A/N : hallooo~ Minna-san~ saya tahu saya update kelamaan lagi. saya masih menghadapi Ujian Akhir Semester, tinggal prakteknya aja sih. Dan atas review seseorang mungkin ini takkan tamat cepat-cepat. Hehehe

Have a Nice Read

Pagi yang cerah untuk mengawali weekend kali ini, hari ini Ia terbebas dari gangguan macam Lee Min Ho. Dengan semangat yang sangat berlebihan namja manis itu bangun dari tempat tidurnya dan segera beranjak menuju kamar mandi yang berada di ruangannya itu.

Beberapa puluh menit kemudian, si namja manis keluar dengan wajah yang segar dan memakai pakaian santai. Sepertinya Ia berencana untuk jogging keliling komplek.

Masih dengan wajah yang cerah si manis keluar dari kamarnya dan turun ke dapur untuk sarapan bersama hyung-nya, sayangnya rencana hanya tinggal rencana. Saat Ia tiba di dapur, dia melihat beberapa orang yang tepatnya hanya satu orang yang sedang dia hindari.

"neo...!" telunjuk indah Yesung atau si namja manis dengan begitu sopannya menunjuk seseorang yang duduk dengan wajah datarnya di salah satu kursi meja makan miliknya dan hyungnya. "ya! Apa yang kau lakukan disini?" tanya Yesung dengan histeris, dia merasa Tuhan begitu tak sayang padanya dengan membuatnya bertemu dengan makhluk tersebut di pagi begini. 'Hari yang benar-benar cerah' sarkas Yesung dalam hati.

"hanya menunggumu untuk jogging bersama..." jawab namja yang di teriaki Yesung tadi.

"aish... hyung, tak bisakah kau mengusirnya?" Yesung meminta dengan sangat pada hyungnya atau KimBum.

"sebenarnya bisa saja. Tapi dia sangat memaksa, sungie..." jawab KimBum dengan kalut karena seorang Kim Joon tengah menatapnya intens dengan tampang mesum. "kaki hyung sakit, sungie..." melas KimBum lagi.

"mwo...? hyung, jatuh? Dimana? Apa sangat sakit?" kau boleh saja khawatir berlebihan Kim Yesung tapi lihatlah pertanyaanmu membuat KimBum meringis pusing ingin menjawab yang mana dulu.

"Sebenarnya bukan kaki yang sakit tapi pantat. Benarkan, darl...?" celetuk suara lain yang dapat kita pastikan sebagai Kim Joon. Si tersangka utama penyebab sakitnya KimBum.

"pantat...?" Yesung memasang tampang berpikirnya dengan sangat imut, tak menyadari beberapa seme disana mencoba menahan diri. "sudahlah, aku tak tahu..." lanjut Yesung dengan mengerucutkan bibirnya. "eum... Lee Min Ho, bisakah kau pergi...?" tanya Yesung dengan halus pada namja yang tadi di tunjuknya dan sempat terlupakan.

"kenapa harus...? aku ingin sarapan disini dan setelahnya jogging bersamamu..." sahut Min Ho dengan lancar dan memulai ritual sarapannya.

"heiii...-

"ehemmm~..." belum sempat Yesung melanjutkan ucapannya suara dehaman seseorang yang sempat Yesung acuhkan pun menghentikkannya.

"hyung... neo nuguya...?" tanya Yesung saat sadar tak mengenal sesosok makhluk lain yang duduk di samping KimBum.

"kau lupa...?" jelas sekali nada kecewa yang keluar. "aku..." tunjuk orang itu seraya menunjuk dirinya sendiri. "... Choi Siwon yang waktu itu tak sengaja menabrakmu..." lanjutnya dengan memberikan senyum dimplenya.

"ahhh... matta." Pekik Yesung seraya menjentikkan jarinya senang. "tapi, kenapa siwon-ssi ada disini...?" suara cerianya berubah menjadi bingung saat menyadari hal tersebut.

"eum, rencananya sebelum jogging aku ingin memperkenalkan diri sebagai tetangga baru kalian... tapi, KimBum-ssi malah menawariku sarapan yang kebetulan belum sarapan. Dan saat sedang mengobrol santai, datanglah mereka bertiga..." jelas Siwon, seraya menunjuk 3 pangeran yang ada disana.

"siwon-ssi mau jogging...?" tanya Yesung lagi dengan ceria.

"uhm... begitulah..." jawab Siwon dengan memberikan lagi senyuman khasnya.

