
"HITSUGAYAA!!!"Teriak Rukia sambil mengejar – ngejar Toushirou yang berlari menghindari dirinya sambil tertawa.
TO BE CONTINUED
***
OMAKE!
Penyusup
Kita kembali ke scene saat Toushirou tumbang di ranjang Rukia...
'Krieeettt'
"Hahh! Kuchiki - sama dan Hitsugaya - sama.. Apa yang mereka lakukan? Jangan - jangan.."Gumam Nemu sangaatt pelan. Kesalah pahaman pun terjadi. Ia memindahkan tubuh Toushirou yang berada di tepi tempat tidur ke samping Rukia, dan menyelimuti mereka. Dan terlihatlah meReka seperti sepasang suami istri yang sedang tertidur nyenyak.
Tanpa bicara, Nemu pergi ke rumah Toushirou..
"Sumimasen,"kata nemu yang bertemu dengan ayah Toushirou.
"Ya, ada apa ya?"Tanya ayah Toushirou.
"Maaf, tetapi Hitsugaya - sama sedang bermalam di rumah Kuchiki - sama. Saya ingin meminjam baju, dan semua perlengkepan Hitsugaya - sama,"kata Nemu.
Di belakang, terlihat Momo sedang mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Shiro - chan menginap di rumah Kuchiki - san? Hmm..."
"Haaiii!!"Kata seseorang yang ingin mengagetkan Momo.
"Kau lagi? Nggak ada kerjaan apa ngagetin orang melulu? Dasar mbak kunti,"kata Momo yang terlihat malas.
"Kok kamu nggak takut sama aku lagi sih?"Kata kunti sok innocent *Mii geli bayangin'a*
"Ya iyalah, orang lo ngikutin gue ke mana aja! Ya lama - lama gue ngak takut lah!"Kata Momo dengan wajah kesal.
"Kamu ja'at! Aku benci kamu!!!" Kunti itu kabur sambil nangis lebay.
"Tunggu mbak kunti, aku nggak maksud kok. Maaf ya,"kata Momo pada kunti itu.
"Benarkah?"Tanya kunti itu
"Iya."
"I LOP U PULL MO - CHAN!~"Teriak kunti itu gaje sambil meluk Momo. Momo sendiri sudah kelihatan sekarat karena nggak bisa bernafas.
***
Mii:"Huwaaaa!! Akhir'a kesampean juga bikin adegan kissu mereka berdua XD"
Hitsu:*nge blush "Tapi kok.. W kliatanya OOc banget y.. "
Ruki:*nge blush "Iy, w juga!"
Mii:"Hehehe, bgitulah~ Lagi pula, Mii udah nuliz ko d sumarry'a klo nih crita OOC XD. Abs'a bnyk yang pengen adegan kissu kalian ber-2 sih~ Tadinya sih, di chap ini Mii nggak bkin aegan kissu kalian berdua, tapi gara – gara ngetik sambil dengerin lagu Yui yang 'Oh My God' jadi gerak sendiri deh tangan Mii XD"
Ruki:"Ya udahlah.. Sekarang, kita bacain ripiu'a dulu nih."
Mii:"Oh iya! Yang pertama dari Kireina_toshirou. Hohoho, tnang aj, pokok'a Mii apdet 2 hri skali XD. Yg wktu it gomen, Mii apdet agk telat. Soal'a... *ngelirik ke samping. Ada pengganggu gitu. Jatah Mii di ambil ma tuh orang! Swt dah!! Ad banyak pe er juga ya? Liburan sungguh menyiksa Mii!!! "*Lari ke balkon rumah, loncat dari lantai 2.
Ruki:*Sweatdrop "Dasar author gila. Selanjut'a dari Zheone Quin. *nge blush. Yang soal cinta - cintaan'a udah ada di chap ini kok ^^. Klo soal tiba - tiba nongol di rumah Ruki mah, urusan nih author gaje! "*ngelirik ke balkon, mastiin dah tewas ato blom
Mii:"Nggak jadi mati ah, nanti fic ini jadi nggak ada yang nerusin lagi. Yang soal romance - romance'a dah ada kok ^^ hehehe. Ikkaku mang cocok jadi tukang bakso, yeah!"
Ikkaku:"EH! KO ADEGAN W JELEK AMAT SIH.."
Mii:"Lho? Kok langsung nongol? Lanjut dah, dari Rizu Auxe09. Huwaaaa!! Long time no see, Ricchi!!" *Meluk - meluk. Ricchi ke mna ajaa?? "Lagi ujian ya? Hohoho, sayangnya adegan kissu'a bukan di situ, tapi di sini!" *nunjuk - nunjuk ke ujung chapter.
Hitsu:"Lalu dari Aya-na Byakkun. "
Mii:"Wew, sebenernya sewaktu Mii di jajah ma sodara Mii, Mii dah hampir putus asa mo apdet pas hari Kamis malem. Tapi karena tekad Mii yang besar, akhirnya berhasil apdet juga hari Kamis XD. Cemburu ma Ichi? Okok, Mii juga rencana'a mo bikin yang bgitu ^^"
Ruki:"Selanjutnya, Kuchiki Rukia-taichou. Ada yang nagsih jempol tuh."
Mii:"Arigatou Kuchiki "*b'nun mo manggil ap."Nih dah apdet. Gimana ma yang ini?"
Momo:"Terus dari Hiru-chan."
Mii:"Hoho, akan Mii usahakan ^^"
Ruki:"Lalu dari Tsuichi Yukiko. Dah tau kan mau ngapain?? ^^"
Mii:"Selanjutnya dari Kushi N Ai."*Kasih tepuk tangan*."Bnar sekali jawabannya adalah Ikkaku!"
Ikkaku:"Hah? What Happen aya naon?"
Mii:"Nggak, nggak napa - napa. Ni udah Mii apdet XD. Truz dari D31-ryuusei Hakuryuu. Hwaa!! Mii senang sekali, d ripiu D31 yang prtama, Bagus, Toushi-chan~!! nice job~!! kau selamatkan Ruki-chan dan kau tinggalkan wanita berkonde itu sendirian di tempat angker~! mrwahahaha~~ *ketawa gaje*dibunuh Hinamori FC*,Hohoho, Mii suka ripiu'a pas yg ini XD. Thx y buat pujiannya ^^."
Ruki:"The last, 'Ruki-chan' pipy.
Mii:"Haha, di chap ini nongol kok *cuma dikit tpi Hohoho* . Mengingat ini HitsuRuki juga si.. XD."
Semua ripiu udah Mii bacain! Mii mengucapkan terima kasih sebanyak - banyaknya kepada semua'a yang udah ngeripiu yang chap kmaren ^^. Ripiu yang ini juga yo! Just klik ijo - ijo di bawah ini!
