Mii:"APDET, APDET!!!"
Ruki:"Urusai!!!"
Mii:"Ya maap, maap T.T."
Ruki:"Eh, chap ini cerita'a tentang apa si?"
Mii:"Liat aja!"
Ruki:*Perasaan gak enak*"Ya udah kalo gitu…"
Mii+Ruki:"RnR yaa!!!"
Disclaimer:
Bleach © Tite Kubo
Nanti klo Mii ngaku2 lagi, di timpuk lagi ma om Tite T.T.
My Icy Prince © Mii Saginomiya
Chapter 12
Good Bye…
Rukia tengah mengamati langit malam dari balkon rumahnya. Bintang-bintang bertaburan dengan sangat indahnya. Namun, mata violetnya itu menatap kosong hamparan bintang-bintang itu.
"Hitsugaya… Baru saja kau kembali, tetapi kenapa kau pergi lagi?"Gumam Rukia dalam kekosongannya itu.
"Ah, ohayou Kuchiki-san,"sapa Orihime ketika melihat Rukia menggeser pintu kelasnya tersebut.
"Ohayou, Inoue.."Balas Rukia dengan tersenyum lemah.
"Daijoubu, Kuchiki-san? Kau sakit?"Tanya Orihime yang mulai tampak wajah khawatirnya itu.
"Ya, mungkin aku hanya kurang tidur saja,"balas Rukia dengan tertawa kecil.
"Oh, begitu… Umm, sehabis pulang sekolah kau mau datang ke…"
"HEI SEMUANYA! PERHATIAN, PERHATIAN!!!"Teriak Keigo yang membuat omongan Orihime terhenti. Semua murid menatap bingung padanya.
"Ada apa, Keigo?"Tanya Mizuiro yang masih asik dengan handphonenya.
"Besok malam akan di adakan pesta dansa di gedung sebelah!!! Menyenangkan, bukan?"Kata Keigo yang membuat kelas gempar.
"Oh iya, ya… Besok kan hari ulang tahun pendiri sekolah kita ini,"kata Orihime sambil mengetuk pelan kepalanya. "Kau ingin pergi dengan siapa, Kuchiki-san?"Tanya Orihime sambil melirik ke arah Rukia.
"Entahlah… Mungkin aku tidak akan datang besok."
"Eeeh, jangan begitu, Kuchiki-san! Tahun kemarin saja kau pergi dengan Shiba-kun, kan?"
Tahun kemarin memang Rukia pergi dengan Kaien, kakak kelasnya sewaktu kelas satu. Karena umur mereka terpaut dua tahun, berarti sekarang Kaien sudah lulus SMA dan sedang kuliah di perguruan tinggi. Kedekatan mereka berdua pun juga bisa di bilang kebetulan. Saat pesta dansa tahun lalu, Rukia tanpa sengaja menabrak Kaien dan menumpahkan jus yang ada di tangannya ke sepatu hitam Kaien yang mengkilap. Tanpa di duga Rukia, Kaien tidak ambil pusing dengan masalah itu, malah Kaien mengajaknya berdansa dengannya.
"Itu kan juga hanya kebetulan, Inoue. Kau sendiri ingin pergi dengan siapa?"Tanya Rukia yang membuat Orihime blushing.
"E.. Eto… Aku inginnya sih dengan… Ah! Tapi tidak mungkin kalau dia ingin pergi denganku!"Teriak Orihime secara tiba-tiba yang membuat separuh anak dari kelas itu menatap heran padanya.
"Haha, aku sudah tahu jawabanmmu kok, Inoue. Uhm… Mengapa kau tidak pergi lagi dengan Schiffer senpai seperti tahun lalu?"
"Itu.. Aku dengan dia sudah tidak terlalu dekat lagi seperti dulu. Dia juga mana mungkin mengajakku,"jawab Orihime sambil tersenyum simpul saat mengingat kejadian setahun yang lalu.
Flashback
Kelas sudah mulai sepi, hanya ada seseorang yang berada di sana. Orang itu pun juga sepertinya sedang mencari sesuatu.
"Aduh, dompetku ke mana ya? Padahal aku menaruh uang tabunganku di sana! Kalau hilang, bagaimana nanti aku membayar uang sekolahku?!"Kata orang itu pada dirinya sendiri.
"Perempuan, sedang apa kau di sini?"Tanya seseorang yang mengagetkan orang tersebut.
"Schiffer senpai! Uhm… Aku sedang mencari dompetku yang hilang. Padahal tadi aku menaruhnya di tempat pensilku. Tetapi setelah ku cari, aku tidak dapat menemukannya,"kata orang itu dengan sedikit gugup.
"Maksudmu, kau mencari ini?"Ulquiorra mengacungkan sebuah dompet yang tidak terlalu besar dengan aksen berbentuk bunga pada setiap sisinya.
