I LOVE YOU BY ITSELF
Author : Oh Yoo Ra
Genre : drama, romance, hurt/comfort
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun ( N. 26 y.o )
Lee Sungmin a.k.a Lee Sungmin ( Y. 23 y.o )
Kim Kibum a.k.a Cho Kibum ( Y. 48 y.o )
Park Jungsu a.k.a Lee Teuk (Y. 46 y.o )
Lee Hyukjae a.k.a Hyukie ( Y. 23 y.o )
Kim Ryeowook a.k.a Wookie (Y. 23 y.o)
.
.
##CHAPTER 3##
Hari Minggu yang sejuk ini. Kediaman keluarga Lee sedang kedatangan keluarga Cho.
Mereka semua berkumpul di ruang keluarga keluarga Lee untuk membicarakan niatan mereka yaitu menikahkan Sungmin dengan Kyuhyun. Dan saat ini pula Kyuhyun dan Sungmin di pertemukan satu sama lain untuk pertama kalinya.
Kedua orang tua dari masing-masing sedang membicarakan rencana pernikahan tersebut. Sedangkan yang bersangkutan hanya diam. Sesekali bersuara jika mereka di tanya sesuatu saja.
Kyuhyun lebih memilih bermain dengan Hyunjin yang berada di pangkuannya. Sedangkan Sungmin ia hanya bisa menunduk. Walau Wookie ada di sampingnya. Tetapi wanita dua puluh tiga tahun itu lebih memilih diam.
"Hwaaaa.. hwaaaa.. hikss.. Hwaa" suara tangis Hyunjin tiba-tiba. Membuat semua mata langsung tertuju pada bayi dua belas bulan itu.
Sang ayah sudah berusaha menenangkan tangisan Hyunjin dengan menimang-nimang, serta memberikan susu. Tapi usahanya sia-sia. Hyunjin tetap menangis.
"oppa berikan Hyunjin pada Sungmin. ia bisa menenangkan Hyunjin dengan cepat" saran Wookie yang di balas anggukkan nyonya Cho.
"Wookie benar Kyu. Berikan Hyunjin pada Sungmin"
Kyuhyun hanya melihat kearah Sungmin dengan diam. Ia tak berniat memberikan Hyunjin kepada wanita itu. ia masih ragu dengan usulan sang adik dan eommanya.
Merasa di pandangi terus. Sungmin membalas memandangi Kyuhyun. Sampai suara tangisan Hyunjin memutuskan ikatan mata mereka.
Mata Sungmin langsung melihat keberadaan Hyunjin yang sudah meraung, dan gelisah di pangkuan Kyuhyun.
Secara reflek Sungmin memajukan duduknya untuk lebih dekat dengan sofa yang diduduki Kyuhyun. Dan mengulurkan kedua tangannya kepada Kyuhyun.
"emm.. boleh aku menggendongnya oppa?" tanya Sungmin canggung. Tanpa berkata Kyuhyun langsung memerikan Hyunjin kepada Sungmin. dan langsung diterima Sungmin dengan hati-hati.
Seperti de javu. Sungmin kembali menenangkan Hyunjin yang sedang rewel.
"aigoo, kenapa setiap Hyunnie kesini selalu menangis, sayang? Putra tampan eomma jangan menangis lagi ne, nanti eomma sedih" ucap Sungmin kepada bayi yang nyaman dengan dekapannya.
Seperti kemarin Sungmin menimang-nimang tubuh Hyunjin. Kepala sang bayi dengan sendirinya bersandar di dadanya. Seakan mendengar perkataan Sungmin. seketika baby Hyunjin menghentikan tangisnya. Dan sukses membuat semua orang yang melihatnya kembali terkejut. Terkecuali para eomma dan sahabatnya.
Sedangkan Sungmin hanya tersenyum melihat bayinya saat ini dalam gendongannya itu menghentikan tangisnya.
Sungmin masih menimang-nimang Hyunjin pelan. Lagu pengantar tidur itu kembali dinyanyikan untuk Hyunjiin. Agar bayi laki-laki itu tenang, dan segera jatuh tertidur.
Tak lama Hyunjin langsung terlelap tidur dengan nyaman dalam dekapan Sungmin, dengan mengemut jempolnya seperti biasa.
"lihatkan Kyu, bahkan Sungmin bisa membuat Hyunjin tertidur dengan cepat. sepertinya dia nyaman sekali dalam dekapanmu, Sungminnie" nyonya Cho begitu senang melihat respon baik yang ditunjukkan oleh sang cucu, setidaknya cucunya sudah menerima calon eommanya dengan terbuka.
Nyonya Cho melirik Kyuhyun maksud menyindir. Namun ekspresi yang ditunjukan hanya ekspresi dingin. Membuat nyonya Cho menghela napas berat.
"aku ingin meniduri Hyunjin dulu di kamarku" pamit Sungmin. dan membawa Hyunjin ke kamarnya.
"oppa susul Sungmin sana" bisik Wookkie.
"kau saja sana, aku tak mau"
"ish oppa. Hyunjin kan anakmu"
"aishh baiklah. Aku akan menyusul Sungmin" pamit Kyuhyun. Bangkit dan meninggalkan ruang tengah tersebut menuju kamar Sungmin. meninggalkan orang – orang yang sedang membicarakan hal tak penting menurutnya.
*CKLEK*
Kyuhyun masuk ke dalam kamar Sungmin tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Seletah mencari-cari keberadaan letak kamar Sungmin.
Saat memasukinya, Kyuhyun melihat sekeliling kamar tersebut. Dan berakhir saat matanya menangkap keberadaan Sungmin dengan sang putra yang sedang berada di atas kasur milik yeoja itu.
Seperti sebelumnya Sungmin sedang menepuk-nepuk pantat gembil milik Hyunjin sambil membisikkan lagu pengantar tidur.
Kyuhyun langsung menghapiri Sungmin dan duduk di bangku panjang di depan Sungmin.
"aku tak menyangka Hyunjin langsung akrab dengan orang yang baru ia temui" ucap Kyuhyun memecahkan keheningan diantara mereka.
"kami sudah bertemu sekali sebelumnya" jawab Sungmin sambil membetulkan posisi duduknya, menjadi menghadap Kyuhyun.
"terimakasih sudah menganggap Hyunjin seperti anakmu. Ya walaupun sebenarnya ia adalah keponakanmu" ucap Kyuhyun memandang Sungmin dan tersenyum tipis.
Sungmin tersenyum kecut mendengar kalimat terakhir yang terlontar dari mulut Kyuhyun. Ia sempat senang dengan ucapan terima kasih yang diberikan padanya. Tetapi semua berubah saat Kyuhyun menyadarkan sebuah fakta yang sangat menyakitkan.
Kini hatinya kembali tersayat perih. Bahkan luka kemarin saja belum sembuh. Dan harus ditambah lagi. Apalagi kata-katanya keluar langsung dari mulut Kyuhyun. Membuat lukanya semakin dalam.
"apa kau sangat dekat dengan Jinra?" tanya Kyuhyun lagi.
"nde, kami sangat dekat. Orangtua kami sangat sibuk, kami sering ditinggal berdua di rumah cukup lama. kami juga sering berbagi cerita satu sama lainnya" jawab Sungmin sambil membalas tatapan Kyuhyun. Kali pertamanya Sungmin memandang Kyuhyun dengan jarak dekat seperti ini.
