"Nghhh... Akhirnya sampai juga" Baekhyun keluar dari mobil untuk merenggangkan ototnya dan pantatnya yang kaku karena kebanyakan diam didalam mobil
"Rumahmu yang itu Lu" Kris bertanya pada Luhan yang sedang memainkan handphonennya
"Iya" Luhan mengangguk dan semuanya terpana karena tidak menyangka Luhan yang kelihatan seperti gadis biasa namun memiliki rumah yang megah
"Kenapa kau tidak bergaya disekolah Lu?" Chanyeol lebih baik bertanya daripada menebak yang tidak - tidak
"Yang pertama itu karena ini semua adalah milik orang tuaku, yang kedua aku mau seseorang memandangku sebagai Luhan saja bukan sebagai putri dari orang kaya dan yang ketiga aku tidak mau semua mendekatiku hanya karena aku kaya dan terakhir aku mau mencari calon suami yang benar - benar mencintaiku bukan hartaku" Luhan menjabarkan kenapa alasan dirinya terlihat polos
"Tapi tidak perlu sampai segitunya Lu" Chanyeol masih tidak percaya dengan Luhan
"Ayo masuk, dan lagian untuk siapa aku terlihat cantik. Untuk siswa laki - laki hidung belang atau guru yang hidung belang?" Luhan menyindir Chanyeol balik
"Iya benar juga, aku minta maaf" Chanyeol malu karena perkataan Luhan ada benarnya dan sebenarnya Luhan sudah terlihat cantik dengan tampil polos
CLECK
"Selamat datang nona" seorang pelayan bernama Hyomin menyapa ramah anak majikannya
"Ya, tolong bantu angkat semua barang mereka" Luhan masuk kedalam dan diikuti yang lainnya sedangkan Hyomin sibuk mengangkat semua barang mereka yang tidak terlalu banyak kecuali satu tas yang berat kali
"Kalian disini dulu, aku mau panggil Eommaku dulu" Luhan naik kelantai dua untuk memanggil eommanya yang sedang sibuk dikamar
CLECK
"Eomma" Luhan mendekati sang eomma yang sedang sibuk merajut
"Hai nak, dengan siapa kau datang?" Eomma Luhan terkejut dengan kedatangan putrinya karena jarang sekali putrinya mau bermain kerumah tersebut semenjak mereka memiliki apartement kecil yang dekat dengan sekolah
"Aku bersama Baekhyun dan teman - teman lainnya" Luhan membantu eommanya untuk berdiri karena sebagai anak yang baik selalu membantu orang tuanya dalam hal sekecil apapun
"Wah, ada tiga pangeran tampan kerumah Eomma" Eomma Luhan terkejut ketika turun dan menemukan ketiga pangerannya ada dirumahnya
"Eomma" ketiga pria tersebut kompak menyapa Eomma Luhan yang sudah mereka anggap eomma sendiri
"Eomma~" Baekhyun memeluk Eomma Luhan dengan manja serta suara manjanya
"Kami ingin berlibur disini bolehkan Eomma?" Chanyeol bertanya pada Eomma Luhan
"Tentu saja boleh nak, kalian mau berlibur berapa lama?" Eomma Luhan senang karena rumahnya akan semakin ramai
"Cuma dua hari saja Eomma" Chanyeol menunjukkan jarinya dua karena mereka memang cuma memiliki waktu luang dua hari
"Baiklah, kalian istirahat saja dulu. Nanti malam kita baru jalan - jalan disekitar" Eomma Luhan menyuruh semuanya untuk istirahat karena mereka pasti kelelahan selama perjalanan tadi
"Baik Eomma" mereka semua mengikuti arahan Hyomin karena dirinya sudah membersihkan kamar tamu sebanyak dua unit kamar
"Tuan, ini kamar kalian" Hyomin pamit undur diri setelah menunjukkan letak kamar tamunya
"Aku mau dikamar ini sendirian" Sehun masuk kedalam kamar dan menutup pintu secara langsung membuat kedua hyungnya kesal
"Dasar maknae setan, ayo masuk hyung" Chanyeol kesal pada dongsaengnya yang kurang ajar terkadang dan terkadang bagaikan malaikat
"Iya" Kris kesal juga namun rasa sayang mereka berdua lebih besar daripada rasa kesal pada maknae mereka yang tampan plus imutr itu
"Sebaiknya kita istirahat saja" Chanyeol langsung naik keatas tempat tidur dan memulai tidurnya sedangkan Kris mengikuti Chanyeol untuk memasuki alam mimpi
..
..
..
