Sedikit note y, marga Luhan aku ubah jadi kim, jadi jangan pada bingung.
.
.
.
"Ngomong-ngomong kita akan kemana ?"
Chanyeol pun berpikir sebentar "Lotte world ? Ya bagaimana kalau kita ke Lotte World ?" Baekhyun menyetujuinya "Baiklah ayo kita kesana".
Sesampainya di Lotte World, Chanyeol dan Baekhyun langsung menaiki semua wahana disana, tanpa terkecuali. Apalagi Baekhyun, gadis ini sangat menyukai wahana ekstrim seperti jett coaster. Jika gadis ini sudah menyukai wahana itu ia akan menaikinya lebih dari sekali.
"Ayo kita naik lagi" ajak Baekhyun.
"Yak, kita ini sudah menaikinya lebih dari dua kali, aku tidak mau. Lagi pula apa kau tidak merasa mual ?"
"Aniyo, aku tidak mual justru aku merasa senang. Ayolah sekali lagi nde... Rengek Baekhyun dengan manja tanpa disertai rasa canggung. Ya begitulah Baekhyun, ia mudah mengakrabkan diri dengan seseorang meskipun orang yang bersamanya saat ini baru ditemuinya beberapa jam yang lalu.
"Aku bilang tidak, ya tidak" kekeuh Chanyeol.
"Ck, kau ini tidak asyik" gerutu Baekhyun.
"Terserah kau saja" ucap chanyeol yang tidak peduli. Dari pada menuruti permintaan Baekhyun dan berakhir dengan muntah-muntah, lebih baik ia kekeuh dengan pendiriannya.
"Sudahlah, bagaimana kalau kita makan saja" ajak Chanyeol.
Baekhyun tidak menjawab. Waah sepertinya uri Baekhyun sedang marah, karena Chanyeol tidak menuruti permintaannya.
"Hei, aku ini sedang berbicara denganmu"
Baekhyun tetap diam. Chanyeol yang merasa jengah dengan suasana seperti ini akhirnya mencoba mencari cara agar Baekhyun berhenti mendiamkannya.
"Bagaimana kalau ku traktir ice cream ? Apa kau suka ice cream ?" bujuk chanyeol.
Baekhyun langsung berbinar-binar ketika mendengar kata ice cream. Saat tersadar jika ia sedang marah, Baekhyun merubah raut wajahnya seperti semula.
"Kau pikir aku anak kecil, jika sedang marah kau belikan ice cream" ujar Baekhyun.
"Jadi kau tidak suka ice cream ya, padahal tadinya aku ingin membelikanmu ukuran jumbo" Chanyeol pura-pura kecewa.
"Ukuran jumbo" ucap Baekhyun dengan gaya berbicara yang berlebihan.
"Kalau begitu ayo kita ke kedai ice cream" lanjut Baekhyun dengan semangat.
'Yes' batin Chanyeol senang karena berhasil membujuk Baekhyun.
.
.
.
"Sehunie aku lelah, ayo kita makan ice cream" ajak Luhan ketika melihat kedai ice cream.
Sehun pun menyetujuinya. Saat memasuki kedai ice cream mata Sehun memicing ketika melihat gadis yang sepertinya ia kenal.
'Bukankah itu Baekhyun ? Sedang apa dia disini ? Apa dia mengikutiku ? Tunggu dulu dia bersama seorang namja ? Apa dia incaran barunya ?' batin sehun bertanya-tanya.
'Aish apa sih yang aku pikirkan, masa bodo dengan apa yang dia lakukan''. Saat sedang asyik membatin, tiba-tiba Baekhyun menoleh kearahnya dan terjadilah kontak mata. Namun sesaat kemudian Baekhyun langsung memutuskan kontak matanya. Saat itu pula sehun merasa kesal.
"Berani-beraninya dia mengacuhkanku" gumam Sehun dengan sangat pelan. Sedangkan gadis disebelahnya sedang asyik bercerita "ya kan Sehunie ?" tanya Luhan. Tapi sepertinya Sehun tidak mendengarkannya.
"Sehun~ah" panggil Luhan, karena diacuhkan Luhan berteriak "yak, sehun~ah" sambil menepuk pundak Sehun, sehingga membuatnya kaget.
"Eoh, ada apa Lu ?
"Jadi dari tadi kau tidak mendengarkanku" ucap Luhan tambah kesal.
"Mian tadi kau bicara apa ?" sesal Sehun.
"Ck, lupakan" ucap Luhan dengan wajah cemberut.
'Aish gara-gara aku memikirkan gadis itu, Luhan jadi marah padaku' Sehun membatin sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
.
.
.
