The Chosen One
Disclaimer :Naruto itu selalu milik Masashi Kishimoto
Genre : romance, adventure, fantasy, tragedy/hurt/comfort
Rated: T
"SAKURAAAA!"
Kini tubuh Sakura tergeletak didalam pelukan Sasuke, tubuhnya yang mungil itu tidak bergerak sama sekali dan terus menerus mengeluarkan darah dari tempat yang terkena tusukan tombak Itachi itu. Bagaimana bisa Itachi menusuk sosok reinkarnasi dari wanita yang sangat dicintainya itu? Kalau bisa mengutuk dirinya sendiri, mungkin itulah yang akan dilakukan Itachi sekarang.
Itachi hanya bisa melihat wajah Sakura yang makin lama makin memucat itu, dan dia melihat Sasuke yang terus menerus meneriaki nama Sakura sambil menepuk-nepuk pipi gadis itu, kini perasaan bersalah membanjiri hatinya.
"Ini… semua salahmu!" geram Kimimaro.
Kimimaro yang sangat kalap melihat Sakura seperti itu langsung menyerang Itachi dan Sasuke secara bersamaan, karena Sasuke dan Itachi masih shock dengan keadaan Sakura, jadi mereka tidak siap saat kimimaro menyerang dan akan menembakkan peluru-peluru yang keluar dari masing-masing jarinya, tapi dengan sangat cekatan para Guardian yang lain ditambah kabuto membentuk formasi dan melindungi ketiga orang itu.
TRAAAANG.
Tertangkislah semua peluru itu dengan baik.
"Anda tidak apa-apa tuan?" tanya Kabuto pada Itachi.
Itachi hanya terdiam melihat Kabuto melindungi dirinya, lalu pandangannya kembali pada wajah Sakura yang sedang berada didekapan Sasuke.
"Sasuke, bawa Sakura pergi dari sini bersama Shizune," usul Shikamaru.
"TIDAK! Tidak akan kuserahkan Sakura pada kalian yang sangat egois, kalian yang hanya memikirkan diri kalian sendiri! Tidak memikirkan bagaimana perasaan Sakura yang sebenarnya! Bukan perasaannya sebagai Goddess!" teriak Kimimaro.
Itachi sangat shock tentang dua hal, yang pertama adalah dirinya yang menusuk Sakura yang sebenarnya adalah reinkarnasi Goddess, dan yang kedua… Sakura yang mengakui dirinya adalah reinkarnasi Goddess, namun gadis itu lebih memilih sebagai Sakura. Lalu apa gunanya Itachi selama ini berkelana menunggu dan mencari Sakura? Untuk apa Itachi sekarang hidup?
"Kau ingin bertarung?" gumam Itachi pelan pada Kimimaro, "AKAN KULADENI KAU SAMPAI MATI!"
Itachi menyerang Kimimaro dengan tangan kosong, karena tombaknya masih menancap pada tubuh Sakura, kondisi Itachi kini sangat bimbang, Sasuke berjalan kedepan dan melupakan masa lalunya sebagai Belphegor, begitu pula Sakura, tapi kenapa dia masih tetap berdiri ditempat? Kenapa dia tidak bisa melangkah kedepan menghadapi kenyataan kalau dirinya sekarang hanyalah reinkarnasi dari Daemon. Sekarang dia hanyalah manusia yang mempunyai kekuatan khusus, bukan lagi bangsa iblis atau yang merupakan pangeran dari kerajaan iblis, saat ini dia tercipta di dunia yang sama dengan gadis yang dia cintai, bangsa yang sama, dan ditempat yang sama.
Tapi kenapa begitu sakit sekali rasanya ketika melihat Sakura mengatakan, bahwa yang dicintainya bukan Skaura, melainkan Goddess? Dia merasa sendiri, lalu untuk apa pembalasan dendamnya pada Sasuke dulu? Untuk apa dia membiarkan Kabuto mengurungnya di tabung air untuk memulihkan seluruh kekuatannya? Untuk apa itu semua? Kalau Goddess atau Sakura tidak kembali ke sisinya?
Pertarungan yang sangat sengit berlangusng pada Itachi dan Kimimaro, melihat hal itu Sasuke sangat marah, seolah dirinya tidak lagi dianggap oleh Itachi yang sudah seenaknya membunuh seluruh keluarganya dan sekarang Sakuralah korbannya, langsung saja Sasuke berdiri.
"Sasuke, mau kemana kau?" tanya Ino.
"Ino, aku titip Sakura," ujar Sasuke yang langsung meluncur menghampiri Itachi dan Kimimaro.
Saat Kimimaro akan menyerang Itachi yang sedikit lengah, serangannya ditangkis oleh Sasuke.
"HEh! Kau membelanya sekarang?" ucap Kimimaro.
"Tidak, yang seharusnya melawannya adalah aku, bukan kau," kata Sasuke dingin.
"Kalian berdua, aku akan meladeni kalian sendiri! Ayo maju!" tantang Itachi.