"apa Jinra pernah bercerita tentang laki-laki sebelumnya?" tanya Kyuhyun penasaran.
"setiap eonnie pulang sekolah, eonnie akan ke kamarku bercerita laki-laki yang ia sukai" jawab Sungmin lemah dan tak bersemangat.
"berarti kau tahu siapa dia dan bagaimana hubungannya?"
"aku tak tahu, oppa" jawab Sungmin cepat. Ia sudah tak kuat lagi dengan pembicaraan diantara mereka saat ini. Ia ingin mengakhirinya. Hatinya sudah tak kuat lagi menerima sayatan demi sayatan yang membuat hatinya bertabah sakit dan perih.
Kyuhyun mengerutan keningnya ketika mendengar jawaban Sungmin yang seakan menghindar dari semua pertanyaannya.
"apa kau masih menganggap eonnie sebagai istrimu? Apa kau masih mencintainya?" tanya Sungmin tiba-tiba. Ia tahu pertanyaan itu akan berbuah jawaban yang membuat hatinya bertambah sakit. Tapi ia juga penasaran dengan jawaban yang ingin sekali ia dengar keluar dari mulut Kyuhyun.
"tentu saja" jawab Kyuhyun sambil menatap mata Sungmin penuh dengan keyakinan. Sedangkan Sungmin sekuat tenaga menahan agar tidak menangis. Sungmin hanya menghela napas sejenak untuk mengurangi sesak di dadanya. Sungmin ingin melontarkan pertanyaan sekali lagi.
"apakah setelah kita menikah nanti. Dan suatu saat eonnie ingin kembali bersamamu. Apa kau akan melepakanku dan meninggalkanku?" tanya Sungmin lagi. Ia tatap dalam mata Kyuhyun dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"aku yakin kau tahu jawabannya Sungmin. dan apakah wajar seorang adik ipar menanyakan hal itu kepada kakak iparnya?" pertanyaan Kyuhyun sukses menjatuhkan air mata yang sejak tadi Sungmin tahan. Sakit dan sesak hanya perasaan itu yang Sungmin rasakan saat ini.
,
,
,
- KYUMIN -
,
,
,
*SUNGMIN POV*
Aku mematut diriku di depan cermin. Gaun putih menjuntai indah di tubuhku dengan sempurna. Wajahku hanya dipoles make up tipis yang membuatku semakin terlihat cantik.
Hari ini adalah hari yang sudah kutunggu. Hari di mana kehidupan baruku akan segera dimulai. Menjadi seorang nyonya Cho dan ibu dari Cho Hyunjin. Aku sangat bahagia. Namun ada satu hal yang sangat mengganjal di hatiku. Satu fakta yang nyata. Apa setelah ini aku masih bisa merasakan kebahagiaan seperti saat ini? Aku sangat sadar Kyuhyun oppa tak pernah mencintaiku. Aku hanya menjadi pengganti eonnie ku yang tega pergi begitu saja menginggalkan keluarga yang begitu mencintainya dengan tulus.
Katakanlah aku egois. Aku sudah tak dapat lagi menahan perasaanku padanya setelah selama ini, aku hanya berharap ia membalas perasaanku juga.
Aku tahu, sangat tahu bahwa kenyataannya aku akan tersakiti. Tetapi aku akan tetap menerimanya. Ini adalah pilihan yang sudah aku ambil.
Lebih baik aku merasa sakit tetapi aku masih bisa berada disisinya. Dari pada jauh darinya tetapi raga ini perlahan akan mati.
*SUNGMIN POV end*
,
,
*KYUHYUN POV*
Kedua kalinya aku berdiri di depan altar seperti ini. Menunggu seseorang yang akan menjadi istriku nanti. Semua tak ada yang berbeda. hanya wanitanya yang berbeda.
Rasanya sungguh berbeda. dulu aku sangat antusias dan gugup menanti wanita yang sangat aku cintai. Tetapi sekarang aku merasa biasa saja, aku hanya terus berdoa kalau ini hanyalah mimpi belaka.
Aku tahu ini tidak adil untuk Sungmin. Aku juga tak bisa memberikan harapan palsu padanya. Kami baru sekali bertemu secara langsung. Kami tak saling mengenal satu sama lain. Walau ia juga adalah hoobbie ku di London dulu. Aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya.
Entalah setelah ini aku harus bersikap seperti apa padanya.
"pengantin wanita memasuki ruangan"
Suara pembawa acara pernikahan menyadarkan dari lamunanku. Aku segera menegagakkan badanku dan membalikkan badanku kearah datangnya Sungmin bersama ayah mertuaku.
Pintu itu segera terbuka. Menampilak sesosok wanita dengan balutan gaun putih yang panjang. Berjalan dengan sangat anggun ke arahku.
Aku sempat tertegun dengan parasnya yang cantik dan manis. Tetapi tak sampai membuat hatiku bergetar.
Tak terasa Sungmin sudah berada di depanku. Tuan Lee atau biasa ku panggil Abeoji ini kemudian mengulurkan tangan Sungmin dan memberikannya kepadaku.
"tolong jaga dan bahagiakan putriku seperti dulu" perasaan ku mengatakan ucapan dan sirat mata penuh seakan memohon kepadaku di berikan abeoji untukku.
Aku hanya menganggukkan kepala. Setelah itu acara pernikahanpun dimulai.
Setelah janji-janji dan nasehat-nasehat tuhan yang sudah disampaikan oleh pastor. Kini tiba saatnya kami mengucapkan janji pernikahan dihadapan tuhan.
Aku dan Sungmin berhadapan satu sama lain. Tangan kami saling berpegangan.
"di hadapan Tuhan serta jamaat disini, saya Cho Kyuhyun dengan penuh kasih dan syukur menerima Lee Sungmin mulai saat ini menjadi istri saya. saya berjanji akan senantiasa mengasihi dan menolongnya serta setia kepadanya baik dalam suka maupun duka, dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit dengan memenuhi kewajiban saya sebagai suami yang baik dan berbakti kepada Tuhan. Kami akan selalu senantiasa hidup dalam kasih, saling menghormati dan menghargai, serta memelihara keutuhan pernikahan ini selama-lamanya" ucapku sambil menantap mata wanita di depanku.
"di hadapan Tuhan serta jamaat disini, saya Lee Sungmin dengan penuh kasih dan syukur menerima Cho Kyuhyun mulai saat ini menjadi suami saya. saya berjanji akan senantiasa mengasihi dan menolongnya serta setia kepadanya baik dalam suka maupun duka, dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit dengan memenuhi kewajiban saya sebagai istri yang baik dan berbakti kepada Tuhan. Kami akan selalu senantiasa hidup dalam kasih, saling menghormati dan menghargai, serta memelihara keutuhan pernikahan ini selama-lamanya"
"dengan ini Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin, aku meneguhkan pernikahan saudara. Apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia, Amiin. Dan dipersilakan bertukar cincin serta mencium pasangan"
Perlahan ku buka veilnya. Dia terlihat sangat cantik saat aku membuka veil yang tadi menghalangi wajahnya itu.
Aku mendekat kearahnya. Seakan mengerti Sungmin langsung memejamkan matanya.
CUP..
Kukecup sebentar keningnya. Sungmin langsung menatapku dengan pandangan kecewa. Tetapi aku pura-pura tak peduli.
Suara tepuk tangan memenuhi suasana di dalam gereja tempat berlangsungnya upacara pernikahan tersebut.
