...Pagi-pagi sekali semua Handphone milik anggota Deimon Devil Bats berdering kencang membangunkan si pemilik Handphone. Hanya berselang beberapa detik kemudian seluruh Handphone mengeluarkan suara Hiruma yang berteriak dari sebrang memerintahkan mereka untuk segera berkumpul disekolah.
Disebuah kamar apartemen Naruto terduduk diatas kasur, kedua tangannya menutup erat telinganya karena mendengar suara teriakan Hiruma darisana.
Entah bagaimana Handphone miliknya berbunyi tiba-tiba seperti itu? Ditambah suara yang dihasilkannya melebihi suara sound system yang dinyalakan dari dekat? Hanya Hiruma yang tahu trik ini.
"...AKU MEMBERI KALIAN WAKTU 30 MENIT UNTUK BERSIAP-SIAP, DAN JIKA DALAM WAKTU TERSEBUT KALIAN BELUM TIBA DI SEKOLAH, KALIAN AKAN MATI!" Handphone itu menjeritkan sebuah ancaman untuk siapapun yang mendengarnya merasa hawatir. "KHUSUS UNTUK HA-HA SANKYODAI, KALIAN AKAN MENERIMA SESUATU YANG LEBIH BURUK DARI KEMATIAN!" Setelah mengakhiri pesan itu Handphonenya yang ada diatas meja meledak dan hancur berkeping-keping.
"Apa-apaan itu?" Pendengaran Naruto sangat sensitif, sangat wajar jika dia mengeluh tentang insiden tak masuk akal ini. Dia melirik kearah jam wekernya, dan ketika melihat waktu masih menunjukan pukul 04 pagi dia seketika langsung menghela nafas jengah.
Karena hari ini sekolah libur, Naruto sudah memiliki rencana untuk tidur seharian. Namun karena tirani Hiruma datang melanda nampaknya dia harus mengurungkannya, anggota yang lain pasti tidak bisa membantah panggilan itu sehingga Naruto sendiri dengan sangat terpaksa harus memenuhi panggilan Hiruma.
Naruto turun dari ranjangnya, dia harus bersiap-siap untuk datang ke sekolah.
-Line Break!
Setelah interufsi tak mengenakan itu seluruh anggota lama dan baru Deimon Devil Bats berkumpul didepan clubhouse, mereka telah memakai perlengkapan latihan dan dengan aba-aba dari Hiruma mereka lepas landas untuk berlari santai mengelilingi kabupaten Daimon.
"Kenapa kita harus melakukan kegiatan bodoh ini?" Ha-Ha Sankyodai yang berlari paling belakang mengeluh, namun ketika Hiruma datang dan menyalakan senapan mesinnya mereka bertiga langsung mempercepat kedua kakinya untuk menyusul Kurita yang berlari paling lambat.
Ketika mereka sampai keramaian, tidak sedikit orang yang memperhatikan gelagat aneh mereka, lebih khusus orang-orang itu memperhatikan pemuda kuning paling belakang yang memegang senapan seolah dia sedang menjaga ternaknya untuk bersikap disiplin.
Ditengah kegiatan mereka, tidak jarang Hiruma melepaskan beberapa peluru untuk mencegah para anggotanya yang keluar barisan atau sekedar menurunkan kecepatan.
Padahal menjaga ternak saja tidak mungkin harus melakukan hal seperti itu! T-T
Dua jam telah berlalu, kegiatan mereka dimulai dan diakhiri dengan kembali ke sekolah.
Hiruma berdiri berkacak pinggang menatap para anggotanya yang terbaring kelelahan ditengah lapang. "Istirahat 30 menit!" Usai berkata seperti itu Hiruma langsung berbalik dan pergi memasuki clubhouse.
Setelah 30 menit terlewati Hiruma kembali datang dan mengumumkan kalau latihan akan segera dimulai. Semua anggota sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, berbeda dengan Ha-Ha Sankyodai yang mengeluh dan berakhir mendapatkan murka Hiruma.
Semua anggota menuju ke pos pelatihan mereka masing-masing. Anggota Lineman berlatih dengan boneka yang akan mereka dorong dengan segenap kekuatan mereka. Anggota Receiver sebelumnya ditambah Yukimitsu berlatih dengan mesin pelontar. Ishimaru sedang berlari mengelilingi lapangan, dan karena dia membutuhkan sebuah dorongan maka Hiruma meletakan makanan berbentuk tulang dibelakang punggung Ishimaru untuk membuat Cerberus mengejarnya.
Ditempat berbeda, jauh dari yang lain Naruto dan Sena (Eyeshield 21) berdiri berhadapan.
