07-00
Sebelum permainan dilanjutkan, pemain Teikoku #08 digantikan oleh pemain Teikoku lainnya #06. Entah apa yang mereka pikirkan, kemungkinan besar pelatih merasa kecewa dengan Quarterback sebelumnya yang terlalu mudah kehilangan bola, bahkan tanpa dia sendiri menyadarinya.
Dengan adanya Quarterback baru, Teikoku mulai merangsek masuk kedalam pertahanan Deimon. Mereka memanfaatkan kebingungan Deimon yang sama sekali tidak mampu berbuat banyak dengan Receiver mereka yang bergerak secara acak, disamping itu Quarterback ini lebih cerdas dari sebelumnya sehingga dia mampu memutuskan secara tepat kapan mereka harus menggunakan Runningback.
"Apa yang terjadi? Aku sama sekali tidak bisa mengikuti mereka max!" Monta berkeluh, dia sama sekali tidak bisa terus membayangi Receiver mereka yang secara tiba-tiba selalu berbelok dan memisahkan diri dengan dirinya.
"Inilah perbandingan mecolok antara pemain profesional dan amatir!" Hiruma memandang datar seluruh anggota timnya. "Mereka memakai Rute yang biasa digunakan untuk membuka jalur serangan."
"Apa maksudnya?"
"Dengan memakai Rute, lemparan Quarterback #06 menjadi jelas sehingga Receiver mampu mengetahui arah jatuhnya bola!" Kurita mencoba menjelaskan, namun sangat percuma jika semua anggota amatir mereka belum pernah diajarkan secara praktek mengenai masalah Rute ini.
"Apa ini berarti kami tidak mungkin bisa mengimbangi mereka?" Sena berkata hawatir.
"Jangan katakan omong kosong sialan itu!" Hiruma mencerca, dia membuka mulutnya dan menganga menunjukan gigi runcingnya. "Monyet-sialan akan terus membayangi Receiver #14, tidak peduli kau bisa menangkap bola itu atau tidak, kau harus tetap mengkuti kemanapun dia pergi!" Hiruma beralih menatap Yohei. "Ini bukan permainan Basket, kau bisa menggunakan berbagai cara untuk menghambat pergerakannya!"
"Hey, bukankah itu curang!?" Yohei berkilah.
"Curang Kontolmu!" Hiruma kembali mencerca membuat Yohei memucat pasi. "Kau bisa melakukan permainan kotor selama kau tidak menarik baju lawan dan mendorongnya jatuh!"
Yohei menggaruk pelipisnya. "Baiklah."
"Tugasmu adalah mencegah bala bantuan datang sehingga Runningback #29 akan bertarung sendirian dengan Naruto!" Setelah membagi intruksi bertahan untuk anggotanya Hiruma lekas menarik nafasnya. "BUTSUBASSU YA-HA!"
"YA-HA!"
Permainan kembali dilanjutkan. Bersamaan dengan Quarterback #06 menerima bola, dua Receiver #86 dan #14 langsung menyebar untuk menerima lemparan yang nanti akan dikirimkan oleh #06.
Monta dan Yohei selaku Cornerback langsung merespon. Monta mengikuti Receiver #14, dengan segenap tekadnya Monta terus berlari kesana-kemari menutup Rute operan.
Disisilain Yohei membayangi Receiver #86 dengan sedikit permainan kasar, pengalamannya sebagai pemain Basket sangat berguna karena dia memiliki manuver yang jelas untuk menutup pergerakan lawannya.
Quarterback #06 yang melihat kedua Receivernya tertutup lekas memberikan bola kepada Runningback #29.
Salah-satu pemain berposisi Fullback dibelakangnya langsung merespon, dia langsung bergerak mengamankan jalan untuk Runningback #29 lewati.
Mereka berdua maju menembus barisan Lineman, namun baru 1 meter, Kenta Yamaoka yang berposisi sebagai Tightend menghadang jalan Fullback #41 membuat Runningback #29 berlari sendirian menantang Naruto.
Naruto yang melihat kedatangan #29 bersiap, dia merentangkan kedua tangannya dan seketika dia berlari untuk menerkam pemain itu.
Runningback #29 sedikit berputar, dan memberikan bolanya kepada salah-satu pemain sekutu untuk mengambil alih bola.
