Disclaimer Hidekaz Himaruya
Warning : Gaje, Abal, Khalayan tinggi tingkat dewa, Typo (s)
Pair : UsUk
A/N : Ini chap 2-nya! XD
Imajinasi saya numpuk
Jadi enggak ada yg macet
#sfx : plok...plokk..plokk -dor-
Yookk cekidot..
TAFAPO : The Association Of Asian and Europe Nations
Nesia : 9 tahun
Note : Semuanya ngarang tingkat dewa. Jadi mohon jangan disangkut pautkan dengan dunia nyata. Terima kasih.
World Is Changing Fate
Api. Elemen yg dianggap paling kuat diantara elemen-elemen lain itu, berkobaran dimana-mana. Di seluruh pelosok kota Washington DC. Hari itu, para tentara TAFAPO mendarat di tanah Amerika. Dan Tiba-tiba membakar seluruh gedung pencakar langit di kota Washington DC. Tidak ada yg dapat menghentikan Tentara-tentara itu. Tidak ada.
"Hah..Hah..hah.. Oii! Kau dimana?" Alfred, sang personifikasi negara paman sam itu, ada di dalam sebuah rumah. Ia sedang mencari seseorang di dalam rumah yg terbakar oleh si jago merah."Nesia!" panggil Alfred lagi. Ia memasuki sebuah kamar yg hampir seluruhnya terbakar.
"P-paman Alfred..."Seorang gadis kecil berbalik dan menatap Alfred dengan tatapan hampir menangis. Alfred menghampiri gadis itu dan memeluknya erat-erat.
"Disini kau rupanya!" ucap Alfred.
"Huaaa! Paman! Aku takut sekali!" Nesia. Gadis itu adalah personifikasi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara itu sudah berkembang. Setara dengan Jepang. Indonesia sudah menjadi negara yg patut dicontoh. Karena Negara itu, menjadi Negara Netral yg anti dengan Perang. Damai bisa dibilang. Korupsi sudah diberantas sampai akar-akarnya. Begitupun dengan masalah Narkoba dan pergaulan bebas.
"Sudah, sudah.. Tidak apa-apa kok.." Alfred menggendong Nesia dengan penuh perhatian. Ia memperhatikan sekelilingnya.'Sial! tidak ada jalan keluar!' gerutunya dalam hati. Pintu yg tadi dimasukinya, sudah tertutup oleh reruntuhan bangunan. Satu-satunya jalan untuk keluar adalah.. loncat melalui Jendela.
"Nesia, pegangan yg erat.." ucap Alfred. Nesia hanya mengangguk kecil dan berpegangan erat-erat. Alfred mengambil aba-aba dan meloncat melalui jendela kamar itu. Dan akhirnya sukses mendarat ke tanah.
"Paman.. P-paman enggak apa-apa?"
"Ah, enggak apa-apa kok..."
"NESIA! ALFRED!" Seorang pria yg sangat Alfred kenal berlari ke arahnya. Pria itu, Wang Yao. Personifikasi dari negara China.
"Kak Yao!"Nesia berlari dan memeluk Yao erat-erat.
"Untunglah kau selamat, aru.. Ah iya, Xie Xie (1), Alfred!"
"A-ah, T-tidak apa-apa kok..."
"BUMMM!" Sebuah suara bom menggelegar di seluruh pelosok kota Washington DC. Suara itu terdengar sampai sana.
"Suara apa itu, aru?"
"Sepertinya dia mulai lagi.. aku duluan Yao!" Alfred pun berlari meninggalkan Yao dan Nesia. Ia terus saja berlari, tak memperdulikan badannya yg penuh dengan luka. Baju yg dikenakannya pun robek dimana-mana. Akhirnya ia sampai di asal suara ledakan.
"BRUKK.." Alfred jatuh terduduk sambil melihat miris gedung yg terbakar di hadapannya. Gedung itu. White House. Sekarang terbakar dengan hebatnya. Gedung yg selama ini menjadi kebanggaan Negara Amerika.
"Kenapa? Kenapa kau lakukan ini, Artie?"Alfred menitikkan air matanya. Seakan ini baru saja terjadi kemarin. Ia tetap tegar walaupun dunia sudah tak mengakui Ameriika lagi. Ia tetap tegar walaupun Arthur sudah tidak memperdulikannya lagi. Tapi kali ini? Jerih payahnya selama ratusan tahun.. Terbakar sia-sia di hadapannya. Tiba-tiba Hujan turun. Seakan Langit tahu, penderitaannya kali ini.
