Tittle : It hurts
Cast : Sehun, Baekhyun, Chanyeol, Luhan, Kai, Kyungsoo, Heechul (as Baekhyun eomma), Hangeng (as Baekhyun appa), Jaejoong (as Sehun eomma), Yunho (as Sehun appa)
Main pair : Hunbaek
Slight Chanbaek, Hunhan, Kaisoo
Rate : T
Warning : GS, Typos, baca ulang castnya y... cs dr awal saya belum nyebutin nama eomma Sehun dan Baekhyun, & WAJIB review bwt yg UDAH baca
.
.
.
.
Tok, tok, tok
Cklek
"Chulie ? Baekhyun ? Tumben sekali pagi-pagi begini sudah bertamu, ayo silahkan masuk" ucap Jaejoong, eomma sehun mempersilahkan masuk Baekhyun dan eommanya.
"Ah tidak perlu, sebenarnya kedatanganku kemari ingin berpamitan padamu dan aku..."
"Mwo ? Maksudmu kau akan pergi ? Dan Baekhyun, apa kau juga akan membawanya ? Lalu bagaimana jika aku merindukannya ?" potong Jaejoong dengan pertanyaan bertubi-tubi.
"Chuli~ah aku mohon jangan bawa pergi Baekhyun nde" mohon Jaejoong dengan wajah memelas.
"Ck, kebiasaanmu itu tidak pernah hilang ya,, aku ini belum selesai bicara. Jadi begini, tujuanku kemari itu ingin berpamitan sekaligus ingin menitipkan anakku, lagi pula apa kau tidak lihat anakku ini kan sedang memakai seragam, tidak mungkin kan Baekkie pergi dengan memakai seragam sekolah" jelas Heechul, eomma Baekhyun.
"Oh iya, tadi kan aku terbawa panik jadi aku tidak menyadarinya, hehehe"
"Jadi bagaimana ? Apa aku boleh menitipkan anakku ?" tanya Heechul.
"Tentu saja boleh, Baekhyun kan sudah kuanggap sebagai anakku sekaligus calon menantuku" jawab Jaejoong sambil memeluk Baekhyun. Baekhyun pun merona malu dibuatnya.
Heechul tersenyum "Baiklah aku jadi lega jika harus meninggalkan Baekhyun, Chagi kau harus ingat pesan eomma nde.. Jangan suka tidur terlalu malam, makanlah dengan teratur dan bla bla bla" pesan Heechul panjang lebar.
"Nde eomma,,," jawab Baekhyun sambil memutar bola matanya malas, secara pesan eommanya itu sudah didengarnya berkali-kali tadi malam. Bahkan ia sudah hafal dengan pesan eommanya.
"Ya sudah eomma berangkat nde,,, eomma pasti akan merindukanmu" pamit Heechul sambil memeluk erat Baekhyun.
"Aku juga pasti akan merindukan eomma" ucap Baekhyun sedih.
Setelah itu Heechul pun melepaskan pelukannya.
"Kau tenang saja Chulie aku akan menjaga Baekkie dengan baik, jadi kau tidak perlu cemas" kata Jaejoong untuk menenangkan sahabatnya.
"Aku percaya padamu" Heechul tersenyum kemudian memasuki mobilnya dan melambaikan tangannya. "Eomma akan sering menghubungimu chagi~" teriak Heechul saat mobilnya sudah melaju. Mereka pun menatap kepergian mobil Heechul sampai hilang di pertikungan.
"Heuh, baru berapa detik saja aku sudah merindukan eomma" gumam Baekhyun serta menghela nafasnya.
"Jangan bersedih chagi~ disinikan sudah ada eomma" ucap Jaejoong sambil mengelus punggung Baekhyun.
Baekhyun mengernyitkan alisnya "Eomma ?"