"Maju!" Setelah mengatakan itu dia tersungkur jatuh terkena tackle Naruto.
Teikoku Tailback #22 menerima bola dan melanjutkan tugas Runningback #29 untuk mencetak Touchdown.
"Eyeshield, hentikan dia!"
Menanggapi teriakan Hiruma, Sena langsung memacu kedua kakinya untuk mengejar #22.
Dengan momentum kecepatan serta lompatannya Sena berhasil meraih pinggang #22 sekaligus menghentikannya. Meskipun Sena berhasil menghentikan #22, tetap saja Deimon masih terdorong dan sedikit demi sedikit mendekati garis Endzone.
Ditribun penonton, kelompok Ojou yang menyaksikan pertandingan itu memiliki pemikiran lain.
"Rata-rata Deimon memiliki pemain yang terbilang masih belum terbiasa bermain Amefuto." Takami berseru sembari membenarkan letak kacamatanya. "Perbandingan dari sisi pengalaman mereka dengan Teikoku terlampau sangat jauh, mereka masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi melawan musuh yang terorganisir dengan sangat baik!"
"Meskipun begitu kita semua tahu, dengan orang seperti Hiruma yang memimpin anak-anaknya tentu Teikoku tidak akan membuat Touchdown dengan mudah!" Agon menimpali pendapat yang dikemukakan oleh Takami. "Lihatlah apa yang sekarang akan mereka lakukan!"
Kembali ke lapangan, kedua kesebelasan masih terlihat berdiskusi tentang strategy.
"Hiruma, mereka semakin dekat dengan Touchdown!" Kurita berkata panik menggigit kuku-kuku jarinya.
"Diam gendut! Aku sedang sialan berpikir!" Hiruma menyalak membungkamnya.
Naruto berseru mengatakan apa yang terlintas dalam pikirannya. "Kita harus menghentikannya sebelum mereka mulai bermain!"
Hiruma tersentak dengan pernyataan yang disampaikan oleh Naruto. 'Kami tidak boleh membiarkan mereka mengontrol pertandingan! Ya, itu benar!' Selanjutnya dia menatap Naruto, Sena dan Ishimaru. "Ini akan menjadi waktu untuk para Iblis melakukan perburuan (Baca: The Devils Hunting of a Victim)!" Hiruma menyeringai.
Semua terdiam...
"Aku ingin kalian bertiga melakukan Blitz secara bersamaan!" Katanya mengintruksikan Naruto, Sena dan Ishimaru untuk bermain lepas dan menargetkan Quarterback #06. "Tapi...untuk menjalankan taktik 'putus-asa' ini aku ingin semua orang membuat Lineman Teikoku menatap langit (Baca: Menjatuhkannya secara telak sehingga membuatnya tersungkur dengan wajah menengadah keatas langit)!"
"E- Eh, apa itu perlu?" Kurita mulai tidak nyaman. Dia selalu menghawatirkan bentuk tubuhnya yang sangat besar, untuk itu selama ini dia selalu menahan diri tidak mengeluarkan seluruh tenaganya karena takut membuat lawannya cidera.
"Kita akan menghancurkan mereka! BUTSUBASSU YA-HA!" Hiruma mengabaikannya dan langsung menutup sisi diskusi.
"YA-HA!"
Wasit memanggil semua pemain kedua kesebalasan untuk mengambil posisi, bola masih ditangan Teikoku yang akan melakukan serangan penghabisan untuk mencetak Touchdown.
Disisilain Deimon menumpuk ketiga pemain yang sebelumnya selalu berdiri dibelakang Hiruma kini beralih semakin dekat dengan Lineman.
'Apa yang mereka pikirkan? Apakah mereka sedang mengantisipasi pergerakan tadi terulang?' Pikir Quarterback #06 yang melihat Deimon menumpuk pemainnya lebih dekat dengan posisi Lineman. 'Asal mereka tahu, aku tidak pernah melakukan pola serangan seperti sebelumnya!'
Hiruma menyeringai melihat gelagat Quarterback #06. 'Dia hanya punya satu pilihan, dan jika kedua anak bodoh itu berhasil menutup Rute operan...' Seringaiannya semakin lebar. '...Kami akan menang!'
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Quarterback #06 menerima bola, dan secara bersamaan kedua Lineman dari kedua kesebelasan langsung merespon dengan saling mendorong membuka jalan bagi masing-masing sekutu mereka menerobos masuk.