Tanpa ragu Sasuke meluncurkan serangannya tanpa pedang, dia meletakkan pedangnya disamping Sakura, Sasuke ingin bertarung secara adil, kalau Itachi tidak memakai senjata, maka Sasuke juga tidak akan memakai senjatanya, Sasuke terus menerus mengeluarkan bola api dan dilempakannya pada Itachi, namun Itachi dengan lihai menghindarinya.
Sampai pukulan yang sangat keras mengenai perut Sasuke, dan membuat Sasuke terpental jauh, dan kini giliran Kimimaro yang menyerang Itachi, Kimimaro menebaskan pedang tulangnya pada Itachi yang masih menatap tubuh Sasuke yang terpental.
JRESSS
Pundak Itachi sukses ditebas oleh Kimimaro.
"AKh!"
Dengan cekatan Itachi memutar tubuhnya dan berada dibelakang Kimimaro, emosi yang tinggi telah meliputi diri Itachi sehingga serangannya kini makin membesar, dia mengeluarkan ledakan yang lumayan besar untuk Kimimaro, sehingga Kimimaro terpental juga kearah para Guardian, entah ada pikiran apa yang terlintas di dalam kepala Naruto, dia melompat dan menahan tubuh Kimimaro.
GREEB
"Naruto! Apa yang kau lakukan? Dia itu musuh!" bentak Ino.
"Entahlah, aku merasa dia bukan orang jahat," jawab Naruto yang menatap tubuh Kimimaro yang sedikit lunglai.
"Ughh! Lepas-kan… aku…" rintih Kimimaro.
"Ungh…" desah Sakura yang membuat Kimimaro mengalihkan pandangannya pada gadis itu, "Sakura?"
"Tahan sedikit Sakura, aku sudah menghentikan pendarahanmu, sekarang tinggal menarik tombak ini," ucap Shizune.
Perlahan Shizune menarik tomba itu sambil menahan luka Sakura dan menekannya.
"Aarrghh!" Sakura merintih makin kencang, dan itu membuat Ino ngilu melihatnya, akhirnya gadis berambut pirang itu menutup matanya dan reflek memegang lengan Shikamaru.
Shikamaru segera melepaskan tangan Ino dengan sinis.
Apa? Shikamaru masih marah?
Tentu saja, Shikamaru ini sangat pencemburu, apalagi menyangkut soal Neji, memang sangat kekanak-kanakan, tapi saat ini dia masih merasa kesal pada Ino yang membiarkan Neji memeluknya, pertama bukan Shikamaru yang menolong Ino, itulah yang membuatnya tambah kesal, dan kedua… Bukan Shikamaru juga yang memeluk Ino seperti tadi.
Melihat wajah ino yang sedih karena tangannya dilepaskan oleh Shikamaru, laki-laki pintar itu menjadi merasa bersalah, tapi dia juga tidak bisa memungkiri kalau hatinya masih cemburu pada kejadian tadi.
"Sa…kura?" panggil Kimimaro.
Sementara Kimimaro sedang mengamati Shizune yang sedang menyembuhkan Sakura, disamping itu Itachi dan Sasuke masih baku hantam dengan jurus-jurusnya yang mereka keluarkan bertubi-tubi, tidak ada kata mengalah dalam pertarungan ini, Sasuke yang tampaknya sudah mulai sedikit kelelahan sedikit mengurangi penyerangan dan lebih banyak melakukan pertahanan, beda dengan Itachi, Itachi walaupun juga sedang kelelahan karena staminanya yang belum stabil akibat terkurung dalam tabung air itu masih tetap menyerang Sasuke bertubi-tubi.
"Kalau kau tidak membunuhku saat itu, mungkin sampai sekarang aku dan Goddess masih bisa bersama!" serang Itachi dengan kemarahan yang tidak stabil.
"Yang membunuhmu adalah Belphegor! Bukan aku!" jawab Sasuke yang masih menangkis serangan-serangan Itachi.
"GHRRAAA DIAAAMM!"
Perasaan marah, sedih, bingung dan bersalah bercampur menjadi satu dalam tubuh Itachi, tentang Sakura yang tidak terlalu menginginkan kahadiran Goddess pada dirinya itu diluar perhitungan Itachi dan kabuto ehmm… Daemon dan Lust maksudnya.
"GHRAAA! SIALAAN! SIALAAN!" Itachi terus menerus menyerang Sasuke sambil berteriak, dan tanpa dia sadari, air mata mengalir dari kedua bola mata onyx itu.
"Ukh…" rintih Sakura.
"Sakura! Sebentar lagi… lukanya akan menutup, sabar yah," ujar Shizune yang masih berusaha menutup luka Sakura.
"Sa-suke… Ita-chi… hentikan mereka…" Sakura kini menangis sambil mengulurkan tangannya kearah kedua kakak-beradik yang sedang bertarung itu.