Aku dan Sungmin mengembangkan senyum kepada seluruh tamu yang hadir. Walau aku tahu Sungmin hanya memaksakan senyumannya sama sepertiku.
,
,
*NORMAL POV*
Setelah mengadakan upacara pernikahan. Kini Kyuhyun serta Sungmin sudah berada di rumah Kyuhyun dan istrinya yang dulu.
Meskipun mereka tidur dalam satu kamar. Namun kemarin sebelum mereka menikah. Kyuhyun memberitahu bahwa Sungmin tak boleh mengutak-atik semua barang-barang milik eonnienya yang masih tersimpan rapih di kamar tersebut.
Bahkan Kyuhyun sampai membelikan meja rias dan lemari pakaian khusus hanya untuk Sungmin. parahnya Sungmin dilarang menyentuh semua barang milik istrinya di rumah ini.
Kini mereka berada di dalam kamar. Setelah Sungmin membersihkan badannya. Ia duduk di sisi tempat tidur menunggu Kyuhyun yang berada di dalam kamar mandi.
Sungmin sangat gugup. Karena kalau dipikir-pikir ini adalah pengalaman malam pertamanya dengan seorang laki-laki. Terutama Kyuhyun.
*SRET*
Pintu kaca kamar mandi digeser. Menampilkan sesosok Kyuhyun sambil menggosokan kepalanya dengan handuk. Ia berjalan keluar menuju ranjang dengan balutan kaos singlet berwarna navy dengan celana pendek berwarna putih. Hal itu sukses membuat Sungmin merona.
"kau belum tidur?" tanya Kyuhyun sambil duduk diranjang yang tidak ditempati Sungmin.
"apa kita langsung tidur?" tanya Sungmin polos.
"memangnya kau pikir kita akan melakukan malam pertama, begitu?" tanya Kyuhyun langsung intinya
"emm.. apa kita tidak melakannya malam ini?"
"bahkan kita tak akan pernah melakukannya. Sudahlah kita tidur saja, aku sudah sangat lelah" ucap Kyuhyun final sambil membaringkan badannya membelakangi Sungmin.
Mendengar perkataan yang Kyuhyun lontarakan. Seketika air mata sungmin turun dengan deras. Ia menbekap mulutnya menahan isakan. Perkataan Kyuhyun menyatakan bahwa ia tak akan pernah mau menyentuh seujung kukupun kepada Sungmin.
Sungmin membaringkan badannya dengan membelakangi Kyuhyun perlahan. Tak lama bahunya bergetar hebat karena isakan yang ia tahan sedari tadi.
Kyuhyun yang sudah memejamkan matanya sedari tadi. Langsung terbangun dan menengok kearah Sungmin dengan bahu yang masih bergetar.
"hentikan tangisanmu Min!" bentak Kyuhyun sambil mendudukkan tubuhnya serta menatap Sungmin tajam.
Mendengar bentakan tersebut. Sungmin langsung tersentak dan membalikkan badannya menghadap Kyuhyun.
Bisa di lihat mata Sungmin yang merah dan bengkak. Terdapat jejak air mata yang membasahi pipinya itu.
"maafkan aku, aku tak bermaksud mengganggumu" ucap Sungmin menyesal. Ia terus menunduk karena tak berani menatap mata Kyuhyun yang menyiratkan penuh dengan amarah.
"seharusnya kau tahu harus bersikap seperti apa. Berhentilah berharap apapun untuk pernikahan ini. Jangan terus mempersulit keadaan dengan sikapmu. Dan berhentilah membelas kasihan dengan menangis di depanku! Karena aku tak segan untuk melakukan kasar kepadamu!"
"maaf" hanya itu yang dapat Sungmin gumamkan saat ini.
"berjanjilah bersikap baik. Jangan memelas cinta kepadaku! Walau sekarang kita sudah berstatus suami-istri, bersikaplah biasa saja. Tidak usah seperti seorang pelacur meminta untuk disetubuhi oleh ku! Karena aku tak akan pernah melakakannya denganmu! Kau mengerti?"
Sakit. Sangat sakit. Hati Sungmin sangat sakit. Ia tak menyangka Kyuhyun menyamakannya dengan seorang pelacur.
Sungguh ia sudah tak mengenal sosok laki-laki di depannya itu. dulu yang ia tahu Kyuhyun adalah laki-laki yang baik hati, pintar, dan ramah.
Tapi sekarang dia tak bisa menemukan sosok tersebut. Walau ia tak pernah bertegur sapa satu sama lain. Tetapi ia tahu seperti apa Kyuhyun sebenarnya.
"ne" jawab Sungmin singkat.
Kyuhyun kembali merebahkan badannya. Dan memunggungi Sungmin kembali.
"apa seperti ini Kyuhyun yang aku cintai?" batin Sungmin lirih.
Direbahkan tubuhnya membelakangi Kyuhyun. Ia sudah tak bisa memejamkan matanya. kata-kata yang terlontar dari Kyuhyun terus terngiang-ngiang di kepalanya.
Ia ingin menangis. Tapi ia takut Kyuhyun akan bertambah benci dan marah padanya. Sungmin yakin Kyuhyun membenci dirinya.
,
,
,
- KYUMIN -
,
,
,
Di pagi hari setelah tiga hari mereka menikah dan kejadian malam itu. Kini Sungmin sedang menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun.
Saat sedang menata makanannya di meja makan. Kyuhyun datang lengkap dengan pakaian kantornya dan tas jinjingnya.
Duduk dikursi tepat di ujung meja makan. Dan mulai menyesap kopi yang telah Sungmin buat untuknya.
"ku dengar kau akan membuka butik" ucap Kyuhyun setelah menaruh cangkir di sebelah piring waflenya.
"ya, baru rencana saja. Aku belum menemukan tempat yang pas" jawab Sungmin sambil menuangkan saus stroberi di wafle Kyuhyun.
"oh" jawab Kyuhyun singkat.
Setelah itu tak ada percakapan apapun diantara mereka. Kyuhyun sibuk menghabiskan sarapannya. Dan Sungmin ia hanya duduk diam. Menunggu Kyuhyun selesai sarapan.
"aku berangkat. Jaga Hyunjin dengan baik" ucap Kyuhyun sambil beranjak dari duduknya. Dan melangkah pergi meninggalkan Sungmin yang hanya bisa menatap nanar kepergiannya.
"hahh, semangat kau pasti bisa. Sungmin" gumam Sungmin untuk dirinya sendiri. Lalu ia bersekan semua peralatan makan yang Kyuhyun gunakan tadi.
Setelah selesai membereskan rumah. Sungmin bergegas masuk ke dalam kamar Hyunjinnya di lantai dua.
Saat masuk kedalam. Putra gembilnya sudah duduk di dalam keranjang sambil membelakangi pintu kamar tersebut.
"ternyata putra eomma sudah bangun" ucap Sungmin sambil berjalan kearah keranjang bayi tersebut.
Hyunjin langsung menengok kearah datangnya Sungmin, saat bayi itu mendengar suara Sungmin. ia tak lupa memberi senyuman cerianya sambil menepuk-nepuk pahanya girang.
"Hyunnie tadi sedang memandangi apa? Boleh eomma tahu?" tanya Sungmin sesaat setelah ia sampai di depan keranjang tersebut sambil menuruni pagar penghalang ranjang tersebut.
