The Chosen One
Disclaimer :Naruto itu selalu milik Masashi Kishimoto
Genre : romance, adventure, fantasy, tragedy/hurt/comfort
Rated: T
"Apa kabar Konohamaru?"
"Wah, sudah lama sekali… kau masih ingat namaku? Maaf… aku lupa namamu," ucap Konohamaru sambil menggaruk kepalanya.
"Kimimaro, jahat sekali kau melupakanku," ujar laki-laki bernama Kimimaro itu.
"Ah iya! Kimimaro, ngomong-ngomong… ada urusan apa dengan kak Sakura?" tanya konohamaru.
"….." Kimomaro terdiam sejenak dan tersenyum lembut, "Apa kabar dengan kakakmu?"
"Baik, sekarang dia sudah banyak teman," jawab Konohamaru.
"Banyak teman?"
"Iya, saat berteman denganmu dia kan tidak punya teman sama sekali, tapi sekarang dia sudah punya banyak teman, dia juga sedang menyukai seseorang," jelas Konohamaru yang tidak menyadari dampak pada Kimimaro.
"Teman? Orang yang disukai?" gumam Kimimaro.
"Iya, aku senang melihat kakak yang sekar…akh!"
"Bicara sepatah kata lagi, kubunuh kau."
Konohamaru terdiam…
Terdiam karena lehernya telah dicengkram oleh lengan yang kekar itu dengan keras. Kimimaro melepaskan cengkramannya, senyuman yang tadinya terlihat ramah, kini berubah menjadi ekspresi yang dingin, sangat dingin sehingga Konohamaru merinding melihatnya.
"Kimi…maro?" panggil Konohamaru dengan suara yang hampir tak terdengar.
o-o-o-o-o
"Nona Tsunadeeeeeeee!"
"Ada apa Shizune! Teriak-teriak begitu bikin telingaku sakit!" sewot Tsunade sambil meminum sakenya.
"Mereke… mereka…"
"Mereka apa?" nada yang terdengar bosan terdengar dari kalimat tanya yang dilontarkan oleh wanita cantik yang sebenarnya sudah berumur itu.
"Merekaaa, para Guardian…. Mereka pergi ke markasnya Orochimaru tanpa seijinku! Bersama Sakura, karena adik Sakura diculik!" jelas Shizune yang berhasil mengatur napasnya kembali normal.
"APA! Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Mereka kesana dengan tangan kosong?" Tsunade terkejut dan langsung beranjak dari bangkunya.
"Ya, karena senjata mereka belum diselesaikan olehnya," jawab Shizune.
"Maaf, maaf," ucap seorang wanita yang baru datang, "Sepertinya aku telat yah."
"AH! Dari mana saja kau! Cepat susul mereka dan berikan senjata yang sudah kau buat untuk mereka!" perintah Tsunade pada wanita yang baru datang itu.
"Baiklah, Hinata… tolong lacak dimana mereka berada," pinta wanita itu sambil berjalan kearah meja Hinata.
.
.
.
.
.
"Kau yakin Neji?"
"Ya, tidak salah lagi, pancaran tenaga yang kurasakan digedung itu sangat besar," jawab Neji.
Begini kondisinya, Sakura, Sasuke, Neji dan Naruto kini sedang berada disemak-semak memantau gedung tua yang kata Neji memancarkan tenaga yang sangat besar, sedangkan Ino, Shikamaru, dan Kiba berada di semak-semak yang bersebrangan dengan tempat Sakura berada.
"Ok, kalau begitu kita akan masuk kesana," ucap Neji.
"Tidak!" tolak Sakura, "Akulah yang akan kesana, sendiri."
"Kau gila atau bodoh?" kata Sasuke, " jelas-jelas kau tahu sendiri orang seperti apa yang akan kau hadapi di dalam nanti, kau membutuhkan kami."
"Terserah kalian mau bilang aku apa," jawab Sakura yang langsung berdiri dan lari kearah pintu masuk gedung itu.
"Sakuraa!" teriak Sasuke yang berusaha untuk mengejar, namun ditahan oleh Neji.
"Tunggu," cegah Neji, "Biar kita awasi dari kejauhan."
Sakura berjalan menuju dalam gedung itu sendirian, tidak ada apa-apa disana, hanya beberapa serpihan barang-barang yang tidak terpakai, kemudian langkahnya terhenti, terhenti karena ada sosok perempuan yang tiba-tiba muncul dihadapannya.
"Benar-benar datang sendiri yah?" ucap perempuan itu.
"Siapa kau?" tanya Sakura.
"Kau mau bertemu adik tersayangmu kan?"