Ino yang melihat Sakura begitu memperdulikan mereka bisa merasakan kepiluan hati Sakura, dia juga tidak bisa membayangkan apabila posisi Shikamaru ada di Sasuke. Ino berdiri, walaupun tidak berani mendekati kedua orang itu, Ino berteriak.
"SASUKE HENTIKAAANN! TIDAKKAH KAU MENGERTI KALAU KALIAN BERTARUNG AKAN MEMBUAT SAKURA SEDIH!" teriak Ino sekuat tenaganya, "BAGI SAKURA KELUARGA ADALAH HAL YANG PALING BERHARGAA!"
Mendengar perkataan Ino yang terakhir, Sasuke tersadar. Benar apa yang dikatakan oleh Ino, kalau dia terus bertarung melawan Itachi, itu akan membuat Sakura tambah sedih, selain Itachi adalah reinkarnasi Daemon yang dicintai oleh Goddess dulu, Itachi adalah kakak satu-satunya yang Sasuke punya, walaupun Itachi sudah membunuh seluruh keluarganya. Namun itu adalah akibat perbuatan Belphegor dulu yang menyebabkan Itachi seperti itu.
Mungkin kalau posisi Sasuke terbalik, dia tidak akan jauh beda dengan Itachi yang melakukan itu semua, sekarang siapa yang menyalahkan siapa, atau siapa yang merasa bersalah pada siapa, itu sudah tidak penting, yang penting pertarungan ini harus dihentikan, siapapun pemenangnya… tidak akan ada yang bahagia setelah ini.
"Ungh…" Sakura perlahan membuka kedua mata emeraldnya, begitu dia melihat dihadapannya sudah ada Ino, Kimimaro dan yang lainnya menunggu kesadaran Sakura.
"Sakura, kau sudah sadar…" ucap Kimimaro.
"Kimimaro… sedang apa kau disini?" tanya Sakura yang baru sadar akan kehadirannya.
Kimimaro terdiam dengan wajah lega, "Ingat… kau mengingatku…"
"Tentu saja aku mengingatmu… mana mungkin aku lupa pada orang yang pertama kali bisa menerimaku apa adanya," jawab Sakura pelan.
"Aha..-hahaha…"Kimimaro menutup wajahnya memakai kedua tangannya, dia tertawa sangat lega dan bersyukur bahwa Sakura masih mengingatnya.
Sasuke masih bertahan dengan serangan Itachi, dilihat dari sorot mata Itachi, dia sudah tidak punya lagi semangat untuk hidup, sepertinya Itachi berniat untuk membuat Sasuke kesal dan membuat Sasuke membunuhnya, namun saat ini yang ada didepannya adalah Sasuke, bukan Belphegor. Sasuke mengeluarkan pusaran api yang lumayan besar dan dihempaskannya ke dada Itachi.
BUAAAGGHHH
Itachi terlempar kencang kebelakang, dada depannya sedikit terbakar, sesaat Sasuke sedang kelelahan, Itachi tidak bangkit dari jatuhnya, apa Itachi mati? Hanya dengan serangan begitu? Sepertinya tidak mungkin, Sasuke mendekatkan dirinya pada Itachi, dan begitu dia sudah dekat dia melihat ekspresi Itachi yang sangat pilu. Itachi menutup wajahnya memakai salah satu lengannya, seolah dia tidak mau adiknya itu melihatnya, dia sangat malu pada adiknya saat ini.
"Itachi…"
"Bunuh aku…." Ucap Itachi.
"Tidak," tolak Sasuke, "kalau kulakukan itu… Sakura akan membenciku."
Itachi menggertakan gigi-giginya, dia merasa kesal dengan keadaannya sekarang, Kabuto hanya terdiam melihat kondisi Itachi dan Sakura saat ini, sedih memang, tapi ini adalah jalan yang dipilih oleh Sakura, mereka tidak bisa memaksanya untuk kembali menjalani sebagai Goddess.
Sakura melirik kearah Sasuke dan Itachi dari tempatnya, dia menetapkan hatinya dan memejamkan matanya sejenak, lalu dia perlahan berdiri, dibantu oleh Kimimaro dan dituntun oleh Kabuto. Sakura berjalan menuju Sasuke dan Itachi, sesampainya disana, Kimimaro melepaskan Sakura dan Kabuto memundurkan langkahnya selangkah.
Sakura memegang lengan Sasuke dan berlutut menghadap Itachi, perlahan lengan yang menutup wajah Itachi itu dibuka oleh Sakura, dan terlihat pemandangan wajah Itachi yang sedang mengeluarkan air mata kepiluannya itu, tidak bisa dipungkiri bahwa Sakura memang reinkarnasi Goddess, Sakura langsung memeluk Itachi yang tergeletak disana, dengan isakan tangis yang menyatu, Sakura menenggelamkan wajahnya dileher Itachi.
