Tittle : It hurts
Cast : Sehun, Baekhyun, Luhan, Chanyeol, Kai, Kyungsoo
Rate : T
Pair : Hunbaek, Hunhan, Chanbaek, Kaisoo
Warning : Genderswitch, School Life, Typo dimana-mana, Newbie
.
.
'Tek'
"Ini untukmu"
"Ditolak lagi ?
"Aniyo, aku memang membawakan ini untukmu" jawab Baekhyun berbohong.
"Ck, mencoba berbohong lagi. Apa kau lupa Baek, semua makanan yang ditolak Sehun itu selalu kau berikan padaku bahkan aku ini sudah seperti tempat sampahmu hampir 5 tahun lebih. Jadi kau tidak bisa berbohong padaku. Baek mungkin aku sudah mengatakan ini berkali-kali, lupakan saja Sehun, masih banyak namja yang lebih baik darinya. Kau ini cantik, aku yakin jika kau berhenti menyukai Sehun, pasti ada namja yang mau mendekatimu" nasehat Kyungsoo sahabat Baekhyun. Ya Baekhyun dan Kyungsoo memang sudah bersahabat sejak SD. Tak heran kyungsoo mengenal jauh Baekhyun. Bagi Baekhyun, Kyungsoo adalah sahabat terbaiknya. Mereka selalu menceritakan semua masalah yang mereka punya, lebih tepatnya Baekhyun lah yang sering bercerita. Sedangkan Kyungsoo, dia tidak pernah menyukai seorang namja, baginya lebih baik memikirkan prestasi dibandingkan cinta. Itulah sebabnya ia selalu mendapat peringkat satu di kelasnya.
"Jadi kau tidak mau ? Baiklah, kembalikan makananya" kata Baekhyun mencoba mengambil kembali bekalnya.
"Ya, ya, ya, aku kan hanya memberi nasehat. Begitu saja kau marah."
Baekhyun pun tidak jadi mengambil bekalnya, lalu ia merebahkan kepalanya diatas meja.
"Hei, ada apa denganmu ? Apa kau benar-benar marah ?"
Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Lalu kau kenapa ?" ucap kyungsoo menunggu Baekhyun bercerita.
"Heuuuuh,..." Baekhyun menghela nafasnya.
"Kyung kau tahu, tadi aku melihat Sehun memeluk seorang gadis. Sebenarnya bukan Sehun dulu yang memeluknya, tapi gadis itu. Yang membuatku sedih Sehun membalas pelukanya dengan tersenyum, kau tau kan Sehun tidak pernah memberikan senyumnya padaku, melihatnya tersenyum pada gadis lain membuat hatiku sakit. Apa gadis itu kekasihnya ? Atau jangan-jangan Sehun sudah memiliki kekasih dari dulu, sehingga dia selalu menolakku" cerita Baekhyun.
"Jadi itu penyebabnya. Baek, kau tau kau selalu manyimpulkan semuanya sendiri, dan kesimpulanmu itu selalu salah. Bisa saja kan, itu teman lama Sehun."
"Nde kau benar, tapi..."
"Sudahlah tidak usah kau pikirkan. Ngomong-ngomong bekal hari ini sangat banyak, bagaimana kalau kita habiskan bersama" potong Kyungsoo sebelum Baekhyun menyelesaikan kalimatnya. Bukanya Kyungsoo tidak mau mendengarkannya, hanya saja dia tidak ingin kesedihan Baekhyun berlarut panjang.
.
.
.
"Kenapa kau kembali ke Korea ?" tanya Sehun.
"Pertanyaanmu sepertinya menyiratkan kalau kau tidak suka aku kembali" ucap Luhan pura-pura tersinggung. Sehun tersenyum pelan.
"Ani, aku senang kau kembali. Aku hanya bingung kau bilang akan menetap di Jepang ?"
"Tadinya seperti itu, tapi appa tiba-tiba memutuskan kembali ke Korea, mungkin urusan kerja" jelas luhan.
"Lalu apa kau disini untuk mengurus kepindahan sekolahmu ?"
"Tentu saja, tadi baru saja aku selesai mengurusnya. Senin aku sudah mulai sekolah."
"Woaah, aku sangat senang. Selamat bergabung di sekolah ini" ucap Sehun dengan semangat.
Sehun memang sudah menyukai Luhan dari kecil. Namun mereka berpisah ketika appa Luhan memutuskan pindah ke Jepang. Banyak yang bilang cinta anak kecil hanya cinta sesaat, naman tidak untuk Sehun, dia masih menyimpan perasaannya untuk Luhan sampai sekarang. Sedangkan Luhan dia hanya menganggap Sehun sebagai sahabatnya, tapi siapa yang tahu untuk ke depan ? Bukankah perasaan manusia bisa berubah.