"Ah, itu dompetku! Bagaimana senpai bisa menemukannya?"
"Tadi sehabis latihan tenis meja, aku melihat dompet ini di meja kantin. Lalu aku ingin membawanya ke kantor guru, tapi tidak sengaja melihatmu di sini,"jelas Ulquiorra dengan wajah datar.
"Begitu… Arigatou, senpai!"Kata orang itu sambil tersenyum manis. Ulquiorra melihat senyuman orang itu dengan mata emerald tajamnya dan melihat orang itu pergi meninggalkannya.
"Siapa namamu, perempuan?" Orang itu pun berhenti, dan membalikkan badannya.
"Inoue Orihime."
"Huwa, besok ada pesta dansa! Kau ingin pergi dengan siapa, Hime?"Tanya Chizuru yang mulai mendekatkan dirinya ke tubuh Orihime.
BUK
"Hei Chizuru, jangan dekat-dekat dengan Orihime!"Kata Tatsuki yang baru saja mengeluarkan bogem mentahnya ke wajah Chizuru.
"Tatsuki, kau ini dingin sekali!"Protes Chizuru, namun tidak diindahkan oleh Tatsuki.
"Umm, soal itu… Aku juga masih belum tahu. Kau ingin pergi dengan siapa, Kuchiki-san?"Tanya Orihime tiba-tiba kepada Rukia yang kebetulan lewat di sampingnya.
"Umm, entahlah. Mungkin aku hanya menonton saja besok."
"Ooo, mungkin aku juga sama dengan Kuchi…" Omongan Orihime terhenti ketika melihat sosok Ulquiorra yang berada di hadapannya sekarang.
"Perempuan, ada yang ingin kubicarakan padamu. Ikut aku."Ulquiorra pun segera berlalu dengan di ikuti Orihime yang berada di belakangnya dengan wajah penuh tanda tanya.
"Ada apa, Schiffer senpai? Kenapa kau mengajakku ke sini?"Tanya Orihime ketika Ulquiorra berhenti tepat di depan UKS.
"Perempuan, aku ingin bertanya padamu soal acara besok…"Suara Ulquiorra terdengar seperti bisikan karena saking pelannya. "Kau ingin pergi dengan siapa?"Tanya Ulquiorra to the point.
"Nani? Aku.. Aku tidak tahu. Aku tidak membuat janji dengan siapa pun,"jawab Orihime dengan sedikit kaku. Ia bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, kenapa tiba-tiba Ulquiorra bertanya seperti itu padanya. Jangan-jangan…
"Apakah kau ingin pergi denganku?"Kata Ulquiorra datar. Orihime pun mematung seketika. "Jangan berpikir yang aneh-aneh, perempuan. Aku mengajakmu ini demi harga diriku. Kalau 'mereka semua' tahu aku tidak pergi dengan siapa pun dalam acara dansa besok seperti tahun lalu, aku pasti akan di masukkan ke dalam koran sekolah sampah itu. Dan aku memilihmu, karena ku pikir kau perempuan yang baik,"jelas Ulquiorra panjang lebar.
Yang di maksud Ulquiorra 'mereka semua' itu adalah rekan-rekannya sesama anggota OSIS.
"Oohh, begitu…"Jawab Orihime ber-oh ria.
"Jadi, apa jawabanmu?"Tanya Ulquiorra masih dengan tampang datar.
"Uhm… Baiklah. Lagi pula, aku juga tidak ada janji dengan siapa pun,"jawab Orihime sambil tersenyum. Ulquiorra memandang lagi senyum gadis itu sebelum meninggalkannya.
"Besok malam jam tujuh, aku akan menjempumu di apartemenmu."Kata Ulquiorra lagi-lagi dengan datar kepada Orihime sambil terus berjalan meninggalkannya.
"Eh, senpai bagaimana bisa tahu kalau aku tinggal di apartemen?"
"Itu bukan urusanmu. Dan, jangan panggil aku senpai. Cukup panggil,'Ulquiorra'."
End of Flashback
Pintu kelas mendadak terbuka lebar, menampakkan pemandangan yang cukup menyeramkan bagi para murid-murid, terutama Keigo yang sekarang sedang di tatap tajam oleh sosok itu.
"Asano… Bisa kau menjelaskan semua keramaian di kelas ini?"Tanya sosok itu yang ternyata adalah Ochi sensei.
"Se-sensei, aku…"Jawab Keigo terbata-bata.
"Sekarang, cepat keluar dari kelasku dan berdiri di depan kelas sampai jam pelajaranku selesai!"Bentak Ochi sensei. Keigo pun menurutinya dengan tampang lesu. Namun, setelah keluar dari sana, ia jingkrak-jingkrak ke sana ke mari sambil naburin kembang 7 rupa.
