A/N : ha-hallo minna~ #garuk-garuk rambut# saya tahu ini makin absurd :-(

_Happy Reading_

Meninggalkan kelas yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya sekarang-sebagai asisten guru-memang salah. Tapi, izinkan Ia untuk membeberkan alasannya.

Pertama, Namja Mesum oh yeah Namja Mesum atau yang kalian tahu MinHo itu dengan seenaknya menyeret Ia keluar dan membawanya pergi tanpa sepatah katapun dan langsung membawanya pergi dengan mobil, pergi entah kemana.

Kedua, Ia tak bisa menolak paksaan namja di sampingnya yang tengah fokus menyetir dengan aura yang begitu menyeramkan.

Ketiga, KimBum tak bisa di hubungi sama sekali untuk membantunya terlepas dari namja ini.

Kernyitan di dahi Yesung semakin tercetak jelas saat Ia dengan sangat hapal menuju kemana mobil yang di tumpanginya.

"tunggu...! jangan bilang jika pikiranku benar?" tanya Yesung dengan kaget seraya menatap MinHo dengan raut Horor seakaan Ia bertemu dengan hantu yang paling menyeramkan di dunia.

"diam. Dan ikuti saja aku..." lirih MinHo.

Perlahan mobil yang membawa mereka berhenti tepat di sebuah gedung bertulisan "Incheon International Airport".

Lengkaplah sudah penderitaan Yesung tahu pikirannya sedari tadi benar. MinHo keluar pertama dari mobil kemudian membuka pintu penumpang dan menyeret Yesung keluar.

Berjalan dengan cepat tanpa melepaskan pergelangan tangan Yesung menuju Gate VIP. "apa sudah siap seperti pesanku...?" tanya MinHo saat 2 orang security membungkuk badan tanda hormat padanya.

"Ya, Tuan Muda Lee... mari ikuti saya." Angguk salah seorang security dan membuka gate mempersilakan MinHo beserta Yesung untuk mengikutinya. Mereka terus berjalan sampai melewati gate dan keluar menuju landasan yang sudah tersedia sebuah pesawat yang tak terlalu besar.

"aku akan pergi sekarang..." kata MinHo dan berjalan menuju tangga pesawat masih tetap menyeret Yesung yang pasrah di tarik-tarik karena sedang memikirkan nasibnya.

Dengan nyaman MinHo masuk kedalam pesawat yang berfasilitas VVIP tersebut, segera Ia duduk di kursi ketiga dan membuat Yesung duduk di pangkuannya.

"apa maksud semua ini...?" tanya Yesung dengan lirih, Ia masih bingung kenapa mereka menaiki pesawat tanpa persiapan dan hey tanpa pamitan pada siapapun. Lihat saja mereka yang masih mengenakan seragam sekolah.

"hanya ikuti saja ucapanku untuk 3 hari. Hanya 3 hari Kim Yesung..." jawab MinHo dengan nada memohon. Ia memeluk pinggang Yesung dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yesung yang berada di pangkuannya. Sedangkan Yesung hanya bisa terpaku, tak tahu harus menjawab seperti apa permintaan MinHo.

Goncangan kecil yang di rasakan mereka menyadarkan Yesung dari keterpakuannya. "jangan becanda, MinHo... kita akan pergi kemana?" jerit Yesung sedikit frustasi.

"hn, berlibur..." masih dengan posisi sama MinHo menjawab pertanyaan Yesung dengan acuh.

Dan Yesung hanya bisa menghela nafas lelah berdebat dengan namja yang memangkunya ini.

"setelah ini, ku mohon hanya percaya padaku." Ujar MinHo tiba-tiba saat keheningan melanda. "hanya percaya padaku, karena aku mencintaimu..." lanjut MinHo dengan kalut dan tanpa sadar mengungkapkan perasaannya.

Yesung terperangah dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar. 'a-apa yang baru saja namja mesum ini ucapkan' jerit Yesung dalam hati. "kau pasti becanda..." lirih Yesung seraya menundukkan kepalanya, enggan menatap mata MinHo yang pasti memancarkan kebenaran entah itu Ia sungguh-sungguh atau cuman becanda.

"tatap mataku, Kim Yesung..." ujar MinHo seraya menarik dagu Yesung untuk menatapnya. Perlahan ibu jarinya mengusap bibir semerah cherry di depannya dengan lembut, matanya tak bisa beralih dari bibir tersebut menghasilkan rona merah yang begitu manis di pipi Yesung karena posisi mereka yang begitu intim.

Yesung bahkan tak sadar jika Ia kini tengah mencengkram kerah baju yang di pakai MinHo. Ia terus berusaha menundukkan wajahnya yang bisa di pastikan kini tengah memerah dengan begitu manisnya. Tapi tangan yang mencengkram dagunya membuat Ia tak bisa melakukan hal tersebut.