Seakan mengerti dengan pertanyaan Sungmin. Hyunjin langsung menunjuk-nunjuk objek di luar sana. (posisi keranjang bayinya di pojok dekat jendela kamar Hyunjin)
Sungmin langsung mengikuti arah tunjuk bayi mungilnya itu. ia langsung tersenyum saat ia menemukan objek yang ditunjuk Hyunjin.
"oh Hyunie ingin es krim?"
"na..nana...nanaa" ucap Hyunjin sambil menepuk kembali kedua pahanya girang.
"nanti ya sayang. Eomma harus meminta izin dulu kepada appa" tolak Sungmin halus.
Ia masih ingat. Kemarin Hyunjin juga meminta es krim kepadanya, dan Sungmin pikir bayi sebesar Hyunjin tak masalah memakan eskrim, lagi pula hanya sedikit.
Ia juga sudah menanyakan hal itu kepada ibu mertuanya. Dan Nyonya Cho mengizinkannya.
Tapi tidak dengan Kyuhyun. Saat Kyuhyun tahu Sungmin membelikan eskrim untuk Hyunjin. Laki-laki itu langsung marah besar kepadanya. Dan mengatai ia tak benar mengurus dan merawat Hyunjin.
Sungmin tak mau kejadian itu terjadi lagi.
Bayi gembil itu hanya menatap Sungmin dengan pandangan memelas.
"lebih baik sekarang putra tampan eomma mandi, setelah itu Hyunnie makan" ajak Sungmin. ia langsung menggendong Hyunjin dari keranjang bayi. Dan membawa bayi gembil itu ke kamar mandi yang berada di kamar Hyunjin
Setelah selesai mandi dan memakaikan pakaian untuk Hyunjin. Sungmin langsung menggendong Hyunjin dan membawanya ke ruang makan.
"cha Hyunnie tunggu sini ya. Eomma mau siapkan makanan yang lezat untuk putra eomma yang pintar" ucap Sungmin sambil menaruh Hyunjin di kursi makan khusus bayi.
Tak beberapa lama bubur bayi untuk Hyunjin telah siap. Sungmin langsung menaruh mangkuk tersebut diatas meja bayi di depan Hyunjin.
Bayi gembil itu dengan gembira langsung memakannya dengan cara ia sendiri. Sungmin pernah menyuapi Hyunjin tapi tangan mungil itu selalu berusaha menggapai mangkuk dan sendok bayi.
Ia juga diberitahu oleh sang mertua kalau Hyunjin sudah terbiasa makan dengan mandiri, tak perlu disuapi lagi. Jika masih disuapi bayi tersebut akan marah dan mogok makan.
"aigoo pelan-pelan sayang, eomma tak akan mengambil buburmu" kekeh Sungmin gemas melihat Hyunjin makan dengan lahap.
Bayi gembil itu hanya menanggapinya dengan tertawa sambil tangan mungilnya yang kotor sedang mengaduk-aduk bubur tersebut.
Kalau ditanya di mana sendok bayi itu? bayi gembil itu sudah melemparnya ke bawah lantai ruang makan.
Sungmin terus memperhatikan putranya itu makan dengan lahap, sampai suara handphone Sungmin berdering tertanda ada yang menghubunginya.
Setelah melihat ID Phone yang menghubunginya. Sungmin langsung menggeser lingkaran hijau.
"ne Wookie-a?"
"Sungmin kau ada di rumah kan? Aku dan Hyukkie ingin berkunjung kesana. Eomma menyuruhku untuk mengantarkan sesuatu kepadamu"
"oh datanglah wookie-a aku sangat senang kalian datang kesini"
"baguslah. Aku sedang menunggu Hyukkie untuk menjemputku. Kau harus menunggu kami ya"
"tentu saja aku dan Hyunjin akan menyambut kedatangan kalian dengan gembira"
"oh aku jadi sangat merindukkan keponakan ku itu. aku sungguh tak sabar kesana. Hyukkie lama sekali"
"hahaha.. Hyunjin pasti juga merindukkan imonya yang cerewet"
"sialan kau Sungmin. baiklah aku tutup ya. Sampai bertemu nanti. Sampaikan salam ku untuk bayi gembil itu"
"hahaha ne. Kalian hati-hati nee" tutup Sungmin dengan kekehannya.
Mengingat hal tersebut ia jadi merindukkan suasana dulu sebelum ia menikah. Ia bisa merasakan kebahagian saat berkumpul dengan kedua sahabatnya tersebut.
'hahh tak boleh berpikir kau menyesal Sungmin. kau sudah bahagia saat ini. Kehidupan seperti ini yang ingin sedari dulu' gumam Sungmin dengan menggelengkan kepalanya, mengusir semua pikiran-pikirannya tadi.
Sambil menaruh kembali handphonenya di atas meja makan di belakangnya. Mata Sungmin tak sengaja melihat mangkuk putra tampannya itu sudah kosong.
"oh makananmu sudah habis, sayang. Cepat sekali, Hyunnie lapar atau suka dengan masakan eomma, emm?" Sungmin mengelap tangan dan wajah Hyunjin yang kotor dengan tissue basah khusus bayi, serta melepas kain yang berada di dada Hyunjin agar baju bayi gembil tersebut tak ikut kotor.
"cha waktunya sekarang minum airnya" setelah memberikan botol minum transparan yang berisi air putih untuk Hyujin. Sungmin segera bergegas membereskan mangkuk kosong tersebut, dan membawanya ke dapur untuk dicuci.
Beberapa menit Sungmin kembali lagi ke ruang makan. Menggendong Hyunjin dan melangkahkan kakinya ke ruang tv yanng berada di samping ruang makan.
Sungmin dan bayi gembil itu duduk di kursi goyang yang berada di ruang tv tersebut.
"aigoo Hyunnie bertambah berat saja, eomma jadi lelah menggendong mu sayang" sambil membenarkan posisi duduk Hyunjin yang berada dipangkuannya.
Seakan mengerti dengan ucapan eommanya. Hyunjin langsung mengerucutkan bibirnya menandakan ia sedang merajuk.
"hahaha maafkan eomma Hyunnie-a. Jangan merajuk lagi ne?" ucap Sungmin sambil memeluk Hyunjin sayang.
*TING *TONG
"oh Hyunnie sayang sepertinya ada tamu. Ayo kita lihat siapa yang datang" Sungmin langsung beranjak dari duduknya serta mengendong Hyunjin menuju pintu utama rumah mewah bergaya scandinavian itu.
*CKLEK*
"Sungmin!""Sungmin!" teriak dua sahabat itu heboh.
"ya tuhan kalian bikin aku terkejut saja" ucap Sungmin sambil mengelus dadanya.
"hehehe mian Sungmin manis. Jangan marah dong"
"bagaimana aku tak marah kalian keterlaluan"
"ah sudahlah. Bisakah kita masuk? Diluar sangat dingin" ucap Wookie tiba-tiba.
"baiklah baiklah. Ayo masuk" ajak Sungmin kepada ke dua sahabatnya itu.
"tunggu Sungmin. boleh aku menggendong Hyunjin?" ucap Wookie sesaat melihat Sungmin membalikkan badannya.
"tentu saja boleh" Sungmin langsung memberikan Hyunjin kepada Wookie. Dan langsung disambut gembira oleh Wookie.
"aigoo keponakan imo semakin berat saja"
"Wookie hati-hati jangan bicara seperti itu. ia sekarang suka merajuk jika dikatai berat"
"sama seperti kau, Sungmin. mudah sekali merajuk" sindir Hyukkie.
