Claiming
.
.
.
.
[ Chapter 01 ]
.
.
.
Luhan menjadi peserta ke 120 dari 300 seluruh peserta yang telah mendaftar. Dan di aula besar luasnya entah seluas apa-yang jelas bisa menampung banyak orang lebih dari 300 peserta itu. Ia berada ditengah-tengah barisan peserta lainnya, berdiri sendiri dikelilingi banyak orang. Mungkin mereka memiliki umur yang sama atau bahkan ada yang lebih dan muda, tapi tetap saja mereka semua setara apa lagi jika baru menginjakan kaki ke tempat seperti ini.
Alpha, Beta dan Omega memang langsung dipisah barisannya. Sekedar menghindari kejadian buruk yang mungkin saja bisa terjadi sewaktu-waktu. Yang jelasnya Luhan pasti berada dibagian barisan para Omega.
Saat ini bisa di bilang upacara semacam penyambutan untuk para peserta didik baru tengah diselenggarakan. Semua dikumpulkan pada satu tempat yang begitu luasnya. Luhan bahkan tak bisa melihat jelas kearah depannya, di mana barisan depan adalah sekumpulan para senior mereka-jika bisa di bilang seperti itu. Juga cukup banyak para pria dewasa dengan pakaian jubah serba hitam dan putih, yang Luhan sempat mendengar dari para peserta lain jika mereka semua adalah ketua organisasi atau biasa disebut dengan guru.
Guru yang akan menjadi pembimbing mereka semua nantinya selama masa didik dilaksanakan.
Luhan hanya bisa mendengarkan suara beberapa ketua yang tengah menyampaikan kata sambutannya secara bergantian. Matanya sempat bergulir kesana-kemari, mengamati sekitarnya dimana-mana ada peserta didik lainnya. Mereka yang sama sekali tak ia kenal entah berasal dari kota mana, yang jelas Luhan merasa sedikit takut karena tak ada siapa pun yang ia kenal di sana. Hanya ia seorang diri.
Beberapa menit berlalu masih dalam rangka penyambutan para peserta didik baru. Menuju pada akhir acara sang tetua yang sejak tadi memberi penyambutan segera mengakhiri acara tersebut. Dalam rasa yang penuh akan syukur atas terlaksananya acara lancar tanpa hambatan. Sang tetua berkata sebagai penutup.
"Dan saya ucapkan selamat datang untuk para peserta baru di Arthalla academy..."
Selanjutnya seru-riu keseluruhan peserta meramaikan. Sebagai tanda berhasilnya atas acara penerimaan peserta baru pada hari ini. Semua tampak bergembira menyambutnya.
Seperti Luhan yang cukup mengumbarkan senyum kecil, dalam hati ikut bersyukur karena mulai detik ini pula dirinya resmi menjadi salah satu peserta baru.
Dan kedepan ia menyemangati diri untuk mulai berjuang di academy impiannya.
.
.
.
.
.
.
.
Kedua matanya terus mencari satu nama pada sederet nama lainnya. Ketika ia menemukan nama yang dituju, diri berhela nafas legah.
Mous III
18. Hong Dae yon (Alpha)
19. Lee Sumi (Beta)
20. Xi Luhan (Omega)
21. Byun Baekhyun (Omega)
Di sana terdapat namanya dalam urutan ke dua puluh. Dan ia masuk dalam golongan level Mous ke tiga. Tidak perduli akan masuk dalam kelompok keberapa di level pertama, cukup itu Luhan sudah merasa senang.
"Sepertinya kita satu kelompok?"
"Huh?"
Ia berpaling wajah saat suara seseorang terdengar berbicara entah pada siapa. Sosok namja lebih kecil darinya berdiri di samping, ikut memandang dengan senyuman tipis.
"Hai, aku Baekhyun, Byun Baekhyun. Dan kau?" Sosok itu bertanya nama padanya.
"Em...aku Luhan, Xi Luhan."
Ada anggukan kepala dari namja bernama Baekhyun itu, lalu kembali memandang selembar kertas besar pada mading di depan mereka. Dengan suara lebih riang namja itu berseru seakan merasa senang atas apa yang ia dapatkan.
"Lihat, kita benar satu kelompok bukan?" Tangannya menunjuk tepat pada dua nama yang tak asing dari kertas tersebut.
Luhan mengikuti dan benar saja atas kata Baekhyun, jika mereka berdua dalam satu kelompok yang sama. Bahkan nama Baekhyun tepat di bawah nama Luhan.
"Kau...benar."
"Jadi, salam kenal Luhan-ah?"
