Chapter 2: test (part 1)

.

Pertama tama saya mau menjawab beberapa review di chapter satu.

Aam arsy: makasih gan atas respon positifnya, dan maaf bila narutonya tidak sesuai kesukaan anda, saya membuat naruto jadi uchiha karena tuntutan cerita soalnya disini bukan dia saja yang jadi tokoh utamanya.

ValentinoEka: maaf thor kalau banyak typo, soalnya ngetik dari hp agak susah mau tekan huruf A malah huruf S yang ketekan. Saya usahakan di chapter dua ini tidak banyak typo, saya tidak bisa janji di chap ini tidak ada typo sama sekali.

Guest: saya rasa anda tidak perlu mengingatkan saya tentang "waspada" karena di akhir chapter satu sudah jelas. Dan soal typo saya tahu typo bertebaran di chapter satu dan saya tidak punya waktu buat baca kembali chapter kemarin, saya sangat berterima kasih tentang pengoreksian anda tapi saya SANGAT TIDAK SUKA ANDA MENGATAKAN PRINSIP MENULIS SAYA "BABAT TERUS AGAR CEPAT SIAP" anda pikir anda siapa, apakah anda mengenal saya di dunia nyata sampai bisa menyimpulkan seperti itu. Asal anda tahu saya buat fic ini berhari hari karena buat fic bukan pekerjaan utama saya, saya masih banyak pekerjaan lain makanya saya tidak ada waktu buat baca ulang, anda boleh boleh saja kritik fic saya malah saya senang ada yang kritik, tapi jangan pernah sekali kali menyinggung tentang prinsip menulis saya kalau anda belum tahu seperti apa kegiatan saya di dunia nyata.

.

Oke hanya itu review yang bisa saya jawab, dan terimakasih buat reader lain yang sudah dukung fic ini. Ok tanpa buang buang waktu kita langsung

.

.

.

.

Story start.

"Jadi apa yang harus aku lakukan tsunade-sama ?" Tanya naruto saat sudah sampai di ruangan kerja hokage. "Kau hanya perlu mengawasi gerak gerik mereka, meski terlihat tidak mencurigakan kits harus tetap berhati hati, dan untuk tes besok aku ingi kau yang menjadi lawan mereka dan pilihlah satu jounin untuk membantumu, apa kau mengerti ?" Jelas tsunade, "aku mengerti, kalau begitu aku pergi dulu." Pamit naruto yang di jawab anggukan oleh tsunade.

Saat ini naruto baru saja keluar dari gedung hokage, dan saat ini dia sedang bingung mau pergi kemana. Tapi saat akan melangkahkan kakinya untuk pulang sebuah teriakan yang memanggil namanya terdengar dan sukses menghentikan langkahnya.

"Naruto-kun."

Narutopun menoleh keasal teriakan tadi dan melihat seorang perempuan berambut merah ponytile sepinggang dengan pakaian jounin desa konoha pada umumnya disertai sepatu ninja warna merah.

"Kushina ? Ada apa kau berteriak seperti itu ?" Tanya naruto saat melihat perempuan tadi sudah sampai disampingnya dalam keadaan terengah engah, "hah. Hah. Hah. Kau kemana saja ? Hah. Aku dari kemarin mencarimu." Ucap perempuan tadi yang dipanggil kushina. "Setelah pulang dari nami no kuni aku mengurus beberapa hal, memangnya ada apa kau mencariku ?" Tanya naruto. "T-tidak, tidak ada apa apa." Jawab kushina sambil memalingkan wajahnya kesamping untuk menyembunyikan rona merah di pipi putihnya.

Walau sekilas naruto bisa melihat rona merah itu, dan entah kenapa naruto ingin tersenyum saat melihat kushina seperti itu.

"Souka, kalau begitu bagaimana kalau kita makan ramen di ichiraku ? Tenang aku yang bayar." Usul naruto pada kushina.

"Wah benarkah ?" Tanya kushina dengan tatapan gembira dan dijawab anggukan dari naruto. "Kalau begitu tunggu apa lagi." Ucap kushina yang langsung menarik tangan naruto.

.

.

.