"Aku..."
"...Tidak ingin..."
"...Melakukan ini!"
Ha-Ha Sankyodai mendorong Lineman lawan dengan segenap kekuatannya, namun kekuatan mereka masih kurang sehingga ketika kekuatan mereka sudah diambang batas, Lineman Teikoku melakukan serangan balik yang membuat mereka bertiga kalah dam berakhir menatap langit.
"Moooooooo!" Begitupula dengan Komusubi, dia masih terlalu lemah sehingga Lineman Teikoku berhasil mengalahkannya.
Disisilain Kurita mendorong Lineman #58 dengan sekuat tenaga. "FUN~ NU~ RABAAAA!" Dia mendorong Lineman #58 dan berhasil memenangkan pertarungan, namun sedetik kemudian dia diserang oleh tiga Lineman Teikoku yang sebelumnya memenangkan pertarungan.
Kurita juga berakhir menatap langit.
"Ini Kudeta!" Hiruma hanya bisa menggertakan giginya melihat pemain Teikoku satu-persatu menerobos masuk kedalam daerah pertahanan Deimon.
"WoaWoa, situasi jadi berbalik!" Ishimaru panik.
"Hiiiiiiiiii~" Sena bergidik melihat pemain Teikoku mulai berdatangan.
Naruto yang melihat kekacauan itu menyipitkan matanya, dia memandang Quarterback #06 sudah menyerahkan bola kepada Runningback #29.
Rencana Deimon hanya tinggal nama, mereka gagal dan tinggal menunggu waktu saja untuk Teikoku mencetak Touchdown. Akan tetapi Naruto tidak ingin hal itu terjadi, untuk itu dia langsung memacu kedua kakinya, berlari maju menantang lautan manusia didepannya.
Naruto memompa Chakra dikedua kakinya, dia melesat lurus seperti anak panah.
Dua pemain Teikoku datang untuk menghentikannya, Naruto membungkukan badannya dan kembali melompat maju untuk menyelinap masuk diantara ketiak kedua pemain itu. Satu pemain kembali datang, Naruto menancapkan kaki kanannya ditanah dan dengan reflek sensitifnya dia bermanuver untuk sedikit berkelit membuat pemain itu men-tackle udara kosong. Setelah dua pemain dia lewati dengan cara yang sama dia akhirnya sampai dan tinggal berhadapan satu-lawan-satu dengan Runningback #29 yang nampak terkejut dengan kedatangannya.
Tidak menunggu waktu untuk Runningback #29 bereaksi, Naruto langsung melompat menjatuhkan pemain itu.
"T- Teikoku 7 yard!"
Setelah pengumuman itu Naruto kembali berdiri, membenarkan sarungtangannya diapun menatap datar kearah Runningback #29 yang masih berbaring mengerang kesakitan.
"Kyaaaaa~ Naruto-samaaaaaa~ Kakoi!"
Ditribun penonton, para gadis yang menamakan dirinya sebagai anggota UNSCLUB berteriak mengagumi Naruto. Disisilain, beberapa anggota Ojou dan Shinryuuji berdiri dari kursinya. Mata mereka membelakak, terlalu terkejut dengan momen dimana Naruto merangsek maju dan berhasil menghentikan Runningback #29.
"B- Bagaimana Deimon memiliki pemain seperti itu?" Agon berseru tidak percaya. 'Ada seseorang yang bisa melakukan hal yang bisa kami lakukan!' Agon mencengkram tangan dan menggertakan giginya.
"Cepat dan kuat!" Shin bergumam kagum melihat seberapa cepatnya Naruto melakukan manuver dan berhasil menunaikan tugasnya sebagai Linebacker dengan sangat sempurna.
Unsui menggaruk tengkuknya. "Apakah dia yang kulihat di video itu?"
Ditempat lain, di tempat VIP dimana kelompok Teikoku Aleksanders menyaksikan pertandingan.
"Fuh, akhirnya dia menunjukan dirinya!" Yamato Takeru berseru senang.
"Bagaimana tanggapanmu dengan pemain Deimon #93 itu, Yamato?" Honjo Taka yang ada disebelahnya bertanya.
"Seperti yang kita lihat sebelumnya, dia pengguna Qi!" Katanya dan setelah itu dia kembali menyenderkan punggungnya.
