ME, YOU, AND OUR DULLNESS
Pairing: Min Yoongi x Park Jimin (MinYoon) Slight!: Namjin, Vkook, J-hope alone
Cast: BTS (Main Cast), Seventeen, EXO (Other Cast)
Rated: T/M (buat jaga-jaga)
Warning: BL, Typo, OOC (?)
~chapter 6~
Yoongi menyusuri lorong hotel yang terasa sepi. Pesta belum berakhir, namun namja itu memutuskan untuk segera kembali kekamarnya. Sesekali yoongi menyenandungkan melodi dari lagu favoritenya. Yoongi yakin sekali kalau sekarang Namjoon dan Seokjin sedang bercinta. Yoongi terkekeh sendiri karena pikiran konyolnya. baru saja akan membuka pintu, seseorang sudah mendorongnya memasuki kamarnya dan menghempaskannya hingga menabrak dinding dengan kasar. "yaa~! Apa-apaan ini?!" protesnya. Yoongi tersentak begitu menyadari siapa orang yang mendorongnya. "Ji-Jimin?" tukasnya kaget.
Jimin menatap yoongi tajam dengan matanya yang indah. Namja itu menggenggam tangan yoongi erat, menghentikan gerakan yoongi seketika.
"apa kau mabuk?" yoongi yakin namja dihadapannya ini mabuk. Samar-samar tercium aroma alkohol yang menguar dari tubuhnya. "s-sakit... lepaskan." Yoongi mencoba melepaskan cengkraman Jimin di pergelangan tangannya, namun sia-sia. Jimin jauh lebih kuat darinya.
"apa yang kau lakukan, Min Yoongi?" ucapan Jimin terdengar begitu depresi. "APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN PADAKU, HAH?!"
"a-apa maksudmu?" seru Yoongi tidak mengerti.
"KENAPA KAU SELALU MUNCUL DALAM PIKIRANKU? KENAPA KAU MEMPERLAKUKANKU SEPERTI INI?!" Jimin mencengkram bahu Yoongi dengan kasar.
"apa kau sudah gila?! Lepaskan aku sekarang, Jimin! Kau menyakitiku..!"
Jimin tertawa keras seperti orang gila. Yoongi semakin terkejut, Jimin terlihat sangat kacau.
"ya... kau benar... aku sudah gila." Jimin kembali menatap yoongi dengan tajam. Sungguh Yoongi tidak tahan begitu melihat mata Jimin yang seakan menghipnotisnya.
"dan ini semua karenamu, Min Yoongi... kau harus bertanggung jawab."
Jimin menghempaskan tubuh ringkih Yoongi ke ranjang dengan kasar dan langsung menindihnya. Yoongi mendorong tubuh Jimin agar menjauh, namun gerakannya sia-sia. "Jimin, lepaskan aku! Lepaskan!" yoongi berteriak sekeras-kerasnya. Yoongi tidak memperdulikan image-nya yang Swag. Sungguh dia sangat panik sekarang. Entah kenapa dia merasa Jimin akan melakukan sesuatu yang buruk padanya.
Jimin tidak memperdulikan teriakan Yoongi. Namja itu malah membungkam mulut Yoongi dengan bibirnya.
"emmgh..." yoongi mendesah. Dia tidak menyangka orang yang disukai tengah menciumnya sekarang. Bukannya yoongi tidak menginginkan hal ini. dia sangat menginginkannya, hanya saja tidak begini. Tidak dalam situasi seperti ini. Jimin melumat bibir tipis Yoongi dengan kasar. Yoongi kembali mencoba melepaskan diri. Jimin malah semakin merapatkan tubuhnya. Yoongi menutup bibirnya rapat-rapat agar lidah Jimin tidak memasuki mulutnya. Jimin menggeram tidak sabar. Namja tampan itu menggigit bibir bawah Yoongi, memaksa membuka akses agar lidahnya bisa memasuki mulut 'sang submissive'.
