Merodine V presented,
Vocaloid Story 2
Warning: OOCness, gajeness, OC, eswete, dll.
Disclaimer : This story is mine, Vocaloid not mine
Kriiing... Bel pulang sudah berbunyi sekarang. Miku segera menarik tangan Mikuo dan memberitahukan yang lain untuk segera berkumpul di ruang musik. Ternyata tidak hanya Miku yang berlari menarik Mikuo, melainkan juga Meiko yang menyeret paksa (?) Luki, Akaito, dan Meito. Kaito, Gakupo dan Luka saja sampai ngos-ngosan ngikutin Meiko yang dalam mode 'marah'nya. Karena panik saat melihat Mikuo, Akaito, Luki, dan Meito sedang ditarik-tarik oleh Miku dan Meiko, Dell langsung menggendong Haku dengan 'Bridal Style' dan mengejar mereka. Teto dan Ted yang sama-sama cuek sama mereka cuma berjalan santai saja menuju ruang musik. Rin yang mengira para Vocaloid sedang lomba lari malah ikutan lari sambil menarik tangan Len dengan coretbodohcoret riangnya. Neru juga malah ikut-ikutan mengejar Rin tanpa alasan. Alhasil, anak-anak Crypton Middle School takjub, cengo, sweatdrop, lompat-lompat gaje, de el el ketika melihat para Vocaloid sedang berlarian di koridor sekolah dengan liar.
Brak! Pintu ruang musik yang malang itu didobrak oleh Miku dan Meiko dan langsung melempar Mikuo, Meito, Akaito, dan Luki kedalamnya. Dell pun menyusul dan langsung bertanya, "Barusan ada apaan sih pada lari?" Haku langsung menjitak pelan kepala adiknya itu.
"Kau kenapa malah ikut lari?" tanya Haku. Dell menggeleng bingung sambil mengelus kepalanya yang barusan dijitak.
"Rin menang~!" Jerit Rin saat sampai di garis finish. Ah, maksudnya di ruang musik. Len tampak sekarat di belakang Rin.
"Maniak jeruk! Tangan Len jangan ditarik-tarik gitu napa!" ucap Neru nyolot. Rin langsung berbalik dengan wajah sangar.
Neru langsung mengeluarkan katana miliknya. Rin bingung. Nggak mungkin kan dia bawa roadroller kedalam gedung sekolah? Tapi Rin nggak keabisan ide. Rin menggunakan saudara kembarnya sendiri sebagai senjata(?).
"Hiaaat...!"
"Maju, LEN!"
Bletak! Len pun langsung tidak sadarkan diri.
Yang berikutnya hadir adalah Kaito, Gakupo, dan Luka yang capek karena mengejar Meiko yang sedang mengamuk.
"Meiko mana?" tanya Kaito.
"Sepertinya... Mereka sedang menginterogasi Mikuo, Meito, Akaito, dan Luki..." jawab Haku.
"Wah, gawat nih," Luka langsung membuka pintu ruang klub tersebut.
"Apa?" tanya Mikuo.
Luka lumayan kaget saat melihat Miku dan Meiko yang malah diikat oleh Mikuo, Akaito, Meito, dan Luki. 'Kok bisa?' pikir Luka.
"Apa aku bilang... Empat lawan dua. Kita pasti menang," ucap Luki tenang. Mikuo menepuk-nepuk pundak Luki sambil tersenyum penuh kemenangan melihat Miku, adiknya sendiri, terikat dan sedang meronta-ronta untuk dilepaskan. Mikuo kejam ya? (Mikuo: Hahaha!)
Tapi Luka menyadari sebuah aura yang sangat mengerikan dari belakang empat sekawan itu. Milik siapakah itu? Benar (reader: kami blom jawab!). Itu adalah milik Meiko.
"Uarrgh!"
Plak! Dger! Buagh! Dugh! Kabooom!
"Rasakan itu," geram Meiko. Empat sekawan itu langsung K.O oleh Meiko dalam waktu kurang dari satu menit.