"Darimana dia belajar menggunakan Qi seperti yang kami lakukan?" Taka kembali bertanya.
"Semua orang memiliki energy Qi, yang membedakannya hanya orang itu sadar atau tidak." Yamato berhenti untuk membuka bungkus permen karet.
"Jadi maksudmu dia menyadari tentang adanya Qi dan memutuskan untuk melatihnya sehingga bisa dia gunakan didalam permainannya?" Koizumi Karin dengan sikap pemalunya mengungkapkan pertanyaan itu.
"Siapa yang tahu?" Yamato mengedikan bahu. "Kalian bisa melihatnya sendiri, apakah dia sudah terbiasa dengan energy Qi-nya?" Berselang beberapa detik kemudian Yamato tersentak dan lekas memicingkan matanya menatap Naruto yang menoleh kearah tempat mereka berada. "Guys, aku pikir kita semua sudah tahu jawabannya!"
"Hell yeah! Tapi seberapa mahirnya dia menggunakan Qi, itu akan percuma jika tanpa keterampilan nyata memahami permaianan!" Taka menanggapi, mengambil bola Baseball dan kemudian dia mulai memainkannya.
Koizume Karin mengedikan bahunya sambil berkata. "Meskipun begitu nyatanya kami menginginkannya ada dibarisan para ksatria untuk mengisi pos Linebacker!"
Kembali kelapangan.
"Ada apa?" Hiruma yang melihat Naruto terus memandang tribun VIP bertanya mengerutkan kening.
Naruto menoleh dan menggeleng. "Tidak." Setelah itu dia ikut rekan-rekannya untuk berdiskusi.
"Baiklah, anak-anak bodoh!" Hiruma memulai dan memandang sinis kearah kelompok Lineman. "Kejadian tadi sungguh sialan tak terduga, jika tidak ada antisipasi dari Naruto... Mereka akan sialan berhasil menyamakan kedudukan!"
Kurita menunduk lesu menerima tuduhan itu...
Disisilain Naruto sama sekali tidak mendengar pidato yang disampaikan oleh Hiruma, dia sendiri masih memikirkan tentang tekanan chakra yang sempat dia rasakan dari tempat tadi. 'Aku yakin tadi sempat merasakan itu, tapi entah bagaimana tekanan chakra yang sempat aku rasakan itu tiba-tiba lenyap seolah ditelan bumi.' Pikirnya masih merasa bingung.
"...Aku ingin kita mengulanginya lagi, tapi..."
Kedua kesebelasan mengambil posisi, Teikoku kembali memulai permainan diawali Quarterback #06 menerima bola yang dikirimkan Teikoku #58.
Aba-aba dimulainya pertempuran sudah dikumandangkan, namun entah kenapa kedua Cornerback Deimon sama sekali tidak bergerak dari tempatnya, mereka berdua seolah membiarkan kedua Receiver Teikoku bergerak bebas didaerah pertahanan Deimon untuk menunggu bola.
'Dengarkan ini, anak-anak sialan bodoh! Biarkan mata mereka melihatmu secara langsung, dalam situasi itu kalian harus berhasil menyelinap diantara ketiak dan tekan tepat dibawah ketiak mereka, dengan cara itu kalian bisa menghancurkan mereka!' Sisa diskusi yang sebelumnya mereka lakukan masih terngiang didalam masing-masing benak Lineman.
Mereka lekas melakukan apa yang telah diintruksikan. Kurita menatap lekat kedua mata Lineman #58, kedua tangannya diam-diam merayap diantara ketiaknya dan langsung mendorongnya dengan kekuatan penuh. "FUNN~ NUUU~ RABAAAAAA!"
Lineman #58 seakan merasa terseok, tenaganya seolah tertekan dan hanya membiarkan Kurita mendorong maju tubuhnya. "A- Apa?" Hanya sepersekian detik sebelum tubuhnya terpelanting kebelakang dan jatuh tersungkur menatap langit.
Empat Lineman Deimon melakukan hal yang sama, melakukan teknik licik dan berakhir menghancurkan masing-masing lawan mereka.
Quarterback #06 terlihat sangat terkejut, didepan matanya... Dia melihat secara langsung Lineman yang bertugas melindunginya runtuh satu-persatu.