Rukia berjalan pelan menuju atap sekolahnya tersebut. Ia membuka perlahan pintu atap sekolah, dan ia tidak mendapati tanda-tanda kehidupan di sana.
"Hhh… Dia tidak ada…"Kata Rukia pada dirinya sendiri.
"Ada apa kau mencariku, Kuchiki?"Kata seseorang yang berada di belakang Rukia. Rukia pun segera berbalik dan melihat Toushirou yang menyandarkan dirinya pada pintu masuk sambil memasukkan kedua tangannya pada saku celananya.
'Eh… Tadi dia tidak memanggilku lagi dengan nama kecilku?'Kata Rukia dalam hati sambil tertunduk sedih.
"Aku… Hanya ingin mengajakmu makan bersama,"kata Rukia dengan setengah gugup karena masih mengingat betul kejadian kemarin.
"Kuchiki, kalau tidak ada urusan yang penting, jangan temui aku. Apalagi mengingat statusmu sekarang ini. Aku tidak mau terlibat jika kau dan Ichigo nanti ada masalah."Toushirou berbicara sambil mengalihkan pandangannya. Ia tidak tahan melihat wajah Rukia yang seperti sekarang ini.
"Ah, kau benar, Hitsugaya… Seharusnya aku menyadari statusku sekarang ini. Kalau begitu, permisi,"kata Rukia yang langsung meninggalkan Toushirou sendiri di sana. Tentu saja pergi dengan wajah sedih. Momo yang tidak sengaja lewat dan melihat wajah Rukia yang seperti itu, langsung melihat ke arah sosok yang membuat Rukia seperti itu.
"Shiro-chan…"
Rukia terus berlari menyusuri koridor-koridor kelas. Ia tahan perasaannya agar tidak menangis seperti yang kemarin-kemarin. Dalam hati Rukia, ia mengatakan bahwa ini seperti 'De Javu'. Baru sekitar 2 minggu yang lalu hal ini terjadi, sekarang sudah terulang lagi. Dan tentu saja Rukia berharap, endingnya tidak seperti 2 minggu yang lalu. Ichigo yang baru saja keluar dari toilet pun langsung memasang wajah khawatir ketika melihat calon tunangannya tersebut berlari sambil menunjukkan wajah yang sangat menyedihkan.
"Rukia! Berhenti!"Ichigo yang menarik lengan Rukia pun langsung membuat Rukia terdiam di tempat. "Ada apa, Rukia? Mengapa kau seperti ini lagi? Ayolah, Rukia… Tunjukkan senyum yang biasanya selalu au tunjukkan ke semua orang. Jangan menangis terus." Ichigo menarik Rukia ke dalam pelukannya sambil mengusap-usap rambut hitam Rukia. Rukia menurutinya saja dan hanyut dalam dekapan Ichigo.
"Rukia… Aishiteru yo,"bisik Ichigo di telinga kiri Rukia yang membuat Rukia kaget dan pastinya nge blush.
"I-Ichigo…?"Kata Rukia ketika sudah melepaskan diri dari pelukan Ichigo.
"Ya, Rukia. Dan, umm… Apakah kau besok ingin pergi denganku?"Tanya Ichigo yang sudah nge blush sambil menatap kearah lain. Rukia tertegun mendengar ajakan Ichigo tadi. Dengan perlahan, Rukia menganggukan kepalanya.
"Ya, aku mau,"jawab Rukia yang membuat Ichigo menampakkan seulas senyum di wajahnya.
"Ah, arigatou, Rukia!"Kata Ichigo sambil memandang penuh arti mata violet di hadapannya tersebut.
"Ah, aku memakai baju apa ya untuk besok malam?"Rukia saat ini sedang mencari(baca:mengacak-acak) baju pesta di lemari baju ekstra besarnya tersebut.
"Sumimasen, Rukia-sama. Anda di tunggu oleh Hisaya-sama dan Kuchiki-sama di ruang makan,"kata Nemu di balik pintu kamar Rukia.
"Ah! Kebetulan sekali. Ayo masuk, Nemu!"Kata Rukia dengan sedikit berteriak.
"Sumimasen Rukia-sama kalau saya mengganggu."
"Sudah, tidak usah terlalu formal seperti itu, Nemu. Ah, kau bisa membantuku mencari baju pesta yang cocok untukku kan? Soalnya, aku akan ikut pesta dansa di sekolahku,"jelas Rukia pada Nemu yang masih berdiri di hadapan Rukia.
"Bagi anda, semua terlihat cocok,"kata Nemu tanpa ekspresi. Rukia yang melihatnya hanya bias sweatdrop.
