A/N : haiiii~ Minna-san... bagaimana dengan chapter sebelumnya? Saya rasa ini akan tamat dalam beberapa chapter lagi :'( #plakked saya update lama lagi ya? Maaf #bungkuk-bungkuk.
Terus untuk yang minta di panjangin word nya, kkkkk~ mianhae, ini sudah pas segini kalau di tambah-tambahin lagi FF saya makin absurd rasanya.
Oke sekian, silakan dibaca.
_Happy Reading_
I'm saying that I can only see U, I'm saying that I Love U.
I'm saying that I only see U, even when I close my eyes
I'm saying that I only call out to U, I'm saying that I Love U.
I'm saying that I only call out to U, even when my mouth is covered.
너만 보인단 말이냐 널
사랑한단 말이야
논을 가마도 너만 보인단 말이냐
너만 보인단 말이냐 널
사랑한단 말이야
입을 막아도 너만 부른단 말이야
(I'm Saying – F.T Island)
o0o_민성_o0o
Kesunyian yang melanda membuat seorang Kim Yesung duduk dengan tak tenang di dalam mobil yang kini tengah mengantarnya pulang ke rumah-ah lebih tepatnya rumah KimBum.
Sesekali Yesung melirik namja di sampingnya yang sedang fokus dengan jalanan di depan. Menghela nafas lelah karena terus berada dalam keheningan, akhirnya Yesung mengalah...
"bolehkah aku menyalakan radionya?" tanya Yesung sedikit lirih karena masih merasa tak nyaman dan canggung dengan keheningan serta kejadian kejar-kejaran tadi yang berakhir dengan seorang Lee MinHo mengantarnya pulang sekarang.
"hm..." jawab MinHo tanpa sedikitpun mengalihkan fokusnya pada jalanan di depan.
"ku anggap iya..." sahut Yesung dan menekan tombol untuk menghidupkan radio, segera saja musik yang bernuansa ballad memasuki gendang telinganya. "ah? 2AM!" pekik Yesung.
"kamu menyukai lagu ini?" tanya MinHo sambil melirik sekilas pada Yesung yang tengah mendengarkan lagu itu dengan menutup mata.
"tentu saja, Over The Destiny~..." jawab Yesung lirih.
"apa alasanmu menyukai lagu mellow yang hanya akan membuatmu menangis?" tanya MinHo tanpa tahu situasi.
"entahlah aku hanya suka, lagu bergenre ballad membuatku tenang" Yesung menjawab dengan mengukirkan sebuah senyum yang sangat manis namun entah mengapa terlihat sedih.
"apa aku menyinggungmu?" tanya MinHo lagi yang akhirnya sadar situasi jika si manis mungkin mempunyai kenangan menyakitkan lagu bergenre ballad. "apa kau mempunyai kenangan yang membuatmu sedih dengan lagu ini?" lanjutnya.
"um~ mungkin ya..." hanya jawaban yang tak pasti yang di berikan Yesung selanjutnya dia malah mengikuti alunan musik dengan menyanyikan beberapa bait.
우연히 다시 나타나 주라
그리움 전허지 못했던
바보 같은 내게로
다시 돌아와줘
우연히 다시 나타나 주라
잊혀 갈 그대 모습
가득히 담을 수 있게
"woah~ tak ku sangka suaramu sangat bagus..." puji MinHo dengan tulus saat Yesung menyelesaikan bait bagian reff dengan sempurna.
"tentu saja, mana mungkin aku masuk seni dengan beasiswa jika tak punya bakat" sombong Yesung seraya memeletkan lidahnyapada MinHo yang hanya bisa menghela nafas kesal, menyesal sudah memuji namja di sampingnya itu. Tapi, sebuah senyum yang sudah lama jarang hadir di wajah seorang Lee Min Ho kini hadir dengan sendirinya hanya karena percakapan sederhananya dengan seorang Kim Yesung.
.
"bangun Kim Yesung...! kita sudah sampai di rumah KimBum." Ujar MinHo setelah mobilnya berhenti tepat di depan pintu rumah KimBum, sedikit mengguncang bahunya dengan lembut bermaksud membangunkan tanpa mengagetkan.
"eungh~" lenguh Yesung. "Hyung~ gendong..." ujarnya tanpa membuka matanya sedikitpun. "Aku malas berjalan" manja Yesung sambil mengangkat tangannya meminta untuk di piggyback oleh MinHo yang Ia kira KimBum Hyung-nya.
"tsk! Apa kau selalu manja pada KimBum? Takkan ku biarkan lebih lama." Jawab MinHo, yang dengan perlahan turun dari mobilnya dan berjalan menuju sisi sebelahnya bermaksud menuruti permintaan si manis untuk menggendongnya.
