Ruangan gym sebenarnya sangat ramai, beberapa anggota ekstrakulikuler lainnya memadati ruangan ini dan berlatih menaikan fisik mereka. Namun kegiatan mereka terganggu oleh suara pintu terbuka kasar dengan Hiruma yang berdiri ditengah pintu membuat mereka semua langsung memiliki wajah pucat pasi.
Dalam hitungan detik ruang gym langsung kosong, mereka semua berlomba-lomba keluar dari ruangan menghindari aksi tirani dari Hiruma.
"Nyaha, sekarang kita bisa menggunakan gym dengan leluasa!" Kata Hiruma dengan seringaian memuakan menampakan gigi taringnya yang serupa dengan Cerberus si maskot tim.
Naruto hanya berkedip, dia masih terpaku diluar pintu dan sama sekali belum mengerti dengan apa yang terjadi tadi.
"Kenapa kau malah diam? Cepat masuk, Rubah-sialan!" Melihat anggota terbarunya hanya terdiam membuat Hiruma murka. Dia menendang punggung Naruto membuatnya berguling memasuki ruangan gym.
Naruto mengaduh, namun dia cepat berdiri kembali dan memperhatikan sekeliling ruangan.
Naruto bisa melihat beberapa peralatan asing yang sama sekali belum pernah dia jumpai. Di sudut ruangan dia bisa melihat sebuah rak besar dengan alat seperti tusuk dango bermata dua (Dumbbell) berjejer rapi diatas rak. Kemudian tidak jauh dari sana, dia melihat tusuk dango lainnya yang kali ini memiliki rupa yang sangat besar dibanding alat yang ada diatas rak (Barbell). Masih banyak alat lainnya yang membuat dia menampakan wajah kagum, namun ketika dia diseret kembali oleh Hiruma akhirnya dia harus puas tidak memperhatikannya dengan lebih teliti.
Naruto bergabung dengan Kurita, Sena dan yang lainnya didepan sebuah alat yang bisa dia asumsikan sebagai sebuah pohon yang memiliki pegangan tangan diatasnya.
Naruto melihat Sena mengambil tempat dengan Kurita yang memandunya untuk menyesuaikan posisi dengan alat tersebut.
"Set 20 kg!" Hiruma berkata sambil memperhatikan dengan seksama saat Mamori mengatur beban 5 kg di masing-masing rak yang ada dibelakang alat tersebut.
Sena menarik nafas dan setelah itu dia lekas mencoba mengangkat beban 20 kg dengan kedua tangannya yang kurus. Dia berhasil, namun ketika dia mencoba mengangkatnya lebih tinggi kedua tangan kurusnya itu langsung jatuh seperti mie basah sehingga membuat terjungkal kebangku dan mencekiknya.
Mamori dibuat panik, dia lekas menarik Bar dan menyisakannya 10 kg.
Sena menghela nafas lega, dia bisa kembali pulih dan setelah itu menunjukan pada Hiruma yang berwajah merah bahwa dia telah berhasil mengangkat beban tersebut.
"Apakah tadi benar-benar berat?" Mamori bertanya bingung. Meminta berganti posisi dan diapun kali ini mengambil alih tempat Sena. "Aku akan mencobanya." Katanya dan Kurita langsung mengatur beban 20kg yang sebelumnya Sena tidak mampu.
Untuk kejutan Sena, ternyata Mamori dengan mudah mampu mengangkatnya dan membuat Hiruma langsung memarahinya karena bisa kalah oleh tenaga seorang perempuan.
Mendengar hal itu membuat tubuh Sena mengecil.
Seolah-olah membuat poin keunggulannya Hiruma berganti posisi dan mengambil alih tempat Mamori. "Set 75kg!" Kurita langsung mengatur bebang 75kg, menarik nafas dan Hiruma pun mampu mengangkat beban itu dengan mudah.
Sena semakin mengecil.
Posisi berganti, kali ini Kurita mengambil alih dan mampu mengangkat beban 165kg dengan mudah.
Sena semakin mengecil dan kali ini dia terlihat seukuran dengan kurcaci di film snow white.
