Afifa's Note : yuhuuuu~ seperti biasanya yang telat update. Hehe Gomennasai...! dosen mendadak brutal dengan tugas yang tak tanggung-tanggung. *sigh* dan terima kasihlah, minggu depan adalah minggu sunyi dan kebetulan tugas pun sudah beres sehingga aku bisa kembali lanjutin FF. Mianhae, reader-deul. :'(
Chapter khusus liburan MinSung.
_Happy Reading_
The next day, Morning.
Cahaya mentari yang menyinari Cottage mewah tersebut mengusik seorang namja manis yang sedang terbaring di atas kasur nyaman tersebut. Perlahan, Ia membuka kelopak matanya yang indah dan memperlihatkan onyx kelam yang bersinar lembut, namun tak lama kemudian onyx tersebut membulat dengan lucu saat merasakan sebuah, ani, sepasang tangan yang memeluk pinggang rampingnya.
Dengan perlahan Ia menundukkan kepalanya untuk melihat sepasang tangan yang benar-benar memeluk pinggangnya dengan erat namun lembut.
"Pagi, princess... tidurmu, nyenyak?" ujar sebuah suara sexy dari arah belakangnya yang bisa di pastikan pemilik sepasang tangan tersebut. Ia kenal suara itu. Suara namja yang membuatnya berada disini.
"Pagi... Hoamsss~.." jawabnya dengan ceria seraya menguap. Namun beberapa saat kemudian Ia mengernyitkan wajahnya bingung dan setengah kesal. "kau memanggilku apa tadi?" tanyanya tajam secara tiba-tiba saat sadar MinHo memanggilnya Princess.
"bukan apa-apa..." jawab MinHo dengan nada yang jahil dan setelah itu MinHo bangkit dari kasur empuk tempatnya berbaring tadi. Dengan senyum jahil yang masih terpasang di bibirnya Ia terkekeh kecil dan memasuki kamar mandi dan menguncinya.
"YAK!" well, well... sepertinya seorang Kim Yesung baru sadar dengan panggilan yang di berikan MinHo kepadanya dan dengan emosi Ia mengetuk pintu kamar mandi yang dihiraukan oleh MinHo dan membuat Yesung lelah berteriak dan mengetuk pintu tersebut sehingga Ia berjalan kembali ke kasur dengan kaki yang menghentak kesal tak lupa bibir tipisnya yang mengerucut imut.
"awas saja kau, akan ku jambak rambut anehmu itu..." gerutu Yesung dengan kesal.
"silakan saja jika kau berani, sayang..." sahut MinHo dari kamar mandi dengan nada yang sangat menjengkelkan, membuat Yesung benar-benar berniat mereliasisasikan ucapannya untukk menjambak rambut MinHo.
Setelah berpakaian dengan simple, MinHo keluar dari kamar mandi. Berjalan perlahan menuju kasur dimana seonggok(?) manusia masih bergelung dengan selimut. "Hey, cepat mandi..." perintah MinHo dengan lembut mengguncang tubuh Yesung.
"aku tak mau..." jawab Yesung setelah menyembulkan kepalanya dari dalam selimut dan dilanjutkan dengan bibirnya yang mengerucut imut.
Dengan gemas, MinHo mengacak pelan surai Yesung. "kalau begitu aku akan jalan-jalan sendiri saja..." ujar MinHo dengan nada yang dibuat menggoda.
"yak! Kau akan jalan-jalan?" teriak Yesung dengan histeris yang hanya dijawab dengan kekehan jahil dari MinHo. "Yak! Tunggu, aku akan mandi. Awas saja jika kau meninggalkanku, aku akan benar-benar menjambak rambutmu..." ancam Yesung seraya memberikan tatapan tajam pada MinHo sementara tubuhnya sudah bergerak dengan gesit menuju kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan keras menghasilkan kekehan dari MinHo.