TOK TOK TOK
"Chanyeol ayo bangun, kita mau jalan - jalan" Baekhyun mengetuk pintu kamar Chnayeol dan tak berapa lama pintu terbuka dan menampilkan Chanyeol yang memakai kemeja putih dan celana hitam ketat dan itu membuatnya semakin terlihat tampan
"Ayo, aku sudah siap" Chanyeol dan Kris sudah bersiap - siap dari sebelumnya sehingga membuat Baekhyun terkejut karena yang dia sangka akan lama bangun justru sudah siap - siap
"Ah... Kalau begitu kalian bangunkan Sehun dulu dan aku mau siap - siap" Baekhyun sudah mandi namun masih memakai baju rumah sehingga kelihatan belum mandi
CLECK
"Aku sudah siap" Sehun keluar dari kamar sebelah dengan memakai kemeja putih dan celana hitam ketat. Kris, Chanyeol, dan Sehun kompak memakai kemeja putih dan celana hitam ketat sehingga membuat mereka semakin tampan dan gelar tiga pangeran sangat cocok untuk mereka
"Baiklah, tunggu aku sebentar" Baekhyun pamit dan dengan secepat kilat rapi - rapi karena malu dengan pria tampan yang sudah siap - siap sebelumnya
"Ayo kita turun saja kebawah" Chanyeol mengusulkan untuk turun dan menunggu diruang tamu daripada dikamar sekalian berkeliling disekitar rumah Luhan yang sangat megah
Setelah turun dari tangga, Chanyeol kembali terpana dengan lukisan - lukisan yang terpajang dirumah Luhan yang sangat indah.
"Wah... Pasti harganya mahal" Chanyeol berbicara sendiri sambil mengamati lukisan tersebut
"Tidak, harganya tidak mahal" seseorang menjawab rasa penasaran Chanyeol
"Eomma" Chanyeol membalikkan badan dan terkejut karena Eomma Luhan yang menjawab rasa penasarannya tadi
"Lukisan itu adalah karya Luhan" Eomma Luhan menjelaskan bahwa karya lukisan tersebut adalah hasil karya anaknya sehingga dirinya mengatakannya tidak mahal
"Benarkah?" Chanyeol tidak menyangka jika Luhan bisa membuat karya secantik itu
"Benar, Luhan adalah orang yang berbakat" Eomma Luhan mengenang dimana Luhan mampu menyelesaikan sepuluh lukisan dalam waktu tiga jam dan hasil lukisannya dijual secara langsung
"Aku juga salut dengan Luhan, dia terlihat seperti wanita polos namun dia adalah anak kolengmerat juga" Chanyeol paling tidak percaya hingga sekarang adalah keramahan Luhan dengan harta yang dimilikinya
"Dia memang begitu, karena menurutnya semua harta itu hanya milik kedua orang tuanya dan tidak bisa dibawa hingga mati" Eomma Luhan memang masih tidak percaya putrinya mampu hidup dari kata mewah
"Dia cocok untuk menjadi contoh bagi anak orang kolengmerat"
"Tetapi Luhan memiliki banyak sisi negatif, jadilah diri sendiri dan itu akan lebih baik daripada meniru orang lain"
"Ayo Eomma dan yang lainnya" Luhan sudah siap - siap dan semua terpana dengan kecantikannya yang bagai bidadari padahal tidak memakai make up
"Ayo" Eomma Luhan mengikuti anaknya dan diikuti yang lainnya sedangkan Sehun mengumpat karena kenapa cewek secantik Luhan bisa judes kali
..
..
..
"Ini indah sekali" Chanyeol tidak menyangka jika di daerah ganggam terdapat sebuah rumah biasa namun terdapat kolam renang, kolam ikan, dan pepohon sejuk yang membuat kita semakin nyaman untuk melihatnya
"Iya, ini juga milik kami" Eomma Luhan merawat rumah kecil tersebut dengan sangat telaten
"Banyak sekali rumah Eomma" Kris tidak habis pikir kenapa rumah ini dibangun dengan desain lebih simple daripada rumah utama yang tadi
"Ini karena permintaan Luhan, biasanya kami makan malam disini dan itu akan sangat indah"
Semuanya mengerti jika Luhan lebih suka hidup sewajarnya tidak seperti banyakan putri kolongmerat yang ingin selalu terlihat elegan dan mewah
"Ayo duduk disana" semuanya duduk dikursi taman panjang dan menikmati udara sejuk ditambah kolam ikan yang penuh dengan ikan warna - warni yang akan menghiasi hari - harimu menjadi lebih tenang
"Kita pesan makan malam dulu Eomma" Baekhyun dan Luhan pamit untuk memesan makan malam direstorant tepat disamping rumahnya
"Baiklah" Eomma Luhan ditemani ketiga pria tampan yang masih terpana dengan rumahnya tersebut
"Apakah kalian berteman baik dengan Luhan dan Baekhyun?"
