A/N : hahaiiiii, saya update cepet... #plakked anggap saja sebagai pengganti karena saya kemaren update chapter 2 kelamaan, biasa nunggu mood baik datang itu susah...
Well, thanks for those who has review my gaje fanfict...
Sorry I can't write it all... because I'm in hurry now... (so bahasa inggris) and saya sarankan jangan panggil saya Author atau thor, kenapa? Karena saya masih beginner and still new comer... jadi panggil nama saya aja ya? Afifa! Boleh Eonni atau Saeng saya line 97. Yu ah cyusss, cyiinnnnn #plakkkedAgain.
o0o_민성_o0o
Chapter 3 : Second Step
"hari ini apa yang harus ku lakukan untuk mendapatkan perhatiannya?" tanya MinHo pada teman-temannya yang sedang berkumpul. "apa aku harus mengiriminya seribu bunga mawar? Ah, ani... itu terlalu romantis, bagaimana jika aku mengacak-acak ruang musik kesayangannya. Ah, sounds Great!" ujarnya lagi.
Sedangkan temannya yang lain hanya bisa menggelengkan kepala pasrah melihat keusilan seorang Lee Min Ho untuk mendapatkan perhatian Kim Yesung.
"berhentilah, kau membuat hidupku tak tenang. Kau tak tau betapa mengerikannya my baby yesungie saat marah." Sahut KimBum dengan nada merana.
"siapa kau? Berani memanggilnya seperti itu?" desis MinHo, cemburu eoh? "tarik ucapanmu KimBum-ssi..." desisnya lagi dengan nada yang lebih berbahaya.
"baik, baiklah... maafkan aku. Lagipula, dia senang aku memanggilnya seperti itu. Dia berpikir jika aku memanggilnya seperti itu di depan orang-orang maka akan terlihat jika aku pacarnya, well dia bangga dengan hal itu karena menurutnya aku sangat tampan dibandingkan siapapun" celoteh KimBum dengan santai dan segera keluar dari kamar MinHo saat merasakan atmosper yang gelap.
"Kim. Bum. Akan. Ku. Bunuh. Kau!" tekan MinHo bersiap mengambil samurai yang terpajang di dinding kamarnya.
"ya! Ya! Ya! Pangeran Idiot Lee, dia hanya becanda bagaimana mungkin kau bisa menganggapnya sebagai hal serius" jerit KimJoon dengan perubahan aura yang mengerikan dari seorang Lee Min Ho.
"tsk!" dengus MinHo seraya melempar sembarangan samurainya. "sudahlah, besok seperti biasa di basecamp sekolah pukul 8, bubar" perintah MinHo membuat 2 orang sahabatnya pergi berlalu dari kamarnya.
#SKIP. Tomorrow at School
"tsk, aku masih kesal dengan namja keriting aneh itu. Bagaimana mungkin dia memberiku sebuah Lingerie mengerikan itu" umpatnya tanpa sadar jika pipinya merona.
BRUKK!
"aughhh..." keluh Yesung sambil mengusap bokongnya yang sukses mencium tanah karena bertabrakan dengan seseorang, mungkin karena dia terlalu fokus pada umpatannya sehingga tak menyadari ada namja yang berjalan ke arahnya dengan panik.
"ah, jeoseonghamnida aggashi, saya sedang terburu-buru" ujar namja itu sambil membungkukkan badannya dan mencoba membantu Yesung untuk berdiri.
"aniya, ini juga salahku yang tak memperhatikan jalan... dan, saya namja bukan aggashi" jawab Yesung dengan cemberut saat sadar jika namja barusan baru saja memanggilnya dengan aggashi.
"ah? Ye? Ah... maaf, maaf... anda terlalu cantik menurut saya untuk ukuran seorang namja" jawab namja itu.
"tak apa." Ujar yesung seraya mengibaskan tangannya yang masih di pegang namja itu yang bermaksud untuk membantunya berjalan. "aku akan ke kelas." Lanjut Yesung.
"ah, baiklah. Apa perlu aku antar? Sebaiknya saya antar karena telah membuat anda jatuh?" tawar namja tampan tersebut.
"sebaiknya tidak usah, bukankah anda sedang terburu-buru" sahut Yesung mengingatkan namja tersebut.
"ah! Matta, jeoneun Choi Siwon imnida. Saya permisi" jawab namja yang bernama siwon tersebut dan berlalu pergi tanpa menunggu balasan dari Yesung.
"Choi Siwon?" beo Yesung "aku seperti mengenal nama itu. Ah, molla" ujarnya pada dirinya sendiri.