Dan akhirnya yang terakhir datang adalah Kasane Ted dan Kasane Teto. Mereka berdua cuma bisa sweatdrop melihat kekacauan yang telah dilakukan oleh saudara-saudaranya. 'Padahal baru lima belas menit kurang' pikir Teto dan Ted.
"Oke, semuanya masuk!" seru Miku, menandakan kegiatan klub akan segera dimulai.
"Baik," jawab para Vocaloid dan masuk kedalam ruang musik.
"Oke, pertama-tama aku mau untuk semua yang mengaku Vocaloid baru untuk maju ke depan dan memperkenalkan diri." ucap Miku.
Akhirnya majulah empat sekawan (yang babak belur karena barusan dihajar Meiko), Dell Honne, dan lalu Kasane Ted.
"Aku Hatsune Mikuo. Vocaloid yang kurang beruntung karena punya adik seperti Hatsune Miku," ucap Mikuo dan langsung mendapat cubitan dari Miku. Tapi belum lima detik, Mikuo sudah balik mencubit pipi Miku sampai melar. Untung Kaito langsung menyelamatkan Miku.
"Kaito, kan sudah kubilang kalau Miku-" Buagh! Meito langsung kena hajar lagi oleh Meiko.
"Lanjutkan perkenalannya," ucap Miku yang masih memegangi pipinya yang merah.
"Namaku Akaito Shion, adik perempuan Kaito-nii." ucap Akaito dengan manis.
"Namaku Megurine Luki, adik laki-laki dari Luka-nee." ucap Luki kalem.
"Namaku Meito Sakine, adik laki-laki Meiko-nee. Aduh..." ucap Meito kesakitan.
"Namaku Dell Honne, adik laki-laki dari Haku-nee." ucap Dell dengan cueknya.
"Namaku Kasane Ted, kakak laki-laki dari Kasane Teto." ucap Ted dengan dingin.
"Namaku Kagamine Rin, dan aku adalah saudara kembar-"
"Ngapain kamu ikutan?" Miku langsung menyekap mulut Rin.
"Ffufaffah fiffi faffufa feffefafan? (Bukankah ini waktunya perkenalan?)" tanya Rin. Miku pun terpaksa memakai rencana cadangan untuk menjaga Rin diam. Yaitu dengan memberikan sekantung penuh jeruk segar.
"Oke, jadi kita langsung mulai saja ya latihan hari ini. Aku mau mendengar suara dari masing-masing Vocaloid yang baru datang. Silahkan," ucap Miku. Baru saja Mikuo mengambil mik, pintu ruang musik sudah didobrak lagi.
"Mana Keitarou?" tanya Kiyoteru dengan wajah kesal. Para Vocaloid menggeleng karena takut. Ini pertama kalinya Kiyoteru menunjukan wajah yang begitu depresi dan menyeramkan.
"Pak, saya disini," Keitarou kebetulan juga baru datang ke ruang musik. Kiyoteru langsung membawa Keitarou kedalam ruang musik.
"Lelucon apa lagi yang hendak kalian lakukan, huh?" tanya Kiyoteru.
"L-Lelucon apa?" tanya Keitarou takut. Kiyo makin mendekatkan wajahnya pada Keitarou.
"Kiyooo~" tiba-tiba masuk seorang gadis kecil dengan seragam Crypton Middle School.
"Kawaii~" Akaito langsung masuk kedalam mode fangirling-nya.
"Huwaaa! Darimana kau tau saya ada disini?" tanya Kiyoteru panik.
"Tentu saja karena sinyal cinta kita yang membawaku kesini~" jawab gadis kecil itu.
'Wew... Masih kecil tapi omongannya keren...' pikir para Vocaloid lainnya.
"Kaai Yuki?" masuklah lagi seorang gadis dengan rambut merah pink dengan sebuah ahoge di kepalanya.
"Aaa~ Miki, Miki! Yuki mau pernikahan Yuki dan Kiyoteru digelar segera~" ucap gadis kecil yang diketahui namanya Yuki itu.
"Ternyata seleramu bagus juga, Kiyoteru?" ucap Miku.
"Pedobear," ejek Luka.