"kalau begitu, hyung... aku mau pergi jogging dengan siwon-ssi saja." Tanpa menghiraukan yang lainnya, Yesung menarik tangan Siwon dan segera beranjak keluar-sekali lagi-tanpa menghiraukan yang lainnya termasuk seorang Lee Min Ho yang sudah melotot tak percaya dengan apa yang di katakan Yesung barusan.

"jadi, bukankah namja itu yang waktu aku lihat sedang memegang tangan Yesung di shinwa high school..." desis MinHo, ia geram. Sungguh.

"begitulah, kau kalah 1 langkah di depan dari Ahjussi itu..." sahut Hyun Jeong dengan dingin, dia memang hebat dalam memanas-manasi suasana hatii orang. "lihat saja kelakuannya saat menghadapi Yesung, namja itu sangat terlihat dewasa dan begitu charming..." tambahnya lagi memprovokasi.

Sebenarnya Hyun Jeong hanya ingin mengetest seberapa suka kah seorang Lee Min Ho pada Kim YeSung, tapi sayang cara yang di pakainya malah membuat seorang KimBum marah-marah dan seorang Kim Joon yang mengeluh menderita atas apa yang telah di lakukan Lee Min Ho pada kediaman indah seorang KimBum.

.

Sementara itu di taman komplek perumahan KimBum.

"yesung-ssi, bisakah kau memanggilku dengan hyung saja... aku tak nyaman di panggil seperti itu..." suara Siwon memecah keheningan diantar mereka berdua.

"uhm, baiklah... tapi bisakah hyung juga tidak memanggilku seperti itu. Yesungie, saja... ottae...?" tawar balik Yesung dengan senyum manisnya.

"baiklah..." dengan gemas Siwon mengacak lembut rambut halus Yesung yang di hadiahi tatapan lucu Yesung.

.

"sial, beraninya namja itu menyentuh Yesung seperti itu." Desis Min Ho dari kejauhan. Oh yeah, seorang Prince seperti Lee Min Ho itu menjadi stalker seorang Kim Yesung.

Dia cemburu, sungguh. Dengan kemarahan yang terus membara di dadanya MinHo menjalankan mobilnya dengan kecepatan melebihi normal. Hampir melukai beberapa pejalan kaki yang sedang melakukan olahraga pagi di daerah dekat taman.

#keesokan harinya Shinwa High School

Kerumunan siswa yang memenuhi mading sekolah membuat Yesung mengernyitkan kedua alisnya heran. Ada apa pagi-pagi seperti ini sekolah sudah sangat ramai.

"ah, ryeowookie..." panggil Yesung seraya menarik lengan namja yang baru saja keluar dari kerumunan tersebut. "ada apa...?" lanjut Yesung seraya mencoba menengok apa yang sedang di kelilingi siswa.

"ahh... itu hanya pengumuman pertunangan antara penerus Shinwa dan penerus Kim Coorporation..." jawab Ryeowook dengan rona merah yang menghiasi pipinya.

"ah... tak menarik. Yasudah, aku ke kelas dulu." Pamit Yesung tanpa berniat mendengar Ryeowook yang ingin memberi tahu kelanjutan pengumuman tersebut.

Dengan langkah malas Yesung memasuki kelasnya, dia harus bersiap-siap karena belajar dari pengalaman setelah beberapa menit Ia masuk kelas seorang Lee Min Ho akan ikut memasuki kelasnya dan tak akan pergi sebelum 'namja mesum' itu mendapat sebuah ciuman dari Yesung. oh yeah, 'namja mesum', Yesung sudah memutuskan hanya panggilan itu yang cocok untuk seorang Lee Min Ho.

Namun, kekhawatiran Yesung hari ini tak terbukti. Karena jelas-jelas tadi Ia melihat seorang Lee Min Ho lewat depan kelasnya dan hanya lewat saja takk memasuki kelasnya seperti biasa.

"Yesung-ssi... kau di panggil Jung Sonsaengnim ke ruangannya..." ujar seorang teman sekelas Yesung.

"ah, terima kasih. Aku akan segera kesana..." tepat setelah itu Yesung mulai beranjak ke ruangan guru. Dengan lesu ia terus melangkah, Ia tak mengerti apa yang terjadi padanya saat namja mesum itu tak mengganggu hari-harinya seperti biasa yang di lakukannya.

"apa yang ku pikirkan?" tanyanya pada diri sendiri. "aku tak bermaksud bilang jika hariku tambah sepi tanpa kejahilannya kan...? dasar Yesung babbo..." desisnya lagi pada diri sendiri dengan memukul kecil kepalanya.