MinHo tersenyum kecil mendapati sikap manis yang di tunjukkan Yesung. dengan pelan Ia merunduk dan mencium bibir itu dan melumatnya dengan lumatan-lumatan kecil. 'Ah, sangat manis... seperti biasanya' desah MinHo dalam hati. MinHo terkejut saat Yesung membalas lumatannya, membuat Ia merasa senang dan terus melanjutkan ciumannya menjadi lebih dalam yang menghasilkan saliva berceceran di sudut bibir. Tapi manusia selalu butuh akan yang namanya Oksigen maka dengan terpaksa Ia melepas ciuman tersebut saat Yesung memukul dadanya dengan pelan. Tautan yang terlepas itu menghasilkan saliva yang menjuntai dari bibir tebalnya ke bibir tipis Yesung yang tengah membuka mulutnya mencoba meraup oksigen dengan keadaan yang begitu erotis menurut MinHo.

Sadar di perhatikan oleh MinHo membuat Ia semakin malu dan menenggelamkan wajahnya di dada MinHo menghasilkan kekehan yang begitu lembut dari MinHo.

"Ingatlah, jika hanya dirimu yang akan menjadi Lee Yesung... milikKu." Ujar MinHo seraya menciumi puncak kepala Yesung yang kini hanya bisa semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang tersebut saat mendengar nada pengklaiman atas dirinya yang penuh dengan keposesifan.

Mereka terus berpelukan seperti itu, membiarkan pesawat yang tengah berada di awan ini membawa mereka pergi menjauh dari seoul barang sebentar saja.

#At The Same Time, Different Place.

SHINwa High School

Suasana ramai tak bisa di hindarkan di sebuah kelas yang baru telah lama di tinggalkan sang Sonsaengnim yang izin ke toilet beberapa saat lalu.

"sebenarnya, kemana Yesung-ssi pergi. Kenapa lama sekali...?" tanya salah seorang anak yang mendapat jawaban berupa anggukan dari beberapa murid.

"kenapa MinHo hyung pergi...?" jerit Ryeowook kesal yang malah mendapatkan tatapan sinis dari teman sekelasnya itu.

"bisakah kau diam, Ryeowook-ssi..." sebuah suara dari arah belakangnya yang begitu dingin berkata dengan datarnya pada Ryeowook. Semua murid melirik ke arah Kyuhyun yang baru saja membuat suasana mencekam terjadi di kelas itu. "manja..." ketus Kyuhyun dan berlalu begitu saja keluar dari kelas itu. Berniat pergi mencari Yesung yang sebenarnya membuat Ia mengiyakan ucapan teman sekelasnya tadi, tanpa sadar jika ucapannya tadi membuat seorang Kim Ryeowook meneteskan airmata.

.

KimBum tak tenang, entah mengapa dia memikirkan Yesung. Menghiraukan guru yang ada di depan Ia segera berlari keluar berniat menuju kelas Yesung.

Disaat berlari dengan penuh rasa khawatir Ia di tengah lorong kelas Ia di hadang oleh Kim Joon dan Hyun Joong.

"ku mohon, minggirlah! Aku ingin melihat Yesung..." teriak KimBum kalap tanpa sadar membentak dua namja di depannya.

"kau telat, darl..." jawab Kim Joon seraya bersiul.

"apa maksudmu...?" sambar KimBum.

"MinHo sudah membawanya pergi entah kemana tadi..." jawab Joon lagi tanpa beban tak melihat ekspresi horor yang di tampilkan KimBum.

"kenapa kau membiarkannya membawa Yesung...?" teriak KimBum kalap.

"kami tak bisa menahannya." Jawab Hyun Joong. "lagipula, Ia butuh Yesung saat ini. menurutku...?" lanjutnya seraya memperhatikan seorang namja cantik yang tengah mengobrol bersama temannya di dalam kelas yang menjadi lorong mereka berhenti.

"memangnya kenapa...? kenapa Ia butuh Yesung?" tanya KimBum lagi.

"entahlah," jawab Joon seenaknya dan segera menarik KimBum menjauh dari sana tanpa mempedulikan rontaan yang di berikan KimBum karena tak mau di seret-seret olehnya.

.

Meski wajahnya tak menampilkan raut apapun, tapi dalam hati Ia sedang mengumpat siapapun yang membawa Yesung pergi.

"apa aku benar-benar tak punya kesempatan sedikitpun...?" lirihnya entah pada siapa. "Aku hanya ingin menjelaskan yang sebenarnya, dan berharap Ia memaafkanku. Hanya itu... Tuhan." lirihnya lagi dengan raut wajah yang berubah sendu.

#SKIP

Somewhere.

