The Chosen One
Disclaimer : Naruto itu selalu milik Masashi Kishimoto
Genre : romance, adventure, fantasy, tragedy/hurt/comfort
Rated : T
Disaat sepasang kekasih harus berpisah untuk beberapa saat dan kini harus bertemu kembali, 6 bulan mungkin waktu yang sebentar bagi orang-orang normal, tapi karena pemuda satu ini tidak bisa dibilang normal, 6 bulan itu waktu yang sangat lama baginya.
"6 bulan…. Sudah 6 bulan aku tidak bertemu dengannya, dan sampai saat ini juga dia belum kembali dari pelatihan khusus yang diberikan oleh Kakashi itu… sial! Kenapa lama sekali sih!" gerutu pelan sang pemuda, namun terdengar sangat jelas oleh teman-temannya yang kini sedang berada diruang pertemuan.
"Sasuke, kalau menggerutu terus kau cepat tua loh, lalu tampanmu hilang, dan pulang-pulang Sakura langsung ilfeel denganmu," ejek temannya yang berambut pirang itu.
Pemuda yang bernama Sasuke itu terdiam dan sedikit membayangkan sosok gadis yang sangat dicintainya kembali namun memasang wajah ilfeel ketika melihat wajahnya yang sudah menua, langsung saja dia menggelengkan kepalanya dengan cepat agar bayangan itu hilang.
"Hihihihi, aku rasa Sakura akan tetap mencintai Sasuke apa adanya, karena aku pun kalau sudah lama tidak bertemu kamu Naruto, aku pasti akan kangen sekali, dan aku tidak akan memperdulikan penampilanmu," jawab sang kekasih dari pemuda berambut kuning itu yang bernama Hinata.
"B-Benarkah Hinata? Kau akan begitu padaku?" tanya Naruto sambil menggenggam kedua tangan Hinata dan menatap mata wanita itu.
"Tentu saja." Jawab Hinata lembut.
"Hinata~"
"Naruto~"
"Aaahahahha, sepertinya kalian senang yah bermesraan didepanku! Sial!" sewot Sasuke sambil memandang sebal kearah pasangan kekasih itu.
Mereka bertiga sedang menunggu kedatangan pimpinan mereka yang bernama Tsunade, saat ini Neji dan Tenten sedang meng-up grade senjata-senjata yang akan mereka pakai nantinya kalau saat pertarungan tiba, terutama senjata Sasuke, permintaan khusus dari Itachi yang kini sedang pergi bersama Kabuto dalam pelaksanaan pencarian Kiba.
"Hei, Sasuke… kira-kira Kiba dimana yah?" tanya Naruto sambil menyenderkan tubuhnya di sofa.
"Tidak tahu pasti, hanya saja aku masih bisa merasakan kalau dia masih hidup," jawab Sasuke.
"Kalau itu sih aku juga yakin, Cuma… apa tidak aneh? Dia menghilang selama ini? Atau jangan-jangan dia disandera seperti Neji dan Tenten dulu?" ucap Naruto yang kini makin serius.
"Tenang saja Naruto, aku pasti akan memecahkan semua misteri ini," jawab Sasuke sambil melangkah ke jendela dan melihat pemandangan luar.
"Bukan 'aku' tapi seharusnya 'kita' kan," ujar suara wanita yang sangat Sasuke kenal dan sangat Sasuke rindukan.
Naruto yang tadi sedang bersender kini menoleh kearah dimana suara itu muncul, ketika melihat sosok itu, Naruto tersenyum lebar begitu pula Hinata yang langsung menghampiri sosok itu dan memeluknya, sedangkan Sasuke… dia hanya diam menatap sosok wanita tersebut.
"Sakuraaaaa!" teriak Hinata yang langsung memeluk tubuh Sakura.
"Hinataaaa, aku kangen sekaliiiii~" ucap Sakura membalas pelukan Hinata.
"Ng! aku juga, apa kabar? Wah kau tambah cantik, rambutmu makin panjang apa tidak gerah?" tanya Hinata yang melihat rambut Sakura sudah panjang sepinggang.