Setelah berlari beberapa saat, akhirnya naruto dan kushina sampai di sebuah kedai yang menjadi tujuan mereka yaitu kedai ichiraku ramen.

"Wah ternyata kalian ada disini juga ya kurenai, asuma, kakashi." Ucap kushina yang mengalihkan perhatian tiga jounin tadi (penampilan kakashi, asuma, dan kurenai sama seperti di cannon).

"Wah kushina kau juga datang kesini ?" Tanya kurenai saat melihat kushina yang baru saja datang bersama naruto.

"Ya aku akan ditraktir makan ramen oleh naruto." Jawab kushina yang mulai mendudukan dirinya disamping kiri kurenai diikuti naruto yang duduk disamping kiri kushina.

"Hahaha apa yang membuatmu sampai mau mentraktir tomat berjalan itu makan ramen naruto ? Kau tahu sendirikan kalau dia seorang maniak ramen. A-"

BUUUUAAAGHH.

ucapan asuma langsung terhenti saat dirinya mendapatkan sebuah tinjuan dari kushina yang berhasil mengalihkan perhatian semua orang yang ada dijalanan desa, "SEKALI LAGI KAU MENYEBUTKU DENGAN PANGGILAN ITU AKU PASTIKAN KAU TERBARING DIRUMAH SAKIT ASUMA NO BAKA." Teriak kushina dari dalam kedai dengan nada kesal, semua orang meneguk ludahnya saat melihat kushina yang dalam mode akai cishio no habanero (maaf kalau salah).

"Haha sudahlah kushina-chan, jangan diladeni ucapan asuma lebih baik kita duduk dan pesan ramennya." Ucap naruto sambil memegang pundak kushina dan membawanya kemdali duduk.

"Heh." Dengus kushina setelah duduk.

"Wah ada keributan apa ini ?" Tanya seorang pria berambut merah yang baru saja datang.

"Ah sirzech-san, kau sendirian ? Dimana yang lainnya ?" Tanya naruto pada sirzech. "Mereka sedang membereskan apartemen mereka." Ucap sirzech yang duduk di samping kiri naruto.

"Souka, oh ya kenalkan mereka adalah teman temanku, yang berambut merah ini namanya kushina l-" "dia juga kekasih naruto." Potong asuma yang sukses membuat wajah kushina sangat merah. "A-apa maksudmu." Tanya kushina dengan wajah yang masih memerah. "Sudah jelas bukan kalau kalian itu sepasang kekasih, karena dilihat dari manapun kalian terlihat seperti itu." Jawab asuma dengan santai.

"Sudahlah asuma." Ucap naruto yang cepat cepat menghentikan ucapan asuma sebelum terjadi perdebatan antara kushina dan asuma. Walau dalam hati kecilnya naruto sangat berharap apa yang dikatakan asuma benar benar terjadi.

"Baiklah yang wanita berambut hitam itu bernama kurenai, si perokok asuma dan yang berambut putih kakashi." lanjut naruto memperkenalkan teman temannya. "Salam kenal sirzech-san." Ucap asuma dan kurenai. "Yo." Dan itu adalah sapaan khas kakashi.

"Baiklah kalau be- ohok" ucapan naruto terhenti saat lehernya dirangkul dengan kuat oleh seseorang berpakaian serba berwarna hijau yang ketat dilapisi rompi jounin yang tidak diresletingkan dan sepatu ninja biru. Dan jangan lupakan rambutnya yang terlihat seperti mangkuk ramen.

"Hahahahaah halo rivalku." Ucap orang itu. "Lepaskan dia baka." Ucap kushina melepaskan rangkulan orang itu pada naruto. Dan terlihatlah naruto yang mengambil nafas dengan cepat saat merasakan kekurangan oksigen setelah dirangkul kuat si rambut mangkuk.

"Ano, kalau boleh tahu anda siapa ?" Tanya sirzech pada orang itu.

"Oh namaku might guy si monster hijau dari konoha, dan aku rival abadi dari naruto."ucap orang bernama guy itu mengacungkan jempolnya kearah sirzech dengan giginya yang bersinar. "Kalau boleh tahu siapa namamu ?" Tanya guy. "Aku sirzech gremory, dan aku akan bergabung menjadi shinobi desa ini besok." Jawab sirzech yeng mengejutkan semua orang.

