Special untuk chapter ini, words lebih dari 4k! Enjoy it!
Chapter 3
"Clash and New Power"
Disebuah ruang yang besar nan gelap. Ruangan itu memiliki dekorasi-dekorasi kelas tinggi yang sangat menawan, khas ruangan bangsawan zaman dahulu. Terdapat 4 buah kursi megah di tengahnya. Kuris-kursi itu berlapiskan emas bertabur permata. Pasti yang berhak menduduki kursi itu adalah seseorang dengan kedudukan tinggi.
Ruangan itu adalah tempat para Yondai Maou. Sebuah ruangan yang berada di kastil terbesar di Underworld.
4 kursi itu sudah diduduki oleh 4 iblis yang memegang jabatan Yondai Maou.
Di tengah, sudah duduk seseorang berambut merah panjang, memiliki kulit putih dan mata blue green. Orang itu memakai pakaian kebesarannya. Dia tersenyum sambil menopang dagu dengan tangan kanannya. Orang itu bernama Sirzech Gremory atau yang sekarang berubah menjadi Sirzech Lucifer, sang Yondai Maou yang memegang gelar Lucifer, iblis terkuat di Underworld.
Beralih ke samping kanan, seorang wanita cantik berambut hitam panjang dikepang 2 yang perawakannya tidak terlalu tinggi, memakai pakaian formal dengan kemeja panjang berwarna hijau dan rok panjang hitam. Wanita itu bernama Serafall Sistri atau yang sekarang menjadi Serafall Leviathan, sang Yondai Maou yang memegang gelar Leviathan si Ratu Iblis.
Di samping kiri Sirzech, duduk seorang lelaki rupawan berambut hijau panjang dan memakai pakaian kebesarannya. Dia juga memakai jubah berwarna hijau. Lelaki itu bernama Ajuka Astaroth atau yang sekarang menjadi Ajuka Beelzebub, sang Yondai Maou yang menyandang gelar Beelzebub, si Ilmuan Sejati.
Dan yang terakhir, seorang lelaki berbadan kekar yang duduk di samping Serafall. Dia tidak memiliki rambut alias botak. Dia juga memakai jubah yang di atas bahunya terdapat besi-besi runcing. Lelaki itu bernama Falbium Glaysa-Labolas atau yang sekarang bernama Falbium Asmodeus, sang Yondai Maou yang menyandang gelar Asmodeus, si Jenius Strategi.
Para Yondai Maou yang seluruhnya termasuk ke dalam peringkat Ultimate Devil, satu peringkat di atas Super Devil memandang seseorang yang sedang menghadap ke arah mereka.
Orang yang menghadap Yondai Maou adalah Naruto Bael dengan memakai pakaian tempurnya. Pakaian tempur Naruto tidak seperti pakaian prajurit saat berperang, melainkan pakaian biasa. Naruto hanya memakai kemeja panjang berwarna orange polos yang tidak di kancing membuat tubuh bagian atasnya yang berotot terlihat. Memakai celana panjang hitam serta sepatu hitam juga. Dan terakhir Naruto memakai mantel kuningnya yang hanya dibiarkan menempel di bahunya.
"Begitu ya, aku sudah menyangka bahwa mereka cepat atau lambat akan melakukan serangan lagi." Kata Sirzech santai.
"Mereka dari dulu memang merepotkan. Mereka berniat untuk membuat Underworld Civil War jilid 2 ya…," timpal Ajuka sedikit kesal.
"Ha'i. Saya sudah mendapatkan informasi bahwa mereka sedang menyiapkan pasukan untuk menyerbu Underworld saat rating game berlangsung. Kemungkinan mereka akan menyabotase rating game." Jelas Naruto yang sedang berlutut hormat.
"Hm. Aku tak menyangka iblis muda sepertimu bisa mendapatkan informasi besar seperti ini." komen Falbium memuji Naruto.
"Terimakasih atas pujiannya Falbium-sama."
"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita tak boleh membiarkan mereka melancarkan rencananya. Kemungkinan terburuk kerusakan akan terjadi dimana-mana." Tanya Serafall pada rekan sesama Yondai Maou.
"Kalau urusan itu biar saya yang mengurusnya. Saya dan seluruh peerage saya akan memusnahkan Old-Satan Faction sampai tak tersisa." Kata Naruto tegas membuat seluruh Yondai Maou sedikit melebarkan mata mereka. Kaget akan perkataan iblis muda peringkat High Class Devil yang tentunya minim akan pengalaman bertarung selain bertarung dalam ajang turnamen rating game.
"Apa kau yakin Naruto-kun? Ini bukan seperti pertarungan biasa. Kau bisa mati kapan saja. Apalagi bertarung melawan sebuah Fraksi." Kata Sirzech kurang yakin dengan keputusan Naruto yang akan membereskan semuanya.
"Saya sangat yakin, Sirzech-sama."
