ME, YOU, AND OUR DULLNESS

Pairing: Min Yoongi x Park Jimin (MinYoon) Slight!: Namjin, Vkook, J-hope alone

Cast: BTS (Main Cast), Seventeen, EXO (Other Cast)

Rated: T/M (buat jaga-jaga)

Warning: BL, Typo, OOC (?)

~chapter 5~

Hoseok nyaris berteriak begitu melihat layar ponselnya. Saking kagetnya, namja bermarga Jung itu melemparkan ponsel kesayangannya dengan keras. Beruntung ponsel itu jatuh disofa. Namjoon dan Jimin yang tengah berada di ruang tamu bersamanya menatap Hoseok dengan heran.

"ada apa? Tagihan kreditmu membengkak? Atau kau baru menyadari betapa jeleknya dirimu, huh?" tebak Namjoon asal.

Hoseok tidak membalas pertanyaan Namjoon yang terdengar seperti ejekan itu. dia itu malah menyambar ponselnya dan menunjukkannya pada kedua member BTS lainnya.

Tidak ada yang aneh, pikir mereka berdua sampai sebuah foto dengan artikel dibawahnya membuat kedua namja itu juga kaget.

"ASTAGA... D-DIA KAN MEMBER SEVENTEEN ITU?!" seru Namjoon tidak percaya.

Hoseok ikut menimpali, "namanya Kim Mingyu. Kita beberapa kali bertemu dengannya saat acara musik, kan? dia sangat tampan..." hoseok mengamati reaksi jimin nyang terlihat lebih tenang. "kau tidak terkejut?" tanyanya.

Jimin menggeleng dengan wajah muram. Mana mungkin dia terkejut. lagipula dia sudah melihat secara langsung adegan yang ada difoto itu.

"heol... aku benar-benar tidak menyangka Yoongi hyung berpacaran dengan namja dibawah umur. Lihat, dia saja baru seumuran dengan Jungkook!"

"yaa~! Jadi anak ini alasan kenapa Yoongi hyung selalu keluar setiap ada waktu luang? Biasanya dia kan hanya tidur saat hari libur." Lanjut Namjoon. Namja ber-dimple lucu itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

"aku pergi." Kata jimin. Dia tidak ingin mendengar hal ini lagi. Dengan cepat namja itu melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan membanting pintunya dengan keras.

Namjoon dan Hoseok saling berpandangan satu sama lain.

"kenapa sih dia?" tanya namja dengan stage name J-Hope itu.

Namjoon mengangkat bahunya. Sebenarnya dia juga tiak tahu alasan Jimin yang akhir-akhir ini selalu uring-uringan.

KRIETT! Terdengar suara deret pintu yang terbuka. Seokjin, Yoongi dan Taehyung yang baru saja minimarket memasuki dorm dengan wajah lelah. Kedua Rapper BTS itu menatap mereka dengan tatapan aneh, terutama pada Yoongi. yoongi merasa risih dengan tatapan mereka. "ada apa? Kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanyanya.

"hyung. apa kau berpacaran dengan Kim Mingyu?" Namjoon langsung menanyakan intinya. Dia tidak bisa berbasa-basi.

Yoongi membelalakkan matanya. "darimana kau mendengar hal itu?"

Hoseok memperlihatkan artikel yang ada diponselnya. Yoongi segera membacanya.

"jadi itu benar, hyung? kau berpacaran dengan bocah itu?"

Yoongi menggeleng."tidak. Kami hanya berteman."

"lalu kenapa kalian berpelukan?" hoseok masih tidak percaya.

"bukankah itu wajar? Kau dan taehyung juga sering berpelukan kan?" sahut yoongi tidak peduli. namja manis itu ikut duduk di sofa, tepat dihadapan Namjoon.

Seokjin dan Taehyung hanya diam mendengarkan mereka. taehyung menunjukkan ekspresi andalannya, 'blank tae' yang terkenal sedangkan Seokjin hanya bisa menghela napas.