"Ayolah Nemu, jangan bilang begitu! Aku juga manusia biasa, pasti ada juga baju yang tidak cocok untukku kan? Tidak mungkin semua baju di dunia bisa cocok denganku. Hmm, kalau baju yang ini bagaimana?"Tanya Rukia pada Nemu yang kini berdiri di samping Rukia.
"Maaf, Rukia-sama. Tapi saya pikir, bawahannya terlalu panjang. Mungkin akan membuat anda sulit berjalan,"jelas Nemu yang melihat sebuah gaun berwarna violet dengan aksen bunga yang cukup besar di lengan sebelah kiri, serta bawahannya yang sangat panjang.
"Kalau yang ini?"Kali ini Rukia mengeluarkan sebuah gaun mini berwarna navy blue yang terlihat sangat lucu. Di bagian dada terdapat pita yang cukup besar, dan di belakang terdapat susunan tali yang cukup unik. Tetapi sayangnya, gaun mini terusan tersebut panjangnya hanya 5 cm di atas lutut. Sangat pendek sekali.
"Sekali lagi maaf, Rukia-sama. Tetapi saya pikir, gaun tersebut terlalu pendek untuk anda,"kata Nemu yang menyampaikan pendapatnya lagi.
"Hum… Aha, bagaimana dengan yang ini?"Rukia mengeluarkan sebuah gaun lagi dari lemari baju ekstra besarnya itu. Gaun yang sangat imut, itulah komentar Rukia ketika melihat gaun tersebut. Gaun yang tidak terlalu ribet, malahan bisa di bilang gaun yang simpel. Semacam gaun terusan dengan atasan dari atas dada sampai perut berwarna hitam, dan bawahannya berwarna putih dan terbuat dari sutera. Di belakangnya, terdapat pita berwarna merah yang cukup panjang, menambah kesan imut pada baju tersebut. Rukia juga menemukan sepasang sarung tangan yang sepertinya adalah pasangan dari gaun tersebut.
"Saya pikir, ini cocok untuk anda, Rukia-sama,"kata Nemu sambil tersenyum tipis.
"Baiklah, arigatou, Nemu, karena sudah membantuku memilihkan gaun untukku besok malam. Aku ke ruang makan dulu ya. Kau mau ikut?"Tanya Rukia pada Nemu.
"Nanti saya akan menyusul. Anda pergi saja terlebih dahulu."
"Baik kalau begitu,"ucap Rukia yang langsung berbalik badan dan meninggalkan Nemu seorang diri di situ.
Ke esokan harinya, tepatnya pada jam 7 malam…
"Rukia-sama, dandanannya sudah selesai,"kata Nemu yang baru saja memberi pita berwarna merah di sisi kiri dari rambut Rukia.
"Ah, arigatou, Nemu."Rukia langsung berdiri dari meja rias dan mengambil tas putih dengan gantungan kunci bergambar Chappy. Tidak lama kemudian, handphone Rukia berbunyi. Dengan sigap, ia mengambil handphonenya dari tasnya tersebut.
"Konbawa, Rukia. Sekarang aku sudah berada di depan rumahmu. Kau cepatlah keluar, di sini banyak nyamuk, tahu!"Kata seseorang dari handphone Rukia yang ternyata adalah Ichigo.
"Sabar sedikitlah, jeruk! Aku akan segera keluar!"Kata Rukia sambil membuka pintu utama dari rumah mewahnya tersebut. Ichigo yang tadinya menempelkan handphonenya pada telinga kanannya, perlahan mulai melepaskannya. Wajahnya menatap Rukia dengan tatapan kagum. Malam itu, Ichigo memakai jas hitam dan tentu dengan celana hitam panjang, serta dengan dasi biru.
"Ada apa kau melihatku seperti itu, jeruk?"Tanya Rukia yang kebingungan akan tampang cengo Ichigo.
"Tidak.. Ayo, cepat kau naik ke mobilku,"kata Ichigo yang berusaha menyembunyikan wajah merahnya dan membukakan pintu mobil di sebelah tempat duduknya untuk Rukia.
"Terima kasih, tuan jeruk,"ejek Rukia ketika akan duduk di bangku yang sudah Ichigo bukakan pintunya.
"Dasar, kau berisik sekali, nona midget!"Balas Ichigo sambil terkekeh pelan.
"Jangan panggil aku midget! Aku punya nama, namaku Kuchiki Rukia!"Protes Rukia ketika Ichigo sudah duduk di sampingnya.
"Dan jangan panggil aku jeruk, aku juga punya nama! Namaku, Kurosaki Ichigo!"Kata Ichigo tidak mau kalah, dan hal itu membuat Rukia menutup mulutnya karena sudah kalah beradu mulut dengan Ichigo. "Sekarang diamlah, dan pakai sabuk pengamanmu. Kau mau aku kena denda?"Kata Ichigo lagi yang membuat Rukia memajukan bibirnya 5 cm. Ichigo tertawa kecil melihat tampang Rukia saat ini.