"Sekarang giliranmu, Rubah-sialan!" Kata Hiruma.
Naruto mengambil posisi, dia meminta beban 120kg dan dengan sedikit usaha dia mampu mengangkatnya dengan mudah.
"Sempurna, kurasa sekarang aku tahu posisi apa yang akan kau mainkan..." Hiruma menyeringai. "...Tapi untuk pertama... Kita akan ke lapangan!" Hiruma berteriak sambil menarik kerah baju Naruto.
-Line Break!
"Kau akan berlari dengan jarak 40 yard, lakukan yang terbaik dan mendapatkan waktu tercepat!" Hiruma berteriak dari sisi lain lapangan, dia menunggu digaris finish dengan Sena yang memegang alat kecil (stopwath) ditangannya.
Naruto mengangguk dan berdiri siaga menunggu aba-aba.
"Set... HUT!" Hiruma memberi aba-aba, setelah itu dia meledakan bazoka sebagai tanda untuk Naruto cepat berlari.
Naruto yang mendengar aba-aba nyeleneh itu cepat memacu kedua kakinya, dia tidak mungkin mengerahkan seluruh kekuatannya, meskipun tanpa chakra dia melakukannya dengan sangat baik.
Menyentuh garis finish Sena langsung menghentikan stopwath.
"Bagaimana?" Hiruma datang dan memeriksa.
"I- Ini..." Sena terdiam, kedua matanya melebar memperhatikan jumlah angka dalam stopwathnya itu. "...4,4 detik!"
"YAAAAHAAAAAAA!" Mendengar pengumuman memuaskan itu Hiruma langsung berteriak sekaligus membormbardir langit dengan bazokanya.
Setelah perayaan nyeleneh yang dilakukan semua orang, Hiruma membawa sekelompok klub Sumo yang terikat kedalam lapangan.
"Oke Rubah-sialan, klub Sumo telah sepakat untuk membantu kita dengan memainkan satu permainan untuk menegaskan posisi yang akan kau mainkan." Kata Hiruma melepas ikatan kelompok klub Sumo dan melangkah maju menghampiri Naruto. "Kurita akan menjadi sekutumu, dan yang harus kau lakukan adalah: Kau harus mencoba menyelinap dan menghentikan permainanku!" Hiruma memerintah enam orang pesumo untuk berdiri membelakanginya.
"Set.. Hut.. Hut... HUT!" Meskipun belum sepenuhnya mengerti, Naruto cepat bergerak dan berlari ke sisi kiri lapangan. Namun percobaannya itu gagal, dia terdorong satu anggota sumo yang membuatnya berakhir terjerembab jatuh ketanah. Berdiri kembali, dia mengambil sisi kanan dan hal yang sama pun kembali terulang.
"Bagaimana aku melewati mereka?" Naruto terdiam terlebih dahulu sambil terus melihat punggung Kurita yang sedang mencoba mendorong dua pesumo untuk melindunginya.
Percobaan terakhir. Naruto mundur empat langkah, setelah itu dia berlari mengikuti garis lurus dengan punggung Kurita.
Satu meter dari posisi Kurita Naruto melompat. Dia menjadikan punggung Kurita menjadi tumpuan dan kembali melompat kedepan, dengan kekuatan kaki dan lompatannya itu dia langsung datang menerkam Hiruma.
Hiruma membeku ditempatnya, dia terlalu syok dengan kedatangan tiba-tiba Naruto yang melompati Lineman dan langsung menerkam dirinya.
Dengan diamnya Hiruma itu membuat Naruto leluasa menerkam dirinya. Dia menabrak tubuh Hiruma, membuatnya melepaskan bola dan dengan sekejap Naruto mengambil alih bola yang sebelumnya telah memantul satu kali ditanah lapang.
Hiruma masih tercengang, namun sedetik kemudian dia tertawa lepas sambil berteriak. "ITU SEMPURNA! KITA BUTUH NAMA... AKU AKAN MENAMAINYA THE PREDATOR TACKLE! YA-HAAA~" Masih terbaring ditanah lapang Hiruma merayakannya.