"hal seperti itu tidak akan menjadi hal yang biasa kalau kau yang melakukannya!" seru Hoseok berlebihan. "ini akan menjadi berita besar, kau tahu? Aku yakin seluruh orang akan menanyakan hubungan kalian sekarang."

Yoongi mengabaikan ocehan sahabatnya itu. dia malah dengan santainya membuka sekaleng soda yang baru saja dibelinya dan meminumnya.

"hentikan Hoseok. Kenapa malah kau yang heboh, huh?" protes Seokjin.

"sedekat apa hubungan kalian?" pertanyaan taehyung yang tidak terduga menghantikan perdebatan mereka. semua member BTS menatap Yoongi.

Yoongi bergumam kecil, "hmm... dia orang yang baik meski kadang membuatku kesal." Jawabnya singkat.

Taehyung menangguk puas, "sepertinya memang dia orang yang baik."tukasnya.

Yoongi tersenyum kecil. "memang."

"jadi kalian tidak berpacaran?"

"tidak. Berapa kali aku harus mengatakannya pada kalian, hah?"

"lalu bagaimana dengan berita ini?"

"aku akan membicarakannya dengan Mingyu. Kalian tidak usah khawatir."

"Geurae. Aku tidak akan ikut campur." Kata Namjoon.

Yoongi berjalan memasuki kamarnya. Baru saja dia menghempaskan tubuh mungilnya di ranjang, ponselnya berdering. "ada apa?" ujar Yoongi dengan nada datar begitu mengangkat telepon.

"kau sudah mendengar kabar itu, hyung? tentang kau dan aku—"

"sudah." Sahut Yoongi. "lalu? Bagaimana dengan wonwoo sekarang? Apa dia tidak marah dengan berita itu?"

"tidak, tenang saja. aku sudah menjelaskannya. hyung sendiri bagaimana?"

"tidak masalah."

"hyung tidak perlu khawatir. kalau ada wartawan yang menanyakan hal ini, aku akan mengkonfirmasi kalau kau dan aku hanya berteman."

"terserah kau saja."

Terdengar suara tawa diseberang sana.

"ada yang lucu, hah?"

"tidak. Hanya saja aku tidak menyangka kalau mereka mengetahuinya secepat ini. kurasa setelah ini kita akan mendapat tawaran untuk acara celebrity bromance."

Yoongi menghela napas, "aishh... kau benar-benar harus mengganti pekerjaanmu. Darimana kau mendapat kemampuan meramal seperti itu, hah?"

Mingyu kembali tertawa. "entahlah. Aku akan mengurus sisanya, hyung. gomawo."

"hm..."

Yoongi melempar ponselnya ke ranjang. Namja berambut Light Blonde itu menghela napas panjang. Mendadak dia teringat pada Jimin. 'KAU SUDAH MENJADI JALANG MURAHAN DILUAR SANA, HAH?! KAU BENAR-BENAR MURAHAN MIN YOONGI! KAU BENAR-BENAR MURAHAN...!' ucapan menyakitkan yang keluar dari mulut Jimin kembali terngiang dan terus menghantuinya. Dia benar-benar brengsek! Dia bahkan tidak meminta maaf padaku! Kau benar-benar jahat, Park Jimin! Rutuk Yoongi dalam hati. memang, setelah pertengkaran itu, kata maaf sama sekali tidak terucap oleh Jimin. Namja itu tidak mengatakan apapun padanya, seperti sebelumnya. Bahkan namja itu terlihat sangat menghindarinya. Yoongi tidak mengerti, sebenarnya apa yang membuat Jimin begitu marah padanya? Seharusnya aku yang marah padamu, Park Jimin! Kenapa aku tidak bisa membencimu? Kenapa hanya aku yang menderita? Kenapa? Yoongi memejamkan matanya. dia lelah—amat sangat lelah.


