"Sehunnie..." panggil seseorang yang ternyata Luhan. Mereka berdua pun menoleh, kemudian Luhan menghampiri mereka.
"Sehunnie, waah kebetulan sekali... Baekhyun-ssi ? kalian sedang berkencan ?" Luhan mengernyit saat menyadari Sehun sedang bersama Baekhyun.
"Tidak" sahut mereka berdua.
"Kami berdua hanya kebetulan bertemu" lanjut Sehun.
'Mwo ? kebetulan bertemu ? jelas-jelas kita pergi bersama' teriak Baekhyun namun hanya dalam hati.
"Hmmm, begitu. Sudah kuduga kalian kan tidak mungkin pergi bersama, apalagi kencan" ucap Luhan sambil tersenyum remeh ke Baekhyun. Sehun mengangguk, kemudian mereka berjalan bersama meninggalkan Baekhyun. Baekhyun menatap mereka tidak percaya.
"Mwo, aku ditinggal begitu saja. Ini keterlaluan" kesal Baekhyun, ia pun melanjutkan acara belanjanya tanpa berniat mengikuti mereka.
Setelah mengambil beberapa cemilan dan barang-barang yang dibutuhkan, Baekhyun menuju kasir tapi langkahnya berhenti saat menyadari sesuatu.
"Astaga, aku lupa, dompetku ada di mobil Sehun. Eotteokhae..." Baekhyun panik, ia bingung dan memutuskan untuk mencari Sehun.
#flashback
"Sehun-ah dompetku tertinggal didalam mobil. Kita kembali lagi ya, aku ingin mengambil dompetku" pinta Baekhyun. Saat ini Sehun dan Baekhyun sudah didalam market.
"Kau pikir aku tidak bisa membayar belanjaanmu" jawab Sehun.
Sesaat Baekhyun terdiam, kemudian dia menyadarinya lalu membekap mulutnya dan tersenyum senang.
'Ommo, jadi Sehun berniat akan mentraktirku. Kyaaaa senangnya, aku akan mengingat ini' batin Baekhyun.
#flashback end
"Sehun dimana, apa dia sudah pulang. Eottokhae, eotteokhae ?" tanya Baekhyun pada diri sendiri. Ia sudah mengitari tempat belanja ini tapi sama sekali tidak menemukannya. Teringat dengan ponsel yang ada disakunya, dia pun mencoba menghubungi Sehun, tapi tidak ada jawaban.
"Apa yang harus kulakukan, bagaimana ini... dikantongku bahkan tidak ada uang sama sekali" ia merogoh kantong lainnya tapi tidak menemukan apa pun. Dengan rasa malu ia pun terpaksa meninggalkan belanjaanya.
Baekhyun sedang duduk dihalte tanpa berniat untuk menaiki bus yang sudah beberapa kali berhenti disitu. Ia menundukkan kepalanya dan menahan tangisnya.
'Tin, tin, tin' bunyi suara klakson.
"Hey, nona sudah berapa bus yang kau lewatkan" ucap seseorang. Baekhyun mendongak.
"C-Chanyeol" Baekhyun tersenyum. Seketika perasaannya lega, karena Chanyeol pasti akan menolongnya.
"Masuklah" perintah Chanyeol. Baekhyun mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
"Kenapa kau melewatkan bus, apa kau tidak berniat untuk menaikinya ?" tanya Chanyeol penasaran.
"Aku,,, aku tidak punya uang" jawab Baekhyun.
"Mwo ? Apa kau habis kecopetan ?" Chanyeol bertanya dengan nada khawatir.
"Tidak, bukan begitu. Sebenarnya,,,," kemudian Baekhyun menceritakan semua yang terjadi padanya.
"Keterlaluan sekali dia, besok aku akan bicara padanya, kalau perlu aku akan menghajarnya".
"Jangan, aku rasa tidak perlu. Aku sendiri yang akan bicara padanya nanti" sergah Baekhyun. Gadis itu tidak ingin ada perkelahian, apalagi dikarenakan dirinya.
"Baiklah" ucap Chanyeol sambil menghela nafas kecewa lalu menjalankan mobilnya.
Sementara itu dari kejauhan ada seseorang yang mengamati mereka kemudian menatap dompet Baekhyun yang ada ditangannya. Merasa telat untuk mengembalikannya, ia pun melajukan mobilnya menuju rumah.
.
.
.
"Aku pulang" ucap Baekhyun.
"Apa dia belum pulang" Baekhyun melihat sekelilingnya yang terlihat kosong. Ia menghela nafas lelah dan memasuki kamarnya. Ia merebahkan tubuhnya dan mengernyit saat merasa ada sesuatu dibawah tubuhnya.
"Dompetku,,,, jadi dia sudah pulang" Baekhyun bergegas menuju kamar Sehun, rasanya ia ingin sekali memarahinya.
Didepan pintu kamar Sehun.
'aku ketuk pintu atau langsung masuk saja ya ? rasanya aneh sekali mau mengomel tapi harus sopan' batin Baekhyun berperang.
Saat sedang sibuk berbatin, pintu kamar Sehun terbuka dan menampakan Sehun yang menatap Baekhyun bingung.
"Apa yang kau lakukan di depan kamarku" ucap Sehun datar.
Baekhyun berjingkat kaget melihat Sehun. 'sejak kapan pintunya terbuka' Baekhyun berbatin kembali.