"Nde, mulai sekarang kau harus memanggilku dengan eomma karena untuk sementara ini kan aku akan menggantikan eommamu, dan lagi pula kau akan menjadi menantuku jadi tidak ada salahnya kan kalau kau belajar memanggilku eomma dari sekarang. Membicarakan menantu, eomma jadi tidak sabar menikahkanmu dengan Sehun" ucap Jaejoong antusias sambil memegang pipi Baekhyun sehingga membuat Baekhyun tersipu malu. Jaejoong segera mengambil koper Baekhyun dan menunjukkan kamar yang akan ditempati Baekhyun
'Kenapa kamarnya bernuansa perempuan, apa ahjumma sudah menyiapkannya untukku. Aaah tapi itu tidak mungkin, aku kan datang kemari secara tiba-tiba' batin Baekhyun. Seolah tau apa yang dipikirkan Baekhyun, Jaejoong pun berkata " kau pasti bingung ya melihat kamar ini, baiklah eomma akan ceritakan, Dulu saat eomma hamil Sehun, eomma merasa akan melahirkan anak perempuan. Jadi pada saat itu eomma tidak mau melakukan USG, karena eomma sangat yakin dengan feeling eomma. Pada saat itu juga eomma senang sekali berdandan. Kau tau, kata orang jika wanita hamil sering berdandan itu berarti anaknya perempuan. Hal itu membuat feeling eomma semakin bertambah, eomma pun langsung membeli perabotan kamar perempuan. Tapi pada kenyataannya semua itu hanya mitos, aku bahkan melahirkan anak laki-laki dengan berwajah datar" cerita Jaejoong dengan wajah sedih mengingat kehamilannya dulu.
"Tapi aku juga bersyukur setidaknya ada dua laki-laki tampan yang menjagaku, ditambah lagi eomma akan mempunyai menantu yang imut sepertimu. Kau tau Baek, Sehun itu hanya dingin diluarnya, tapi jika dilihat dari dalam, dia mempunyai kepribadian yang hangat seperti ayahnya" Ucap Jaejoong mempromosikan anaknya. Baekhyun tersenyum mendengarnya.
"Aku tahu ahjumma, eh maksudku eomma. Ngomong-ngomong kapan ahjussi akan pulang ?"
"Dia bilang minggu ini. Oia kau juga harus memanggil ahjussi dengan appa, arra ?"
"Eoh ? Ah, y-ye..."
"Eomma..." panggil Sehun dengan mata tertutup.
"Sepertinya pangeran eomma sudah bangun, ayo kita keluar". Mereka pun keluar dari kamar.
"Ada apa chag..." ucap Jaejoong terhenti ketika melihat sesuatu.
"Yak ! Kau ini sudah besar masih saja tidur tanpa memakai baju. Gara-gara kau, mata baekhyun jadi ternodai. Cepat masuk kamar, dan pakai bajumu dengan lengkap !" teriak eomma kesal.
"Apa sih yang eomma bicarakan" Sehun mengucek-ngucek matanya mencoba mengumpulkan kesadarannya, dan pada saat itu pula ia menyadari Baekhyun ada di depannya.
"Hah, Baekhyun ? Aaaaaaa" kaget Sehun, kemudian segara menutup badannya yang toples lalu masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Baekhyun terbengong melihatnya. Pasalnya, ia juga tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Jaejoong tersenyum melihat tingkah keduanya.
.
.
Saat ini mereka (Jae-Hun-Baek) sedang berada di meja makan untuk sarapan. Sehun memakan sarapanya dengan terus menatap tajam kearah Baekhyun, yang ditatap hanya bisa menundukkan wajahnya sambil memakan sarapannya.
"Baek, bagaimana sarapannya ?" tanya Jaejoong.
"Sangat enak ahjuma, eh maksudku eomma" jawab Baekhyun dengan kikuk.
Sehun mendengar kata 'eomma' pun mulai mengeluarkan suaranya "Eomma ? Apa maksudnya ini ?"
"Sehunie, mulai sekarang Baekhyun akan tinggal disini, karena Chullie ahjumma sedang pergi ke Jepang untuk sementara waktu, dan ia menitipkan Baekhyun pada eomma. Karena eomma akan menggantikan Chullie, makanya eomma menyuruh Baekhyun untuk memanggilku eomma" Jelas Jaejoong.
"Mwo ? Yang benar saja eomma, rumah Baekhyun bahkan disamping kita. Jadi untuk apa dia tinggal disini" ucap Sehun tidak terima.
"Baekhyun tidak mungkin tinggal sendirian dirumah itu. Lagi pula ini juga keinginan eomma, jadi kau tidak bisa protes"
"Tapi eomma~" rengek Sehun yang masih belum bisa menerima.