Yoongi melongo begitu menatap namja manis yang ada dihadapannya dengan seksama. Dia mengamati namja yang berwajah datar itu. namja itu sangat memiliki aura yang unik, terkesan begitu cantik dan maskulin secara bersamaan. Kulitnya pucat, meskipun tidak sepucat Yoongi yang seperti mayat hidup. Rambutnya hitam kelam. Tubuhnya kurus meskipun posturnya tinggi. Penampilannya sederhana, namun terlihat begitu pas untuknya. Meskipun ekspresinya terlihat begitu emo, namun Yoongi dapat melihat semburat merah yang ada dipipinya. Yoongi iri begitu melihat wonwoo untuk pertama kalinya. Meskipun seorang Uke namun namja itu terkesan maskulin, tidak seperti dirinya yang terlihat imut.

"hyung, berhentilah menatap pacarku seperti itu."

Yoongi melirik tajam pada Mingyu, "aku kesal tahu. Bagaimana mungkin namja jelek sepertimu bisa mendapatkan bidadari secantik dia?"

"hyung...! kenapa kau mengejekku seperti itu? aku ini tampan tahu! Lagipula kan kau sendiri yang mendukungku untuk mendapatkan Wonwoo-hyung!" protes Mingyu tidak terima.

"Aku yakin Wonwoo-ah melakukan kesalahan. Seharusnya aku tidak menyuruhmu untuk mengatakan perasaanmu saat itu. mungkin dia akan menerima Junhui dan tidak menyesali keputusannya sekarang." Ucap yoongi dengan kejam.

"kau jahat sekali, hyung..." sahut Mingyu dengan nada yang dibuat memelas.

Wonwoo tersenyum kecil melihat tingkah laku kedua sahabat itu. "kalian berdua lucu sekali." Komentarnya jujur.

"Kami?! Yang benar saja wonwoo-ah... pacarmu yang brengsek ini sangat menyebalkan." Seru Yoongi. "oh iya, soal gosip tentang aku dan Mingyu—"

"tenang saja, hyung. Mingyu sudah menjelaskan semuanya."

"soal itu besok kami akan mengadakan event. Aku akan mengkonfirmasi tentang hubungan kita disitu."

"apa kau juga akan mengkonfirmasi hubunganmu dengan wonwoo?"

Mingyu dan Wonwoo saling berpandangan. "kurasa tidak, hyung. kami masih tahun depan aku dan wonwoo-hyung akan mengatakannya pada publik."

"benar juga. Kuharap kau mau bersabar, wonwoo-ah."

Wonwoo mengangguk. Yoongi yakin kekasih wonwoo itu orang yang pemalu.

"hyung mau pesan apa?" mingyu memberikan daftar menu pada Wonwoo.

"aku ingin blueberry cake dan ice caramel machiato. Yoongi hyung ingin pesan apa?"

"cheese cake dan Americano."

Mingyu segera menuju konter pemesanan, meninggalkan kedua Uke itu. yoongi memutuskan untuk membuka percakapan, "jadi... kenapa kau menerima Mingyu, Wonwoo-ah?"

Pipi wonwoo kembali merona. "hmm... sebenarnya aku sudah menyukai Mingyu sejak dulu. Tapi kurasa Mingyu tidak menyukaiku. Aku malu untuk mengungkapkan perasaanku padanya, jadi aku menghindarinya."

"ahh... sudah kuduga kau memang menyukainya. Mingyu memang tidak peka. Ppabo."

"kau benar hyung. dia sangat bodoh dan tidak peka." Wonwoo setuju.

Mingyu kembali dengan wajah cemberut. "entah kenapa aku merasa kalian sedang membicarakanku."

"memang." Jawab Yoongi datar.

Seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. yoongi langsung menyambar sepotong cheese cake yang tadi dipesannya.

"pelan-pelan, hyung. kau bisa tersedak."

"biarlah. Aku sedang depresi sekarang."

"apa ini soal Jimin hyung?" tebak Wonwoo. Kemarin Mingyu menceritakan sedikit tentang Yoongi, termasuk juga masalah percintaannya.