Suasana pesta yang sebelumnya ramai, semakin menjadi ramai lagi ketika 1 pasangan unik, yaitu Ichigo dan Rukia memasuki hall dansa tersebut sambil bergandengan tangan. Rukia dapat melihat dari sudut matanya, wajah Orihime yang terkejut melihat dirinya dan Ichigo datang berdua sambil bergandengan tangan. Dan dapat dilihatnya wajah Orihime yang sedih, namun dia membuat air mukanya agar terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.
"Inoue.. Gomen.."Bisik Rukia dengan sangat pelan.
"Rukia, kau mau berdansa denganku?"Ajak Ichigo sambil mengulurkan lengan sebelah kanannya pada Rukia. Rukia pun menyambut uluran tangan Ichigo itu. Mereka berdansa dengan sangat baik. Siswa-siswi yang lain pun memandang mereka dengan tatapan kagum. Tapi tidak bagi seseorang yang sepertinya baru sampai di hall itu. Ia menatap mereka dengan pandangan kesal, seolah ingin sekali berada di tengah mereka dan memisahkan mereka berdua.
"Shiro-chan, kenapa kau diam saja?"Tanya Momo kepada Toushirou yang hanya diam saja memandang duo Ichiruki itu dengan tatapan kesalnya.
"Tidak apa-apa. Aku ingin di luar saja. Di sini terlalu ramai."Toushirou segera membalikkan badannya dan hendak pergi keluar hall itu. Namun, tangan kecil Momo menahan kepergian Toushirou.
"Shiro-chan…"kata Momo yang menundukkan wajahnya dan hendak menyambungkan kalimatnya yang belum selesai itu. "Ayo, berdansa bersamaku!"Ajak Momo yang langsung membuat Toushirou terkejut.
"Apa?! Tapi aku…"Ucapan Toushirou terhenti begitu saja karena Momo langsung saja menarik lengannya sampai ke lantai dansa, tempat Ichigo dan Rukia yang saat itu berdansa. Momo dan Toushirou pun mulai berdansa bersebelahan dengan duo Ichiruki itu. Rukia yang melihat mereka menunduk lesu dan merasakan sakit di hatinya. Ichigo yang menyadari perubahan sikap Rukia itu berbisik pelan di telinga Rukia.
"Mengapa kau bersedih lagi, Rukia? Apa ini karena anak berambut putih itu?" Bisik Ichigo sambil menatap tajam ke arah Toushirou dan Momo. Rukia menggeleng pelan.
"Bukan, bukan karena dia. Aku hanya merasa lapar saja kok,"kata Rukia dengan senyum yang di paksakan. Ichigo menatap senyum Rukia dan spontan mengecup lembut pipi kanan Rukia yang membuat Rukia ngeblush, siswa-siswi bersuit-suit, serta membuat Toushirou dan Inoue cemburu. Toushirou mempererat pegangannya pada pinggang Momo. Momo yang merasakannya hanya tersenyum kecut. Namun, senyum kecut Momo itu berubah menjadi blushing ketika Toushirou memeluknya. Rukia yang melihatnya tentu sakit hati. Tidak mau kalah, saat itu juga, Rukia mengecup kening Ichigo yang sukses membuat laki-laki itu memerah. Toushirou yang sudah habis kesabarannya segera meninggalkan Momo di lantai dansa itu.
"Shiro-chan! Kau mau ke mana?"Tanya Momo yang di tinggalkan oleh Toushirou. Tetapi Toushirou hanya berjalan dalam diam. Momo yang sepertinya mengerti, menoleh ke arah Ichigo dan Rukia. Ia dapat melihat senyum Rukia yang sangat di paksakan, pertanda ia tidak benar-benar menikmati dansanya dengan Ichigo.
"Shiro-chan… Kau cemburu ya?"Tanya Momo yang sekarang sudah berada tepat di belakang Toushirou.
"Urusai! Ini bukan urusanmu!"Kata Toushirou sambil membentak Momo. Momo terdiam sebentar sebelum akan melanjutkan kata-katanya lagi.
"Kalau kau cemburu, kenapa kau tidak langsung bilang ke Kuchiki-san dan mengakhiri sandiwaramu ini? Kau juga sebenarnya tidak ingin menjauh darinya, kan?"
"Ku bilang, ini bukan urusanmu! Sudah, aku ingin pulang!"Toushirou mulai pergi meninggalkan Momo yang masih berdiri mematung di sana.