#Baekhyun pov
"Kau duduk disini saja Baek, biar aku yang memesannya, kau mau pesan ice cream apa ?" tanya Chanyeol padaku.
"Strowberry" jawabku dengan tersenyum. Chanyeol lalu pergi untuk memesannya. Sambil menunggu Chanyeol memesan, aku melihat-lihat suasana di kedai ice cream ini, tapi tiba-tiba aku melihat sesosok namja yang sangat aku yakini adalah Sehun, dan ia sedang bersama gadis itu lagi, tunggu Sehun sedang melihat kearahku.
"Cha' ayo kita makan" aku segera memutuskan kontak mata dengan Sehun, saat tersadar Chanyeol sudah ada didepanku. Chanyeol kemudian menyuruhku memakannya, tapi sepertinya aku jadi tidak nafsu untuk memakannya.
"Hei ice creammu akan mencair jika kau hanya menatapinya. Tadi kau terlihat semangat kenapa sekarang kau murung ?" tanya Chanyeol padaku.
"Aku tidak apa-apa" ucapku berbohong.
"Dasar tukang bohong" ujar chanyeol sambil mencubit hidungku.
"Aw" jeritku kesakitan. "Aku memang tidak apa-apa kok".
"Tidak apa-apa bagaimana, jelas-jelas wajahmu itu menunjukkan kalau kau sedang ada masalah".
Benarkah, apa begitu kentara diwajahku. "Terserah kau saja, kalau kau tidak percaya".
"Baiklah kalau kau tidak mau bercerita" Chanyeol pun melanjutkan makannya.
Jujur aku jadi tidak bersemangat ketika melihat Sehun dengan gadis itu. Sepertinya dugaanku memang benar jika gadis itu kekasih Sehun. Buktinya mereka terlihat bahagia. Aku memang harus menyerah meski sebenarnya aku tidak rela. Tapi jika melihat Sehun bahagia aku harus rela.
#Baekhyun pov end
.
.
.
Keesokan paginya.
"Aish dasar alarm bodoh, kenapa dia tidak berdering" umpat Sehun, lalu menengok jendela kamar Baekhyun.
"Semoga saja dia belum bangun".
Saat Sehun sedang membuka gerbang rumahnya,
'Ceklek'
Tiba-tiba Baekhyun keluar dari gerbang rumahnya, Sehun pun merasa was-was 'ck, kenapa bisa bersamaan seperti ini, pasti dia akan merengek ingin ikut denganku' batin Sehun. Namun ketika Baekhyun melihat Sehun, ia hanya acuh dan berjalan melewatinya.
"Apa itu, apa dia tidak melihatku" ucap Sehun kesal. Hey bukanya memang itu yang dia mau, tapi mengapa ia jadi kesal. Entahlah hanya Sehun dan Tuhan yang tau.
.
.
.
#at School
"Huuuft, pagi-pagi begini aku harus berada di tempat terkutuk ini" umpat Kai.
Saat ini Kai sedang berada si perpustakaan untuk menjalani hukumannya karena tidak mengerjakan tugas fisikanya kemarin.
"Sehun kemana sih, di sms tidak membalas, bagaimana ini aku tidak bisa mengerjakannya tanpa Sehun" gumam Kai sambil mencari-cari buku fisika di perpustakaan itu, saat Kai akan mengambil buku Fisika yang dicarinya tiba-tiba ada tangan seorang gadis yang akan mengambilnya juga. Kai pun menoleh ke wajahnya, seketika itu ia terpesona.
"Kau mau mengambil buku ini ?" tanya Kai.
"Tadinya seperti itu, tapi kau sudah mengambilnya lebih dulu. Ya sudahlah" jawab Kyungsoo nama gadis itu.
"Aah tidak apa-apa, kau ambil ini saja. Aku akan mengambil yang lain" ujar Kai.
"Benarkah, Khamsahamnida" ucap Kyungsoo cuek. Ia pun mencari tempat duduk untuk membaca. Kai pun buru-buru mengambil buku lain dan segera menyusul Kyungsoo. Ketika Kai duduk didepan tempat Kyungsoo duduk, Kai tidak ada hentinya menatap Kyungsoo membuat gadis bermata bulat itu kebingungan dan membatin 'ada apa dengan dia'.
"Hei bolehkan aku duduk disini ?" ucap Kai yang ingin membuka obrolan.
"Hmm" jawab Kyungsoo dengan berdehem.
"Ngomong-ngomong kau kelas berapa, kenapa aku tidak pernah melihatmu ?" tanya Kai penasaran. Kyungsoo tidak menjawab, Kai lalu berkata "hei aku ini berbicara denganmu".