"Konohamaru? Dimana dia!" teriak Sakura.
"Huh, tidak ada manis-manisnya sekali kau, ikuti aku."
Sakura mengikuti perempuan itu dengan menjaga jaraknya 5 meter, saat sampai disebuah pintu, Sakura berhenti dan melihat perempuan itu membuka pintunya, ketika perempuan itu masuk, barulah Sakura masuk, dan betapa kagetnya Sakura begitu melihat isi dalam ruangan itu, tidak kalah megah dan bagusnya dengan ruangan Tsunade… sekali lagi dia berfikir, bagaimana bisa ada ruangan seperti ini di gedung tua yang sudah hampir reot ini?
Saat Sakura melewati lorong yang panjang dan sepanjang lorong itu ada beberapa orang-orang normal namun sorot mata yang tidak normal memandangi Sakura dengan tatapan sinis, bahkan ada yang mengeluarkan taring dan kukunya ketika Sakura lewat, Sakura hanya terdiam dan terus mengikuti sosok perempuan yang ada didepannya.
Begitu sampai pada suatu ruangan, perempuan itu membuka pintu dengan menekan beberapa kode agar pintu itu terbuka, sesudah pintu terbuka.
"Silahkan masuk," ucap perempuan yang membawa Sakura keruangan itu.
Sakura memasuki ruangan itu tanpa ragu, begitu dia menghentikan langkahnya di hadapan seorang pria berambut hitam panjang.
"Selamat datang Sakura, ah…" ucap pria itu sambil tersenyum dan melanjutkan kata-katanya, "Lebih tepatnya… My 'Goddess'."
Sakura tertegun ketika mendengar orang itu menyebutnya dengan sebutan yang sama dengan Tsunade tadi.
"Aku bukan Goddess! Aku Sakura! Dan sekarang dimana adikku?" jawab Sakura ketus.
"Tenang… sabar… sepertinya, walaupun kau ber reinkarnasi kembali, tapi ingatanmu tidak kembali yah, beda dengan yang satu lagi," ucap pria itu sambil sedikit terdengar seperti mendesis.
"Lapor Tuan Orochimaru!" potong salah satu anak buahnya, "Kimimaro tadi berusaha menyerang Sandra dengan mencekiknya, namun ketika kami datang, Kimomaro sudah tidak ada ditempatnya."
"Apa sandranya tidak apa-apa?" tanya orang yang bernama Orochimaru itu.
"Tidak apa-apa, hanya saja, dikamar Kimimaro telah acak-acakan, dan kami tidak bisa menemukannya."
"Hem, bocah yang menyusahkan, bawa sandra itu kemari," perintah Orochimaru.
"Baik!"
Begitu anak buahnya itu pergi, tatapan orochimaru kembali pada Sakura yang masih berdiri kebingungan.
"Begini, aku ingin menawarkan sedikit negoisasi padamu," ujar Orochimaru sambil mendekati Sakura, "Bagaimana kalau kau pindahkan seluruh kekuatanmu padaku, dan aku akan mengembalikan adikmu dengan selamat."
"Aku tidak punya kekuatan apa-apa!" jawab Sakura cepat.
"Tidak punya? Kau salah… lebih tepatnya lagi 'tidak sadar'," Orochimaru memperjelas sambil memegang dagu Sakura. "Atau kau lebih memilih melihat adikmu yang akan melewati hari terakhirnya sekarang?"
"LEPASKAAN!" rintih suara laki-laki dari luar ruangan, dan makin lama suara itu makin dekat, setelah makin dekat.
"Konohamaruu!" panggil Sakura.
"Kakaaak?"
"Bagaimana Sakura?" tanya Orochimaru yang makin mendekati tubuh Sakura.
Begitu akan merangkul pinggang Sakura, sosok bayangan hitam telah melingkari tubuh Orochimaru dengan erat dan terlemparlah tubuhnya dengan keras kebelakang, sehingga membuat yang ditubruknya menjadi berantakan.
"Jangan sembarangan kau menyentuh tubuh perempuan!"
Suara Ino terdengar dengan jelas dan lantang, Sakura menoleh kebelakang dan melihat semua teman-temannya datang untuk menolongnya, dan dia sangat lega ketika melihat Konohamaru sudah berada disamping Naruto.
"Khekhekhekhekhe…. Sangat kebetulan," ucap Orochimaru sambil merapikan rambutnya yang berantakan kedepan itu.
Dalam sekejap, tibalah 5 sosok yang terlihat seperti guardiannya Orochimaru, diantaranya adalah 2 orang yang muncul saat disekolah itu, dan satu lagi perempuan yang membawa Sakura kesini, yang satu lagi, laki-laki berambut silver yang seperti membawa kembarannya dibelakang tubuhnya, dan yang terakhir laki-laki besar dengan tatapan yang sangat dingin.