Sebagai pemain Offensif dan Defensif mereka dituntut untuk saling mengalahkan.
'Ayolah, Sena, aku menahan diri dengan tidak menggunakan keterampilan Ninjaku, dan denganku yang seperti ini seharusnya kau bisa dengan mudah menembus pertahananku!' Keringat menetes dari kening Naruto, dia menyayangkan tindakan Sena yang dia pikir selalu menahan diri.
Sena yang ada di depannya kembali berlari, kali ini dia bergerak zig-zag mencoba untuk membuat Naruto sedikit bingung. Namun karena gerakannya yang seperti itu, kecepatan Sena tidak seperti yang biasanya sehingga dengan mudah Naruto menjatuhkannya.
Naruto kembali berdiri dan menepuk kotoran yang hinggap di pakaiannya. "Bergeraklah seperti biasa, hadapi aku secara langsung!"
"Aku mencoba untuk membingungkanmu, tapi sepertinya itu percuma saja ya..." Sena berseru menggaruk kepalanya.
"Kau masih belum menyadarinya..." Naruto menanggapi sambil menggeser kaki kanan Sena dengan kakinya sendiri. "...Senjatamu adalah kakimu sendiri, manfaatkan itu dengan baik!" Setelah berkata seperti itu Naruto kembali berjalan menuju posisinya. "Kau tidak perlu menahan diri, dan kau juga tidak perlu menghalangi keinginan kedua kakimu untuk terus berlari, jadi ayo lawan aku!" Naruto merentangkan kedua tangannya menatap Sena dengan kedua shafirenya yang menyala.
Sena masih terpaku memikirkan kata-kata yang disampaikan oleh Naruto. 'Tidak perlu menghalangi keinginanku untuk berlari... Aku mengerti.' Sena langsung berlari menuju ke posisinya, dia membalas tatapan Naruto dan setelah menghembuskan nafas Sena kembali memacu kedua kakinya untuk berlari kearah Naruto.
Disisilain Naruto juga mulai berlari, dia tidak menahan diri untuk datang mempersempit jarak dengan Sena. Kali ini tidak seperti sebelumnya, Sena sama sekali tidak memperlambat kedua kakinya dan terus berlari maju kearah Naruto, dan ketika Naruto hendak mengulurkan tangannya kedepan Sena dengan sigap menyelinap diantara ketiak Naruto.
Sena pikir dia berhasil melewati Naruto, namun bersamaan dengan bayangan Serigala yang menancapkan taring dipunggungnya membuatnya langsung jatuh tersungkur.
Dalam sepersekian detik Sena memang berhasil melewati Naruto, namun karena respon Naruto yang juga sangat cepat membuat baju belakangnya tertangkap oleh tangan kanan Naruto.
Bajunya tertarik dan Sena harus puas untuk kembali tersungkur menghantam tanah.
Hiruma yang berhenti melempar bola menuju lubang target tersenyum melihat itu, dia yakin cepat atau lambat Sena akan menjadi senjata terkuat untuk timnya.
Setengah hari telah terlewati, sesi latihan tanpa henti sudah dirasa cukup dan saat ini mereka dikumpulkan di clubhouse untuk membahas pertandingan besok melawan Teikoku Aleksanders Grade C.
"Receiver mereka adalah mantan pemain Baseball, Togiri Matsumoto. Dia memiliki tubuh yang cukup tinggi dan memiliki lompatan yang bisa mengimbangi Sakuraba-nya Ojou. Ditambah dengan bantuan Quarteback mereka, Tsukimoto Tadashi yang merupakan mantan pemain dari bidang olahraga lempar lembing akan membuat kita sering berurusan dengan teknik-teknik yang serupa dengan Everest Pass atau lebih buruk lagi Hail Mary Pass!" Hiruma mengalihkan pandangannya dari layar dan menatap langsung kearah Monta. "Meskipun tinggi tubuhmu sangat mengecewakan, aku harap kau bisa mengantisipasi ini Monyet!"
"Aku akan mengalahkannya max!" Monta berseru seakan tidak terima dengan ucapan Hiruma yang merendahkannya.
"Selanjutnya..." Hiruma memindahkan kursor untuk menampilkan biodata pemain lainnya, kemudian dia menjelaskan satu-persatu biodata para pemain Teikoku Aleksanders Grade C termasuk kelebihan dan kekurangan mereka.
Pertemua telah usai, hari sudah menjelang senja dan Hirumapun memutuskan untuk membubarkan para anggota timnya.