"Apa kau tidak melihat slogan itu, atau kau memang tidak bisa membaca ?" Ucap Kyungsoo dengan wajah datarnya. Kemudian Kai melihat slogan itu dan menggerutu dengan pelan "ck, patuh sekali dengan slogan seperti itu".
Namun kai tidak mau menyerah, dan terus bertanya-tanya membuat gadis itu jengah dan beranjak dari tempat duduknya meninggalkan perpustakaan.
"Yak, setidaknya katakanlah namamu" teriak Kai, membuat siswa dan siswi yang ada di perspustakaan itu menoleh kepadanya. Kai pun tersadar dan membungkukkan badannya "jeongsohamnida" setelah mengucapkannya ia mengeluarkan smirknya dan berkata " aku pasti akan mendapatkanmu".
Setelah meninggalkan perpustakaan, Kyungsoo menggerutu kesal sambil berjalan menuju kelasnya. Baekhyun yang melihatnya segera bertanya "kau kenapa Kyung, sepertinya kau sedang kesal ?" namun sebelum Kyungsoo menjawab terdengar suara nyaring yang saking nyaringanya disebut cempreng dari ratu gosip bernama Jesica.
"Hei, hei, kalian mau dengar tidak berita baru dariku ?"
"Apa itu ?" tanya murid yang penasaran.
"Ku dengar ada murid baru loh, murid barunya yeoja dan namja, dan yang aku dengar mereka itu sama-sama pindahan dari Jepang. Kalau murid yeojanya aku pernah melihatnya, dia cantik. Ah tapi masih cantikan aku" ucap Jesica dengan membanggakan dirinya membuat para pendengarnya ilfeel 'selalu saja memuji diri sendiri' batin pendengar setianya.
"Aish kau ini, lalu bagaimana dengan murid namjanya, apa dia tampan ?"
"Kalau itu aku tidak tau, hehehe"
"Huuuuuh, kalau begitu kau tidak usah bercerita, lengkapi dulu beritamu baru ceritakan pada kami" pendengarnya pun membubarkan kerumunannya dan kembali ketempat masing-masing
"Ish, masih untung keberitahu, tapi,,,,,, semoga saja murid namjanya tampan dan masuk ke kelas ini." Jesica pun membayangkan murid baru itu. Oke, mari kita tinggalkan Jesica dengan angan-angannya, dan kembali ke dua gadis ini.
"Murid baru ?" Kyungsoo bertanya-tanya
"Sudahlah tidak usah dipikirkan, ngomong-ngomong tadikan aku bertanya padamu, tadi kau kenapa ?"tanya Baekhyun ketika ingat dengan pembicaraannya tadi yang sempat terputus.
"Mmm, itu tadi ada namja yang menggangguku ketika aku sedang membaca di perpustakaan".
"Mengganggu bagaimana ?" tanya Baekhyun yang masih bingung.
"Dia terus bertanya padaku, membuatku kesal. Kau tau kan aku tidak suka diganggu saat sedang membaca" jelas Kyungsoo.
"Woaaah sepertinya namja itu menyukaimu" goda Baekhyun.
Kyingsoo seketika merona "itu tidak mungkin" jawab Kyungsoo setenang mungkin.
"Tentu saja mungkin, dan sepertinya uri Kyungsoo juga menyukainya" goda Baekhyun lagi.
"Jangan asal bicara"
"Aku tidak asal bicara, buktinya pipimu ini merona" ucap Baekhyun sambil mencubit pipi chubby Kyungsoo lalu berlari sebelum kena amukan Kyungsoo.
"Yak kemari kau !" teriak Kyingsoo dan segera mengejar Baekhyun.
Ketika sedang dikejar Kyungsoo, Baekhyun tidak menyadari jika didepannya ada seorang namja dan mereka pun bertabrakan. Baekhyun yang merasa akan jatuh segera menutup matanya.
'Brugh'
'Cup'
Posisi Baekhyun saat ini berada diatas tubuh namja itu. Baekhyun membuka matanya dan terkejut ketika melihat orang yang ditabraknya ternyata Oh Sehun. Dan yang paling mengejutkan bibir mereka menempel atau disebut ciuman. Baekhyun yang tersadar segera bangkit dari tubuh sehun. Disisi lain Kyungsoo membulatkan matanya ketika melihat adegan tersebut.
"Ommo" buru-buru Kyungsoo menghampiri Baekhyun.
"Baek, neo gwenchana ?"
Bukannya menjawab, Baekhyun justru meminta maaf pada Sehun "Mianhae".
Sehun tidak membalasnya, ia masih shock dengan kejadian tadi. Baekhyun yang merasa tidak ditanggapi, segera meminta maaf kembali lalu meninggalkan tempat itu, tidak lupa diikuti oleh Kyungsoo.
