Genre :
Adventure,Family,Romance.
Rating :M.
Pair : Naruto x Mini Harem. Isse x miniHarem.
Covers. : Naruto X DXD.
Warn : Typo. StrongNaru,SharingganNaru,RineNaru, ,StrongIsse,17+.
Summary.
Dia adalah orang terakhir dari bangsa Shinobi?. Tapi dia telah membangkitkan bangsa Shinobi. Ia rak memiliki dendam kepada orang yang membantai Keluarga Shinobinya. Tapi jika ada yang mengusik dirinya dan keluarganya ia tak akan segan untuk menghabisinya.
Sebelumnya :
Kalau begitu jadikan aku Shinobi"Putus akeno tanpa pikir panjang.
"Eh"Ujar Shiori yang masih bingung.
"Aku bilang jadikan aku Shinobi".
"Tapi Akeno...".
"Bagus ku hargai semangatmu, dan syaratnya adalah membunuh Kingmu"
Akeno membelakkan matanya saat mendengar syarat yang di berikan oleh orang yang akan menjadi tuanya yang baru.
"Kau sudah mengatakan 30 kali sejak satu minggu yang lalu Anko Sensei".
"Jangan mengeluh Isse-Kun jika selesai kau boleh melakukan apapun dengan tubuhku"Ujar sosok Wanita berambut hitam panjang yang berdiri di sebelah Anko.
"Kau juga sama Raye-chan" Sahut Isse dengan berteriak
"Bocah itu sudah sampai hitungan berapa?".
Isse memberhentikan pergerakkan tubuhnya dan tak menjawab dan entah kenapa banyak keringat bercucuran. 'Jangan tolong jangan'Batinya. "E-etto aku lupa Sensei"Ujarnya takut.
"Oh"Anko hanya ber oh saja. "Ulang lagi sekarang harus sampai 1000" Perintah Anko.
"Berjuanglah Isse-Kun"Rayenare memberi semangat pada Isse.
"Gaaahhh tolong jauhkan aku dari dua wanita sadis ini oh Kami-Sama"Teriak dan mohon Isse.
Sedangkan Anko dan Rayenare saling pandang dan mengedipkan salah satu mata mereka.
.
.
.
.
.
Blasan...
*Rayenare Shinobi?. : tidak Rayenare lahir sebagai Da-Tenshi, dan ceritanya Rayenare menjalankan tugas dan tak sengaja bertemu dengan Waka-Dana /Naruto. Dan Naruto membiarkanya hidup dengan syarat ia menjadi mata-mata di fraksi Da-Tenshi. Lalu sekarang ia benar benar menjadi Shinobi atau Manusia.
*Baraqiel tahu jika istrinya atau Shiori masih hidup. : Jawabanya tidak Shiori sama dengan Rayenare ia di tugaskan dengan tuanya sebelum tuanya yang sekarang untuk mematai Fraksi Da-Tenshi sampai penyerangan Akuma dan Da-Tenshi pada kaum Shinobi.
Chap 4 : Kematian sang penerus Clan Gremory dan Sitri + Jutsu menentang takdir kehidupan.
Akeno dan Koneko? Kini telah berada di Kuoh, waktu saat berada di Kuil naka Akeno terkejut karena Koneko mengikutinya, dan sekarang Koneko akan membantu dirinya untuk memenuhi syarat yang di berikan padanya.
Flashback.
"Bagaimana sanggup kah"Ujar pemuda rambut pirang yang selalu di panggil Waka-Dana.
Akeno diam menunduk dan mengepalkan tanganya.
"Baiklah aku uashakan walaupun aku tak tahu berhasil tidaknya".
"Aku beri jangka satu minggu"Ujar Waka-Dana Akeno diam karena bingung dengan ucapan orang yang di hadapanya ini. "Satu minggu aku harus mendengar tentang kematian Kingmu.
"Baiklah tapi aku boleh menanyakan sesuatu?".
