applemacaroon

07 Epilog :Your Pale Skin Under the Stars

"He's not perfect. You aren't either, and the two of you will never be perfect. But if he can make you laugh at least once, causes you to think twice, and if he admits to being human and making mistakes, hold onto him and give him the most you can.

He isn't going to quote poetry, he's not thinking about you every moment, but he will give you a part of him that he knows you could break. Don't hurt him, don't change him, and don't expect for more than he can give. Don't analyze.

Smile when he makes you happy, yell when he makes you mad, and miss him when he's not there. Love hard when there is love to be had. Because perfect guys don't exist, but there's always one guy that is perfect for you."
Bob Marley


"Get your ass on my bed, babe."

Baekhyun merangkak dengan perlahan keatas kasur, memamerkan tubuhnya kepada laki-laki yang memandang intens kearahnya. Napasnya memberat, tersengal-sengal akan gairah yang ingin dipuaskan.

Lagu All The Time milik Jeremih membuat suasana remang didalam kamar hotel tersebut sesak akan keinginan untuk saling menyentuh. Baekhyun mengerang saat Chanyeol menggerakkan ujung jarinya diseluruh tubuhnya, berniat menggoda. Chanyeol menjelajahi tubuhnya dengan ujung jari yang basah karena liur, bergerak perlahan dari leher, menuju nipplenya yang menengang, lalu menggoda paha bagian dalam Baekhyun, menolak untuk menyentuh lebih dalam.

"Bend your knees, Baekhyun. Let daddy see your sexy ass," Chanyeol menggeram dalam suara rendah, menyisakan Baekhyun yang menuruti keinginan Chanyeol untuk menekuk lututnya, membiarkan Chanyeol melihat lubang pantatnya yang memerah.

"N-nnh! Daddy! Please touch me, please make me wet, daddy!" Baekhyun mendorong pantatnya kearah Chanyeol, meminta laki-laki yang lebih dominan untuk menyentuhnya. Gejolak panas dalam diri Chanyeol seakan sudah tidak tertahankan.

"How do you want me to touch you, baby? Tunjukkan pada daddy." Chanyeol merangkak naik keatas tubuh Baekhyun yang masih dalam keadaan menungging, membiarkan dadanya menyentuh punggung Baekhyun yang basah akan keringat.

"Damn Baekhyun, Aku ingin kau mengeluarkan semua umpatanmu saat aku menyentuhmu," Chanyeol menggerakkan tubuhnya maju dan mundur, menggoda Baekhyun tanpa memasukkan kejantanannya yang tegang kedalam hole Baekhyun.

Chanyeol menyentuh ujung kejantanan Baekhyun yang basah karena precum, lalu menggodanya dengan menggerakkan satu jari dari ujung kejantanan itu hingga ke bagian belakang pantatnya lalu kembali secara terus menerus, membiarkan jejak precum Baekhyun membasahi holenya sendiri.

Baekhyun menggeliat, mengeluarkan desahan pendek-pendek, dan menggerakkan tubuhnya berbeda arah dengan tubuh Chanyeol, berusaha mendapatkan kenikmatan lebih banyak lagi.

"Nnn- Ah! Fuck yes daddy! Fuck yes!" Baekhyun merengek, menginginkan Chanyeol untuk berbuat lebih kepadanya. Chanyeol bergerak lebih cepat saat Baekhyun merengek kepadanya untuk menggerakkan pinggulnya lebih keras.

Chanyeol membalik badan Baekhyun dengan cepat, lalu mengalungkan kedua tangan Baekhyun pada lehernya, menggendong Baekhyun dan membiarkan tubuh mereka bersentuhan.

Chanyeol membawa Baekhyun kearah balkon, membuat udara dingin membelai kulit mereka yang berkeringat, dan Chanyeol tidak menyia-nyiakan satu detikpun tanpa menciumi tubuh Baekhyun didalam rengkuhannya.

"Daddy, not here, everyone will see us." Baekhyun menyembunyikan kepalanya pada ceruk leher Chanyeol. Chanyeol mengeluarkan geraman panas, lalu menusuk-nusuk hole Baekhyun dengan jari telunjuknya.