Namun, sebuah tangan yang memegangi pundaknya menghalangi niat mulianya untuk itu dan terpaksa kembali tegak berdiri untuk menengok kebelakang. Melihat siapa yang memegangi pundaknya.
"biar aku saja..." ujar suara tersebut sebelum MinHo benar-benar penuh menengokkan kepalanya dan dia tergeser satu langkah ke samping. "dia tanggung jawabku, disini." Lanjut dan tekan suara tersebut yang ternyata seorang KimBum.
"aku bisa melakukannya, kau tak mempercayaiku?" tanya MinHo pada KimBum.
"tidak sama sekali setelah kau membuatnya menangis tadi siang." Datar dan dingin sekali jawaban yang KimBum berikan, seraya menggendong bridal Yesung dan membawanya masuk ke rumah.
"dasar brother complex..." decih MinHo. "ayolah, masa' sekarang aku harus berusaha untuk mendapatkan kepercayaan seorang KimBum setelah aku berjuang merebut perhatian Yesung. Sialan!" dumel MinHo sendirian dan segera masuk mobil untuk meninggalkan rumah KimBum.
.
Dengan hati-hati KimBum menurunkan Yesung di kasurnya dan menyelimutinya.
"jalja..." bisik KimBum seraya mengusap rambut Yesung dengan pelan. "istirahatlah, kau pasti lelah karena menangis... hyung janji, akan menjauhkan MinHo darimu..." lanjut KimBum sambil tersenyum.
Dengan langkah pelan, KimBum keluar dari kamar Yesung dan menutup pintunya dengan hati-hati.
.
"ugh, apa yang harus ku lakukan... KimBum mungkin akan menjadi bodyguard Kim Yesung mulai sekarang dan itu mempersulitku..." erang MinHo saat sampai di kamarnya.
"Ahhh... kenapa tak ku biarkan Ia sibuk saja dengan Joon. Haha, kau sangat pintar MinHo... indeed, The Clever Prince Lee Min Ho..." jawabnya sendiri seraya terkekeh senang dan memuji dirinya saat Ia menemukan ide yang menurutnya cemerlang.
.
#At Morning
.
"pagi, hyung... hoammm..." ujar Yesung memasuki ruang makan sambil menguap. Hey, jangan meliriknya seperti itu, Ia belum sempat mandi dan sudah lapar jadi jangan melirik aneh padanya saat kalian melihatnya dengan tampilan acak-acakan khas bangun tidur.
"eoh? Pagi juga, Yesungie~ Apa tidurmu nyenyak?" jawab KimBum seraya memberikan pertanyaan.
"tentu saja tidurku nyenyak hyung..." ceria Yesung.
"syukurlah, ayo sarapan... setelah itu mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah, arraseo?" lanjut KimBum.
"arra, hyung..." sahut Yesung dan memulai memakan sarapannya.
.
"tuan muda, tuan Joon dan tuan HyunJeong sudah menunggu anda di ruang makan untuk sarapan." Sapa sang buttler kepada tuan mudanya.
"hm..." sahut MinHo dan berjalan keluar kamar menuju ruang makan, sesampainya disana bisa Ia lihat Joon dan HyunJeong sudah duduk dengan tenang.
"mana KimBum?" tanyanya saat duduk di kursi paling ujung.
"kami tak tahu, hanya saja tadi dia bilang mulai saat ini akan mengawasi Yesung." Jawab Joon dengan nada yang tak suka.
"ah sudah ku duga..." desis MinHo.
"ini semua karenamu, dia sibuk dengan Yesung. Bagaikan babysitter, dan sialnya aku yang kena imbas." Decak Joon.
"kau saja yang gengsian tak mau mengajaknya jalan keluar..." balas MinHo. "lihat, selama ini kalian malahan terlihat seperti bermusuhan di bandingkan saling mengagumi. Apa? Aku benar kan?" tanya MinHo saat Joon melihatnya dengan tajam.
"terserah..." lirih Joon dengan frustasi.
"sudahlah, ayo sarapan..." akhirnya HyunJeong bersuara, menghentikan pertikaian kecil yang pasti akan menjadi besar jika tak segera di hentikan. "ayolah, kita sudah hampir terlambat." Lanjutnya.
"hmm..." sahut MinHo dan Joon dengan nada malas.
.
Di lorong sekolah yang mulai ramai karena sebentar lagi jam KBM akan segera di mulai terlihat Yesung dan KimBum yang sedang berjalan beriringan di hiasi rengekan Yesung pada hyungnya.
