CLECK
"Bagaimana, siapa yang menang?" Sehun masuk kedalam kamar hyungnya dan bertanya mengenai yang semalam
"Tidak ada yang menang" Kris menjawab santai sambil bangun dari ranjang dan mendekati Sehun
"Lalu? AKH... Hyung" Sehun ingin bertanya lebih lanjut namun Kris sudah mendorong tubuhnya hingga terlentang diatas tempat tidur dan kesempatan ini digunakan Kris dan Chanyeol untuk mengerjai maknae mereka yang mesumnya keterlewatan
"Chanyeol.. Ayo kerjain maknae kita" Kris menggelitik semua badan Sehun dan tiba didaerah selangkangan Sehun Kris hanya meremasnya dengan sedikit ekstra tenaga
"ARGH... SAKIT HYUNG... ARGH..." Sehun tidak menyangka jika dirinya yang akan menjadi korban keusilan hyungnya
"Masih berani membully hyung lagi?" Kris semakin iseng dengan meremas penis sang maknae
"Tidak hyung.. ARGH..." Sehun menjawab dengan susah payah kemudian Kris melepaskan tangannya dari selangkangan Sehun dan turun dari ranjang karena takut Sehun meremas kembali penis mereka
"Awas kalian" Sehun mengelus penisnya yang kesakitan dari luar celana
"Ayo mandi" Chanyeol mengajak Kris untuk mandi sedangkan Sehun yang sudah mandi hanya menunggu hyungnya sambil mengusap sayang penisnya yang kesakitan
..
..
..
"Ayo sarapan" Baekhyun keluar dari kamar dengan semangat sedangkan yang lain sudah bosan menunggu Baekhyun yang sangat lama melakukan ritual mandi dan ritual kecantikannya
"Kau yang kelamaan" Luhan menggerutu karena sepupunya yang kelamaan
"Maaf" Baekhyun menjawab sekedar dan duduk disamping Chanyeol
"Hari ini kalian mau kembali ke Seoul?" Eomma Luhan bertanya sambi memakan sarapannya
"Iya Eomma" Luhan menjawab karena jujur saja dirinya masih ingin di Ganggam karena dirinya akan sulit berpisah dari rumah kecillnya yang menyejukkan hati siapa saja
"Baiklah, Eomma akan siapkan makanan yang untuk kalian makan selama diperjalanan" Eomma Luhan mengambil cemilan yang bisa dimakan anak - anaknya untuk diperjalanan
"Lu, kau tidak marah kan karena kami bermain kerumahmu" Kris bertanya karena takut Luhan tidak menyukai kehadiran mereka
"Tidak, aku tidak marah" Luhan ingin sekali meneriaki kalau dia tidak menyukai Sehun namun percuma karena semuanya terbius dalam ketampanan pria tersebut termasuk eommanya sendiri
"Kita memiliki tugas project tentang makalah, sehingga satu kelompok terdiri dari satu pria dan satu wanita. Ayo tentukan kelompok kita"
"Aku dengan Baekhyun" Chanyeol merasa nyaman dengan Baekhyun sehingga memilih orang tersebut sebagai partnernya
"Aku dengan Kyungsoo" Kris memilih Kyungsoo karena dirinya hanya akrab dengan Kyungsoo
"Aku..." Sehun ragu untuk menjawab dengan Luhan karena bisa dipastikan bahwa Luhan tidak akan suka dengannya
"Kau denganku saja" Luhan mengucapkannya dengan spontan karena memang dikelas mereka sudah banyakan pas dan berpasangan untuk kelompok ini
"Baiklah" Sehun menurut saja
"Tema kali ini adalah tentang persahabatan" Kris memberitahu tema tentang tugas kali ini terdengar sangat gampang namun sulit untuk dilakukan
"Baik" semua kompak menjawab dan kemudian Eomma Luhan datang sambil membawa sebungkus kantungan besar yang sangat padat
"Ini untuk kalian" Eomma Luhan memberikan kantungan tersebut pada Sehun sedangkan Sehun menerimanya dengan sopan sambil tersenyum ramah
"Kita berangkat sekarang? Takutnya nanti macet" Kris bertanya kemudian yang lain mengangguk setuju karena Seoul dan Ganggam adalah kota yang sangat macet
"Kami permisi Eomma" satu persatu pamit pada Eomma Luhan dan kemudian masuk kedalam mobil sambil membawa kantungan dari Eomma Luhan
"Bye" Eomma Luhan dan anak - anaknya saling melambai hingga mobil tersebut hilang dari pandangannya
..
..
..
"Ini untuk kalian saja" setelah sampai di apartement kecil Luhan memberikan sisa makanan yang ada diplastik kepada Kris cs karena dirinya sudah bosan memakan makanan ringan buatan eommanya
"Baiklah, terima kasih Lu" Chanyeol menerimanya dengan senang hati karena memang dirinya sangat kuat makan
"Kami duluan ya" Luhan dan Baekhyun pamit duluan dan turun dari mobil
Selama diperjalanan Chanyeol menghabiskan waktu dengan makan sedangkan Sehun lebih banyak memainkan ponselnya.