"Kau, kau tega sekali meninggalkanku sendirian. Kau kan tau dompetku tertinggal, harusnya kau kembali dan memberikan dompetku" omel Baekhyun.
"Kau sendiri ceroboh sampai meninggalkan dompetmu, harusnya kau tinggalkan sifat cerobohmu itu, dasar bodoh" jawab Sehun santai.
"Mwo ?" Baekhyun tidak terima dikatai bodoh. Harusnya disini dia sedang memarahi Sehun tapi mengapa dia dikatai bodoh.
"Lagi pula sudah ada malaikat penolongmu bukan, jadi untuk apa hal ini dipermasalahkan"
'Malaikat penolong ? tunggu dulu...' Baekhyun pun tersadar dan mengejar Sehun yang berjalan ke dapur.
"T-tunggu,,, malaikat penolong ? kau melihatku dengan Chanyeol ? Maksudku, jadi kau sempat menjemputku ?" tanya Baekhyun.
"Kau sudah sampai rumah dengan selamat, itu berarti kau sudah ditolong seseorang kan" jawab Sehun kemudian meneguk air yang sudah dituangkannya ke gelas.
"Jadi kau sama sekali tidak mengkhawatirkanku" Baekhyun kecewa dan merutuki perkataannya, 'bodoh, seorang seperti Sehun tidak mungkin mengkhawatirkannya'. Ia pun meninggalkan Sehun dan kembali kekamarnya. Setelah itu Sehun menatapnya.
.
.
.
"Sedang memikirkan apa ?"
"Kyungie" Baekhyun tersadar dari lamunannya.
Kyungsoo tersenyum, "kau ini, berhentilah melamun. Hey sekarang sudah waktunya makan siang apa kau tidak ingin makan?"
"Tentu saja aku ingin makan, aku sangat lapar, ayo"
Baru keluar dari kelas, Baekhyun teringat sesuatu "Kyung aku lupa membawa dompet, kau tunggu dulu disini ya aku ambil dompetku". Ia pun berlari ke kelas dan mengambil dompetnya. Setelah itu,,,,
'Brukk'
Baekhyun menabrak Luhan. Dompetnya terjatuh, dan Ia segera memungutnya.
"Dompet itu..." Luhan mengeluarkan suaranya.
"Jadi dompet itu milikmu ?" Luhan menghela nafas kasar.
"Aku tidak percaya, jadi Sehun buru-buru meninggalkanku karna dia" gumam Luhan yang dapat didengar Baekhyun.
Baekhyun membulatkan matanya seakan tidak percaya apa yang dikatakan Luhan. Ia pasti sudah salah dengar, maka ia berniat untuk bertanya.
"Apa kau bilang ? jadi maksudmu Sehun..." belum selesai Baekhyun bicara Luhan sudah meninggalkannya.
"Baek" panggil Kyungsoo.
"Eoh ? Kyung."
"Apa yang tadi kau bicarakan dengan Luhan ?" Kyungsoo penasaran.
"Itu,,,,, Kyaaaa senang sekali... ayo kita ke kantin, aku traktir kau."
"Yakk, ada apa ini ? ceritakan padaku."
"Akan kuceritakan nanti di kantin" ucap Baekhyun sambil senyum-senyum.
.
.
"Jadi seperti itu, tapi kalau dipikir-pikir biar bagaimanapun dia meninggalkanmu sendiri. Tetap saja dia namja yang jahat."
"Ah, kau ini. Setidaknya kan dari kejadian ini aku jadi tahu kalau Sehun masih memiliki rasa peduli padaku."
Kyungsoo mencibir melihat Baekhyun yang sedang senyum-senyum seperti fangirl.
"Baiklah kalau kau senang, aku juga ikut senang. Baiklah, setelah ini berhentilah melamun, belajarlah. Karna besok akan ada ulangan" ucap Kyungsoo.
"MWO ? Ulangan ? memangnya kapan seongsangnim mengatakannya ?"
"Sudah kuduga pasti kau tidak mendengarkannya" Kyungsoo berdecak sebal.
.
.
.
"Materi untuk ulangan banyak sekali" gerutu Baekhyun sambil membolak balikan bukunya.
"Haah, aku haus" Baekhyun keluar dari kamarnya.
Saat di dapur, Baekhyun melihat Sehun yang sedang meneguk air.
'Bagaimana ini ? aku datangi tidak ya' batin Baekhyun.
"Minggirlah, kau menghalangi jalanku"
"Maaf" Baekhyun menundukan kepalanya.
"Sehun-ah" panggil Baekhyun. Sehun menghentikan langkahnya.
"Gomawo sudah mau peduli padaku."
Sehun membalikan badannya dan mengernyit bingung "maksudmu ?"
Baekhyun berlari kecil kemudian memeluk Sehun "gomawo kau sudah datang saat itu, aku sangat senang ternyata kau masih mau peduli padaku, hehehe"
Sehun tertegun Baekhyun memeluknya tapi kemudian tersenyum.
"Berterima kasih kemudian memelukku, pintar sekali kau mencari kesempatan" kata Sehun sambil mendorong kepala Baekhyun dengan telunjuknya, membuat Baekhyun sebal dan memanyunkan bibirnya.
"Huftt, aku kan hanya reflek."
Sehun tidak peduli lalu berjalan ke kamarnyaa. Baekhyun pun tersenyum menatap punggung Sehun.
-TBC-
