My Bodyguard
…
So I'm wondering, can we still be friends? (ah-ah)
Jadi aku ingin tahu, bisakah kita tetap berteman?
Can we still be friends? (ah-ah)
Bisakah kita tetap berteman?
Doesn't have to end (ah-ah)
Tak harus di akhiri
And if it ends, can we be friends?
Dan bila itu berakhir, bisakah kita tetap berteman?
Can we be friends?
Bisakah kita tetap berteman?
Can we be friends?
Bisakah kita tetap berteman?
Kai bangun dari tidurnya ketika ia mendengar ponselnya berbunyi. Ternyata itu panggilan dari Kyungsoo. Dengan malasnya ia menggeser layar ponselnya.
"Chagi, kau sudah bangun?" Tanya seorang diujung sana.
Kai menguap. Jujur saja ia sangat lelah setelah mengantar kyungsoo pulang malam tadi. Ia juga belum sempat melihat pesan masuk dari Baekhyun.
"Aku baru saja bangun." Jawab kai yang masih setengah sadar.
"Cepatlah kau lihat berita." kata Kyungsoo. Ia langsung mengakhiri panggilannya.
Kai menscroll kontak pesan diponselnya. Hal pertama yang harus ia buka adalah pesan dari Baekhyun. Ia mengusak rambutnya frustasi sesaat setelah ia membaca isi pesan itu. Kai berusaha untuk menghubungi Baekhyun, tapi sayang baekhyun tidak menjawab panggilannya. Kai terdiam, ia kemudian membuka media online, Naver. Artikel tentang dirinya dan Kyungsoo berada di nomor urut pertama. Sedangkan artikel Baekhyun ada dinomor urut ketiga.
"Berkencan pada malam hari. Benarkah itu Kyungsoo dan Kai?" Gumam kai membaca judul artikelnya. Tangannya mengetuk layar ponselnya, artikel tentang dirinya dan kyungsoo muncul. Disana terlampikan foto mereka berdua.
Ponsel kai bunyi, kali ini dari menejernya. Jaesuk menghubunginya. Kira-kira ini adalah panggilan yang ke duapuluh. Pasalnya Jaesuk sudah menghubungi kai sejak pagi. Kai memutuskan untuk menerima panggilan Jaesuk.
"YAK! Kai" teriak Jaesuk dari ponselnya. Spontan kai menjauhi ponselnya dari telinganya.
"Aish hyung. Aku tidak tuli" ujar kai kesal.
"Kau sudah baca? Beritamu sudah menyebar. Bahkan menjadi Tranding Topik dibeberapa negara." Kata Jaesuk setengah marah. "Kau.. benar-benar."
"Sudah ku katakan. Aku bukan Robot HYUNG! Aku manusia, aku juga punya hati dan perasaan. Apakah AKU TIDAK BOLEH MEMILIKI KEKASIH?" Tanya kai.
"Kau benar-benar beruntung bisa mendapatkan Kyungsoo." Seru Jaesuk disertai gelak tawanya.
Kai hanya terdiam. Ia bisu. Dibalik semua itu, ia sangat sedih setelah mengetahui kondisi Baekhyun yang hampir pingsan diatas stage.
"Hei, CEO sepakat akan meresmikan hubungan kalian. Kuucapkan selamat sekali lagi." Kata Jaesuk membuyarkan pikiran kai.
"Oh-ho" gumam kai. Ia memutuskan panggilan Jaesuk. Ia terus berusaha menghubungi Baekhyun. Sampai akhirnya seseorang mengangkatnya.
"Yeoboseyo?" Sapa Jihyo.
"Oh Noona. Bagaimana kondisi Baekhyun. Apa sudah membaik?" Tanya kai tothe point.
"Oh kau Kai-ssi. Baekhyun sudah baik-baik saja." Jawab Jihyo santai.
"Bolehkah aku menjenguknya?" Tanyanya lagi.
"Tentu saja. Kami sudah berada dirumah. Kau boleh menjenguknya." Ujar Jihyo sambil tersenyum. Yah, jihyo seorang fans dari Kim Kai. Ia bahkan tau kalau Aktor yang ia idolakan adalah seorang Playboy.