"Ah, tidak kok… aku memang sengaja memanjangkannya, soalnya aku sangat suka sekali dengan rambutku," jawab Sakura manis.
"Loh… loh… loh… rasanya ada yang berbeda dari Sakura deh," sela Naruto ditengah pembicaraan wanita.
Naruto memperhatikan Sakura dari ujung atas kepalanya sampai bawah kakinya.
"AAHHHH!" teriak Hinata dan naruto bersamaan, "Kau menjadi lebih lembuut!"
"Ahahhaa tidak sopan!" ucap Sakura dengan tawanya yang lembut, saat Naruto dan Hinata sedang mengomentari sosok Sakura yang sekarang, Sakura sendiri matanya tertuju pada laki-laki yang kini sedang berdiri dengan jarak 5 meter darinya, pancaran mata kerinduan yang tidak bisa ditahan, Sakura meninggalkan Naruto dan Hinata dibelakang dan berlari kearah Sasuke.
Dengan cahaya senja matahari yang menembus ruangan itu melalui jendela bening, menyorot sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu sehingga menimbulkan siluet diruangan itu, kini suasana diruangan itu menjadi adegan peleas rindu antara Sakura dan Sasuke. Naruto mengajak Hinata keluar memberikan kode agar membiarkan mereka berdua bersama sejenak, saat Naruto keluar, disana sudah ada Tsunade, Shizune dan Kakashi yang tersenyum, lalu Naruto pun menutup pintu tersebut.
Tidak ada yang berucap satu sama lain.
Tidak ada yang menanyakan kabar.
Tidak ada yang menegur.
Hanya ada pelukan pelepas rindu yang mereka berikan satu sama lain.
Berpelukan… terus berpelukan hingga akhirnya Sakura yang pertama kali berucap.
"Aku mencintaimu," ucap Sakura dengan lembut, bukan kata rindu yang Sakura ucapkan melainkan cinta, karena menurutnya kata cinta itu sudah mewakilkan semuanya untuk Sasuke.
"Aku juga mencintaimu," jawab Sasuke pelan namun lembut sambil mengeratkan lingkar lengannya dipunggung Sakura, begitu pula Sakura yang mengeratkan lengannya yang sedang memeluk pinggang Sasuke.
Kini… jawaban dari pertanyaan mereka sudah terjawab.
.
.
.
"Nona Tsunade, kenapa tidak member tahu kami dulu kalau Sakura akan tiba hari ini?" tanya Hinata pada pimpinannya.
"Sakura yang memintanya, dia ingin memberikan kejutan untuk kalian," jawab Tsunade sambil berjalan keruangannya.
"Tapi aku tidak menyangka loh, Sakura terlihat berbeda," ujar Naruto.
"Tentu saja, karena selain aku melatihnya untuk mengontrol kekuatannya, aku juga melatihnya agar menjadi wanita yang anggun," kata Kakashi.
"Sekarang kita biarkan mereka melepas rindu, sedangkan kita harus membahas sesuatu dengan Itachi yang katanya sudah tahu keberadaan Kiba," usul Shizune.
.
.
.
Kembali pada ruangan dimana pasangan kekasih itu baru saja bertemu, bersender di sofa dan saling merangkul satu sama lain, menikmati tiap belaian yang diberikan oleh Sasuke… Sakura sangat menikmatinya, walaupun hanya belaian biasa pada ujung kepala, namun perasaan sayang Sasuke terlimpahkan dengan baik.
"Aku kesepian," gumam Sakura didalam dada Sasuke, "Kakashi benar-benar tidak memberiku kesempatan untuk berhubungan denganmu."
"Dasar bapak-bapak sialan, aku yakin dia juga sangat rindu dengan istrinya, makanya dia melampiaskannya dengan menjahilimu begitu."
"Hihihihi…" Sakura terkekeh kecil dan makin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Sasuke, "Aku rindu Konohamaru…"
"…."