Sesampainya di ruangan Jung Sonsaengnim, Ia segera masuk dan duduk di depan sang guru.

"ah, yesung-ah... bisa bantu saya?" tanya Jung Sonsaengnim langsung pada intinya.

"apa yang bisa saya bantu untuk sonsae...?" mencoba untuk tersenyum seperti biasanya tapi terasa sulit. "jika bisa, pasti akan saya bantu..." lanjutnya lagi.

"tolong gantikan bapak mengajar di kelas 3A Business. Dan ini daftar muridnya dan materi yang harus kau sampaikan hari ini, tolong di absen terlebih dahulu. Ada 2 orang murid pindahan." Jelas Jung Sonsaengnim seperti terburu-buru. "nah, maaf sekarang bapak mau pergi ke rumah sakit terlebih dahulu." Lanjutnya lagi dan segera beranjak pergi meninggalkan Yesung yang memandang sinis nama Lee Min Ho yang ada di daftar hadir siswa tersebut dan ingin sekali Yesung membunuhnya.

Mengenyahkan pikirannya untuk membunuh namja mesum itu, akhirnya Yesung menghela napas panjang dan segera beranjak.

'perasaanku tak enak...' desahnya dalam hati.

"yesungie, kau mau kemana...?" tanya sebuah suara yang terdengar familiar. Dengan malas-malasan Yesung menjawab.

"3A business menggantikan Jung Sonsaengnim, karena beliau harus pergi..." dan melirik sekilas KimBum yang berjalan di sampingnya.

"ah... kalau begitu semangat. Hyung mau ke perpustakaan dulu... bye, Yesungie..." dengan langkah ringannya KimBum meninggalkan Yesung belum menyadari jika kelas yang di sebutkan sang adik adalah kelas namja yang harus Ia jauhkan dari Yesung.

Tanpa berkata apapun Yesung hanya mengangguk kearah punggung KimBum dan segera berhenti di depan sebuah pintu yang bertuliskan 3A Business, menarik napas pelan mencoba mengotrol moodnya.

Cklekkk

Suara pintu yang di buka membuat perhatian seluruh murid berpusat pada Kim Yesung yang kini telah berjalan dengan gaya berwibawanya menuju meja guru.

Hening yang terjadi disana membuat Yesung mengernyitkan alisnya heran, "ada apa?" tanyanya dengan nada dingin, yang masih tak di jawab sama sekali oleh seluruh murid yang ada di kelas tersebut "aku menggantikan Jung Sonsaengnim di mata pelajaran bahasa asing seperti biasa". Lanjutnya yang masih tak di tanggapi.

Menggendikkan bahunya tak peduli Yesung memilih membuka buku materi yang harus di sampaikannya hari ini, "ah, 2 orang murid baru silakan maju ke depan dan memperkenalkan diri..." ujar Yesung tiba-tiba.

Merasa sebagai murid baru, 2 namja maju ke depan beriringan. "Kim Ryeowook, bangapta chingu... sebenarnya saya masih di sekolah yang sama tadinya saya di 3B seni." Ujar suara pertama yang mendapatkan beberapa tatapan sinis dari siswa dan siswi yang ada disana dan membuat Yesung sadar jika itu Ryeowook yang dia kenal, masih tanpa melihat ke arah 2 murid baru tersebut.

"selanjutnya, silakan perkenalkan diri anda..." ujar Yesung masih mencoba mencari halaman yang tadi di lipat sedikit ujungnya olehnya.

"Cho Kyuhyun..." singkat, padat dan jelas. Tapi bukan itu yang membuat Yesung menghentikan kegiatannya tapi karena suara dan nama yang terdengar familiar di telinganya.

Dengan mata melotot kaget, Yesung melihat ke arah namja yang tadi memperkenalkan diri. "Kyuhyun..." lirihnya. "apa yang kau lakukan disni...?" tanyanya saat sadar dari rasa kagetnya.

"tentu saja belajar, orang tuaku pindah kesini..." jawab namja yang ternyata Kyuhyun itu.

"baiklah, silakan duduk... siapa yang tak hadir hari ini..." tanya Yesung saat mencoba untuk menghiraukan keberadaan Kyuhyun yang terus menatapnya.

Brakkk

Suara pintu yang di buka dengan kasar menghentikan kegiatan Yesung yang sedang mengamati siswa kelas tersebut dan segera menoleh ke arah pintu dengan menahan kesal.

Tapi yang terjadi malah membuatnya terperangah, kejadian tersebut terjadi secepat kilat. Baiklah jika kalian tak mengerti aku akan menceritakannya pada kalian.