"Oh begitu ya, kalau begitu untuk merayakan bergabungnya sirzech-san mari kita bertanding makan ramen naruto. Siapa yang makan paling banyak dialah pemenangnya." Ucap guy menantang naruto untuk bertanding. "Aku tidak mau." Ucap naruto dengan nada malas.

"Ayolah." Bujuk guy. "Kenapa kau tidak ajak kakashi saja atau asuma." Ucap naruto menyarankan kedua temannya. "Oh benar juga, bagaimana kalau kita bertanding kakashi, asuma." Tantang guy pada keduanya. "Aku tidak mau." Jawab kakashi yang masih asik dengan bukunya, "baiklah kau bertanding denganku saja guy." Ucap asuma.

.

.

.

Skiptime.

.

akhirnya acara berkumpul yang tidak direncanakanpun telah usai beberapa menit yang lalu, dan terlihat saat ini naruto sedang berjalan menuju rumahnya. Dan entah kenapa sekilas terdengar kembali ucapan asuma saat dikedai ramen tadi.

'Dia juga kekasih naruto'.

'Apa kau juga memiliki perasaan yang sama denganku kushina ?' Tanya batin naruto saat memikirkan ucapan asuma tadi.

Tanpa terasa akhirnya naruto sudah sampai di sebuah apartemen yang terlihat nyaman untuk ditempati (bayangkan saja apartemen sasuke saat kakashi memeriksa tempat tinggal anggota team tujuh). Diapun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Selang beberapa menit naruto sudah keluar dengan handuk yang melilit dibagian pinggangnya, diapun mengambil sebuah pakaian hitam berkerah sampai mulut dengan lengan pendek dan dibagian belakang bajunya terdapat lambangkipas khas clan uchiha, dilengkapi dengan celana hitam panjang dengan di bagian paha kanan terdapat tempat penyimpanan kunai dan alat ninja lainnya.

Narutopun memutuskan untuk berjalan jalan sebentar, saat berjalan jalan di jalanan desa dia tidak sengaja melihat kushina dan sirzech juga sedang jalan bersama dan berhenti disebuah kedai dango. Melihat kushina yang tertawa lepas bersama lelaki lain membuat naruto tertegun dan berpikir apakah kushina mempunyai perasaan padanya setelah bertahun tahun selalu bersama.

Tanpa membuang waktupun naruto memutuskan untuk melanjutkan kembali perjalanannya yang sempat tertunda, hingga sampailah dia di sebuah komplek perumahan yang terlihat sangat sepi. Ya dia pergi ke sebuah komplek perumahan yang dulu di tinggali oleh seluruh anggota clan uchiha.

Narutopun memutuskan untuk masuk lebih jauh lagi, dan saat di dalam komplek dia merasa sangat sedih atas apa yang terjadi dengan clannya. Berbagai ingatan tentang interaksi dirinya bersama anggota uchiha yang lainnya masih terekam jelas dalam memori otaknya, hingga turunlah air mata yang selama ini ia tahan, mencoba mengeluarkan semua emosi dalam dirinya.

AAAKKHHHH.

diapun terduduk di jalanan komplek itu dan berteriak untuk mengeluarkan semua perasaan kehilangan dirinya, naruto merasa hidupnya sangat menyedihkan, dimulai dengan kematian saudaranya lalu kepunahan clannya yang hanya menyisakan beberapa orang saja dan sekarang dia berpikir mungkin kushina juga akan pergi meninggalkannya dan hidup bersama sirzech.

Tanpa terasa sudah hampir satu jam naruto terduduk di jalanan komplek clan uchiha, diapun memutuskan untuk pergi ke pemakaman, karena dia sudah lama tidak melihat makam kakaknya.

.

.

.

Skiptime.

Setelah melakukan perjalanan beberapa menit, akhirnya naruto sudah sampai dimakam kakanya.