"NGHH~" Yoongi terkejut dengan tindakan Jimin. Mulutnya sedikit terbuka, memberikan celah sehingga Jimin berhasil memasukkan lidahnya. Lidahnya menari dalam mulut yoongi, menjelajahi setiap ruang mulutnya, menautkan antara lidah satu dengan lidah lainnya, melumat bibir tipis itu hingga menimbulkan suara decakan yang menggairahkan. Bibir yoongi terasa begitu nikmat dan menggairahkan. Jimin melepaskan ciuman mereka begitu napas Yoongi memburu. Jimin menatap namja manis itu. Yoongi terlihat begitu menggoda. Pipinya merona, napasnya memburu dan saliva menetes dari sudut bibirnya yang membengkak. Jimin menggeram dengan suara rendah. Namja tampan itu membuka kemeja Yoongi dengan kasar, membuat tubuh bagian atas namja yang lebih tua dua tahun darinya itu terekspos sempurna. yoongi terlihat begitu sexy dan menggairahkan. Yoongi terus menggeliat, membuat Jimin sedikit kesulitan menahan tubuh 'sang Rapper'. "diamlah!" serunya kesal. Tangan kekarnya semakin mengeratkan cengkeraman pada tangan kurus Yoongi, membuat sang Submissive meringis kesakitan. Jimin mengecup leher pucat yoongi, menikmati aroma manis dari tubuh yoongi yang memabukan. Perlahan namja itu menggigit kulit yoongi dengan lembut, membuat sang pemilik leher mendesah karena sensasi aneh yang baru dirasakannya.
"Ji-Jiminnh... aangghh..." yoongi terkejut begitu mendengar suara menggairahkan yang keluar dari mulutnya. I-itu suaraku...? batinnya tidak percaya. Namja berkulit pucat itu menggigit bibir bawahnya, menahan suara desahan dari mulutnya yang terdengar begitu menjijikkan ditelingannya.
Jimin terus menghisap dan menggigit leher Yoongi, menciptakan tanda kepemilikan yang menghiasi kulit pucatnya.
"mnghhh... nnnnhhh" bibir yoongi terluka karena dia teralu keras menggigitnya, sehingga likuid merah menetes dari sudut bibirnya.
Jimin menghentikan kecupannya dan menyeringai kejam begitu tidak mendengar desahan yoongi yang menggoda. "kau benar-benar keras kepala..." ujarnya dengan suara yang terdengar begitu mendominasi. "akan kubuat kau mendesahkan namaku dari bibir sexy-mu itu." Jimin
"brengsek! Hentikan semua ini! kau sudah kelewatan. Lepaskan aku!"
Jimin tidak memperdulikan ucapan Yoongi. namja tampan itu mencubit nipple kanan yoongi dengan kedua jarinya, lalu menggigit lembut nipple kiri yoongi dengan giginya.
"ahhhnn...!" yoongi tidak bisa menahan suaranya lagi. Semua sensasi asing yang ada ditubuhnya terasa begitu nikmat.
Jimin tersenyum senang, puas akan reaksi namja yang ada dibawahnya. Namja itu terus menghisap nipple yoongi—sesekali menggigitnya, membuat yoongi terus mendesah.
"hnnn... henti...hentikahnn Jiminh..." yoongi masih berusaha mempertahankan akal sehatnya yang perlahan menghilang.
Namja bersurai hitam mengabaikan ucapan Yoongi. Jimin kembali melumat bibir Yoongi, lalu beralih pada lehernya yang kini dipenuhi kissmark. Dikecupnya leher itu sehingga menambah jumlah kissmark yang ada. "kau benar-benar indah, yoongi..." ujarnya dengan tatapan memuja yang tulus, membuat pipi Yoongi bersemu merah karena malu. Jimin mengecup dahi yoongi dengan lembut. "mengagumkan..." bisiknya lagi.
"Jimin..." yoongi merasa bingung dengan perlakuan Jimin yang berubah. Jujur, perlakuan Jimin yang sekarang membuat Yoongi terlena. Apa Jimin menyukaiku...? pikirnya ragu.
