Disclaimer : Kishimoto Masashi

Genre : General / Romance

Rate : T

Warning : AU, OOC

1 Year = 365 Days

oOo 2 oOo

Berita dimajalah kemarin membuat Hinata bermimpi buruk, hingga membuanya tak dapat lagi memejamkan matanya sampai pagi ini. Dengan mata yang menghitam dan berkantung, Hinata berangkat kesekolah dengan mulut yang terus menguap karena rasa kantuk yang sangat. Baru saja Hinata keluar dari kamar apartemennya, seorang wanita paruh baya bernama Tsunade menagih uang kontrakan yang telah membengkak 3 bulan, bila ditambah bulan ini akan lengkap jadi 4 bulan. Uang dari kerja paruh waktunya benar-benar tak cukup untuk biaya kontrakan dan makan, dan lain-lain. Untuk makan saja Hinata selalu berhemat. Hal yang bisa ia lakukan hanyalah, "Secepatnya saya akan membayarnya Tsunade-san, gomen." Hinata hanya bisa meminta maaf dan membungkukkan badannya dalam-dalam. Tsunade hanya mendengus kesal mendengar jawaban Hinata yang selalu sama.

oOo

"Hei, gadis miskin! Kepala sekolah memanggilmu." Seorang gadis berambut merah dengan kacamata kotak menghiasi matanya, memanggil Hinata yang sedang duduk dibangku paling depan pojok dengan suara malasnya. Tidak ada orang yang mau menjadi teman Hinata. Lagipula mana ada orang yang mau berteman dengan gadis miskin seperti dirinya.

"Hai, arigatou Karin-san," sahut Hinata seraya membungkukkan badannya.

"HUH! Merepotkan saja!" Gadis berambut merah yang bernama Karin itu melengos meninggalkan Hinata, cuek.

Tok..Tok..Tok..

"Masuk." Jawab seseorang yang ada didalam ruangan.

Ceklek! Hinata memasuki ruangan dengan canggung dan berkeringat dingin, karena setau Hinata hari ini dia tak melakukan kesalahan apapun.

"A-apa U-uchi-ha-sama me-memanggil sa-saya?" Tanya Hinata dengan terbata-bata.

Seorang laki-laki berambut panjang itu, membalikkan badannya yang semula menghadap keluar jendela menjadi menghadap kearah Hinata

"Tidak perlu seresmi itu dengan kakak iparmu Hinata. Lagipula diruangan ini hanya ada kau dan aku saja." Laki-laki yang ternyata kakak ipar Hinata sekaligus kepala sekolah KIS tersenyum menggoda pada Hinata. Sepertinya jawaban dari laki-laki itu membuat Hinata malu.

"Ba-baiklah Itachi-nii. Ada apa nii-san memanggilku?"

Itachi berjalan menuju meja didepannya, mengambil sebuah majalah yang tergeletak disana, lalu berjalan menghampiri Hinata dan memberikannya pada Hinata.

"Apa kau sudah membaca berita ini?"

"Uhn,, Aku sudah membacanya nii-san." Jawab Hinata dengan ekspresi yang dibuat santai, sementara hatinya terus menahan amarah.

"Apa tidak apa-apa kalau kalian begini terus?" Itachi benar-benar mengkhawatirkan Hinata.

Hinata hanya membalas pertanyaan Itachi dengan anggukan kepala yang ia buat seakan-akan mantap dan menjelaskan bahwa dia baik-baik saja.

"Kalau tidak ada yang nii-san tanyakan lagi, Hinata permisi dulu." Usai berpamitan, Hinata melangkahkan kakinya dengan cepat menuju keluar pintu. Sementara Itachi menyeringai senang, seakan-akan ia menang kali ini. Dengan tak sabaran, Itachi rogoh saku celananya untuk mengambil handphonenya. Tak perlu menunggu lama, orang yang Itachi telpon dengan cepat sudah menjawab pangilannya.

"Bagaimana?" Seakan-akan tahu apa yang hendak Itachi sampaikan, orang itu langsung mengintrogasi Itachi.

"Dia bilang tidak apa-apa, tapi aku yakin kalau sekarang Hinata pasti sangat cemburu, atau kemungkinan terburuknya sekarang dia pasti menangis. Apa tidak apa-apa seperti ini, Sasuke?"

"…" Tidak ada jawaban dari Sasuke. Hingga beberapa menit kemudian Sasuke baru menjawabnya, "Aku sudah putus asa baka-nii, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menghadapinya. Sekarang saja ia tak mau mengakui kalau dia cemburu."

"Lalu kapan rencana kau akan pulang?"

"Entahlah!"

TBC

Semoga saja Presel gak ada hambatan jadi fic ini bisa update tiap hari XD

Hohohohohoho

Ini fanfic egoisku.. Jadi aku buat sesuka hati Presel.. XD

Ok buat yang review arigaou yah :D *bungkuk*

Thanks For Reading ^^