#Chapter 6#

Sehun sedang mengeluarkan motornya, saat ia sedang medorong motornya ia merasakan sesuatu yang janggal dengan motornya. Ia pun segera mengeceknya, ternyata ban motornya bocor. Akhirnya ia memutuskan untuk naik bus saja. Ia pun melihat Baekhyun yang baru keluar dari rumahnya, lalu ia tersenyum aneh.

"Heyy"

Baekhyun pun menoleh dan reflek menangkap tas Sehun yang dilempar oleh pemiliknya ke arahnya.

"Apa maksudnya ini ?" tanya Baekhyun kebingungan.

"Bawakan tasku, hari aku naik bus" Sehun berjalan mendahului Baekhyun, sesaat kemudian Baekhyun tersadar kemudian mengejar Sehun.

"Yak ! Apa-apaan ini, kalau kau mau naik bus itu bukan urusanku, jadi bawalah tasmu sendiri" ucap Baekhyun kemudian melemparkan kembali tas tersebut kepemiliknya. Sehun pun tidak terima kemudian berkata "kau harus ingat perjanjian kita semalam, apa selain bodoh kau juga sering ingkar janji ? Sekarang ini aku sudah memutuskan apa yang kuinginkan darimu, aku ingin kau menuruti semua keinginanku tanpa ada penolakan".

"Mwo ? Kenapa harus seperti itu kau kan hanya membantuku mengerjakan PR dan itu tidak terlalu sulit"

"Tidak terlalu sulit ?" Sehun menyela Baekhyun.

"Maksudku itu tidak terlalu sulit untukmu"

"Aku tidak peduli, bawa tasku" Sehun berjalan dengan cuek menuju halte.

"Huuh" Baekhyun pun mengela nafas kemudian mengikuti Sehun dari belakang.

Sampai di halte, bus rupanya sudah datang sehingga mereka tidak perlu menunggu. Sehun mengambil tasnya kembali, Baekhyun pun tersenyum lega karena tidak perlu membawanya sampai sekolah lalu ia segera menaiki bus. Saat sadar busnya penuh, senyum Baekhyun luntur seketika.

"Aish kenapa aku begitu sial hari ini, huuuft"

Baekhyun sedang mencoba mencari celah yang kosong agar ia bisa berdiri dengan nyaman, namun karena kondisi bus saat ini sangat sesak akhirnya ia terhimpit oleh siswa laki-laki. Sehun pun melihat itu dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, ia lalu menarik Baekhyun dan memposisikan Baekhyun dihadapannya. Sehun menyanggah tanganya di kedua sisi kepala Baekhyun agar tubuhnya tidak terlalu menghimpit Baekhyun, sedangkan Baekhyun menaruh kedua tangannya didada Sehun. Baekhyun menatap Sehun dengan malu-malu. Sehun sendiri, ia bersikap cuek walau sebenarnya ia merasa aneh dengan jantungnya yang berdegub dengan kencang.

.

.

Seperti biasa suasana kelas Baekhyun selalu ramai. Ada yang sibuk berdandan, ngerumpi, membaca dll.

"Hey, hey, hey aku punya berita" teriak Jesica. Murid-murid pun menghentikan aktivitasnya kecuali kyungsoo yang sedang membaca, ia tidak pernah tertarik dengan semua berita yang dibawakan Jesica.

"Ada berita terbaru apa lagi ?"

"Dengar baik-baik ya, sekolah kita akan mengadakan camping"

"Benarkah ? Kyaaaaa asyiik" sorak murid-murid lain dengan antusias.

"Kapan itu Jes ?"

"Itu dia, aku tidak tahu, hehehe" jawab Jesica dengan cengiran polos andalannya.

"Wuuu, selalu saja seperti itu" cibir pendengarnya. Jesica pun mengerucutkan bibirnya. Kemudian siswi lain berkata "kira-kira kapan yah ? Semoga saja besok".

"Iya semoga saja, aku bosan harus belajar tiap hari".

Selang beberapa menit guru datang, murid-murid pun sibuk ketempat masing-masing.

"Selamat pagi semuanya"

"Selamat pagi Seongsangnim" jawab murid-murid dengan wajah sumringah. Guru atau wali kelas tersebut mengernyitkan dahinya.

"Tumben sekali kalian terlihat bersemangat"

"Bukankah kami memang selalu seperti itu" sahut salah satu siswi membuat wali kelas mereka tersenyum.