"Mm-hh!" Baekhyun mendongakkan kepalanya, bergerak dengan tiba-tiba, membuat penisnya bergesekan dengan tubuh Chanyeol. Menimbulkan kejutan nikmat yang membuat punggungnya melengkung.

"Lihat siapa yang tidak ingin melakukannya disini," Chanyeol mengeluarkan smirknya, dijilatinya leher Baekhyun saat bottomnya sibuk menikmati gerakan jari-jari Chanyeol pada holenya yang semakin cepat.

Baekhyun terus mendesah hingga Chanyeol merasakan sesuatu berkedut diantara tubuh mereka. Chanyeol tersenyum, menghentikan pergerakan jari-jarinya pada tubuh Baekhyun, mendapat lenguhan protes dari yang lebih kecil.

"Daddy please! Do something! Baby need to cum!" Baekhyun merengek, menggesekkan tubuhnya pada tubuh Chanyeol, menyulut api gairah dan sesuatu diantara pahanya yang sudah menegak dengan sangat gagah.

Chanyeol menurunkan Baekhyun dari gendongannya, lalu mendorong Baekhyun pada batas pagar Balkon, mengukungnya dengan badannya yang tegap.

"Beg for it, babe. Beg to me if you want to cum."

Baekhyun mendekatkan tubuhnya pada Chanyeol, lalu menyentuh kejantanannya yang berkedut, menggerakkannya keatas dan kebawah dengan cepat. Sementara tangan lainnya menahan tubuhnya pada dada Chanyeol.

"C-chanyeol! Please!"

Chanyeol mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun, lalu menjilat, menghisap, dan menggigit bibir cherry yang menggoda itu, membuat Baekhyun kembali menyibukkan diri dalam desahannya.

Wajah Baekhyun yang berkeringat, mulutnya yang terbuka, dan bibirnya yang sudah membengkak benar-benar membuat libido Chanyeol berada di ambang batas.

"Daddy spank me! Fuck me hard! Flip me over and ride my ass!"

Chanyeol tidak menunggu lebih lama lagi untuk membalikkan badan Baekhyun dan mengangkat salah satu kakinya keatas pagar pembatas, membuat angin dingin menyapa hole Baekhyun yang panas.

Tangan kiri Chanyeol menahan dada Baekhyun sementara tangan kanannya masuk kedalam hole Baekhyun dan melebarkannya seperti gunting, jari-jarinya mendesak dengan cepat hingga Baekhyun sudah tidak perduli lagi dengan volume desahannya.

Kedua tubuh telanjang mereka sama-sama membutuhkan pelepasan yang hebat.

"Mmh! Yes daddy! Go faster, do me harder daddy! Umm-hh yes! Fuck yes! Oh! Shit.. yeol!" Baekhyun mengeluarkan seluruh umpatannya, tidak tahan dengan pergerakan jari Chanyeol didalam holenya.

Lebih keras pergerakan jari Chanyeol, maka desahan Baekhyun akan semakin mengeras.

"Kau sangat tidak sopan, baby, kau telah memanggil namaku dua kali, Daddy have to teach you a lesson," Chanyeol menarik tubuh Baekhyun, lalu membuatnya menungging diatas lantai yang dingin.

"Fuck fuck fuck, more daddy! Baekhyun wants daddy's big dick!" Bukannya merintih karena sakit, Baekhyun justru merintih karena spank dari Daddynya benar-benar menyulut gairahnya, membuatnya ingin pingsan karena kenikmatan yang terus datang.

Chanyeol mempersiapkan kejantanannya tepat didepan hole Baekhyun, menggeseknya lalu memasukkan ujungnya, dan dengan cepat mengeluarkannya kembali.

Baekhyun sudah tidak tahan lagi.

Baekhyun membalikkan tubuhnya dan mendorong tubuh Chanyeol agar berbaring. Ia duduk diatas kejantanan Chanyeol, lalu menggesekkan keduanya dengan cepat, membuat geraman berat Chanyeol terdengar ditelinganya.

"Chanyeol, Can I ride you now?"

END


anggep aja ini special episode karena aku yang sangat late update.

SOOO SORRY if ini nggak hot karena i'm not good at writing something like this tho.

Menurut kalian, lebih baik aku nulis FF baru atau bikin sequel FF ini? hehehe

thanks for supporting this fic!

and have a happy monday [XOXO]