"Hn".
"Anda apa mau membangkitkan perang".
"Tidak".
"Tapi jika membunuh Rias syatusnya adalah adik seorang Mao".
"Jika sudah tak di hindari". "Tapi sebelum itu Shiori tangkaplah kucing".
Shiori yang paham langsung menghilang, Akeno menyeritkan dahinya bingung dengan ycapan calon tuanya ini.
Di suatu tempat Koneko yang sedang bersembunyi membelakkan matanya karena ia telah ketahuan ia pun segera berlari menjauh dengan secepat mungkin, tapi ia sangat sial karena Shiori berhasil menangkap nya dan membawanya ke Tuan mudanya.
Akeno yang masih kebingungan tak lama kebingunganya terjawab karena Shiori datang dan membawa Koneko.
"Koneko".
"Hm bangsa Nekomata kah".
"Lepaskan aku brengsek, aku tak akan membiarkan Buchou mati"Teriak Koneko
"Hooo benarkah".
Cuih'.
Koneko meludahi wajah orang yang di panggil Tuan Muda.
Waka-Dana menatap Koneko yang menatapnya dengan senyum remeh.
Pemuda berambut pirang itu mengelap wajahnya lalu mengeras dan segera dia mencekik leher Koneko dan ia menghantamnya ke dinding papan.
"Sepertinya kau tak tahu berada di tempat berada"Ujarnya dan menatap Koneko dengan tajam mata biru langitnya itu kinj berubah menjadi merah darah. Shiori dan Akeno melangkah mundur karena aura yang ia sebarkan.
"Dan seharusnya kau menghormati ku sebagai reinkarnasi pencipta bangsa Yokai".
Koneko mendendengar ucapan orang yang di hadapanya itu membelakkan mata. "Jangan-jangan kau..."Ujar Koneko.
"Ya seperti tebakanmu". "Dan sekarang kamu sudah mengetahui banyak hal, karena itu aku harus menghapus ingatanmu"Sembari mengatakan itu ia mengahapus ingatan Koneko.
"sekarang pergilah dia tak akan mengganggu mu, dan aku tunggu kabarnya". Dan dibalas anggukkan oleh Akeno dan membuat lingkaran sihir dan masuk kedalamnya tak lupa ia membawa Koneko.
Flashback End.
Kini Akeno dan koneko berada di ruang Klub sekolah. "Maaf Buchou aku pergi tanpa pamit, dan tolong ijinkan aku untuk pulang karena saya mau beristirahat"Ujar Akeno pada Rias yang duduk di sofa.
Rias memandang Akeno dengam senyuman manisnya. "Baiklah kau boleh istirahat kau pasti lelah menempuh perjalanan ke Tokyo jadi beristirahatlah".
"Terima kasih Buchou kalau begitu aku permisi" Akeno menciptakan lingkaran sihir dan tubuhnya mulai menghilang.
Rias memandang Akeno yang mulai menghilang dengan tatapan datarnya lalu pandangan teralih pada Koneko. "Bagaimana Koneko kau mendapat sesuatu".
"Mohon maaf Buchou karena aku ketahuan sebelum tiba tempat yang di tuju oleh Akeno jadi aku terpaksa aku pergi".
"Baiklah kalian boleh pergi karena besok ada banyak pekerjaan yang cukup banyak".
Skip akhir penyerangan Kolkabail
Rias serta paregenya kini tersudut. "Sebenarnya apa yang kau inginkan Kolkabail" Teriak Rias.
"Hahaha, aku ingin menciptakan perang Great War jilid dua".
"Jadi kau ingin memutuskan aliansi antara Akuma dan Da-Tenshi".
"Ya karena aku mulai bosan karena tak ada perang jadi aku menciptakan perang dengan membunuh penerus Clan Sitri ean Gremory. Hahahaha".
'Krak'.