"Shiro-chan, aku ikut…"Momo berjalan perlahan mengikuti arah perginya Toushirou. Dalam perjalanannya itu, ia terus menundukkan kepalanya. Alis tebalnya itu terlihat sedikit berkerut ke atas, dan matanya memancarkan sinar kesedihan. 'Mengapa kau seperti ini, Shiro-chan?' Kata Momo dalam hatinya.
Rukia masih terus berdansa dengan Ichigo sambil terus tersenyum, tapi tentu saja, itu adalah senyum palsu. Matanya terus mencari-cari sosok lelaki berambut putih itu, namun tak kunjung ia temukan.
'Apa dia sudah pulang?'Pikir Rukia dalam hati.
BRMM, BRMM, BRMMM
Terdengar suara mesin motor yang cukup memekakkan telinga dari depan hall dansa itu, Rukia membalikkan badannya dan berusaha melihat ada apa di depan sana melalui jendela ekstra besar yang terpasang di hall itu. Di lihatnya, sesosok laki-laki yang memakai helm sedang menyalakan mesin motornya dan seorang perempuan yang memakai gaun dansa berwarna ungu kebiru-biruan panjang.
"Perempuan itu… Hinamori, kan? Berarti yang memboncengnya itu…"Pikir Rukia sambil mulai berlari keluar hall. Tak dipedulikannya lagi Ichigo yang tengah kebingungan karena di tinggalkannya begitu saja. Rukia berusaha menuruni tangga hall tersebut dengan perlahan, karena mengingat dirinya yang sekarang ini memakai sepatu hak tinggi. Toushirou yang melihatnya sekilas dari kaca spion motornya hanya mengacuhkannya begitu saja. Motornya ia gas semakin dalam, dan dalam hitungan ketiga, motornya tersebut melaju dengan kecepatan ekstra yang membuat Momo hampir saja terjatuh dari motor kalau saja ia tidak segera berpegangan erat pada tubuh Toushirou.
"Hitsu… gaya…"kata Rukia yang melihat mereka berdua pergi meninggalakannya. Tanpa di sadarinya, air matanya menetes begitu saja. "Aku bodoh, sudah jelas-jelas Hitsugaya tidak mau aku mendekatinya lagi, tetapi kenapa aku malah mendekatinya? Walaupun aku masih menyimpan rasa ini…"Ichigo perlahan keluar dari hall itu dan segera berlari menuju tempat Rukia berdiri.
"Oi Rukia, kenapa kau menangis?"Tanya Ichigo dengan penuh perhatian. Di usapnya lembut kepala Rukia.
"Tidak, aku tidak kenapa-kenapa kok, Ichigo. Tadi aku hanya kelilipan."Ichigo memandang Rukia seperti mengatakan, 'kau berbohong!'
"Ya sudah, Rukia. Ayo kita kembali lagi ke dalam?"Kata Ichigo sambil menggandeng lembut lengan kanan Rukia. Rukia mengangguk pelan dan mulai masuk ke hall tersebut dengan di gandeng oleh Ichigo, sebelum…
Di tempat Toushirou dan Momo…
"Shiro-chan! Pelan-pelan! Kau kenapa langsung mengebut seperti itu? Aku hampir saja jatuh!"Protes Momo yang sekarang berpegangan erat pada tubuh Toushirou. Tetapi, Toushirou hanya terdiam dan dapat terlihat jelas, percikan api cemburu menambah tajam mata emeraldnya tersebut. Ia terus menggas motornya, membuat mereka sekarang melaju dengan kecepatan 50km/jam (pokoknya cepet banget deh!). Ia terus memacu motornya dengan liarnya. Hingga dapat terlihat sebuah mobil yang cukup besar dari arah berlawanan yang juga melaju dengan kecepatan tinggi. Toushirou yang tidak bisa lagi mengerem ataupun membelokkan motornya, langsung mengambil langkah pintas, yaitu meloncat dari motornya tersebut. Kakinya lecet karena kemasukan batu kerikil, namun hal itu tidak ia pedulikan, yang menyita perhatiannya saat ini adalah…
"SHIRO-CHAN!!!"Teriak Momo yang sekarang berada seorang diri di motor Toushirou yang sebentar lagi akan menghantam mobil tersebut.
"HINAMORI!!! LONCAT!"Teriak Toushirou sambil mengeluarkan emosi dan suaranya.
"KYAAAAAAAAAAAAAA!!!"
"HINAMORIII!!!"
BRAK!!!
Rukia dan Ichigo yang baru saja akan masuk lagi ke dalam hall langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar sebuah suara cukup besar yang menyita perhatian mereka.
"Ichigo, itu suara apa?"Kata Rukia sambil melihat sekeliling.