"N-ne Baekhyun..."
Awalan yang baik setidaknya di hari pertama Luhan bisa memiliki seorang teman?
"Tes...tes..."
"Diumumkan untuk para peserta didik baru, jika kalian sudah mengetahui kelompok mana yang kalian tempati. Segeralah untuk semuanya berkumpul pada kelompok level masing-masing!"
"Berkumpul pada ruangan yang telah disediakan, sekali lagi segeralah berkumpul pada ruangan yang telah disediakan terima kasih!"
Luhan memandang Baekhyun bersamaan, sebelum namja yang baru ia kenal itu tersenyum kembali.
Tampaknya sekarang mereka harus kembali berkumpul dan kini pada masing-masing kelompok sesuai dengan peraturan yang ada. Entah untuk apa, yang jelas mereka benar harus berkumpul sekarang juga.
"Ayo kita berkumpul sekarang Luhan-ah!"
"Em, apa kau tahu letak ruangannya?" Luhan bertanya ragu.
"Tenang, aku cukup tahu soal ruangan yang ada di sini. Jadi percayakan padaku hm!"
Tanpa ingin berbasa-basi lagi atau menunggu tanggapan teman barunya. Baekhyun langsung meraih satu tangan Luhan dan membawanya menuntun ke arah jalan ruangan yang mereka tuju.
Luhan sendiri cukup diam menurut dan membiarkan Baekhyun membawa dirinya pada ruangan kelompok mereka berada.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mous III terdapat 37 peserta baru di dalamnya. Terdiri dari Alpha, Beta dan Omega. Jika dijabarkan jumlah masing-masing; Alpha terdiri dari 13 orang, Beta 12 orang dan Omega 12 orang. Semua memanglah disatukan dengan kelompok tertentu. Dijadikan satu dalam kelompok demi menentukan siapa peserta yang dapat lebih cepat naik pada level selanjutnya.
Jika sudah begitu, tetap masing-masing dalam kelompok akan dipisah saat pembagian kamar asrama. Sesuai dengan status mereka dan sangat dilarang siapa pun untuk mengubah peraturan tempat tinggal yang telah ada.
Luhan tidak ada pernah mempermasalahkan siapa pun menjadi teman sekamarnya untuk sementara. Asalkan sesama Omega itu jelas hal yang cukup aman. Dalam kenyataan karena status Omega baik namja atau yeoja tetap disatukan dalam satu ruangan.
Mengapa begitu? Karena negara mereka tidak membedakan jenis dari jenis kelamin, melainkan dari status mereka. Namja dan yeoja tetap sama, berbeda jika status mereka juga berbeda. Dan bukan menjadi masalah jika namja dan yeoja dalam satu ruangan, asal status harus sama.
Lagipula teman sekamar hanya untuk sementara, tepat setelah mereka bisa mengetahui mate masing-masing (dalam masa heat mereka) mereka akan berpindah tempat. Ada ruangan khusus bagi Alpha, Beta dan Omega yang telah mendapatkan mate. Dan itu diharuskan begitu mutlak.
Setelah berkumpul pada kelompok, lalu seorang guru menjelaskan lebih lanjut sistem kerja pada kegiatan para pemula. Dan beserta tempat tinggal mereka, semua kembali berbaur untuk mencari kamar asrama masing-masing.
Begitu pula Luhan yang mencari bersama teman barunya Baekhyun. Tidaklah sesulit itu karena sebelum bubar guru telah memberikan selembar peta untuk digunakan.
Dalam pencarian keduanya jadi terlihat lebih dekat. Baekhyun yang suka bercerita, namun Luhan suka hati mendengarkan. Justru Luhan senang sosok Baekhyun benar bisa diandalkan untuk menjadi teman yang baik. Walau pertemanan mereka baru genap se-jam lalu terjalin.
"Aku memiliki satu saudara dan ia adik kecil yang begitu cerewet."
"Benarkah? Siapa namanya?"
"Byun Taehyung, benar cerewet aku akan menjadi sasaran amarah dari ibu jika si cerewet itu menangis. Padahal aku tidak menyakitinya huh!"
Dalam hati Luhan ingin tertawa mendengar cerita ringan dari Baekhyun seputar kehidupannya. Bercerita bagaimana ia memiliki adik yang sangat cerewet. Walau tidak tahu bagaimana rasanya, tapi bisa Luhan tebak cukup menyedihkan jika dirimu menjadi sasaran amarah hanya karena adik yang menangis, meskipun bukan dirimu yang bersalah sebenarnya.