Sebuah suara yang bersumber di luar kekai dan terlihat sosok armor putih. " Kolkabail sesuai perintah dari Azazel kau ku tahan".
"Cih"Kolkabail berdecih.
"Lebih baik kau tak melawan Kolkabail".
"Sialan".
Pertarungan pun terjadi tapi di menangkan sang Armor putih. "Penyrrangan Kolkabail tak sangkut pautnya dengan Azazel". Lalu ia menghilang dengan lingkaran sihirnya.
Akeno melihat Kolkabail yang telah menghilang dengan tatapan datar. 'Sepertinya aku harus melakukanya sendiri'Batinnya lalu sembari berjalan mendekat keah Rias yang tersungkur di tanah dan ia mengangkat tubuh Rias.
"Terima kasih Akeno".
"Fufufu, sudah tak apa, jadi bagai mana menurutmu?".
Rias tak menjawab karena ia mendengar sebuah suara.
"Rias".
Rias dan Akeno mengalihkan pandanganya ke arah sumber suara dan mereka mrlihat Sona dan Paregenys brrlari ke arah mereka berdua.
"Kau tak apa?"Tanya Sona.
"Tak apa".
"Baiklah lebih baik kalian masuk untuk mengistirahatkan tubuhmu".
Rias dan Akeno mengangguk dan mengalihkan pandangan ke sekeliling. "Sepertinya begitu"Ujar Rias melihat Paregenya yang kelelahan.
Akeno hanya diam dan mulai menuntun Rias dengan pelan dan di ikuti Paregenya kecuali Sona-Tachi yang sedang memperbaiki kerusakan yang di akibatkan Kolkabail.
Rias yang sedang tertidur karena kelelahan. "Kiba-Kun tolong bantu aku" Mohon Akeno.
Kiba hanya diam tapi ia melangkah mendekat dan membantu menompang tubuh Kingnya tapi...?
Setelah Kiba membantu Akeno untuk menompang tubuh Kingnya.
'Jleeb'.
Akeno menusuk Rias di bagian orgab vitalnya, dengan tangan kananya yang di lapisi energi petirnya.
Suasana hening orang yang di sana hanya mematung begitu juga dengan Kiba karena ia melihat berupa tangan yang menembus tubuh Kingnya.
Itu juga di rasakan oleh Sona dan Paragenya yang baru menyusul setelah membereskan tugasnya
"Ohk Ohk A-Akeno teeme".
Keheningan mulai buyar karena suara Rias yang berbatuk darah.
"Akeno apa yang kau lakukan pada Rias hah"Teriak Sona yang berlaru kearah Akeno tapi ia di hadang oleh sosok wanita berambut merah Aka Mei Terumi.
Sona melihat Mei yang menghadangnya menggeram. "Minggir kau brengsek"Teriaknya.
"Aku tak menyangka kau benar melakukanya Akeno".
"Terserah kau mengucapkan apa yang terpenting aku melakukan syarat yang di berikanya"Ujar Akeno dan melihat tubuh Rias yang mulai berubah menjadi partikel cahaya.
"Buchou/Rias" Teriak parege Rias dan Sona.
"Lepaskan aku brengsek"teriak Sona pada Mei.
"Aah kau berisik sekali"Ujar Mei. "Dan sekarang aku akan membuatmu menjadi diam.
Sembari mengatakan itu Mei mengambil kunai dan menusukkannya ke tubuh Sona di bagian jantungnya.
'Jleb'.
"Ohk"Sona berbatuk dan memmuntahkan darahnya.
"Kaicho"Teriak parege Sona.
"Teme"Teriak Tsubaki sembari melesat ke arah mei tapi mei memunculkan Lava dengan mulutnya.
Tsubaki melihat lava yang menghalanginya hanya brrdecih.
Mei melihat itu hanya tersenyum dan menjatuhlan tubuh Sona mengambil seauatu di dalam sakunya dan ia lemparkannya ke arah Akeno. Dan Akeno pun menangkapnya dengan mudahnya.