"heemmm, Sasuke.." ucap Orochimaru tiba-tiba dan itu membuat Sasuke sedikit terkejut kenapa dia bisa tahu itu Sasuke.
"Sakura, "panggil Orochimaru, "Tataplah laki-laki yang kau anggap temanmu itu… kau lihat baik-baik, siapa dia sebenarnya."
"Hah?" Sasuke sangat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Orochimaru, dan dengan bodohnya lagi, Sakura mengikuti saran Orochimaru dengan menoleh kearah Sasuke dan menatapnya dengan teliti.
DEG
Jantung Sakura berdegup dengan sangat kencang.
Sakura masih bingung, debaran yang dia rasakan saat ini beda dari biasanya, Sakura langsung memalingkan wajahnya dari Sasuke, bukan karena malu, tapi dia takut… takut tiba-tiba mengingat akan sesuatu. Dengan sedikit keberanian dia lirik lagi Sasuke, dan…
DEG DEG
Kini wajah Sakura sedikit pucat dan berkeringat.
"Kakak kenapa?" tanya Konohamaru yang menyadari reaksi Sakura.
"Kabuto, selesaikan tugasmu," perintah Orochimaru yang langsung menghilang bersama guardiannya, dan kini yang tertinggal hanyalah Kabuto dan laki-laki bernama kidoumaru.
"Baik tuan," jawab Kabuto sambil tersenyum, "Sepertinya Tuan ingin memperlihatkan sesuatu padamu, Nona Sakura."
Sakura menatap tajam kabuto, dan dengan sekejap, Kabuto menampilkan sesosok tubuh yang sedang terkurung didalam tabung air. Sosok itu membuat mata Sasuke dan Sakura terbelalak hebat, Sakura bisa merasakan tubuhnya gemetar, begitu pula dengan Sasuke.
"Siapa dia?" tanya Ino.
"Dia…" ucap Shikamaru sambil berfikir, "Ah! J-jangan-jangan…"
"Sasuke!" panggil Naruto, "Dia orang yang kau cari-cari kan?"
"Hah!" semua menoleh pada Naruto yang mengucapkan hal aneh bagi mereka.
"Sepertinya keadaan mulai memanas," ucap kidoumaru sambil membunyikan lehernya seolah itu pemanasan sebelum bertarung.
"Ino, cepat bawa pergi Sakura dan Konohamaru dari sini!" perintah Shiakamaru, "Kiba! Lindungi mereka!"
"Baik, ayo Ino, Sakura," ajak Kiba, namun Sakura tidak beranjak dari tempatnya, dia masih menatap sosok laki-laki yang sedang tertidur didalam tabung air itu.
"Sakura!" panggil Neji, namun suaranya tidak meraih kesdaran Sakura.
Perlahan Sakura mendekatkan tubuhnya pada tabung yang berada didekat Kabuto itu.
"Sakura! Apa yak kau lakukan!" teriak Sasuke. Begitu Sakura sudah sampai didekat tabung, Sakura menyentuh tabung itu dengan sangat lembut, dan perlahan dia teteskan air matanya, dan itu membuat seluruh guardian kebingungan, begitu juga dengan Konohamaru.
"Apa yang kau lakukan pada Sakura!" teriak Sasuke pada Kabuto.
"Yang kulakukan?" ucap Kabuto dengan nada yang tenang, "Tidak ada, dia bergerak sesuai keinginannya sendiri."
Semua masih terpaku melihat keadaan yang ada dihadapan mereka, Sakura menangisi sosok yang berada didalam tabung, sosok yang juga Sasuke kenal.
"Tidak, dia tidak mungkin ada hubungan sesuatu dengan orang ini…" geram Sasuke menahan amarahnya, "Dengan orang yang telah membunuh seluruh keluargaku!"
Kini Sasuke kehilangan kesabarannya, dia menyerang Kabuto dengan gelombang api yang dia keluarkan melalui telapak tangan kanannya, namun yang terjadi nihil, Kabuto dan kidoumarupun juga heran kenapa tidak terjadi apa-apa pada mereka, ketika Kabuto melihat kearah Sakura, ternyata Sakuralah yang membuat lapisan pelindung.
"Sakura… kenapa melindungi mereka…?" tanya Naruto yang heran.