"Ngomong-ngomong dimana Mamori-neechan?" Ditengah perjalanan pulang Sena bertanya-tanya, dalam kegiatan klubnya hari ini dia sama sekali tidak mendapati kehadiran Mamori disana.
Hiruma menyeringai. "Dia sedang melakukan sesuatu yang tidak mungkin aku beritahukan pada kalian!"
"Itu pasti sesuatu yang aneh max!" Monta berseru, dia seolah sudah mengerti tipikal orang seperti Hiruma.
Mereka terus berjalan, dan ketika mereka hendak menyebrang jalan, suara teriakan wanita mengalihkan perhatian mereka.
"IZAWA-CHAN!"
Seorang balita tidak lebih berusia 4 tahun mengejar bola yang terlepas ketengah jalan, disisilain Ibunya berteriak panik ketika melihat ada sebuah mobil box yang hendak melintas menuju tempatnya.
Mobil box berusaha memperlambat kecepatannya, namun karena sudah tidak memiliki waktu untuk menghentikannya mobil itu terus melaju ketempat balita tersebut.
"H- Hey, anak itu..."
Sena langsung menjatuhkan tas dan pergi memisahkan diri untuk menolong balita itu. Sena berlari memacu kedua kakinya sangat cepat, dia semakin cepat dan hanya butuh sepersekian detik sebelum mobil menghantamnya Sena berhasil mengamankan balita tersebut.
Semua orang terkejut, bahkan Ibu si balita itu sempat tercengang sebelum dia berlari dan memeluk putra kecilnya.
"Sukurlah kau tidak apa-apa..." Ibu itu terus memeluk putranya sambil menangis. "...Terimakasih!" Katanya dengan nada tergugu.
Semua anggota menghampiri tempat itu, begitupula dengan Hiruma yang langsung menyemburkan kata-kata pedas untuk Ibu ceroboh yang hampir membuat putranya sendiri meregang nyawa, terutama karena kejadian ini juga hampir membunuh senjata utama timnya.
"Hiruma, apa yang kau lakukan?" Kurita melerai dan berusaha menenangkan si Ibu yang kembali menangis, mungkin dia sedang membayangkan putranya meninggal karena kecerobohannya. "Oku-san, dia tidak bermaksud seperti itu. Apa yang dimaksud Hiruma adalah agar Oku-san lebih berhati-hati lagi!"
Disisilain Naruto malah menatap menyeringai kearah Sena. "Itulah yang aku maksud, jangan biarkan..."
"...Ketakutanku menghalangi keinginan kakiku untuk berlari!" Sena melanjutkan sambil tersenyum kearah Naruto.
"Yeah!"
-Line Break!
Keesokan harinya semua siswa maupun siswi berkumpul di halaman depan sekolah, masing-masing dari mereka membawa spanduk, bendera dan aksesoris lainnya untuk mendukung Deimon Devil Bats dalam pertandingannya melawan Teikoku Aleksanders Grade C.
Halaman sekolah tidak hanya dipenuhi oleh mereka, tidak jauh dari tempat mereka terlihat 4 bus sekolah dan satu bus mewah berdesain nyentrik berwarna merah sudah terparkir rapi siap untuk berangkat.
Padahal hari ini adalah hari Senin, namun karena adanya intervensi yang dilakukan oleh Hiruma kepada pihak sekolah membuat KBM di Deimon High hari ini diliburkan.
Untuk mengakali para murid yang tidak bisa datang ke pertandingan, di aula sekolah Hiruma telah menyiapkan layar lebar untuk sarana Nobar pertandingan yang akan Deimon Devil Bats lakukan hari ini.
Apakah akan ada yang meliput pertandingan? Hiruma telah membajak salah-satu stasiun TV di kabupaten ini, dan merekalah yang akan bertanggung jawab untuk meliput langsung pertandingan Deimon Devil Bats dan mengirimkannya melalui Chanel pribadi yang telah dibuat oleh Hiruma.
Ketika anggota tim Amefuto melangkah masuk kedalam kerumunan, seluruh murid Deimon High meraung memberi dukungan kepada mereka semua.
"Hidup Deimon!"
"Buat mereka malu!"
"Hancurkan mereka seperti kami melakukannya untuk Zokugaku!"
"Naruto-sama, kau sangat keren!"
Sebagian besar anggota tim Amefuto merasa takjub dengan suasana ini, ini bahkan lebih heboh dan lebih mewah dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya melawan Zokugaku Chameleons.
"Apakah ini mimpi? Aku mendadak menjadi selebritis..." Monta berseru dan mengguncang bahu Sena.