.
Seorang Lee Min Ho selalu mendapat apa yang di inginkannya, seperti hal saat ini.
"bagus" ujar MinHo bangga dengan hasil karyanya pada ruang musik yang Ia hancurkan.
.
"sebenarnya apa yang membuat otaknya begitu terbalik?" tanya KimBum pada kedua temannya. "tsk, aku harus siap-siap menerima kekesalan seorang Kim Yesung jika seperti ini" ujar KimBum merana. Well, mereka sedang memperhatikan seorang Lee Min Ho mengacak-acak isi ruang musik.
"Love Is Blind, brother" ujar KimJoon.
"shut up yer fuckin' mouth, joon" desis KimBum, dia memang tak suka dengan kata "Love Is Blind".
"ah, ku rasa pangeran idiot kita harus tahu jika Kim Yesung sedang di dekati oleh presdir Choi Company" ujar Hyunjeong tiba-tiba dengan santai.
"maksudmu?" tanya KimBum dan KimJoon berbarengan.
"lihatlah" jawab Hyungjeong seraya menunjuk arah samping kiri mereka dengan dagunya.
"ah, shit... jangan sampai MinHo tahu atau moodnya akan menghancurkan segalanya" desah KimBum.
"well, jika seperti itu, kau telat. Lihatlah, tuan muda Lee sedang terpaku melihat Kim Yesung di sentuh-sentuh oleh Choi Siwon" ujarnya tanpa peduli ekspresi horror KimBum dan KimJoon.
.
"shit..." maki MinHo sambil berjalan keluar dari ruang musik. "siapa namja yang berani menyentuh Kim YesungKU" desisnya.
"tsk, lihat saja. Akan ku hancurkan namja itu" makinya lagi seraya terus memperhatikan Yesung yang sedang mengobrol dengan seseorang yang tak dia kenal.
"apa-apaan namja itu menggenggam tangannya dengan begitu mesra, tak bisa ku biarkan." Makinya terus-terusan.
.
Setelah kepergian siwon, Yesung segera melanjutkan perjalanannya yang tertunda, menuju ruang musik tentunya.
"hah, ngomong-ngomong namja tadi sangat tampan" ujar yesung seraya menutupi chubby cheeknya yang merona.
Dengan riang Yesung berjalan, tanpa tahu jika ruang kesayangannya sudah hancur oleh namja yang uhm memiliki rambut keriting aneh menurutnya.
'Ceklek'
Seketika matanya yang sipit seakan memaksa terbuka lebih lebar melihat keadaan itu.
"Ige?" lirihnya. "pianonya?" tanyanya seraya melirik kearah piano yang hancur. Seketika Yesung jatuh berlutut, dia tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Tempat kesayangannya hancur, piano partner berlatihnya sudah tak bisa di gunakan.
"hiks, hiks..." terdengar isakan lirih dari bibirnya, bahunya berguncang pelan. Menandakan jika namja manis itu benar-benar menangis.
"aigoo... baby, kenapa menangis eoh?" tanya sebuah suara.
Yesung mendongakkan kepalanya, memperlihatkan wajahnya yang berantakan karena airmata. "Hyung?" lirihnya "ruang musiknya..." suaranya tercekat dia tak bisa meneruskan ucapannya.
"aigoo..." lirih KimBum seraya beranjak memeluk adiknya. "harusnya hyung tadi menghentikan MinHo jika tahu kau akan menangis seperti ini" ujarnya penuh sesal.
"mwo? Jadi namja itu yang melakukan ini semua?" histeris Yesung. "awas saja, akan aku beri dia pelajaran" lanjutnya seraya beranjak dari situ menuju entah kemana.
"yesungie? Eoddiga?" teriak KimBum namun di acuhkan oleh sang pemilik nama.
Dengan aura dan langkah yang penuh dendam Yesung melangkah menyusuri lorong sekolah. Saat itu dia melewati parkiran tiba-tiba sebuah Ide melintas di benaknya.
"toilet" desisnya seraya memutar balik langkahnya menuju toilet seraya memasang seringaian andalannya. Entahlah apa yang di rencanakannya.
.
"biar tau rasa sekalian namja itu, aku membencinya" desis Yesung seraya menyiramkan air yang penuh bermacam sampah ke atas mobil kesayangan Lee Min Ho.
"ah sedikit hiasan" ujar Yesung lagi seraya mencoret-coret mobil tersebut dengan cat warna-warni.