Luhan sendiri tahu rasanya, walau kenyataan dari keluarganya Luhan lah seorang adik, dan bukan seorang kakak yang dimarahi. Bahkan ia memiliki dua kakak yang hebat dan sayang padanya. Dan Luhan bukan adik yang menyebalkan.
"Bagaimana ceritamu Han-ah?" Kali ini tampak Baekhyun ingin tahu cerita darinya.
"Biasa saja, aku memiliki dua orang tua yang baik dan penyayang. Lalu dua kakak yang hebat" Luhan giliran bercerita.
"Sungguh?"
"Yah, dua kakak yang aku kagumi karena mereka juga berasal dari academy ini..."
"Siapa? Apa mereka sudah lulus?" Baekhyun tampak ingin tahu begitu antusias.
"Yah, baru setahun yang lalu dan mereka Xi Zhaomi dan Xi Luna. Mereka kebanggaanku Baek!"
"Wahh...pasti menyenangkan memiliki kakak seperti mereka."
"Yah, sangat. Itulah mengapa aku ingin bisa seperti mereka, lulus dengam begitu baik dari academy ini, walau pun dengan statusku seperti ini..."
Ada guratan sendu pada pandangan kedua manik bak rusa itu. Dan Baekhyun mengerti karena apa, ia pun terkadang akan merasakan hal yang sama.
Atas status mereka, walau seharusnya itu bukan menjadi hal yang patut disedihkan. Seorang Omega tidaklah bukan hal yang buruk benar? Mereka masih dibutuhkan oleh publik tak perduli dianggap serendah bagaimana pun.
Sekadar menyemangati ia merangkul pundak Luhan. Karena bukan saatnya status mereka menjadi penghalang apa pun untuk kedepannya.
"Hey, kita baru akan melangkah kedepan. Jangan pikirkan hal itu, Omega tetaplah menjadi kebutuhan para Alpha dan Beta, benar bukan?"
Yah, itu kenyataan yang lebih kuat dari apa pun.
Luhan seharusnya merasa malu atas keyakinan dan semangat Baekhyun. Dan benar bukan saatnya memikirkan soal status rendah mereka sebagai Omega.
"Benar, aku seharusnya tidak seperti ini! Terima kasih Baekhyun..." Luhan benar malu sekarang.
Sementara Baekhyun terkikik kecil menanggapinya. "Memang harus! Itu gunanya teman, kita teman bukan?" Selanjutnya kedua Omega itu tertawa bersama.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Sehun lakukan Shifting sekarang!"
Wushh...
"Woahh...Sehun benar-benar hebat!"
"Secepat itu ia melakukan Shifting?"
"Pantas saja ia dijuluki Alpha muda yang terhebat!"
"Astagaa...ia benar-benar Alpha yang kuat, aku kagum padanya."
Itu beberapa seru kagum para peserta lain saat menyaksikan bagaimana hebatnya sosok yang dibicarakan. Di lapangan terbuka yang cukup dibatas oleh pembatas kaca, di sana terdapat sosok Alpha tengah berlatih bersama pelatihnya. Semua dapat menyaksikannya ketika melewati lapangan tersebut.
Salah satunya dua Omega ini, Luhan dan Baekhyun tepat pada perjalanan mereka menuju asrama untuk Omega. Keduanya jadi teralihkan dari pembicaraan mereka tadi, kini ikut pada sosok yang dibicarakan peserta lainnya.
Di salah satu pembatas kaca kedua berhenti dan mendengar seruan para peserta lain. Lalu beralih pada sosok di lapangan. Sosok dalam wujud serigala menerkam lawan latihannya. Dan Baekhyun tak perlu bertanya pada siapa pun, ia kenal siapa sosok dibicarakan banyak oleh yang lainnya.
"Selalu dia..." gumamnya pelan.
Tak sengaja Luhan tetap bisa mendengar, sejenak memandang tak mengerti pada Baekhyun. Kemudian ikut memandang pada arah lapangan.
"Siapa maksudmu Baek?" Ia bertanya penasaran.
"Kau tidak tahu Alpha yang ada di sana?"
Luhan menggelengkan kepala tanda tidak tahu apa pun. Dan Baekhyun siap memberitahukan saat ini.
"Dia Oh Sehun seorang Alpha terkenal di academy ini, karena baru setahun dirinya bisa naik level dengan cepat."
"Benarkah?"
"Yah, dia juga sangat kuat dan hebat dalam melakukan perubahan secepat mungkin. Begitu tangguh bahkan saat melakukan test umum, dia Alpha satu-satunya yang bisa bertahan selama pertarungan" jelas Baekhyun.
