"Hun, boleh aku pinjam catatanmu. Aku ingin mencatat dari awal" Luhan meminjam catatan Sehun karena dirinya anak baru sehingga ada yang ketinggalan juga dalam materi

"Catatan apa?" Sehun bertanya karena banyak sekali catatan dan Luhan kurang menjelaskan secara lengkap

"Catatan kimia, ada yang ketinggalan" Luhan meminjam catatan pelajaran yang paling ditakutkannya, memang Luhan memang bukan murid yang bodoh namun pelajaran tersebut sangat menantang dirinya

"Ini" Sehun memberikannya setelah mencari buku tersebut didalam tasnya

Luha membuka buku tersebut dan terkejut karena tulisan Sehun sangat rapi untuk ukuran seorang cowok.

"Tulisanmu sangat rapi Hun" Luhan tanpa segan memuji kemampuan Sehun menulis dengan rapi

"Dari dulu orang tuaku memaksa untuk belajar dan belajar sehingga semuanya menjadi sangat perfect" Sehun sangat mengingat dimana ketika masa kecilnya lebih banyak dihabiskan dengan belajar dan belajar

"Setidaknya kau akan menjadi orang yang hebat" Luhan setuju dengan orang tua Sehun yang mendidik anaknya dengan tegas

"Benarkah?" Sehun tidak menyangka jika akan ada yang memujinya walaupun selama ini sudah banyak yang memujinya

"Hm, aku saja iri denganmu" Luhan mengatakannya dengan secara gamblang

"Iri kenapa?" Sehun heran karena Luhan juga murid yang pintar jadi hal apa yang diirikan dari dirinya

"Karena kau lebih pintar" itulah yang sangat Luhan irikan dari Sehun

"Baiklah, aku akan mengajarimu" Sehun mengusulkan ide tersebut agar Luhan tidak terlalu iri dengannya

"Benarkah?" Luhan terkejut karena perkataan Sehun bagaikan petir disiang bolong

"Hm" Sehun mengangguk dengan kerennya dan membuat Luhan berpikir jam berapa dia memiliki waktu

"Bagimana jika nanti sore dan sekalian kau makan malam diapartementku" Luhan mengucapkan terima kasih dengan cara memasakkan Sehun makan malam

"Baiklah" Sehun mengangguk setuju dan mencoba untuk akrab dengan Luhan seperti yang dikatakan Kris dan Chaneyol bahwa Luhan adalah orang yang baik

"Aku pulang dulu ya Hun. Bye" Luhan pamit pada Sehun sedangkan Sehun baru saja siap membereskan semua perlengkapannya dan keluar dari kelas setelah Luhan duluan keluar

"Kenapa lama sekali" Chanyeol meninju kepala Sehun pelan karena kesal dengan maknaenya yang sangat lambat hari ini ketika Sehun baru saja menghampiri mereka

"Jangan dipukul nanti bisa bodoh seperti Hyung" Sehun sangat tidak terima dipukul kepalanya walaupun sepelan apapun karena menurut ajaran kedua orang tuanya hal itu bisa membuatnya menjadi bodoh

"Apa kau bilang?" Chanyeol jelas terkejut karena baru Sehun orang pertama yang mengatakannya bodoh

"Sudah – sudah, kenapa lama Hun?" Kris melerai dan mengambil ahli untuk bertanya pada sang maknae mengenai keterlambatannya

"Tadi Luhan meminjam catatanku dan nanti sore aku akan ke apartementnya untuk belajar bersama" Sehun menjelaskannya dengan sangat baik kepada Kris karena hyungnya yang satu itu tidak pernah bermain kasar seperti Chanyeol si happy virus

"Cie sudah ada perkembangannya" Chanyeol menggoda Sehun sambil mencolek dagu sang maknae

"Kembang apanya? Hyung kira kue apa?" Sehun tidak habis pikir dengan pemikiran hyungnya yang disebut happy virus ini

"Bukan, perkembangan kalau Sehun sudah mulai bisa menerima Luhan" Chanyeol masih sambil senyum menggoda dan mencolek dagu adik kesayangannya

"Biasa saja" Sehun sadar karena dirinya dan Luhan sudah mulai menjadi akrab namun bukan seperti yang dikatakan hyungnya