"bye... semoga kau suka hadiah dariku" dengan nada puas Yesung berucap dan segera berlalu dari parkiran mengabaikan tatapan horror dari semua murid yang melihat kelakuannya yang tanpa babibu langsung 'menghiasi' mobil milik pangeran Lee.
.
'Entah mengapa hari ini sangat sial' rutuk MinHo dalam hati. 'ada baiknya jika aku segera pulang' ujarnya pada diri sendiri.
Dengan malas, MinHo segera berdiri dari kursinya dan berjalan melewati lorong menuju parkiran.
Ia ingin tak percaya, mungkin matanya sedang bermasalah. Di gosoknya matanya berulang kali melihat pemandangan di depannya, setelah memastika jika matanya sehat. Amarah menguasai kepalanya.
"Siapa. Yang. Melakukan. Ini. Pada. Mobilku?" desisnya berbahaya pada beberapa murid yang ketakutan melihatnya mengeluarkan aura suram.
"neo!" tunjuknya pada seorang siswi yang bergetar ketakutan melihatnya "pasti kau yang melakukannya kan?" desisnya lagi.
"a..ani-yo, sunbaenim... jeongmal, nan aniya" jawabnya gugup.
"jadi siapa yang berbuat seperti ini pada mobilku? Tak mungkin hantu kan?" teriaknya sudah kehilangan kesabaran. Mobil kesayangannya penuh dengan sampah dan apalagi itu yang warna-warni, uh-oh jangan bilang jika itu cat.
"aku akan benar-benar mencincang orang tersebut jika sampai aku tahu siapa yang berbuat seperti ini pada mobilku." Sambungnya seraya mngedarkan pandangannya.
"sunbaenim..." jerit seorang siswi lain dengan nada genit "tadi kami melihat jika yang mengotori mobil sunbaenim adalah Kim Yesung" lanjutnya seraya tersenyum semanis mungkin, mencoba menarik perhatian seorang Lee Min Ho.
Seketika MinHo merasa senang yang mengotori mobilnya adalah Yesung. Dengan senyuman tampan yang terpatri di bibirnya "ah, geurae. Kim Yesung..." jawabnya dengan nada sing a song.
Tak lama kemudian, dia berjalan santai menuju kelas Kim Yesung dengan langkah santai.
.
"sudahlah Yesung, jangan cemberut terus. Pasti dia akan mengganti kerusakan yang di lakukannya di ruang musik" ujar seorang namja menenangkan Kim Yesung yang masih menggerutu soal kerusakan di ruang musik.
"tapi aku tak bisa bermain musik lagi, kau tahu? Namja itu membuat hari-hariku di penuhi dengan kekesalan. Tsk, akan ku bunuh dia nanti" dengusnya lagi.
"haish, jangan seperti itu" jawab temannya seraya mengusap punggung Yesung mencoba menenangkan.
BRAK!
Pintu kelas terbuka dengan sangat keras, menampakkan seorang namja yang tengah berdiri di tengah pintu sedang mengedarkan pandangannya mungkin mencari seseorang.
"Kim Yesung..." desisnya seraya berjalan mendekat kearah dimana Yesung sedang duduk.
Tanpa babibu MinHo menarik pergelangan tangan Yesung, membawa namja manis itu keluar kelas, menyeretnya dengan kasar tanpa mengindahkan rontaan yang di lakukan Yesung sebagai aksi penolakannya pada apa yang di lakukan MinHo.
"lepas!" rontanya, berusaha melepaskan tangannya dari genggaman kasar MinHo "ya! Keriting aneh, lepaskan? Apa maumu, eoh?" sentaknya dan berhasil melepaskan genggaman tangan itu.
Dengan kesal MinHo menyudutkan Yesung di dinding, memerangkap tubuh ramping itu dengan menggunakan tubuhnya, meletakkan kedua tangannya di masing-masing samping kepala Yesung.
"dengar..." lirihnya seraya mendekatkan bibirnya ke arah telinga kanan Yesung. "apa yang kau lakukan pada mobilku, huh?" lanjutnya di sertai hembusan nafas yang teratur membuat seorang Kim Yesung merinding.
"a-aku... tak... tahu" gagap yesung seraya mencoba menelan ludahnya yang tiba-tiba menjadi susah di telan. 'kenapa dia harus berbicara dengan jarak sedekat ini, tuhan!' jeritnya lagi dalam hati.
"benarkah kau tak tahu?" tanya MinHo lagi dengan semakin memperdalam suaranya, membuat suaranya terdengar semakin sexy.