Bersamaan dengan itu... Para pemain Deimon langsung melakukan kudeta dengan cara melakukan Blitz kearah Qyarterback #06. Sena memburu dari samping kiri, Monta memburu dari samping kanan dan Naruto memburu dari tengah barisan.
Meskipun sudah terpojok Quarterback #06 masih tetap berusaha tenang, melihat dua Receivernya bergerak bebas didaerah pertahanan Deimon diapun mulai membidik, dan hanya sepersekian detik sebelum dia melepaskan bola melambung menuju daerah pertahanan Deimon.
Naruto yang melihat itu langsung melompat keatas punggung Kurita. "Sekarang!" Dia berteriak dan melompat ke punggung Kurita sebagai tumpuannya melompat menggapai bola.
Tubuh Kurita yang tambun seperti sebuah trampolin, momentum antara lompatan yang dilakukan oleh Naruto seolah menjadi sebuah pegas yang seakan membantunya untuk melompat semakin tinggi.
Semua orang bisa melihat Naruto yang melayang tinggi diangkasa, dan ketika bola itu datang, dia memanfaatkan lompatannya itu untuk menghadang laju bola dengan tangan kanannya.
Bola yang dikirimkan oleh Quarterback #06 ditampar sehingga membuat bola itu terjun bebas jatuh ketanah.
Monta yang sudah tahu hal itu akan terjadi lekas berlari memburu bola, dia melompat dan berhasil menangkap bola. "Tangkapan max!" Dia mengacungkan bola diudara untuk merayakan keberhasilannya.
Semua pemain Teikoku Grade C maupun seluruh penonton yang menyaksikan kejadian itu hanya mampu terperangah.
Kejutannya tidak sampai disini, Sena bermanuver menghampiri Sena, dia mengambil alih bola dari Monta dan melakukan serangan balik untuk mencetak Touchdown.
Pemain Teikoku merespon, masing-masing dari mereka langsung bergerak untuk menghentikan Sena. Namun nampaknya Sena masih tangguh untuk mereka, satu persatu Sena berhasil melewati mereka dan terus berlari maju mencetak Touchdown.
"Deimon Touchdown!"
13-00
Stadion kembali bergemuruh, sekolah Deimon mendominasi kebisingan dengan terus menyanyikan lagu iyel-iyel tentang lirik tentang kehancuran dan pemujaan untuk Devil Bats.
Darimana mereka mempelajari nyanyian itu? Masing-masing dari mereka membawa secarik kertas, dan ternyata itu semua sudah dipersiapkan oleh Hiruma sematang mungkin. T-T
Setelah sesi ekstra poin (14-00) permainan kembali dilanjutkan. Karena Deimon mencetak Touchdown, bola masih dipihak Teikoku Aleksanders.
Dalam dua kali kesempatan Teikoku sama sekali tidak bisa berkutik. Kedua Receiversnya ditutup oleh pergerakan Monta dan Yohei, Linemannya juga sangat mudah untuk runtuh mengakibatkan Sena dan Naruto berhasil melakukan Blitz sukses dan menghasilkan Sack sempurna.
Kesempatan ketiga kalinya Teikoku mencoba memakai Runningback, namun hanya berhasil maju 5 yard sebelum dia dihentikan oleh Sena.
Tiga kali kesempatan Teikoku gagal mencetak Firstdown, maka dari itu, pada kesempatan terakhir Teikoku melakukan tendangan untuk menjauhkan bola dari daerah pertahanan mereka sendiri (Baca: Membuang bola).
Karena dalam empat kali kesempatan tim penyerang (Teikoku) gagal mencetak Firstdown, kepemilikan bola kali ini berpindah tangan menuju tim bertahan (Deimon), mereka akan melakukan Start permainan dari daerah tempat jatuhnya bola yang dibuang oleh tim penyerang.
Kedua kesebelasan berunding sebelum memulai kembali permainan mereka...
Teikoku Aleksanders Grade C tidak tahu harus melakukan apa, mental mereka mulai down, masing-masing dari mereka masih memikirkan tentang ketidakberdayaan mereka meladeni permainan terbuka dari Deimon Devil Bats.
Lebih dari itu... Barisan Lineman berjalan keluar lapangan dengan kepala yang menunduk, mereka meratapi nasib karena dipermalukan secara telak oleh Lineman Deimon dan harus digantikan dengan pemain Lineman yang saat ini sedang bersiap dipinggir lapangan.