Sebuah ruangan yang sangat bersih dan nyaman di dominasi warna putih yang terlihat di pandangan matanya. Juga sebuah dinding kaca yang tak tertutupi tirai membuat Ia bisa melihat sebuah laut yang begitu indah.

"dimana ini...?" tanyanya pada diri sendiri.

Cklek

Suara pintu yang di buka beserta seorang namja yang hanya memakai handuk di pinggangnya untuk menutupi daerah privatenya serta sebuah handuk di kepalanya terlihat muncul dari pintu yang di buka tersebut.

"ah, kau sudah bangun...?" tanya namja itu disertai sebuah senyuman yang sangat ouh Lady Killer. "sebaiknya kau mandi..." lanjut namja itu karena tak mendapat balasan dari namja manis yang masih terbengong di atas kasur itu.

Dengan gerakan kaku, namja manis yang tadinya terduduk di kasur itu segera beranjak jalan dengan canggung menuju kamar mandi.

BLAM

Suara pintu yang di banting dengan keras membuat namja yang masih memakai handuk-sebut saja Minho-terlonjak kaget.

"ada apa dengannya...?" tanya MinHo pada dirinya sendiri tak sadar jika Yesung melihatnya topless dan hal itu membuat Yesung malu.

Setelah menutup pintu dengan keras Ia bersandar di pintu dan memegang dadanya yang berdetak begitu kencang. "si idiot itu..." desisnya dengan wajah yang memerah.

Dengan kesal Ia beranjak menuju bath up yang di penuhi air dan terdapat bunga beraroma therapy. Dengan kekanakkan Yesung memainkan bunga-bunga yang ada di bath up tersebut. Tetapi sesaat kemudian Ia terpaku.

"siapa yang menyiapkan ini.?" tanyanya pada diri sendiri. Tapi kemudian Ia mengangkat bahu tak peduli dan segera berendam di bath up.

.

"pakaian mana yang harus ku pakai?" tanya Yesung saat Ia selesai mandi. Dengan memakai bathrobe Ia keluar dan membuka lemari yang Ia pikir berisi pakaian-dan ternyata benar.

"aku sudah menyiapkan baju untukmu di atas kasur, apa kau tak melihatnya...?" tanya seseorang yang kini tiba-tiba memeluk pinggangnya dari belakang dengan begitu mesra.

"Ah, umh... aku pikir itu untuk siapa." Jawab Yesung dengan gugup dan berusaha untuk melepaskan pelukan MinHo di pinggangnya.

"begitukah...?" tanya MinHo-Lagi-seraya mengecupi bahu Yesung yang terekspos karena bathrobe yang kebesaran. "apa kau suka dengan bunga yang ku siapkan untukmu?" lanjutnya tetap mengecupi bahu Yesung.

"ah, jadi kau yang menyiapkannya. Terima kasih... aku suka bunganya." Jawab Yesung dengan ceria lupa jika bahunya yang terekspos tengah dikecupi dengan gemas oleh MinHo.

"syukurlah jika kau suka, ayo ganti pakaianmu. Kita akan segera bermain di pantai..." ujar MinHo seraya melepaskan pelukannya dan keluar dari cottage tersebut menuju pantai.

Dengan senyuman yang merekah di bibirnya Yesung segera menyambar pakaian yang ada di atas kasur dan membawanya ke kamar mandi berniat berganti pakaian di dalam sana.

.

Saat Yesung tiba di pantai, Ia bisa melihat MinHo yang entah bagaimana caranya telah memakai pakaian renang dan kini tengah berenang dengan coolnya di laut.

Sadar Yesung telah berada di pantai, MinHo segera berenang kembali ke pantai. Dengan gaya angkuhnya Ia berjalan di atas pantai menuju Yesung yang kini tengah memelototkan matanya tak percaya dengan tubuh yang tercetak jelas di baju renang basah MinHo. Meski Ia tadi sudah melihatnya dengan jelas tanpa penghalang. Tapi tetap saja, Ia merasa jika MinHo sangat Hot.

'apa yang ku pikirkan?' jerit Yesung dengan melas. Ia masih bertarung dengan pikirannya jadi tak sadar dengan MinHo yang kini berada di hadapannya.

"hah, ku kira kau akan memakai yang bikini..." desah MinHo dengan senyuman mesumnya.

"kau pikir aku mau memakainya. Dalam mimpimu..." sembur Yesung saat lamunannya terhenti karena mendengar suara MinHo.

"tapi tak apa... kau tetap sexy dengan pakaian apapun..." jawab MinHo di sertai kekehan charmingnya. "ayo berenang..." ajak MinHo sambil menarik lengan Yesung dan membawanya berlari menuju pinggir laut.

Perlahan mereka berjalan menuju ke tengah hingga air laut sebatas leher Yesung yang berarti hanya sebatas dada di tubuh MinHo.