"Aaah! Aku tidak seperti itu!" ucap Kiyoteru frustasi.
"Aku baru tau kalau ada Vocaloid semuda dia," ucap Teto gemas melihat Yuki.
"Ah, maafkan aku. Harusnya aku lebih menjaga Yuki," ucap gadis ber-ahoge tadi dan menarik Yuki bersamanya.
"Kau sendiri siapa?" tanya Miku.
"Aku? Aku Furukawa Miki, salah satu dari Vocaloid baru." ucapnya.
"Kau versi adik, atau kakaknya siapa?" tanya Neru yang agak jengkel dengan versi adik atau kakak dari Vocaloid seperti Mikuo, Akaito, de el el. Kenapa? Karena nggak ada versi lain dari dirinya.
"Nggak semuanya jadi versi adik atau kakak dari Vocaloid generasi sebelumnya kok," ucap Luki. Neru diam saja sambil menggembungkan pipinya.
"Lho, biasanya kau bersama Piko 'kan?" tanya Akaito.
"Itu dia masalahnya... Piko menghilang di koridor sekolah," ucap Miki.
"Piko mah hobi banget nyasar," komentar Mikuo.
"Mirip banget Kaito kalau begitu," ucap Meiko.
"Yee.. Aku sudah nggak lagi sih," ucap Kaito.
"Haduh... Aku lama-lama jadi bingung deh. Sebenernya ada berapa Vocaloid baru sih?" tanya Miku.
"Kami aja nggak tau," ucap Mikuo, Akaito, Meito, Luki, Dell, dan Miki.
"Kok bisa sih?" tanya Meiko.
"Well... Sebenarnya produksi Vocaloid masih terus berjalan sampai sekarang. Kami pun belum dapat memastikan ada berapa Vocaloid baru yang akan diciptakan. Dan yang aku dengar adalah program kami juga dikembangkan di negara-negara lain seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan lainnya." ucap Ted menjelaskan.
"Artinya... Mungkin saja masih akan ada generasi selanjutnya dari Vocaloid?" tanya Gakupo. Ted mengangguk.
"Seperti Miku yang sudah mendapatkan file khusus 'Append'. Program Vocaloid masih terus berkembang," ucap Mikuo.
"Lalu, dimana kami bisa menginstall program-program baru tersebut?" tanya Len yang sudah bangkit dari alam kubur(?).
"Piko harusnya memegang surat titipan dari Ayah. Tapi sekarang dia malah nyasar nggak jelas," ucap Yuki.
"Kalau begitu, ayo kita cari Piko!" seru Miku. Baru saja Miku mau membuka pintu, sudah ada orang lain yang mendobrak pintunya lagi. Alhasil, Miku pun terpental jatuh. Untung Kaito masih sempat menangkapnya seperti di sinetron gitu tuh...#abaikan.
Oke, balik ke pintu(?). Seorang laki-laki shota tampak kelelahan sehabis berlari.
"Ada HANTU di sekolah ini!" jeritnya tiba-tiba.
"Kyaaaa!" jerit Akaito.
"Selamat sore!" tiba-tiba muncul gadis hantu berambut merah. Yep, Kiku Juon.
"Itu dia hantunya!" jerit Piko lagi dan langsung bersembunyi dibalik Miki.
"Hiii!" Akaito ikutan bersembunyi dibalik tubuh Kaito.
"Oh, Kiku Juon. Si Vocaloid hantu itu ya?" gumam Dell. Kiku menatap ke seluruh ruangan.
"Kok tambah ramai ya?" tanya Kiku.
"Hanya perasaanmu," jawab Neru asal.
"Piko, sudahlah, dia sama seperti kita kok." ucap Miki yang menarik Piko paksa dari belakang tubuhnya.
"A-Apa benar?" tanya Piko takut.
"Iya," ucap Miki. Piko pun keluar dari persembunyiannya.
"A-Ah, maafkan aku. Tadi aku tersasar dan bertemu dengan hantu, eh, Vocaloid ini. Dia yang mengejar, eh, mengantarkan aku sampai ke ruang musik." ucap laki-laki dengan rambut putih dengan ahoge berbentuk 'P'.
