Yuri on Ice

Mitsuro Kubo

.

Perlahanku mulai move on dari fandom ini dan mencari fandom lain. Tapi kalo soal merch masih belum bisa muv on dri fandom ini :'(

Maaf atas keterlambatan Update karena saya kebanyakan maen game (maso grinding gbf) sama kurang inspirasi— binggung nulis kata-katanya.


Mungkin sudah terhitung berhari-hari mereka tidak berbicara meskipun saling bertatap muka. Yuuri menunduk menatap kertas kosong yang tidak bisa ia kerjakan dan Victor masihlah canggung dengan atmosfir sekarang ini.

Tidak ada yang bersuara selain suara udara yang keluar dari lubang hidung mereka dan angin dingin yang meniup lembut perkotaan. Victor tidak tahu harus memulai dari mana tapi dirinya harus mengatakan sesuatu kepada Yuuri selain membahas masalah itu.

Mata birunya tiada hentinya memandang kaki yang terbalut perban itu. Rasa bersalah semakin terasa begitu berat dihati. Hal itu semakin membuatnya tidak nyaman bahkan ia merasakan kalau atmosfer disekitar nya semakin tidak begitu mengenakkan. Rasanya ingin sekali dia meninggalkan ruangan ini dan pergi menyendiri dalam kamar untuk menghindari hawa suasana yang tidak mengenakkan namun dirinya tidak bisa karena terbelenggu oleh rasa tanggung jawab. Dan karena hal itu juga, ia mengurungkan niatnya untuk memulai pembicaraan.

Dia tahu kalau semua ini salahnya tapi dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang besar yang ia buat sendiri. Jika ia tenggelam pemikirannya sendiri maka jalan pintas yang lebih mudah adalah bunuh diri.

Meminta saran kepada orang hanya akan menambah rasa berasalah saja. Tidak berguna.

"Bahkan minta maaf saja tidak cukup..." bisiknya pelan dan tanpa sadar terucap. Ia takut Yuuri mendengar perkataan dan berharap-harap ia tidak mendengarnya celetukkannya. Tapi diruangan sepi seperti ini pasti Yuuri mendengarnya.

"Jika kubisa berjalan normal aku pasti sudah melangkah keluar dari sini Victor. Terima kasih karena membuatku menderita seperti ini. aku menghargainya."

"...hei, hentikan itu. kau semakin membuatku merasa bersalah." Protesnya

"Kau sendiri yang memulainya dan kau ingin aku memaafkanmu semudah itu? aku tidak sebodoh itu Victor."

"Tolong... Maafkan aku... Kumohon— Maafkan aku atas semua kesalahanku. Akan kulakukan apa saja untuk menebus dosaku ini!"

Yuuri menghela nafas panjang karena tahu dia akan berbicara mengenai hal itu. "Hentikan Victor. Tidak ada gunanya berbicara seperti itu. Bahkan nyawa yang akan kau korbankan untukku tidaklah berguna sama sekali. Lebih baik kau menjalani kehidupanmu seolah hal ini tidak pernah terjadi."

"Tapi yang kuinginkan hanya—"

"Ya Victor. Kumemaafkanmu. Jadi sekarang jalani hidupmu seperti biasa tanpa perlu memikirkan kesalahan dirimu."


-SELESAI-


maafkan author karena merasa tidak bisa melanjutkan ff ini lagi. sebenernya mau dibuat drama mulu cuma saya nya sibuk framing di granblue (udh dpt bae sih muwehehe)

Maunya dibuat ending mereka balikkan lagi tapi apa daya dari pada menggantung kuakhiri saja disini.

:')