Sakura menutup matanya yang masih mengeluarkan air mata, begitu dia menatap Sasuke, kini tatapannya berubah menjadi kebencian, mata Sakura yang berwarna hijau emerald kini berubah menjadi putih. Sakura bergerak cepat meninggalkan tabung air itu dan meluncur kearah Sasuke, begitu sudah dekat, Sakura memperlihatkan kedua telapak tangannya kearah Sasuke dan lainnya, sehingga keluarlah sebuah ledakkan yang berasal dari telapak tangan itu.
Neji yang tahu akan tindakan Sakura dari pancaran tenaga dengan cekatan membuat putaran yang menahan agar ledakan itu tidak mengenai diri mereka, begitu putaran itu terhenti, terlihat wajah Sakura yang sangat dingin sedang menatap Sasuke.
"Terima kasih, Neji." Ucap Ino.
"Sakura… ada apa denganmu?" tanya Neji.
Sakura tidak berucap, pandangannya tetap pada Sasuke begitu pula Sasuke yang menatap Sakura dengan tatapan bingung, sebenarnya apa yang telah dia lakukan sehingga Sakura kini terlihat seperti sangat membencinya.
"Kau…" ucap Sakura dengan nada yang dingin, "Aku akan membunuhmu."
Kalimat yang diucapkan Sakura sukses membuat semuanya kaget.
"Kakak! Kakak kenapa?" tanya Konohamaru.
"Kenapa kau membela musuh!" bentak Naruto.
"HEi, Naruto… jangan salah paham, Sakura tidak pernah menganggap mereka musuh maupun teman," kata Shiakmaru menjelaskan.
"Sudah selesai becakap-cakapnya? Sekarang waktunya bermain!" teriak kidoumaru yang menyerang mereka dengan benang-benang beracun yang keluar dari mulutnya.
Semua menghindar berpencar ke tempat yang menurut mereka aman diruangan itu, Naruto membawa Konohamaru, Shikamaru bersama Ino, Neji dan Kiba berhadapan langsung dengan Kidoumaru.
Sedangkan Sasuke masih berhadapa dengan Sakura yang berbeda, ketika Sakura akan menyerang Sasuke sekali lagi, Sasuke kini melompat menghindarinya, tentu saja ini membuat Sakura jadi mengejarnya, Sasuke sama sekali tidak menyerang Sakura dengan api atau listriknya, namun Sakura berkali-kali menyerang Sasuke dengan berbagai macam elemen. Yang bisa Sasuke lakukan sekarang hanyalah terus menghindar, dan kabuto saat ini sedang mengawasi gerak-gerik Sakura, mengawasi dan menelitinya dengan sangat teliti. Sampai suatu suara membuat Kabuto melirik kearah suara itu.
"Kabuto."
"Ah, Kimimaro," ucap Kabuto.
Kidoumaru sedang bertarung dengan Neji, Kiba, Shikamaru dan Naruto, sepertinya Kidoumaru menikmati pertarungan yang disebut keroyokan ini, dank arena para guardian belum ada pengalaman bertarung jadi mereka belum familiar dengan gerakan apa yang harus mereka gunakan, karena selama ini mereka hanya berlatih diruangan pelatihan.
"Mereka…" kata Kimimaro yang terhenti ucapannya ketika melihat sosok Sakura yang sedang menyerang Sasuke.
Pada akhirnya Sasuke tidak sanggup untuk terus terusan bertahan, Sasuke sedikit menyerang Sakura, dan itu bertujuan agar Sakura sadar, namun begitu Sasuke akan menyerangnya, Kimimaro langsung meluncur kehadapan Sakura dan menahan lengan Sasuke dengan kencang.
Ino yang sedang melindungi Konohamaru melihat kejadian itu, dan itu makin membuatnya bingung.
"Jangan kau sentuh dia sedikitpun," gumam Kimimaro.
Tiba-tiba Sakura sedikit teriak dan memegang kepalanya seperti kesakitan.
"Arrgghhhhh!" rintih Sakura.
Sasuke dan kimimaro berusaha menggapai tubuh Sakura yang sedikit lunglai, namun Ino lebih cekatan.
Keadaan mereka ber empat kini hening, tidak ada yang bergerak dan bersuara, hanya saling tatap satu sama lain.
"Kimimaro! Menjauh!" ucap Kidoumaru.
Dengan cekatan Kimimaro menjauh dari Sasuke yang juga sudah bersiap mengeluarkan listriknya.
"Sakura, kau tidak apa-apa?" tanya Ino yang memopang tubuh Sakura.
"Ngh… ya, ada apa ini?" tanya Sakura.