"Maaf aku baru bisa datang menemuimu sekarang aniiki." Gumam pelan naruto, "apa kau bisa melihatku dari sana ? Apa kau masih tetap mengawasiku seperti yang dulu sering kau katakan." Lanjutnya dan air mata kembali jatuh dari matanya, mengeluarkan seluruh perasaan kehilangan yang sangat dirasakannya akibat kematian sosok kakak yang begitu dia sayangi dan kagumi.

"Aku bersumpah kalau aku bertemu dengan shinobi yang telah membunuhmu, akan aku pastikan di mati ditanganku." Gumam naruto dengan nada penuh kebencian, dan terlihat mata miliknya mulai berubah menjadi merah dengan tiga tomoe dan kembali berubah menjadi sebuah pola shuriken berkaki tiga (bayangkan saja mata EMS sasuke tapi yang pola di tengah bintangnya yang seperti shuriken).

Tanpa naruto ketahui, tidak jauh dari pemakaman itu lebih tepatnya disebuah hutan pinggiran makam berdiri seseorang bertopeng orange dengan sebuah corak yang tidak berpola sedang memperhatikan naruto. Pria itupun melihat naruto sudah berjalan menjauh dari pemakaman.

Setelah naruto sudah tidak terlihat lagi orang bertopeng itu melangkahkan kakinya ke pemakaman yang dikujungi naruto tadi. Dan saat dia sampai, dia berdiri didepan makam yang dikunjungi oleh naruto.

"Tentu otouto, aku masih mengawasimu, jadilah kuat untuk membunuh orang itu karena aku yakin hanya kaulah yang bisa membunuhnya. Hingga saat itu tiba saat dimana kau harus menghabisinya demi menghilangkan masalah besar yang akan menimpa dunia ini. Dan jangan pernah berpikir bahwa kau melakukannya sendirian karena aku akan membantumu dari balik bayangan." Ucap orang bertopeng itu yang kemudian mulai melangkah kearah hutan dan menghilang di kegelapan hutan.

.

.

.

Kembali kenaruto.

.

Saat ini terlihat naruto baru saja keluar dari wilayah pemakaman, diapun memutuskan untuk kembali keapartemennya. Dan sepanjang perjalanan dia menundukan kepalanya sehingga poni rambutnya menutupi kedua matanya.

"Naruto-kun ? Kau dari mana ?" Tanya kushina yang berpapasan dengan naruto.

Saat naruto di perjalanan dia berpapasan dengan kushina yang sedang berjalan bersama sirzech, tanpa membalas atau melirik kearah kushina, naruto terus berjalan dengan kepala menunduk.

Kushinapun yang melihat itu entah kenapa merasa sangat khawatir, karena baru sekarang dia melihat naruto seperti itu.

"Maaf sirzech-san, aku rasa jalan jalannya sampai sini saja. Karena ada beberapa hal yang harus aku lakukan." Ucap kushina meminta maaf pada sirzech dengan disertai badan yang sedikit membungkuk. Sirzechpun membalas permintaan maaf kushina dengan sebuah anggukan.

Setelah melihat sirzech mengangguk, kushina segera pergi kearah dimana tadi dilalui oleh naruto. Jujur saat ini kushina merasa sangat khawatir dengan pemuda berambut kuning kehitaman yang merupakan teman terdekatnya.

Setelah mencari kemana mana dan tidak menemukan naruto, kushinapun memutuskan untuk mencari pemuda itu keapartemen tempat tinggal naruto. Dan setelah berlari lari diapun sampai di depan sebuah pintu apartemen.

Tok

Tok

Tok

"Naruto-kun apa kau didalam ?" Tanya kushina sedikit berteriak disertai sebuah ketukan.

Tok

Tok

Tok

Kushina kembali mengetuk pintu setelah tidak mendengar suara naruto. Perasaan khawatirnya semakin bertambah saat naruto tak kunjung membukakan pintu, kushinapun mencoba membuka pintu itu, dan saat merasa pintu itu tidak dikunci dia segera membukanya dan masuk kedalam untuk mencari naruto.

Setelah melihat didapur dan diruang tamu tidak ada seseorang yang sedang dicarinya, kushina memutuskan untuk memeriksa ruangan terakhir di apartemen naruto yaitu kamar naruto sendiri.