Apa yang salah denganku, pikir masing-masing dari mereka.
Disisilain, Hiruma yang melihat itu menunjukan seringaian sadis dan setelah itu dia mengalihkan perhatiannya untuk menyampaikan taktik menyerang. "Bagus, mereka sedang down..." Hiruma berseru menganggukan kepala. "...Aku ingin kita menyerang mereka secara langsung, kali ini lakukan seperti melawan Zokugaku! BUTSUBASSU YA-HA!"
"YA-HA!"
Permainan kembali dimulai, kedua kesebelasan sudah mengambil posisi dengan Deimon yang bertindak sebagai tim penyerang.
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Hiruma menerima bola, kedua Receiver langsung menyebar masuk kedalam garis pertahanan Teikoku.
Dibarisan Lineman, kelima Lineman Teikoku melakukan hal yang sama, mereka menekan titik bawah ketiak lawannya sehingga dorongan kedua belah pihak menjadi seimbang.
Ekspresi Hiruma mendatar, dia seperti sudah menebak jika hal ini akan terjadi...
...Tanpa bisa meruntuhkan Lineman Teikoku hanya tinggal satu pilihan yang tersisa. "Ambil ini Monyet!" Hanya sepersekian detik dia membidik, selanjutnya dengan sekuat tenaga Hiruma melepaskan lemparan bola jauh kedepan.
"Lemparan itu..." Quarterback #06 berseru ngeri melihat lemparan cepat dan terlihat sangat ceroboh dari Hiruma. "...Tidak akan ada yang bisa menangkap operan gila seperti itu!"
Bola melesat tidak tahu aturan, dia melesat lurus dengan kecepatan yang super cepat dan terlalu rendah.
Namun dinyana...
...Monta masih terlihat berlari mengejar bola, dan meskipun nafasnya terasa terengah lelah dia terus memacu kedua kakinya.
"Dia gila..." Respon para pemain Teikoku yang melihat Monta tetap bersikukuh mengejar operan ceroboh dari Hiruma.
Monta melihat datangnya bola, dia melompat kesamping dan mencoba menangkap bola dengan satu tangan. Bola sempat tergelincir, namun dengan lengan tambahan akhirnya Monta sanggup menangkap bola tersebut.
"Deimon 24 yard!"
Bersamaan dengan itu, pluit yang mengumumkan tentang berakhirnya kuarter pertama berbunyi.
Mamori dan Makoto langsung bersiap menyambut kedatangan para pemain. Mereka berdua menyiapkan handuk, osotonik dan irisan lemon sebagai suplemen untuk menjaga kebugaran para pemain.
Hiruma datang dan merebut handuk yang diserahkan Mamori secara kasar. "Ini tidak semudah yang sialan aku pikirkan!" Dia duduk dan mengecam jalannya pertandingan yang sangat meleset dari prediksinya.
"Tapi kami masih memimpin!" Kurita yang sedang makan satu-persatu lemon ditepak makannya menimpali.
"Persetan dengan memimpin! Kami hanya unggul 14 poin, dan semua orang tahu jika saat ini kami sedang bermain dengan tim omong kosong yang meremehkan kami!" Hiruma balas berteriak, setelah itu dia mengerang frustasi karena mengingat fakta tentang Teikoku yang sama sekali tidan memainkan Ace mereka. "Ditambah mereka sudah tahu teknik The Devils Fortress Wreckage kalian!"
"The Devils Fortress Wreckage kalian?"
"Mereka sialan tahu teknik yang aku bagikan untuk meruntuhkan Lineman sialan mereka, Lemak bodoh!"
"Ooooh..."
Disisilain Monta sedang menceritakan tentang kegagalannya menangkap bola dengan satu tangan, dia terus berkata 'padahal sedikit lagi' sembari mencak-mencak tak jelas.
"Tapi tangkapanmu luarbiasa..." Sena mencoba menghiburnya.
"Meskipun begitu ini tidak keren max!" Monta masih bersikukuh dengan kegagalannya. "Aku bersumpah akan menangkapnya dengan satu tangan!"
Naruto mendongkak mengerutkan kening mendengar kebisingan itu. "Sudah habis?" Dia bergumam sedih ketika semua Lemon yang dibagikan telah selesai dia santap.