Disisilain Sena malah meringis melihat kehebohan seluruh murid sekolahnya itu. "Apakah ini tidak terlalu berlebihan?"
Tim Amefuto berhenti tidak jauh dari sebuah bus tingkat dua berwarna merah yang memiliki desain nyentrik dengan logo kebesaran tim mereka.
"Sial, bagaimana bisa dia menyiapkan ini begitu cepat? Sewaktu datang ke sekolah aku bahkan tidak melihat bus-bus ini ada disini. Ditambah mereka.. Itu.. dan juga hiasan yang terpasang di bangunan sekolah..." Salah-satu anggota berseru tak mengerti dengan tingkah polah Hiruma yang sangat sulit ditebak.
Kurita disisilain malah menatap bingung kearah Hiruma. "Apakah kali ini aku tidak menarik gerobak lagi?" Katanya tersenyum.
Hiruma menyeringai. "Aku mendapatkan bus itu dari salah-satu donator baik hati, jadi nikamtilah pemberian sukarelanya!"
Semua anggota hanya menatap Hiruma dengan pandangan ragu...
...Itu sangat mencurigakan, Hiruma tidak pernah mendapatkan sesuatu secara sukarela, jadi kesimpulannya hanya satu...
"Jangan diam saja! Cepat masuk kedalam!" Hiruma meledakan dua senapan yang ada ditangannya membuat seluruh anggota tim dan juga kelompok murid yang akan ikut segera masuk kedalam busnya masing-masing.
Hiruma mendengus sesaat sebelum dia juga melangkah masuk kedalam bus pribadi Deimon Devil Bats.
-Line Break!
Rumor tentang Deimon Devil Bats yang akan bertanding dengan Teikoku Aleksanders sudah menyebar, bahkan salah-satu stasiun TV swasta menayangkan berita tentang rumor tererbut.
Koharu, Shin, Takami, dan Otawara sedang bersiap untuk pergi ketempat berlangsungnya pertandingan.
"Apakah kau membawa kameramu, Koharu?" Takami bertanya kepada satu-satunya gadis dikelompoknya.
Koharu mengangguk. "Aku juga membawa 4 baterai."
"Baguslah, sebaiknya kita cepat berangkat!"
"Ya."
-Line Break!
Stadion Yamashita adalah satu-satunya stadion yang selalu digunakan untuk pertandingan resmi antar SMU di kabupaten Daimon, dan Deimon Devil Bats yang selaku tim tuan rumah telah tiba terlebih dahulu untuk bersiap menjalani pertandingan.
Turun dari bus masing-masing anggota Devil Bats cukup takjub melihat stadion megah dihadapannya. "Wow, meskipun lebih kecil dari stadion Nasional, tempat ini cukup besar untuk menggelar pertandingan tingkat SMU."
Kurita menganggukan kepalanya. "Daimon hanya memiliki satu stadion untuk menggelar pertandingan resmi seperti ini. Stadion Yamashita memang lebih kecil dibandingkan dengan stadion lainnya yang ada di Jepang, meskipun begitu stadion ini sudah di patenkan federasi Amefuto Jepang sebagai stadion bertarap Nasional."
Ditenggah perjalanan mereka masuk kedalam stadion, beberapa awak media datang menghampiri untuk meliput dan mewawancarai anggota tim. Yang paling sibuk dengan kegiatan itu adalah Naruto, masing-masing dari mereka bertanya tentang video yang sebelumnya viral di sosial media.
"Kalau aku boleh bilang, aku sama sekali tentang hal itu." Naruto menggaruk bagian tengkuknya menjawab canggung pertanyaan tersebut.
"Deimon Devil Bats mendapatkan predikan sebagai tim yang diperhitungkan akan menjadi tim kuda hitam dalam turnamen musin panas yang akan datang, bagaimana pendapatmu tentang itu?"
Sebelum Naruto menjawab, Hiruma menggeser dan mengambil alih pertanyaan itu. "Kami bukan tim kuda hitam, kami adalah tim yang akan menghancurkan semua tim dan melangkah maju menuju Christmas Bowl!"
"Ungkapan yang terlalu percaya diri!"
Hiruma menyeringai dan menjilat bibirnya horror memandang para awak media. "Kami sangat percaya dengan kemampuan kami." Setelah mengatakan hal seperti Hiruma langsung memerintahkan semua anggotanya untuk segera masuk kedalam stadion.
Hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mereka masuk kedalam ruang ganti tim tuan rumah.