"Walau usianya muda, saat menjadi peserta baru pun ia bisa naik level hanya dalam waktu dua bulan pertama."
Mata Luhan secara refleks terbuka lebih lebar. Cukup terkejut atas apa yang Baekhyun katakan mengenai sang Alpha di lapangan sana.
Baru kali ini pula ia mengetahui siapa seorang Alpha yang disebut-sebut sebagai Alpha terkenal di academy mereka. Bagaimana bisa hebatnya seorang Oh Sehun dalam kemampuan yang dimiliki. Yang jelasnya sampai bisa menyandang gelar tersebut.
"Secepat itu?"
"Ne, terdengar mustahil bukan? Tapi memang seperti itu adanya, Sehun benar melewati semua dalam sekejap."
"Jadi wajar jika dia begitu terkenal di mana pun. Bahkan para guru membanggakan kehebatannya."
Luhan pun juga merasa mustahil jika ada seorang Alpha bisa melewati masa pelatihan dan test dalam waktu dua bulan saja. Faktanya jika ingin naik level peserta harus menjalani masa lima bulan pelatihan, sebelum melewati test umum.
Jadi, bagaimana bisa Alpha terkenal itu melewati hanya dua bulan saja? Sungguh hebat jika itu kebenarannya.
Akan tatapan masih tak percaya Luhan memandang sosok yang dibicarakan. Masih mendengarkan cerita dari Baekhyun dalam diam.
"Sehun benar hebat dalam bertarung, tapi sayang sampai saat ini dirinya belum memiliki mate..."
"Maksudmu?" Kali ini Luhan kembali terkejut atas pernyataan lain mengenai si Alpha.
"Ia tidak memiliki mate."
"kenapa?"
"Entahlah, yang diberitakan jika Sehun tidak berniat untuk mengikat seorang Beta atau Omega..."
"Jadi bagaimana bisa ia bertahan tanpa adanya mate?"
Baekhyun menggelengkan kepala tidak tahu. Karena ia memang tidak begitu tahu soal sosok Alpha yang begitu terkenal itu. Bahkan bagaimana bisa Alpha tersebut bertahan tanpa adanya mate.
Yang ia ketahui jika sosok seorang Oh Sehun benar tidak ingin memiliki seorang mate dalam hidupnya. Alpha itu hanya terus berlatih dan bertarung demi segera lulus juga keluar dari academy.
"Aku tidak tahu soal itu, yang jelas Sehun benar tidak suka memiliki mate, walau suatu saat nanti dia akan memiliki dan mengetahui siapa mate-nya yang sebenarnya."
Yah, itu benar walau menolak memiliki mate tetap saja seorang Alpha akan memiliki mate untuk kebutuhannya sendiri. Siapa pun matenya takdir tidak bisa diubah sebagaimana mestinya.
Begitu pula yang Luhan ketahui kala ibunya sering berkata mengenai mate seorang Alpha, Beta dan Omega dalam kehidupan mereka. Dan tanda penghubung sebagai pengenal.
Luhan akan berpikir kembali dan bertanya terkadang kala, siapa pula mate untuk dirinya? Apakah Luhan akan dimiliki salah satu dari beribu Alpha di academy ini? Ataukah Beta?
Tidak ada yang tahu takdir, sebelum tanda mate Luhan mulai menunjukan identitasnya pada pergelangan tangan Luhan. Dan Luhan hanya berharap siapa pun mate-nya dialah sosok yang terbaik untuknya. Terutama bisa menerimanya dalam kondisi apa pun.
Sayangnya, Luhan tidak akan pernah tahu jika mate-nya adalah sosok yang tidak akan bisa menerima keberadaannya dan takdir mereka.
.
.
.
.
.
Claiming chap 01 end
Shifting : proses perubahan wujud manusia ke wujud werewolf.
hallo semua :)
sebelumnya saya mengucapkan terima kasih untuk para readers yang udh baca ff pertama saya ini :')
reviewnya makasih banget, apalagi yg udh kasih koreksi atau kritik membangun dalam penulisan saya
karena saya baru pemula dan masih bnyak belajar lagi, jadi buat yg lain silahkan memberikan saya saran/kritik juga yah :D asal gk dibash aja hehee
buat yg favorite/follow makasih juga yah, semoga cerita saya ini bisa diterima disini amiennn :')
satu lagi deh, salam kenal yah karena saya emng author baru brojol hehee...
masih amatiran :')
dan soal panggilan, cukup panggil Shou aja deh biar enakan yah
dan terakhir sampai jumpa dichap depan :)