"Kami tahu kau dan seluruh budakmu adalah iblis kuat. Aku sangat tahu itu setelah melihatmu bertarung di rating game. Tapi sekarang pertarungannya berbeda. Hidup dan matimu tergantung pada dirimu sendiri. Jika kau memutuskan untuk bertarung sendiri maka tidak ada jaminan kau akan selamat." Jelas Ajuka yang menginginkan Naruto berfikir kembali tentang keputusannya tadi.
"Saya sangat tahu itu, Ajuka-sama. Saya juga sudah siap menanggung resiko keputusan saya ini. jadi mohon berikan saya kesempatan untuk dapat berguna bagi kaum saya."
Naruto sepertinya sudah bulat akan keputusannya, membuat seluruh Maou menghela nafas dan tersenyum tipis.
"Tapi, bagaimana dengan pertarunganmu melawan Rias di rating game? Apalagi pertarungan itu akan dimulai besok." Kata Falbium.
"Tenang saja Falbium-sama. Saya akan mengikuti pertarungannya sesuai jadwal. Terlebih lagi Old-Satan Faction masih belum memulai pergerakannya. Kemungkinan mereka akan memulai rencana saat pertengahan rating game berlangsung."
"Hm. Bisa jadi seperti itu. Kita juga harus meningkatkan keamanan." Usul Falbium. Semua mengangguk setuju.
"Dan aku sarankan jangan sampai orang luar ada yang tahu tentang penyerangan ini. Aku tak ingin seluruh penduduk Underworld gempar dan ketakutan. Untuk saat ini aku hanya ingin mereka bersenang-senang dengan diselenggarakannya rating game tahunan bagi iblis muda." Kali ini, Serafall yang mengusulkan. Lagi-lagi mereka semua mengangguk setuju. Biarlah ini menjadi urusan Yondai Maou dan Naruto.
"Kalau begitu saya pamit undur diri." Kata Naruto yang merasa urusannya sudah selesai. Terlebih keputusan sudah dibuat.
Naruto yang hendak keluar ruangan dicegah oleh Ajuka. Katanya dia ingin memberikan Naruto sesuatu untuk dapat membantunya dalam menghancurkan Fraksi Iblis Lama.
"Ada apa Ajuka-sama? Apa yang akan anda berikan pada saya?" Naruto bertanya dengan sopan.
Ajuka merentangkan tangan kanannya ke hadapan Naruto. Sedetik kemudian tercipta lingkaran sihir warna hijau berukuran sedang. Lingkaran sihir itu mengeluarkan sesuatu yang mirip seperti catur.
"Ini…,"
"Ya. Itu adalah Evil Piece Extra berisi 8 pion. Sejauh ini belum ada yang pernah menggunakannya. Aku juga tidak yakin apakah itu dapat digunakan. Sebenarnya itu masih dalam tahap pengerjaan." Jelas Ajuka.
Naruto menerima itu. "Terimakasih Ajuka-sama. Berkat bantuan anda mungkin tugas ini akan jadi lebih mudah. Saya akan menggunakan evil piece extra ini dengan sebaik-baiknya." Naruto menundukkan kepala, berterimakasih. "Kalau begitu saya pamit undur diri." Lanjutnya lalu berjalan ke luar ruangan. Membuka pintu besar itu dan menutupnya kembali.
"Aku harap Naruto-kun dapat menjalankan tugasnya dengan lancar." Gumam Serafall khawatir menatap pintu yang tertutup.
"Tak ada yang harus dikhawatirkan. Naruto-kun itu kuat. Apalagi dengan tim berisikan seluruh pemakan buah iblis." Kata Falbium mencoba menenangkan rekannya.
"Tapi, Naruto-kun hanya memiliki 5 peerage saja. Itu tidak sebanding dengan ratusan bahkan ribuan pasukan musuh. Apalagi bos mereka adalah para pemilik darah murni Yondai Maou."
"Sudahlah Serafall. Kan Naruto-kun sudah aku berikan evil piece extra, jadi akan menambah daya tempurnya. Aku yakin Naruto-kun dapat mencari budak-budak yang kuat dan berguna." Kali ini Ajuka yang mencoba menenangkan rekan wanitanya.
"Tapi-"
"Percayakan semuanya pada Naruto-kun. Dia bukan saja kuat, melainkan cerdas. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan seseorang. Jika kau ingin menjamin keselamatan Naruto-kun, setidaknya berbuat sesuatu yang berguna untuknya." Saran Sirzech.
Serafall terdiam. Benar apa yang dikatakan Sirzech. Percuma mengkhawatirkan seseorang tanpa melakukan sesuatu yang berguna. Serafall terdiam sambil memikirkan apa yang harus ia lakukan. Tak lama kemudian diapun tersenyum tipis.
'Mungkin aku akan memberikan Naruto-kun beberapa botol.'
Di koridor yang luas dan panjang itu, terlihat Naruto yang sedang berjalan dengan tenang. Di samping kiri dan kanannya sudah berjajar pelayan yang kebanyakan wanita dan prajurit sedang menunduk hormat kepadanya. Wajar saja jika banyak pelayan dan prajurit karena koridor itu mengarah langsung ke ruangan terpenting. Ruangan Yondao Maou.