Mamori dan Makoto langsung bergerak cepat mempersiapkan segala kebutuhan tim, dimulai dari seragam, pelindung, helm, dan sepatu. Setelah selesai mempersiapkan kebutuhan utama, Mamori dan Makoto langsung keluar ruang ganti untuk mempersiapkan kebutuhan lainnya yang diantaranya makanan, minuman dan suplemen yang nanti akan mereka butuhkan untuk pertandingan nanti.
Seluruh anggota Deimon Devil Bats sudah memakai perlengkapan mereka, dan saat ini Hiruma sedang mengkondisikan tentang susunan pemain yang akan bermain lebih dahulu.
Quarterback: Yoichi Hiruma (#01).
Wide Receiver: Raimon Tarou (#80), dan Yohei Satake (#13).
Runningback: Sena Kobayakawa (#21) dan Ishimaru Tetsuo (#30).
Tightend: Kenta Yamaoka (#58)
Lineman: Kurita Ryokan (#77), Komusubi Daikichi (#55), Jumonji Kazuki (#51), Kuroki Kouzi (#52) dan Togano Shouzo (#53).
Linebacker: Naruto Uzumaki (#93).
Cadangan: Manabu Yukimitsu (#16)
Terdengar suara nyaring ditengah hiruk pikuk yang terjadi diruang ganti Devil Bats, masing-masing dari suara itu mengatakan tentang kedatangan Teikoku Aleksanders.
Sebenarnya ruang ganti tim tamu ada di sebrang sana, namun sebagai sekolah paling terkenal dan elit di Jepang kedatangan mereka nampaknya selalu berhasil memancing antusiasme para penonton yang notabennya kebanyakan ingin melihat aksi mereka di lapangan. Tidak peduli jika yang akan bertanding Grade C, mereka tetap datang untuk menyaksikan tim kesayangan mereka secara langsung.
Menyadari kedatangan mereka Hiruma langsung mengambil gadget dan mengoperasikannya sambil cekikikan tidak jelas.
Setelah beberapa menit kemudian Hiruma menyimpan kembali gadgetnya dan setelah itu dia menghentak meja. "Dengar, aku tidak peduli bagaimana caranya, kita harus memaksa mereka memaksanya memasukan pemain tim Grade B!"
"Eh?"
Hiruma menyeringai. "Untuk itu aku ingin pada akhir kuarter 1 kita harus benar-benar telah menghancurkan mereka..."
-Line Break!
Di tribun penonton 5 anggota Ojou White Knight menutupi telinganya masing-masing. Antusiasme para penonton begitu menggelora, ditambah dengan komentator pertandingan yang mengumumkan kedatang Teikoku Aleksanders membuat kebisingan itu menjadi luarbiasa tidak terkendali.
Takami meringis. "Inilah sambutan yang akan diterima tim terbaik di Jepang!"
"Omong kosong! Kitapun pasti bisa mengalahkan mereka!" Otawara tertawa menanggapi, tidak peduli dengan respon Takami yang kembali meringis mendengar kata-kata yang dia sampaikan dengan begitu mudahnya.
"Teikoku Aleksaders adalah tim dengan materi pemain yang dipenuhi oleh Ace dari berbagai sekolah yang telah berhasil mereka rampas, dan mereka juga sudah berkali-kali mengalahkan Shinryuuji Nagas yang bahkan kitapun belum pernah mengalahkannya. Ini sulit untuk dikatakan, tapi untuk saat ini kita tidak akan bisa mengalahkan mereka!" Takami memberi acungan jempol untuk managernya.
Otawara menggaruk kepalanya. "Aku mengatakan tentang tim yang sekarang akan bertanding."
Koharu kembali membaca buku catatannya. "Ah iya, Teikoku Aleksanders memiliki klub Amefuto terbesar yang terdiri dari 200+ pemain yang dipisahkan menjadi 6 Grade. Selain kita memata-matai Deimon, dari pertandingan ini kita bisa memperkirakan lebar jarak antara tim Grade C dengan tim Grade A!"
Waktu berlalu begitu cepat, dan saatnya komentator mengumumkan untuk memulai pertandingan.
-Line Break!
Setelah mendengar pengumuman itu Tim Deimon Devil Bats langsung keluar dari ruang ganti, mereka berjalan melewati lorong yang terhubung dengan lapangan dan dengan dipimpin oleh Hiruma mereka menempati bench pemain yang bersebrangan dengan bench tim tamu.
"WoaWoa..." Sena (Eyeshield 21) bergumam terkejut melihat bench dari lawan begitu sesak. "...46 pemain, mereka terisi dengan sempurna." Sena menangis membandingkan bench lawan dengan bench timnya sendiri yang hanya memiliki 12 pemain saja.