Ino terkejut ketika Sakura tidak ingat apa yang terjadi, kalau begitu, siapa itu tadi? Pikiran Ino masih berjalan tentang sosok Sakura yang aneh tadi, namun sekarang pandangannya kearah Shikamaru yang sedang terdesak oleh Kabuto, langsung saja Ino pamit pada Sakura untuk meninggalkannya sebentar, lalu Ino mengeluarka cambuk yang berbentuk batang tumbuhan dari telapak tangannya, batang itu mengikat tubuh Kabuto yang akan menyerang Shikamaru itu. Tapi Kabuto dengan cekatan memotong batang itu dan pergi menjauh dari Shikamaru dan Ino yang menghampiri Shikamaru.
"Terima kasih, Ino."
"Kalau begitu, kalian harus rasakan ini," gumam Kidoumaru yang mengembungkan pipinya lalu menyemprotkan beribu-ribu benang yang mirip jarring laba-laba itu pada Neji, Kiba dan Naruto.
"Sialan!" gumam Kiba yang tidak sempat menghindar.
BOOOMMM
Perlahan Neji membuka matanya dan melihat ada sosok wanita yang berdiri dihadapan mereka, dan wanita itulah yang menepis benang beracun itu.
"Wah wah wah, sepertinya aku ketinggalan yah."
"K-Kau…"
"Kimimaro, habisi semua yang ada disini sesukamu, tuan Orochimaru sudah memanggilku," ujar Kabuto yang langsung menghilang.
Kimimaro terdiam sebentar disamping itu Kidoumaru sedang melanjutkan pertarungannya bersama guardian, sesaat Kimimaro menatap Sakura yang sedang memegangi kepalanya karena pusing, lalu dia pergi meninggalkan kidoumaru sendirian.
"Heii! Kenapa aku ditinggal sendiriaaan! Brengsek!" gumam Kidoumaru.
"Sakura," panggil wanita yang baru datang itu menghampiri Sakura, "Kau tidak apa-apa?"
"Ah… ng, tapi yang lainnya?" tanya Sakura sambil melihat Neji, Sasuke, Naruto, Ino, Kiba dan Shikamaru sedang bertarung.
"Mereka sudah kuberi senjata masing-masing, lihat makhluk itu, kewalahan kan."
Walaupun para guardian kurang berpengalaman dalam hal bertarung, namun tetap saja kalau 6 lawan satu pasti akan kewalahan.
"Heh! Aku pasti akan kalah kalau tidak kabur sekarang, sial!" gumam Kidoumaru.
"Akan kuperiksa adikmu, tunggu sebentar yah," ucap wanita berambut cepol itu sambil meninggalkan Sakura dan menghampiri Konohamaru.
Melihat situasi seperti itu, Kidoumaru terpikir ide yang sangat bagus.
"HAHAHAHA, sebeum berpisah akan kuberi hadiah untuk kalian," Kidoumaru melepaskan 2 pisau yang berlumur racun dari mulutnya, dan pisau itu meluncur kearah Sakura dan satu lagi kearah Konohamaru.
"Sampai bertemu lagiii!" dengan begitu Kidoumaru menghilangkan diri.
Pisau itu terus meluncur kearah Sakura dan Konohamaru, sehingga tidak ada waktu bagi mereka untuk menghindarinya, karena Sakura menyadari posisi Neji lebih dekat dengannya, maka dengan reflek Sakura memanggil namanya.
"N-Nejiiii." Teriak Sakura sambil menutup matanya.
TRAAANG
"Aku juga bisa melindungimu! Jangan selalu mengandalkannya." ucap suara yang melindungi Sakura.
Sakura membuka matanya.
Namun yang melindunginya bukan Neji, melainkan Sasuke… Sasuke yang tanpa Sakura sadari tadi baru saja akan membunuh laki-laki itu, namun kemana Neji? Ketika Sakura melirik kearah Konohamaru, dia melihat sosok Neji sedang memeluk wanita berambut cepol itu, sepertinya Neji telah melindunginya.
Sakit.
Itulah yang Sakura rasakan ketika melihat pemandangan itu, namun tiba-tiba pandangannya tertutup.
"Jangan lihat," ucap Sasuke pelan.
~Sasuke's POV~
Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan Sakura tadi sehingga dia ingin membunuhku, tapi aku tidak mau memikirkannya lagi, karena saat ini, telapak tangan yang kugunakan untuk menutup sang pemilik mata emerald ini, terasa basah. Saat aku mencari sesuatu diruangan ini, aku tidak melihatnya, tabung air yang berisikan orang itu sudah tidak ada.
"Sakura?" panggilku yang akan melepaskan tanganku dari wajahnya, namun kedua tangannya menahan lenganku, seperti menandakan jangan buka matanya. Ketika kulihat Neji sedang memeluk erat wanita itu, aku sedikit bisa paham kenapa Sakura begitu terpuruk.