"Untuk apa ini?"Tanya Akenk.
"Isikan dengan darah Rias"Jawab Mei sembari mengisi tabung kecil dengan tetesan darah Sona yang ada di kunai.
"Untuk apa?".
"Sudah lah lakuka saja anggap saja itu sebagai bukti".
Dan Akeno pun melakukanya dan selesai ia berjalan ke sampin Mei dan melihat tubuh Rias dan Sona yang hampir menghilang dan mereka berdua juga mendengar suara tangisan para mamtan teman temanya.
"Ayo pergi"Ujar Mei dan di balas anggukkan oleh Akeno dan merwka berdua pun menghilang dan meninggalkan semua orang yang sedang menangis.
Satu minggu telah berlalu Mao Lucifer telah memberi perintah untuk mencari Akeno dan Guru Kuoh Mei Terumi tapi satu minnggu ini tak membuah kan hasil, dan Mao Lucifer mengadakan pertemuan para pemimpin dan kini tiga fraksi telah berkumpul di Kuoh Academy.
"Jadi bisa kau jelaskan Azazel"Ujar dingin pria berambut merah pada sosok yang duduk di hadapanya ini.
"Oh ayolah Sirzerch kau seperti tak tahu dengan sifatnya yang gila perang yang tak bisa di kontrol itu"Ujar santai Azazel. "Dan lebih baik membahas yang lebih penting"Lanjutnya.
"Sepertimya yang dikatakan Azazel benar Sirzerch dan dari informasi parege Sona dan Rias maka musuh lama kita kembali muncul yaitu...
... kaum Shinobi"Ujar sosok perempuan.
"Lalu lebih mengejutkan adalah Shiori ternyata slah satu kaum Shinobi dan sekarang masih hidup entah bagaimana reaksi Baqariel tentang ini".
"Membicarakan seseorang itu tidak di perbolehkan lho"Ujar sebuah suara yang mengejutkan para pemimpin fraksi serta pengawalnya lalu mereka mengalihkan pandanganya dan mreka melihat sosok wanita yang pakaian khas Miko yang berjalan santai ke arah para pemimpin dua Fraksi.
"Jadi benar kau masih hidup Shiori"Ujar Azazel
Sosok wanita yang di panggil Shiori ihanya terkekeh. "Ma...Tadinya aku mati kok di bunuh oleh Baraqiel"Ujar Shiori dengan lembut dan di akhiri dengan nada dingin.
"Kalau begitu kenapa kau hidup kembali?"Ujar Fabilium.
"Fufufu aku bangkit dari neraka hanya untuk melayani tuan ku yang baru itu saja fufufu"Ujar Shiori "Ara sepertinya aku telah banyak bicara"Lanjutnya.
"Jika kau sudah mati kenapa kau masih hidup".
"Fufufu itu rahasia para Shinobi jadi aku tak punya hak untuk membicarakannya". "Ngomong-ngomong jika kau menanyakan hal yang sensitif ini maka kalian belum melihat gulungan yang kalian ambil saat Invasi dulu".
"Hn Sayangnya belum jadi jangan bilang kau repot-repot datang kesini dengan sendiri untuk merebut gulungan itu"Ujar Sirzerch.
"Fufufu itu salah satu misiku datang kemari".
"Salah satu?"Tanya Ajuka yang sedari tadi diam.
Shiori tak kunjung menjaawab lalu panjanganya tertuju pada sosok pemuda yang duduk di sebelah Azazel. "Vali Lucifer"Panggil Shiori semua terkejut saat mendengar nama Lucifer kecuali Azazel ia hanya terkejut jika ada yang tahu identitas nama muridnya ini. "Aku membawa pesan oleh tuan muda"Lanjutnya.
Pemuda yang bernama Vali itu hanya menyeritkan dahinya. "Apa itu?"Ujarnya.