"hyung..." Yesung mempoutkan bibirnya dengan imut saat melihat Hyung-nya masih mengikuti. "ada apa? Kenapa terus mengikutiku? Aku akan ke kelas, sebentar lagi masuk!" rengek Yesung yang mulai merasa aneh dengan tingkah Hyungnya.
"ani... hyung hanya ingin memastikan jika kamu selamat sampai kelas, baby." Jawab KimBum tanpa peduli dengan Yesung yang kesal karena ulahnya.
"wae? Hyung sangat aneh hari ini, lagian aku sudah besar hyung... takan terjadi apa-apa hanya karena aku berjalan dari parkiran menuju kelas. Apa hyung tak capek jika harus memutar jalan kaki untuk ke kelas hyung, kelas kita bertolak belakang hyung..." cerocos Yesung panjang lebar.
"ani, jangan membantah atau hyung akan memberikanmu 2 bodyguard untuk menjagamu kemanapun kau pergi" santai sekali KimBum mengatakannya tanpa tahu jika seorang Kim Yesung sekarang sudah menampilkan raut horornya.
"andwae!" jeritnya. "baiklah, terserah hyung jika ingin mengikutiku" lanjut Yesung dengan pasrah.
"begini lebih baik..." senyum charming KimBum berikan seraya mengusap rambut Yesung dengan gemas.
Dan mereka melanjutkan perjalanan menuju kelas Yesung dengan tenang meski raut kesal masih tercetak jelas di wajah Yesung.
.
Seorang namja tampan keluar dari mobil mewahnya di ikuti oleh 2 namja lain dari mobil mewah mereka masing-masing.
"lihatlah, pagi-pagi dia sudah menjadi bodyguard..." ujar salah satu namja itu.
"diamlah Joon, aku juga tahu..." sahut suara lain yang ternyata MinHo dan Joon. "bisa kau singkirkan KimBum, aku ingin menyapa YesungKU" tanya atau lebih tepatnya perintah MinHo pada Joon.
"ck.. akan ku lakukan." Segera setelah menjawab. Joon menghampiri KimBum.
.
"darl~ ayo antar aku ke kantin..." ujar Joon tiba-tiba sambil mengalungkan lengannya pada pundak KimBum ah dan panggilan apa itu yang di berikan Joon barusan.
"ishhh~ lepaskan tanganmu..." jawab KimBum seraya menekuk wajahnya kesal ah jangan lupakan bibirnya yang mengerucut imut.
"ayolah, aku tahu aku salah... aku minta maaf, nde?" hanya memohon yang bisa Joon lakukan, dia memang bersalah pada calon kekasih manisnya ini.
"ugh~ kenapa Joon Hyung harus minta maaf pada Bummie Hyung..." tanya Yesung dengan polosnya sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.
"tak apa baby, jja... sudah sampai di kelasmu, masuklah..." dorong KimBum pada Yesung, segera setelah melihat Yesung masuk KimBum membalikkan badannya dan menatap dengan tajam namja yang kini hanya tersenyum tanpa beban tak merasa punya salah. "jadi? Ada apa?" tanya KimBum lagi dengan kesal.
"ayolah, darl... temani aku ke kantin, nde?" mohon Joon dengan menunjukkan raut wajah melas serta tangan kanan yang berada di perut menandakan Ia kelaparan.
"jangan panggil aku seperti itu. Aku bukan kekasihmu" Kesal KimBum, "...dan aku juga tau kau sudah sarapan di rumah MinHo." Lanjutnya sinis.
"kalau begitu sekarang kau kekasihku..." sambar Joon dengan santainya dan segera menarik KimBum-entah kemana-yang berteriak memaki serta minta di lepaskan.
.
"baiklah, ini saatnya aku menyapa Kim Yesung. Kau ikut hyung?" tanya MinHo pada HyunJeong yang masih terpaku melihat pada satu arah.
"aniya, aku ingin mendekati bidadariku..." jawab HyunJeong dengan out of character-nya. HyunJeong berjalan ke arah kantin dengan pandangan mata fokus pada satu arah menyisakan MinHo yang hanya bisa mengernyitkan alisnya heran dan mencoba melihat.
"ah, Kim Jaejoong... pantas saja." Desah MinHo sambil mengangkat kedua bahunya tak peduli pada HyunJeong yang masih tergila-gila pada si cantik Kim Jaejoong yang telah menolak HyunJeong berkali-kali. Dengan langkah yang tegas MinHo segera berjalan menuju kelas Kim Yesung.
.