Neji… lebih memilih untuk menyelamatkan dia dari pada Sakura yang jaraknya lebih dekat darinya.
~Normal's POV~
Keadaan sudah tenang, sudah tidak ada lagi pertarungan, yang ada hanya Kiba dan Naruto yang sedikit terluka, begitu pula Neji, Shikamaru dan Sasuke.
"Tenten, kau tidak apa-apa?" bisik Neji masih sambil memeluk wanita yang bernama Tenten itu.
"Ya, aku tidak apa-apa, terima kasih, aku sedikit kaget tadi," jawab Tenten sambil memegang dada Neji.
Konohamaru yang sedang berada dibelakang Tenteng sangat kesal melihat mereka, akhirnya dia berdiri dan…
"Gila! Apa-apaan ini! Kalian menyeret kakakku pada pertarungan seperti ini?" bentak Konohamaru.
"Konohamaru.."
"Dan tiba-tiba muncul perempuan ini sambil membawa macam-macam senjata? TELAT! Musuh sudah kabur, kakak tadi sempat berubah! Semua kacau! Sejak bertemu dengan kalian kehidupanku dengan kakak jadi kacau!"
PLAAAK
Sakura menampar adiknya yang sedang marah-marah namun kemudian dia memeluknya.
"Maaf… tapi aku tidak bisa menghindar, aku… merasa ada sesuatu yang harus kujalani bersama mereka," ucap Sakura dengan suara rintih.
"Kak… aku tidak mau kakak terluka," ujar Konohamaru.
"Aku akan melindunginya," kata Sasuke yang tiba-tiba menghampiri Sakura lalu memegang kepalanya, "Aku janji."
Sakura tersenyum, namun kini pandangannya kembali lagi pada Neji yang sedang sibuk mengurusi wanita bernama Tenten itu, akhirnya dengan kondisi yang entah mengapa sangat lelah sekali, Sakura jatuh kebelakang dan langsung ditangkap oleh Sasuke.
"Sepertinya dia sangat lelah," kata Sasuke.
o-o-o-o-o
saat ini, mereka sudah kembali ke tempat Tsunade memberikan laporan yang membuat Tsunade juga tidak bisa berkata apa-apa mendengar cerita dari semuanya. Dia menempelkan telapak tangannya diwajahnya sambil menggaruk kepalanya seakan dia bingung dengan sesuatu.
"Jadi… kau melihatnya, Sasuke?" tanya Tsunade sambil menahan dagu memakai tangan kirinya.
"Ya, sangat jelas, dan…" ucapan Sasuke terhenti, seakan dia ragu untuk mengatakannya.
"Katakan saja," usul Naruto.
"Sakura, reaksinya berubah ketika melihat dia, warna matanya pun berubah menjadi putih," jelas Sasuke.
"Putih?" kata Tsunade kaget.
"Ya, dan dia menghampiri tabung air itu sambil… ehm, menangis…" sambung Sasuke.
Tsunade tidak berucap apa-apa, mulutnya sedikit menganga dan wajahnya pucat berkeringat.
"Baiklah, cukup… semuanya boleh keluar," perintah Tsunade.
Ketika semua telah keluar dari ruangan itu, Tsunade menghela napasnya dengan panjang, dia menatap langit dari jendelanya dan terlihat banyak bintang disana.
"Kenapa takdir begitu kejam," gumam Tsunade.
.
.
.
.
.
Keesokan harinya, Sakura berjalan kesekolah sendirian, dan dia melihat sosok Neji didepan gerbang seperti sedang menunggu sesuatu.
"Neji," panggil Sakura, "Selamat pagi."
"Ah, sakura… selamat pagi," sapa Neji kembali.
"Menunggu siapa?" tanya Sakura.
"Ah, itu…"
"Nejiii, maaf yah menunggu lama," suara wanita yang terdengar familiar oleh Sakura datang dari kejauhan dan begitu berhenti dihadapan Neji, dia mengatur napasnya sebentar dan menatap Sakura.
"Maaf yah belum memperkenalkan diriku, aku Tenten," ucap Tenten sambil mengulurkan tangannya dan melanjutkan kalimatnya, "Kekasih Neji."
Bagaikan tertusuk beribu-ribu panah, Sakura hanya bisa terdiam memandang gadis cantik dihadapannya itu, rambutnya tidak lagi dicepol seperti kemarin, kini dibiarkannya rambu hitam itu terurai panjang.
"Sakura?" tegur Neji pada Sakura yang bengong dan Sakura kembali pada dunia nyatanya.
"Ah, i-iya… aku Sakura," jawab Sakura sambil menggenggam tangan Tenten.