"Sudahlah tidak ada tapi-tapian, dan hentikan rengekanmu itu, kau ini sudah besar jangan permalukan dirimu didepan Baekhyun" Jaejoong menatap Baekhyun.
"Baek, jangan dengarkan perkataan Sehun nde, dia itu hanya pura-pura menolakmu padahal sebenarnya dia sangat senang kau tinggal disini"
Mendengarkan ucapan eommanya, Sehun membulatkan matanya dan menatap eommanya, berniat untuk protes. Tapi niatannya ia urungkan saat mendapat tatapan ancaman dari Jaejoong 'berani kau berbicara lagi, mati kau.'
Beberapa menit kemudian Sehun menyelesaikan sarapannya dan berpamitan pergi ke sekolah. Jaejoong menyuruh Sehun untuk berangkat bersama Baekhyun, namun Baekhyun menolaknya dengan alasan jika ia lebih senang berangkat dengan bus. Sehun tentu saja tidak peduli, lalu keluar dari rumahnya. Jaejoong lalu menyuruh Baekhyun segera menyusul Sehun, mau tak mau Baekhyun langsung berpamitan dan menyusul Sehun.
Saat Sehun sedang mengeluarkan motor sportnya, ia melihat Baekhyun berdiri di depannya.
"Kau ? Sedang apa kau disini ? Bukannya kau tidak mau berangkat denganku. Ah~ sekarang aku tahu, apa yang tadi itu hanya acting, padahal kau sangat senang kan saat eomma menyuruh kita berangkat bersama ?"
"Bukan, bukan begitu. Aku kemari hanya untuk minta maaf padamu, maaf kalau kedatanganku membuatmu kesal. Semua ini juga bukan keinginanku, aku minta maaf" setelah itu Baekhyun pergi. Dan Sehun hanya menatap Baekhyun yang sedang berjalan keluar dari gerbang rumah.
.
.
.
Kyungsoo sedang membaca buku di dalam kelas. Baekhyun datang dan Kyungsoo bertanya "kenapa wajahmu muram?" Baekhyun tidak menjawab, malah ia bertanya "Kyung, aku mau mencontek PRmu, tadi malam aku tidak sempat mengerjakannya."
"Kau ini selalu saja begitu" cibir Kyungsoo tapi tetap memberikan contekan. Baekhyun hanya menyengir lalu segera menyalin PRnya.
Beberapa saat kemudian Guru Lee masuk kedalam kelas dan semua murid pun langsung sibuk duduk di kursi masing-masing.
"Selamat pagi anak-anak, mari kita mulai pelajarannya"
#skip time
Saat ini Baekhyun sedang makan di kantin sendirian karena Kyungsoo sedang ada janji dengan seseorang, tiba-tiba ada namja yang duduk di depannya. Baekhyun menoleh padanya.
"Kenapa kau sendirian ?" tanya Chanyeol.
"Kyungsoo sedang ada janji dengan seseorang. Kau sudah memesan makan ?"
"Sudah, sebentar lagi juga diantar."
Baekhyun teringat sesuatu.
"Oh, iya, kau bilang akan bercerita bagaimana kau bisa mengenalku" tagih Baekhyun kepada Chanyeol.
"Rupanya kau masih ingat juga, baiklah. Kau masih ingat tidak pada namja kecil yang mengobatimu saat kau terjatuh dari sepeda ketika kau masih kecil ?"
Lalu Baekhyun mencoba mengingat-ingat.
"Maksudmu anak kecil yang berbadan gemuk itu, lalu apa hubungannya denganmu ?" tanya Baekhyun yang masih belum mengerti.
"Ck, kau masih saja tidak mengerti. Akulah anak kecil itu"
"Mwo ? Tapi, tapi kenapa kau berubah seperti ini"
"Maksudmu jadi tampan, eoh ?"
"Ish, pede sekali."
"Aku tau itu maksudmu, hehehe. Aku kan rajin berolah raga dan pola makanku dijaga, makannya aku berubah total"
"Waww, kau memang hebat" mereka pun tertawa bersama, dan tidak menyadari jika ada dua manusia yang berbeda gender sedang menatap mereka, yang satu dengan pandangan kesal dan yang satu lagi dengan pandangan datar.