"Apa ini?" Naruto yang masih berdiri disamping Hiruma mencengkram bola, dan ketika dia menatap perhatian kearah bola ditangannya, dia langsung menyadari sesuatu...
...Permainan aneh yang sedang dia lakukan saat ini cukup menarik minatnya.
-Line Break!
Keesokan harinya Naruto terlambat bangun. Dia cepat-cepat mandi, memakai seragam dan keluar dari apartemen pemberian Hiruma untuk menuju sekolahnya.
Ketika sampai di sekolah, didepan gerbang dia disambut oleh empat orang anggota Amefuto. Terutama Hiruma, dengan seringaian luarbiasa dan ciri khasnya dia menyerahkan sebuah paket bungkusan untuk Naruto.
Naruto menerima dan segera membuka bungkusan tersebut.
Dibalik bungkusan itu Naruto melihat sebuah seragam klub merah dengan nomor punggung #3, setelah menunjukan seragam itu Hiruma terkekeh menyeramkan sembari menyerahkan sebuah helm pasangan dari seragam itu.
"Mulai hari ini kita memiliki Line Backer!" Pengumuman itu langsung disambut sumringah oleh Kurita. Dia berjalan mendekati Naruto, dan dengan kekuatan yang tersembunyi dalam buntalan lemaknya diapun merayakannya dengan melemparkan Naruto ke udara.
"Ini waktu yang sangat tepat ne, Hiruma. Siang ini kita akan menghadapi Ojou, dan kita berhasil mendapatkan satu anggota untuk menambah peluang kita memenangkan pertandingan ini!" Kurita berteriak sambil menangis.
CLING!
Mata Hiruma berkilat. "Gendut-sialan bodoh! Kita tidak mencari kemenangan, kita hanya akan membantai mereka!" Hiruma mengamuk sekaligus menyiksa Kurita dengan tendangan kakinya.
Alangkah tidak beruntungnya, karena Kurita yang tidak lagi menopang tubuhnya itu membuat Naruto yang masih melayang di udara langsung jatuh menabrak aspal.
"Gaaaaahhhhhhhh!" Suara teriakan Naruto dan Kurita menjadi hiburan tersendiri untuk para penghuni sekolah yang berniat melewati gerbang itu.
-Line Break!
Ojou White Knight vs Deimon Devil Bats
Lapangan sudah muali ramai dipadati oleh seluruh suporters Ojou. Bukan hanya sekedar suporters, ratusan Fangirls Sakuraba membludak memenuhi jalan yang membuat keamanan sibuk mencegah mereka menghalangi jalan para pemain untuk sampai ke tengah lapangan.
Media masa memasang kamera untuk meliput jalannya permainan, demikian sepasang wartawan juga ikut andil dan siap mewawancara para pemain Ojou untuk bahan berita.
"Hey, Ojou sudah datang!" Salah-satu kru berteriak membuat beberapa rekannya mempersiapkan kameranya untuk meliput salah-satu kesebelasan paling terkenal di liga SMA.
Semua mata terarah ke sebuah bus terbuka, dan satu persatu pemain Ojou keluar dari balik pintu bus membuat semua orang berteriak hysteris menyambut mereka. Keamanan dengan sigap menahan kegilaan mereka, namun ketika Sakuraba muncul dari balik pintu, seluruh keamanan langsung tersingkir dan membuat ratusan Fangirls menerobos blokade untuk sampai ke tempat Sakuraba.
"Apakah kau tidak berpikir mereka seperti selebriti?" Tanya kameramen yang memanggul kamera dibahunya.
"Karena salah-satu dari mereka adalah selebriti." Jawab si wanita reporter dengan kedua matanya bersinar love-love.
Dengan sesaknya jalan kesebelasan Ojou perlahan namun pasti bisa mencapai lapangan, tentunya meninggalkan Sakuraba yang sedikit sulit menembus gerombolan Fangirlsnya.
"Deimon datang!" Kru yang tadi kembali memberitahu. Namun berbeda dengan sebelumnya, lokasi tempat masuk lapangan kali ini berubah hening.