"Sudah, ayo pulang" Kris senang karena pada akhirnya Sehun bisa menerima wanita dengan baik sebagai teman saja sudah syukur

"Ayo Hyung" Sehun masuk kedalam mobil sedangkan Chanyeol mengikuti Sehun masuk kedalam mobil

"Hyung didepan, aku lagi malas dengan Hyung" Sehun mengusir Chanyeol yang duduk disampingnya karena biasanya Chanyeol akan duduk disamping pengemudi dan bisa dipastikan bahwa Chanyeol akan bertanya dari A sampai Z

"Ish.. Dasar maknae lucifer" Chanyeol merengut namun tetap pindah dan duduk disamping Kris

"Kita makan diluar atau dirumah?" Kris bertanya karena biasanya mereka lebih sering makan bersama dan kedua orang tua mereka tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut karena mereka semua adalah sahabat

"Makan dirumah saja Hyung" Sehun lebih suka masakan rumah daripada yang direstorant karena bumbu penyedapnya lebih banyak yang direstorant

"Baiklah" Kris juga setuju karena masakan rumah lebih sehat dan membuat mereka tidak gampang gendut

..

..

..

Sore harinya Sehun datang ke apartement Luhan sendirian dengan membawa mobilnya yang sangat jarang dibawanya kemana - mana. Sehun tahu apartement Luhan karena tadi siang Luhan meneleponnya dan memberitahu alamatnya.

TING TONG - TING TONG

"Sebentar" Luhan berteriak dari dalam agar tamunya tidak membunyikan bel dengan berulang - ulang

CLECK

"Oh, Sehun. Silahkan masuk" Luhan terkejut karena yang datang adalah Sehun

"Hm" Sehun masuk kedalam apartement Luhan dan terpana karena apartementnya sangat rapi

"Siapa yang data... Eh Sehun?" Baekhyun yang niatnya ingin bertanya pada Luhan siapa yang datang namun ketika dirinya keluar dari kamar cukup terkejut karena menemukan Sehun yang datang sebagai tamu

"Hai Baek" Sehun menyapa ramah Baekhyun yang masih setia memasang wajah terkejutnya

"Kau mau minum apa Hun" Baekhyun bertanya karena tamunya adalah temannya sendiri

"Tidak usah Baek" Sehun segan meminta minum dan juga didalam tasnya udah ada minum yang dia bawa sendiri

"Oh, nanti kalau haus bilang saja" Baekhyun sangat tahu kalau Sehun adalah orang yang pemalu

"Hm, ayo kita mulai Lu" Sehun dan Luhan memulai belajarnya. Sehun menerangkan dengan baik dan jelas sedangkan Luhan mendengarkan dengan seksama namun perhatiannya justru jatuh kedalam pesona Sehun ketika menerangkan

"Sudah mengerti Lu?" Sehun bertanya setelah selesai menjelaskan sedangkan Luhan tidaka da respon dan bagaikan patung yang selalu tersenyum

"LU" Sehun menggoyangkan bahu Luhan dan barulah Luhan sadar dari lamunannya

"Eh? Kenapa Hun?" Luhan tersadar dari lamunannya dan membuat Sehun semakin curiga dengan teman barunya yang satu ini

"Aku sudah selesai menjelaskannya, apa kau mengerti?" Sehun bertanya dengan tenang

"Tidak semua" Luhan menggelengkan kepalanya karena malu ketahuan tidak fokus belajar

"Hah... Aku tahu aku tampan namun tolong fokus jika aku sedang mengajarmu" Sehun menghela nafas untuk mencoba sabar dengan teman barunya

"Hm, Baiklah" Luhan mengangguk malu karena dirinya sangat ketahuan sedang mengamati ketampanan orang yang didepannya

"Hun, aku boleh tanya padamu?" Luhan sangat heran dengan Sehun

"Apa?" Sehun menjawab permintaan Luhan sambil fokus pada buku pelajarannya

"Kau itu manusia atau dewa, kenapa tampan sekali" Luhan tanpa sadar memuji Sehun dengan blak - blakkan

"Hahaha... Tentu saja aku manusia" Sehun senang karena Luhan memujinya dan rasanya kalau Luhan memujinya itu membuat jantungnya berdetak lebih cepat

