Tittle : It hurts
Main pair : Hunbaek
Slight Hunhan, Chanbaek, Chanhun, Kaisoo
Rate : T
Warning : GS, Typos, wajib review setelah baca
.
.
.
#Flashback
"Oppa sa-saranghae" ungkap Luhan dengan gugup.
"Luhan~ah apa kau sedang bercanda ?"
"Ani, aku serius oppa, jadi apa jawabanmu ?" tanya Luhan dengan tersenyum.
"Lupakan perasaanmu" jawab namja itu dengan dingin.
Senyum Luhan memudar "w-wae ?"
"Karena aku tidak pernah mencintaimu."
"T-tapi bukankah selama ini oppa selalu memberikan perhatian lebih padaku, apa semua itu tidak membuktikan bahwa oppa mencintaiku ?" tanya Luhan dengan air mata yang berlinang di pipinya.
"Kau salah, selama ini aku hanya menganggapmu sebagai adik, tidak lebih. Jika selama ini sikapku membuatmu berfikir kalau aku mencintaimu, aku minta maaf" ucap namja itu dan berjalan meninggalkan Luhan, tapi sebelum namja itu benar-benar pergi, ia menghentikan langkahnya sejenak.
"Luhan-ssi selama ini aku sudah menyukai gadis lain, dan aku akan mengejarnya. Jadi aku berharap kau membuang perasaanmu itu" setelah mengatakanya, namja itu melanjutkan langkahnya.
Tubuh Luhan merosot seketika, mungkin ia sudah tidak kuat menahan tubuhnya karena ucapan Chanyeol yang membuat hatinya begitu sesak.
"Hiks, oppa, hiks, Chanyeol oppa" tangis Luhan pilu.
#Flashback end
.
.
#Luhan pov#
"Baekhyun" teriak seorang namja.
Suara ini,,, bukankah suara ini milik Park Chanyeol. Karena penasaran aku segera menoleh kebelakang dan membulatkan mataku seakan tidak percaya dengan apa yang aku lihat.
"Park Ch-chanyeol" gumamku dengan pelan. Aku segera membalikan tubuhku seperti semula dan menundukkan wajahku. Tidak mungkin, tidak mungkin jika Chanyeol oppa juga berada di Korea. Untuk apa oppa berada di Korea ? dan Baekhyun, mengapa oppa mengenal Baekhyun ? Apa gadis yang dimaksud oppa adalah Baekhyun ? Jadi orang yang membuat oppa tidak mencintaiku adalah Baekhyun. Aku pun meremas rokku, mencoba meredam amarahku.
"Baek ?" sapa Chanyeol oppa yang sepertinya sudah dibelakangku, aku menundukkan wajahku, jujur aku masih sakit hati untuk bertemu Chanyeol oppa.
"Chanyeol, kau pindah sekolah di sini ? Kenapa kau tidak menceritakanya kemarin ?" tanya Baekhyun.
"Hehehehe, mian. Aku hanya ingin memberikanmu kejutan Baek" jawab oppa dengan tertawa tapi aku tidak bisa melihat wajahnya, karena saat ini posisiku duduk membelakanginya.
"Ck, menyebalkan. Oia ini temanku baruku Yeol, dia juga datang dari Jepang sama sepertimu loh" ucap Baekhyun mencoba mengenalkanku dengan Park Chanyeol. Aku menggigit bibir bawahku, aku sangat gugup. Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, aku belum siap bertemu dengannya.
"Oh yah ? Anyyeong aku Park Chanyeol" ucap oppa dengan mengulurkan tangannya. Apa aku harus menyambut jabatan tangannya ? Tapi aku belum berani menatap wajahnya lagi, aku takut sakit hati kembali.
#Luhan pov end#
Chanyeol menaikkan sebelah alis matanya karena merasa bingung gadis yang diajak berkenalan dengannya tidak segera menyambut jabatan tangannya. Ia pun segera menarik tanganya kembali, namun berhenti ketika ada sebuah tangan mungil yang menjabat tangannya.
"Kim Luhan imnida" ucap Luhan dengan mendongakkan wajahnya, membuat Chanyeol membalalakan matanya karena terkejut. Baekhyun pun menyadari gelagat aneh dari keduanya.
"Apa kalian sudah mengenal satu sama lain ?" tanya Baekhyun
"Ani" jawab Luhan dingin.
Chanyeol semakin terkejut dengan jawaban Luhan. Mengapa Luhan ada dikorea ? dan mengapa ia berpura-pura tidak mengenalnya ? itulah dua pertanyaan yang ada dibenak Chanyeol saat ini. Baekhyun mengernyitkan dahinya.