Yesung mendudukkan dirinya di kursi yang biasa Ia pakai dengan kasar tak lupa bibir yang mengerucut imut. Ia masih kesal dengan hyung-nya yang tiba-tiba menjadi aneh.
'kenapa hyung menjadi sangat aneh' innernya masih dengan raut muka yang sedang berpikir keras.
"Kim Yesung..." sebuah suara tegas nan berat namun sexy terdengar dari arah pintu kelasnya.
Secara serempak seluruh murid yang ada di kelas tersebut menoleh ke arah pintu kelas mereka dan menemukan The Prince Lee Min Ho sedang berdiri dengan memasukkan kedua tangannya pada saku celana.
Perlahan namun tegas, MinHo mulai melangkahkan kakinya menuju meja dimana Yesung berada. Matanya tak pernah lepas menatap intens Yesung, seakan mencoba untuk mendominasi namun tatapan itu penuh dengan kelembutan.
"selamat pagi..." ujar MinHo saat tiba di depan Yesung kemudian duduk di sebelahnya dengan tiba-tiba.
"mwoya...?" lirih Yesung menahan malu karena di perhatikan oleh teman sekelasnya. "siapa yang menyuruhmu duduk disitu Lee Min Ho-ssi?" lanjut Yesung seraya menatap tajam MinHo yang duduk di sampingnya.
"tak ada. Aku hanya ingin duduk disini, aku tak perlu izinmu..." balas MinHo acuh.
"ya! Pergi sana, jauh jauh..." rengut Yesung.
"kenapa? Bukankah kau suka aku berada di dekatmu..." kini seringaian menggoda yang hadir di wajah tampan MinHo.
"apa-apaan itu? Aku masih kesal denganmu, kau belum memperbaiki ruang kesenian..." jerit Yesung kesal. Woah, dia benar-benar kesal sekarang.
"oopsss~ akan ku perbaiki nanti, chagi..." jawab MinHo dengan jahilnya.
"mwoya...?" jerit Yesung dan memukuli pundak MinHo dengan brutal.
"aishhh~ apa yang kau lakukan, hentikan... hei hentikan itu sakit..." raung MinHo seraya mencoba menghindar dari pukulan tangan-tangan mungil Yesung.
"tak akan, kau menyebalkan... aku membencimu..." jerit Yesung tanpa sadar seluruh pasang mata di sekolah memperhatikan mereka.
"ayolah~ aku tahu aku salah, aku berjanji akan memperbaikinya nanti..." desis MinHo sambil menahan sakit yang di terimanya.
Dan pukulan itupun terhenti saat Yesung mendengar kata janji keluar dari mulut seorang Lee Min Ho.
"kau tak berbohong?" desis Yesung seraya memincingkan matanya dengan tajam bermaksud menakuti MinHo.
"iya aku janji. Sekarang..."
Chu~
Dengan kilat MinHo mencium bibir Yesung dan segera beranjak pergi meninggalkan kelas Yesung dengan senyuman cerah yang menghiasi bibirnya.
"... a morning kiss..." lanjut MinHo sambil berjalan menuju kelasnya sendiri. Oke mari kita lihat keadaan sang korban ciuman seorang Lee Min Ho.
Dengan mata membulat karena kaget dan tangan yang menutupi bibir mungilnya.
"sial, dia mencuri ciuman keduaku juga..." umpat Yesung tetapi berbanding terbalik dengan keadaan wajahnya yang merona, uhm nampak manis.
"KimBum Hyung, dia menciumku dengan sembarangan..." jerit Yesung dengan feminismenya.
Sementara itu di kelas dimana KimBum yang masih terjebak bersama Joon.
"ugh, aku seperti merasa Yesung memanggilku..." ujar KimBum seraya berusaha melepaskan pelukan Joon di pinggangnya.
"ayolah, darl~ jangan mengacuhkan ku seperti ini. Aku merindukanmu..." rengut Joon dengan muka yang tidak ada manis-manisnya sama sekali.
"diamlah Joon, kau menjijikan... lepaskan aku, aku harus menemui Yesung." Bentak KimBum dengan sadis. Namun bentakannya terhenti saat Joon mencium bibirnya dengan ganas, meredupkan teriakannya di dalam kelas yang kosong tersebut. Mari berdoa semoga KimBum selamat.
TBC
A/N : huaaaaa, saya ga ada niat buat mengcouplekan Joon dan KimBum tetapi mereka cocok... KimBum yang manis dan Joon yang cakep.
Saya tahu ini telat banget :'( #plakkked menjelang akhir semester tugas kuliah beneran menumpuk. Jadi mohon maaf atas keleletannya
Review, Please...?
Sign,
Afifa Han.
