By : Abrar Kiroashi.

Genre : Adventure,Family,Romance.

Rating :M.

Pair : Naruto x Mini Harem. Isse x miniHarem.

Covers. : Naruto X DXD.

Warn : Typo. StrongNaru,SharingganNaru,RineNaru, ,StrongIsse,17+.

Summary.

Dia adalah orang terakhir dari bangsa Shinobi?. Tapi dia telah membangkitkan bangsa Shinobi. Ia rak memiliki dendam kepada orang yang membantai Keluarga Shinobinya. Tapi jika ada yang mengusik dirinya dan keluarganya ia tak akan segan untuk menghabisinya.

Sebelumnya :

Di sebuah kamar Akeno kini duduk meringkuk dibalik pintu kamarnya dan menutup wajahnya di kedua lututnya, tangannya masih memegang foto yang di gunakan sebagi bukti oleh Mei Terumi.

Tubuh Akeno gemetar ia berpikiran yang di tulis itu bohong tapi hatinya merasa antara marah ,senang dan sedih.

"Bhong, bohong, bohong, bohong, bohong"Ujar Akeno dengan bibir bergetar. "Bohong bhong BOHONG"Akhirnya Akeno berteriak sembari melempar foto yang ia pegang. "Kau pembohong Mei Terumi" Desisnya. "Hehehe kau pembohong karena tak mungkin orang yang mati hidup lagi"Ujar sedih Akeno, di awali tawa pelan.

Dan akhirnya Akeno menutupkan matanya dan ia tertidur dalam keadaan menangis.

Tak jauh dari Akeno tertidur foto yang ia lempar ke adaan terbalik dan melihatkan tulisan yang membuat Akeno menjadi bimbang antara sedih marah dan senang.

'Ibumu masih hidup jika kamu tidak percaya datanglah ke kuil Naka dia ada di sana tapi datanglah sendiri'.

Chapter 3 : memastikan kebenaran dan Jadikan aku Shinobi?.

Keesokan paginya Akeno terbangun dengan mata membengkak karena menangis semalaman, ia masih memakai baju yang ia kenakan kemarin ia berniat membolos sekolah.

Akeno masih merenung atas tulisan yang ada di selembaran foto, ia masih bingung atas kebenaran yentang ibunya yang telah mati atau masih hidup, dirinya benar yakin jika ia melihat ibunya mati dibunuh oleh ayahnya sendiri, tapi kenapa ibu masih hidup apa ibunya saat itu masih bisa di selamatkan.

Akeno menghapus pipi basahnya dengan kasar lalu berdiri dan melangkah menuju ke kamar dan menyiapkan barang barang karena Akeno ingin memastikan sendiri dengan berangkat ke tempat yang tertera di foto yaitu Kuil Naka.

Sementara itu di Kuil Naka.

Ada sosok wainta baya berambut dark blue ia memakai pakaian khas miko. Wanita baya ini kini sedan menyapu lam halaman kuil . ia mengerjakan tugasnya dengan wajah senang tak lupa senyum manisnya.

Beberapa menit tugasnya pun selesai, ia meranjak menuju ke dalam kuil.

'Srek'. 'Tap'.

Ia pun masuk kedalam setelah membuka pintu dan menutupnya kembali. Ia pun tersenyum saat melihat pemuda berambut pirang yang masih terlelap di atas futon, wanita itu melangkah mendekat.

"Waka-Dana"Ujarnya sembari membangun pemuda pirang tersebut.

Pemuda pirang tersebut mulaiembuka matanya dan ia melihat sosok wanita yang ia kenal. "Hm Ohayou Shiori" Ujarnya sembari meranjak duduk dan di bantu oleh Shiori.

"Anda sarapan dulu atau mandi dulu?" Tanya Shiori.

"Hm Sarapan dulu tapi sebelum itu"Ujar Waka-Dana swmbari menyibak selimut dan Shiori melihat penis besar Waka-Dana nya. "Bantu aku mengeluarkan yang ada di dalam dengan mulutmu"Lanjutnya.