"Namamu siapa?" tanya Miku.
"Utatane Piko,"
"Nah, surat dari Ayah yang tadi pagi dititipkan mana?" tanya Mikuo.
"Eh?" ucap Piko.
"Eh? Apa maksudmu? Mana suratnya?" ucap Mikuo lagi.
"Hilang," jawab Piko sambil tersenyum.
"Oh, begitu..." gumam Mikuo.
.
.
.
"Ampun Mikuo-nii! Ampuuun!" jerit Piko yang akan dilemparkan keluar jendela oleh Mikuo.
"LALU MANA SURATNYA?" tanya Mikuo sambil marah-marah.
"Ada di sakuku! Lepaskan aku dulu!" jerit Piko. Mikuo pun menarik kembali Piko kedalam ruang musik. Piko pun langsung memberikan sebuah amplop kepada Mikuo, takut akan dilemparkan lagi keluar jendela.
"Biar aku yang bacakan," ucap Mikuo dan membuka amplop tersebut.
"Hallo anak-anakku semuanya. Ayah yakin saat kalian membaca surat ini pasti kalian sudah bertemu dengan Vocaloid baru. Ayah mau memberitahukan kalian kalau kalian akan Ayah kirim untuk sebuah misi besar. Yaitu, menyebarkan suara Vocaloid ke mancanegara."
"Eh? Kita akan konser di luar negeri, huh?" tanya Miku.
"Biarkan Mikuo membacakan suratnya sampai selesai dulu," pinta Kaito. Miku mengangguk dan kemudian Mikuo melanjutkan membaca surat tersebut.
"Sebelum kalian berangkat, Ayah mau memberikan kalian masing-masing program baru untuk membuat suara kalian lebih bagus lagi. Untuk itu, datanglah ke Crypton Yamaha Company pada hari Minggu nanti. Tapi sebelum hari itu tiba, kalian harus menemukan seluruh saudara kalian yang juga Ayah telah ciptakan dan masuk di Crypton Middle School. Ayah yakin kalian akan bisa. Semoga berhasil, anak-anakku." Mikuo pun menyudahi bacaannya.
"Wah, wah... Ternyata kita akan memulai petualangan baru ya?" gumam Gakupo.
"Yeah... Seperti tahun lalu," ucap Luka sambil mengenang kejadian tahun lalu.
"Kami nggak mau cuma diem aja. Kami juga akan bantu!" seru Mikuo.
"Iya~!" jerit Yuki sambil memeluk Kiyoteru.
"Semuanya..." gumam Miku. Semua Vocaloid pun menatap kearah Miku. Miku pun tersenyum pada saudara-saudaranya satu per satu.
"Aku mohon kerjasama dari kalian juga ya," pinta Miku.
"Pasti," jawab Kaito.
"Yah... Demi adikku sendiri. Hehehe," ucap Mikuo.
"We're family. Semua pasti akan membantumu, Miku." ucap Luka.
"Sekali lagi... Kita akan mengulang keajaiban tahun lalu," ucap Teto senang.
"Hn," Ted hanya mengangguk.
"Yuki sama Kiyo juga siap~!" jerit Yuki.
"A-Ah... Baiklah," ucap Kiyoteru pasrah.
"Jangan lupa hitung aku juga. Hehe," ucap Keitarou ikut-ikutan.
"Kalau begitu..." Miku mengedepankan tangannya. Para Vocaloid yang mengerti maksud Miku pun langsung menyatukan tangan mereka.
"Vocaloid! Buat tangis menjadi tawa! Buat perbedaan menjadi indah! Dan sampaikan yang tidak bisa disampaikan dengan kata-kata biasa! Yeiy!"
.
.
.
Ame: Akhirnya M.V nongol lagi :D
Sora: Emang kita kemana?
Rizuka: Derita pelajar yang hidupnya penuh tugas T^T
Ririn: Sama... -w-
Yamigawa: So?
Merodine V: YANG JELAS KITA UDAH BALIK LAGI! HAHAHA xD