Orang yang membuka paksa pintu kelas itu adalah seorang Lee Min Ho. Tapi bukan itu yang membuat Yesung terperangah, melainkan saat tiba-tiba salah seorang murid baru yang tadi memperkenalkan diri di depan menerjang namja tersebut atau Lee Min Ho dengan pelukan dan tak lupa sebuah kecupan di bibir dan langsung menggelayut manja di lengan Min Ho.

"hyung, kenapa baru masuk...?" suara manja ryeowook terdengar dan membuat Yesung tersadar dari rasa kagetnya yang sangat berlebihan.

Min Ho hanya membisu dan melirik dengan malas ke arah namja yang kini bergelayut manja ke arahnya. Tanpa menjawab pertanyaan namja tersebut, MinHo segera berjalan menuju kursinya yang berarti kini semeja dengan namja yang kini membuntutinya.

"eum, baiklah kita langsung saja pada materi..." suara Yesung mengalihkan perhatian beberapa siswa. Dan itu sedikit membuat Yesung lega.

Entah kenapa kali ini Yesung menjelaskan materi bahasa asing dengan gugup padahal sebenarnya dia sudah paham di luar kepala dengan materi tersebut.

Terlebih saat dia sadar ada 2 orang namja yang menatapnya dengan intens, yang satu tatapan merindu sedangkan yang satu tatapan menusuk. Semakin guguplah yang dia rasakan dan mungkin sedikit kacau saat Ia mencuri pandang ke arah meja MinHo dan Ryeowook. Nampak sekali Ryeowook sangat manja pada MinHo tapi MinHo tak menggubrisnya

"hyung, kenapa kau terus melihat Yesung-ssi seperti itu..." suara kesal yang manja itu terdengar nyaring dan membuat perhatian semua murid beralih pada namja itu.

"tidak..." sahut MinHo datar dan ambigu.

"silakan kerjakan soal yang saya berikan, saya akan ke toilet sebentar." Ujar Yesung memotong Ryeowook yang ingin menyahuti ucapan MinHo. Dengan langkah yang tergesa-gesa Yesung keluar dari kelas tersebut, dia butuh cuci muka.

Sementara itu, kejadian barusan membuat Kyuhyun mengernyitkan alisnya heran.

Tak lama kemudian suara kursi yang di dorong keras oleh MinHo yang kini berdiri dari duduknya pun terdengar dan tanpa sepatah katapun MinHo keluar dari kelas tersebut.

Dan itu semakin membuat kedua alis Kyuhyun terangkat heran.

.

Menghadapkan wajahnya ke arah cermin yang ada di toilet tersebut, Yesung menghidupkan keran air dan menampung dalam tangan lalu dengan gerakan lembut Ia membasuh wajahnya yang saat ini sangat kusut. Yeah, akhirnya Ia sadar jika kali ini wajahnya benar-benar kusut seperti pakaian yang sudah lama tak mendapatkan jamahan dari benda yang bernama Setrika.

Namun saat ia mengangkat wajahnya, wajah seorang namja yang membuatnya kacau-mungkin-itu ada di belakangnya, hampir saja Ia berteriak jika namja itu tak menutup mulut Yesung dengan tangan lebarnya.

Pelan-pelan, namja itu yang ternyata MinHo menyeret masuk Yesung ke salah satu bilik toilet yang ada di pojok. Mendorong Yesung masuk, lalu dirinya dan menguncinya.

"ya, apa yang kau inginkan..." tanya Yesung gugup saat MinHo hanya menatapnya.

Tanpa peringatan MinHo menarik Yesung berdiri dan mencium bibir Yesung. sedangkan Yesung hanya memelototkan matanya kaget. Terpaku pada wajah tampan yang hanya berjarak beberapa mili darinya, dan pandangannya meredup saat menyadari MinHo menutup matanya dan menjadi menutup rapat saat Ia mulai merasakan lumatan-lumatan kecil.

Bibir yang awalnya hanya menempel itu kini menjadi saling melumat satu sama lain.

.

.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bohong deh... TBC :D

Note : wah reader-deul *garuk-garuk rambut* saya tahu ini lama banget updatenya dan saya malah dengan lancangnya meluncurkan FF baru... hanya saja saya sayang dengan ide yang ada di otak jika tak tertuangkan.. hehe #plakkk

Yosh... saya akan menggarap AIDP chapter 1. Saya kasih bocoran updatenya selingan... hehe jangan lupa Review.

Sign,

Afifa Han