"Apakah masih kurang Naruto-sama?" Makoto yang duduk dengan handuk Naruto dipangkuannya bertanya.
"Ah, tidak juga." Naruto menggelengkan kepalanya menjawab itu.
"Un." Makoto mengangguk, dengan sedikit gugup dia lalu mengusap kening Naruto yang berkeringat. "K- Kau berkeringat banyak N- Naruto-sama!"
Naruto berkedip. "T- Terimakasih..." Meskipun sebelumnya Makoto telah membantunya mengelap keringat nampaknya dia belum terbiasa dengan perhatian istimewa seperti ini.
"Kenapa kalian tidak menyentuh paket yang kami siapkan?" Mamori mengerutkan kening melihat Ha-Ha Sankyodai yang duduk terpisah dengan yang lainnya.
"Ha?" Togano membaca Manga tidak tertarik.
"Ha?" Kuroki yang duduk ceroboh menampakan kesombongannya mendongkak acuh.
"Ha?" Jumonji yang mendongkak menumpu kepala dengan tangannya melotot tajam.
Mamori ragu-ragu menunjuk paket berisi tepak Lemon dan suplemen yang telah dia siapkan. "Itu!"
"Kami tidak tertar-"
"Apa?" Hiruma tiba-tiba datang menyelinap dan menodongkan AK-47 kearah mereka.
"Hiiiiiiiiiiii~" Ha-Ha Sankyodai lekas merespon dengan langsung bergerak mendekati paket, mengambil masing-masing satu dan memakannnya dengan cepat.
Beberapa menit kemudian, waktu istirahat sudah habis dan wasit mengumumkan untuk kedua kesebelasan segera memasuki lapangan.
Kedua tim masih berunding...
"Kita akan mencetak Touchdown dari titik ini..."
"Mereka sudah mengetahui taktik kami!" Mengingat Lineman baru mereka yang bisa mengimbangi Lineman Deimon membuat Kurita menggigit kukunya hawatir.
Kemudian Hiruma menatap Naruto. "...Persiapkan dirimu untuk taktik selanjutnya... The Deimon Lord!"
Naruto memiringkan kepalanya. "The Deimon Lord?"
Hiruma menyeringai. "Kau akan menjadi peran penting dalam permainan ini, kau akan membuka jalan untuk Eyeshield 21 mencetak Touchdown!"
"Aku tak tahu kau memiliki selera nyentrik seperti itu..." Naruto menggaruk tengkuknya canggung.
"Aku tidak sialan peduli!" Hiruma terkekeh sadis. "KAMI AKAN MEMENANGKAN PERTANDINGAN INI! BUTSUBASSU YA-HA!"
"YA-HA!"
Selesai dengan itu kedua tim mengambil posisi untuk Snap, Deimon sebagai tim penyerang dan Teikoku Aleksanders Grade C akan menjadi tim bertahan.
"Set.. Hut.. Hut.. HUT!" Hiruma menerima bola, dia mengangkat untuk membidik.
Secara bersamaan kedua Receivernya maju dan Cornerback Teikoku yang tidak ingin kejadian yang sama menimpa timnya langsung mengikuti pergerakan kedua Receiver Deimon.
"Runningback!" Seru Quarterback #06 yang melihat Hiruma memberikan bola kepada Eyeshield 21.
Sebelum Sena bergerak maju, Naruto Uzumaki sigap bergerak terlebih dahulu untuk membuka jalan diantara Lineman.
Sena datang melewati celah diantara para Lineman, dia berlari maju. Bersamaan dengan itu Naruto langsung melepaskan posisinya, dia bergerak menyusul Sena dan bertindak sebagai Fullback yang akan melindungi Eyeshield 21 dari terkaman beberapa pemain Teikoku yang berniat menghentikannya.
Satu, dua, tiga dan empat pemain Teikoku berhasil Naruto hentikan. Dia menghadang pergerakan satu-persatu dari mereka, menjatuhkannya menatap langit dan pindah ke pemain lainnya.
Inilah saatnya, Sena membalas tatapan Naruto sembari menganggukan kepalanya.
Sena mulai bermain, dia semakin memacu kedua kakinya semakin cepat, meninggalkan debu dibelakang punggungnya dan bermanuver melewati dua pemain Teikoku mencetak Touchdown keduanya dipertandingan ini.