"Aku baru masuk sekolah ini, disuruh Tsunade, hehehee." Ucap Tenten.
Sungguh tidak ada yang bertanya soal itu, Sakura merasa jengkel dengan Tenten yang sok ramah padanya, hingga dia tidak menyadari kalau sekarang Sakura memasang wajah yang judes.
"Aku masuk duluan yah," pamit Sakura mendahului mereka.
Ketika Sakura berada didalam kelas, dia melihat Kiba sedang berbincang-bincang dengan siswi-siswi, dan Naruto sedang terdiam lesu, melihat Naruto yang lesu, Sakura menghampiri Sasuke dan bertanya padanya,
"Naruto kenapa?" tanya Sakura pada Sasuke dengan wajah yang masih sama judesnya.
"Bertengkar dengan Hinata," jawab Sasuke singkat.
Sakura memperhatikan raut wajah Naruto yang benar-benar lesu, apa mereka bertengkar gara-gara kejadian kemarin? Saat Naruto tahu bahwa Hinata sudah tahu semuanya lalu tidak memberi tahu Naruto? Sepertinya kekanak-kanakan sekali kalau memang benar begitu.
"Wajahmu kenapa?" tanya Sasuke dengan nada sedikit sinis, bukan bermaksud sinis, tapi memang begitulah Sasuke.
"Apanya?" tanya Sakura bingung.
"Judes," jawab Sasuke singkat sambil membaca buku.
"…"
"Gara-gara Tenten pindah kesini." Tebak Sasuke.
"BUKAN!" bentak Sakura dengan wajah pilu.
KEtika Sasuke melihat wajah pilu Sakura dia melanjutkan kalimatnya, "Aku ambil jawabanmu tadi itu bohong."
"Terserah!"
"….."
"Bukan hanya Neji kan," gumam Sasuke.
"Hah?" Sakura menoleh kearah Sasuke yang bergumam.
"Laki-laki di dunia ini bukan hanya Neji, lagipula, apa kau yakin kau itu suka dengan Neji?"
"Sasuke…" panggil Sakura dengan wajah kesal, "Jangan campuri urusan pribadiku!"
Sakura bangkit dan menunjuk wajah Sasuke, dengan mengejutkan Sasuke meraih lengan Sakura.
"Melihatmu menjadi seperti ini membuatku tambah muak dengan Neji!" ucap Sasuke yang langsung menghempis tangan Sakura dan meninggalkan kelas.
Sakura terdiam, Naruto pun tidak menggubris masalah itu, sedangkan Kiba yang sedang berada ditengaj-tengah siswi melihat Sasuke menjadi kesal, dia menyimpulkan sesuatu dan memutuskan untuk bicara.
"Kejarlah," ujar Kiba dan itu membuat Sakura menoleh, "Kau akan tahu kenapa dia bisa seperti itu."
Sakura mengangguk pelan dan mulai mengejar Sasuke.
~Sakura's POV~
Sebenarnya ada apa sih dengan Sasuke ini? Kenapa dia bisa jadi begitu? Lagi pula, kenapa aku merasa sangat bersalah saat Sasuke bilang begitu tadi, itu kan bukan urusanku, dia mau merasa muak dengan siapapun itu bukan urusanku, tapi…
Tatapannya tadi…
Kenapa aku jadi kepikiran sih!
Aku mencoba untuk mengejarnya, namun langkahku sedikit terhenti ketika melihat Neji dan Tenten sedang berada didalam kelas mereka, sepertinya Tenten masuk dikelas Neji. Ah sudahlah, mereka kan sepasang kekasih, wajar kalau seperti ini, tapi kenapa Neji harus bohong padaku bahwa dia menyukai Ino?
Oh iya, kata Ino dia suka membuat orang bingung dengan memberitahu perasaannya, dasar jahat! Capek, aku capek mengejar Sasuke yang tidak tahu pergi kemana, ah, mungkin dibelakang taman, oke, aku akan mencarinya.
Saat aku berlari ketaman belakang didekat gedung sekolahan, benar saja aku melihat dia sedang duduk sambil bersender di pohon, aku menghampirinya dengan langkah yang sangat pelan, lalu duduk membelakanginya.
"Pelajaran sudah dimulai," ucapku pelan, namun tidak ada respon darinya.
"….."
"….."
"Maaf tadi aku…"
"Pergilah," usir Sasuke ketus.
"Aku kesini untuk minta maaf!" bentak Sakura yang kini menghadapi Sasuke langusng.
"Ya ya, aku sudah memaafkanmu," jawab Sasuke ringan sambil menggoyangkn tangannya seolah mengusir Sakura.