Satu pesan masuk. Itu dari Kyungsoo. Kyungsoo mengirimi screenshoot dari ponselnya. Kai mengetuk gambar tersebut. Ternyata media dispatch-lah yang menggunggah hubungan mereka. Media tersebut juga memberikan bukti-bukti berupa gambar mereka berdua.
Kai membalas pesan dari Kyungsoo. "Aku sudah membacanya. Agensiku dan agensimu setuju untuk meresmikan hubungan kita pada publik"
"Aku juga sudah tau. Oppa apa kau senang? Hubungan kita sudah diketahui oleh orang banyak. Tidak sedikit orang yang memberikan kita komentar positif atau negatif. Aku sekarang sangat takut. Bahkan aku tidak berani keluar dari apartemenku."
Kai mengusak rambutnya. Ia bingung wanita mana yang harus ia pertahankan. Sebenarnya ia menyukai Baekhyun. Tapi Kyungsoolah yang sebenernya menjadi pacar kai, sedangkan Baekhyun hanya pelarian ia saja. Jika ia jujur, dan mengatakan pada agensinya jika ia mencintai Baekhyun dan melukai hati Kyungsoo maka ia akan mendapatkan image buruk dimata publik dan fansnya.
"Sekarang kau tenanglah. Semua akan berjalan baik-baik saja. Kusarankan sebaiknya kau jangan membaca komentar apapun pada media sosialmu."
Kai mengunci ponselnya. Ia segera bangun dan segera mengganti baju tidurnya dengan pakaian hangat.
…
Kai menghentikan mobil sportnya dihalaman rumah Baekhyun. Ia keluar dan segera memberikan kunci mobilnya pada Chanyeol yang kebetulan sedang berada didepan pintu rumah baekhyun. "Parkirkan" perintah Kai.
Kai menerobos masuk kedalam rumah baekhyun tanpa basa-basi lagi pada Chanyeol. Ia segera mencari keberadaan Jihyo. Dan ternyata Jihyo sedang berada didapur, memasak bubur untuk Baekhyun.
"Apa baekhyun sedang tidur?" Tanya Kai yang ternyata sudah duduk di meja makan baekhyun.
"Oh Astaga!" Seru Jihyo kaget saat mengetahui keberadaan Kai.
Kai tersenyum masam. Ia segera menghampiri Jihyo. "Apa ini untuk Baekhyun?" Tanya kai. Laki-laki itu memperhatikan mangkuk dan gelas yg sudah terisi.
Jihyo mengangguk, "Aku akan mengantarkannya. Kau duduklah disini" ujar Jihyo sambil membawa nampan yang berisikan mangkuk dan gelas.
"Tidak noona. Berikan nampan itu padaku. Biar aku saja yg mengantarkannya untuk baekhyun." Kata Kai merampas paksa nampan dari tangan Jihyo.
Kai mengetuk pintu yang bertuliskan Baekhyun. Tak ada jawaban. Tapi ia tahu Baekhyun ada didalam sana. Mungkin saja sedang menangis. Ia membuka pintu kamar baekhyun yang ternyata tidak terkunci.
"Sayang, aku datang" seru kai berhati-hati.
Baekhyun membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia tidak percaya, orang yang membuatnya merasakan sakit hati berani datang kekamarnya. Ia memandangi wajah kai dengan tatapan anehnya.
Kai duduk disamping ranjang tidur Baekhyun. Ia menaruh nampan itu diatas nakas.
"Apa yang kau lakukan disini, Kai-ssi?" Tanya baekhyun. Ia sudah duduk diranjang tidurnya.
"Aku hanya menjengukmu. Dan memastikan bahwa kau benar-benar sakit. Bukan drama untuk membuatku khawatir." Jawab kai dengan santainya.
Kata-kata yang diucapkan oleh Kai membuatnya kaget. Baekhyun tidak percaya bahwa kai bisa seperti itu.
"Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir Kai-ssi. Kau sudah lihat keadaanku, dan kau bisa pergi" pinta Baekhyun. Matanya sudah berkaca-kaca. Bayangan saat kai mencium Kyungsoo dengan penuh gairah mulai muncul kembali.