Naruto berjalan sampai menemui pertigaan. Dia lalu belok kanan. Berbeda dengan tadi. Koridor itu sangat sepi sehingga yang dapat telinga Naruto dengar hanyalah suara langkah kakinya. Naruto berhenti dan membuat lingkaran sihir teleport di bawah kakinya. Tubuh Naruto mulai bercahaya. Kedua kakinya mulai hilang ditelan lingkaran sihir teleport. Sebelum tubuhnya benar-benar hilang, Naruto menyeringai lebar, sangat lebar.
'Semua berjalan sesuai rencana.'
Di markas tim Naruto berupa sebuah rumah berlantai 2 dan memiliki ruang bawah tanah berlantai 2 juga. Sudah berkumpul 4 orang. 3 diantaranya adalah wanita dan 1 lagi seorang pria. Mereka adalah Walburga, Valerie, Raynare, dan Yukiatsu yang berada di lantai dasar ruang bawah tanah. Ruangan ini terlihat mirip seperti ruang laboratorium dengan beberapa tabung besar menghiasi tiap sudut ruangan. Luas ruangan ini 2 kali lebih besar dari luas rumah.
"Hmm, selama aku bekerja sama dengan kalian baru pertama kali aku masuk ke ruangan ini," kata Yukiatsu sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. "Sebenarnya ruangan apa ini?"
"Ini adalah ruang tempat eksperimen yang dibuat oleh Naruto-sama beberapa tahun lalu." Jawab Raynare.
"Eksperimen? Seperti apa?"
"Kau juga akan tahu nanti. Lagi pula sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari budak Naruto-sama. benar 'kan?" tanya balik Valerie.
"Ya itu memang benar. Lagi pula ini adalah perjanjian kami. Aku mendapatkan kekuatan, sebagai gantinya aku akan menjadi budak Naruto-sama seumur hidup." Jawab Yukiatsu sambil mengeluarkan aura kegelapan di tangannya.
"Ah iya, aku baru ingat besok kita akan bertarung melawan tim Rias-ojousama. Apa Naruto-sama sudah memikirkan strateginya?" Raynare bertanya pada Walburga dan Valerie. Namun yang didapat hanya gelengan kepala.
"Tenang saja. Kita akan lakukan sama seperti sebelum-sebelumnya. Ah iya. Ini kan rating game pertamamu. Mungkin kau sedikit gugup. Tapi percayalah semuanya akan berjalan lancar dan cepat. Karena kita adalah tim spesialis 'teknik kekuatan'." Kata Walburga.
"Teknik kekuatan? Aku tak mengerti."
"Maksud Walburga-san itu, kita bergerak dan mendekati musuh dengan teknik lalu menghabisi musuh dengan kekuatan." Jelas Valerie.
"Hmm… aku belum mengerti tapi ya sudahlah."
"Ngomong-ngomong, apakah aku akan jadi budak evil piece juga? Yang kutahu evil piece Naruto-sama sudah terpakai semuanya." Tanya Yukiatsu sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Kau tak akan menjadi budak evil piece, tapi budak evil piece extra." Jawab Walburga datar membuat Yukiatsu bingung.
Keheningan tercipta. Tidak ada yang bersuara lagi. Hanya suara mesin-mesin yang terdengar. Di ruangan itu mereka sedang menunggu beberapa orang selesai menjalankan tugasnya. Lebih tepatnya, mereka sedang menunggu Naruto, Kamakuri, dan Dohnaseek.
Naruto memberi tugas kepada Kamakuri dan Dohnaseek untuk memburu iblis liar kelas A yang berada di kota tetangga, Tokyo. Hanya 2 saja, tidak lebih dan jangan dibunuh.
"Mereka sangat lama. Memburu 2 iblis liar saja sudah lama begini," gerutu Raynare yang mulai terlihat bosan dan kesal.
"Mungkin mereka sedang bersenang-senang. Apalagi Kamakuri, kau tahu 'kan sifatnya bagaimana?" kata Walburga.
"Ya. Aku sangat tahu."
Keheningan tercipta lagi. 5 menit kemudian muncul lingkaran sihir tiba-tiba dan memunculkan 2 sosok laki-laki berbadan kekar. Mereka adalah Kamakuri dan Dohnaseek yang masing-masing memopong tubuh telanjang iblis liar.
"Akhirnya kalian datang juga. Sekarang kita tinggal menunggu Naruto-sama."
Malam hari di jalanan kota Kuoh. Terlihat Naruto yang berjalan santai sambil menggenggam kantung keresek yang berisikan beberapa apel di dalamnya. Entah kenapa Naruto tak langsung pulang ke rumah melainkan membeli beberapa apel. Padahal banyak buah-buahan di rumahnya.
"Hmm… perasaanku tercampur aduk. Seperti sebentar lagi akan ada sesuatu yang buruk datang kepadaku, namun disaat bersamaan sesuatu yang menguntungkan datang juga padaku, aneh." Gumam Naruto.