Shiori hanya tersenyum. "Sesuai permintaan anda"Ujarnya dan ia memulai mengulum penis tuan mudanya dengan lihai sampai tuan mudanya itu mendesah kenikmatan.

Sementara itu Akeno kini sudah berada di stasiun kereta sesampainya di stasiun Akeno terkejut karena ia telah di tunggu oleh Mei Terumi.

"Sepertinya kau sudah memutuskanya"Ujar Mei.

Akeno hanya diam. "Aku hanya memastikan apa benar ibuku masih hidup" Ujarnya.

"Hm baiklah ayo berangkat sebelum mereka menyadarinya".

Akeno paham dengan ucapan Mei lalu mulai melangkah mengikuti langkah Mei Terumi.

Kembali ke Waka Dana dan Shiori.

Shiori masih mengulum penis tuan mudanya, dan karena sudah mulai lama tapi tak keluar keluar, ia mengangkat wajahya dan mulai melepaskan semua pakaianya. " Aku akan memuaskan mu kembali tuan muda"Ujarnya.

Tuan muda hanya diam tak menjawab ia membiarkan Shiori melakukan tugasnya.

Shiori mulai meranjak menduduki tubuh tuan mudanya dan menggerakan pinggulnya Setelah puas ia mencoba memasukkan penos besar tuan mudanya ke lubang vaginaya.

Dan Shiori pun melakukan tugasnya dan tuan muda hanya diam kadang ia memainkan dua dada besar milk Shiori, dan di sertai dengan suara desahan Shiori.

Sementara itu di Academy tepatnya di ruang klub penelitian superanatural.

Rias yang sedang duduk di sofa ia sedang menunggu seseorang.

'Klek'.

"Buchou"Panggi Seseorang pemuda

"Bagaimana Kiba?".

"Akeno-San pergi ke statsiun entah mau kemana dan setelah kesana ada Mei Terumi, sepertinya dia menunggu Akeno-San datang". "Lalu Koneko-San sedang mengikuti mereka berdua".

"Baguslah".

.

.
.

Skip...!

Akeno dan Mei kini telah tiba di kuil Naka dan mereka berdua sedang menaiki anak tangga. Lalu di belakang mereka ada sosok Koneko yang diam diam membuntuti mereka berdua.

Setelah beberapa menit Akeno dan Mei pun tiba di depan Kuil.

"Aku hanya mengantar sampai di sini saja aku akan kembali ke kuoh"Ujar Mei

'Poff'.

Akeno hanya diam tak menjawab ia hanya memandang kedepan, lalu ia mulai melangkah.

Sementara itu di Kuil tepatnya di teras ada sosok pemuda pirang yang sedang duduk dan menikmati teh hangat dan di sebelahnya ada sosok wanita berambut dark blue.

'Tap'. 'Tap'.

Suara langkah kaki yang membuat kedua orang mengalihkan pandanganya ke arah sumber suara.
Dan mereka melihat sosok wanita yang menyerupai wanita yang di sebelah pemuda pirang.

Shiori memandang sosok yang datang hanya tersenyum dan meletakkan teko yang ia pegang.

Akeno memandang sosok Shiori dengan mata sayu dan tubuhnya bergetar.

"Aku akan pergi bicaralah denganya Shiori"Ujar Tuan Muda.

Shiori mengalihkan pandanganya ke Tuan Muda yang meranjak berdiri, lalu Shiori membungkukkan tubuhnya sampai kepalanya menyentuh lantai.

AkenKa-Sama" diam berdri diam sampai sebuah suara mengejutkanya.

"Kenapa kau hanya berdiri di situ ayo kemari".

Akeno pun melangkah mendekat ke arah Shiori dan duduk di sebelahnya. "Mau teh"Shiori menawarkan teh pada Akeno, Akeno hanya diam mengangguk.

Shiori hanya tersenyum dan menuangkan teh ke cangkir. "Minumlah enak kok".