Setalah berada didepan pintu kamar naruto, tanpa mengetuk terlebih dahulu, kushina langsung membuka pintu kamar itu dengan pelan. Dan saat sudah terbuka, dapat kushina lihat seorang pemuda yang sudah lama menjadi temannya sedang berbaring diatas kasur dengan keadaan yang memprihatinkan.

Dapat kushina lihat, dibawah mata naruto terlihat bekas aliran air mata tapi aliran itu berwarna merah seperti darah. Kushinapun menghampiri naruto dan menyentuh aliran di pipi naruto, dan setelah dilihat dengan teliti itu memang darah. Diapun berpikir apakah naruto menangis dengan air mata darah ? Sungguh kushina sangat khawatir dengan keadaan naruto. Diapun segera pergi kedapur untuk mengambil air hangat dan sebuah kain warna putih.

Setelah itu dia kembali kekamar naruto, saat sudah sampai kushinapun duduk dipinggir ranjang dan mulai membersihkan darah dipipi naruto.

"Sebenarnya apa yang terjadi denganmu naruto-kun ?" Gumam pelan kushina dengan disertai mengalirnya air mata dari permata violet miliknya.

Kushina tidak tahu seperti apa perasaannya kepada naruto, disatu sisi dia hanya menganggap naruto sebagai teman dekatnya, tapi di sisi lain dia merasa naruto lebih dari sekedar sahabat atau teman terdekatnya. Karena selama mereka berteman naruto sudah berkali kali membahayakan hidupnya untuk melindungi kushina.

Dan entah kenapa kushina merasa sangat senang saat mendengar ucapan asuma waktu di kedai ramen saat mengatakan kalau ia kekasih naruto. Kushina tidak tahu apa penyebab dirinya merasa senang, apakah dia mencintai naruto seperti yang dikatakan kurenai.

Karena terlalu larut dalam lamunannya, kushina bahkan tidak menyadari kalau naruto sudah bangun dari tidurnya.

"Kushina ?" Ucap naruto mencoba mambangunkan kushina dari lamunannya.

"A-ah naruto-kun." Jawab kushina dengan agak gagap karena terkejut dengan panggilan naruto.

"Sedang apa kau disini ?" Tanya naruto sambil memposisikan tubuhnya menjadi duduk.

"A-aku.. emmmm.." ucap ambigu kushina, 'ah bagaimana ini apa aku harus bilang kalau aku khawatir karena melihatnya saat di jalan tadi.' Lanjut kushina dalam batinnya merasa bingung akan menjawab apa.

"Haaaah aku hanya khawatir melihatmu saat dijalan tadi, bahkan kau tidak menjawab panggilanku dan ekspresimu seperti orang yang depresi." Ucap kushina yang mengungkapkan apa alasannya dia ada disana.

Kushina hanya bisa mengatakan yang sebenarnya, karena dia sudah tidak tahu apa yang harus dia katakan pada naruto.

"Khawatir, huh." Gumam naruto. "Eh ?" Ucap kushina merasa bingung dengan gumaman naruto. "Arigatou kushina, kau mau menyisihkan waktumu hanya untuk mengkhawatirkan diriku." Ucap naruto dengan kepala tertunduk.

"Kenapa kau bicara seperti itu, sudah seharusnya aku mengkhawatirkan diriku karena aku akan selalu memperhatikanmu, kau tahu itu bukan." Jawab kushina dengan sebuah senyuman.

Entah kenapa perasaan sedih yang dirasakannya beberapa waktu lalu karena kehilangan clan dan keluarganya terasa tergantikan saat melihat senyuman wanita berambut merah itu. Ya senyuman itu, senyuman yang selalu diberikan kepadanya saat dia bersedih dikala perang dunia shinobi ketiga dulu.

"Ya teruslah memperhatikanku sampai aku berhasil menjadi hokage." Ucap naruto dengan sebuah senyuman.

Selama beberapa menit mereka terus berpandangan mencoba menyelami perasaan lawan bicaranya melalui mata mereka. Tapi entah kenapa baik kushina maupun naruto mereka serasa terhipnotis oleh mata lawan mereka masing masing.