"Itu omong kosong max!" Minta nampaknya setuju dengan Sena.
"Tidak peduli berapa jumlah pemain yang ada disana, yang akan bermain tentu saja hanya 11 orang, bukan begitu Hiruma?" Kurita menimpali membuatnya ditendang oleh Hiruma.
"Si gendut benar, tapi tujuan kita masih tetap..." Hiruma berhenti untuk menatap 4 pemain yang memisahkan diri dengan pemain lain dan duduk santai bersama staf pelatih dan manager tim Grade C. "...Kita akan memaksa 4 orang itu ikut bermain!"
Semua anggota beralih untuk melihat 4 orang yang dimaksud oleh Hiruma. "Bukankah mereka..."
"Ya, mereka adalah 4 orang yang akan menjadi perhatian kita." Hiruma mengangguk membenarkan. "Tsukimoto Tadashi, Togiri Matsumoto, Koji Yatsutora dan Markos Caltenberg... Keempatnya adalah Ace dari tim Grade C yang berasal dari tim strata Grade B Teikoku Aleksanders."
Monta berseru lantang sembari menunjuk Togiri yang membalas memandangnya meremehkan. Pertarungan antara Wide Receiver telah dikumandangkan.
Kurita menatap seorang pemuda dengan tubuh hampir serupa dengannya hawatir.
Disisilain Sena tertegun memandang Koji, dia hampir merasakan aura yang hampir serupa dengan yang dia rasakan ketika didekat Shin, namun kali ini dia bisa merasakan bahwa aura ini sedikit lebih kuat dari Shin.
Naruto menutup kedua matanya. "Maksudmu sedari pertama kau memang sudah mengincar mereka?"
"Semua pemain tim Grade C adalah omong kosong, mereka berempat sudah lebih dari cukup menguji permainan kita, dan jika kita sampai kalah oleh mereka..." Ekspresi Hiruma mendatar. "...Kita harus melupakan tentang Chrismast Bowl!"
Mendengar itu Kurita tersentak dan memandang Hiruma perhatian. "Aku tidak akan melakukan itu Funnurabaaaaaa!"
"Untuk itu kita akan menghancurkan mereka!" Hiruma tertawa Iblis. "UNTUK CHRISMAST BOWL, YA-HA!"
"YA-HA!" Semua anggota berteriak menimpali kata-kata Hiruma dengan penuh tekad dan semangat, berbanding terbalik dengan Ha-Ha Sankyodai yang hanya berdiri diam mengeluh tentang 'kenapa kami harus melakukan itu?'.
-Line Break!
Bench Teikoku Aleksanders.
"Selain kita harus memperhatikan fake Eyeshield 21, kita juga harus memperhatikan pergerakan Naruto Uzumaki. Jika video mengatakan hal yang sebenarnya, aku akan sangat setuju jika dia diberi label sebagai Linebacker tercepat yang ada di Jepang." Pelatih tim Grade A memperhatikan dengan seksama pemain #93 Deimon Devil Bats.
"Ya, kau bisa lihat aksinya ketika menerobos seluruh pemain lawan dengan teknik berlarinya yang sangat aneh..." Pria disebelahnya yang berposisi sebagai manager tim Grade C menimpali. "...Dia bukan hanya Linebacker, dan jika dalam kondisi menyerang dia bahkan bisa menjadi Fullback yang akan berlari melindung Runningback."
Pelatih mengangguk. "Itulah alasan kita semua menginginkannya, dia penuh dengan talenta."
"Berbicara tentang itu..." Manager berhenti sejenak untuk membenarkan letak kacamatanya. "...Kita hanya harus memenangkan pertandingan ini kan?"
"Tentu saja, kita tidak mungkin membiarkan Teikoku mengalami kerugian puluhan juta hanya untuk membangun fasilitas pelatihan disekolah mereka!" Pelatih menderu geram mengingat kembali taruhan tersebut.
Moritsugu sebelumnya mengabari bahwa sekolah Deimon High sudah 'dibajak' oleh salah-satu siswanya sendiri, dan ketika mereka mendengar tentang Mr. H mereka jadi mengerti dengan petinggi Deimon High yang sedikitpun tidak bisa berkutik melawan pengaruh dari Mr. H tersebut.
Negosiasi tidak berjalan dengan lancar, itu berarti mereka sudah menolak sebelum proposal tersebut disampaikan.
Petinggi Teikoku Akademi bersikukuh ingin mendapatkan pemain potensial yang berada di dalam Deimon High, singkat ceritanya entah bagaimana taruhan itu terjadi.