"enak saja kau Hyukkie. Sudah ah ayo masuk" dan di ikuti oleh kedua sahabatnya itu.
Sesampainya mereka di ruang tv. Mereka langsung larut dalam percakapan diatantara mereka bertiga.
Sangking asyiknya mengobrol. Tak terasa hari sudah semakin malam. Hyunjin yang ikut dalam perkumpulan sempat tertidur dan sekarang ia sudah terbangun kembali. Dan sudah menyelesaikan makan malamnya.
"kenapa jam segini oppa belum pulang, Sungmin?" tanya Wookie sambil menengok kearah jam dinding ruang tv.
"biasanya sebentar lagi pulang kok" Sungmin berjalan menuju ruang tv sambil menggendong Hyunjin, setelah selesai menunggu Hyunjin menghabiskan makanannya.
"suamimu itu sangat aneh Sungmin. kalian tak melakukan bulan madu dan langsung bekerja sampai malam pula"
"yak Hyukkie jaga ucapanmu. Gitu-gitu dia juga oppaku" tegur Wookie kesal.
Sedangkan Sungmin hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan Hyukie tadi. Ia tak tahu harus menjawab apa. Karena sejujurnya yang diucapkan Hyukkie ada benarnya juga.
Saat mereka menikah. Mereka langsung tinggal dirumah ini. Dan besoknya Kyuhyun langsung berangkat kerja. Awalnya Sungmin menanyakan kenapa Kyuhyun langsung bekerja. Laki-laki itu dengan santainya bilang bahwa ia tak betah di rumah dan pekerjaannya sudah menumpuk karena pernikahannya.
Secara tak langsung Kyuhyun telah menyalahkannya. Semua ini adalah kesalahannya. Sungmin juga tahu alasan Kyuhyun tak betah dirumah karena keberadaannya di rumah ini.
,
,
,
Pukul sebelas malam. Hyukkie dan Wookie sudah pulang sejak sejam yang lalu. Hyunjin juga sudah tidur di kamarnya. Sekarang Sungmin sedang menunggu kepulangan Kyuhyun di ruang tv.
Ia hanya duduk di kursi goyang dan tak berniat menyalakan tv di depannya. Ia hanya termenung memikirkan sesuatu yang terus mengganjal di hati dan pikirannya.
"kau belum tidur" ucap Kyuhyun menyadarkan lamunan Sungmin sedari tadi.
"aku menunggumu pulang, oppa" ia langsung beranjang dari kursi goyang, dan berdiri disamping Kyuhyun.
"apa Hyunjin sudah tidur?" tanya Kyuhyun lagi tanpa menjawab ucapan Sungmin.
"sudah oppa, oh ya apa kau ingin mandi dulu atau langsung makan. Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu"
"aku mau mandi dulu" Kyuhyun langsung melangkah kakinya masuk ke kamar ia dan Sungmin di lantai dua.
Sungmin menghela napasnya ketika lagi-lagi perlakuan Kyuhyun kepadanya yang tak berubah. Ia memilih untuk berjalan ke dapur dan menyiapkan makan malam untuk Kyuhyun seorang.
Saat Sungmin sedang menata meja makan, turunlah Kyuhyun setelah selesai membersihkan tubuhnya. Ia berjalan kearah ruang makan dan duduk di kursi yang biasa ia duduki.
Kyuhyun memulai makannya tanpa memperdulikan keberadaan Sungmin di sampingnya.
"oh ya, apa tadi Wookie kesini?" tanya Kyuhyun sambil tangannya mengambil tumis daging dengan sumpitnya.
"iya oppa. Wookie membawa titipan dari eommonim" Sungmin berjalan ke lemari penyimpanan di dekat kulkas, dan mengambil papper bag di dalamnya.
"ini oppa" diserahkan papper bag tadi kepada Kyuhyun. Kyuhyun langsung menerimanya dan mulai melihat isi dalamnya.
"oh ini mainan untuk Hyunjin" ia tutup lagi papper bag tersebut dan menaruhnya di kursi sebelahnya.
"emm oppa.. tadi Hyunjin meminta aku belikan es krim lagi" diduduki bokongnya dikursi samping kanan Kyuhyun. Di seberang kursi yang terdapat papper bag tadi.
"tapi aku tak membelikkannya" lanjut Sungmin cepat sebelum Kyuhyun bertanya.
"bagus" jawab Kyuhyun singkat.
"tapi oppa, saat aku melarangnya, Hyunjin merajuk padaku. Apa tidak sebaiknya dibelikkan saja supaya Hyunjin tak marah lagi"
"tak perlu mengajariku. Aku ini ayahnya aku tahu mana yang baik untuk Hyunjin" ujar Kyuhyun dingin.
"tapi oppa, bayi seusia Hyunjin tak masalah memakan es krim"
*TAK*
Bunyi sumpit yang beradu dengan kaca meja makan. Kyuhyun menatap Sungmin tajam. Membuat Sungmin langsung menundukkan kepalanya.
"tau apa kau tentang Hyunjin, hah! Kau bukan siapa-siapa Hyunjin! Kau tak berhak ikut campur dengan urusan Hyunjin! Karena kau hanya ibu sementaranya disini! Kau harus ingat itu!" Kyuhyun langsung beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar meninggalkan Sungmin yang masih kaget dengan bentakkan Kyuhyun secara tiba-tiba.
*BRAK*
Sungmin kembali terkejut dengan suara bantingan pintu kamarnya dengan Kyuhyuh. Ia hanya bisa menunduk dan meremas tangannya. Tak lama air matanya kembali jatuh di kedua pipinya.
"hiks.. hiks.. kenapa aku selalu salah dimatanya.. hiks.. hiks" gumam Sungmin di selasela menangisnya.
Setelah merasa sudah mereda. Sungmin langsung membereskan semua piring, mangkuk dan gelas yang berada di meja makan. Tak lama pekerjaan Sungmin telah selesai.
Ia berjalan menaiki tangga dan berdiri di depan pintu kaca kamar mereka. ia ragu untuk meraih gagang pintu tersebut.
'hah.. kau bisa Sungmin' batin Sungmin.
*CKLEK*
Ia buka pintu kaca tersebut dan masuk kedalam kamar. Di lihat Kyuhyun sudah berbaring di kasur dengan membelakangi pintu. Sungmin yakin Kyuhyun sudah tidur.
Ia segera berjalan ke kasurnya lalu mendudukkan bokongnya secara perlahan di pinggir kasur yang tidak di tempati Kyuhyun.
Sungmin menengok kebelakang, melihat Kyuhyun yang masih setia dengan posisi membelakanginya. Sungmin kembali menghadap kedepan.
Lagi-lagi Sungmin hanya menghela napas. Entah mengapa belakangan ini dadanya sering sesak, butuh asupan oksigen yang sangat banyak.
Ia kembali bergelayut dengan pikiran-pikirannya yang belakangan ini terus berputar di kepalanya.
"Jinra, kau di mana?" Sungmin kembali menengok kebelang begitu mendengar rancauan Kyuhyun barusan. Ia kaget tiba-tiba Kyuhyun merancau dan menyebutkan seseorang yang membuatnya sakit hati. Rancauan itu terdengar sangat lirih.