Semua mata terarah kepada kesebelasan Deimon yang datang dengan cara nyeleneh. Tidak seperti Ojou yang datang memamerkan kegagahannya, kesebelasan Deimon datang dengan dua gerobak yang ditarik oleh kedua anggota timnya sendiri.
Kurita tersenyum dan meletakan gerobaknya ditempat masuk, berbeda dengan Naruto yang melempar kasar gerobak itu membuat hampir seluruh penumpangnya terguling menabrak aspal.
"YAAA-HAAAAAA!"
Darararararararararararara
Hiruma yang menumpang di gerobak Kurita berteriak mengumumkan kedatangannya, bukan hanya itu, untuk menunjukan intimidasinya dia juga menembakan senapan kearah langit.
"Er, sangat primitif!" Mungkin itulah yang tertanam dalam benak seluruh pasang mata yang melihat kedatangan nyeleneh kesebelasan Deimon.
Sekitar 10 menit seluruh suporters dan Fangirls sudah menduduki tribun penonton, kedua kesebelasan sudah ada di lapangan dan sedang melakukan pemanasan atau persiapan menjelang permainan.
"Cepat, cepat, kita hanya punya waktu 20 menit lagi untuk menikmati cemilan!" Mamori sang Manager terlihat sebuk membagikan makanan pada anggota tim. "Karbohidrat, isotonik, vitamin C..." Dia mengabsen satu persatu makanan yang dibutuhkan oleh anggota timnya.
Naruto mendongkak menatap langit, dia mengabaikan suara beberapa keluhan temannya yang mengatakan bahwa pasokan yang mereka dapatkan sangat kurang. Naruto sendiri tidak mempermasalahkan itu, dia pernah hidup kelaparan, jadi kekurangan ini sama sekali tidak akan berpengaruh untuknya.
Anggota tim tiba-tiba bertambah dengan signifikan. Sebelum mereka pergi menuju kesini, Naruto hampir dibuat terkejut dengan kedatangan 9 orang asing menampakan wajah lesu, dan ketika Sena berbisik tentang pemerasan yang dilakukan Hiruma akhirnya dia mengerti dengan arti ekspresi yang mereka tunjukan.
Naruto mengingat kembali tentang kata-kata Hiruma tentang saingannya yang ada di kesebelasan lawan. Shin Seijuro, tidak peduli bagaimanapun caranya Hiruma menginginkan Naruto untuk mengalahkannya.
Meluruskan kembali padangannya dia menatap orang yang dimaksud oleh Hiruma, dan sedetik kemudian dia berdiri dari kursinya untuk menghampiri Shin.
"Namamu Shin Seijuro?" Tanya Naruto sopan setelah sampai di bench Ojou, tepat didepan Shin Seijuro.
"Ya, dan siapa ini?" Shin berdiri dan lekas menjawab dengan sedikit silau dimatanya.
Naruto tersenyum sambil mengulurkan lengannya kedepan, mengajak bersalaman. "Namaku Uzumaki Naruto, aku adalah anggota baru sekaligus Line Backer Deimon Devil Bats."
Shin menerima uluran tangan itu. "Aku baru tahu Deimon memiliki seorang Line Backer, aku sangat menantikan bisa melihat kemampuanmu!"
"Sama denganmu." Kata Naruto masih mempertahankan senyum ramahnya. "Aku dengar kalian adalah tim dengan pertahanan yang tidak tertembus, aku sangat berharap Deimon bisa melakukan hal yang sama di pertandingan ini!" Setelah mengatakan itu Naruto lekas berbalik dan berjalan pergi meninggalkan bench Ojou.
"Siapa dia?" Otowara datang menghampiri Shin.
"Dia Line Backer Deimon, aku merasa senang ada pemain yang secara langsung menantangku." Jawab Shin yang tatapannya tidak meninggalkan punggung Naruto.
"Cukup menarik, tapi ada yang lebih penting..." Otowara meminta perhatian Shin. "...Sepertinya mereka datang!" Shin mendongkak dan mengarahkan tatapannya menuju salah-satu tribun yang ditunjuk Otowara.
"Shinryuuji..."