Tak mempedulikan perasaannya, Naruto melanjutkan jalan santainya. Tujuannya sekarang adalah rumahnya.
Lama berjalan, Naruto menyadari suatu hal. Semakin lama dia melangkah, semakin jarang pula orang yang terlihat berlalu lalang. Langkah Naruto terhenti, dia melihat ke sekitar. Tidak ada siapa pun. Dan sekarang Naruto berada di taman utara kota Kuoh. Seharusnya taman ini ramai meskipun hari sudah malam.
"Mencurigakan," gumam Naruto sambil menyipitkan mata. Berkonsentrasi pada salah satu kekuatan Hakinya, Kenbunshoku no Haki.
Deg!
Naruto merasakan ada sesuatu yang besar mengarah cepat padanya. Naruto juga melihat langit di sekitarnya berubah menjadi warna ungu tidak karuan.
"Kekkai kah? Dilihat dari warnanya kekkai ini berasal dari Da-Tenshin."
"Aku tak menyangka, ada iblis yang masih berkeliaran di sini."
Suara berat menggema di telinga Naruto, berasal dari arah belakangnya. Benar saja, Naruto melihat Da-Tenshin atau yang dikenal sebagai Malaikat Jatuh terbang di hadapannya dengan 4 pasang sayap hitam legam seperti sayap gagak.
"Kau?! Kenapa kau bisa ada di sini? Bukannya kau sudah disegel oleh Azazel di Neraka terdalam?" tanya Naruto tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Hahaha… mudah saja keluar dari tempat itu." Jawabnya sambil tertawa.
Malaikat jatuh yang Naruto lihat adalah salah satu dari pemimpin Grigori, seseorang yang berpangkat Jenderal. Memiliki mata merah darah, rambut hitam panjang, telinga runcing, gigi-gigi runcing, dan tubuh tinggi yang menakutkan. Dia adalah…,
"Tidak kusangka kau akan kembali lagi ke kota ini, seorang malaikat jatuh dengan julukan Bintang Timur, Kokabiel!" kata Naruto mengucapkan nama calon lawan di depannya.
Kokabiel menyeringai, "Masih ada urusan yang harus kuselesaikan di kota ini." Balasnya.
Naruto sedikit tersentak, "Jangan-jangan, kau mencari Rias Gremory dan Sona Sistri untuk memulai Great War lagi ya? Seperti yang sebelumnya kau lakukan."
"Benar, itu benar! Aku akan menjalankan rencanaku lagi! Tapi sepertinya mereka tidak ada di sini. Hawa keberadaannya pun tak terasa,"
"Lalu, kau akan melakukan apa?" Tanya Naruto.
Kokabiel terdiam, lalu menyeringai tipis. "Aku akan mulai darimu!" katanya lalu menciptakan lingkaran sihir cukup besar berwarna hijau. Dari lingkaran sihir itu keluar beberapa tombak cahaya seukuran tubuh manusia yang melesat cepat ke arah Naruto.
Syut syut syut!
Room
Naruto membuat ruangan operasinya yang berbentuk kubah berwarna biru transparan. Jika Naruto berada di dalam kubah itu, dia bisa melakukan sesuatu sesukanya.
Shambles
Sring!
Duar!
Naruto berhasil menghindari serangan Kokabiel tepat waktu. Dia kini berada di samping kanan lawannya. Naruto melakukan teknik perpindahan, salah satu teknik yang dihasilkan buah iblisnya.
"Lumayan untuk ukuran iblis sepertimu," puji Kokabiel yang menatap Naruto dengan seringai.
"Kalau tak salah, kau telah dikalahkan oleh Hakuryuukou dengan mudah ya… menyedihkan!" ejek Naruto yang membuat Kokabiel menggeram.
"Bocah sepertimu, beraninya berbicara seperti itu kepadaku. Apa kau ingin mati? Sadarilah posisimu di mana! Kau tidak ada apa-apanya dibandingkan diriku!"
"Benarkah? Justru kau yang tidak sebanding denganku,"
"Apa kau bilang?!" sepertinya Naruto berhasil membuat Kokabiel terpancing emosi.
"Aku akan bermain sebentar denganmu." Kata Naruto.
Soru
Tiba-tiba Naruto menghilang dari pandangan. Sedetik kemudian dia muncul di samping Kokabiel lalu mengarahkan tendangan keras ke wajah lawannya.
Bukh!
Tubuh Kokabiel terhempas cukup jauh. Terlihat beberapa pohon di taman itu roboh setelah tertabrak tubuh Kokabiel. Kaki Naruto yang digunakan untuk menendang terlihat berwarna hitam keungu-unguan.
"Lumayan bocah!" teriak Kokabiel yang kembali terbang ke atas sambil menyeringai. 'Sial! tendangannya sangat keras. Seperti di hantam oleh besi sangat besar. Sebenarnya apa kemampuan bocah ini?' berbeda dengan yang di luar, di dalam Kokabiel meringis kesakitan. Namun dia sembunyikan itu dengan seringainya.