Jadi selama ini Kyuhyun masih mengharapkan kakaknya kembali dan tak memperdulikkan keberadaanya? Ia jadi teringat dengan bentakkan Kyuhyun tadi. Ia di sini hanya sebagai istri sementara dan sewaktu-waktu akan diusir dari rumah ini, jika kakaknya telah kembali.
Air mata yang berada kepelupuk perlahan turun kebawah. lagi-lagi ia tak bisa menahan tangisannya itu. tangannya cepat-cepat mendekap mulutnya. Agar isakannya tak terdengar oleh Kyuhyun. Ia tak mau Kyuhyun bertambah marah kepadanya.
,
,
,
- KYUMIN -
,
,
,
Sudah seminggu sejak kejadian itu. walau Kyuhyun tak lagi merancau menyebut istrinya yang dulu. Tapi hubungan Kyuhyun dan Sungmin masih sama seperti sebelum-sebelumnya. Kyuhyun masih suka memarahi Sungmin apabila melihat kelakuan Sungmin yang menurutnya salah di matanya.
Seperti siang ini. Kyuhyun marah saat melihat Sungmin menjatuhkan mainan Hyunjin di tumpukan berkas-berkas di atas meja ruang tv, membuat keadaan meja itu sangat berantakkan.
Sungmin langsung cepat-cepat membereskan semuanya. Namun kesialannya semakin berpihak kepadanya. Sikunya tak sengaja menyenggol cangkir kopi Kyuhyun dan menumpahkan kopi tersebut di atas lembaran-lembaran kertas milik Kyuhyun.
"yak apa kau tak punya mata, hah! Kau tahu ini berkas penting dan sekarang kau menumpahkannya?"
"ma-maafkan aku oppa, aku tak sengaja" sesal Sungmin.
"tak sengaja kau bilang? Bereskan ini semua aku tak mau tahu. Dan satu lagi jangan tambah kekacauan lagi. Karena aku sudah tak sabar lagi dengan mu" pergi entah kemana meninggalkan Sungmin yang masih menunduk.
Sungmin langsung membereskan semua kekacauan yang ia perbuat dengan penuh hati-hati. Ia tak mau membuat Kyuhyun bertambah marah padanya.
Sudah cukup hari ini Kyuhyun marah padanya, dan Sungmin berharap Kyuhyun tak akan marah nantinya.
Setelah semuanya rapih kembali seperti semula. Sungmin berniat untuk mengganti lembaran-lembaran tadi dengan yang baru, dengan cara ia mengetik ulang. Dengan laptop Kyuhyun yang masih menyala.
"mau apa kau?" Sungmin terkejut mendengar suara Kyuhyun tiba-tiba dari arah belakang sofa tv.
Sungmin mengarahkan kepalanya ke belakang melihat keberadaan Kyuhyun yang berdiri di belakannya sambil menatap Sungmin tajam.
"ak-aku hanya ingin mengganti berkas yang aku kotori tadi" jawab Sungmin terbata-bata.
"tak perlu" ucap Kyuhyun singkat
"ta-tapi-"
"aku bilang tak perlu ya takperlu. Lebih baik kau buatkan aku kopi lagi" Kyuhyun berjalan kearah Sungmin. dan duduk tepat di samping wanita yang masih memandangnya itu.
"cepat sana tunggu apa lagi" tegur Kyuhyun menyadarkan lamunan Sungmin.
Sungmin langsung beranjak dari duduknya dan berjalan kearah dapur. Meracik kopi untuk Kyuhyun.
Tanpa Sungmin sadari. Ada sepasang mata yang terus memperhatikkan gerak geriknya di dapur.
Kyuhyun terus memandangi punggung Sungmin. sebenarnya Kyuhyun tak begitu membenci Sungmin. selama ini Kyuhyun bersikap kasar dan sering memarahi Sungmin juga tak sungguh-sungguh.
Keberadaan wanita itu sangat membantunya mengurus rumah dan Hyunjin. Selama ini ia selalu kerepotan mengerus semuanya belum lagi urusan pekerjaannya yang selalu menyita waktunya sangat lama. kyuhyun juga sudah mulai terbuka dengan keberadaan Sungmin di rumah ini.
Ia kadang kasihan melihat Sungmin menangis di belakangnya. Ia sebenarnya tahu wanita itu sering menangis. Ia juga tahu wanita itu sering melamun saat ia sedang sendirian. Tapi Kyuhyun pura-pura tak mengetahuinya. Karena ia tak mau Sungmin salah paham dengan tindakannya.
Semua ini dilakukan Kyuhyun karena Kyuhyun tak mau Sungmin terlalu berharap padanya. Jika suatu saat istrinya kembali, pasti ia akan kembali kepada istrinya. Dan pasti akan sulit bagi Sungmin untuk melepaskannya.
Lebih baik ia membuat Sungmin membencinya mulai sekarang daripada memberikan harapan palsu yang akan menyakiti hati Sungmin.
,
,
,
Keesokkan harinya. Di hari minggu pagi yang cerah ini. Terlihat seorang wanita yang sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk dirinya, suaminya dan putra kecilnya.
Di tengah-tengah memasaknya. Sungmin mendengar suara tangisan Hyunjin dari dalam kamar putranya di lantai dua.
Ia segera kesana, sebelumnya ia kecilkan api pada kompor tersebut agar makanannya tak gosong.
*CKLEK*
Dibukanya pintu kaca tersebut. Pandangannya langsung mengarah ke keranjang bayi, dan melihat Hyunjin menangis meraung sambil berdiri menghadapnya.
"aigoo anak eomma kenapa menangis sayang?" Sungmin menggendong Hyunjin dan menepuk-nepuk pantat Hyunjin pelan guna menenangkan bayi kecilnya.
Dihapusnya air mata di pipi tembam Hyunjin. Sungmin melihat kearah keranjang Hyunjin memastikan tidak ada sesuatu yang menganggu tidur putranya. Sungmin juga tak lupa melihat drypers Hyunjin takut-takut sudah penuh dan membuat bayi gembilnya tak nyaman.
Tapi nihil semua ketakutannya tak terjadi.
"apa Hyunnie lapar?" tanya Sungmin kepada bayi gembilnya. Seakan mengerti dengan pertanyaan Sungmin. Hyunjin langsung mengemut ibu jarinya kanannya dan kepalanya disandarkan di dada Sungmin.
Sungmin hanya tersenyum gemas saat melihat jawaban Hyunjin. "baiklah, kajja kita ke bawah eomma sudah menyiapkan bubur kesukaanmu" di langkahkan kakinya keluar kamar Hyunjin lalu berjalan menuruni tangga dan mendudukkan Hyunjin di kursi makan khusus bayi dekat meja makan.
"tunggu sebentar, nde" Sungmin mengarahkan lagi kakinya ke dapur melihat sup ayamnya yang sudah mendidih diatas kompor, serta membuka tutup panci yang berisi bubur Hyunjin juga sudah matang. Sebelumnya Sungmin memasangkan celemek khusus bayi di leher Hyunjin.
"pa..papa..paa" Sungmin langsung menengok kebelakang kearah tangga dan melihat keberadaan Kyuhyun yang sedang menuruni tangga dan berjalan ke arah ruang makan.
"oh oppa, duduklah dulu supnya sudah matang" bukannya menjawab Kyuhyun langsung duduk di kursi tempat biasanya. Tepat didepan meja makan milik Hyunjin.
"hai anak appa sudah bangun?" dicubitnya pipi tembam itu gemas. Sedangkan pemiliknya hanya berjingkrak senang menerima perlakuan dari sang ayah.