"Luhan baik sekali jadi orang" Chanyeol tidak menyangka bahwa Luhan akan memberikan makanan tersebut pada mereka
"Memang dia baik" Kris mengetahui Luhan baik namun dirinya biasa saja dan tidak memberi respon lebih
"Sehun, coba kalau dia jadi kekasihmu" Chanyeol mengandaikan bahwa Sehun memiliki istri seperti Luhan
"Kepalamu hyung, bisa - bisa penisku dipotongnya karena kami akan selalu bertengkar" Sehun kesal karena otak Chanyeol terkadang yang tidak - tidak
"Tapi sebelum dia memotong penis besarmu maka dia akan mencobanya sebentar.. ARGH..." Chanyeol berbicara sambil makan dengan santai sehingga tidak memperhatikan tangan nakal Sehun menjalar kepahanya dan meremas kuat selangkangannya
"Makanya otak jangan mesum, kau coba berikan penismu ini pada Baekhyun" Sehun kesal karena otak hyungnya selalu yadong sehingga dirinya ikutan yadong sama seperti kedua hyungnya
"Sehun.. Lepas dulu dek,,, sakit.. ARGH..." Chanyeol betul - betul kesakitan dan kesusahan bernafas karena remasan Sehun pada penisnya sungguh keras
Sehun melepaskan remasannya dan Chanyeol menghirup udara dengan rakusnya "Hahh... Hahhh..."
"Baru segitu sudah sakit, tadi aku dikerjai sama kalian berdua saja tidak ada begitu" Sehun melihat Chanyeol hyung sangat lebay sedangkan dirinya disiksa sama kedua hyungnya tidak ada lebay begitu
"Tolong dibedakan ya maknae kurang ajar. Kami meremas penismu tapi tidak sesakit yang kau berikan pada kami" Chanyeol kesal karena lagi – lagi Sehun membanggakan dirinya padahal remasan hyungnya yang tidak terlalu kuat meremas penis maknae mereka\
"Terserah" Sehun tidak bisa mengelak karena memang benar bahwa remasannya adalah yang terkuat dibandingkan dengan remasan Chanyeol dan Kris hyung pada selangkangannya
"Sudah, ayo turun" Kris menyuruh semuanya untuk turun karena sudah sampai dirumah Sehun, biasanya rumah Sehun adalah rumah tempat mereka sering berkumpul dan bermain bahkan orang tua Sehun sudah mereka anggap seperti kedua orang tuanya sendiri
..
..
..
Pagi harinya sekolah SM tepat dikelas B13 sangat ribut karena Luhan dibully oleh kakak kelas yang iri melihat kedekatan Luhan dengan Sehunnya.
"Hei... dasar miskin, jangan suka dekat – dekat dengan Sehunku" Hyuna yang dikenal sebagai kakak kelas langsung memarahi Luhan yang baru saja memasuki kelas
"Urusanmu apa? Lagian kau kira aku mau dekat – dekat dengan Sehun?" Luhan geram kenapa semua hidupnya penuh dengan orang yang bernama Sehun
"Dasar murahan..." Hyuna berniat menjambak rambut Luhan namun sebuah suara menghentikan segala aktifitas dikelas tersebut
"STOP" Sehun marah karena terjadi keributan dikelasnya sedangkan Kris dan Chanyeol hanya mengikuti dari belakang
"Se.. Sehun" Hyuna tidak menyangka jika Sehun yang berteriak marah
"Kau ngapain kemari" Sehun muak karena lagi – lagi Hyuna selalu menggangu semua orang termasuk fansnya
"Aku hanya ingin memberikan pelajaran pada yeoja miskin ini Hun" Hyuna tanpa tahu malu sok akrab memanggil Sehun dengan sebutan Hun
"Siapa yeoja miskin yang kau bilang?" Sehun ingin memastikan kalau mata dan pendengarannya tidak salah
"Luhan si yeoja miskin" Hyuna mengatakannya sambil tersenyum karena menurutnya Sehun akan membela dirinya bukan si miskin
"Ok, lalu hubungannya denganmu jika dia miskin apa?" Sehun mengangguk – angukkan kepala namun bertanya hal yang paling utama sedangkan Hyuna tidak mampu menjawab dengan benar
"Itu.. Itu karena dia sok akrab denganmu" Hyuna menemukan jawaban yang sangat tidak berhubungan dengan kata miskin
"Banyak sekali kesalahanmu Nona, yang pertama Luhan bukan orang miskin dan yang kedua dia tidak sok akrab denganku karena kami memang akrab" Sehun menjabarkan kesalahan Hyuna yang sangat tidak masuk akal
"Tidak miskin darimana nya? Lihat penampilannya seperti gembel" Hyuna heran kenapa Sehun membela gadis miskin tersebut