Teikoku menang maka Naruto Uzumaki otomatis akan menjadi milik Teikoku. Namun jika Teikoku kalah, mau tidak mau mereka harus membangun fasilitas pelatihan untuk Deimon Devil Bats.
"Kenapa sekolah tidak membiarkan tim utama melakukan pertandingan ini?"
"Apa yang akan dikatakan media jika tim elite melakukan pertandingan dengan sekawanan Barbar seperti mereka? Lagipula, melihat dari potensi pemain yang mereka miliki, mereka bahkan tidak akan sanggup mengalahkan tim Grade D yang kita miliki."
"Masuk akal..."
-Line Break!
Waktu pertandingan akhirnya dimulai, kedua kesebalasan sudah mengambil posisi untuk melakukan Kick-of.
Hiruma menghampiri Naruto yang hendak melakukan Kick-of. "Biarkan mereka melakukan Touchback!"
"Touchback?"
Mendengar pertanyaan yang mengartikan dia tidak mengerti membuat perempatan muncul dikening Hiruma. "Arahkan bola menuju bidang Endzone dan biarkan mereka menangkap bola itu!"
Naruto mengangguk mengerti, dia mulai bersiap dan menendang bola kearah bidang Endzone Teikoku.
Bola melayang tinggi dan berhasil ditangkap oleh salah-satu pemain #09 Teikoku. Karena kondisi bola yang sudah berada didalam Endzone pemain #09 tidak ingin mengambil resiko dan lekas melakukan Toucback dengan cara berlutut didalam daerah Endzone.
Entah apa yang direncanakan oleh Deimon, mereka memberikan kesempatan menyerang untuk Teikoku secara cuma-cuma.
Di tribun penonton tempat kelompok Ojou White Knight berada.
"Apa yang sedang dia pikirkan? Melihat dari karakternya, tidak mungkin dia akan membuang kesempatan menyerang untuk timnya itu!" Takami berseru dengan kedua matanya terus memberhatikan Hiruma yang berdiri santai berkacak pinggang.
"Kau tidak perlu mempertanyakan apa yang sedang dia pikirkan, kecuali kau memang sudah gila tentunya!" Takami menoleh dan menemukan 4 orang anggota Shinryuuji dibelakang barisan mereka termasuk Agon yang menimpali gumamannya tadi.
Kembali ke lapangan. Sebelum giliran (Down) dilakukan, terlihat kedua kesebelasan sedang berunding untuk membicarakan strategy yang akan mereka pakai nanti.
"20 yard dari bidang Endzone, kita bisa membalikan keadaan dengan cara merebut bola dan berlari sampai garis Endzone!" Semua mata mengarah kepada Naruto yang diketahui memilki teknik mumpuni untuk melakukan itu. "Tidak, tidak, mereka pasti sudah mengantisipasi pergerakannya. Kita membutuhkan sesuatu yang baru..." Hiruma menatap Ishimaru yang membuatnya menunjuk wajahnya sendiri.
"K- Kenapa kau menatapku?"
Hiruma mengacuhkannya. "Naruto akan membuat jalan, Monta dan Yohei akan menjaga dua Receiver lawan dan The Living Dead Ishimaru sendirian akan mencetak Touchdown!"
"A- Aku tidak mungkin bisa melakukan tugas ini dengan benar!" Ishimaru mencoba berkilah dan menghindar dari situasinya saat ini.
Hiruma menatap datar Ishimaru. "Kau akan sialan mati jika sampai gagal melakukan tugas sialan-mudah ini!"
"Bagaimana jika mereka menggunakan Runningback?" Kurita mempertanyakan itu.
Strategy Hiruma akan berjalan jika lawan memang berencana untuk memakai Receiver, dan jika sebaliknya, strategy ini akan berbalik menggigit pantat mereka.
"Mereka tidak sebodoh itu menggunakan Runningback didaerah pertahanan mereka sendiri!" Untuk bisa mengamankan pertahanan tentu saja mereka akan mencoba mendorong maju sejauh mungkin, Hiruma sangat yakin jika pilihan satu-satunya adalah menggunakan kedua Receiver mereka. "Kesempatan ini hanya akan datang satu kali, untuk itu..." Hiruma menarik nafas dalam-dalam. "...BUTSUBASSU YA-HA!"
"YA-HA!"
Permainan dimulai kembali dan kedua kesebelasan sudah mengambil formasi (Snap) dengan jarak 20 yard dari Endzone Teikoku.