Kokabiel sedikit kaget dengan perubahan warna kaki Naruto. "Aku tak pernah melihat itu sebelumnya,"
"Ini dinamakan Haki, dulu saat aku berlatih bersama Sairaorg-oniisama aku menyadari bahwa di dalam tubuhku tertanam kekuatan tersembunyi. Berbeda dengan kakakku yang memiliki Touki atau energi sejenis Senjutsu terhebat dalam kaum iblis." Jelas Naruto.
"Hoo, kau baik juga memberikan informasi kepada lawanmu. Oh tidak, kau bukan baik, melainkan bodoh. Hahahaha!" Kokabiel tertawa lepas. Naruto yang melihat itu tak memperdulikannya.
Kokabiel kembali menciptakan lingkaran sihir. Kini sebuah cahaya berbentuk ribuan jarum melesat menghujani Naruto.
Tangan Naruto terulur ke depan, menciptakan lingkaran sihir pertahanan berwarna hitam. Naruto menciptakan 2 lapis pertahanan. Ribuan jarum cahaya yang dilesatkan Kokabiel dapat Naruto tahan dengan mudah. Dia berhasil selamat untuk kedua kalinya.
Setelah ribuan jarum cahaya selesai, Naruto tak melihat Kokabiel di depan. Detik berikutnya ia merasakan energi besar di belakangnya.
"Matilah!" kata Kokabiel sambil menyayatkan pedang cahayanya, berusaha menebas Naruto menjadi 2 bagian.
Soru
Naruto hilang dan muncul di depan tidak jauh dari tempat Kokabiel. Serangan ketiganya gagal, Naruto sangat lincah dalam hal menghindari serangan membuat Kokabiel kesal. Serangan yang selama ini ia lancarkan jadi sia-sia.
"Ah aku baru ingat. Aku harus menemui mereka. Aku tidak boleh membuat mereka menunggu terlalu lama. Jadi, cukup sampai di sini main-mainnya."
Tangan Naruto terulur ke depan. Tiba-tiba sebuah pedang panjang muncul di hadapannya. Naruto mengambil pedang itu lalu menepuk-nepukannya di bahu kanannya. Sebuah katana dengan panjang 140 cm. Katana dengan gagang warna merah dan di ujungnya terdapat lambang clan Bael.
"Begitu ya… pedang lawan pedang. Sangat menarik! Kita buktikan siapa yang terkuat. Apakah pedang cahayaku atau pedang biasamu." Kokabiel terlihat tertarik dengan pertarungan pedang. Ia menciptakan 1 lagi pedang cahaya. Kokabiel sekarang menggenggam 2 buah pedang cahaya.
"Matilah!" teriaknya sambil melesat cepat dengan 4 pasang sayap hitam legamnya itu.
"Saat aku menggenggam pedang… sudah diputuskan… kau… akan kalah." Gumam Naruto yang melesat menuju lawannya.
Syat!
Kejadian begitu cepat sampai Kokabiel pun tak mampu mencerna apa yang sedang terjadi saat ini. Matanya terbelalak kaget setelah melihat bagian atas dan bawah tubuhnya terbelah menjadi 2. Dia tak sempat melayangkan pedangnya. Tubuh Kokabiel ambruk, namun kesadarannya masih seperti biasa. Ia juga tak merasakan sakit apapun.
'Ini aneh. Kenapa aku tak merasakan sakit? Kenapa aku masih sadar?' Batinnya bingung.
Kokabiel lalu melihat Naruto yang berada di belakang. Kedua matanya membulat sempurna setelah melihat sayap lawannya.
'2 pasang sayap iblis? Siapa dia sebenarnya?'
Tak peduli siapa lawannya, Kokabiel menyerang Naruto lagi setelah sadar ia masih bisa bergerak bebas. 2 pedang cahayanya siap menyayat-nyayat Naruto.
"Untuk ukuran malaikat jatuh sepertimu, kau cukup gigih dalam bertarung," kata Naruto datar lalu menyayat-nyayatkan pedangnya ke udara bebas.
Sayatan itu berdampak pada tubuh Kokabiel. Tubuh itu kini terbelah-belah menjadi beberapa bagian. Kokabiel menatap tak percaya lawannya. Sekarang ia tak bisa menggerakkan tubuhnya lagi. Kepala, tangan, dan kakinya telah putus.
"Sialan! Sebenarnya kemampuan apa yang kau miliki hah?" geram Kokabiel marah. Ia seperti sedang dipecundangi oleh bocah di hadapannya.
"Tenang saja. Kau tidak akan mati. Ini bukan sayatan biasa. Bahkan jika aku memotong-motong tubuhmu sampai bagian terkecil, kau tetap tidak akan mati." Jawab Naruto. "Dan kau juga orang pertama yang melihat 2 pasang sayap iblisku. Selamat. Jarang-jarang 'kan melihat iblis yang memiliki sayap lebih dari 1 pasang."
"Cih!" hanya umpatan kecil dari Kokabiel.