'Sebenarnya ada apa dengan mereka, mengapa Chanyeol terkejut melihat Luhan ? dan lagi mengapa Luhan menjawabku dengan dingin, berbeda dengan sikapnya tadi yang ramah. Apa mereka memang saling mengenal ? Dan apa lagi ini, mengapa suasananya jadi hening seperti ini. Kyungsoo cepatlah datang' batin baekhyun berteriak karena tidak tahan dengan suasana canggung seperti ini.
"Huuft, menyebalkan" gerutu Kyungsoo memecah keheningan diantara mereka.
"Ada apa Kyung ? kenapa kau lama sekali ?" tanya Baekhyun.
"Kau tau tadi aku berdesak-desakan saat memesan makanan, semoga saja makananya cepat diantar" omel Kyungsoo.
"Hehehe, mian aku kan tadi hanya bertanya" ucap Baekhyun dengan merangkul Kyungsoo.
Kyungsoo pun mencibir, namun sesaat kemudian ia tersadar jika ada orang lain didepannya saat ini.
"Eoh ? Dia siapa Baek ?" bisik Kyungsoo.
"Aah aku lupa memperkenalkanmu. Kyung dia temanku Chanyeol, dan Chanyeol ini sahabatku Kyungsoo."
"Annyeong" ucap keduanya dan saling berjabat tangan.
'Sejak kapan Baekhyun punya teman namja, bukankah ia hanya terfokus pada satu namja yaitu Sehun. Ya sudahlah aku bisa menanyakan nanti' batin Kyungsoo.
Beberapa saat kemudian pelayan datang.
"Pesanan datang, silakan" ucap pelayan itu ramah.
"Yaaah, bagaimana ini makananya hanya untuk bertiga. Ah yasudah, ini untukmu saja Yeol. Aku akan memesan lagi" sesal Baekhyun sambil menyerahkan makananya.
"Aigoo, tidak perlu Baek. Aku akan memesanya sendiri" jawab Chanyeol dan mengacak pelan rambut Baekhyun.
"Yaakk ! Aishh,,," Baekhyun kesal lalu merapikan rambutnya.
'Srek' #anggep aja bunyi bangku yang bergeser
Mereka bertiga menatap Luhan bingung,
"Kau mau kemana ?" tanya Kyungsoo karena melihat Luhan berdiri seperti akan pergi.
"Aku mau pergi ke UKS, tiba-tiba perutku mual" jawab Luhan.
"Mwo ? K-kau sakit ? Aku antar nde ?" tanya Baekhyun khawatir.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Kalau kau ikut denganku bagaimana dengan makananya, oia Chanyeol-ssi kau makan punyaku saja" jelas Luhan dengan senyum paksa dan segera meninggalkan kantin.
Chanyeol pun merasa khawatir dengan Luhan. Biar bagaimanapun ia masih menganggap Luhan sebagai adiknya, dan ia sangat menyayanginya. Chanyeol segera bangkit dari duduknya untuk menyusul Luhan.
"Kau juga mau kemana Yeol ?" tanya Baekhyun.
"A-aku baru ingat kalau aku ada janji dengan Kepala Sekolah untuk melengkapi berkas kepindahanku kemarin" jawab Chanyeol berbohong.
"Lalu bagaimana dengan makananya ?"
"Mian, kalian makan saja nde, aku harus pergi" sesal Chanyeol dan segera menyusul Luhan
Mereka berdua yang tersisa saling menatap kemudian mengendikkan bahunya.
.
.
"Kita duduk dimana Hun ? Sepertinya sudah tidak ada yang kosong" ucap Kai sambil mencari tempat duduk dikantin.
'Eoh, itu ada yang kosong' batin Kai senang saat menemukan tempat yang kosong. Kesenangan Kai pun bertambah saat tahu gadis imutnya juga berada disitu.
"Hun, aku menemukannya, kajja !" ajak Kai sambil menarik Sehun.
"Yakk ! Kau tidak perlu menarikku seperti ini" omel Sehun karena ditarik dengan tidak elitnya.
"Annyeong, boleh kami duduk disini ?" ijin Kai, saat sudah sampai ditempat itu.
"Untuk apa kau meminta ijin, memangnya di bangku ini tertulis jika aku pemiliknya" jawab Kyungsoo dingin.
"Aigoo, nona ini tidak pernah tersenyum nde, padahal kau akan terlihat sangat imut jika menampilkan senyummu" goda Kai yang sudah duduk ditempatnya.