"Deimon Touchdown!"
20-00
Tidak menunggu waktu lama, ekstra poin kembali didapatkan oleh Deimon Devil Bats.
21-00
Disisa waktu kuarter 2 Deimon mendominasi permainan, mereka berhasil menggagalkan serangan Teikoku dan secara mudah pula mendulang poin dari Teikoku yang tidak berdaya meredam pergerakan 3 aktor penting Deimon Devil Bats.
Waktu kuarter 2 akan segera habis, Deimon memimpin jauh dengan perolehan nilai 34-00.
Menyikapi hal tersebut pelatih Teikoku Grade C segera mempersiapkan 4 Ace-nya untuk segera ikut bertanding dilapangan.
"Kukuku~" Hiruma menatap pelatih yang berwajah merah-marah dengan seringaian bengisnya. "Kami sudah sialan menunggu mereka!" Katanya sembari mempersiapkan bola untuk ekstra poin.
Naruto datang menendang bola, memasukannya kedalam Field Goal untuk mendapatkan ekstra poin.
"Deimon Goal!"
35-00
xxxxxxxxxxxxxxxxxTO BE CONTINUEDxxxxxxxxxxxxxxxxx
Jika kalian penasaran dengan identitas Gender si Koizumi kalian bisa baca Manga-nya, disana ada percakapan antara anggota Devil Bats dan Hiruma. Hiruma menyatakan bahwa si Koizumi itu adalah Cowok, bukan hanya itu, Hiruma juga menyatakan bahwa si Koizumi itu mempunyai basis Fansboy yang lebih besar dari Fansgirl-nya Sakuraba, bahkan hampir seluruh anggota Shinryuuji Nagas adalah bagian dari Fansboy-nya si Koizumi.
Istilah Amerika Football:
Kick-Off : Tim Defense mendang bola, untuk selanjutnya tim Offense tangkap, dan tempat dimana tim offense terjatuh,disitulah tempat Play dimulai nanti
Touch Back : Keadaan apabila bola kickoff jatuh di endzone tim offense, atau keadaan dimana interception terjadi di endzone sendiri, dan down. Offense dimulai dari titik 20 yards milik tim yang sekarang offense.
Down : Dimana tim penyerang berhasil maju minimal 10 yds. Jika tim penyerang gagal maju 10 yds, itu tidak termasuk Down, dan jika tim penyerang 4x gagal mencetak Down maka kepemilikan bola akan berpindah tangan.
Blitz : Terjangan Defensive Back ke arah QB, sebelum QB melempar. Jika terjangan ini berhasil,disebut Sack.
Interception : Keadaan dimana bola terebut oleh tim Defense.
Points After TD (PAT) : Bonus Points yang bisa didapat setelah melakukan TD. Untuk AF, PAT dapat dilakukan dengan Field Goal (1pt) atau melakukan TD dari jarak 7 yds (2pts),sementara Flag Football, PAT dilakukan dengan mencetak TD. Untuk 1 pt, dari jarak 5 yds, dan 2 pts dari jarak 10 yds.
Dalam permainan Amefuto setiap tim boleh bongkar pasang pemain, untuk itulah setiap komposisi pemain sangat berbeda dan memiliki keahlian khususnya masing-masing.
Komposisi tim penyerang : Ofensive Line (Lineman), Quarterback, Runningback, Fullback, Tailback, Wide Receiver, Tightend.
Komposisi tim bertahan : Defense Line (Lineman), Defense back (Safeties, Cornerback), Lineback.
Jika dalam kondisi menyerang setiap tim memasukan komposisi tim penyerang, begitupula sebaliknya. Namun karena Deimon hanya memiliki 13 pemain menjadikan mereka harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan tim untuk bertahan.
Deimon Offense:
Kurita, Komusubi, Jumonji, Togano dan Kuroki (Lineman). Monta dan Yohei (Receiver). Hiruma (Quarterback). Sena dan Ishimaru (Runningback). Naruto (Fuulback).
Deimon Defense:
Kurita, Komusubi, Jumonji, Togano dan Kuroki (Lineman). Naruto dan Kenta (Lineback). Monta dan Yohei (Cornerback). Hiruma (Strong safety) dan Sena (Free safety).
Cadangan: Kenta dan Yukimitsu.a dan Yukimitsu.