"Kami sangat akrab Eomma" Chanyeol memang akrab sedangkan Kris hanya ikutan akrab namun Sehun sangat tidak suka dengan Luhan
"Sehun, Eomma minta maaf atas perkataan Luhan yang sebelumnya" Eomma Luhan meminta maaf atas perkataan putrinya yang sangat tidak sopan
"Saya sudah memaafkannya" Sehun tersenyum lembut karena dirinya tidak tega marah pada Eomma Luhan yang sangat baik sedangkan Luhan sangat judes
"Luhan sebenarnya anak yang baik, namun dia suka memilih kawan karena selama ini banyak juga yang membullynya apalagi wanita yang tidak suka karena orang yang mereka sukai malah akrab dengan Luhan"
"Benarkah?" Sehun terkejut karena tidak pernah ada dibenaknya bahwa Luhan pernah dibully dan yang selama ini dipikirkannya adalah Luhan yang selalu membully orang lain
"Iya nak" Eomma Luhan terbawa suasana karena masa lalu anaknya yang buram
"MAKANAN DATANG" Baekhyun berteriak dari jauh sehingga semuanya bisa mendengar dan mungkin para tetangga sangat terganggu dengan suara Baekhyun yang memekakkan telinga
"Ayo makan" Eomma Luhan membuka tikar untuk makan bersama diatas tikar tersebut
"Biasanya kami suka makan diatas tikar" Luhan memberitahu karena dirinya bisa membaca raut wajah ketiga pria tersebut yang terkejut
"Baiklah" Kris mencoba untuk hidup seperti Luhan, mencoba tidak ada salahnya
Mereka semua sudah duduk dan makanan sudah tersaji didepan mereka sedangkan Sehun banyakan diam karena dirinya cukup terkejut dengan kesederhanaan Luhan.
"Wah, makanannya sangat enak" Chanyeol si happy virus sangat menyukai masakan yang enak walaupun harganya sangat murah
"Iya" Sehun dan Kris menimpali perkataan Chanyeol yang benar
Selesai makan mereka kembali kerumah utama karena Luhan kedinginan sedangkan yang lainnya tidak kenapa - kenapa.
"Kau istirahat saja nak" Eomma Luhan membawa Luhan masuk kedalam kamar untuk beristirahat sedangkan yang lainnya berkumpul diruang tamu
"Bagaimana, menyengkan bukan jalan - jalan kemari" Baekhyun bertanya pada ketiga pangeran sekolah tersebut karena dirinya juga jatuh cinta pada pandnagan pertama pada kenidahan rumah Luhan
"Iya" mereka semua kompak menjawab karena memang sangat menyenangkan
"Kalian istirahat juga, aku mau kekamar" Baekhyun menyuruh yang lain untuk masuk kedalam kamar karena jujur saja badannya masih sangat pegal sehingga butuh istirahat
"Ayo" Sehun mengajak kedua hyungnya, terkadang Kris heran yang sebenarnya Leader itu dirinya atau Sehun
"Kalian jangan mesum dikamar" Sehun memperingatkan kedua hyungnya yang paling utama Chanyeol karena dia sangat mesum dan suka menonton video porno
"Enak saja" Kris tidak terima karena dirinya tidak semesum Chanyeol dan si maknae
"Mana tahu Kris hyung jadi korbannya Chanyeol hyung" Sehun ketawa saja mendengar nada marah Kris
"Tidak mungkin, yang iya dia akan menjadi korbanku" Kris tidak terima jika dirinya yang akan dimasuki Chanyeol
"Tidak, kau akan menjadi slaveku Kris" Chanyeol tidak mau menajdi slave karena posisinya harus sebagai master dan top
"Kalian main saja tetapi jangan ribut" Sehun masuk kedalam kamar tanpa mau mempedulikan Kris dan Chanyeol yang sibuk saling mengejek
"Sudah, ayo masuk" Kris mencoba menghilangkan pikiran kotornya karena bisa - bisa Chanyeol menjadi korbannya yang pertama sedangkan mereka semua adalah staight cuma sering meremas penis satu sama lain
Chanyeol mendekat kearah Kris dan meremas selangkangan Kris dengan kuat sedangkan Kris kesakitan dan menendang bokong Chanyeol denga kuat.
"Dasar setan kau" Kris mendekat kearah Chanyeol dan meremas kasar penis Chanyeol ayng masih tertidur
"Kau juga" Chanyeol tidak terima dan membalas perbuatan Kris hingga mereka kecapekan sendiri dan tertidur dalam keadaan saling memeluk satu sama lain. Terkadang mereka kompak terkadang mereka jahil dan sebagainya, itulah persahabatan yang indah dan saling memahami
~TBC~