"Apa kabarnya yah? Apa dia baik-baik saja? Apa dia makan dengan baik?"
"Sakura," potong Sasuke, "Dia pasti baik-baik saja, dia kan adikmu."
Sakura mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Sasuke.
"Kamu tambah cantik," puji Sasuke sambil membelai pipinya.
Saat kedua wajah itu sedang mendekat dan hampir saja berciuman.
"SAKURAAAAAA!"
HUG
"Ciih," desis Sasuke.
"Maafkan akuuuu, aku sungguh-sungguh minta maaf, aku sangat menyesal saat itu…"
"Hei hei hei, Ino… sudahlah, aku mengerti kok, saat itu kau sangat bimbang kan? Tidak serius kan?" ucap Sakura yang sedikit mengabaikan tampang bête nya Sasuke.
Sasuke menatap Shikamaru yang berdiri diebalakang Ino yang sedang memeluk Sakura di sofa, Sasuke melihat wajah Shikamaru yang seolah mengatakan 'selamat datang' itu.
"Wajahmu menyebalkan," gerutu Sasuke membuang muka.
"Sakura aku benar-benar minta maaf," ucao Ino.
"Ino, sekali lagi kau meminta maaf aku malah tidak akan memaafkanmu!' tegur Sakura.
"Habis~ aku…"
"Aku mohon lupakan yang dulu, oke," pinta Sakura menggenggam tangan Ino.
Ino tersenyum lega dan memeluk Sakura kembali, dia sangat bersyukur Sakura memiliki sifat pemaaf.
"tapi, bagaimana kau bisa kembali?" tanya Sakura.
"Itu… disana ada wanita yang bernama Konan, dia sangat baik sepertinya dia kekasihnya pimpinan organisasi yang mengincar kekuatanmu itu Sakura, dan aku sudah tahu penyebabnya kenapa mereka mengincar kekuatanmu," jawab Ino, "Sang ketua, ingin membentuk dunia baru untuk kekasihnya."
"Haaa? Kau bercanda!" kata Sakura kaget.
"Aku tidak bohong, selama aku disana, aku perhatikan apapun yang dikatakan oleh Konan, sang pimpinan yang bernama Yahiko itu pasti menurutinya, dan sepertinya Konan mempunyai masa lalu yang kelasm, karena itu Yahiko ingin membuat dunia baru untuknya."
"Apa mereka gila?" tanya Sasuke yang kini ikut dalam pembicaraan mereka.
"Tidak, hanya sang ketua lah yang gila, dan satu lagi…" Ino sempat ragu untuk mengatakannya, sampai akhirnya dia menghela nafas dan membuangnya pelan-pelan, "Mereka sedang mengumpulkan anggota baru yang sepertinya lebih tangguh dari pada yang sudah-sudah."
"Tenang saja, aku pasti akan mengalahkan mereka semua," ujar Sasuke.
"Jangan percaya diri dulu, kita tidak tahu seberapa kuatnya mereka," potong Shikamaru.
"Apapun yang terjadi, aku pasti akan melindungimu, aku janji," ucap Sasuke sambil memeluk Sakura dari belakang.
Tiba-tiba…
Teeeet Teeeeet Teeeeet
Bunyi alarm bahaya muncul seketika membuat orang-orang diseluruh ruangan panic.
"Ada apa ini?" tanya Ino yang reflek berdiri.
BRAAAAK
"Sakura! Sasuke! Ah, Ino? Shikamaru? Kalian juga ada?" panggil Naruto ditengah kepanikan, "Ah, bukan itu! Cepat berkumpul diruangan Tsunade, ada penyelundup masuk kesini!"
"Haah? Siapa? Apa bisa tempat ini dimasuki oleh musuh?" tanya Ino terheran-heran.
"Kalaupun bisa, dia pasti sangat kuat," jawab Shikamaru pelan.
"Ayo kita pergi ke tempat Tsunade," Sasuke menarik Sakura sedangkan Shikamaru menarik lengan Ino.