"Kau mau menjadi manusia seutuhnya dan membuang darah yang menurutmu menjijikan itu"Ujar Shiori.
Semua membelakkan mata saat mendengar ucapan Shiori menjadi iblis jadi kaum Shinobi mampu merubah fraksi superanatural menjadi manusia.
"Kheh menjadi makhluk menjijikan seperti manusia tentu saja aku menolak"Ujar Vali sinis.
Shiori hanya tersenyum lembut. "Ara sayang sekali jadi kau menolak tapi sepertinya Abilion mu itu akan menerima permintaanku"Ujar Shiori. Vali menyeritkan dahinya dan itu semuanya juga kebingungan dengan ucapan Shiori.
"Abilion seperti kau yang telah di segel di sebuah Scread Gear untuk melindungi para manusia maka laksanakan tugasmu yang seharusnya dengan berpindah ke tubuhku dan jadikan tubuhku menjadi inang mu untuk sementara dan menunggu inang mu yang baru yang akan datang atau kau ingin hidup secara bebas itu itu pilihanmu"Ujar Shiori sembari memancarkan sedikit aura yang Abilion kenali dan ia rindukan.
Mindscape Vali.
Abilion yang sedang bersantai dan ia tadinya tak mengubris ucapan Shiori tapi ia merasakan sebuah Aura yang ia kenali dan ia rindukan lalu meranjak berdiri dan menajamkan pikiranya untuk merasakan Aura yang ia rasakan walaupun samar-samar.
MIndscape Vali Off.
Semua orang membelakkan mata terutama Vali saat tangan kananya muncul sebuah sinar yang cukup terang, Shiori hanya tersenyum melihat itu. lalu merentangkan tangan kananya ke depan.
"Aaaaaaargggh"Teriak Vali saat sinar itu keluar dari tubuh nya lalu Vali pun ambrukke tanah, dan sinar yang keluar dari tubuh Vali itu melayang ke arah Shiori dan masuk kedalam lengan kananya.
"Percuma kau pasti tahu apa yang terjadi jika Scread Gear keluar dari tbuh pengguna Scread Gear"Ujar Shiori dan melihat Azazel memeriksa tubuh Vali yang ambruk ke tanah. "Jadi serahkan gulungan yang kalian rampas"Lanjutnya.
"Kheh walaupun kau sudah mempunyai Abilion itu akan percuma jika kau sendiri sedangkan kami berlima"Ujar Serafall.
"Fufufu siapa bilang aku datang sendiri"Ujar Shiori sembari melakukan satu kode Hand seal.
Semua menyeritkan dahinya tapi jawaban mereka pun terjawab karena ada sesuatu yang muncul di dalam tanah.
'Brak'. 'Brak'.
Sebuah tiga peti keluar dari tanah para pemimpin faraksi bingung tiga benda yang keluar dari tanah karena mereka tak tahu menahu tentang itu.
Tiga peti di hadapan para pemimpi. faksi dan mereka semua syok terutama terutama Sirzerch dan Serafall saat melihat apa yang ada di dalam tiga peti tersebut.
Ada sesuatu tepatnya sosok tiga sosok bergender perempuan yang keluar dari tiga peti tersebut dan melangkah keluar daro peti lalu tiga perempuan tersebut telah keluar dan menatap orang yang mereka kenal.
Sirzerch dan Serafall mematung dan tak mampu berkata apapun, mereka memohon entah pada siapa, jika mereka berdua melihat sesuatu ilusi maka mereka memohon menghapusnya.
Tiga sosom perempuan tersebut masih diam sampai mereka bertiga mengucapkan sesuatu dengan bersamaan.
"Oni-Sama".
"One-Sama".
"Anata".
Tbc.
Ghah. Aku tadinya berpikir memunculkan yang lain selain tiga sosok wanita itu. Seperti, Madara,Hashirama,Tobirama, Izuna, atau sosok Superior lainya. Tapi kayaknya yang ini lebih menarik.