Naruto yang sudah kembali ke bench Deimon disambut oleh seringaian Hiruma. "Bagus, kau sangat mengerti dengan apa yang aku maksudkan Rubah-sialan!" Naruto hanya tersenyum menanggapinya. "Dan sekarang kau harus menghabiskan makananmu karena beberapa menit lagi kita akan terjun ke medan perang!"
Naruto kembali duduk dikursi, menerima paket yang diserahkan Mamori dan berterimakasih kepadanya.
Kedua kesebelasan tampil beda. Di sisi bench Ojou, mereka terlihat tenang. Sangat jauh berbeda dengan suasana di bench Deimon, disana tak jarang terjadi kebisingan dan penganiyayaan yang masing-masing anggota tim dapatkan dari kapten Hiruma.
Lima belas menit kemudian wasit mengumumkan bahwa waktu pertandingan sudah tiba dan kedua kesebelasan diminta untuk segera memasuki lapangan.
Ditengah lapangan kedua kesebelasan berkerumun.
"Dan kau, Rubah-sialan harus siap menghentikan segala upaya serangan mereka!" Hiruma berpidato memberi intruksi untuk seluruh pemainnya. "Kita datang bukan untuk kemenangan, kita datang hanya untuk MEMBANTAI MEREKA! YA-HA~"
"YA-HA!"
Semua pemain mengambil posisi untuk Kick-of, bola ada ditangan Ojou dan Deimon bersiap menerima bola.
Kick-of dimulai, bola melayang tinggi menuju kearah Deimon.
Naruto yang berdiri disamping Hiruma langsung bereaksi mengejar bola yang masih melayang, dia melompat dan berhasil menangkap bola diudara.
Naruto masih melayang diudara, dan ketika gravitasi mempengaruhi untuk jatuh ke bawah dia menggunakan tangan kanannya untuk menjadi tumpuan agar dia bisa memulihkan posisi tubuhnya.
"MAJU!" Hiruma berteriak sekaligus mengangkat tinjunya keudara.
Menarik nafas sejenak Naruto langsung berlari membawa bola ditangannya.
Pemain Ojou langsung bereaksi. Satu, dua, tiga dan empat pemain Ojou langsung menghadang didepan Naruto.
Naruto berhasil melewati pemain pertama, kedua dan pada saat dia ingin melewati pemain ketiga bahunya tertangkap dan membuat keseimbangannya goyah sehingga akhirnya pemain keempat Ojou sepenuhnya mampu menghentikannya.
"Deimon, 5 yard!"
Kurita bersorak menyadari fakta bahwa ini pertama kalinya Deimon mampu mencuri bola dari Ojou dalam satu kali kesempatan.
"Wow, aku tahu gerakannya tampak amatir, tapi dalam waktu bersamaan dia terlihat sudah sangat terbiasa menghindari pemain kita." Di bench Ojou Sakuraba berseru, sedetik kemudian dia langsung meringis ketika lagi-lagi harus mendengar jeritan dari Fansnya.
Shin yang ada disebelahnya hanya diam, matanya terus terpaku mengikuti Naruto yang sedang mencoba berdiri kembali dari tackle lawannya.
Sementara di tribun penonton Shinryuuji melihat kejadian itu.
"Agon, itu..."
"Tidak, itu jauh lebih lambat dariku! Dia hanya sampah, jadi biarkan aku melihat teropongmu!" Agon bergumam sekaligus merebut teropong dari tangan saudaranya.
Kembali turun ke lapangan Hiruma melihat bench Ojou dengan ekspresi kegembiraan. "Seperti yang aku harapkan, kali ini kita tidak bermain seperti melawan Koigahama Cupids!" Dia terkekeh. "Inilah kesempatan kami, semua orang sedang menonton dan jangan mempermalukan dirimu sendiri!" Hiruma berbalik dan menghadap Eyeshield 21. "Pergilah, berilah keajaiban!"
Sena mengangguk dan meskipun dengan tubuh yang gemetar dia cepat mengambil posisi.
Hiruma memanggil Naruto, dia mengintruksikan Naruto untuk menjadi aktor kedua dalam skema penyerangan yang Hiruma miliki.