"tunggu dulu, kenapa disini sangat sepi dan hanya ada 1 cottage yang well bisa ku katakan sangat mewah..." tanya Yesung saat mereka bersiap untuk menyelam.

"well, bisa ku bilang ini pulau pribadi milik perusahaan keluargaku..." jawab MinHo dengan santai. "tenang saja, ini masih dikorea. Malahan pulau pribadiku ini berada tepat di samping pula jeju. Jadi, well... laut ini masih bisa di katakan sebagai laut jeju." Lanjutnya dan setelahnya Ia segera menyelam dan berenang meninggalkan Yesung yang masih terpaku.

"hei, Yesung... apa kau hanya akan diam saja disitu..." teriak MinHo dari arah depannya.

"tentu saja tidak..." sahut Yesung yang segera berenang menyusul MinHo.

.

"sore yang indah, dan air lautnya pun terasa hangat." Ujar Yesung saat mereka lelah berenang dan kini tengah berdiri di tempat mereka semula sebelum menyelam.

"ya indah... tapi tak seindah dirimu." Jawab Minho yang kini menarik pinggang ramping Yesung agar semakin dekat dengannya. Perlahan, Ia menghadapkan Yesung ke arahnya. Memeluk pinggang Yesung dan menariknya semakin mendekat.

"a-apa, yang k-kau lakukan...?" tanya Yesung dengan gugup dan menunduk.

"hanya ingin seperti ini." jawab MinHo dengan lembut dan pelan mengangkat Yesung lalu melingkarkan kaki Yesung di pinggangnya. Membuat Yesung semakin salah tingkah dengan posisi intim mereka. "aku tak tahu apa yang menanti kita ke depan. Hanya saja, aku mohon tetap percaya padaku dan tunggu aku..." lanjut MinHo seraya mendongak melihat mata indah Yesung yang kini lebih tinggi darinya karena posisi mereka.

"kenapa harus...?" tanya Yesung dengan lirih. "aku bukan siapa-siapamu..." lanjut Yesung semakin lirih serta membuang pandangannya ke arah lain, enggan menatap wajah MinHo. Ia mengencangkan lingkaran tangannya pada leher MinHo.

"apa kau tak mengerti dengan apa yang ku sampaikan di pesawat...?" tanya MinHo dengan lembut. "mulai saat ini kau kekasihku dan aku tak menerima penolakan Lee Yesung..." sambung MinHo sambil menarik dagu Yesung untuk melihat ke arahnya.

"tch, pemaksaan..." dengus Yesung dengan wajah blushingnya. "dan apa itu? Margaku Kim, bukan Lee..." lanjut Yesung dengan mengerucutkan bibirnya sebal.

"ya, itulah aku..." kekeh MinHo. "kau benar, margamu Kim tapi soon-to-be Lee..." goda MinHo seraya mengerling jahil ke arah Yesung yang kini tengah menatapnya dengan wajah blushing berat.

"hei, turunkan aku dari gendonganmu." Ketus Yesung yang mencoba mengalihkan pembicaraan.

"kenapa...? aku suka dengan posisi ini, tubuhmu sangat kecil dan ringan." Jawab MinHo sambil meletakkan kedua tangannya di pantat Yesung yang kini tengah membulatkan matanya karena kaget dan malu di tambah dengan wajahnya yang semakin memerah pekat.

Rasanya MinHo kembali jatuh untuk kesekian kalinya terhadap namja di pelukannya ini. 'ah, namja ini memang begitu indah.' Desah MinHo dalam hati saat Ia melihat Yesung masih blushing dengan posisi intim mereka.

Perlahan, MinHo mencium bibir Yesung. Melumatnya dengan cepat tapi lembut. Yesung pun menyambut ciuman MinHo. Mereka saling melumat, saling menghisap dan saling menggigit dengan lembut. Dengan background di tengah air dalam keadaan berpelukan dan di payungi langit sore yang begitu indah mereka saling mencurahkan perasaan mereka lewat ciuman itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

T.B.C

Note : kkkkkkk~ saya tahu ini kelamaan banget dari jadwal yang seharusnya tapi apadaya., tumpukan tugas seakan melambai-lambai dengan sexy meminta untuk segera di jamah oleh tangan saya #plakkk #bahasanyaMesum. :D

Dan otak saya sedikit terkontaminasi dengan hal-hal yang berbau Byuntae -_- ._. ini di karenakan saya sekarang sedang suka-sukanya baca komik YAOI rate M. #SlapAgain.

Apakah harus saya slipin NC...? Implisit? Eksplisit? #plakkkkk

Yasudahlah, sekian... saya mau melanjutkan kelanjutan Angel In Devil's Pleasure.

Mohon tinggalkann jejaknya dengan Review :-)

Sign,

Afifa Han.