.
.
.
"HAHAHAHAHA, menariiik! Sangaaat menariiik!" ucap sosok manusia setengah hiu dengan pedangnya yang besar sambil mengacak-acak tempat markas Guardian bersama kedua temannya.
"Kisame, jangan bunuh semuanya, sisakan untukku!" gerutu sosok satu lagi yang wajahnya tertutup.
"Kakuzu, aku juga mau, jangan serakah yah," timpal sosok yang berwajah belang sebelah putih dan sebelahnya lagi hitam.
.
.
.
"Kenapa ribut sekali yah?" tanya sosok wanita pada dirinya sendiri yang sedang berjalan kearah lobby sambil memegangi perutnya yang sudah membesar itu, "Kakashi ada diruangan mana yah?"
"Kisameeee! Aku mau diaaaa!" teriak Kakuzu menunjuk kearah wanita hamil itu.
"Silahkan!"
"HEYAHAHAHAHAA"
"Kyaaaaaaaaaaaaaaa!"
Shiiiiiing
Saat Kakuzu hendak menyerang wanita itu tiba-tiba dari sekitar tubuh wanita itu keluar cahaya putih yang menyilaukan dan membawa wanita itu teleport.
"Hah? Kemana dia?" tanya Kakuzu kebingungan.
Cahaya itu membawa wanita tadi kesuatu ruangan dimana disitu sudah ada para Guardian berkumpul.
"Kakashi?"
"RIN! Kenapa kau ada disini? Ah… apa ada yang menyerangmu? Karena aku memasangmu mantera apa bila ada yang menyakitimu, secara otomatis kau akan berteleport menuju dimana aku berada."
"Ya, tadi ada sosok yang menyeramkan hendak menerkamku," jawab Rin yang masih pucat.
"Kakashi, istirahatkan Rin ditempat yang aman, tidak baik buat janinnya apabila dia terlibat dalam pertempuran ini," perintah Tsunade.
"Pertempuran?" tanya Rin bingung.
"Sosok yang kau lihat tadi pasti musuh yang menyelundup kesini," ucap Sakura sambil membantu Rin berjalan ke sofa.
"Musuh? Kakashi, apa kau akan bertarung? Mengingat kau sudah menghabiskan tenagamu utnuk emlatih Sakura, kalau kau ikut bertarung tenagamu akan habis! Kau bisa..."
"RIN!" potong Kakashi, "Aku harus menolong mereka," lanjut Kakashi menatap lembut istrinya.
Rin yang tadinya bersikeras ingin melarang Kakashi ikut terjun, melihat pandangan Kakashi saat ini sangat berbeda dengan Kakashi yang dulu, entah apa yang telah merubahnya, yang jelas Rin merasa sekarang Kakashi menjadi lebih lembut dan peduli pada sesama temannya.
"Rin," ucap Sasuke mengahmpiri Rin dan sedikit membungkukkan tubuhnya, "Aku akan melindungi Kakashi, aku janji padamu, dan anakmu."
"Sasuke…" panggil Sakura lembut dengan senyum.
DUAAAARRRR
"Cih! Sepertinya lawan kali ini sangat tidak sabar yah," gumam Naruto sambil menyiapkan peralatannya.
"Semua sudah siap?" tanya Tenten yang mengeluarkan senjata-senjata untuk para Guardian.
Semua mengangguk dengan mantap, Tenten membagikan senjata pada mereka yang menggunakannya.
"Takut?" tanya Sasuke pada Sakura.
"Hehe, sedikit," jawab Sakura sambil terkekeh, kemudian Sasuke menggenggam tangannya yang gemetar itu lalu membisikkan, "Ingat janjiku, aku akan melindungimu."
Sakura tersenyum dan menggenggam erat jemari Sasuke, "Ya."
"Hinata, siapkan beberapa medis bersama Shizune, kami akan membutuhkannya nanti," perintah Neji pada adik sepupunya.
"Oke," jawab Hinata.