.
.
.
"Aku pulang" ucap Baekhyun memasuki rumahnya dengan lesu.
"Aigoo, apa yang terjadi dengan putri eomma, eoh ? Kenapa kau terlihat tidak bersemangat chagi ?" tanya eomma Baekhyun dengan khawatir, pasalnya putrinya ini tidak pernah pulang dengan wajah murung seperti saat ini.
"Aku baik-baik saja eomma, aku kekamar dulu"
"Baiklah ganti bajumu dan istirahat nde."
Bukannya eomma Baekhyun percaya dengan jawaban Baekhyun, sebenarnya ia tahu betul apa yang terjadi dengan baekhyun. Ia sudah sangat mengenal anaknya sendiri, dia tahu segala hal mengenai anaknya, entah itu mengenai cinta atau yang lainnya. Bahkan dia tau perasaan anaknya pada Sehun anak tetangga sekaligus sahabatnya itu. Sebenarnya ia bisa meminta sahabatnya itu untuk mentunangkan anak mereka, dan dengan senang hati eomma Sehun akan menyetujuinya. Hanya saja ia tidak ingin ikut campur, menurutnya itu adalah hak masing-masing untuk memilih cintanya. Bijak, ya begitulah sosok eomma Baekhyun.
#Baekhyun pov
"Hiks,,,,"
'Sakit sekali, kenapa kau jahat sekali Sehuni, kapan kau akan menerima perasaanku' tangisku dalam hati. Begitulah cintaku, sangat miris bukan ? Aku sudah sangat lama menyukainya, aku bahkan sudah berkali-kali menyatakan perasaanku, dan berkali-kali juga ia menolakku. Ya kalian boleh mengatakan aku bodoh seperti apa yang dikatakan Kyungsoo, tapi memang begitulah kenyataanya. Aku memang bodoh, tidak bisa menghilangkan perasaanku, entah kenapa aku juga tidak tahu. Aku hanya bisa berharap agar ia bisa berbalik menyukaiku.
"Heuuh" untuk kedua kalinya aku menghela nafas, mungkin eomma benar aku memang harua beristirahat.
.
.
.
.
Tok,tok,tok
"Baekkie"
'Eunghh..." samar-samar kudengar sepertinya ada yang memanggilku. Aku mengucek-ngucek mataku.
"Baekkie kau sudah bangun chagi ?"
Ommo, ternyata benar eomma memanggilku.
"Nde eomma" jawabku segera.
"Ya sudah, mandilah setelah itu turunlah untuk makan malam, eomma tunggu dibawah nde" perintah eomma dari balik pintu.
"Nde" jawabku lagi.
Aku melihat jam, sepertinya aku tertidur cukup lama, apa aku selelah itu.
Saat ini Eomma dan aku sedang makan berdua, yah beginilah kami hanya tinggal berdua di Korea. Appaku tinggal di Jepang karena harus mengurus perusahaannya. Sebenarnya appa mengajak kami tinggal berasama di Jepang namun aku menolaknya. Kalian tahu mengapa ? Yup itu karena Sehun, sebenarnya bukan hanya itu saja alasanku tidak mau pindah. Saat itu aku sudah menginjak kelas 2 SMP, jadi itu sangat tanggung menurutku namun saat aku lulus SMP aku tetap menolak ajakan appaku dengan alasan lebih senang tinggal di Korea, hehehe. Sebenarnya aku kasihan dengan eommaku, pernah aku membujuk eommaku untuk tinggal dengan appaku, tapi eomma menolak dengan alasan yang membuatku kesal, hey bagaimana bisa eommaku mengatakan kalau aku masih kecil. Aku tahu tubuhku kecil tapi biar bagaimanapun aku sudah SMA, aku juga bisa hidup mandiri. Tapi mau bagaimana lagi, memang begitulah eommaku, dia sangat menyayangiku.
#Baekhyun pov end
.
.
.
Sinar matahari mulai menampakkan wujudnya. Kicauan burung yang terdengar mengiringi keindahan kota Seoul. Tampak sesosok namja yang masih tertidur pulas dibalik selimut tebalnya. Namun kepulasan itu tidak bertahan lama terbukti terdengar suara telepon berdering keras membuat sang namja mau tak mau membuka matanya.
"Hya... Sial kenapa akun lupa mematikan teleponku" teriak namja itu kesal, lalu mengangkat teleponnya.
"Aku sudah bangun, kau puas ? Bisakah kau menghentikan kebisaanmu itu"
"Hahahahaha, Sehunie sering sekali marah nde. Bukalah jendelamu, menghirup udara dipagi hari sangat baik loh. Apa lagi udaranya sangat segar."