Yoongi tidak ambil pusing rahasianya ini diketahui oleh dongsaeng-nya itu. lagipula sepertinya Wonwoo adalah orang yang bisa dipercaya. Yoongi mulai menyukai Wonwoo. Setidaknya dia tidak menyebalkan seperti kekasihnya itu. "si brengsek itu bahkan terang-terangan menghindariku sekarang. Seharusnya aku yang marah, kau tahu?!" yoongi meluapkan kemarahannya.

"hyung..." wonwoo tidak tahu bagaimana menghadapi kemarahan Yoongi. namja itu melirik kekasihnya.

"si brengsek itu juga tidak meminta maaf padaku! Apa dia sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun?!"

"kau juga bodoh menyukai namja brengsek seperti itu." komentar Mingyu.

Wonwoo tersentak begitu mendengar tanggapan sang kekasih. "yaa~! Bagaimana kau bisa berbicara sejahat itu pada Suga hyung...!"

Mingyu terkekeh. "dia juga selalu berbicara seperti itu padaku."

"kau benar. aku memang bodoh." Yoongi membenarkan ucapan Mingyu. "bahkan sampai sekarang aku masih mencintai si brengsek itu. aku sudah berusaha melupakannya, tapi aku semakin memikirkannya. Seharusnya aku membencinya, tapi aku tidak bisa. Aku pasti sudah gila."

Mingyu dan Wonwoo hanya menghela napas panjang. Namja dihadapan mereka terlihat begitu menderita. "kuharap kau bisa segera menyelesaikan masalahmu hyung. aku ingin kau juga bahagia." ujar wonwoo tulus.

Aku tahu sejak awal aku tidak akan bahagia. Ujar Yoongi dalam hati.


BTS baru saja merilis album Comeback mereka, album yang dinanti-nantikan oleh para penggemar. Kini BTS tengah melakukan promosi disebuah hotel ternama yang terletak didaerah Gangnam. Dentuman musik keras dan sorotan lampu disco membuat Yoongi sedikit pusing. Ditambah lagi dengan banyaknya kerumunan orang yang memenuhi lantai dansa. Setelah melakukan promosi, para staff maupun tamu-tamu penting mengadakan pesta besar-berasan merayakan keberhasilan BTS dalam comeback kali ini yang terbilang sangat sukses. Bahkan beberapa artis ataupun Idol lain juga tengah menikmati pesta ini. Yoongi menatap kerumunan orang disekitarnya yang terlihat menggila, melepaskan semua stress mereka. yoongi menghela napas. Dia membenci pesta. Dia benci berada ditengah-tengah keramaian. Namja manis itu memilih untuk duduk di konter bar, ditemani segelas Virgin Mojito sambil menikmati kesendiriannya. Setidaknya minuman itu tidak akan membuatnya mabuk karena kadar alkoholnya rendah. Ingin sekali dia kembali kekamarnya dan tidur. Akhir-akhir ini waktu tidurnya berkurang karena mempersiapkan Comeback. Sayangnya namjoon tidak mengizinkan Yoongi untuk absen dari pesta ini. sejak tadi Yoongi terus-terusan merutuki sang Leader yang seenaknya mengganggu waktu istirahatnya, sehingga tidak menyadari sahabat-sahabatnya itu hilang entah kemana. Dasar monster brengsek! Dia memaksaku untuk mengikuti pesta dan sekarang dia meninggalkanku sendirian?! Rutuknya kesal. Sebenarnya bisa saja Yoongi mengundang Mingyu dan Wonwoo untuk menemaninya, toh usia keduanya itu sudah legal. Tapi tepat hari ini Seventeen tengah mengadakan konser di Jepang sehingga 'pasangan baru' itu tidak bisa datang.

"min yoongi." sapa seseorang yang duduk disamping kirinya.

Yongi menatap malas kepada 'sang sumber suara'. Yoongi sedikir familiar dengan sesosok namja bermata bulat dengan rambut hitam kelam.

"Do Kyungsoo... member EXO?"

Kyungsoo tersenyum pada namja manis itu. "selamat atas Comeback kalian." Ujarnya seraya tersenyum tulus. "Aku sangat menyukai lagu terbaru kalian."