Kabuto melihat pancaran tatapan Itachi berubah, yang semula sangat dingin dan penuh kebencian itu perlahan memudar menjadi lebih bercahaya, Itachi membalas pelukan Sakura dengan erat, seakan membalas apa yang Sakura sampaikan, Sakura memeluk Itachi seakan memberi tahunya untuk mengakhiri semua ini, cukup untuk masa lalu mereka dulu, sekarang adalah kehidupan mereka yang baru, dari pelukan Sakura Itachi sudah bisa mengerti apa keinginan gadis itu. Dan Itachi pun menjawabnya, dia memeluk Sakura lebih erat lagi seolah berusaha untuk mengikuti kemauan Sakura, apapun akan dilakukannya demi gadis itu, seandainya saja Sakura bukan reinkarnasi Goddess, mungkin keadaan tidak akan seperti ini. Tidak…
Siapapun reinkarnasi Goddess, keadaan akan tetap seperti ini, karena kakak beradik ini telah jatuh pada pesona Goddess, sedangkan Sakura, hanya separuh dari ingatan Goddess yang tertinggal didirinya, dan dia juga memutuskan untuk menjalani hidup sebagai Sakura, bukan sebagai Goddess.
Apa itu artinya Sakura memilih Sasuke daripada Itachi? Sakura sendiri masih bingung, dia belum pernah mendengar bahwa Sasuke mencintainya, dan dia juga tidak mendengar kalau Itachi mencintainya, yang Itachi cintai dari diri Sakura adalah sosok Goddess, lagi pula Sakura baru pertama kali bertemu dengan Itachi.
Sasuke mendekati mereka yang sedang berpelukan itu, kemudian berlutut didepan kakaknya, dengan wajah yang sendu, Sasuke memukul wajah Itachi sekali dengan kencang, dan itu membuat Sakura melepaskan pelukannya.
"Setidaknya satu pukulan untuk perbuatanmu dulu, kak," ujar Sasuke sambil tersenyum.
"Haha," Itachi menutup wajahnya memakai telapak tangannya dan dia meremas rambutnya sendiri, "Aku kalah."
"Anda kalah bukan berarti anda sendiri, anda masih mempunyai saya," ucap Kabuto sambil berlutut dihadapan Itachi, "Sampai kapanpun dukunganku hanya untuk pada Daemon dan Goddess, ah bukan… Itachi dan Sakura."
"Dasar pelayan menyebalkan!" gumam Sasuke yang terduduk disana, terlihat wajah yang sangat kelelahan antara kakak beradik itu.
"Aku bukan pelayannya, aku sahabat mereka! Dan kau orang luar jangan ikut campur," ujar Kabuto sambil kembali memakai kacamatanya dengan angkuh.
"Asal kalian tahu! Sakura ini wanitaku!" ucap Sasuke yang menarik lengan Sakura dan menjatuhkan Sakura kepelukannya, "Aku tidak akan menyerahkannya pada siapapun, bahkan pada kakakku sndiri!"
"Jangan kau pikir kau adikku lalu aku akan mengalah!" tantang Itachi.
"Coba saja kalau bisa!" balas Sasuke.
Entah mengapa dan sejak kapan atmospher mereka menjadi lebih hangat dibanding sebelumnya, Ino, Shikamaru, Neji, Naruto dan Shizune memandang ke empat reinkarnasi khayangan itu dengan bengong, karena saat ini yang mereka lihat adalah keakraban yang seperti sudah terjalin sejak dulu.
"Mereka…" ucap Ino pelan.
"Hahaha, benar-benar… lalu untuk apa tadi kita bertarung mati-matian!" sewot Naruto dengan nada yang keras.
"Ah, tentang itu, "ucap Kabuto yang menjawab Naruto, "Orochimaru memang berniat sangat jahat, dia ingin mengambil kekuatan Sakura untuk menguasai dunia, begitu pula dengan anak-anak buahnya."
"Seperti apa yang dikatakan oleh Nona Tsunade yah," kata Shizune.
"Lalu, mana orang yang bernama Orochimaru itu?" tanya Neji.
"Ah dia… sudah mati… energi kehidupannya dihisap habis oleh Dae… ehm, Itachi," jawab Kabuto.
Semua ternganga mendengarnya, lalu ketika keadaan menjadi hening sebentar, satu sama lain saling tukar pandang dan perlahan mulai tertawa geli.
"Hahahahahaha, anggap saja ini pengalaman kita," ujar Kiba.
"Ah, aku masih dendam padamu heh kacamata!" gerutu Naruto sambil menunjuk kearah Kabuto."aku mau bertarung denganmu sekali lagi!"
"Heh! Aku tidak tertarik bertarung dengan pria lemah sepertimu," ujar Kabuto dengan gelagatnya yang sedikit terlihat seperti wanita.
"Ehm… kak Shizune… kenapa yah, aku merasa Kabuto itu terlihat seperti…" bisik Ino.
"Gay," sambung Shizune pelan.
"Hihihihii," Ino dan Shizune tertawa kecil, ketika itu Shikamaru melihat wajah tawa Ino yng sedikit dipaksakan, mungkin Ino masih memikirkan kenapa Shikamaru mendiamkannya.