"dia itu, seperti anak kecil saja..." ujarnya pada diri sendiri. "lebih baik aku menunggunya di luar..." lanjut MinHo seraya beranjak keluar cottage dan duduk di kursi yang tersedia di luar cottage-nya.
Dengan mood baik yang di milikinya Ia merencanakan keliling pulau ini dengan sedikit memberikan kejutan romantis untuk sang kekasih. Hey, bolehkan Ia memanggil Yesung sebagai kekasihnya? #smirk.
Suara langkah kaki pelan yang terdengar mendekat membuatnya menoleh dan seketika itu pula Ia merasa terpana oleh Yesung. Bagaimana tidak, Yesung memakai kemeja putih tipis milik MinHo yang jelas-jelas kebesaran di tubuh mungilnya. Dan kemeja tersebut hanya menutupi setengah pahanya, jika dilihat secara jeli mungkin Yesung terlihat tak memakai celana tapi sesungguhnya Ia memakai panty warna putih juga.
Dengan malu-malu, Yesung berjalan mendekat ke hadapan MinHo. "ayo, jalan-jalan..." lirihnya malu karena di perhatikan sebegitu intens oleh MinHo.
"ah.. oh,,, baiklah..." ujar MinHo gugup baru tersadar dari keterpanaannya. Dengan canggung MinHo menarik dengan lembut telapak tangan Yesung. Membuat Yesung berjalan tepat disampingnya. "kau semakin cantik, hari ini..." bisik Minho tepat di telinga kanan Yesung, yang direspon dengan pipi sedikit chubby tersebut merona dengan jelas.
Minho terus berjalan menyusuri pantai dengan Yesung yang masih disampingnya, tangan yang saling berpegangan. Sebenarnya akan lebih tepat jika dikatakan, kedua tangan Yesung memeluk lengan kiri Minho dengan erat. Juga kepala Yesung yang bersandar di bahu Minho.
"kau menyukainya?" tanya Minho ambigu.
"ya, aku menyukainya... sangat..." jawab Yesung dengan ceria di sertai eyesmilenya.
"baiklah, kau pasti lapar. Ayo kita sarapan..." ajak Minho seraya memutar balik arah kaki mereka menuju cottage kembali. "aku sudah menyiapkan sedikit sarapan untuk kita..." lanjut Minho.
"kenapa kau diam saja?" tanya Minho saat tak mendapati jawaban dari Yesung, diliriknya namja manis disampingnya tersebut yang kini tengah mengerucutkan bibirnya dengan begitu imutnya. "kenapa?" tanya Minho dengan kekehan senangnya, entah mengapa melihat Yesung yang begitu mulai manja padanya membuatnya sangat senang.
"aku lelah..." jawab Yesung dengan manja dan menghentikan langkah kakinya yang membuat Minho otomatis berhenti.
"hah~ baiklah..." jawab Minho dan tanpa aba-aba dia sudah menggendong ala bridal Yesung yang memekik karena terkejut dan refleks mengalungkan tangannya di leher Minho.
"yak! Turunkan aku..." berontak Yesung dengan menggoyangkan kakinya manja.
"sudahlah, aku tahu kau menyukainya..." jawab Minho dengan jahil dan terus berjalan dengan Yesung di gendongannya yang akhirnya menyerah dan memilih membiarkan Minho menggendongnya, dan Yesung lakukan hanya melihat kedepan seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Minho yang sangat hangat dan tegap menurutnya. Sangat cocok untuk menjadi tempatnya berlindung.
Pemikiran itu membuat Yesung tersenyum sendiri dengan manis.
Sampai di depan cottage, Yesung membulatkan matanya saat tangga menuju masuk ke dalam telah di taburi bunga-bunga cantik yang membuat jalan. Dengan perlahan Minho menurunkan Yesung, dan Yesung pun berjalan masuk dengan mulut terbuka akan hiasan yang menghiasi cottage yang di tempatinya.
