Warning : Ga sempet baca ulang sama ngedit, mian kalo banyak typo.

Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin ya ;-)

Chapter 7

.

.

"Baek kau tidak apa-apa, ku dengar dari Sehun kakimu terkilir" panik Chanyeol.

"Aku tidak apa-apa, tadinya sih sakit tapi sekarang sudah tidak apa-apa kok. Kau lihat ?" Baekhyun menggerak-gerakkan pergelangan kakinya untuk meyakinkan Chanyeol bahwa ia baik-baik saja. Chanyeol pun mengusak rambut baekhyun dan tersenyum.

"Baiklah. Tadi itu aku khawatir mendengar kau terkilir. Tapi syukurlah sekarang kau baik-baik saja."

"Gomawo sudah menghawatirkanku" kata Baekhyun.

"Oia, aku harus menyusul Sehun. Aku belum mengucapkan terima kasih padanya" ucap Baekhyun kemudian berdiri dan keluar dari tenda, Chanyeol pun mengikuti Baekhyun tanpa diketahui Baekhyun.

Baekhyun sedang mencari Sehun di sekitar perkemahan, akhirnya ia pun mememukan Sehun dan akan menghampirinya. Namun langkahnya terhenti saat melihat Luhan sedang bersama Sehun. Mereka terlihat sedang mengobrol namun mata Baekhyun jadi memanas ketika melihat Sehun mencium Luhan. Tubuh Baekhyun pun bergetar, Chanyeol yang berada di belakang Baekhyun segera membalikan badan Baekhyun dan memeluknya, kini Baekhyun sudah tidak tahan lagi. Ia pun menangis sesenggukkan. Sedangkan Chanyeol ia merasakan sakit di hatinya setelah mengetahui Baekhyun mencintai orang lain.

#other side

"Bagaimana ? Apa matamu masih perih ?" ucap Sehun setelah meniup-niup mata Luhan.

"Sudah tidak, gomawo" Luhan menatap kearah Chanbaek, kemudian menyeringai.

.

.

Malam hari tiba, semuanya sedang berkumpul mengitari api unggun sembari bersenandung ria dan membakar jagung. Chanyeol memainkan gitar dan diikuti yang lainnya menyanyi. Kecuali Sehun, ia hanya memandangi api unggun dengan wajah datar. Kemudian ada salah satu siswa yang meminta Baekhyun menyanyi karena suara Baekhyun sangat bagus. Akhirnya mau tak mau Baekhyun mengiyakannya. Baekhyun kemudian membisikan judul lagu yang akan dinyanyikan ke pada Chanyeol yang nantinya sebagai pengiring musik dengan gitarnya. Setelah itu Baekhyun pun menyanyi.

Karena aku sangat bodoh dan tolol

Maka mataku tak dapat melihat yang lain kecuali kamu

Walaupun aku tau kamu mencintainya

Kamu tak akan pernah tau sakit yang kurasa

Kamu mungkin tak pernah memikirkanku sama sekali

dan aku tau kita tak memiliki kenangan

tapi satu-satunya orang yang menginginkanmu itu hanya aku

Pada akhirnya hanya airmataku yang jatuh

Aku diam, kamu menjauh

Aku berdiri kembali, melihatmu dari hari ke hari

Kamu tak melihat jika aku sangat mencintaimu

Seperti angin , kamu hanya melintas terbang

Ada banyak hari dimana aku sangat merindukanmu

ada banyak hari dimana aku mengharapkan sentuhanmu

"I Love you" Entah kenapa terucap dari bibirku

Sekali lagi Aku menangis untukmu

Sekali lagi aku merasa kehilanganmu

Baby I love you I'm waiting for you...

#translate dari lagu beacause i'm stupid#

Mendengar suara Baekhyun yang merdu, semua jadi terpukau mendengarkannya. Bahkan Sehun yang tadinya memandangi api unggun kini beralih menatap Baekhyun, ya meski masih dengan wajah datar. Entahlah sepertinya namja ini suka sekali menatap Baekhyun dengan datar. Sedangkan Chanyeol tersenyum kagum mendengar suara Baekhyun, hal ini membuat Luhan geram. Ia pun merangkul lengan Sehun dan bersandar di bahu namja itu dengan alasan kedinginan, melihat itu Baekhyun segera mengalihkan pandangannya kearah lain. Hatinya semakin sesak, ia pun berhenti menyanyi.