"Baek, tolong tunggu aku. Aku benar-benar sangat mencintaimu." Kata kai. Laki-laki itu meraik tangan lemah milik baekhyun.
Baekhyun diam. Ia hanya memperhatikan tautan tangan mereka. Tangan yang memberinya kehangatan, tangan yang mendekapnya dalam pelukan hangat. Ia sadar, bahwa dirinya bukanlah yang pertama untuk Kai. Dirinya hanya pelarian Kai ditengah kejenuhan menjalin hubungan dengan Kyungsoo.
Baekhyun menarik tangannya, tautan tangan mereka terlepas. Ia menenggelamkan wajahnya dibalik selimut. Air matanya terjatuh, dengan cepatnya Baekhyun seka. "Aku tidak bisa menunggumu Kai-ssi." Jawab Baekhyun atas permintaan kai.
"Aku tidak bisa menahan rasa sakit ini. Aku sangat sangat menyukaimu. Bahkan kaulah orang pertama yang menggengam tanganku hangat. Tapi…" Baekhyun tidak melanjutkan perkataannya. Ia memberi jeda untuk Kai mencerna kata-katanya. "Tapi… aku hanya pelarian untukmu" tangis Baekhyun pecah saat mengatakan kalimat terakhirnya untuk Kai.
Saat itu rasanya Kai ingin memeluk erat tubuh Baekhyun yang bergetar hebat karena tanggisannya. Tapi Kai sadar, ia benar-benar sadar bahwa dirinyalah yang membuat Baekhyun terluka dan menanggis sepilu ini.
"Baek, Maafkan aku. Aku benar-benar merasa bersalah padamu. Aku menjadikanmu pelarianku, tapi aku juga mencintaimu sama seperti aku takut kehilangan Kyungsoo. Dan sekarang aku sudah kehilanganmu." Ucap kai. Ia bangun dari duduknya.
"Aku merasa bersalah telah membuatmu seperti ini. Kuharap kita masih bisa menjadi teman." Sambung Kai sebelum memutuskan untuk meninggalkan Baekhyun sendiri dikamarnya.
Tangisan Baekhyun menggema, tanpa sengaja Chanyeol mendengar percakapan Kai dan Baekhyun. Sebenarnya Chanyeol hanya ingin mengembalikan kunci mobil milik Kai, tapi ia malah tak sengaja mendengar percakapan yang sangat memilukan antara Kai dan Baekhyun. Chanyeol segera turun kelantai dasar, Ia segera berdiri ditempat dimana ia seharusnya ada, bahkan ia berpura-pura tidak mendengar apapun saat itu. Karena Chanyeol tidak ingin terlibat dengan masalah pribadi Baekhyun.
"Kunci Mobilku?" Tanya kai sambil menyodorkan tangannya.
Chanyeol tersenyum kecut. Ia merogoh saku celananya dan memberikan kunci mobil itu kepada pemiliknya.
"Terima kasih." Ujar kai. Ia berlalu begitu saja.
"Noona baekhyun yang malang." Gumam kecil Chanyeol saat melihat mobil sport milik kai pergi meninggalkan halaman rumah Baekhyun.
Jihyo mengetuk pintu kamar Baekhyun setelah ia tahu bahwa kai sudah pergi. Pintu kamar baekhyun terbuka, mungkin kai lupa menutup pintunya. Jihyo melihat baekhyun sedang memakan bubur buatannya.
"Kau sudah baikan?" Tanya jihyo sambil duduk disamping ranjang Baekhyun.
"Bubur buatanmu sangat nikmat. Aku menyukainya" Ujar baekhyun tanpa menatap mata Jihyo.
Jihyo menarik mangkuk buburnya dari tangan Baekhyun dan menaruh bubur itu dinakas. "Aku tahu bagaimana perasaanmu. Menangislah jika sedih." Kata Jihyo. Wanita itu menarik Baekhyun kedalam pelukannya.
Baekhyun hanya terdiam didalam pelukan Jihyo. Airmatanya jatuh lagi, "Eonni," panggil Baekhyun dalam lirih.