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Quarteback Teikoku (#08) menerima bola. "Dia mulai berlari!" Melihat Naruto yang telah bergerak dan berlari kedepan, dia langsung memberi isyarat kepada kedua pemain yang ada dibelakangnya untuk bersiap melindunginya.
Namun apa dinyana, lompatan mengerikan yang sebelumnya mereka saksikan nyatanya tidak terjadi.
'Apa yang terjadi? Kemana dia?' Dia tidak bisa melihat keberadaannya, Naruto seolah-olah menghilang entah kemana.
Menggelengkan kepalanya #08 langsung bersiap melempar bola untuk mengamankan pertahanannya sekaligus menyerang kegaris pertahanan Deimon. Dia mulai melacak keberadaan kedua Receiver #86 dan #14, namun nyatanya dia terlalu lama dan kehilangan momentum sehingga kedua Receivernya tertutup oleh dua Cornerback Deimon yang menghalangi jalur lemparan.
Pemain #08 menurunkan tangannya, dia masih memiliki alternatif lain dengan kedua Runningback yang bisa dia gunakan. Namun ketika dia hendak menyerahkan bola kepada salah-satu Runningback, dia seketika tersentak kaget...
...Bolanya sudah tidak ada ditangannya. 'Bolanya?'
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?! KEJAR DIA!" Pelatih Teikoku Aleksanders Grade C berteriak dari pinggir lapangan, dia menunjuk Ishimaru yang berlari memeluk bola yang diam-diam sudah dia curi dari Teikoku #08.
Teikoku #08 kembali tersentak dan langsung menoleh ke belakang. Disana, satu orang pemain Deimon #30 sedang berlari membawa bola kegaris Endzone.
'Aku ketahuan! Aku ketahuan!' Ishimaru mulai panik, namun dengan segenap kekuatannya dia terus berlari menuju garis Endzone.
Hampir seluruh pemain Teikoku terlambat untuk merespon kejutan tersebut, dan membuat mereka tidak bisa mengejar ketertinggalan dari Ishimaru yang perlahan namun pasti mencetak Touchdown.
"Deimon Touchdown!"
06-00
Mendengar tim sekolah mereka berhasil mencetak angka membuat seluruh pendukung Deimon Devil Bats yang dibawa langsung dari sekolah berteriak kesetanan.
"Bagaimana mungkin dia tidak menyadari ada yang telah mencuri bolanya?" Takami mempertanyakan kebodohan Quarterback lawan.
"Apakah Deimon memiliki pemain seperti itu?" Otawara bertanya sembari menggaruk kepalanya tak yakin.
Disisilain kelompok Ojou mengerang kecewa atas insiden nyeleneh yang terjadi ditengah lapangan, bahkan Takami sendiri tak segan mempertanyakan tentang kebodohan mereka yang sama sekali tidak menyadari kehadiran Ishimaru yang merangsek masuk mencuri bola secara langsung dari tangan Teikoku #08.
"Eh?"
"Ada apa Koharu?"
"Kenapa pemain #30 Deimon itu tidak ada didalam dataku?" Koharu mempertanyakan dirinya sendiri, dia kembali mengecek daftar pemain Deimon dan kembali mengerang kecewa karena dia sama sekali tidak menemukannya.
"Apakah dia pemain baru? Aku lihat disana juga ada beberapa pemain asing yang aku sendiri baru lihat!"
"Tidak." Shin menjawab pertanyaan itu. "Ketika kami bertanding melawan Deimon, pemain #30 itu sudah ada didalam line-up!"
"I- Itu tidak mungkin..."
xxxxxxxxxxxxxxxxTO BE CONTINUEDxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita masih berjalan sangat awal, untuk itu masalah Pair akan Esya simpan nanti. Berbicara tentang Koizumi Karin... Dia itu sebenarnya Trap-Gender, aslinya dia Cowok loh!
Evaluasi Chapter kemarin rasa-rasanya Esya sedikit kecewa dengan Grafik penurunan saham yang terjadi belakangan ini, entah apakah itu karena Esya terlalu cepat untuk Update atau apapun itu Esya tidak tahu. Tapi terimakasih untuk kalian yang masih perhatian, ya... saham yang terjadi belakangan ini, entah apakah itu karena Esya terlalu cepat untuk Update atau apapun itu Esya tidak tahu. Tapi terimakasih untuk kalian yang masih perhatian, ya...
Ah, satu lagi, maaf karena Esya tidak mungkin membalas Reviews berbunyi LANJUT dan Sejenisnya, karena dengan Esya Update itu berarti sudah menjawab Reviews kalian! -_-v