"Kalau begitu, ayo kita pulang…" ajak Sasuke menuntun Sakura.
"Ehm…" sakura terdiam melihat sekelilingnya,"Mana Kimimaro?"
Itu dia…
Yang mereka tidak sadari dari tadi, tanpa mereka sadari Kimimaro telah hilang, entah sejak kapan dia sudah tidak ada lagi disini.
"Kemana dia?" tanya Sakura.
"Jangan khawatir, dia bisa menjaga dirinya sendiri," kata Kabuto. "Mungkin kita akan bertemu lagi lain waktu?"
"Apa-apaan kau? Memangnya kamu mau kemana?" tanya Sasuke sinis.
"Tidak tahu, mungkin aku dan Itachi akan berkelana," jawab Kabuto.
"Bodoh! Rumah Itachi kan ditempatku! Sudah sewajarnya dia pulang kerumahku!" sewot Sasuke yang wajahnya sedikit memerah.
Itachi terkejut mendengar ucapan Sasuke yang mau menerimanya kembali, terlihat senyuman kecil yang tersemipul di bibir Itachi.
"Eeehh? Berarti aku harus merawat dua orang?" tanya Kabuto dengan gemulai.
"Kabuto apa-apaan kau! Jangan bicara seperti wanita begitu!" sewot Naruto geli.
"Naruto, mau bagaimana lagi, dia kalau tegas memang seperti pria, tapi tetap saja, mau bagaimanapun dulunya Kabuto itu adalah Lust," jawab Sakura.
"Hah?"
"Jadi sangat memungkinkan kalau Kabuto juga akan menyukai laki-laki," sambung Sakura polos.
Semua mata menuju pada Sakura yang mengucapkan kalimat itu dengan santai, kini Kabuto yang sedang menopang Itachi tersenyum polos tak berdosa, Itachi sendiri jadi sedikit merinding dan perlahan melepaskan lengan Kabuto.
"Ehm… sepertinya aku bisa sendiri," kata Itachi.
"Loh, jangan begitu… tidak usah sungkan, kita kan bersahabat dari dulu," sambar kabuto pada tubuh Itachi sehingga terlihat Kabuto merangkul pinggang Itachi.
Shikamaru, Naruto, Kiba dan Neji tergidik melihatnya dan langsung buru-buru jalan.
.
.
.
.
.
"…"
"Begitu ceritanya… Nona Tsunade," ujar Shizune.
Terlihat ada urat yang muncul dikening Tsunade.
Marah…
Ya, Tsunade marah…
"Lalu, untuk apa kalian membawa musuh kesini!" sewot Tsunade.
"N-Nona Tsunade… tenang," Shizune langsung menghampiri Tsunade yang hampir menggebrak meja kerjanya, "Mereka bisa menguntungkan kita, mereka juga punya kekuatan khusus."
Tsunade terdiam dan kembali sedikit tenang dan menduduki kursinya, dia sangat heran apalagi dengan Sasuke, padahal dulu Sasuke begitu ingin membalaskan dendamnya, tapi kenapa justru sekarang dia malah membawanya? Saat Tsunade melirik kearah Sakura, Sasuke dan Itachi yang sedang membicarakan sesuatu dengan senyuman yang terpancar di wajah mereka masing-masing, Tsunade tersenyum kecil dan mengambil kesimpulan.
"Ternyata karena dia," gumam Tsunade kecil.
"Ya? Anda mengucapkan sesuatu?" tanya Ino.
"Tidak, baiklah… kalian boleh bubar sekarang," perintah Tsunade.
Setelah semua keluar, Jiraiya yang sedang duduk di sofa menghampiri Tsunade dan menepuk pundah wanita itu dengan lembut, "akhirnya semua selesai yah."
"Ya, untung takdir tidak terlalu kejam untuk Sasuke," balas Tsunade.
"Tapi ada satu masalah yang belum selesai," kata Jiraiya yang membalikkan kursi Tsunade sehingga Tsunade menghadap kepadanya, lalu dengan cepat Jiraiya mencium bibir Tsunade dengan lembut, begitu dia melepaskan ciuman itu, Tsunade tersenyum lembut dan kembali mencium pria dihadapannya itu.
.
.
.
"Aku harus pulang, Konohamaru pasti khawatir," ujar Sakura pelan.
"Kuantar," ucap Sasuke yang berdiri disampingnya.
"Ah, tidak usah, aku bisa sendiri kok," tolak Sakura yang jadi sedikit gugup.
Tanpa seizin dari gadis itu, Sasuke langsung menggandeng tanganya dan membawa gadis itu pulang kerumah dimana sang adik sedang menunggu. Itachi yang melihat adiknya begitu mempedulikan Sakura sedikit tersenyum.
"Sepertinya sainganku itu sangat susah dikalahkan."
.
.
.
"Shikamaru!" panggil Ino yang mengejar kekasihnya itu berjalan cepat mendahului dia, akhirnya dengan jarak yang sudah dekat, Ino meraih lengan laki-laki itu dan menghentikan langkahnya, "Kamu kenapa? Kenapa mengabaikanku?"