.
.
Pulang sekolah, Chanyeol mengajak Baekhyun berangkat bersama.
"Baek, ayo kita pulang bersama sekalian aku ingin mampir ke rumahmu" ajak Chanyeol. Baekhyun pun bingung harus menjawab apa.
"Eum~ begini Yeol, sebenarnya,, sebenarnya,,"
"Sebenarnya dia itu sekarang tinggal dirumahku" jawab Sehun secara tiba-tiba. Baekhyun pun menundukkan wajahnya karena tidak enak pada Chanyeol. Chanyeol menatap Sehun dengan sengit, karena sudah seenaknya mengganggu mereka, namun Sehun tetap cuek.
"Baek, ayo kita pulang " ucap Sehun lalu segera menarik Baekhyun. Baekhyun hanya pasrah ditarik oleh Sehun.
Saat diparkiran Baekhyun melepaskan genggaman Sehun.
"Yak ! Apa maksudmu menarikku seenaknya eoh?"
"Aku hanya mengajakmu pulang bersama, kau tau kan aku tidak mungkin sampai dirumah tanpamu, nanti eomma akan memarahiku. Dan kau harus menuruti perintahku karena kau sekarang tinggal dirumahku. Jadi sekarang cepat naik !" perintah Sehun.
"Haah~" Baekhyun menghela nafasnya kesal lalu menaiki motor Sehun.
"Pegangan yang erat, karena kalau kau jatuh aku akan meninggalkanmu". Mau tidak mau Baekhyun memegang ujung baju Sehun. Sehun lalu melajukan motornya dengan cepat, sehingga membuat Baekhyun reflek memeluk Sehun dengan erat. Jantung mereka pun berdegup kencang.
"Mau sampai kapan kau memelukku dengan erat ?" ucap Sehun saat sudah sampai di rumahnya. Baekhyun tersadar dan segera melepas pelukannya. Lalu ia minta maaf dan langsung masuk kedalam rumah. Sehun mengeluarkan smirknya.
"Ommo, apa yang kulakukan, bagaimana ini,, aku malu. Dasar bodoh, bodoh, bodoh" Baekhyun bermonolog sendiri di dalam kamarnya sambil memukul-mukul kepalanya.
"Aku tahu kau bodoh, jadi berhenti memukul kepalamu sendiri jika kau tidak ingin kebodohanmu itu bertambah" ucap Sehun di celah pintu kamar Baekhyun yang sedikit terbuka. Kemudian Baekhyun berkata "kau ini senang sekali ya menghinaku".
"Aku tidak menghinamu, aku hanya bicara kenyataan"
"Itu sama saja, dan kau tidak sopan mengintip ke kamarku"
"Kamarmu ? Ini rumahku, aku berhak melakukan apa pun yang aku mau, termasuk di kamar ini" ucap Sehun memasuki kamar Baekhyun.
"Ka-kau mau apa ?" kata Baekhyun gugup saat melihat Sehun yang semakin mendekat padanya. "Se-sehun~ah..." Baekhyun semakin menunduk saat wajah Sehun sudah sangat dekat dengannya.
"Bodoh" Sehun pun mengambil bukunya yang sempat tertinggal dikasur itu. Sehun memang kadang-kadang suka membaca dikamar itu. Baekhyun mendongakkan kepalanya saat tahu Sehun hanya mengambil buku yang ada si belakangnya. Setelah itu Sehun tersenyum miring dan keluar dari kamar itu.
"Aish rupanya ia sengaja mempermainkanku, dasar menyebalkan" kesal Baekhyun.
Malam harinya, Baekhyun sedang mengerjakan PR di kamarnya.
"Kyaaa, susah sekali. Aku memang bodoh, bisa-bisanya aku menghabiskan waktu belajarku untuk mengejar-ngejar Sehun. Bagaimana ini, aku tidak bisa mengerjakannya" teriak Baekhyun frustasi.
"Bisakah kau diam"
"Eoh ? Sehun ? Sejak kapan kau disini ?" tanya Baekhyun ketika melihat Sehun ada didalam kamarnya.
"Sejak kau berteriak-teriak, kau tau kau mengganggu konsentrasi membacaku"
"Maaf, aku hanya kesal dengan soal-soal ini" sesal Baekhyun.