"Baiklah ayo kita mulai pelajarannya"

"Yaaaah"

"Ada apa ini ? Tadi kalian terlihat bersemangat ?"

"Seongsangnim, apa seongsangnim tidak ingin memberikan pengumuman ?

"Pengumuman apa?"

"Kalau sekolah kita akan mengadakan camping ?"

"Itu kalian sudah tau, jadi untuk apa seongsangnim memberitahu"

"Ish, seongsangnim ini suka sekali memancing kita"

Wali kelas mereka pun tertawa pelan.

"Baiklah, baiklah, sekolah kita akan mengadakan camping dan itu akan diadakan lusa, seperti tahun lalu kalian harus mempersiapkan segala keperluannya sendiri. Untuk tahun ini kelas kalian akan digabung dengan kelas lain, dan untuk kelompok terdiri dari 6 kelompok beranggotakan tiga perempuan dan tiga laki-laki. Untuk anggotanya kalian bisa menentukannya sendiri. Apa kalian sudah mengerti ?" jelas wali kelas mereka.

"Kenapa harus seperti itu, kita kan tidak kenal dengan murid kelas lain ?"

"Untuk itu, kalian harus berkenalan. Apa ada pertanyaan lagi, jika tidak ada kita lanjut ke pelajaran, buka buku kalian halaman 30"

Seongsangnim pun menjelaskan pelajarannya, namun sepertinya ada beberapa murid yang sibuk menentukan kelompoknya.

#skip time

Waktu istirahat.

"Kyung kita akan mengajak siapa ?"

"Aku tidak tahu"

'Drrrt,drrrt'

Baekhyun pun menatap ponselnya yang bergetar, lalu membuka satu pesan yang masuk.

From : Sehun

Kau satu kelompok denganku.

"Dia itu mengajakku atau memerintahku" gumam Baekhyun sebal.

"Ada apa ?" tanya Kyungsoo

"Eoh, euum kyung bagaimana kalau kita satu kelompok dengan Sehun ?"

"Mwo ? Kau gila ? Memangnya Sehun mau satu kelompok denganmu ? Upss maksudku, kau tau kan selama ini sehun selalu menolakmu, jadi dia tidak mungkin mau..."

"Satu kelompok denganku, begitu kan maksudmu ?" potong Baekhyun dan melanjutkan ucapan Kyungsoo. Kyungsoo pun menganggukkan kepalanya.

"Asal kau tau saja Kyung, Sehun sendiri yang menyuruhku satu kelompok dengannya".

"Mwo ?"

"Pelankan suaramu Kyung, kau membuat seisi kantin memandang kita"

"Hehehe, mian. Tapi bagaimana bisa Baek, apa Sehun sudah berbalik menyukaimu ? Kyaaaa uri Baekhyun memang hebat, chukkae nde..."

Baekhyun pun jadi murung, dan membuat Kyungsoo heran. Sehingga pada akhirnya Baekhyun menceritakan semuanya dari awal.

"Jadi seperti itu. Dasar albino sialan,, eumm tapi kalau ku pikir-pikir bukankah itu akan menguntungkanmu, dengan adanya perjanjian itu kau kan bisa berdekat-dekatan dengan Sehun. Bisa jadi ini awal keberuntunganmu Baek" ucap Kyungsoo.

"Apa iya ?" Baekhyun pun teringat kejadian di bus tadi. Ia pun jadi tersenyum "kau benar, mungkin ini adalah awal keberuntunganku".

.

.

#other side

"Hunie kau sudah menentukan kelompok camping ?" tanya Luhan.

"Aku akan satu kelompok dengan Baekhyun, Lu.

"Kau dekat dengan Baekhyun ?"

"Nde ? Ah a-aniyo, dia itu.."

"Gadis yang sangat menyukai Oh Sehun" sambung Kai yang baru datang dan bergabung.

"Annyeong, Kai imnida " ucap Kai diiringi kedipan mata genitnya. Luhan pun tersenyum.

"Luhan imnida... Eumm jadi Baekhyun itu menyukaimu" Luhan mencoba melanjutkan pembicaraannya tadi yang sempat tertunda.

"Tentu saja. Baekhyun itu bukan hanya sekedar menyukai, tapi sangat sangat mencintai Oh Sehun. Tapi albino ini sangat jahat karena sering menolaknya secara terang-terangan" jawab Kai yang tidak ditanya

"Yak ! Kau tidak perlu berlebihan seperti itu" ucap Sehun tidak terima.