"ah... gomawo hyung." jawab yoongi. meskipun pernah beberapa kali berbicara dengan namja cantik itu, yoongi masih sedikit canggung dengan Kyungsoo. Bagaimanapun EXO adalah senior mereka, dan tentu saja pembicaraan mereka selama ini hanya sekedar formalitas saja.

"kau juga 93-liner kan? panggil saja aku Kyungsoo. dan tidak perlu berbicara formal padaku, itu membuatku tidak nyaman." Kyungsoo memutar kursinya sehingga bisa bertatapan dengan lawan bicaranya. "apa kau datang sendiri, yoongi-ah? Atau aku harus memanggilmu suga?"

Yoongi terkekeh kecil. Meskipun sekilas terlihat pendiam, namun Kyungsoo ternyata cukup cerewet. "terserah kau saja, kyung."

"aku akan memanggilmu suga." putusnya. "kenapa kau sendirian disini? mana membermu yang lain?"

"entahlah. Tadi mereka disini, tapi sekarang menghilang entah kemana." Gumamnya pasrah. Dia terlalu lelah untuk menari sahabat-sahabatnya yang kelewat aktif itu. "kau sendiri?"

Kyungsoo tersenyum kecil dengan rona merah dipipinya. "aku sedang menunggu namjachingu-ku. Dia sedang mengobrol dengan beberapa orang. Membicaraan mereka membosankan, jadi aku memilih untuk menunggunya disini."

"apa dia juga dari kalangan entertaiment?" tanpa bertanya Yoongi pun sudah tahu jawabannya. Yang ada dipesta ini hanyalah orang-orang yang berhubungan dengan dunia hiburan. "apa aku mengenalnya?"

Kyungsoo mengangguk kecil. "kau pasti mengenalnya. Dia namja dengan kulit tergelap di EXO."

Yoongi menebak-nebak siapa namja yang dimaksud Kyungsoo. " A-ASTAGA...! KAU BERPACARAN DENGAN KIM JONGIN?!" serunya histeris.

Kyungsoo menjitak dahi Yoongi, "yaa~! Kecilkan suaramu, ppabo!"

"ah... mianhae." Yoongi melihat keaadaan ekitarnya. Sepertinya tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka. "sejak kapan?"

"sekitar setahun yang lalu."

"kau beruntung media belum mengungkap hubungan kalian."

"kalaupun terungkap juga tidak masalah. Malah banyak fans yang mendukung hubunganku dan Jongin."

Yoongi sangat iri pada Kyungsoo. dia juga ingin merasakan cinta yang ditujukan hanya untuknya. Dia juga ingin orang yang dia cintai juga mencintainya. Apa keinginannya itu berlebihan? Yoongi dan Kyungsoo terus melanjutkan obrolan mereka. setidaknya yoongi tidak merasa bosan lagi sekarang.


Jimin menggandeng tangan Jungkook, menuntunnya untuk keluar dari ruang pesta dan membawanya ke atap bangunan hotel. Angin malam terasa begitu membekukan, terlebih sekarang sudah memasuki musim dingin. Tentu saja atap bangunan hotel itu sepi pada malam hari. Bahkan tidak ada banyak cahaya disini. yang terlihat hanyalah cahaya kerlap-kerlip lampu dari seluruh Seoul yang terlihat dari kejauhan. Sejenak jungkook sedikit aneh dengan suasana yang mendadak romantis itu. dia tidak mengerti kenapa Jimin mendadak mengajaknya ketempat seperti ini. jimin menggengam tangan Jungkook erat-erat. Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. "aku menyukaimu, Kookie." kata Jimin dengan suara lembutnya. "sudah sejak lama. Bahkan sejak kita masih menjadi Trainee dulu." Lanjutnya.

Jungkook tersentak dengan pernyataan itu, meskipun sebenarnya dia tahu perasaan Jimin sejak awal. Hey, dia tidak bodoh. Dia tahu kalau selama ini Jimin berusaha untuk mendapatkan perhatiannya. Jungkook hanya berpura-pura tidak tahu. Jungkook menghela napas panjang, "sudah kuduga kau akan mengatakan hal itu, cepat atau lambat." Gumamnya.