"Ne" Jihyo menepuk bahu baekhyun dengan hangat.
Baekhyun menarik dirinya dari pelukan Jihyo. Ia menyeka air matanya. "Terima kasih eonni, aku sudah baik-baik saja" ucap Baekhyun.
"Ne. Kau sudah baik-baik saja. Kalau begitu makan lagi ya, habiskan bubur buatanku" seru Jihyo. Ia memberikan mangkuk bubur yang sempat ia ambil dari tangan baekhyun.
"Ne."
…
"Sekarang, kita seperti jam tangan yang menunjukkan 12: 30, Kita kembali berjalan ke tempat semula yang tidak pernah akan kita dapatkan kembali…"
Hari-hari tersulit untuk Baekhyun sudah terlewati. Ia dan Kai sudah berakhir. Baekhyun bahkan sudah menerima kenyataannya. Karirnya saat ini juga sedang bersinar. Banyak tawaran-tawaran dari berbagai macam hal, drama, film, soundtrack drama, iklan, dan comeback stage. Tapi saat ini Baekhyun hanya mengambil tawaran modeling saja.
"Baekhyun-ssi." Panggil Chanyeol dengan suara husky-nya.
"Ada apa Chanyeol?" Tanya baekhyun bingung.
"Apa anda tidak apa-apa jika pergi kebandara hanya dikawal denganku?" Tanya Chanyeol balik. Jujur saja Ia belum pernah mengawal Aktris saat dibandara. Bahkan dari yang ia tahu, bahwa dibandara akan banyak fans yang menunggu idolnya.
Baekhyun tertawa kecil. "Tentu tidak apa, selain kau, pihak bandara sudah menyiapkan kawalan khusus. Kau harus memandu mereka nde" jawab Baekhyun.
"Baiklah Baekhyun-ssi"
"Jangan panggil aku Baekhyun-ssi. Itu terlalu formal. Kau sudah bekerja denganku hampir setahun. Dan sepertinya juga kau lebih tua dariku. Bolehkah aku memanggilmu oppa?" Tanya Baekhyun sambil tersenyum.
"Sepertinya aku tidak terbiasa mendengarmu memanggilku oppa" kekeh Chanyeol.
"Waeyo Oppa?" Ledek Baekhyun.
"Aish, Baekhyun-ssi jangan panggil aku Oppa. Panggil aku Chanyeol saja, sudah cukup" pinta Chanyeol. Matanya masih fokus kedepan, tapi sekali-kali ia melihat spion yang memantukan wajah baekhyun yang sedang tertawa dibelakang sana.
"Baiklah Chanyeollie" ujar Baekhyun.
"Yak! Baekhyunah, kau jangan menggoda Chanyeol nde! Nanti kalau Chanyeol kehilangan konsennya, kita menabrak bagaimana?" Omel Jihyo yang kebetulan duduk disamping Chanyeol.
"Oh ne, Eonni." Sahut Baekhyun dari belakang. "Aku akan memanggilmu Chanyeollie, nama yang bagus bukan" lanjut Baekhyun.
Chanyeol hanya bisa diam saja. Ia tak berani berbicara karena Jihyo sudah mulai marah.
"Sebentar lagi kita sampai, Baek kau harus siap-siap. Perhatikan penampilanmu, Chanyeollie kau harus berhati-hati" ujar Jihyo saat mobil yang dikemudikan Chanyeol sudah memasuki arena bandara.
Chanyeol hanya melongo ketika Jihyo menyebut namanya dengan tambahan ie dibekangnya. Sementara baekhyun tersenyum senang.
Para wartawan sudah menunggu kedatangan Baekhyun di bandara Incheon. Pasalnya Baekhyun akan pergi ke China untuk pemotretan sampul majalah terkenal diChina.
Baekhyun turun dari mobilnya bersama Jihyo dan juga Chanyeol. Beberapa wartawa sudah mulai mengambil gambar Baekhyun yang melintas masuk kebandara bersama Jihyo dan Chanyeol.