"M-mian sepertinya a-aku ingin beristirahat" Kyungsoo dan Chanyeol terheran kemudian segera menghampiri Baekhyun.

"Baek kau kenapa ?" tanya Kyungsoo khawatir dan meletakkan tangannya di kening Baekhyun.

"Ya ampun kau demam, ayo kuantar kau ke tenda."

Sehun menatap kepergian mereka, ada rasa khawatir dihatinya namun lagi-lagi ia tidak mau memperdulikannya.

.

.

.

Keesokan harinya,semua peserta camping sudah bersiap untuk pulang. Baekhyun dan Kyungsoo sedang berjalan menuju bus, tiba-tiba dari belakang ada yang menarik tas Baekhyun. Baekhyun terkejut tapi kemudian ia tersenyum setelah mengetahui orangnya.

"Yak ! Kau mengagetkanku, kembalikan tasku."

"Hehehe, kau kan sedang sakit jadi biar aku saja" ujar Chanyeol, orang yang mengambil tas Baekhyun.

"Ish, kau pikir aku selemah itu. Aku sudah sudah baikan. Jadi kemarikan tasku".

"Benarkah ?" ucap Chanyeol kemudian menyentuh kening Baekhyun, "tapi sayangnya aku akan tetap membawakannya"

"Ish,,, gomawo" ucap Baekhyun.

"Nde~" Chanyeol mengusak pelan rambut Baekhyun.

#skip time

.

.

.

Tiga hari berlalu semenjak malam terakhir di perkemahan, Baekhyun selalu menghindari Sehun. Bahkan demi menghindari Sehun, Baekhyun selalu bangun lebih awal untuk sarapan dan pergi ke sekolahnya. Setelah pulang dari sekolah, ia selalu mengurung diri di kamarnya. Ia hanya akan keluar dari kamarnya jika Sehun tidak ada. Ya, seperti sekarang ini Baekhyun sedang membantu Jaejoong membuat makan malam saat Sehun sedang berada di kamarnya.

"Eomma tidak menyangka kau bisa memasak, kau memang tipe menantu idaman" puji Jaejoong kagum melihat Baekhyun yang sedang membantunya membuat makanan.

"Aish, Jae eomma terlalu berlebihan. Baekki kan hanya membantu"

"Aniya, kau memang pandai"

Baekhyun pun tersenyum malu sambil menata makanan di meja.

'Drap, drap, drap' suara kaki yang menuruni tangga. Baekhyun menoleh dan melihat Sehun disana.

'Deg'

'Aish, kenapa dia keluar dari kamarnya' gerutu Baekhyun dalam hati.

"Eoh ? Sehunnie kemarilah. Ayo kita makan bersama. Sudah tiga hari kita tidak makan malam bersama semenjak Baekhyun disibukkan dengan belajarnya"

Baekhyun pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia merasa tidak enak dengan Jaejong.

"Mian, eomma"

"Gwenchana" ucap Jaejong kemudian mengusap lembut rambut Baekhyun.

Sehun mendudukkan dirinya kemudian menatap Baekhyun, yang ditatap pun merasa risih. Bagaimana tidak risih, jika tatapan yang diberikan itu seolah-olah menelanjangi dirinya. Namun Baekhyun mencoba melahap makanannya dengan tenang tanpa perduli dengan tatapan itu.

Beberapa menit kemudian Baekhyun menyelesaikan makanannya, kemudian pamit ke kamarnya. Sehun pun menyusulnya dari belakang. Saat didepan pintu kamar, Sehun mencekal tangan Baekhyun.

"Apa kau mencoba menghindariku ?" ucap Sehun dengan nada dingin.

"Aku tidak menghindarimu, lagi pula untuk apa aku menghindarimu" jawab Baekhyun dengan nada yang tak kalah dingin.

"Cih, aku tidak bodoh untuk tidak mengenali gerak-gerikmu Byun Baekhyun'

Baekhyun pun menatap Sehun kesal, ia pun mencoba melepas genggaman Sehun.