"Hei Rukia, coba lihat di sana!"Kata Ichigo sambil menunjuk ke arah di mana Toushirou dan Momo pergi tadi. Rukia yang mempunyai firasat tidak enak, segera berlari ke arah yang di tunjuk oleh Ichigo tadi. Ichigo pun menyusul di belakang Rukia.
'Kami-sama, ada apa ini? Semoga firasatku ini tidak benar!'Rukia terus berlari, dan sekarang pandangannya semakin jelas. Ia berhenti di tempat. Tubuhnya kaku, dan bergetar sangat hebat. Matanya terbelalak lebar dan mulutnya seperti mau mengucap sesuatu, tetapi sangat sulit untuk di keluarkan. Ichigo yang menyusulnya pun juga melakukan hal yang sama seperti Rukia. Ia menatap sosok yang sekarang ini sedang terkapar di jalanan beraspal itu dengan bersimbah darah yang cukup banyak.
"Hi… HINAMORII!!!"Teriak Rukia histeris yang melihat kondisi sahabatnya saat ini. Ia memegang erat tubuh Momo yang kepalanya sekarang bocor dan bersimbah darah, apalagi dengan darahnya yang tidak mau berhenti, mengingat penyakit yang Momo idap. Mulutnya juga mengeluarkan darah segar. Rupanya, tadi Momo berusaha melompat seperti yang di suruh Toushirou, namun malangnya, ujung gaunnya tersangkut di tempat pijakan kaki di sebelah kaki Momo. Jadi, ketika mobil itu menabraknya, ia terpental sejauh 2 meter yang mengakibatkan kepalanya bocor dan mulutnya mengeluarkan darah karena tertabrak oleh mobil tadi.
"HINAMORI! BUKA MATAMU!!!"Kata Toushirou yang kini berlari ke arah Rukia yang tengah memeluk Momo.
"Shi… ro-cha.. n… dan Ku..chi..ki-sa…n…"Kata Momo sekuat tenaga.
"Hinamori! Bertahanlah, aku akan telepon Rumah Sakit!"Kata Ichigo yang langsung mengeluarkan handphonenya.
"Tidak… per..lu, Kuro..saki…-ku..n…"Kata Momo dengan tatapan memelas pada Ichigo, namun, segera mengalihkan pandangannya ke arah Toushirou dan Rukia.
"Shi…ro-chan… Ku..chi..ki-sa..n, kali…an ba..hag..ialah de..mi a…ku… UHUK, UHUK!!"Kata Momo sambil terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah.
"Hinamori! Kau harus kuat! Jangan menyerah begitu saja!!!"Kata Rukia yang sudah putus asa.
"Kuchi…ki-sa..n, ka..u ja..nga..n mena..ngis.. Kau ba…hagi..a ya… deng..an Shi..ro-cha..n… Tolo..ng lak..ukan i…ni de…mi a..ku… Kali..an ter..us ber..sama ya… Wala..upun ak..u su..dah tid..ak a..da… Jan..ji, ya?"Kata Momo sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Rukia yang dibalas juga oleh jari kelingking Rukia.
"Teri…ma ka..sih… Shi..ro-cha..n juga… Ber..janji…lah un..tu..k sel..alu.. mem..baha..giakan.. Ku..chiki-sa..n…"Kata Momo yang sekarang mengacungkan jari kelingkingnya kea rah Toushirou. Toushirou yang wajahnya sekarang sudah menunjukkan kesedihan yang amat sangat, membalas acungan jari kelingking Momo tersebut. Momo tersenyum sekilas.
"Ka..lia..n ber..janji..lah un..tuk sel..alu bers..ama… Jan..ji, ya?"Kata Momo yang sekarang mempersatukan jari kelingking Rukia dengan jari kelingking Toushirou. Mereka melihat kea rah mereka masing-masing dan tersenyum pada Momo.
"Ya, kami berjaji,"kata mereka bersama-sama. Momo tersenyum simpul, dan perlahan-lahan, tangan Momo yang tadinya mempersatukan jari kelingking mereka sudah mulai melemas, dan terjatuh tepat di depan dadanya. Mata hazelnya yang indah itu juga mulai menutup. Semakin rapat, dan semakin rapat.
"Hinamori…"Kata Rukia yang menangisi kepergian sahabatnya itu. Toushirou masih terdiam di tempat sambil membuka lebar matanya, tanda ia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.
"HINAMORI!!!"
TO BE CONTINUED
***
OMAKE!
Bioskop tersembunyi
Di rumah Rukia, Nemu sedang terdiam menatap mobil Ichigo yang membawa Rukia di dalamnya semakin menjauh meninggalkan rumah kediaman Kuchiki. Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju dapur. Ia membuat popcorn, lalu meletakkan telapak tangannya di dinding sebelah pintu toilet.