Sungmin hanya tersenyum bahagia melihat keakraban anak dan ayah tersebut. Melihatnya saja sudah membuat Sungmin bahagia apalagi ikut serta di dalamnya, pasti ia bertambah bahagia.
Mata Kyuhyun tak sengaja menangkap keberadaan Sungmin yang melihat kearahnya. Ia pun menengok kearah Sungmin. sadar ia diperhatikan Sungmin tersadar lamunannya dan cepat-cepat mengambil mangkuk dan menuangkan sup kedalamnya. Sungguh Sungmin sangat malu ketangkap basah sedang melamun memperhatikan Kyuhyun.
Sangking gugupnya ia tak fokus membawa mangkuk sup itu sampai-sampai ia tak memperhatikan jalannya. Kakinya tak sengaja menyandung kabel yang menjuntai di dekat meja makan. Akibatnya ia hampir terjatuh dan mangkuk yang berda ditangannya benar-benar terjatuh kelantai bersama isinya.
*PRANG*
Kyuhyun langsung bangun dari duduknya dan menengok kearah asal bunyi pecahan beling tersebut. Matanya langsung melebar saat melihat keadaan Sungmin yang membungkuk serta pecahan mangkuk dan isi sup yang berserkan dimana-mana.
"ya tuhan Lee Sungmin apa yang kau lakukan hah!"
"ma-maafkan aku oppa aku tak sengaja, sungguh" pinta Sungmin memohon kepada Kyuhyun. air matanya sudah menggenang dipelupuknya siap untuk jatuh.
"aish kau selalu saja ceroboh, bisakah sehari saja tak seperti ini?!"
"a-aku berjanji oppa, aku tak akan mengulanginya lagi" janji Sungmin sungguh-sungguh.
"aku butuh pembuktian darimu. Sudahlah cepat siapkan lagi untukku" Kyuhyun kembali duduk dikursinya, lalu mengusap wajahnya menghilangkan kesal yang disebabkan oleh wanita itu. sungguh pagi yang buruk menurut Kyuhyun.
Sungmin bergegas menyiapkan kembali sup tadi dan membawanya hati-hati. Ditaruhnya sup tadi di atas meja bersama dengan lauk-lauk yang sudah ia siapkan sebelum Kyuhyun turun. Kemudian Sungmin menuangkan sup tadi ke mangkuk lebih kecil untuk Kyuhyun, lalu ia taruh disamping mangkuk Kyuhyun yang berisi nasi putih.
Tanpa berkata apapun Kyuhyun memulai sarapannya. Sungmin yang sudah terbiasa dengan sikap Kyuhyun hanya bisa diam.
Ia lebih memilih kembali kedapur untuk mengambil mangkuk berisi bubur untuk putranya yang sudah ia siapkan sebelum kejadian tadi berlangsung.
"cha, sekarang waktunya putra eomma makan" ia menaruh mangkuk milik Hyunjin tepat didepan sang putra.
Melihat makanan telah datang. Senyuman cerianya langsung mengembang, tak lupa kedua tangannya memukul-mukul meja makannya itu. Sungmin kembali tersenyum ketika melihat putranya tersenyum senang seperti itu.
Sungmin berniat menyuapi Hyunjin, tapi tangan mungil milik Hyunjin lebih dulu mengenggam sendok bayi itu dan mengarahkannya kemulut mungilnya.
"kau sudah mendapatkan lokasi butikmu?" Sungmin mengalihkan pandangannya menghadap Kyuhyun.
"belum, tapi Hyukkie sudah menawariku pertokaan dekat sini"
"lalu kenapa kau tak mengambilnya?"
"emm, sebenarnya aku sudah tak begitu tertarik untuk membuka butik lagi. Aku sekarang merasa lebih senang di rumah mengurus seta menjaga Hyunjin dan menunggu kau pulang kantor" pandangannya kembali mengarah ke Hyunjin yang sedang sibuk mengahabiskan bubur miliknya
"senang? Tapi kan sayang ilmu yang kau pelajari di London terbuang begitu saja. Lagipula kita tak akan mungkin bersama selamanya. Kau harus mempunyai pekerjaan untuk kehidupanmu nanti" perih. Hatinya kembali perih mendengar perkataan Kyuhyun untuk Sungmin.
"ne aku akan mempertimbangkannya lagi"
"jangan menjadikan Hyunjin sebagai alasamu. Kau mengerti?" Kyuhyun bergegas beranjak dari duduknya sesaat sarapannya sudah habis. Ia langsung meninggalkan meja makan saat ia mendengar jawaban dari Sungmin.
"ne aku mengerti" ucap Sungmin singkat.
,
,
,
- KYUMIN -
,
,
,
Sungmin menepati janjinya kepada Kyuhyun. kini ia sudah memiliki butik sendiri sejak empat bulan yang lalu. Berkat kedua sahabatnya dengan sukarela membatu mendirikan butiknya yang diberi nama 'B&F' kepanjangan dari 'Bunny and Foxes'.
Walau baru berjalan sekitar empat bulan. Banyak dari designer yang mendukung butiknya. Terbukti banyak dari mereka yang ikut serta mendesign model pakaian yang di jual di butik terebut.
Butik yang Sungmin dirikan menjual berbagai model pakaian baik wanita atau pria. Model butik yang sederhana dengan dominasi warna putih, pink dan coklat dan dihias sedemikian rupa dengan ornamen lampu gantung, daun-daun pelastik warna-warni menghiasi sebagian dinding dan juga langit-langit butik, dan papan kapur yang bertuliskan macam-macam kata-kata atau harga pakaian yang dijual.
Butik ini tidak terluas dan terdapat tiga lantai. Dua lantai untuk area penjualan dan lantai atas khusus untuk area kerja dan penyimpanan bahan-bahan.
Semenjak itulah kesibukan Sungmin bertambah duakali lipat. Selain harus mengurus keluargannya. Ia juga harus mengurus butiknya, menggambar design pakaian yang akan diproduksi, kadang ia juga mencari bahan yang cocok untuk pakaian di butiknya.
Terkadang sangking padatnya pesanan dan pengunjung yang datang ke butiknya. Ia dan timnya harus pulang sampai larut malam. Dan mengabaikan kewajibannya mengurus Hyunjin dan suaminya.
Setiap hari Hyunjin dititipkan ke rumah orang tuanya atau rumah mertuanya. Dan mengambilnya saat Sungmin pulang dari butik.
seperti saat ini. Sungmin masih berada di kantornya menyeleesaikan gambarnya yang akan dipresentasikan besok bersama gambar-gambar lain yang sudah Sungmin selesaikan sebelumnya. dan ini yang terakhir.
Ia terus bergelut dengan notebook, pesil, penghapus dan juga kertas sketsanya. Mata lelahnya menatap ke arah jam analog yang tergantung di dinding ruang kerjanya. Sudah jam sebelas malam. Oh tidak ini sudah sangat malam. Buru-buru ia menyelesaikannya.
Sungmin mendesah lega. Akhirnya ia bisa menyelesaikannya tepat pukul sebelas tigapuluh menit.
Perempuan itu beranjak bangun, berniat untuk membersekan semua kertas di mejanya. Setelah itu ia bergegas keluar meninggalkan butik dan kerumah mertuannya untuk mengambil Hyunjin.
Namun saat ia berdiri, persendian kakinya terasa lemas. Sungmin mungkin saja sudah terjatuh jika tidak berpegangan pada sisi meja.