Mereka masuk kedalam ruang tunggu vvip yang sudah disediakan oleh pihak bandara. Tanpa mereka sadari, didalam ruangan tersebut sudah ada Kyungsoo dan Kai. Kyungsoo yang menggandeng lengan Kai mengajak sang pacar untuk bertegur sapa dengan Baekhyun.
"Annyeong Baekhyun-ssi" sapa Kyungsoo. Kai hanya tersenyum tipis.
Baekhyun tersenyum hangat. "Nde, Annyeonghaseyo Kyungsoo-ssi."
"Kudengar kau terpilih untuk menjadi cover masalah terkenal di China ya?" Tanya Kyungsoo.
"Nde, benar" jawab Baekhyun membenarkan.
"Wah, kau hebat sekali Baekhyun-ssi" puji Kyungsoo.
"Aniyo, aku biasa saja Kyungsoo-ssi. Kudengar kalian.." Baekhyun menjedanya. Ia memberikan isyarat dengan kedua jarinya yang membentuk huruf v. "Pacaran" sambungnya.
"Nde, waeyo?" Tanya kyungsoo.
"Wah. Selamat ya, kalian berdua itu memang sangat serasi." Puji Baekhyun.
"Terima kasih." Ujar kyungsoo senang. Sementara kai hanya terdiam memandangi Baekhyun.
Jihyo menghampiri Baekhyun. "Oh Kyungsoo-ssi, Kai-ssi. Selamat nde, kudengar kalian berpacaran" ujar Jihyo.
"Eonni, terima kasih nde" ujar Kyungsoo senang.
"Baek, sebaiknya kau segera masuk kepesawat. Chanyeol kusuruh ikut denganmu. Aku tidak bisa mendapingimu." Kata Jihyo.
"Loh, Eonni kenapa tidak bisa ikut?" Tanya baekhyun bingung.
"Aku akan menyusul. Mungkin berangkatnya besok. " jawab jihyo.
"Tapi eonni, akukan belum pernah berpergian sendiri dan hanya didampingi oleh Chanyeol." Ujar Baekhyun. Ya! Kalau sampai terjadi. Ini adalah perjalanan pertama bagi Baekhyun dan Chanyeol.
"Aku tidak akan lama. Baek. Aku hanya pergi sebentar, dan kembali kesisimu lagi." Kata Jihyo sambil menepuk bahu Baekhyun. Ia mengisyaratkan bahwa mereka berdua akan baik-baik saja disana.
"Tapi eonni," kata Baekhyun.
Jihyo menggandeng Baekhyun menjauh dari Kyungsoo dan Kai. Ia membawa Baekhyun kedepan pintu masuk menuju pesawat yang akan mereka naiki. "Tidak baik kau bertemu dengan Kyungsoo dan Kai. Aku tidak ingin membuat suasana hatimu berubah menjadi buruk saat aku tidak ada disampingmu" kata Jihyo.
Baekhyun tersenyum. Ia menatap Jihyo. Wanita itu sudah dianggap seperti saudara perempuannya. Baekhyun tahu bahwa jihyo sangat mengkhawatirkan dirinya.
"Baiklah eonni." Seru Baekhyun.
"Masuklah. Chanyeol sudah menunggumu didalam pesawat. Hati-hati" ucap Jihyo. Wanita itu memeluk baekhyun, begitu juga dengan baekhyun.
…
Baekhyun sudah berada didalam pesawat. Chanyeol duduk dibelakangnya. Baekhyun tentu saja mendapatkan kelas vvip karena ia seorang Aktris.
"Chanyeollie oppa" panggil Baekhyun. Ia menoleh kebelakang bangkunya. Yang dipanggil tidak menjawab. Matanya tertutup, Chanyeol tertidur.
"Aish, bisa saja dia tidur. Sedangkan aku tidak bisa" gerutu Baekhyun saat menyadari chanyeol yang tertidur.
Faktanya Chanyeol sebenernya tidak tidur ia hanya memejamkan matanya saja. Bahkan ia bisa mendengar gerutuan Baekhyun didepan sana.