Tiba-tiba, muncul sebuah lubang dari lantai di sebelah kakinya. Ia menuruni tangga dari lubang itu secara perlahan. Ia berhenti dan di tatapnya ruangan yang lebih pantas di sebut gudang. Dengan langkah cepat, ia menempelkan lagi telapak tangannya di lantai tepat di depan kakinya. Secara otomatis, ruangan nan gelap yang lebih pantas di sebut gudang itu, perlahan berubah menjadi sebuah gedung bioskop yang mewah, dengan sofa berwarna merah yang sangat empuk, dan sebuah layar yang sangat besar. Dindingnya pun juga berubah menjadi warna merah dan di selimuti oleh sebuah kain beludru berwarna biru muda. Secara otomatis pula, langsung terpasang sebuah lagu jazz di ruangan itu. Di sebelah kanannya dapat terlihat, sebuah arena bowling dan di sebelah kirinya, lebih mirip seperti sebuah restoran bintang 5.
Nemu duduk di sofa empuk itu dan memencet-mencet tombol layar tersebut, seperti sedang mencari film yang pas. Lalu, mendadak lampu menjadi semakin gelap, pertanda film akan segera di putar.
3
2
1
'HACHIKO', dapat terlihat dengan jelas tulisan itu terpampang besar-besar di layar itu. Nemu mulai memakan popcornnya dan menangis menonton film itu.
***
Akhirnya Mii apdet juga, phew!~
Ruki:"Cepetan bacain ripiu!"
Mii:"Okok. Pertama dari Rizu Auxe09. Ga apa-apa kok, yang penting kan udah ripiu XD. Soal pertunangannya, liat nanti, apakah akan di batalkan atau tidak???"
Ruki:"Lalu dari Zheone Quin."
Mii:"Huaa, tapi yang kali ini apdet'a telat seminggu lebi, hiksu."
Ruki:"Makan melulu sih lu!"
Mii:"Brisik! Hmm, blom krasa ya? Kayaknya yang chap ini juga kagak kerasa ya -.-. Bagaimana dengan chap depan?*D tendang."
Hitsu:"Ketiga, Hiru Shii-chan."
Mii:"Fic Fav??!! *Mata kinclong. Gubrak! Pair nyasar, wkwkwk. Mii dah apdet ni! Ripiu lagi yaa :)"
Ichi:"Lalu, dari kireina_toushirou."
Mii:"Tnang sja~ duo cebol itu ga bakal Mii pisahin kok."
Ruki+Hitsu:"Apa maksud lo ma duo cebol?!!"
Mii:"Hehe.. Gak ada maksud apa-apa *ngeliat ke atas. Makan jengkol?! Mii kagak suka jengkooll!~~ Wew O_o Nee-chan kndung yang merangkap jadi pembantu dan pengasuh?? Klo buat fb, Kire-chan search aja 'Mii Saginomiya', pasti langsung ketemu kok :). Mii udah psti pernah dong bawa hp ke sekolah! Tapi waktu masi kelas 7, soalnya pas kelas 8 males bawa-bawa hp XD."
Ruki:"Lalu dari hiru-chan."
Mii:"Iya, Rukia kaya banget.."
Ruki:"Gue gitu loh!"
Mii:"Uhm... Ralat, bukan Rukia yang kaya, tapi Byakuya!!! Lanjut! Wah, ampe skit perut?? O_o. Bused, ade Hiru-chan punya kekuatan super dong? "*d cekek Kire-chan.
Hitsu:"Lalu, Ninomiya Icha."
Mii:"Tenang aja, ini kan masih HitsuRuki XD. Lalu dari Tsuichi Yukiko. Otou-san'a Hitsu... Yang rambutnya warna putih... Itu bocorannya "*D tendang.
Ruki:"Dari Aya-na Byakkun."
Mii:"Nee-chan :). Nasib musuh bebuyutan Mii? Nee-chan dah tau kan :)*evil smile."
Hitsu:"Dari D31-ryuusei Hakuryuu."
Mii:"Hancur.. Hancur hatiku.. Hancur.. Hancur hatiku... *nyanyi kagak jelas. Wkwkwkwk, jadi tendang-tendangan XD. Mii sudah apdet, maaf ya telat ^^. The last, Hiru Kuchiki Rukia. Oooo, *ngangguk2* Mii ngerti, hehe ^^"
Thx banget yang udah mo ngeripiu fic Mii ini chap kemaren :). Semoga Tuhan memberkati XD. Perhatian! Mii bakal jarang apdet karena:
1. Banyak Tugas.
2. Males XP.
Jadi harap maklum kalo Mii jadi apdet telat ya :). Authortachi sekalian juga pasti pada tahu, rasanya apdet kilat kayak gimana =_=. Okok,
KLIK TULISAN BER COLOUR BLUE2 DI UNDER INI YAAA!! :)