Naruto menggerakkan jari telunjuknya. Potongan tubuh dan kepala Kokabiel seketika melayang di hadapan Naruto kecuali bagian tubuh atasnya. Terlihat di hadapan Naruto kini berjejer potongan tangan, kaki, dan kepala yang melayang.
Naruto mendekati tubuh bagian atas Kokabiel yang tergeletak di tanah.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Kokabiel.
"Mengingat kau akan segera mati, aku akan memberi tahumu apa yang akan aku lakukan,"
Langkah Naruto terhenti. Tangan kanannya memegang dada sebelah kiri Kokabiel. Semua tahu apa yang ada di dalam dada bagian kiri. Jantung.
Mes
Cleb!
Kokabiel terbelalak kaget untuk yang kesekian kalinya. Ia tak menyangka jantungnya akan dikeluarkan dengan mudah. Tanpa ada kesakitan yang diderita dan pastinya tidak mati. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya.
"Aku akan mengambil inti kekuatanmu dan mencoba memasukannya ke dalam tubuhku. Singkatnya, aku akan mencuri kekuatanmu." Kata Naruto sambil menyeringai lebar.
Naruto mengambil 1 buah apel yang berserakan tidak jauh dari tempatnya menggunakan kekuatannya. Sebelumnya kantung yang berisi apel itu Naruto lemparkan ke sembarang arah setelah Kokabiel melayangkan serangan pertamanya.
"Semua makhluk yang memiliki kekuatan pasti memiliki inti kekuatan. Dan inti itu terletak di jantung. Aku akan melakukan operasi pelepasan inti kekuatan. Setelah inti kekuatanmu terlepas disaat itu juga kau akan mati."
"Apa! Oy jangan bercanda! bera-" perkataan Kokabiel terhenti saat Naruto mengayuhkan pedangnya. Membuat kepala Kokabiel terbelah 2 dan ia tak bisa lagi berbicara.
"Kau berisik! Lihat dan nantikan kematianmu saja!"
Naruto memulai operasinya. Tangan kanannya mengeluarkan listrik-listrik berwarna hijau. Proses pelepasan inti kekuatan cukup lama. Sekitar 10 menit. Operasi yang Naruto jalankan ini hampir sama seperti operasi pelepasan sacred gear dari dalam tubuh yang dilakukan malaikat jatuh.
Kokabiel hanya melihat Naruto dengan pandangan ketakutan.
10 menit berlalu, terlihat Naruto yang memegang sesuatu yang bersinar. Itu adalah inti kekuatan Kokabiel. Disaat yang sama pula Kokabiel telah mati. Menutup kisah eksistensinya sebagai Jenderal Malaikat Jatuh.
"Sekarang, tinggal memasukan inti kekuatan ini ke dalam buah." Gumam Naruto lalu melakukan 1 kali operasi lagi.
Tidak lama waktu yang dibutuhkan. Apel yang tadinya berwarna merah segar kini berubah warna menjadi kuning pucat dengan garis-garis lurus mengitarinya. Naruto memakan buah itu. Ugh, rasanya seperti saat ia pertama kali memakan buah iblis. Pahit dan tidak enak.
Tidak lama kemudian tubuhnya mulai merasakan panas. Sangat panas. Naruto meronta-ronta kesakitan.
"Sial! Beginilah jadinya tubuh iblis yang dimasuki unsur cahaya. Aku harus cepat mengoperasi tubuhku!" gumamnya sambil meringis.
Lagi. Naruto melakukan operasi untuk yang ketiga kalinya. Cukup menguras tenaga. Naruto mengoperasi aliran energi tubunya dan beberapa organ tempat mengalirnya kekuatan agar tubuhnya dapat menerima unsur cahaya.
15 menit berlalu. Tubuh Naruto sudah tak merasakan panas.
"Nfufufu, akhirnya aku mendapatkan kekuatan baru. Ini hal bagus untuk menggapai impianku dan menjadi lebih kuat." Gumam Naruto tertawa. Ia sekarang sangat puas.
Naruto bangkit berdiri. Melihat tubuh Kokabiel yang belum berubah menjadi kumpulan bulu-bulu hitam.
"Seharusnya malaikat jatuh yang mati berubah menjadi kumpulan bulu hitam. Tapi dia tidak. Mungkin aku harus memusnahkan tubuhnya, sekalian mencoba kekuatan baruku." Kata Naruto menyeringai.
Naruto mengarahkan jari telunjuknya ke depan. Cahaya muncul di ujung jari telunjuknya.
Cyuuuut!
Sebuah laser cahaya melesat cepat menuju potongan tubuh Kokabiel. Ledakan besar terjadi saat laser itu mengenai kepala Kokabiel membuat seluruh tubuhnya lenyap tak tersisa.
"Sungguh kekuatan yang luar biasa. Tapi jariku serasa panas. Aku harus mengoperasi beberapa bagian tubuhku lagi." Gumamnya.
"Mou~ Naruto-sama kenapa lama? Apa saja yang dilakukan Naruto-sama selama ini? Aku sudah lelah menunggu!" gerutu Raynare.