Akeno pun meminumnya. Setelah Akeno meminum tehnya ia pun tersenyum. Lalu senyumanyabluntur dan ia menoleh ke wajah Shiori. "Ka-Sama".

"Hm".

"Bagaimana Ka-Sama dan seharusnya Ka-Sama...?"Tanya Akeno dan di ucapanya terpotong.

"Mati"Potong Shiori Akeno menunduk mendengar ucapan Ka-Sama nya.

"Tapi bagaimana aku melihat jelas di kedua mataku jika Ka-Sama mati di bunuh oleh Ayah"Ujar Akeno dengan merintikkan air matanya.

"Maaf Akeno itu rahasia kami para Shinobi dan kau adalah kaum musuh kami para Shinobi".

"Kalau begitu jadikan aku Shinobi"Putus akeno tanpa pikir panjang.

"Eh"Ujar Shiori yang masih bingung.

"Aku bilang jadikan aku Shinobi".

"Tapi Akeno...".

"Apa kau yakin dengan keputusanmu" Potong sebuah suara yang memotong ucapan Shiori.

Akeno dan Shiori mengalihkan pandanganya ke sumber suara, dan mereka melhat pria verambut pirang dan memakak pakaian pendeta kuil.

"Waka"Ujar Shiori.

"Aku ulangi apa kau yakin dengan keputusanmu".

"Aku yakin jika aku tetap menjadi iblis maka aku akan melawan Ka-Sama"Jelas Akeno.

"Tapi Waka kekuatan anda bel..."Ujar Shiori tak melanjutkan perkataanya karena Waka-Dana mengangkat tanganya untuk isyarat diam.

"Kau meragukan ku Shiori".

"Ti-tidak Waka a-aku"Ujar Shiori tergagap karena ketakutan.

"Kau pasti juga menginginkan selalu bersama dengan putrimu kan".

Shiori hanya diam dan tak lama kemudian ia mengangguk pelan. "Hai".

Akeno tersenyum pada Shiori dan Shiori membalas senyuman putrinya.

"Jika kau menjadi Shinobi dengan satu syarat kau harus memenuhi syarat tersebut". Akeno hanya diam dan tak lama kemudian menjawab

"Syarat apapun akan aku lakukan".

Waka-Dana pun tersenyum "Bagus ku hargai semangatmu, dan syaratnya adalah membunuh Kingmu".

Akeno membelakkan matanya saat mendengar syarat yang di berikan oleh orang yang akan menjadi tuanya yang baru.

.

.

.
.

Sementara di suatu tempat.

Ada sosok pemuda berambut coklat yang keadaanya sangat memperhatikan. "Hoi kapan neraka dunia ini akan selesai"Teriaknya entah pada siapa.

"Jangan mengeluh dan cepat lakukan jika kau mau cepat selesai" Ujar sosok wanita yang sedang duduk di atas batu dan melihat pemuda berambut coklat yang sedang melakukan Push Up dan ada beberapa Batu besar yang di taruh di atasnya.

"Kau sudah mengatakan 30 kali sejak satu minggu yang lalu Anko Sensei".

"Jangan mengeluh Isse-Kun jika selesai kau boleh melakukan apapun dengan tubuhku"Ujar sosok Wanita berambut hitam panjang yang berdiri di sebelah Anko.

"Kau juga sama Raye-chan" Sahut Isse dengan berteriak

"Bocah itu sudah sampai hitungan berapa?".

Isse memberhentika pergerakkan tubuhnya dan tak menjawab dan entah kenapa banyak keringat bercucuran. 'Jangan tolong jangan'Batinya. "E-etto aku lupa Sensei"Ujarnya takut.

"Oh"Anko hanya ber oh saja. "Ulang lagi sekarang harus sampai 1000" Perintah Anko.

"Berjuanglah Isse-Kun"Rayenare memberi semangat pada Isse.

"Gaaahhh tolong jauhkan aku dari dua wanita sadis ini oh Kami-Sama"Teriak dan mohon Isse.

Sedangkan Anko dan Rayenare saling pandang dan mengedipkan salah satu mata mereka.

TBC...!