"Apa peduliku" jawab Kyungsoo cuek.
'Sikapnya benar-benar seperti Sehun, sulit untuk ditaklukkan. Baiklah aku tidak akan menyerah, Baekhyun saja bisa menaklukkan Sehun, aku pun juga harus sama' batin Kai. Membatin tentang Sehun, Kai pun melihat sahabatnya yang masih berdiri.
"Hun~ah mau sampai kapan kau akan berdiri ? Ayo duduk"
"Ah, ye~" ucap Sehun menatap Baekhyun. Sedangkan yang ditatap, bersikap biasa seolah tidak ada pendatang baru.
Sebenarnya Sehun sangat kesal dengan Kai, bagaimana bisa Kai mengajaknya duduk ditempat itu. Apa Kai lupa dengan incident ciuman tadi pagi. Sehun kan masih malu dengan incident ciuman itu. Ngomong-ngomong soal ciuman, Sehun jadi menatap bibir Baekhyun. Saat itu pula ia melihat noda saus di bibir Baekhyun sehingga tangannya reflek untuk membersihkannya,
"Ap-apa yang k-kau lakukan ?" tanya Baekhyun gugup.
Sehun tersadar dan segera menarik tangannya. Sedangkan Kaisoo melongo tapi sedetik kemudian mereka tersenyum aneh.
"Aaa-aku hanya membersihkan noda yang ada dibibirmu. Dasar jorok" omel Sehun namun ada nada gugup didalamnya.
"Ah~ gomawo, tapi seharusnya kau bilang saja. Aku bisa membersihkannya sendiri."
"Aku tidak suka melihat sesuatu yang jorok, jadi aku cepat-cepat membersihkannya" ucap Sehun.
"Ck, bilang saja modus" cibir Kai dan mendapat deathglare Sehun. Sedangkan Baekhyun merona ketika mendengar cibiran Kai.
"Baek, pipimu merona. Aaaah~ aku tahu, kau pasti senang saat Sehun membersihkan bibirmu. Hun harusnya tadi kau membersihkannya dengan bibirmu biar seperti adegan di Screet Garden" goda Kai.
'Blush' Baekhyun semakin merona mendengarnya.
"Yak ! bisakah kau diam, atau kau mau mati" ancam Sehun.
"Hahahaha, kau ini mudah marah nde~ Kau tau, kau akan cepat tua jika suka marah. Iya kan Kyungie chagi ?" ucap Kai sambil mengedipkan matanya.
'Pletak'
"Appo" ringis Kai saat mendapat pukulan dari Kyungsoo.
"Jangan seenaknya memanggilku chagi" ucap Kyungsoo.
Kini gantian Sehun yang tertawa saat melihatnya.
#other side
"Luhan" panggil Chanyeol.
Yang dipanggil tetap berjalan tanpa memperdulikan panggilan dibelakangnya. Chanyeol mempercepat langkahnya dan menangkap pergelangan tangan Luhan.
"Lepaskan !" perintah Luhan dan mencoba melepaskan genggaman Chanyeol. Namun sepertinya tangan Chanyeol sangat kuat sehingga Luhan tidak bisa melepasnya.
"Aku ingin berbicara denganmu Hanie" kata Chanyeol.
"Bicara ? Cih, Untuk apa kau ingin berbicara denganku ? Aah apa kau ingin memberitahuku, siapa gadis yang membuatmu menolakku ? Kalau itu tujuanmu, tidak perlu kau katakan. Karena aku sudah tau siapa orangnya. Baekhyun kah ?"
Chanyeol pun terperangah.
"Melihatmu diam, sepertinya itu memang benar." Luhan pun mencoba pergi, namun Chanyeol menahannya lagi.
"Hanie"
"Berhenti memanggilku seperti itu" ucap luhan dengan berteriak.
"Hiks" tangis Luhan pecah, ia sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Mianhae" ucap Chanyeol lalu memeluk Luhan, jujur hati Chanyeol juga merasa sesak melihat Luhan menangis.
"Hiks, oppa, wae ? Kenapa kau tidak pernah mencintaiku ? Hiks, Kenapa kau lebih memilihnya ? Kenapa oppa ? Kita bahkan lebih lama bersama dibandingkan dengan gadis itu, wae ? Hiks,,," ucap Luhan disela-sela tangisnya.
"Mianhae, aku sudah menyukainya jauh sebelum kita bertemu" jelas Chanyeol. Ia melepas pelukannya, kemudian memegang kedua pipi Luhan dan mengelap air matanya. Setelah itu ia memeluk kembali Luhan.