Dapat naruto lihat sebuah mata berwarna violet yang sangat indah dan selalu memberikan kelembutan dan kehangatan bagi siapa saja yang melihatnya secara dalam, begitu pula sebaliknya, dapat kushina lihat sebuah mata hitam yang menyimpan segudang rasa sakit serta kesepian dan kehilangan.

Setelah melihat mata naruto, kushina berjanji diakan menutup lubang dihati naruto, dia akan menyembuhkan rasa sakit yang dia alami pemuda uchiha itu, dan dia akan mengobati rasa kesepian dan kehilangan itu dengan keberadaannya. Dia akan selalu menemani pemuda itu sampai semua perasaan menyakitkan dari mata itu menghilang sepenuhnya, bahakan kalau bisa dia ingin menemani pemuda itu untuk selamanya.

Ya akhirnya kushina sadari dan mengakui kalau dia sudah benar benar jatuh cinta pada sang uchiha, dan sepertinya dia harus mengatakannya dalam waktu dekat, dia tidak ingin ada sesuatu yang akan memisahkan mereka sebelum dia mengutarakan perasaannya.

Karena terlalu asik dengan lamunannya, naruto dan kushina tidak sadar bahwa mereka saling memajukan wajah mereka, hingga hidung mereka sudah saling bersentuhan dan mereka terus memangkas jarak di antara wajah mereka sampai

CUP.

Sebuah ciumam terjadi dia antara keduanya, dan dapat mereka rasakan perasaan yang sesungguhnya dari lawannya masing masing, terutama kushina dia dapat merasakan perasaan naruto yang paling dalam. Perasaan yang menginginkan seseorang untuk terus disampingnya.

Selama beberapa menit mereka masih larut dalam ciuman yang mereka lakukan, sampai akhirnya keduanya meyudahi ciuman itu karena merasa pasokan udara yang mereka miliki hampir habis.

"Hah. Hah. Aku mencintaimu kushina, aku mohon teruslah disampingku." Ucap naruto dengan nada sendu diakhir kalimatnya.

Cup.

Kushina kembali mencium bibir naruto tapi itu hanya sebentar, dan kushina melakukannya hanya untuk menghilangkan ekspresi menyedihkan dari pemuda paling dicintainya itu.

"Tenang saja, aku berjanji akan selalu menyayangimu dan berada disampingmu, karena aku juga mencintaimu." Ucap kushina sambil mengalungkan tangannya di leher naruto.

Narutopun langsung memeluk tubuh kushina setelah mendengar apa yang dikatakan oleh kushina, dia sangat senang mendengarnya. Dan dia berjanji akan melindungi satu satunya permata paling berharga miliknya yaitu seorang kushina uzumaki.

Kushinapun melonggarkan pelukannya agar bisa melihat wajah sang pemuda yang baru saja menjadi kekasihnya.

"Nah karena aku telah menjadi kekasihmu, maka aku akan mulai mengurus segala keperluanmu. Jadi aku akan memasak dulu untuk makan malam. Jadi bisa kau lepaskan dulu pelukanmu naruto-kun." Ucap kushina.

"Baiklah baiklah." Ucap naruto, dan dengan berat hati dia melepaskan pelukannya pada pinggang kushina dan membiarkan gadisnya untuk memasak.

Setelah memakan waktu beberap menit, akhirnya masakan yang dibuat kushina sudah siap. Naruto yang mencium aroma lezatpun langsung menuju kearah dapur, dan disana dia melihat kushina sudah selesai memasak dan menyajikan dua mangkuk ramen diatas meja makan.

"Wah ramen ya ?" Tanya naruto saat sudah duduk di kursi meja makan. "Ya malam ini kita makan ramen saja." Ucap kushina yang mulai duduk di depan naruto.

"Ittadakimasu." Ucap keduanya dan mulai memakan makanan mereka dengan tenang.

"Oh ya naruto-kun, apakah besok kau ada misi ?" Tanya kushina disela sela makannya. "Tidak, besok aku hanya akan mengetes kekuatan dari sirzech dan yang lainnya untuk menentukan di tingkat mana mereka ditempatkan." Jawab naruto.