"su-sungguh..." jawab Yesung seraya menggigit bibir bawahnya. 'ah Kim Yesung seharusnya kau tak melakukan itu' rutuknya dalam hati.
Perlahan MinHo mengangkat kepalanya dan menemukan pemandangan yang sangat indah yang baru Ia lihat seumur hidupnya, bibir seorang Kim Yesung yang sangat merah merekah seakan minta di kecup karena sehabis di gigit untuk menutupi kegugupannya.
"ada banyak bukti yang mengatakan jika kau yang melakukannya Kim Yesung" tekan MinHo seraya menahan kuat keinginannya untuk mengecup, memagut dan mengulum bibir merah tersebut tanpa mengalihkan tatapan tajamnya dari bibir merah tersebut.
"ka-kau, ju-juga me-merusak ruang musik..." gugupnya, tanpa melihat ke arah wajah MinHo. "hiksss... kau jahat" isaknya tiba-tiba seraya menundukkan kepalanya lebih dalam.
Terkejut adalah hal yang MinHo rasakan sekarang. Hell, bagaimana mungkin Kim Yesung yang biasanya berapi-api dan galak kini menangis hanya karena ruang musik yang Ia hancurkan.
"kau tak tahu jika aku sangat menyukai ruang musik. Hiks," isaknya terus-terusan. "kau jahat..." teriaknya, seraya mendorong MinHo dan segera berlari menjauh sambil terisak pelan.
"Yesung..." teriak MinHo segera berlari mengejar namja manis tersebut. Terus berlari mencoba menyamai langkah si manis. "ku mohon, Kim Yesung berhenti..." teriaknya, dan segera meraih lengan Yesung saat jarak mereka memudahkan MinHo untuk meraihnya.
GREP
Tanpa sepatah kata, MinHo menarik tubuh Yesung kedalam dekapannya. Memejamkan mata, menetralkan napas yang memburu.
Keheningan melanda sepasang insan yang masih berpelukan tersebut dengan masih terdengar isak tangis dari seorang Kim Yesung.
"maaf..." lirih MinHo seraya mengelus rambut halus Kim Yesung. "aku sungguh tak bermaksud membuatmu menangis" lanjutnya.
"aku tak akan memaafkanmu, kau sungguh jahat" lirih Yesung seraya memukul pelan dada yang berada di depannya.
"aku tahu..." jeda, "sungguh maaf" lanjut MinHo. Sepertinya sang pangeran benar-benar sadar jika Ia kali ini sungguh keterlaluan.
Dia tak menyangka jika respon Kim Yesung akan seperti ini, sungguh... yang dia harapkan hanya Kim Yesung yang kesal dan dengan aura yang sama sekali tak seram malah lucu di matanya, datang menghampirinya dan beradu mulut seperti biasa dengannya, membuat pertengkaran yang konyol seperti biasanya. Tapi jika tahu akan seperti ini dia sungguh menyesal, takkan lagi dia membuat Kim Yesung menangis.
Keheningan tetap melanda mereka yang masih berpelukan dengan Yesung yang masih terisak pelan, sebenarnya dalam tangisnya Yesung sedang berpikir untuk memaafkan MinHo atau tidak. Entahlah dia masih ragu untuk memaafkan namja usil yang kini tengah memeluknya, mungkin saja dia akan mengulangi perbuatannya mengusili Kim Yesung dan memenuhi hari-hari Kim Yesung dengan umpatan kekesalam.
"ku mohon..." lirih MinHo, seraya menarik dagu Yesung lembut dengan jari telunjuknya. "Ku mohon maafkan aku..." lirihnya lagi, dan mendekatkan bibirnya pada bibir Kim Yesung.
Chu~
Ciuman panjang, hanya sekedar menempel yang menandakan jika seorang Lee Min Ho benar-benar minta maaf dengan kelakuannya.
"ku mohon maafkan aku..." ujar MinHo setelah beberapa saat mencium bibir Yesung. "dan, ku mohon..." jeda MinHo "jangan menangis lagi... disini terasa sakit saat melihatnya..." lirih MinHo seraya membawa tangan mungil Yesung dan menaruh di dadanya yang berdegup kencang, mengabaikan tatapan bingung Yesung sekaligus terkejut dengan apa yang baru saja terjadi dan di dengarnya.
TBC
Kkkkkk~ saya minta maaf reader-deul... saya tahu ini makin absurd, saya mohon maaf sekali lagi jika ada banyak kesalahan kata dan misstypo, saya sedang buru-buru dan tak sempat untuk mengedit ulang... #BOW
Jaa Ne,
Afifa Han.