"Baiklah, kita selesaikan masalah ini sekarang!" geram Shikamaru memimpin para Guardian.
Mereka berlari tanpa menoleh kebelakang, Tsunade melihat sosok salah salah satu diantara mereka dan memiliki firasat buruk, dia melihat salah satu diantara Guardian itu akan mengalami nasib yang sangat buruk.
"Mudah-mudahan kalian semua selamat… tidak… kalian harus selamat!" gumam Tsunade pelan.
Saat para Guardian sedang berlari menuju lokasi dimana musuh sedang merusuh, Ino membuka pembicaraan pada mereka.
"Sekedar untuk informasi, hati-hati dengan yang bernama Hidan, kalau kalian sampai terluka dan mengenai senjatanya, nasib kalian bisa sepertiku dulu," ucap Ino.
"Apa lagi yang kau ketahui tentang mereka? Bagaimana dengan Sasori?" tanya Sasuke.
"Dia masih ambigu, Yahiko sendiri tidak mengerti di pihak siapa dia sebenarnya, tapi kita harus tetap waspada, dan ada satu makhluk yang menyeramkan diantara mereka…" ujar Ino.
"Apa itu?" tanya Tenten.
Sebelum Ino menjawab, langkah mereka terhenti karena melihat sesuatu yang snagat menyeramkan, sosok monster yang sedang memakan salah satu orang di markas ini, dia sedang menyantap nikmat jantung orang itu.
"Huuekk," mendadak Tenten merasa mual begitu pula Sakura dan Ino yang membuang muka mereka dari pandangan yang menjijikan itu.
"Oohhh, ternyata sudah datang rupanya," ucap makhluk yang mirip hiu itu.
Perlahan pandangan Kisame tertuju pada Sakura yang sedang memasang kuda-kuda untuk melawan mereka.
"Kami tidak akan menyerang kalian, asalkan serahkan wanita berambut pink itu sekarang," ucap Kisame.
"Cih! Kalau itu tujuanmu, lebih baik kita bertarung!" geram Sasuke.
Shikamaru mengambil gerakan pertama, dia langsung berlari dan menyerang makhluk yang sedang nikmat menyantap makanannya itu, dengan cekatan Shikamaru langsung membuat beberapa bayangan yang keluar menjadi duri raksasa dan menyerang makhluk itu.
JRAAASH
"Hm? Sedang apa kau?" ucap makhluk itu seolah tidak terjadi apa-apa, padahal tubuhnya sudah ditusuk oleh bayangan Shikamaru dan menembus dari perut belakang ke perut depannya.
"A-Apa?"
"Shikamaru munduuurrrr!" teriak Ino.
BUAAGH
"Aakh!" rintihan dari Shikamaru yang terkena pukulan dari sosok makhluk yang belang.
"berani-beraninya mengganggu Kakuzu sedang menyantap makanannya," ucap makhluk itu.
"Zetsu, aku mau minum," pinta Kakuzu sambil mencabut benda yang menusuk perutnya.
"Baiklah, mau darah yang mana?" tanya Zetsu.
Kakuzu terdiam, memandangi para Guardian satu persatu, saat matanya tertuju pada seseorang, Kakuzu seolah tersenyum dan menunjuk pada salah satu Guardian.
"Aku mau dia."
"Baiklaaaaah!" dengan sangat cekatan Zetsu meluncur sendirian kearah guardian.
Dengan reflek semua langsung menghindar kearah yang berbeda-beda, tapi justru itu yang direncanakan Zetsu, saat semua terpencar, tubuh Zetsu langsung meluncur kembali pada Ino yang sedang mendarat dilantai, karena Zetsu terlalu cepat, Ino tidak punya waktu untuk menghindar.
"INOOOO!" teriak Sakura.
"Hyaaaaaaaaaaaaaaa!"