"Lalu kalau kau tidak menyukainya, kenapa kau mengajaknya satu kelompok denganmu ?"

"I-itu K-kai yang memintanya" Sehun pun menatap Kai, seperti tau arti tatapan itu Kai pun mengiyakannya.

Tanpa mereka sadari Luhan pun mengeluarkan smirknya seperti menemukan sebuah ide.

"Apa kalian hanya mengajak Baekhyun, tega sekali kalian tidak mengajakku" Luhan pura-pura kecewa.

"Kau tidak perlu cemas Lu, kelompok kami masih kurang satu orang. Jadi kau akan bergabung dengan kami" ucap Kai.

"Memangnya siapa saja kelompok kita ?" bisik Sehun yang ternyata tidak tahu kelompoknya karena ia kan hanya menyuruh Baekhyun.

"Aish kau ini, kalau ada Baekhyun sudah pasti ada Kyungsoo, dan aku juga sudah mengajak Chanyeol. Jadi pas kan" jawab Kai pelan namun masih terdengar Luhan.

Luhan pun tersenyum miring ketika Kai menyebutkan nama Chanyeol. 'Sepertinya akan semakin seru' batinnya.

.

.

.

Camping day pun tiba. Siswa-siswi tampak bersemangat. Baekhyun, Kyungsoo dan Chanyeol jalan bersama diikuti Sehun, Kai dan Luhan dibelakangnya. Sehun menatap kearah Chanbaek yang sedang tertawa dengan pandangan tidak suka. Sedangkan Kai, ia mencoba mendekati Kyungsoo dengan merangkulnya.

"Yak ! Lepaskan aku" teriak kyungsoo lalu mendorong Kai agar melepaskannya.

"Aish kau ini galak sekali sih."

"Kau sendiri yang menyebalkan."

Kai pun melihat bawaan Kyungsoo yang sepertinya sangat berat. Kemudian ia mengambilnya.

"Apa yang kau lakukan, cepat kembalikan" ucap Kyungsoo.

"Gadis cantik sepertimu tidak boleh membawa barang seberat ini."

Sepertinya perkataan Kai sangat berefek pada Kyungsoo hingga membuat pipinya merah seperti tomat.

"T-tidak perlu, sini kembalikan"

"Tidak" ucap Kai final lalu berlari. Kyungsoo pun mengejarnya. Chanbaek pun tertawa melihatnya, sedangkan Sehun berdecak melihat kelakuan konyol sahabatnya itu.

.

.

.

Setibanya dilokasi camping yang merupakan hutan cukup lebat, semua peserta berbaris di sebuah lapangan di hutan itu, pengawas acara camping mulai membuka acara dengan pidatonya, setelah itu mulai memerintahkan semua kelompok untuk membubarkan barisan dan mulai mendirikan tenda.

"Baiklah, untuk satu kelompok terdiri dari dua tenda. Laki-laki dan perempuan tidur terpisah, kalian mengerti ?" ucap pengawas memerintahkan. "Nde" jawab peserta serempak.

"Apa seongsangnim bercanda, tanpa diperintahkan pun kita sudah tau, ck" bisik Baekhyun kepada Kyungsoo dan membuat Kyungsoo tertawa pelan.

Semua kelompok mulai mendirikan tenda masing-masing, begitu juga dengan para pengawasnya.

.

.

Beberapa lama kemudian semua peserta sudah selesai mendirikan tenda,

"Huuh mendirikan tenda benar-benar menguras tenaga" eluh Baekhyun sambil mengelap keringatnya, Kyungsoo pun melakukan hal yang sama.

"Cih baru begitu saja sudah mengeluh" ejek Luhan.

"Yak ! Kau ini tidak membantu, jadi lebih baik kau diam saja" teriak Kyungsoo.

"Untuk apa aku ikut membantu, bukankah anak laki-laki sudah melarang. Kalian saja yang bodoh" ucap Luhan.

"Kau !" baru saja Kyungsoo akan menghampiri Luhan , sebuah lengan segera menahannya, siapa lagi kalau bukan milik Baekhyun.

"Kyung, sudahlah jangan ditanggapi" ucap Baekhyun pelan. Kyungsoo pun menghela nafasnya kasar.

"Aku tidak tau apa yang membuatmu berubah sikap, apa kami melakukan kesalahan, sebaiknya biacaralah terus terang" ucap Kyungsoo.