Shikamaru menghempaskan tangan Ino yang sedang menggenggam lengannya itu, jelas saja itu membuat Ino sangat kaget dan sedih, karena Ino sendiri masih bingung kenapa Shikamaru bersikap dingin begitu padanya.
"Apa salahku?" lirih Ino pelan.
"…" Shikamaru tidak mau mengakui kalau dia sangat cemburu pada Neji.
"Shikamaru?" panggil Ino yang kino berjalan kehadapan Shikamaru.
"….." namun Shikamaru malah memalingkan wajahnya dari gadis itu.
Ino merasa kesal karena dicampakan begini akhirnya dia memutuskan untuk pergi.
"Terserah! Aku tidak mau tahu lagi, kalau kau terus begini padaku, lebih baik kita putus!" ucap Ino yang langsung lari pergi meninggalkan Shikamaru.
Namun apakah Shikamaru hanya diam saja mendengar kata 'Putus' dari pacarnya itu? Tentu saja tidak, bukan Shikamaru namnaya kalau membiarkan Ino meninggalkannya dengan keadaan begini, akhirnya dengan cekatan, Shikamaru mengeluarkan bayangannya untuk mengejar sosok Ino, dan dililitkan bayangannya itu pada perut Ino, lalu Shikamaru menarik bayangannya agar Ino kembali padanya, begitu tubuh Ino tertarik, Shikamaru langsung menangkap dan memeluknya dari belakang.
Tidak ada yang berkata apa-apa saat itu, Shikamaru hanya memeluk Ino yang sedang menangis dengan erat, "Kalau tidak kuat mengatakan kata sakral itu, jangan pernah kau ucapkan!"
"Habis…. Hiks… kau… kau…"
"Iyaa, iyaaa… maafkan aku yah," potong Shikamaru yang tahu maksud Ino yang berbicara terbata-bata itu, "Maaf, aku hanya cemburu pada Neji saat dia menolongmu dan memelukmu."
"Aku kesal," lanjut Shikamaru.
Mendengar kata 'kesal' terlontar dari mulut Shikamaru, Ino membalikkan tubuhnya dan memukul dada bidang kekasihnya itu "Kesal? Seharusnya aku yang kesal! Kenapa yang menolongku bukan kamu! Kenpa yang memelukku bukan kamu!"
"Iyaa! Iyaa, Ino maafkan aku," ucap Shikamaru sambil menahan kedua tangan ino yang memukuli dadanya, "Sudah, jangan kita bahas lagi yah," Shikamaru memeluk gadisnya dan mengelus rambut pirangnya itu dengan lembut.
"Un…" Ino mengangguk dan menenggelamkan wajahnya pada dada Shikamaru.
.
.
.
"Aku pulaang."
"Kakaaaaaaak! Dari mana sa- HUAAAAAAAAAAA! Siapa lagi laki-laki ituuu?"
"Konohamaru berisik!," ucap Skaura menutup telinganya, "Dia Itachi, kakkanya Sasuke dan itu Kabuto, ehm…. Sahabat lamaku."
"Haa? Sejak kapan kakak punya sahabat aku tidak tahu?" tanya Konohamaru bingung.
"Ehm… penjelasannya panjang, nah sekarang aku mau mandi dulu, hhhhh lelah sekali~"
Sakura berjalan kearah kamarnya meninggalkan Sasuke, Itachi, Kabuto dan Konohamaru di ruang tamu, bisa dilihat konohamau terus menerus memperhatikan kehadiran 2 cowok asing dirumahnya ini bersama Sasuke.
"Kak Sasuke," panggil Konohamaru, Sasuke menoleh untuk mendengar apa yang akan diucapkan adik Sakura itu, "Mereka kenapa? Kok luka-luka begitu? Kak Sasuke juga, habis berkelahi yah?"
"Ehm, yaaah…. Semacam itulah,hahaha," tawa Sasuke yang terdengar dipaksakan, tidak mungkin kan dia memberi tahu Konohamaru bahwa barus aja dia dan Itachi berkelahi dan Sakura tertusuk, bisa-bisa mereka dibunuh Konohamaru saat itu juga.
"Lalu, mau apa kalian kesini?" tanya Konohamaru.
"Aku hanya mengantar Sakura, lalu dia dan pelayannya ini ikut mengekori kami," jawab Sasuke.
"Jaga bicaramu Sasuke!" tegur Kabuto.
"Apa aku mengatakan hal yang salah?"
"Sudah sudah!" cegah Itachi.
Lalu, satu jam berlalu, dan Konohamaru masih dengan mengamati dua sosok asing dirumahnya itu yang sedang duduk dihadapannya.
"Loh, Konohamaru, kenapa mereka tidak dikasih minum?" tanya Sakura yang turun dari lantai 2 dengan hanya memakai tank top dan celana pendek, rambutnya yang basah dan masih terlilit handuk itu, membuat wajah Itachi, Sasuke dan Kabuto memerah.