Masuk ke dalam Ia menemukan makanan yang di tata secara rapih di atas meja makan berbentuk persegi yang berada di depan kasur. Ia melihat Vegetable Sandwich makanan sarapan kesukaannya serta, Avoccado Juice yang terlihat begitu segar untuk segera di cicipi.
Dengan lembut, Minho menarik kursi di dekat Yesung dan mempersilakan Yesung dengan duduk. Setelah memastikan Yesung duduk dengan nyaman, Minho berjalan menuju piringan hitam dimeja samping kasur dan menyalakannya yang menghasilkan lantunan melodi klasik memenuhi cottage.
"ini hanya sarapan kenapa kau membuatnya sangat romantis...?" tanya Yesung setelah Minho duduk di depannya dengan pipi yang tak dapat di tutupi lagi sedang memerah.
"hanya ingin saja membuat kekasihku, merasa sepcial..." jawaban Minho yang tak membantu apapun justru semakin membuat pipi Yesung memerah.
"yak! Memangnya aku sudah setuju untuk menjadi kekasihmu...?" tanya Yesung dengan kesal, sebenarnya dia malu jadi Ia menutupinya dengan nada kesal.
"setuju atau tidak, yang jelas kau sudah ada disini bersamaku. Yang artinya kau setuju untuk menjadi kekasihku..." jawab Minho dengan santai.
"ish dasar pemaksa..." desis Yesung seraya mengambil garpu dan pisau makannya dengan raut muka sebal namun tak di pungkiri jika hatinya kini berbunga. Dengan lahap Yesung melahap perlahan makanan yang tersaji di atas meja.
"waw, easy honey... kau seperti kelaparan..." ejek Minho dengan nada jahilnya saat melihat Yesung makan dengan semangat dan hampir membuat dirinya sendiri tersedak.
"jika kau masih ingat, kemarin aku tak makan apa-apa selain roti dan setelah itu kita malah berenang di laut dan tak makan lagi. Aku benar kelaparan... jadi diamlah..." sebal Yesung yang menghentikkan sebentar acara makannya. "dan apa itu? Jangan panggil aku honey, aku bukan madu..." sebal Yesung seraya benar-benar menjauhkan piring makanannya yang masih bersisa banyak. Aksi protes sepertinya.
"ah, baiklah-baiklah. Aku salah. Ayo makan lagi, jangan marah... aku minta maaf..." sahut Minho dengan gelagapan. Hei, Ia tahu kemarin dia kelupaan dengan Yesung yang tak makan apapun. Dan jika Yesung sekarang tak mau makan karena panggilannya maka tamatlah riwayatnya. Ia takut Yesungnya sakit. "ayolah, sayang... aku takut kau sakit." Bujuk Minho dengan malas tak menyadari jika panggilannya tadi membuat pipi Yesung memerah kembali.
Tanpa banyak bicara Yesung melanjutkan acara makannya dengan tenang, membuat Minho menghela nafas lega saat tahu jika Yesung mau makan kembali.
"apakah sandwichnya enak?" tanya Minho basa-basi.
"ya, ini sangat enak..." jawab Yesung dengan ceria dan memotong agak besar sandwichnya lalu menyodorkannya ke arah Minho. "buka mulutmu...?" perintah Yesung dengan lirih dan mata yang memandang entah kemana namun di turuti Minho dan senanglah Minho saat tahu maksud Yesung memintanya membuka mulut. Yesung menyuapinya dengan tingkah malu-malunya tersebut. Sangat manis. Semanis Yesungnya. Hah, Minho rasa Ia mulai gila.
Setelah sarapan yang agak telat tersebut selesai. Yesung dengan riangnya berjalan ke arah pantai, dan berjalan diatas pasir dengan kaki telanjang. Sesekali menyentuhkan kakinya pada air laut yang menghampiri, sembari bersenandung kecil.
Tak sadar jika Minho berdiri tepat beberapa langkah di belakangnya, memperhatikan perbuatannya yang menurut Minho sangat menarik. Dengan perlahan Minho menghampiri Yesung lalu memeluknya dengan lembut.