"Diamlah gadis tak sabaran. Kau tak lihat aku sedang istirahat?" Kesal Kamakuri yang sedang bersantai di sofa empuk samping kanan. Di depannya terlihat 2 tubuh iblis liar. 1 perempuan dan 1 lagi laki-laki. Mereka belum mati. Hanya pingsan.
"Tapi aku sudah kehabisan kesabaran! Aku sangat bosan menunggu!" suara Raynare semakin kencang.
"Kau seperti anak kecil saja," komen Walburga datar sambil memainkan payungnya.
"Apa kau bilang? Woy aku sudah hidup lebih dari 50 tahun!" teriak Raynare tak terima di ejek seperti anak kecil.
"Woah berarti Raynare-san sudah tua." Kali ini, Valerie yang berkomentar.
"Heh! Valerie-chan! Kau juga sama seperti Walburga me-"
"Hentikan pertengkaran tak penting kalian!"
Suara yang sudah tak asing lagi terdengar, menghentikan ucapan Raynare. Itu adalah Naruto yang sudah kembali ke rumahnya. Naruto pulang sedikit lebih lama karena harus mengurusi kawasan yang dijadikan pertempurannya tadi. Naruto harus mengembalikan kawasan itu ke keadaan seperti sebelumnya agar tidak ada yang curiga.
"Naruto-sama akhirnya anda datang juga. Bagaimana dengan rencananya?" Tanya antusias Raynare.
"Berjalan dengan sempurna. Aku sudah mendapatkan evil piece extra berupa 8 pion." Jawab Naruto dengan seringai tipis.
"Tapi aku ragu dapat mereingkarnasikan 2 orang dengan hanya menggunakan 8 bidak pion saja. Naruto-sama tahu'kan 2 orang yang akan direingkarnasikan memiliki kekuatan besar." Kata Walburga mengungkapkan pemikirannya.
"Ya aku tahu itu. Tenang saja. Aku sudah merubah sedikit struktur evil piece extra ini dengan kekuatanku."
Naruto berjalan mendetaki Yukiatsu. "Kau sudah tahu'kan alasanku memintamu datang ke sini. Yaitu untuk menjadikanmu budak iblisku,"
"Ya. Saya tahu dan saya bersedia. Apapun akan saya lakukan untuk balas dendam kepada mereka!" Kata Yukiatsu mantap membuat Naruto menyeringai lebar.
"Kalau begitu ayo kita mulai ritualnya."
Yukiatus mengangguk. Ritual dimulai. 4 pion evil piece extra Naruto pakai. Ritual berjalan lancar. Kini Yukiatsu sudah menjadi bagian dari budak iblis Naruto terbukti dari sepasang sayap yang keluar di punggungnya.
Selesai dengan urusan pertama, Naruto mendekati 2 iblis liar yang Kamakuri dan Dohnaseek tangkap. Mereka terlihat sudah sadarkan diri setelah Kamakuri melakukan sesuatu pada mereka.
"Sekarang… apa yang harus aku lakukan pada kalian?"
"Cih! Bunuh saja kami!" teriak mereka berdua kompak, memandang benci pada orang yang berdiri angkuh di depan.
"Ngahahaha! Tenang saja. Sebentar lagi kalian akan mati. Tapi sebelum itu, izinkan aku untuk mengambil kekuatan kalian. Nfufufu…."
Naruto mulai melakukan operasi pelepasan inti kekuatan dan memasukannya ke buah apel yang tadi ia beli. Ini merupakan salah satu pekerjaannya sebagai Broker dunia gelap. Naruto adalah pusat seluruh pasar gelap di dunia.
Operasi berjalan lancar. 2 tubuh iblis liar itu terkapar tak bernyawa. Tidak berubah menjadi butiran debu hitam seperti biasanya. Inilah efek samping dari operasi yang dilakukan Naruto.
Naruto melenyapkan tubuh iblis liar berkelamin wanita itu. Naruto merasa sudah tak memerlukannya lagi. Berbeda dengan tubuh iblis liar berkelamin laki-laki.
"Valerie, sekarang giliranmu."
"Dengan senang hati akan saya lakukan. Naruto-sama." kata Valerie lalu mendekati tubuh tak bernyawa itu dan memulai ritual pembangkitan jiwa yang sudah mati menggunakan kekuatan sacred gear-nya.
Ada alasan kenapa Valerie memerlukan tubuh sebagai tumbal untuk kebangkitan jiwa yang sudah mati. Sederhana saja, Valerie masih belum bisa memasteri kekuatan sacred gear yang dimilikinya.
Mungkin jika sudah memasterinya Valerie tak perlu menggunakan tumbal tubuh lagi.
Ritual berjalan lancar. Terlihat tubuh tak bernyawa itu mulai menggeliat. Wajah serta postur tubuhnya merubah menyesuaikan bentuk tubuh orang yang akan dibangkitkan. Lama kelamaan mulai nampaklah tubuh sempurnanya. Tubuh itu berdiri tegap, namun matanya masih tertutup. Surai hitam panjangnya bergoyang sedikit.