Jimin terkejut dengan reaksi jungkook yang tidak diduganya. "jadi... kau tahu kalau selama ini aku menyukaimu?"

Jungkook mengangguk kecil. "ya, aku tahu sejak dulu."

"lalu kenapa kau bersikap seakan kau tidak tahu, hah?!" pekik Jimin frustasi. Dia merasa dipermainkan.

"ini demi kebaikanmu sendiri. kebaikan kita berdua."

"apa maksudmu, Jeon Jungkook?"

"maaf hyung, tapi aku sudah menyukai orang lain. aku... aku sangat mencintainya. Aku bersikap seperti itu agar kau menyerah. Tapi kau malah mengatakan perasaanmu padaku sekarang. Lagipula kurasa sebenarnya selama ini kau tidak mencintaiku, hyung."

"apa maksudmu?! Aku mencintaimu, kook." Jimin meyakinkan dirinya sendiri.

Jungkook menggeleng, "tidak, hyung. kau tidak mencintaiku. Kau hanya ingin memilikiku. Hyung, cobalah gali perasaanmu sendiri. siapa orang yang selama ini selalu kau pikirkan? Siapa orang bisa membuatmu berdebar-debar? Siapa orang yang bisa membuatmu gila sampai-sampai kau tidak bisa hidup tanpanya? Apakah itu aku?"

Mendadak wajah yoongi muncul dipikirannya. Jimin tersentak. Semua ucapan jungkook terasa seperti sebilah pedang yang terus menusuknya. Dia sendiri tidak tahu jawabannya. Aku mencintai jungkook, bukankah begitu? Seharusnya begitu! Tapi... kenapa? ada sesuatu yang hampa... kenapa yoongi muncul dalam pikiranku?

"aku merasakan itu semua pada Taehyung, hyung."

"jadi... orang yang kau cintai—"

"ya, dia adalah Taehyung." sahut Jungkook. namja berambut Dark Brown itu terkekeh miris, "tentu saja, kau tahu dia alien bodoh yang tidak peka. Dia tidak pernah menyadari perasaanku selama ini. berkali-kali aku mencoba untuk memberitahunya, tapi dia selalu menanggapiku dengan bercanda, seakan perasaanku padanya hanyalah gurauan saja. berhentilah menganggap hanya kau yang tersakiti."

"karena itu berhentilah menyia-nyiakan waktumu untuk mengejarnya, kook."

"aku tidak bisa, hyung. kalau aku boleh memilih aku juga tidak mau terjebak oleh perasaan ini. tapi taehyung sudah menancapkan cintanya terlalu dalam. Aku tidak bisa berpaling darinya. Aku tidak bisa melihat orang lain lagi. Aku tidak akan menyerah bahkan jika dia menolakku berkali-kali. Aku akan terus berusaha untuk mendapatkannya."

Jimin terdiam. Dia tidak mengerti. Dia benar-benar tidak mengerti. Jungkook menepuk bahu Jimin dengan lembut, "kita sama-sama berjuang, hyung. berhentilah bersikap seolah hanya kau yang tersakiti. suatu saat kau akan mengerti. kau akan menyadari siapa yang kau cintai sebenarnya. Jadi, segeralah buka matamu." Jungkook pergi melewati Jimin begitu saja, meninggalkan namja berwajah tampan itu.

Jimin mengacak rambutnya dengan frustasi. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Jimin memutuskan untuk kembali ke pesta. dia membutuhkan alkohol sekarang.

~chapter 5 end~

Huwaa~! Author bingung mau nulis apa di chapter ini...! hasilnya berbeda dari rancangan author semula. Yah... semoga kalian suka. Ada yang sadar kalau member EXO muncul? Tadinya author mau memunculkan chanyeol, tapi kok yang munul malah kyungsoo ya? Entahlah (Author nggak tahu sama pikiran author sendiri).