"Kau ingin tau ? Semua kesalahan ada pada sahabatmu ini, jadi apapun yang berhubungan dengannya aku sangat membencinya" kata Luhan sambil menunjuk Baekhyun lalu pergi meninggalkan tempat itu.

"Mwo ? Aku ? Memangnya aku melakukan kesalahan apa ?" tanya Baekhyun entah pada siapa. Kyungsoo pun berkata "jangan dipikirkan, gadis itu memang aneh."

.

.

Luhan sedang duduk menyendiri, ia memikirkan kejadian tadi. Air matanya pun menetes, Ia tidak menyangka akan mengatakan itu, sebenarnya Luhan tidak ingin membenci Baekhyun, tapi rasa sakit itu sudah menguasai dirinya. Kemudian datang seorang namja yang membuyarkan pikirannya dan duduk disampingnya. Buru-buru Luhan segera mengelap air matanya.

"Kau sedang apa ?" tanya namja itu.

"Aku, aku sedang duduk duduk saja" jawab Luhan sambil menunduk, menyembunyikan wajahnya. Namja itu terheran lalu mengangkat wajah Luhan pelan.

"Hey ada apa denganmu ? Eoh, K-kau menangis ?" ucap namja itu ketika melihat wajah Luhan.

"Aku tidak apa-apa Sehunie"

"Apa ada yang menyakitimu ? Katakan padaku siapa orangnya ? Akan ku beri pelajaran dia" kata Sehun kekanakan, hingga membuat Luhan tertawa pelan. Sehun pun ikut tersenyum.

"Sehunie, apa aku orang yang jahat ?"

"Kau ini bicara apa ? Katakan padaku apa yang terjadi ?"

"Tidak ada, aku hanya ingin tahu saja. Menurutmu aku ini orang yang seperti apa ?"

"Kau ini gadis lugu yang cantik, pintar, percaya diri dan yang paling penting kau selalu menebar kebahagiaan pada orang yang berada didekatmu"

Luhan pun tersentuh mendengar ucapan Sehun, sebegitu baikkah ia dimata Sehun. Ia pun tak kuat menahan air mata harunya dan langsung memeluk Sehun. Sehun pun membalasnya dengan mengelus punggung gadis itu, mungkin untuk menenangkannya. Tidak jauh dari sana ada yang menatap mereka dengan pandangan miris.

.

.

Saat ini semua peserta camping sedang berkumpul dilapangan. Pembina atau pengawas camping memberitahukan akan ada permainan yaitu permainan mencari bendera. Permainannya mudah hanya mencari 7 bendera di tempat yang berbeda, dan bagi kelompok yang berhasil mengumpulkan bendera terbanyak maka dialah pemenangnya.

"Sepertinya kalau kita tidak berpencar kita tidak akan mengumpulkan banyak bendera" ucap Kai.

"Kau benar, bagaimana kalau kita berpencar saja. Kelompok kita kan ada enam orang jadi kita bagi 3 saja. Kita pergi berpasangan" kata Chanyeol.

"Nde, dan untuk pasangan, aku pergi dengan Kyungsoo, kau dengan Luhan dan Sehun dengan Baekhyun" saran Kai sekaligus modus.

"Mwo ? Mana bisa begitu, aku tidak mau" protes Kyungsoo dan mendapat anggukan dari Baekhyun.

"Bukankah pasangan itu tidak penting, jika kita sibuk berdebat tentang pasangan, kita akan tertinggal jauh dari kelompok lain".

Mereka pun mau tak mau menyetujuinya.

.

.

"Bisakah kau berjalan dengan cepat, dasar lamban" ucap Sehun dengan wajah datarnya.

"Aku lelah, bisakah kita beristirahat sebentar. Kita bahkan sudah berjalan jauh." Baekhyun berkata dengan terengah-engah. Sehun pun tidak tega "baiklah kita beristirahat disitu". Mereka pun duduk di batu besar. Sehun mengeluarkan minuman dan menyodorkan ke Baekhyun. Gadis itu pun mengucapkan terima kasih lalu meminumnya. Setelah itu suasana menjadi hening.

"Apa hubunganmu dengan Chanyeol ?" Sehun pun merutuki pertanyaan bodoh yang dikeluarkannya.

"Nde ?"

"Lupakan"

Baekhyun pun tersadar dan tersenyum.