Baekhyun kesal. Ia tak tahu harus melakukan apa. Biasanya jika ia berpergian seperti ini, Baekhyun akan menghabiskan waktunya untuk berbicara bersama Jihyo, makan bersama Jihyo bahkan selfi bersama Jihyo. Ia sekarang Baekhyun kesepian karena Jihyo akan terbang pada penerbagan pertama besok.
"Aish, apa yang harus aku lakukan," gumamnya sendiri. Ia memasang aerphone pada kedua telinganya. Kemudian ia memutar Shape of you ed shereen dari ipod mininya.
Dibelakang sana Chanyeol tersenyum dengan mata terpejamnya. Ia geli mendengar gumaman kekesalan seorang Baekhyun. Sampai akhirnya seorang pramugari menawarkannya minuman.
"Selamat siang, Anda mau minum?" Tawar sang Pramugari.
Chanyeol membuka matanya. Ia tersenyum. Lalu meninta sebotol air mineral. "Berikan aku sebotol air putih" pinta Chanyeol.
Sang pramugari memberikan sebotol air mineral kepada Chanyeol. "Ini Tuan."
Lalu Chanyeol memintanya untuk pergi, dan tidak menganggu Baekhyun. Menurutnya Baekhyun harus banyak isttirahat, karena kepadatan jadwal Baekhyun. Ia takut kalau baekhyun Jatuh sakit sama seperti saat ia pertama kali jadi Bodyguard Baekhyun.
"Baekhyun-ssi, apa kau lapar?" Tanya Chanyeol.
Dari depan tidak ada jawaban. Chanyeol penasaran. Ia melongok kedepan dan mendapati Baekhyun sedang tertidur dengan aerphone ditelinganya. Chanyeol pindah kesamping tempat duduk Baekhyun. Pelan-pelan ia melepaskan aerphone yang masih terpasang ditelinga Baekhyun. Ia juga mengambil ipod mini yang ada digenggaman baekhyun bermaksud untuk mematikan musiknya. Tapi tiba-tiba saja Baekhyun terbangun. Dengan linglung ia menatap Chanyeol yang duduk disampingnya.
"Oh, Chanyeollie" gumam Baekhyun. Gadis itu menarik lengan kokoh milik Chanyeol, kemudian merebahkan kepalanya disana. Ia kembali tertidur.
Chanyeol terdiam. Ia hanya memandangi pucuk kepala Baekhyun yang menempel di lengan kanannya. Jantungnya berdebar cepat. Untuk pertama kalinya Chanyeol merasa grogi berdekatan dengan Baekhyun. Tapi ia juga merasa senang, entahlah seperti apa perasaan Chanyeol saat ini. Ia hanya merasa nyaman jika bisa membuat Baekhyun nyaman seperti ini.
Penerbangan Seoul ke China hanya memakan waktu selama dua jam lebih tiga puluh menit. Selama itu juga Baekhyun tertidur dilengan Chanyeol.
"Baekhyun-ssi, kita sudah sampai" Ujar Chanyeol sambil mengguncang bahu baekhyun.
"Oh," baekhyun bangun. Ia mengucak kedua matanya. Pesawat sudah berhenti. Ia menatap Chanyeol bingung. "Aku tertidur dilenganmu ya?" Tanya Baekhyun dengan perasaan bersalah. Chanyeol hanya menganggukan kepalanya. Lengannya terasa pegal, karena menahan kepala Baekhyun.
"Maafkan aku Oppa," ucap Baekhyun.
"Sekarang lebih baik, kita turun. Sebelum pesawat ini membawa kita pulang ke seoul lagi." Kata Chanyeol sambil tertawa pelan.
"Aish, Jinjjayo?" Baekhyun bangun dari duduknya, begitu juga dengan Chanyeol. Mereka akhirnya turun di lapangan bandara.
…
…
Sebenarnya aku udh nyiapin while you were sleeping untuk diremake ulang, dengan pemeran utamanya Chanbaek. Haha tapi gg berani ngepost takut gg ada yang baca. Jika suka mohon tinggalkan review kalau tidak dilanjut kemungkinan review yg didapat belum sesuai harapan saya. Terima Kasih! Sampai jumpa dichapter selanjutnya.
Selamt Tahun Baru!