Namja tampan itu tersenyum lembut, sangat berbeda dengan senyum sadisnya tadi. perlahan dia melepas celana yoongi, membuat namja berkulit pucat itu tidak mengenakan sehelai benang pun. Yoongi tidak lagi melawan, dia terlalu bingung dengan perubahan sikap Jimin yang tiba-tiba bersikap lembut sekarang. namja manis itu menutupi alat kelamin dengan kedua tangannya, sedangkan pipinya semakin memerah karena malu. Jimin terkekeh kecil, lalu namja bersurai gelap melepas pakaiannya sendiri, memamerkan absnya yang sexy dan menggoda. Yoongi menutup kedua matanya, dia tidak sanggup menatap Jimin sekarang.
"buka matamu, sayang..." Jimin mengecup pipinya.
Yoongi membuka matanya perlahan. Uh, dia benar-benar sexy! Pikirnya.
Jimin menyingkirkan kedua tangan Yoongi yang menutupi penisnya.
"anhhhh... Jiminnh...! hnnnghh..." desah Yoongi begitu tangan Jimin meremas penisnya, mengocoknya dengan tempo kasar. Jimin terseyum puas begitu melihat reaksi Yoongi. kini dia menurunkan posisi wajahnya tepat dihadapan penis Yoongi, lalu memasukkan penis itu kedalam mulutnya.
"ANGHHH...! JI-JIMINHH... AHHH...!" Yoongi mendesah sekeras-kerasnya. Dia tidak pernah merasakan kenikmatan ini sebelumnya.
Jimin terus menghisap 'Junior' Yoongi, sesekali memainkannya dengan giginya. Namja itu memaju mundurkan penis Yoongi di mulutnya, sedangkan tangannya merepat bingkahan pantat Yoongi yang sexy. Precum terus mengucur deras dari lubang penisnya yang memerah. Yoongi sudah berada di ambang batasnya. "Jimin... a-aku... aahhh mau keluarhh...!"
Jimin semakin memperkuat hisapannya pada penis Yoongi.
"AAARRGHHH...!" Tubuh Yoongi bergetar hebat begitu mencapai puncaknya, memenuhi mulut Jimin dengan cairan spermanya. Jimin menelan semua cairan Yoongi tanpa rasa Jijik. yoongi menyerah. Dia tidak sanggup menahan hasratnya yang begitu menginginkan Jimin. dia membiarkan seluruh gairah menguasai dirinya. lagipula dari sudut hatinya yang paling dalam, dia tidak sanggup menolak namja yang ada dihadapannya ini.
namja tampan itu membalikkan tubuh Yoongi yang masih lemah setelah mencapai puncaknya, lalu melumuri ketiga jarinya dengan air liurnya yang bercampur dengan sperma Yoongi. Jimin menyentuh lembut lubang berkerut Yoongi.
"ahhh... hentikanhh! Jiminhh..."
Jimin hanya terkekeh kecil. Perlahan dia memasukkan kedua jarinya kedalam lubang Yoongi.
"AHHH...!" Erang Yoongi begitu jari-jari Jimin memasuki lubangnya. "sakit... keluarkan!" protesnya.
Jimin tidak memperdulikan ucapan Yoongi. namja itu malah menambah satu jari lagi untuk memasuki lubang sempit itu.
"HNNGHH...!" yoongi kembali mendesah begitu jari Jimin menyentuh prostatnya.
Jimin terus memainkan jarinya didalam lubangnya. sesekali jemarinya menekan prostatnya, membuat tubuh kecilnya menggelinjang penuh gairah. Jimin menggesekkan penisnya yang besar dan panjang di paha dalam Yoongi. Yoongi menelan ludahnya keras-keras begitu melihat 'milik' Jimin yang panjang dan besar—nyaris dua kali lipat dari miliknya. Bagaimana bisa ada penis sebesar itu...?
"cih, aku tidak tahan lagi!" seru Jimin Namja itu sudah mengeluarkan jarinya dari lubang Yoongi. kini dia memposisikan penisnya yang sudah mengacung sempurna tepat dibibir lubang Yoongi. Yoongi menatap nanar pada penis yang bersiap memasuki lubangnya. "Tunggu Jim– AARRGHHH...! APPO...!" Yoongi tersentak begitu Jimin mulai memasukkan penisnya kedalam lubangnya yang sempit. Penis Jimin telah masuk seluruhnya sekali sentak, membuat lubang Yoongi yang masih Virgin berdarah.