"Kenalan kecil, begitulah hubunganku dengannya, kami bertemu saat aku sedang belajar naik sepeda, dan saat aku terjatuh dia menolongku. Dan kami bertemu lagi saat keluarganya berkunjung ke rumahku. Dan setelah itu aku tidak pernah bertemu lagi dengannya karena dia kembali ke Jepang" cerita Baekhyun.

Ada sedikit perasaan lega saat Sehun tahu hubungan Baekhyun dan Chanyeol. Entah mengapa ia merasa lega, bukankah ia tidak pernah peduli dengan Baekhyun jadi mengapa ia merasa seperti itu.

"Eumm, kau sendiri ? Apa hubunganmu dengan Luhan ?" tanya Baekhyun takut-takut.

"Bukan urusanmu" jawab Sehun.

"Ya memang ini bukan urusanku, tapi aku kan sudah bercerita, jadi setidaknya bertukar ceritalah"

"Ayo kita lanjutkan mencari" ucap Sehun bangun dari duduknya tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun.

"Ck, menyebalkan sekali dia" Baekhyun pun mengikuti Sehun. Saat sedang berjalan, Baekhyun tidak sengaja tersandung kayu dan terjatuh. Baekhyun pun mengaduh kesakitan, Sehun menoleh dan menghampiri Baekhyun.

"Kau tidak apa-apa ?" tanya Sehun.

"Aku tidak apa-apa" Baekhyun mencoba berdiri namun sepertinya gagal, mungkin karena kakinya terkilir. Sehun pun langsung menggendong Baekhyun dipunggungnya.

"A-apa yang kau lakukan, aku bisa jalan sendiri" kata Baekhyun

"Melihatmu seperti tadi kau bilang bisa berjalan. Berhentilah bertingkah bodoh."

"Maaf membuatmu susah"

"Kau tidak perlu minta maaf, ini kan bukan keinginanmu. Sebaiknya kita kembali ke perkemahan". Baekhyun pun menyamankan dirinya dipunggung Sehun. Saat berjalan menuju perkemahan, mata Sehun melihat sebuah bendera yang berada di salah satu pohon.

"Bukankah itu benderanya, kau tunggu disini aku akan mengambilnya" ucap Sehun menurunkan Baekhyun kemudian berjalan ke pohon dimana bendera itu berada lalu mengambilnya.

"Ini, kau pegang benderanya" kata Sehun sambil memberikan benderanya.

"Woaah tidak kusangka kita berniat kembali ke perkemahan, malah kita menemukannya" ucap Baekhyun sumringah. Sesudah itu mereka pun melanjutkan perjalanan pulang menuju kemah.

Beberapa saat kemudian mereka sampai di perkemahan. Sehun pun menyadari jika semua peserta belum kembali ke kemah.

"Sepertinya belum ada yang kembali"

Hening,.. Sepertinya uri Baekhyun sudah tertidur nyaman dipunggung Sehun.

Sehun pun membaringkan Baekhyun didalam tenda, ia menatap wajah polos Baekhyun yang sedang tertidur, tanpa tersadar ia tersenyum dan menyingkirkan sedikit rambut yang menutupi wajah Baekhyun. Baekhyun pun menggeliat dan membuka matanya. Sehun pun menjauhkan wajahnya. Sepertinya ia tidak ingin ketahuan mengamati wajah cantik Baekhyun.

"Kita sudah sampai ?" tanya Baekhyun yang sadar sudah sampai di perkemahan.

"Sudah dari tadi, dan kau dengan enaknya tidur dipunggungku"

"Maaf, aku selalu menyusahkanmu" sesal Baekhyun

"Aku tahu" ucap Sehun lalu keluar dari tenda itu.

"Kau sudah sampai disini sehun-ssi ?" tanya Chanyeol yang baru saja kembali dengan Luhan.

"Nde, aku kembali lebih awal karena kaki Baekhyun terkilir. Tapi aku sudah mendapatkan bende..."

"Mwo ? Kaki Baekhyun terkilir ? Apa Baekhyun didalam ?" tanpa menunggu jawaban, Chanyeol langsung lari masuk ke tenda. Luhan pun mengepalkan tanganya.

'Baiklah aku akan memulainya' batin Luhan geram.

.

.

.

-Tbc-

Mian baru update sekarang. Cz kurang semangat, reviewnya ga sebanding sama pembacanya.

Dan mian lagi y krna w dh bikin Luhan jahat, namanya cerita kan harus ada yang baik sama jahat, jadi buat penggemar Luhan jangan marah y :)

Oke, untuk terakhir minta reviewnya y, hargailah karya seseorg :)