Yuri On Ice
Mitsuro Kubo
Re-Upload! Akhirnya lega ngerjain setelah galau seleksi bersama o)-(. Btw semisal kalo ada yang ga nyambung tolong komen direview terima kasih uwu
"Liburan... tanpa ide dan tanpa inspirasi— Bagaimana bisa aku melanjutkan ini semua?!" Keluh Yuuri sambil merebahkan dirinya kembali dikasur. Handphone berada ditangan lalu ia membuka SNS hanya untuk mencari hiburan belaka bukan referensi.
Hari ini libur nasional. Dan Yuuri sama sekali tidak ada ide. Kini yang ia lakukan hanya uring-uringan, mendownload film yang belum ia tonton sama sekali, makan, tidur lalu mandi. Hanya itu rutinitasnya saja. Laptop yang ia pegang setiap hari nya sama sekali tidak ia gunakan untuk mengerjakan pekerjaannya. Review untuk buku buatan Nuts terbaru memang sudah selesai namun masih ada buku lain yang menanti dan Yuuri sama sekali tidak bisa menulis. Dia terkena Write Block!
Jalan-jalan tidak dapat menyembuhkan penyakitnya. Yang ia butuh kan adalah TEKANAN. Tekanan entah itu dari masalah yang sedang ia hadapai atau masalah yang orang ia benci buat. Selama itu masalah (yang tidak membuatnya kehilangan uang maupun harta benda) maka ia akan dengan senang hati menerima. Tapi tetap saja ide itu terdengar gila.
"Tidak Tidak Lancelot. Arthur menyuruhku untuk—"
Dan karena libur itu pula. Surat balasan dari Victor berhenti untuk sementara. Jika, surat itu belum berakhir hingga musim dingin tiba maka ia harus menunggu jawabannya hingga satu tahun kemudian— tepat saat ia masuk kesemester baru. Lalu ia harus menulis pengalamannya liburan dan juga saat Malam Natal : 'oh ya aku menghabiskan waktu bersama dengan kerabat dan keluargaku'. Nyatanya Yuuri tidak pernah merayakan Natal dengan siapa pun. sendirian dirumah dengan sekaleng bir dan makanan dari family mart. Lalu tahun berikutanya surat dari Victor sampai ketangannya. Yang pastinya berisi pengalamannya saat liburan dan Natal. Lalu hal itu akan membuat Yuuri deg-degan seperti seorang wanita. Isi surat itu sangatlah krusial karena perlahan bisa membuat dirinya jatuh cinta pada Victor dan ia menyadari adanya kemungkinan itu jika surat ini terus dilanjutkan hingga musim dingin tiba.
"Maafkan aku Gawain karena telah mengkhianati rajamu."
Aku harus menghentikan surat itu.—batinnya. Tapi sama sekali tidak terpikirkan bagaimana cara menghentikannya. Yuuri termenung didepan layar laptop. Pikirannya tidak fokus dengan film yang ia putar.
"Kak Yuuri!"
Suara anak kecil memanggilnya diikuti oleh ketukkan pintu berulang. Tidak salah lagi, itu adalah ulah anak tetangga yang tinggal disebelahnya. Dengan rasa malas Yuuri membukakan pintu untuk gadis belia itu.
"Kak Yuuri!" Panggilnya.
"Apa yang bisa kubantu Lily?" Tanyanya sambil menyungging senyum. Gadis berambut biru itu menarik tangan Yuuri.
"Tolong bantu aku mengerjakan pr"
"Oke-oke"
Gadis itu bernama Lily. Tidak ada yang aneh dengan gadis sepantaranya hanya saja rambut bewarna biru langit senja yang menjadi pusat perhatian orang-orang yang pertama kali melihatnya. Sangat polos hingga Yuuri tidak sanggup melakukan 'hal ini dan hal itu' dengannya. Ia selalu tinggal dirumah sendirian karena kedua orang tuanya pergi bekerja dan kembali saat malam tiba. Kadang kala ia dititipkan kepada Yuuri ketika dia sedang libur— namun hari ini orang tua nya sama sekali tidak memintanya untuk menjaga anaknya.
Yuuri sama sekali tidak keberatan membantunya karena dia begitu 'polos' jika dibiarkan dengan orang lain.
Dan seharian ini ia habiskan dengan bermain bersama Lily. Dan disitu ia mendapat inspirasi untuk mengakhiri suratnya.