"..Pengecut.." Alfred mendongakkan wajahnya ketika mendengar suara itu. Suara yg sangat ia kenal. Ia menatap sosok yg berdiri tak jauh darinya. Arthur Kirkland. Saat melihat Arthur, Alfred meremas tangannya. Ia mengambil sesuatu dari Jaket Bomber miliknya. Benda itu, adalah Revolver. Lalu ia bangkit dan berjalan menuju tempat Arthur.
"Tembak aku kalau kau berani, Hamburger Freak..." Alfred menatap Arthur dengan tatapan dingin. Tangannya gemetaran saat berusaha menodongkan revolver. Dan.. "BRUKK.." Alfred menjatuhkan Revolver itu. Ia juga jatuh terduduk di Hadapan Arthur.
"A-aku sudah tidak tahan lagi! Sudah cukup! Aku tidak ingin rakyatku menderita lagi! Aku mohon, Arthur! Aku mohon!" Alfred menangis saat itu juga. Arthur menatapnya. Beginikah? Alfred yg dulu menaklukkannya? Alfred yg dulu meminta kemerdekaan padanya? Dimana Alfred yg dulu? Sekarang hanya ada Alfred yg menangis meminta belas kasih padanya seperti Anak kucing yg ditinggal oleh Induknya.
"Bunuh aku! Itu yg kau inginkan, kan? Bunuh aku sekarang juga! Tapi tolong tinggalkan Amerika! Aku sudah tidak kuat lagi, Ar-.." tiba-tiba Arthur memeluknya.
"...Dasar bodoh.. Badanmu jadi dingin seperti ini.. sudah kubilang jangan keluar waktu hujan, Kalau kau sakit, siapa yg khawatir, huh?" ucap Arthur.
"Arthur?"
"Sudah! Kupinjamkan tubuhku sampai kau tenang!" Sudah lama sekali Alfred tak merasakan kehangatan itu. Akhirnya saat itu tiba juga. Alfred pun memeluk tubuh Arthur. Di tengah Hujan. Saat Washington DC, terbakar dengan hebatnya.
Esoknya..
"Ngh.." Alfred melihat sekelilingnya. Ia berada di sebuah kamar. Kamar tidur. Rasanya tak asing baginya. Yap. Itu kamar Matthew."KREKK.." Tiba-tiba Matthew masuk ke dalam.
"Ah, Kakak sudah sadar.. Aspirin?" Matthew menyodorkan sebutir Aspirin dan segelas air putih pada Alfred.
"Thanks, Matt.." Alfred pun meminum Aspirin pemberian Matthew."Oh ya, Matt.. Kenapa aku bisa ada di Kanada? Bukankah aku.. ada di depan White House?"
"...Amerika.. sudah jatuh ke tangan TAFAPO.." Perkataan Matthew sukses membuat Alfred terbelalak kaget. Ia menatap Matthew tak percaya.
"Katakan kalau kau bercanda... Katakan, Matthew!"
"Tidak kak.. semalam Presiden mengungsi ke Kanada.. Para warga yg tersisa di beberapa negara bagian sudah diungsikan.. FBI, CIA dan beberapa organisasi keamanan lain ditahan dan disegel oleh TAFAPO.. Saluran komunikasi dilarang keras disana... Aku juga.. melihat ini di perbatasan Amerika-Kanada.." Matthew menunjukkan sebuah kertas WANTED.
WANTED ALIVE OR DEAD
Alfred Fitzgerald Jones
Warna Mata : Biru Sapphire
Warna Rambut : Coklat Muda
Jika melihat orang ini, diharapkan untuk segera diserahkan kepada kerajaan Inggris. Dimohon untuk segera.
Tertanda,
Arthur Kirkland.
"Sebaiknya.. kakak tidak keluar untuk sementara waktu.."
"...Dia menginginkan aku, Matt.. Baik.. aku akan datang padanya.."
.
.
Tsuzuku
.
.
Gaje-kah? Abal-kah?
Horee.. akhirnya publish juga chap 2 ini XD
tepuk tangan untuk saya
#SFX : plok..plok.. -dor-
Sebagai bonus,
saya tambahkan chap 3 ya..
oh ya.. untuk chap 3...
Rate M! Rape-Chapter!
(1) Xie, Xie : Terima Kasih
Mind To Review?