"Nfufufuf… selamat datang kembali di dunia ini. Pendiri sekaligus Uchiha pertama di Underworld… Madara Uchiha!"
Tubuh yang dipanggil Madara Uchiha itu membuka mata. Memperlihatkan mata menakutkan berwarna merah darah!
Hari ini adalah hari pertama rating game babak penyisihan grup dimulai. Tidak seperti sebelumnya, rating game kali ini membentuk 4 grup yang di dalamnya terdapat 4 tim. Cara kerjanya juga sama seperti pertandingan olahraga sepak bola di dunia manusia. 2 tim teratas akan lolos ke babak selanjutnya yaitu babak 8 besar. Penilaiannya juga dibuat sama. Yaitu tim yang menang akan mendapatkan 3 poin, seri atau remis akan mendapatkan 1 poin, dan kalah tidak akan mendapatkan poin.
Tim Naruto tergabung dalam grup B bersama tim Rias Gremory, tim Raiser Phoenix, dan tim Diodora Astaroth.
Tim Naruto dan tim Rias mendapatkan kesempatan untuk menjadi tim yang bertarung di pembukaan rating game. Banyak yang menghadiri pertandingan ini. Kebanyakan yang melihat adalah para iblis kalangan pebisnis. Tidak hanya melihat, mereka juga membuat taruhan dengan iblis yang lain.
Kini, di ruang tunggu. Terlihat tim Naruto dan tim Rias saling menghadap. Menunggu untuk di transfer ke arena pertandingan.
"Yo. Lama tak bertemu, Naruto." Sapa Rias.
"Hn."
"Kau selalu dingin seperti biasanya ya,"
"Entahlah."
Rias menghela nafas. Mencairkan suasana dengan sepupunya memang sulit. Sifat Naurto yang terlalu dingin membuat Rias canggung untuk mengobrol barang sedikit pun.
"Sepertinya kalian sudah berkumpul semuanya," kata seorang wanita berpakaian ala pelayan. Ia memiliki rambut putih panjang.
"Grayfia-oneesama," kata Rias mengucapkan nama seseorang yang baru masuk tadi.
"Jika semuanya sudah siap aku akan langsung mentransfer kalian."
Kedua kubu mengangguk. Tanda sudah siap untuk bertanding.
Lingkaran sihir berwarna putih tercipta di bawah. Mereka lalu menghilang ditelan lingkaran sihir itu.
Arena yang menjadi tempat pertarungan tim Naruto dan tim Rias adalah dimensi buatan berbentuk hutan lebat yang dikelilingi oleh pegunungan. Total luasnya mencapai 50 km.
Masing-masing tim ditransfer ke sebuah gubuk tua di masing-masing sudut dimensi buatan ini. gubuk itu akan menjadi markas utama mereka sekaligus tempat berpromosi bagi para bidak pion.
"Semua hadirin dan peserta, mohon perhatiannya. Saya Grayfia Lucifuge sang Ratu dari kelompok Lucifer berkesempatan untuk mejadi wasit pada pertandingan pembuka rating game kali ini."
Suara mengintrupsi seluruh perhatian peserta dan penonton.
"Kedua tim sudah dipindahkan ke markas mereka masing-masing. Aturan pertandingan sama seperti permainan catur. Batas pertandingan ini hanya 3 jam. Tim yang berhak menang adalah tim yang telah meng-checkmate lawan musuh. Tidak ada batasan kekuatan yang digunakan. Kalian boleh menggunakan kekuatan penuh. Namun ingat! Tidak ada yang berhak membunuh siapapun dalam pertandingan ini. Jika sampai terjadi maka tim pembunuh akan digugurkan dan dikenai sanksi berupa tidak boleh ikut rating game selama 5 periode."
"Kalian akan diberikan waktu untuk menyusun strategi selama 30 menit. Dimulai dari sekarang. Selamat bertanding."
Setelah Grayfia menyelesaikan ucapannya disaat itu pula pertandingan resmi dimulai. Kedua belah pihak mulai menyusun strategi matang untuk menjatuhkan lawan masing-masing.
30 menit berlalu. Kini saatnya mulai pertandingan yang sesunggungnya. Para penonton bersorak ria setelah mereka melihat dari layar hologram sebuah laser merah yang dilesatkan salah satu budak Rias menuju markas tim Naruto.
Laser itu berukuran besar dan melesat cepat sampai menghancur leburkan markas tim Naruto. Tidak ada yang berusaha untuk menghalanginya.
Dengan begini, pertandingan benar-benar dimulai!
To Be Continued
AN: Yo! Apakah ini bisa disebut update kilat? Ini belum 1 minggu loh.
Yang menantikan adegan pertarungan Naruto dan Rias chapter depan. Semakin banyak review masuk semakin cepat pula diupdate.
Semoga kalian puas dengan chapter ini dan jumlah katanya. Review yang banyak ya supaya chapter berikutnya diupdate cepat dan tentu saja dengan jumlah words yang akan lebih banyak dari chapter ini. Itu juga kalau review memenuhi target.
Terimakasih.
© Indra Kusuma