"keluarkanhhh... ahhh! Appo...!" Yoongi menjerit sekeras-kerasnya. Rasanya sangat sakit, bahkan air matanya mengucur deras. Yoongi yakin sudut lubangnya sudah lecet dan berdarah.namja itu terisak dengan suara lemah.
Jimin mengecup bibir Yoongi, bermaksud mengurangi rasa sakitnya. Namja itu kembali mendorong penisnya hingga menyentuh prostat Yoongi.
"agnnhhhh...!" seru 'sang bottom' begitu penis Jimin berhasil menyentuh sweetspot-nya, mengganti rasa sakit yang semula dirasakannya dengan rasa nikmat yang tak terhingga.
"shit... sempit sekali!" Jimin menggeram dengan suara rendah yang terdengar begitu sexy ditelinga Yoongi. Lubang Yoongi terlalu sempit untuk dimasuki miliknya yang besar, menghambat pergerakan penis Jimin didalamnya. Jimin menyodok lubang Yoongi dengan keras, membuat Yoongi terus mengerang erotis. Berkali-kali Jimin menumbuk prostatnya, membuat tubuh ringkih itu tersentak disetiap gerakannya. "anhhh... Ji-Jiminnhhh... akhhh..." Yoongi terus mendesah. Tangannya meremas selimut dengan erat. Rasanya terlalu nikmat hingga akal sehatnya benar-benar menghilang dan tergantikan oleh gairah. Bunyi sodokan dan desahan memenuhi ruangan. "ahhh... Jiminnhh... aku mau keluarrhh... ANGGHHNN!" Yoongi memekik frustasi begitu Jimin menyumbat lubang penisnya dengan ibu jarinya, menghentikan aliran sperma yang akan keluar. Yoongi merasakan penisnya yang berkedut karena hasratnya yang tidak tersampaikan, begitu sakit dan menyiksa. Ini pertama kalinya namja itu merasakan orgasme kering, dan itu rasanya sangat menyiksa. "Jiminn... lepaskanhh oohh...! aku tidak tahanhh!" protesnya.
"bersama, sayang." Bisik Jimin tepat ditelinganya. Jimin menggigit leher Yoongi, menambah tanda kepemilikan dileher pucat itu. "shit, Jangan rapatkan lubangmu... brengsek. Aku tidak bisa bergerak..." umpat Jimin ketika Yoongi mengencangkan lubangnya. Jimin terus menyodok lubang Yoongi dengan brutal. Suara becek terus terdengar disetiap sodokannya. Jimin merasakan otot-otot dilubang Yoongi menegang, pertanda namja itu akan mencapai puncaknya untuk kesekian kalinya. "fuck... aku mau keluarrhh..." Jimin terus mempercepat sodokannya dilubang Yoongi. rasanya begitu nikmat.
"Jiminnh... Jiminh... please... ANGGHHH...!" yoongi sudah mencapai puncaknya. Begitu Jimin melepaskan jarinya, Yoongi langsung memuncratkan spermanya hingga mengotori perut dan dadanya. Yoongi semakin mengetatkan lubangnya, membuat Jimin juga tidak tahan
"HNNGHHH!" Serunya begitu menyemprotkan benihnya didalam Yoongi. Begitu banyak hingga terus mengalir dari sela-sela lubang Yoongi saat Jimin mengeluarkan miliknya. Keduanya menarik napas panjang setelah 'pergulatan panas' yang mereka lakukan. Jimin merebahkan tubuhnya disamping Yoongi yang sudah terlelap. Namja tampan itu memeluk tubuh yoongi dengan erat, menikmati aroma Cherry Mint yang menguar dari tubuh namja itu, lalu perlahan menutup matanya.
~chapter 6 end~
sebelumnya author minta maaf banget soalnya udah lama nggak update. Banyak urusan di real life yang nggak bisa ditinggal. Selain itu, author agak bingung buat bikin adegan rated M di chapter ini. rasanya sulit banget, dehh...! (author takutnya nggak hot dan gagal). Jadi author butuh waktu lama untuk ngerjain chapter ini. sekali lagi maaf banget ya! Semoga kalian suka. Jangan lupa tinggalin kritik dan salam. Gomawo~ ^ ^