Saat Zetsu mengeluarkan cakar lengannya yang besar dan menyeramkan itu, bayangan Shikamaru dengan lebih cepat dari pada Zetsu itu sendiri telah melingkar ditubuh Ino, lalu Shikamaru dengan cekatan menarik Ino kearahnya. Tapi karena jarak mereka lumayan jauh, saat Ino tertarik, Zetsu bisa sempat menyerang Ino dalam keadaan tubuh wanita itu tertarik, dan Shikamaru pun tidak kalah cepatnya dengan gerakan Zetsu, Shikamau harus lebih cepat dari Zetsu atau kalau tidak maka darah Ino akan menjadi minuman Kakuzu.
Saat akhirnya Ino sudah berhasil ditangkap, Shikamaru membuat tameng yang besar dan kuat agar mereka aman sementara dari serangan Zetsu.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Shikamaru pada Ino.
"I-Iya, terima kasih," jawab Ino yang masih panic
"Cih! Mengandalkan bayangan untuk menyelamatkan wanitamu? Boleh juga idemu," desis Zetsu.
Sakura merasa lega karena Ino telah berada disamping Shikamaru sekarang, saat dia ingin beranjak menghampiri Ino.
"Eits, mau kemana Nona?" cegah Kisame yang tiba-tiba berada dihadapannya. Sakura menatap Kisame dengan tatapan tajam seolah tidak takut sama sekali pada makhluk itu.
"Tatapan yang sangat bagus untuk ukuran seorang wanita, aku jadi semakin menginginkan kekuatanmu," ledek Kisame.
"Tidak selama masih ada aku," ucap Sasuke yang tiba-tiba sudah melayang di belakang Kisame dengan pose hendak menyerang makhluk itu dengan pedangnya.
Traaaang!
Bunyi kedua pedang beradu dengan keras pun terjadi, Kisame tidak selengah itu, pedang Kisame pun jauh lebih besar, tapi pedang Sasuke tidak kalah kuatnya. Selagi Kisame dan Sasuke sedang beradu pedang, Sakura menyerang Kisame dari sisi yang berlawanan. Cara bertarung Sakura sedikit membuat Sasuke terkejut karena Sakura terlihat sangat tidak ragu-ragu untuk membunuh Kisame.
"Seperti bukan Sakura," pikir Sasuke.
Disaat yang bersamaan, Kakashi, Naruto,Tenten dan Neji berhadapan dengan makhluk yang lebih aneh lagi bernama Kakuzu.
"Kalian mengganggu acara makanku, sebagai gantinya kalian lah yang akan menjadi makananku," ucap Kakuzu datar.
"Dengar, apa kalian melihat sesuatu yang menonjol di tiap tubuhnya itu?" kata Kakashi pada para Guardian, "Serang bagian itu, tapi sebelumnya kita harus memancingnya keluar agar tempat ini tidak hancur."
"Baik!"
"Neji, Tenten! Kalian Bantu Shikamaru dan Ino," perintah Kakashi.
"Baik!"
Neji dan Tenten bergegas lari kearah Shikamaru yang masih bertahan dari serangan-serangan Zetsu, dengan gerakan yang kompak, Neji dan Tenten menghajar Zetsu dari belakang dan tepat kena pada kedua sisi leher makhluk itu sehinggga lehernya patah.
"Neji, Tenten, terima kasih," ucap Ino lega.
Namun belum sempat membalas ucapan Ino, Zetsu kembali berdiri dan membetulkan lehernya yang patah.
Kraak kraaak
"Aaahh… sakit sekali," keluh Zetsu yang membuat mata para Guardian terbelalak.
"M-Monster," ucap Ino.
"Kita pancing dia untuk keluar dari sini," ujar Tenten.
"SAKIT TAHUUUUUU!" teriak Zetsu yang kesal dan langsung menyerang mereka.
Belum sempat pada menghindar, Zetsu berhasil mencengkram leher Shikamaru dan membantingnya ke lantai, saat Neji akan menolongnya dari belakang, kaki Zetsu dengan luwes menendang Neji yang berada dibelakangnya, tapi Zetsu lengah pada Ino yang membidik panahnya kearah kepalanya itu.