"Kau mencoba memerintahku."
"Ani, aku hanya memberimu saran"
"Aku tidak membutuhkan saranmu"
'Pip'
Sehun memutuskan teleponnya, sedangkan Baekhyun hanya bisa tersenyum pahit.
"Dia selalu saja mematikan teleponnya, apa aku harus menyerah" kata Baekhyun bermonolog sendiri.
.
.
.
.
"Eomma aku mau pergi" pamit sehun
"Nde hati-hati Sehunie"
#Sehun pov
Saat ini aku sedang melajukan motor sportku menuju rumah sahabatku yang sebentar lagi akan ku ganti statusnya menjadi kekasihku. Kalian pasti tahu siapa yang ku maksud, ya dia luhan, gadis yang sudah kusukai sejak kecil. Dia sangat cantik, dulu kami sering menghabiskan waktu bersama. Itu sebabnya aku jatuh cinta padanya.
Tidak terasa aku sudah sampai didepan rumahnya, kulihat dia sedang duduk di teras rumahnya, dilihat dari wajahnya yang cemberut sepertinya dia sudah lama menungguku. Dia pun menyadari kedatanganku, mungkin karena suara dari motorku ini. Lalu dia menghampiriku.
"Sehunie kau lama sekali" benarkan tebakanku. Lalu dia mengerucutkan bibirnya, woaah kau memang sangat imut Luhanie.
"Mian membuatmu menunggu lama, cha' naiklah." Kemudian dia segera menaiki motorku.
"Jangan lupa pegangan yang erat nde" Niatku ingin menggodanya agar ia merajuk, aku suka jika dia seperti itu.
'Eh ?' apa aku bermimpi, dia benar-benar melakukannya. Dia bahkan menyandarkan kepalanya di punggungku.
"Sehunie sudah besar nde, punggungmu sangat nyaman" mendengar itu aku hanya bisa tersenyum. Jujur aku bingung harus berekspresi seperti apa, yang jelas aku sangat senang.
#Sehun pov end
.
.
#Baekhyun pov
Saat ini aku sedang di bandara, eomma menyuruhku untuk menjemput seorang namja. Eomma bilang dia anak dari teman bisnis ayah dan katanya aku pernah bertemu dengannya. Tapi aku tidak ingat, mungkin aku harus menanyakan padanya nanti. Park Chanyeol, itulah nama yang tertulis di papan nama ini. Aku jadi penasaran seperti apa orangnya.
"Chogi,,, apa kau Byun Baekhyun ?" tanya namja didepanku. Sesaat aku terpesona melihat wajahnya. Woaaah dia sangat tampan dengan kacamata hitam yang bertengger dihidung mancungnya, tubuhnya sangat tinggi. Benar-benar sempurna. Tapi,,, tunggu dulu apa dia itu,,,,
"Park Chanyeol ?" gumamku pelan
#Baekhyun pov end
.
.
.
"Aku saja yang menyetir mobilnya" ucap Chanyeol
"Kau kan masih lelah jadi biarkan aku saja yang menyetirnya" kata Baekhyun. Ya dia memang sudah bisa membawa mobil sejak dia menginjak SMA.
"Aniyo, aku tidak mau disupiri wanita"
"Ck, terserah kau saja" Baekhyun menyerahkan kunci mobilnya. Chanyeol pun menjalankan mobilnya.
"Baek, bagaimana kalau kita pergi ketaman bermain dulu"
"Mwo ?" kaget Baekhyun
"Wae ?"
"A-ani, memangnya kau benar-benar tidak lelah ?"
"Aku sangat merindukan Seoul, kau tau kan aku sudah lama tidak menginjakan kaki di Seoul, jadi ayo kita berkeliling."
Baekhyun yang teringat ingin bertanya sesuatu segera mengutarakannya.
"Ah, eomma bilang aku pernah bertemu denganmu. Apa itu benar ?" tanya Baekhyun penasaran.
"Jadi kau tidak ingat denganku ?" Bukanya menjawab Chanyeol justru balik bertanya.
"Ck, kalau aku ingat, tidak mungkin aku bertanya padamu" Baekhyun mengerucutkan bibirnya tanda ia sedang kesal. Chanyeol yang melihatnya tidak tahan untuk mencubit pelan pipi Baekhyun.
"Yak,,, appo" teriak Baekhyun pura-pura kesakitan.
"Hehehehe, mian, kau terlihat menggemaskan jika seperti itu." Pipi Baekhyun merona saat mendengarnya.
"Kau belum manjawab pertanyaanku."
"Aku akan menjawabnya besok."
"Yak,," teriak Baekhyun kembali, kali ini bukan karena kesakitan melainkan karena kesal.
-TBC-