"KAKAK PAKAI BAJU DOONG KALAU KELUAR!" sewot Konohamaru.
"Loh, aku kan sudah pakai baju," jawab Sakura enteng.
"Itu bukan baju! Itu daleman! Cepat naik lagi dan pakai baju yang layak!"
Kini Itachi, Sasuke dan Kabuto hanya saling tatap, mereka bingung sebenarnya disini posisinya siapa yang menjadi adik dan siapa yang menjadi kakak?
"Iya iyaa, aku ganti, kamu tuh cerewet yah lama-lama," kata Sakura sambil berlalu.
Keadaan hening seketika, dan begitu Konohamaru menoleh pada ketiga cowok yang dibelakangnya itu, "Kalian lihat apa?"
"Ah, tidak, ahahaha," ternyata Konohamaru menakutkan kalau sudah berhubungan dengan Sakura.
Setelah Sakura ganti bajunya dengan piyama yang tertutup, dia kembali kebawah untuk berkumpul bersama yang lainnya, Sakura menawarkan mereka untuk menginap dirumahnya, dan tawaran itu dengan senang hati diterima oleh mereka, kecuali Konohamaru, dia sebal melihat kalau ada laki-laki lain yang begitu dekat dengan kakaknya, bukan berarti Konohamaru suka pada kakaknya sendiri, hanya saja dia terlalu was-was pada laki-laki, dia hanya takut kakaknya terluka.
.
.
"Begini, lalu setelah itu kau kalikan dengan yang ini."
Kini keadaan berubah, Konohamaru makin dekat dengan Kabuto karena saat ini dia sedang diajari bagaimana cara mengerjakan matematika dengan mudah.
"Hooo, hebaat, aku bisa mengerti dengan mudah, kak Kabuto memang jenius," ucap Konohamaru.
"Eh, aku tidak kalah jeniusnya, sini biar kukerjakan," Itachi menyambar buku Konohamaru dan memeriksa soal-soal yang tertera disana. Dan dalam sekejap, Itachi dapat mengerjakan soal-soal itu, entah datang dari mana kejeniusan itu.
"Waaah hebaaaat, kalian berdua hebaaat," ucap Konohamaru.
"Cih, dasar bocah labil! Baru saja dia menggerang ketakutan kalau kita akan berbuat macam-macam!" gerutu Sasuke.
"Hihihi."
Sasuke melihat kearah Sakura yang tertawa kecil, "Ada apa?"
"Ah? Tidak apa-apa, hanya saja aku merasa lucu… padahal baru kemarin kita semua menjadi musuh, tapi sekarang sudah begini dekat."
Tidak bisa dipungkiri, Sasuke pun merasakan hal yang sama dengan Sakura, dia tidak menyangka dirinya dan Itachi akan berada didalam satu ruangan, dan itu bukan saling hajar, malah keadaannya sekarang Sasuke sedang menatap Itachi dengan makna yang sedikit rindu dan juga kesal.
"Ehm, Sasuke…" panggil Skaura yang sedikit mencengkram kaos Sasuke dengan malu-malu, "Terima kasih yah, sudah mau datang menolongku saat itu~"
Sasuke melirik kearah Sakura, lalu dia mengulurkan tangannya keatas kepala Sakura dan mengacak-acak rambut pinknya itu, "Sudah sewajarnya, kan sudah kubilang aku akan melindungimu."
"Awh.. jangan acak-acak rambutku~" keluh Sakura sambil menyingkirkan tangan Sasuke yang berada diatas kepalanya, namun saat tangan Sasuke sudah lepas dari kepalanya, Sakura sangat enggan melepaskan genggaman tangannya pada Sasuke, begitu pula Sasuke, mereka saling tidak mau melepaskan satu sama lain.
.
.
.
Pagi harinya, Sakura bangun diatas kasurnya, dan berusaha untuk mengingat apa yang terjadi, ah~ ternyata semalam ribut-ribut antara Konohamaru, Itachi dan kabuto, mereka bertiga sudah menjadi akur dengan sendirinya, saat itu Sakura pamit tidur duluan dengan yang lain. Dan kini Sakura sudah terbangun dikamarnya.
Sakura melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan siap-siap untuk berangkat kesekolah, dia menyikat giginya dan mencuci mukanya lalu membasahi tubuhnya dengan ai dingin yang segar, sesudah itu dikeringkan tubuhnya dan memakai seragamnya. Saat Sakura sedang menyisir rambutnya.
TOK TOK.
"Masuk."
CEKLEEEK
"Sudah siap?" tanya Sasuke yang membuka pintunya.
"Sebentar lagi," jawab Sakura sambil tersenyum.
Saat melihat Sakura sedang menyisir rambutnya yang panjang sepinggang itu, Sasuke memasuki kamar gadis itu dan mengambil alih pekerjaannya saat itu, Sasuke mengambil sisir ditangan Sakura dan mulai menyisirkan rambut berwarna pink asli itu dengan lembut.