Dia akan bertindak sebagai Tight-end.
Bola ditangan Deimon.
"Set.. Hut.. Hut... HUT!" Hiruma berteriak dan menerima bola dari Kurita.
Dalam waktu bersamaan Naruto langsung berlari meninggalkan posisinya, dia melaju lurus menabrak lineman Ojoun bagian kiri untuk membuka ruang bagi Eyeshield melewatinya.
Seperti yang sudah direncanakan. Sena datang dan berlari dengan leluasa untuk menembus pertahan Ojou.
"Hentikan dia!"
Semua lini pertahanan Ojou langsung bereaksi, mereka menghadang Sena mencoba menghentikannya.
Menyadari tugasnya sudah selesai, Naruto langsung melepaskan diri dari sana dan langsung berlari maju mengikuti Sena.
Dalam perjalanannya Naruto menghalau para pemain Ojou yang bermaksud menghentikan Sena.
Sena melirik kebelakang.
Tugasnya hanya berlari sampai ke garis final. Namun ketika Sena baru saja melewati garis pertahanan Ojou dia dikejutkan oleh kehadiran raksasa yang berlari siap menerkamnya.
Otowara berhasil memisahkan diri, dia berhasil menyenggol bola yang dipegang secara ceroboh oleh Sena.
Bola terlempar keudara.
"DAPATKAN BOLANYA!" Hiruma dan Shogun, berteriak kepada pemainnya untuk mengambil bola yang melayang bebas ditengah lapangan.
Semua pemain bereaksi, tiga pemain Ojou dan satu pemain Deimon yang berdiri paling dekat dengan bola langsung berlari. Dua orang pemain Ojou berhasil menahan satu pemain Deimon sehingga membuat temannya tersisa bisa leluasa menguasai bola.
Ojou sudah sangat yakin mereka bisa merebut bola, namun dinyana, mereka terkejut oleh sebuah kehadiran tiba-tiba Naruto diantara kedua pemain Ojou tersebut.
Naruto meraih bola, namun karena dengan posisinya yang tidak menguntungkan diapun melemparkan bola ketengah lapang hanya untuk disambut oleh Sena.
Naruto jatuh, namun dia tersenyum puas ketika melihat Sena tak terbendung membawa bola kegaris akhir pertahanan Ojou.
"Deimon Toucdown!"
00-06
Kesebelasan Deimon bersorak. Kurita menangis bahagia dengan poin pertama Deimon atas Ojou, dan Hiruma meledakan sukacitanya sekaligus mengejek kesebelasan Ojou yang menyimpan semua pemain andalannya.
Di bench Ojou, mereka tersengat, hampir semua pemain Ojou membicarakan kedua pemain Deimon yang berkontribusi besar dengan raihan poin sementara yang didapatkan Deimon.
"Eyeshield 21, dia adalah pemain yang ada di video itu, dan dia juga pemain yang mencetak Touchdown di pertandingan Koigahama Cupids!"
"Pemain nomor #3, Uzumaki Naruto itu sangat aneh!"
Shogun, pelatih Ojou hanya tidak memberi komentar, dia malah mengalihkan perhatiannya pada kedua pemain andalannya. "Apa pendapat kalian tentang mereka berdua?"
Sakuraba mengusap bagian belakang lehernya. "Eyeshield 21 cukup cepat, dan Naruto itu... Yah dia sulit dijelaskan, namun aku merasakan auranya dilapangan agak terasa seperti Shin."
Shin mengangguk namun masih menjaga perhatiannya ke lapangan. "Eyeshield adalah pemain cepat yang memiliki keahlian diatas amatir, dia berlari dengan rasa takut terkena tackle. Sedangkan untuk Naruto, aku melihat dia masih amatir, dia masih memerlukan waktu untuk matang dalam permainan ini!"
Kembali di lapangan, semua posisi kedua kesebelasan telah kembali dan kali ini bola dikuasai oleh Ojou White Knight.
"Set.. Hut... HUT!" Quarter Back Ojou, #16 Hikaru Itadaki menerima bola dari lineman, namun hanya berselang 3 detik, lineman andalan sekaligus kapten (Otowara) Ojou roboh dan menampakan Kurita yang berlari melakukan Sack untuknya.