Zleeeb!
"….."
"UAAARRGHH! BRENGSEK KALIAAAN!"
Zetsu makin mengamuk dan disaat itulah menjadi kesempatan buat mereka untuk memancing Zetsu keluar. Shikamaru, Neji, Ino dan Tenten berlari kearah luar jendela dan melompat keluar diikuti oleh Zetsu.
"Kerja bagus," pikir Kakashi.
Kakashi mengejar mereka yang keluar dan diikuti oleh Naruto untuk memancing Kakuzu keluar, dan benar saja Kakuzu mengikuti mereka keluar. Kini tinggal Sasuke, Sakura dan Kisame yang beradab didalam ruangan.
"Hahahahaha, kau tahu Sakura, kalau kupikir-pikir lucu sekali kejadian semua ini," ucap Kisame.
"Apa maksudmu?" tanya Sakura yang bingung pada ucapan manusia hiu itu.
"Semua, bertarung demi dirimu, bayangkan kalau ada yang mati? Hanya untuk dirimu? Karena boss kami menginginkan kekuatanmu, jadi orang-orang mati-matian melindungimu, dan kau membiarkannya? Aku tidak menyangka kau orang yang seperti itu," ujar Kisame.
Sakura terdiam seolah kata-kata Kisame menusuknya.
"Sakura, jangan dengarkan dia!" tegur Sasuke yang berada disampingnya.
"Percaya padaku, kalau kau menyerahkann diri, tidak akan perlu ada korban…"
"DIAM!" bentak Sasuke memotong ucapan Kisame.
Kisame menoleh ke pemuda itu dan tersenyum licik,"oh, ternyata kau sudah tahu yah, bahwa melawan kami itu, sudah pasti akan ada yang memakan korban."
"Hah?" Sakura makin bingung dibuatnya.
"Sakura, dengarkan aku dan jangan dengarkan dia, kami melindungimu karena menyayangimu dan tidak ingin dunia direbut oleh mereka!" jelas Sasuke menatap pemilik mata emerald itu.
"Tapi… kalau sampai ada korban…" ucap Sakura ragu.
"Makanya, kau mempunyai dua pilihan, menjadikan teman-temanmu korban, atau mengorbankan dirimu sendiri?" ucap Kisame.
"Tidak ada pilihan yang seperti itu! Sakura, jangan dengarkan dia!" kini Sasuke merengkuh wajah Sakura dan menatap gadisnya itu dengan dalam, "Kita pasti akan menang, jangan sia-siakan waktu kita yang terbuang selama 6 bulan itu dengan sia-sia, yakinlah kita pasti menang tanpa ada harus satu korbanpun yang terjadi."
Sakura menatap Sasuke dengan pandangan bingung, perlahan dia menutup matanya, mengambil nafas dalam-dalam dan dihembuskannya secara perlahan, ketika Sakura membuka matanya kembali, Sasuke duah melihat kemantapan awal yang Sakura tunjukan padanya.
"Bagus, ini baru Sakura-ku," kata Sasuke.
"Kita buktikan, dengan bertarung," tantang Sakura pada Kisame.
"Baiklah kalau itu maumu, khekhekhekhe," jawab Kisame.
A/N : maaf se maaf maafnya maaf yaaaah, aku telat banget updatenya. selain kemarin sibuk Tugas Akhir, selama bulan puasa ini aku kerja full g ada liburnya dan pulangnya malam, jadi keteteran deh fict nya T_T
apa masih ada yang nunggu update-an ini yah?
kalo masih ada makasih banyak dan maaf yah udah ngaret updatenya
nah, chapter depan mungkin bisa aku update abis lebaran nih, (lama banget yah?) ya tapi saat itu lah aku ada waktu kosong...
btw, tanggal 13 agustus ini aku sidang, aku minta doanya yah temen-temen, semoga lulus dari sidang yang menyebalkan itu T^T^T^T^T
sekali lagi makasih banyak dan maaf udah nunggu lama.
xoxo