"Oh, jadi dia sahabat Baekhyun, tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya" gumam Kai.
Sehun yang sudah tersadar segera meminta bantuan Kai.
"Kai~ah bantu aku berdiri"
"Eoh ? Hehehehe mianhae, aku jadi melupakanmu".
.
.
.
#at class Sehun
Sehun masih memikirkan kejadian tadi sambil memegang bibirnya.
'Kenapa bibirnya masih terasa dibibirku, bahkan rasa dari bibir itu aku masih ingat, lembut dan manis, aku jadi ingin merasakannya lagi, Aish apa yang kupikirkan' Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedangkan Kai yang melihat tingkah Sehun langsung bergidik ngeri.
"Apa kau sudah gila ?" tanya Kai.
"Mwo ? Kau mau mati ?"
"Habis kau bertingkah aneh. Aaah apa kau masih memikirkan ciuman tadi" goda Kai.
"Memangnya aku sepertimu, mesum".
"Yak, jangan asal bicara, aku ini tidak mesum" ucap Kai yang terpancing emosinya.
"Terserah kau saja" ucap Sehun cuek.
Tiba-tiba seongsangnim datang dan murid-murid pun duduk ditempat masing-masing.
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru" guru itu menjeda kalimatnya lalu mempersilakan murid itu masuk, saat murid itu memasuki kelas, Sehun pun terkejut.
"Bukankah namja itu yang bersama Baekhyun kemarin" gumam sehun dengan pelan, namun masih bisa didengar Kai.
"Kau mengenalnya ?" tanya Kai dengan berbisik.
"Tidak" jawab Sehun singkat.
"Baiklah perkenalkan namamu" perintah guru itu.
"Annyeong haseyo, Park Chanyeol imnida, mohon bantuannya" kata Chanyeol dengan tersenyum.
.
.
# at class Baekhyun
"Kyung bagaimana ini aku sangat malu dan juga takut. Sehun pasti semakin membenciku" ucap Baekhyun.
"Sudahlah itu kan kejadian yang tidak disengaja, jadi itu bukan kesalahanmu, lebih baik kau siapkan bukumu. Sebentar lagi Seongsangnim akan datang".
Beberapa saat kemudian seongsangnim datang membawa seorang yeoja, sepertinya dia murid baru yang dibicarakan Jesica tadi. Baekhyun memperhatikan gadis yang ada disamping Seongsangnim. 'Gadis itu kan kekasih Sehun' batin Baekhyun, raut wajah Baekhyun berubah sedih.
Kyungsoo merasa ada yang aneh, segera bertanya seperti apa yang dikatakan Kai "apa kau mengenalnya ?"
"Tidak" dan jawaban yang dikeluarkannya pun sama seperti Sehun.
Lalu gadis itu memperkenalkan dirinya "Annyeong haseo, Kim Luhan imnida" perkenalan singkat dari Luhan namun ia tetap menampilkan senyumnya. Membuat para murid namja bersorak "waaw cantik sekali", sedangkan murid yeoja mencibir terutama Jesica 'kenapa murid barunya yeoja, ini menyebalkan'.
"Khamsahamnida" ucap luhan dengan tetap tersenyum manis membuat para namja meleleh melihatnya.
"Baiklah Luhan, kau bisa duduk di bangku kosong belakang Baekhyun, Baekhyun bisa kau angkat tanganmu !" perintah seongsangnim. Baekhyun segera mengangkat tangannya.
"Annyeong, Luhan imnida, boleh kutahu namamu ?" tanya Luhan ramah.
"Ah, Baekhyun imnida " jawab Baekhyun dengan senyum canggung.
Pelajaran pun dimulai.
.
.
.
Bel berbunyi menandakan istirahat, murid-murid berhamburan untuk mengisi perut keroncongannya.
"Baek, ayo kekantin" ajak Kyungsoo, Baekhyun menoleh ke arah Luhan.
"Apa kau mau ikut bersama kami ke kantin ?" ajak Baekhyun
"Bolehkah ?"
"Tentu saja"
Sesampainya di kantin.
"Kalian mau pesan apa ? Biar aku yang pesankan ?" tawar Kyungsoo.
"Aku samakan saja denganmu, kalau kau mau pesan apa luhan ?" tanya Baekhyun
"Aku juga samakan saja"
"Ok" ucap Kyungsoo.
Sambil menunggu Kyungsoo, mereka pun mengobrol. Namun obrolan berhenti ketika ada namja yang memanggil Baekhyun.
"Baekhyun" teriak namja itu.
Baekhyun segera menoleh dan terkejut melihat namja itu, sedangkan Luhan yang merasa familiar dengan suara namja itu segera menoleh dan bergumam "Park Cha-chanyeol"
-TBC-