"Kamu sudah sarapan?" tanya Sakura sambil mengerjakan hal yang lain sementara Sasukelah yang menyisir rambutnya.
"Belum, kami menunggumu," jawab Sasuke. Terlihat tidak ada ekspresi apa-apa pada wajah Sasuke, namun Sakura bisa merasakan kehangatan dari tiap helai rambutnya yang disentuh oleh Sasuke.
"Baiklah, ayo kita kebawah," ucap Sakura yang selesai siap-siap, dia berdiri dari duduknya dan membalikkan tubuhnya, namun langkahnya terhenti karena Sasuke tidak menyingkir dari tempatnya berpijak.
"….."
"….."
"Sasu…ke?" panggil Sakura ragu, dia melihat Sasuke menatapnya dengan sangat dalam, perlahan bisa dirasakan Sakura tangan Sasuke yang dingin itu membelai pipinya, lalu mendekatkan wajahnya pada Sakura.
Mau apa dia? Apa Sasuke mau mencium Sakura? Tapi ini terlalu cepat! Sasuke bahkan belum bilang suka pada Sakura.
"Kak Sakuraaaa! Cepat turuun! Kami lapaar!" teriak Konohamaru yang menghentikan aksi Sasuke.
Sasuke terdiam dan dia melihat Sakura menutup matanya sambil menahan napasnya karena gugup, "Kalau kau tahan terus, kau bisa mati," ledek Sasuke sambil memencet hidung Sakura, "Ayo kebawah," ajak Sasuke yang menggandeng tangan Sakura.
Ini tidak baik bagi jantung Sakura, dia terlalu berdebar-debar kalau berada didekat Sasuke, apalagi kalau Sasuke sedang melakukan hal seperti tadi, namun Sakura bingung, apa Sasuke menyukainya? Tidak ada kata yang terlontar dari Sasuke untuk Sakura bahwa pemuda bermata onyx itu menyukainya.
Saat Sakura, Sasuke dan Konohamaru pergi kesekolah, Kabuto dan Itachi kembali ke apartemen Sasuke. Kini hanya tinggal Sakura dan Sasuke yang sudah berada didepan gerbang sekolahan, semua mata menuju kearah Sakura, jelas saja… karena Sakura yang dulu selalu ditindas dan diremehkan kini selalu berada disamping idola mereka.
"Hahaha, sepertinya berangkat sekolah denganmu itu sama saja menggali kuburan sendiri yah," ucap Sakura dengan nada tertawa.
"Apa perlu aku yang bicara pada mereka?" tanya Sasuke.
"Tidak usah, biarkan saja," jawab Sakura.
Begitu mereka sudah mengganti sepatu mereka di loker, kini mereka menuju kelas yang sudah hampir masuk, saat berada didalam kelas, Sakura menyapa Naruto dan Kiba yang sudah datang lebih dulu. Bel pun berbunyi menandakan sudah masuk, kini yang masuk kedalam kelas adalah Kakashi, waw… jarang sekali seorang Kakashi datang tepat waktu, namun kedatangannya ini tidak sendiri.
"Hari ini kita menerima 2 murid pindahan, ayo silahkan masuk," ujar Kakashi.
"2 murid pindahan di kelas yang sama?" tanya Naruto bingung.
"Apa kabar dengan dirimu, Sasuke dan Kiba, Naruto?" ucap Kakashi memablikan fakta, dan itu dijawab oleh tawaan dari satu kelas.
Begitu kedua orang itu memasuki kelas, seluruh kelas langsung heboh, bagaimana tidak heboh kelas lagi-lagi kedatangan 1 cowok tampan dan 1 cewek cantik.
"Perkenalkan namaku, akasuna Sasori," ucap pemuda yang berambut merah, saat itu Sasori langsung menatap Sakura dengan pekat dan dibalas oleh pandangan sinis oleh Sasuke.
"Yang satu lagi?" tanya Kakashi.
"Ehm… aku…" ucap cewek itu dengan sangat pelan.
"Maaf, tidak terdengar!" teriak Naruto.
"Namaku… Shion… Uchiha Shion."
Sasuke langsung terbelalak begitu mendengar nama marga hadis itu.
Uchiha?
Apa dia tidak salah dengar?
Bukankah Itachi sudah membunuh semua yang menyandang nama Uchiha?
Dan lagi, Shion melemparkan tatapan lembut pada Sasuke, dan itu membuat Sakura sedikit risih .
A/N : maaf lama yaah updatenya... /, aku tuh nyari kacamat g ketemu2 deeeh, jadi agak ragu kalo mau ngetik, soalnya layarnya jadi burem... BT...
maaf yah kalo masih banyak typo...
dan lagi juga kemarin aku habis berulang tahun, hehehheheee, jadi agak sibuk ngurusin party dsb...
but sekarang kan udah update,,,, SASORI muncuuuullll... XD
minta review lagi boleeeh?
xoxo