"ya Tuhan.. kumohon, aku harus kuat" lirihnya seraya memaksakan dirinya berjalan pelan dengan sedikit terhuyung. Ia berpegangan pada dinding agar dirinya tak terjatuh.
Setelah susah payah ia berjalan keluar dan mengendarai mobilnya dalam keadaan kepalanya berdenyut sakit. Akhirnya Sungmin telah sampai di rumah sang mertua, lalu ia menekan bel rumah itu. tak lama nyonya Cho keluar saat mengetahui sang menatu telah tiba di sini.
"ya tuhan Sungminnie mukamu pucat sekali, kau baik-baik saja?" nyonya Cho menyentuh pundak Sungmin. ia terlihat khawatir melihat keadaan Sungmin seperti ini.
"aku tak apa eommonim. Bisakah aku mengambil Hyunjin sekarang, aku takut Kyuhyun oppa marah kepadaku karena pulang larut malam"
"Masuklah dulu, eommonim mengambil Hyunjin dulu di kamarnya"
"tidak usah eommonim biar aku di sini saja"
"hahh baiklah. Tunggu sebentar ya" Sungmin hanya menganggukkan kepalanya. Di sandarkan tubuhnya di dinding marmer samping pintu utama itu. jujur ia masih sedikit berdenyut dikepalanya namun ia berusa menahannya.
Tak lama nyonya Cho kembali lagi dengan Hyunjin yang sudah tertidur pulas. Sungmin langsung mengendong Hyunjin dengan hati-hati agar bayinya tak terbangun, nyonya Cho tak lupa menyerahkan tas yang berisi peralatan Hyunjin.
"terimakasih eommonim, kami pamit dulu" Sungmin berbalik meninggalkan pekarangan mansion keluarga Cho, lalu masuk kedalam mobil dan segera menjalankannya dengan kecepatan sedang.
"aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu, Sungminnie" gumam nyonya Cho masih setia memperhatikan mobil Sungmin keluar pekarangan mansionnya. Wanita paruh baya itu langsung berbalik masuk kedalam ketika mobil putih milik Sungmin tak terlihat lagi.
,
,
,
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit. Sungmin telah sampai di rumah mereka.
Gelap dan sepi itulah suasana saat Sungmin masuk kedalam rumah tersebut. Saat ia sedang menganti sepatunya dengan slipper berwarna putih, kepalanya kembali berdenyut sakit. Tubuhnya hampir saja terjatuh kalau saja ia tak cepat-cepat berpegangan dengan dinding di sampingnya. Dengan terus menjaga keseimbangannya sambil menggendong Hyunjin yang sedang tertidur, akhirnya ia bisa meniduri Hyunjin di keranjang kamarnya.
Dengan sisa kemampuannya Sungmin berjalan keluar kamar Hyunjin dan masuk kedalam kamarnya tepat di depan kamar Hyunjin.
*CKLEK*
"bagus ya setiap hari pulang malam, tidak pernah mengurus suaminya dan rumah! Hyunjin dibiarkan dititipi di rumah eomma!" Sungmin terkejut dengan suara dingin Kyuhyun yang tiba-tiba menyambut kehadirannya.
"o-oppa a-aku-" Sungmin makin mengeratkan genggamannya pada gagang pintu kamar tersebut. Kepala yang masih berdenyut sakit kini bertambah sakit. Rasanya seperti ada beban yang menimpa kepalanya.
"aku apa?! Kau ingin memberikan pembelaan apa lagi kali ini, hah!" hardik Kyuhyun keras. Mata tajamnya terus mngarah kearah Sungmin berdiri saat ini.
Melihat tak ada reaksi apapun yang ditunjukkan oleh Sungmin. Kyuhyun memilih untuk berbalik bersiap untuk tidur.
*BRUK*
Kyuhyun segera berbalik keearah asal suara. Matanya langsung membeasar saat melihat tubuh Sungmin sudah jatuh tertidur di depan pintu kamar mereka yang terbuka.
"ya Lee Sungmin!" Kyuhyun mengangkat kepala Sungmin dan menaruhnya di atas pahanya, ia tepuk pelan pipi Sungmin. terus memanggil nama wanita itu khawatir.
Kyuhyun akhirnya menggendong Sungmin lalu menaruhnya di atas ranjang saat menyadari bahwa wanita itu tak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
"oppa bisakah kau bersikap baik padaku?"
"aku tak meminta cinta padamu hiks hiks.."
"aku melakukan ini karena aku tak ingin mempersulitmu!..."
"eomma aku merindukkan appa"
"appa aku mau meminta hadiah dari appa"
"aku ingin mempunyai adik appa"
.
.
.
.
.
Anyeong saya kembali lagii...
Gimana gimana? Chapter 3 nya seru ga?
Atau tambah ngebosenin?
Terlalu panjang yaa? Terlalu bertele-tele lagi yaa?
Maaf yaaa maaf banget kalau feelnya ga dapet dan tambah jelek...
Aku sangat-sangat membutuhkan kritik dan saran membangun, jadi mohonn bantuannya yaaa...
Eheh.. udah ada yang liat MV URI BUNNY MING yang baru belumm?
Sumpah itu bagusss banggeett + suara uri ming merdu dan indah banggeetttt...
Yang belum nonton ayookk ramikan,, buat uri Ming kembali seperti duluuu.. SEMANGAT !
watch?v=3dArPpIz0rs
TERIMAKASIHHH YA YANG SUDAH MAMPIR DI FF SAYA, YANG SUDAH BACA TAMBAH LOVE DARI SAYAA, DAN YANG SUDAH NGEREVIEW JUGA TAMBAH LOVELOVELOVE DARI SAYAAA...
Ayaya : wah ide bagus tuh, makasih ya atas masukkannya, jujur aku enggak kepikiran buat ceritain alasan kenapa Kyuhyun nikah dan gimana Sungmin suka sama Kyuhyun.. nanti aku pertimbangin lagi yaa mau di taruh di mana ceritanya... ya pasti makasih bangettt udah kasih ide buat aku.. maksih juga udah nyempetin baca dan ngeriview, jangan lupa chap ini juga di review yaa heheheh...
Frostbee : hehehe maaf ya bikin bingung sama nama anaknya Kyuhyun. yang bener adalah Hyunjin. Waktu itu aku salah nulis dan seingetku adalah namanya Jihyun. Adaa beberapa udah aku ganti tapi mungkin kehilafan dan keteledoran pas periksa ulang jadi ada beberapa yang masih ketinggalan, maaf ya sekali lagi. Kenapa milih rate M, karena aku pikir ini jalan ceritanya berbau rumah tanggaa dan suami-istri jadi aku berpikir ini bersifat dewasa hehehhehe,, btw makasih banget udah baca dan ngeriview cerita ini,, tolong review chap ini lagi .. makasihhh... ^^
dann yang lainnyaa..
makasih juga ya yang udah review lainnya...
nanalee44, kyuminkyukyu, minami Kz, danactebh, chjiechjie, cici fu, snmayy88, ugielf137, Guest, LoveableNiel, lee kyurah, lee hye byung, Hamano Hiruka, superjuniorLiHe, Guest, Ayaya, Frostbee, dan Jj.. ^^
tolong review chap 3 ini yaaa,, pleaseeeee T_T
RCL
,
,
,
,
,
,
Keep Support and Love Kyumin
And I'm JOYers...