"Kau… MENYEBALKAN!" bentak Sakura dengan suara lantang dan itu cukup lumayan untuk membuat Sasuke tertegun. "MENYEBALKAN!"
Kini Sakura tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Kau! Tsunade, Neji semua menyebalkan! Datang dan berbuat baik hanya ada maunya saja, dan memperlakukanku dengan lembut sehingga aku salah paham! Membohongiku! Lalu apa lagi yang akan kalian lakukan!" teriak Sakura sambil memukul dada Sasuke.
"Sakura…" Sasuke memegang lengan Sakura dengan lembut.
"Dari pada berpura-pura baik padaku lebih baik langsung katakan apa tujuanmu! Kalian lebih jahat dari Kabuto!"
"Sakura, maafkan aku…" kini Sasuke melemah pada gadis berambut pink itu.
"dan kau Sasuke, kadang baik padaku kadang ketus! Dan kadang membuatku berdebar-debar! Kau sama saja seperti Neji yang memperlakukanku dengan lembut lalu tiba-tiba datang dengan menunjukkan kalau dia sudah memiliki kekasih! Apa kalian semua para guardian senang mempermainkan perasaan orang! Hah!"
"Sakura!" Sasuke memeluk Sakura dengan erat, "Aku bukan Neji."
"U..ukh…. menyebalkan! Aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini! Tidak suka… aku tidak sukaa~" rintih Sakura.
Sasuke hanya terdiam dengan masih memeluk Sakura yang mulai menangis.
"Dia… laki-laki pertama yang sangat lembut dan perhatian padaku…~"
Sasuke membelai rambut Sakura pelan-pelan.
"Dia… orang pertama yang membuatku merasa nyaman~"
Kini Sakura memeluk Sasuke dengan erat, perasaan sedihnya tertumpahkan di dada Sasuke yang kini basah karena air matanya, Sakura merasa sangat nyaman, pelukan Sasuke saat ini membuatnya bisa menumpahkan semua kesedihannya terhadap Neji, sedangkan Sasuke sendiri masih bingung dengan apa yang dia rasakan. Dia sebal dengan Neji karena membuat Sakura seperti ini, tapi dia juga lega karena ternyata Neji masih menjalin hubungan dengan Tenten.
~Sasuke's POV~
Kenapa aku merasa lega?
Apakah aku lega karena kalau Neji masih berhubungan dengan pacarnya itu, jadi Sakura tidak ada peluang? Sejahat itukah aku? Kalau memang aku jahat, kenapa aku rela membiarkan Sakura menangis dan aku memeluknya, membiarkan dia menumpahkan semua kesedihannya padaku?
Aku sangat penasaran dengan wajahnya sekarang.
Dengan keberanian yang tinggi aku angkat sedikit wajahnya yang sedang tertanam di dadaku itu, ketika aku melihat mata indahnya yang basah itu.
DEG
Cantik.
Perasaan apa ini?
Perasaan seakan aku ingin sekali memilikinya, ingin terus dia selalu ada didalam pelukanku.
Tidak boleh ada orang lain yang menyentuhnya.
Tunggu… hal ini kenapa seperti de javu?
Perasaan ini tidak asing… aku, tidak tahan lagi.
~Normal's POV~
Didekati wajah Sasuke ke wajah Sakura sehingga Sakura bisa merasakan hembusan napas Sasuke. Sampai akhirnya Sasuke menempelkan bibirnya pada bibir Sakura, jelas saja ini membuat Sakura kaget, Sakura merasa tidak keberatan dengan perlakuan Sasuke, mungkin itu efek dari kesedihannya, tapi… ada sisi diri Sakura yang tidak mau menerimanya, seperti tidak sudi bersentuhan dengan Sasuke.
Sakura mendorong Sasuke dengan keras, sisi lain dari perasaan Sakura mengatakan kalau dia sangat membenci Sasuke, kenapa? Sakura bisa merasakan rasa benci itu, tapi dia tahu itu bukan perasaannya.
Apakah itu perasaan sang Goddess?
Tapi kalau itu benar… kenapa Goddess membenci Sasuke?
Dan Sakura tiba-tiba teringat akan sesuatu… sosok yang berada didalam tabung air itu…
"Sepertinya aku mengenalnya. " pikir Sakura yang membalikkan tubuhnya dari Sasuke.
A/N : yeaay update... waah, makasih yah semua atas dukungannya...
chapter depan Sasuke udah mulai sadar kalau dia suka sama sakura jadi mungkin bakalan lebih banyak adegan romancenya dari pada fight nya... :)
c u next chapter yaaaaah