"Souka, tapi apa kau akan melawan mereka sendirian ?" Tanya kushina dan dalam ucapannya tersirat sebuah nada khawatir.

"Tenang saja, aku akan meminta kakashi atau guy untuk membantuku." Jawab naruto sambil memegang tangan kiri kushina untuk mencoba menenangkan perasaan dari kekasihnya.

"Syukurlah kalau begitu." Ucap kushina merasa lega. "Baiklah kalau begitu kita lanjutkan makannya." Ucap naruto yang di balas anggukan oleh kushina.

.

.

.

.

.

Skiptime.

.

.

.

Sebuah kicauan burung melengkapi pagi hari yang cerah di desa konoha, terlihat sudah ada beberapa warga yang memulai aktivitas baik shinobi atau warga biasa. Dan kita beralih ke kamar disebuah apartemen, di atas kasur terlihat dua kepala dengan surai yang berbeda, yang satu bersurai pirang kehitaman dan bergender laki laki, sedangkan yang satunya berambut merah panjang dan bergender perempuan.

Ya mereka adalah naruto dan kushina, kenapa kushina bisa berada dan tidur disana ? Itu karena kemarin naruto meminta kushina untuk menemaninya tidur, dan dengan terpaksa kushina menyanggupinya walau dalam hati kecilnya dia merasa senang.

"Engh."

Terlihat naruto mulai membuka matanya menampilakn mata hitam legam khas uchiha, diapun menengok kesamping dan melihat wajah damai dari gadisnya. Dan melihat itu membuat hati naruto merasa sangat hangat.

"Kushina.. kushina-chan." Ucap naruto sambil membangunkan kushina.

"Engh."

Kushinapun mulai membuka matanya, dan setelah membuka matanya kushina melihat naruto yang tersenyum kepadanya. Melihat itu membuat kushina juga ingin tersenyum, dan diapun memberikan senyuman terbaik miliknya. Tapi dengan cepat kushina dibuat terjekut dengan tindakan naruto yang langsung menciumnya.

"Na-naruto-kun." Ucap kushina terkaget dengan tindakan naruto dan tampak di pipi putihnya sebuah rona merah yang sangat jelas terlihat . "Haha itu adalah morning kiss dari ku." Jawab naruto dengan disertai sebuah senyuman.

"Mou apa kau tidak puas setelah berhasil mendapat ciuman pertamaku." Ucap kushina dengan cemberut, walau didalam hatinya di merasa senang mendapatkab perlakuan seperti itu dari naruto.

"Ha ha ha." Tawa canggung naruto.

Tok.

Tok.

Tok.

Terdengar sebuah ketukan pintu di depan apartemen naruto, Mendengar itu naruto langsung beranjak dari kasurnya dan berjalan kearah pintu. Setelah sampai dia membuka pintu itu dan menampilkan seorang anbu bertopeng kodok.

"Naruto-san anda dipanggil oleh godaime-sama untuk keruangannya sekarang." Ucap anbu itu.

"Baikalah." jawab naruto yang dibalas dengan anggukan dan perginya sang anbu.

"Ada apa naruto-kun ?" Narutopun berbalik dan melihat kushina sudah keluar dari kamarnya, "tadi ada seorang anbu dan menyuruhku untuk pergi ke kantor hokage." Jawab naruto "apa kau mau ikut ?" Lanjutnya bertanya. "Ehmm... baiklah aku ikut." Jawab kushina.

.

.

.

.

.

Skiptime.

.

.

.

.

Setelah mandi dan bersiap siap kuahina dan naruto akhirnya sampai di depan pintu ruang hokage.

Tok

Tok

Tok

Setelah mengetuk pintu dan mendengar suara hokage menyuruh mereka masuk, narutopun membuka pintu itu, dan setelah terbuka naruto dan kushina sangat terkejut karena

"lama tidak bertemu Naruto sensei, kushina sensei." Ucap seorang laki laki berambut kuning.

"Menma." Ucap naruto dan kushina secara bersamaan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

tbc.

.

.

.

Yos akhirnya selesai juga chapter 2. Semoga kalian suka dan maaf bila banyak kesalahan. Sampai jumpa di chapter depan.