"Lalu dengan berteriak-teriak PRmu akan selesai dengan sendirinya, begitu ?" Baekhyun mengerucutkan bibirnya. "Kerjakan PRmu dengan tenang" Sehun lalu keluar dari kamar Baekhyun. Baekhyun langsung mengejar Sehun.
"Sehun" panggil Baekhyun.
"Mwo ?"
"Eum, be-begini kau kan pintar, jadi, jadi maukah kau mengajariku mengerjakan PRku ?"
"Kenapa aku harus melakukannya ?" tanya Sehun dingin.
"Aku mohon bantu aku"
"Apa yang aku dapatkan jika aku membantumu ?" ucap Sehun sambil mendekat.
"Ak-aku akan melakukan apa saja."
"Benarkah ? Kau yakin?" Sehun semakin mendekat membuat Baekhyun berjalan mundur.
"Iya, dan berhentilah mempermainkanku" ucap Baekhyun mendorong pelan dada Sehun.
.
.
.
Sehun sedang mengajarkan Baekhyun. Sesekali ia membentak Baekhyun karena saking kesalnya pada gadis itu yang tidak bisa memahami penjelasannya. Hingga terpaksa Sehun mengulanginya.
"Sekarang bagaimana ? Apa kau sudah mengerti ?" tanya Sehun.
"Oh begitu, ya sekarang aku mengerti"
Kemudian Baekhyun mengerjakannya dengan mulut berkomat-kamit tanpa suara. Sehun pun tersenyum melihat tingkah aneh Baekhyun, lalu melanjutkan membaca buku yang tadi sempat tertunda. Setelah cukup lama membaca buku, Sehun menoleh pada Baekhyun yang tertidur diatas meja. Lalu ia melihat PR Baekhyun yang tinggal beberapa nomor lagi.
"Bisa-bisanya ia tertidur saat mengerjakan PR" ucap Sehun. Ia melihat beberapa nomor yang belum diisi Baekhyun, kemudian mengerjakan sisa PRnya. Hanya butuh waktu 3 menit bagi Sehun untuk mengerjakannya. Setelah itu ia memperhatikan wajah Baekhyun yang terlelap. Karena tidak tega membiarkannya tidur diatas meja, Sehun pun menggendong Baekhyun menuju kasurnya. Saat sedang membaringkan Baekhyun tidak sengaja matanya tertuju pada bibir Baekhyun. Hingga tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dan menciumnya. Sehun menutup matanya mencoba meresapi bibir Baekhyun, cukup lama Sehun mengecup bibir Baekhyun hingga membuat gadis itu melenguh karena kehabisan udara mungkin. Sehun membuka matanya karena tersadar dan melepas bibirnya takut tertangkap basah telah mencium Baekhyun. Ia lalu keluar dari kamar itu.
"Haah, kenapa aku menciumnya" ucap Sehun sambil memegang bibirnya.
.
.
Keesokan harinya,
"Kyaaaaa, kenapa aku ketiduran. PRku, mana PRku, aku kan belum menyelesaikannya". Baekhyun membuka PRnya, ia pun terkejut.
"Bukankah semalam aku belum mengerjakannya sampai selesai" Baekhyun heran saat melihat PRnya sudah selesai.
"Ommo, apa Sehun yang mengerjakannya. Aku tidak menyangka Sehun sangat baik padaku".
Baekhyun keluar dari kamarnya menuju kamar mandi dan kaget melihat Sehun baru keluar dari kamar mandi. Baekhyun tersenyum membuat Sehun gugup tapi kemudian ia mencoba bersikap tenang.
"Sehunie, gomawo" ucap Baekhyun diiringi senyum manisnya.
"Untuk apa kau berterima kasih ?"
"Tentu saja karena kau telah mengerjakan PRku"
"Kau pikir itu gratis, kau lupa janjimu tadi malam ? Kau harus mau melakukan apa yang aku minta" ucap Sehun kemudian meninggalkan Baekhyun.
"Ck, aku lupa. Mana mungkin dia melakukannya secara cuma-cuma. Kira-kira dia akan meminta apa dariku." Baekhyun pun masuk ke kamar mandi.
.
.
-TBC-