"Semalam kami baru dari rumahnya di Ganggam yang merupakan kawasan orang kaya, rumahnya sangat besar lalu alasan dia terlihat biasa – biasa saja karena dirinya tidak ingin memamerkan harta kedua orang tuanya. Bukan seperti dirimu Nona yang selalu pamer, cantik bukan karena make up namun akan keluar dengan sendirinya" Sehun memberitahu segala kelebihan Luhan dan itu membuat beberapa orang terkejut karena baru mengetahui bahwa Luhan adalah orang kaya namun tidak terlalu membanggakan harta kedua orang tuanya
"Benarkah?" Hyuna tidak meyangka jika ceritanya seperti itu
"Ya, dan sekarang kau keluar dari kelas kami. KELUAR" pada saat teriakan Sehun maka Hyuna keluar dengan lari – lari karena takut Sehun bertambah emosi padanya sedangkan Luhan tersenyum setidaknya Sehun masih peduli padanya walaupun kata maaf belum didapatkannya dari teman sebangkunya yang tampan itu
"Kau tidak apa Lu" Sehun bertanya mengenai kondisi Luhan sedangkan Luhan memberikan senyumannya sehingga membuat Sehun terpana
"Aku baik - baik saja, terima kasih Hun" setidaknya Luhan harus mengucapkan terima kasih karena teman sebangkunya sudah peduli padanya
"Baiklah, ayo duduk" Sehun membawa Luhan duduk dibangku mereka sedangkan yang lainnya menatap masih tidak percaya bahwa Luhan adalah orang kaya dan yang kedua hubungan Luhan dan Sehun semakin akrab
"Lain kali jika dia berani menggangumu, kau lapor saja padaku" Sehun sangat geram dengan Hyuna karena selama ini banyak fansnya yang diganggu sama seperti Luhan
"Hm, baiklah" Luhan hanya mengiyakan saja namun dia masih tidak berani membuat orang lain bertengkar hebat karenanya
"Lu, kau bisa jujur padaku" Sehun ingin menanyakan masalah privasi sehingga meminta izin terlebih dahulu dengan caranya sendiri
"Apa?" Luhan melihat Sehun dengan heran karena rasanya mereka seperti teman lama yang jumpa kembali
"Apa selama ini kau sering dibully" Sehun bertanya karena tadi Luhan juga hampir dibully sama Hyuna
"Hm, aku sering dibully" Luhan mengatakannya dengan jujur sambil menutup matanya mengingat masa lalunya yang suram
"Kenapa kau sering dibully?" Sehun heran karena menurutnya Luhan adalah orang yang baik
"Itu karena menurut mereka Aku lebih cantik sehingga pacar mereka jatuh dalam pesonaku tetapi aku tidak pernah merebut kekasih mereka apalagi berpacaran" Luhan sangat mengingat masa lalunya yang dicap sebagai wanita murahan karena merebut kekasih orang lain
"Sudahlah, sekarang kau memiliki kami untuk melindungimu" Sehun merasa janggal mengatakannya karena dirinya sama Luhan juga tidak terlalu akrab
"Baiklah, karena kau sudah bertanya hal privasiku sekarang giliranku untuk bertanya hal privasimu" Luhan ingin mengetahui masa lalu Sehun yang juga suram
"Boleh" Sehun tidak bisa menolak pertanyaan Luhan karena dirinya juga sudah bertanya mengenai privasi orang lain
"Kenapa kau kemari lari ketika aku mengejekmu" Luhan bertanya melalui kata - kata lain karena dia tidak mau kehilangan teman seperti Sehun
"Itu karena dulu aku memiliki kekasih namun dia dibully sama teman - teman perempuannya karena cemburu kalau kekasihku bisa menjadi kekasih dari seorang Oh Sehun"
"Itu tindakan yang tidak bermoral" Luhan tidak menyangka jika hidup Sehun penuh dengan masalah seperti itu
"Hm, makanya aku tidak terlalu mau berteman dengan wanita karena takut mereka akan jatuh kedalam pesonaku dan ujung - ujungnya menyakiti orang yang dekat dengan kita" Sehun sangat sedih ketika meningat masa lalunya namun janji adalah janji
"Tetapi tidak semua orang seperti itu, cobalah untuk melihat kedepan. Banyak wanita yang tidak seperti itu contohnya aku, aku tidak pernah ingin berdekatan denganmu sedangkan Hyuna mengagungkanmu" Luhan memberikan penjelasan bahwa didunia ini tidak ada yang terlalu jahat dan tidak ada yang terlalu baik
"Pagi anak - anak" seorang guru wanita menghentikan pembicaraan mereka dan lanjut belajar hingga pelajaran selesai, Luhan dan Sehun merupakan salah satu murid teladan sehingga fokus mendengarkan apa yang dikatakan guru
~TBC~