"Aku Mencintaimu..." bisik Minho dengan merdu di telinga kanan Yesung. Tak ayal ucapan itu membuat Yesung kaget dan blushing.
Terjadi hening yang sangat lama membuat Minho khawatir dan berpikir jika Yesung tak mencintainya.
"nado..." balas Yesung setelah terjadi hening yang sangat lama tersebut seraya menundukkan wajahnya, menatap hamparan pasir di sekeliling kakinya. Membuat Minho menghembuskan nafasnya lega karena Yesung juga mencintainya.
"kau tahu, setelah kita pulang. Akan banyak hal yang terjadi, jadi ku mohon... percayalah padaku, dan tetaplah disampingku...!" itu perintah bukan sebuah permintaan lagi yang harus di turuti Yesung.
Dengan bingung Yesung hanya menganggukkan kepalanya. Pasalnya, sejak mereka berangkat tepatnya di pesawat menuju kesini hingga hari ini Minho telah mengatakan hal tersebut beberapa kali. Membuatnya berpikir apa yang terjadi sebenarnya.
"percayalah, jika aku sangat mencintaimu..." ujar Minho lagi seraya menarik Yesung untuk menghadap padanya. Mencium bibir kissable Yesung di sertai lumatan-lumatan kecil yang membuat Yesung terbuai dan mengalungkan tangannya di leher Minho.
Dengan perlahan Minho menggendong ala koala, Yesung. Berjalan perlahan menuju laut dan memadu kasih dengan Yesungnya di tengah sinar matahari yang tak begitu terik di tengah laut yang mencapai dada Minho. Melepaskan hasrat yang sudah terpendam begitu lama, membuat Yesung semakin terbuai dan dengan pasrah menyerahkan dirinya begitu saja di pelukan Minho.
#
Langit sore membuat Yesung membuka matanya, sadar jika kini Ia telah berada di cottage. Tepatnya di atas kasur dengan keadaan tubuh polos yang hanya di tutupi selimut. Dengan wajah memerah Yesung mengingat kembali apa yang sudah mereka lakukan di laut tadi dan berlanjut di kasur ini yang sedikit berantakan.
Sepasang tangan yang memeluk pinggang rampingnya, membuat Yesung sadar jika Minho masih ada disampingnya dalam keadaan yang sama polos. Perlahan, Yesung memperhatikan wajah damai Minho yang sedang tertidur. Seulas senyum terpasang di wajahnya, saat Ia menyadari jika Ia mencintai namja pemaksa yang tengah memeluknya ini.
"jangan melihatku seperti itu atau kau akan semakin jatuh cinta..." ujar Minho tiba-tiba tanpa membuka matanya.
"siapa yang melihatmu...?" elak Yesung seraya berusaha melepaskan tangan yang memeluknya. "lepas! Aku ingin mandi, Lee Min Ho..." lanjut Yesung seraya menekankan nama Minho.
"kalau begitu..." jeda sesaat Minho lakukan seraya membuka matanya, "kita akan mandi bersama..." lanjut Minho dengan nada pervert dan langsung menggendong Yesung menuju kamar mandi dengan tubuh sama-sama polos, membuat Yesung memekik malu karena tubuhnya benar-benar terekspos sempurna.
Dan berikutnya yang terdengar hanya desahan-desahan merdu yang berasal dari kamar mandi tersebut. Ada yang sedang sangat bergairah, eh? #author_smirk
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END!
Oke, itu TBC~
A/N : oke, ini sekadar tanda bahwa saya comeback dari hiatus. Maaf pendek, itu hanya sekedar pemanasan :D #plakkk ini beneran END loh kkkkkk~ ok, untuk yang minta ehemNCehem mungkin akan saya buatkan khusus nanti di sidestory. maaf juga jika banyak typo bertebaran, saya belum sempat mengeditnya :)
Terima kasih atas reviewnya, itu sangat mensupport saya.
Silakan review lagi untuk chapter ini ^_^