"Aku tidak perduli dengan apa yang kau bicarakan, sekarang lepaskan tanganku"

"Oh Sehun, apa kau tidak mendengarku. Aku mohon lepaskan tanganku" mohon Baekhyun sambil mencoba melepaskan tangannya. Sehun tidak mengindahkan permohonan Baekhyun, ia malah menatap Baekhyun datar. Lama mencoba melepaskan tangan Sehun, akhirnya Baekhyun menyerah. Ia pun menundukkan wajahnya, tubuhnya bergetar karena menangis. Ia benci dirinya yang tidak bisa mengontrol air matanya untuk tidak menetes. Sehun pun terkejut melihat Baekhyun menangis, ia pun menarik Baekhyun kedalam pelukannya. Sehun merasa ada yang aneh dengan dirinya, ia ikut merasa sakit dihatinya ketika melihat Baekhyun menangis. Ia sendiri tidak tahu mengapa.

"Hiks, hiks"

"Berhentilah menangis, apa genggamanku terlalu kencang ?" tanya Sehun, kali ini dengan nada lembut. Ya meskipun ada rasa canggung disana.

Baekhyun pun menggeleng pelan, ada perasaan senang ketika Sehun memeluknya. Namun lagi-lagi ia merasa sakit ketika ingat Sehun sudah dimilikki orang lain.

Cukup lama Hunbaek berpelukan. Setelah dirasa Baekhyun berhenti menangis, Sehun kemudian melepas pelukannya. Baekhyun menundukkan wajahnya karena malu ditatap Sehun. Sehun pun mengangkat dagu Baekhyun pelan.

"Kau terlihat semakin jelek saat menangis" mendengar ejekan Sehun, Baekhyun pun melotot kemudian menepis tangan Sehun.

"Ck, dasar menyebalkan" gerutu Baekhyun. Sehun menyeringai lalu berkata "sudah tahu menyebalkan kenapa masih menyukaiku"

'Blush' pipi Baekhyun merona.

"S-siapa bilang aku masih menyukaimu ? Aku beritahu ya, aku sudah tidak menyukaimu. Mulai sekarang aku akan membuka hatiku untuk orang lain"

Rahang Sehun mengeras seketika, seringai yang dipasang tadi pun menghilang. Tatapannya berubah menjadi menyeramkan seperti tadi, Baekhyun pun menciut melihatnya.

"Apa kau yakin kau sudah tidak menyukaiku" ucap Sehun datar sambil mendekati Baekhyun. Baekhyun memundurkan badannya sampai menabrak pintu dibelakangnya, tangannya memegang gagang pintu dengan erat. Tubuhnya saat ini terhimpit oleh pintu dan Sehun. Wajah mereka sangat dekat, bahkan sampai membuat Baekhyun menahan nafasnya.

"Berhenti mengatakan hal yang tidak bisa kau lakukan" ucap Sehun.

"Wae ? Kenapa aku tidak bisa melakukannya ? Kalau aku berusaha pasti aku bisa."

"Cih, benarkah ?"

"Tentu saja. Aku bisa belajar menyukai Chanyeol misalnya. Dia sangat baik, pasti sangat mudah jatuh cinta pad..."

'Cup'

Sehun membungkam Baekhyun dengan bibirnya, Baekhyun pun membulatkan matanya, jantungnya berdegub dengan kencang. Bukan, bukan hanya Baekhyun, tepatnya mereka berdua. Satu menit mengecupnya, Sehun pun mencoba melumatnya. Tangannya menggenggam erat tangan Baekhyun yang berada di gagang pintu, sedangkan tangan satunya berada dileher Baekhyun untuk memperdalam ciumannya. Baekhyun membalas ciuman Sehun, lidah mereka saling beradu. Lama berciuman seperti itu, Sehun pun melepasnya.

"Sekarang apa kau masih yakin sudah tidak menyukaiku ?" Sehun menyeringai kemudian meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun menatap bingung Sehun, tapi kemudian ia tersadar. Ia pun merutuki dirinya sendiri. Bodoh, bisa-bisanya ia membalas ciuman tadi. Harusnya terpikir olehnya jika Sehun hanya mengujinya. Ia menatap sebal ke pintu kamar Sehun 'Kenapa Sehun menciumnya ? Bukankah orang yang sudah mempunyai kekasih tidak boleh mencium orang lain ? Dan mengapa Sehun melarang dirinya tidak boleh membuka hati untuk orang lain ? Apakah Sehun menyukainya ?' Baekhyun pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak mungkin kan Oh Sehun yang sangat membenci dirinya jadi menyukainya. Tapi ciuman tadi...? Apakah ia akan membatalkan niatnya tadi, atau ia akan belajar menyukai orang lain ? Aish, memikirkannya saja membuat Baekhyun pusing.