"Hanie aku mohon, buanglah perasaanmu padaku"
Luhan tidak menjawab dan tetap memeluk Chanyeol, namun didalam hatinya berkata 'maaf oppa, aku tidak akan pernah membuang perasaan ini dan tidak akan pernah merelakanmu dengan orang lain. Kalau aku merasakan sakit karenamu, Baekhyun pun harus sama sepertiku'.
.
.
"Kyung kenapa Luhan belum kembali ? Apa jangan-jangan sakitnya parah" ucap Baekhyun tambah khawatir.
"Kau tenanglah, pasti dia baik-baik saja"
Orang yang dibicarakanya pun masuk.
"Lu bagaimana keadaanmu ?" Luhan duduk ditempatnya tanpa mendengarkan pertanyaan Baekhyun.
"Kau tidak apa-apa kan ? harusnya tadi aku mengantarmu, aku benar-benar khawa..."
"Bisakah kau diam, kau benar-benar mengganggu" potong Luhan ketus.
"Yakk ! Apa kau tidak punya sopan santun ? Dia itu khawatir padamu ? Kau ini murid baru, tapi kau tidak tau diri. Harusnya kau bersyukur karena ada orang yang mudah mau berteman dengan orang baru sepertimu" ucap Kyungsoo penuh emosi.
"Kau fikir aku peduli" jawab Luhan cuek.
"Yak ! Kau ini benar-benar". Emosi Kyungsoo sudah meledak, ia menjambak Luhan. Membuat kelas menjadi gaduh. Sebenarnya Kyungsoo anak yang pendiam, namun jika sudah menyangkut sahabatnya, ia bisa bertindak frontal seperti saat ini.
Baekhyun pun segera melerainya.
"Kyung berhentilah" lerai Baekhyun dengan mencoba melepaskan jambakan Kyungsoo.
"Kyung, jangan bertindak seperti ini. Aku tidak apa-apa"
Setelah di coba sekuat tenaga akhirnya tangan Kyungsoo terlepas dari rambut Luhan. Luhan pun merapikan rambutnya kembali.
"Kau ini kenapa sih Baek, aku ini membelamu. Aku hanya ingin membuatnya tahu diri" Ucap Kyungsoo kesal.
"Untuk apa kau mencoba membuatku tahu diri, aku bahkan sudah tau diri dengan menyesal karena sudah mengajak kalian berteman".
"Kau,,," belum sempat Kyungsoo melanjutkan kalimatnya, Seongsangnim datang.
#skip time
.
.
"Kyung, tunggu aku" panggil Baekhyun.
Kyungsoo tidak menjawab. Sepertinya uri Kyungsoo masih marah karena kejadian tadi.
"Kyung, maafkan aku"
"..."
"Kyung, aku mohon jangan diam seperti ini"
"..." kyungsoo tetap melanjutkan langkahnya.
"Hiks, mianhae" Baekhyun memang suka menangis jika sahabat tersayangnya mendiamkannya. Dan sahabatnya itu tidak akan tega jika melihat Baekhyun menangis.
"Baek, jangan menangis"
"Bagaimana aku tidak mengangis jika orang yang aku sayangi sedang marah padaku"
"Mian, aku hanya sedikit kesal"
Baekhyun langsung memeluk Kyungsoo "aku juga minta maaf".
"Baiklah aku memaafkanmu, Cha ayo kita pulang, kau tidak ingin tertinggal bus kan ?"
Mereka lalu pulang bersama.
.
.
.
"Baek, tadi appa menelpon" kata eomma Baekhyun. Saat ini Baekhyun dan eommanya sedang di kamar Baekhyun
"Benarkah ? Lalu appa bilang apa eomma ?"
"Appa menyuruh kita ke Jepang. Jadi kau harus ikut nde~"
"Mwo ? Aku tidak bisa ikut eomma. Eomma kan tahu, sekolahku ini kan belum libur, jadi aku tidak mungkin bisa ikut" jelas Baekhyun.
"Tapi eomma tidak bisa meninggalkanmu chagi~"
"Eomma tidak perlu khawatir, aku sudah bisa hidup mandiri" bujuk Baekhyun.
"Aniya, eomma tidak akan pergi jika kau tidak ikut"
"Eomma jangan seperti itu, kasihan appa"
"Tapi... Ah begini saja, eomma akan menitipkanmu ke keluarga Oh selama eomma di jepang. Otte ?
"Mwoo ?"
-TBC-