XXX
Selama liburan Victor selalu menghabiskan waktunya di rink bersama dengan saudara jauhnya, Yuri. Kali ini mereka sudah selesai latihan dan memutuskan untuk pergi mampir ke kedai kopi sebelum pulang kerumah.
"Aku ingin America Espresso."
"Frappuchino dan juga sandwich Tuna."
Setelah pesanan datang mereka langsung menuju meja kosong. Victor dan Yuri menaruh tas disebelah kaki mereka lalu bersender disofa.
Victor sama sekali tidak menduga kalau Yuri akan mengunjunginya lebih awal padahal ia mendapat kabar dari kakeknya kalau Yuri akan mengunjunginya saat awal musim dingin. Tapi Victor tidak keberatan karena akhirnya ia mempunyai teman dirumah selain anjing kesayangannya Makachin.
"Mumpung masih ada dikota kau ingin kemana Yuri?" Tanya Victor dengan wajah lelah.
"Kemana saja boleh. Aku tidak punya referensi sama sekali." Jawab Yuri. Ia memakan sandwich miliknya lalu meminum Frappuchino dingin saat tenggorokkannya terasa serat.
"Baiklah."
XXX
Begitu sampai rumah, Victor menaruh tasnya sembarang lalu merebahkan diri diatas kasur. Ia menghela nafas panjang— bersyukur bisa merebahkan diri. Entah bagaimana keadaan Yuri sekarang, ia tidak mempedulikannya. Matanya memandang kertas yang berada dihadapannya. Surat dari Q. Suatu kelegaan setelah mendapatkan dan membaca surat dari Q. Beban dihatinya terasa ringan begitu mengetahui isi suratnya.
Dear My Prince
Terima kasih karena telah membagiku sedikit rahasia kecilmu. Aku sangat menghargainya. Anjing milikmu begitu lucu hingga aku ingin sekali bermain dengannya. Dan lagi anjing milikmu mirip dengan anjing kesayanganku yang sudah lama mati. Maaf aku tidak bermaksud menghinamu tapi anjingku kuberinama Victor. Dulu aku terinspirasi dengan seorang karakter bernama Victor Frakensetin jadi aku memberi dia nama itu.
Dan pengeranku. Tentu saja aku memaafkanmu dengan catatan kau tidak mengulangi kesalahanmu lagi. Aku masih menyayangimu karena kau adalah orang yang sangat kuhargai.
Maaf jika suratku pendek. Aku rasa alur surat ini sudah kau kendalikan seutuhnya. Maafkan aku pangeranku. Aku sudah tidak bisa menulis surat panjang lagi karena ada suatu urusan jadi maafkan aku.
Senang bisa berbalas surat dengan mu
Yours
Q
Ps : terima kasih telah membuatku menangis. Anjing milikmu benar-benar mirip dengan punyaku. Aku selipkan foto didalam surat jika kau ingin melihatnya.
Namun foto dalam suurat itu tidaklah utuh seperti yang Victor harapkan. Ia menyobek sebagian foto yang Victor duga sebagai Q. Perempuan itu terlalu berhati-hati sekali hingga ia merahasiakan semuanya.
"Victor ada paket untukmu!" teriak Yuri dari luar. Ia bangun dan menuju ruang keluarga. Diatas meja ada paket terbungkus karton cokelat. Tertempel dibagian sisi atasnya nama penerima. Victor membawa paket miliknya kedalam kamar untuk membukanya namun Yuri menyelanya.
"Victor ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu."
"apa itu?" tanyanya dengan nada malas.
"Tapi sebelumnya maaf sekali karena tidak sopan telah membacanya namun. Surat dari orang bernama Q itu terasa janggal sekali."
"Maksudmu Yuri?"
"...menurutku ya Victor. menurutku, surat itu berasal dari seorang laki-laki dari pada seorang perempuan."
"Eh?"
Yuri memutarkan mata lalu menghela nafas. "Karena kau tidak lebih sebagai lelaki flamboyan jadi pantas lah kau dapat surat dari lelaki—"
Victor melempar bantal kecil kearah Yuri. "Tidak sopan sekali. Aku masih normal."
"Heh kita lihat saja nanti jika kau bertemu dengan gadis itu. Kumenantikannya Victor."
maaf pendek o)-( ch.7 nya ntar pajang :D sabar ya