.

.

.

#Keesokan harinya

Pagi-pagi sekali Jaejoong sedang sibuk membuat sarapan. Wajahnya terlihat berseri-seri, bagaimana tidak wajahnya berseri-seri, hari ini adalah hari kepulangan Yunho, suaminya. Ia pun menata makanannya dengan rapi dan menutupnya dengan tudung saji. Setelah itu ia menempelkan note kecil diatas tudung saji tersebut dan menyiapkan diri untuk menjemput suami tercinta.

.

.

'Hoaaaaaam'

"Jam berapa ini ?" tanya Baekhyun pada dirinya sendiri. Ia pun melihat jam didinding.

"Ommo, sudah jam 8. Aish bagaimana ini aku tidak membantu eomma Jae menyiapkan sarapan". Baekhyun pun berlari ke kamar mandi dan bersiap-siap lalu turun ke dapur. Saat sampai di dapur Baekhyun melihat Sehun sedang menyantap sarapannya. Ia pun menyesal tidak membantu Jaejoong. Tapi kemudian ia tersadar tidak ada Jaejoong disana.

"Apa ini kebiasaan aslimu saat hari libur ?"

"Mianhae,,, semalam aku tidak bisa tidur jadi aku bangun kesiangan" sesal Baekhyun.

Sehun pun mengernyitkan alisnya.

"Memangnya apa yang kau pikirkan ?"

"Aku..."

'Blush' pipi Baekhyun merona karena teringat kejadian semalam.

"A-aku tidak memikirkan apa-apa. Aku hanya tidak bisa tidur saja. Ya hanya itu saja"

"Lalu kenapa pipimu memerah seperti itu ?" tanya Sehun kembali. Sebenarnya Sehun tahu benar apa yang dipikirkan Baekhyun. Hanya saja ia ingin menggoda Baekhyun. Gadis itu mudah sekali merona, Sehun sangat menyukainya.

"Ah, itu.. Udara disini sangat panas, makanya pipiku memerah seperti ini. Aish~ kenapa panas sekali" ucap Baekhyun bohong sambil mengibas-ngibaskan wajahnya.

"Eumm dimana Jae eomma ?" Baekhyun mengalihkan pembicaraan.

"Kau baca saja kertas itu."

Baekhyun mengambil note kecil yang tertempel di atas tudung saji, ia pun membacanya dan kemudian matanya melotot.

'Ommo~ Jae eomma akan pergi seharian dan menginap diluar. Apa berarti... Aku dan Sehun ? Kyaaaaaa,,, bagaimana ini' jeritnya dalam hati. Ada perasaan senang, gugup dan juga kesal. Ia pun menoleh kearah Sehun. Sehun tidak mudah dibaca, wajahnya datar. Namja ini memang tidak pernah mengekspresikan wajahnya.

"Kenapa kau menatap wajahku seperti itu ? Apa kau senang akan tinggal berduaan denganku ?"

"Nde ? Anyio, percaya diri sekali kau" Baekhyun pun mendudukkan dirinya kemudian ikut menyantap sarapannya. Sehun pun tersenyum meremehkan lalu melanjutkan sarapannya.

.

.

"Kau mau kemana ?" tanya Baekhyun saat melihat Sehun yang akan keluar rumah.

"Membeli makanan ringan" jawab Sehun singkat.

"Boleh aku ikut ?" tanya Baekhyun takut-takut.

'Hmmm' jawab Sehun berdeheman. Baekhyun tersenyum kemudian mengikuti Sehun.

.

.

Sampai di market mata Baekhyun berbinar-binar saat melihat cemilan yang sudah lama tidak dimakannya. Ia pun buru-buru mengambil trolley dan mengambil banyak makanan tanpa memperhitungkannya. Sehun pun menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Apa kau akan memakan semuanya ? Ambillah yang benar-benar kau inginkan" saran Sehun.

Baekhyun menggelengkan kepalanya "anyio~ semua ini yang aku inginkan. Sudah lama aku tidak memakan ini semua".

"Pantas saja tubuhmu berlemak" ejek Sehun.

"Yak ! Apa ka..."

"Sehunnie~" baru saja Baekhyun akan melayangkan protes, sebuah suara mengintrupsinya. Siapakah dia ?

-TBC-