Itadaki mencoba tenang, beruntung Kurita memiliki kelemahan dalam larinya sehingga membuat Itadaki memiliki waktu untuk melepaskan lemparan tinggi kearah garis pertahanan Deimon.
Wide Receiver Ojou #83, Shun Kankazi bersiap menerima kiriman bola dari Takami, dan saat dia hendak melompat menangkap bola sebuah tabrakan tak terduga terjadi.
Naruto memiliki intruksi untuk mengawasi seluruh pemain Ojou yang bertindak sebagai penyerangan, untuk itulah ketika dia melihat Receiver Ojou berlari mengejar bola diapun mengikutinya.
Naruto berhasil menghambat kesempatan pertama Ojou untuk mencetak down, Receiver yang merasa sangat leluasa menangkap bola tidak menyadari kehadirannya sehingga dalam waktu sepersekian detik saja dia terlihat sedikit oleng karena tabrakan dan bola yang akan dia sambut dicuri oleh Naruto.
"YA-HA!" Hiruma berteriak sekaligus memberikan aba-aba untuk seluruh timnya melakukan serangan balik.
Setelah memotong bola tim Ojou, Naruto langsung berlari dengan bola dalam pelukannya.
Dia mampu melewati satu pemain Ojou sebelum dia berakhir terjerembab terkena tackle Otawara.
Semua penonton bergemuruh...
Disisi lain, semua pemain Ojou bahkan Shogunpun sang pelatih Ojou berdiri.
"Apakah ini mimpi?"
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
"Bola milik kita berhasil dicuri!"
Shogun terdiam, dia melirik kearah Sakuraba untuk memberi intruksi dirinya bersiap memasuki lapangan.
Kembali ke lapangan, seluruh pemain sudah mengambil posisi dan kali ini bola berpindah ketangan Deimon sebagai pihak penyerang.
"Set.. Hut.. Hut... HUT!" Hiruma menerima bola, bersamaan dengan Naruto yang berlari membantu Lineman sebelah kiri Ojou untuk membuka jalan bagi Sena.
Namun Ojou seolah sudah mengerti dengan taktit itu, mereka menyiapkan pertahanan berlapis yang akan membendung celah yang tercipta dibagian sisi kanan pertahanannya.
Sena datang menyelinap dari celah pertahanan itu dan dalam waktu seketika, dua pemain Ojou yang bertugas menambal pertahanan itu langsung menjatuhkannya.
Bukankah seharusnya terdengar suara pluit? Ojou bertanya-tanya...
"Fufufufufufufufufu~"
Disisi lain pertahanan Ojou Hiruma berlari membawa bola ditangannya, dan menyadari Ojou telah tertipu mereka langsung bereaksi mengejar Hiruma.
Dalam waktu sepersekian detik Hiruma telah terkepung, dia berhenti dan menyeringai menatap 4 pemain Ojou yang bersiap menjatuhkannya.
Sebelum tubuhnya terpelanting jatuh karena terjangan keempat pemain Ojou, Hiruma berhasil melemparkan bola kearah pemain Deimon #13.
Satake menangkap bola yang dilemparkan Hiruma kearahnya, dan tidak menunggu waktu terlalu lama dia melemparkan kembali menuju temannya #85 yang berdiri di sisi lain pertahanan Ojou.
Yamaoka menangkap bola dari Satake, dia mengulurkan tangan yang membawa bola ke depan dan membiarkan Sena yang berlari dari belakang menyambar bola tersebut.
Kembali, sang prahara rumah tangga Ojou White Knight berlari lurus menuju haris akhir pertahanan Ojou dan mencetak Touchdown.
"Deimon Toucdown!"
00-12
Wasit mengumumkan dan kesebelasan Deimon Devil Bats kembali bergelora.
Seluruh pemain Ojou nampak tercengang, kebanggaan mereka sebagai salah-satu tim paling populer dengan pertahanan terkuat harus kebobolan 2 goal oleh lawan mereka.
"Ini tidak pernah terjadi..." Ichirou yang sedang bersiap memasuki lapangan tercengang, dia tidak pernah berpikir bahwa tim Deimon yang sebelumnya mereka bantai 99-0 bisa melakukan ini.
"Kita akan membalas mereka!" Sakuraba yang mencoba menenangkan, tapi seketika dia harus meringis karena raungan Fangirlsnya di tribun penonton kembali terdengar, bahkan kali ini lebih kencang dari sebelumnya.
Ichirou menggelengkan kepalanya, dia menoleh kearah Sakuraba dan tersenyum sebelum mereka berdua kembali melakukan pemanasan.
Kembali ke lapangan, Hiruma mengintruksikan pergantian pemain antara Naruto dan pemain cadangan satu-satunya di bench Deimon.
Hiruma tahu bahwa dia harus mengistirahatkan Naruto sebelum kembali bermain menghadapi kedua pemain Ojou yang sedang melakukan pemanasan itu.
Ketiadaan Naruto sebagai pertahanan akhir Deimon mampu dimanfaatkan oleh Ojou, mereka semakin merangsek kedepan, memaksa maju dan akhirnya menyisakan jarak 30 yard dari garis akhir pertahanan Deimon.
Ini adalah kesempatan emas untuk Ojou menciptakan goal, untuk itu Shogun mengintruksikan pergantian dua pemain untuk memasukan kedua Ace mereka.
Sakuraba dan Ichirou mulai menginjak lapangan, seperti yang diharapkan untuk pemain andalan Ojou, mereka tampak bergaul akrab.
Bersamaan dengan Ojou, Deimon pun tak mau kalah, mereka melakukan pergantian dan kembali membawa Naruto masuk ke lapangan.
Seluruh pemain mengambil posisi, bola saat ini berada di tangan Ojou White Knight.
"Set.. Hut.. HUT!" Ichirou menerima bola, dia berdiri menunggu Sakuraba mengambil posisinya, saat dia hendak bersiap mengirim bola dia seketika tersentak ditempatnya.
"PREDATOR TACKLE! YA-HA~"
Ichirou membeku ketakutan saat akses jalan untuk mengirimkan operan terhalang oleh Naruto yang melayang diudara. Dalam benaknya dia bisa melihat seekor binatang liar yang melompat dengan kekuatan maha dahsyat siap menerkam calon mangsanya, disini dia seolah menjadi seekor mamalia yang hanya pasrah menerima nasibnya.
Masih terpesona dengan apa yang dia lihat Ichirou tidak menyadari jika Naruto sudah mencapai tempatnya dan mendorong tubuhnya sehingga membuatnya jatuh terjerembab.
Bola yang ada ditangannya terlepas dan dengan senang hati Naruto merebut dan membawanya berlari menuju garis pertahanan Ojou.
Semua pemain Ojou berusaha mengejarnya, namun karena tidak ada yang mampu mengimbangi kecepatannya, Naruto dengan tanpa hambatan berhasil membawa poin tambahan untuk Deimon.
"Deimon Touchdown!"
0-18
Berkat manuver yang tidak terduga Ojou White Knigt semakin tenggelam.
xxxxxxxxxxxxxxxxxTO BE CONTINUEDxxxxxxxxxxxxxxxxx
Membuat scene pertandingan ini begitu sulit dari yang sebelumnya Esya pikirkan, namun semoga hasil penggambaran Esya ini bisa diterima oleh semua pembaca, setidaknya Esya sudah melakukan yang terbaik untuk membuat pertandingan ini lebih menarik. -Asumsi saja... T-T
Esya berpikir ingin membentuk mobilitas untuk Naruto, selain dia Line Backer, Esya menginginkan dia menjadi Tight end yang akan membantu penyerangan dan khususnya membuat tugas Sena Kobayakawa sedikit lebih mudah.
Oh, wow, Esya mencoba meninggalkan beberapa scene dan basa-basi yang tidak perlu, untuk itu jika ada hal yang mengganjal dalam Fanfic ini dan cerita aslinya Esya hanya bisa berharap kalian bisa mengerti. -_-v