"Tapi kau sangat tampan" Luhan masih setia memandang wajah Sehun yang benar - benar tampan

"Kau juga cantik Lu" perkataan singkat Sehun membuat wajah Luhan merona dan merasa diirnya nge-fly karena ucapan Sehun

"Terima kasih" Luhan malu karena pujian tersebut

"Sudah, ayo belajar. Katanya tadi siang mau belajar" Sehun kembali ke mode tegas agar mereka belajar hari ini tidak sia - sia dan membuang waktu

"Baiklah" Luhan memantapkan hatinya untuk belajar dulu dan jangan memandang ketampanan Sehun saja

Mereka belajar selama satu jam karena Luhan kali ini fokus mendengarkan apa yang dijelaskan Sehun. Dan malam sudah tiba, Luhan menelepon delivery untuk mengantar makan malam mereka KFC.

"Kenapa pesan KFC banyak sekali" Baekhyun terkejut karena setelah deliverynya datang, makanan yang dibawa sang delivery sangat banyak dan melebihi makan mereka biasanya

"Tentu saja, kan ada Sehun" Luhan malas menjawab pertanyaan tidak bermutu milik Baekhyun

"Lalu?" Baekhyun masih belum mengerti dengan maksud sepupunya

"Dia kan pria Baekhyun, lalu makannya pasti banyak" Luhan kesal karena harus menjelaskannya secara detail atau memang si Baekhyun tidak peka jadi manusia

"Oh" Baekhyun mengerti dan memulai makannya diikuti Sehun dan Luhan

"Ini punyamu" Luhan memberikan paha ayam sebanyak tiga potong kepada Sehun dan jangan tanya darimana Luhan tahu Sehun suka makan paha karena Luhan bisa membaca dari raut wajah Sehun

"Banyak kali Lu" Sehun terkejut karena terlalu banyak makan tiga potong paha ayam

"Tidak apa, ini masih banyak lagi" Luhan memaksa Sehun untuk makan semuanya

Mereka makan dengan nikmat apalagi ditambah minum pepsi yang mereka beli sendiri. Sehun memakannya dengan lahap dan untuk pertama kalinya Sehun makan lebih banyak dari porsi biasanya. Mungkin karena dekat - dekat dengan Luhan jadi begitu.

"Hun, kau tambah saja kalau masih lapar" Luhan menyuruh Sehun untuk menambah nasi dan ayamnya jika masih lapar karena merek memasak nasi tadi sangat banyak dan cukup untuk makan bersama

"..." Sehun masih makan dan segan mengatakan ya sehingga Luhan dengan senang hati memberikan satu potong paha ayam yang tertinggal kedalam piring Sehun sedangkan Sehun hanya menganggukkan kepala tanda mengucapkan terima kasih karena mulutnya sedang penuh dengan makanan

Setelah selesai makan, Baekhyun membersihkan semuanya karena hari ini adalah jadwal dia untuk bersih - bersih.

"Ah... Aku tidak menyangka jika wanita seperti kalian banyak makan" Sehun yang sudah kenyang duduk disofa dan sangat tidak menyangka dengan kemampuan makan Luhan dan Baekhyun

"Walaupun aku makan banyak aku tidak akan gemuk tapi Baekhyun cepat gemuk" itulah alasan kenapa Luhan lebih banyak memberikan ayam kepada Sehun daripada Baekhyun yang sudah mulai gemuk

"Yang iya badanku akan susah turun, dan tidak akan sixpack lagi" Sehun yang mengeluh karena program dietnya hancur hari ini

"Sudahlah, sekali - kali tidak apa" Luhan tidak menyangka jika Sehun sedang diet untuk membentuk ototnya dan sixpacknya

"Minum ini Hun" Baekhyun datang dari dapur dan memberikan orange juice pada Sehun yang sedang duduk disofa

"Alamak, sudah kenyang Baek" Sehun sangat terkejut karena perutnya sudah sangat kenyang namun dipaksa minum orange juice lagi

"Nanti saja minumnya setelah isi perutmu agak reda" Baekhyun hanya memberikan minumannya saja bukan menyuruhnya minum sekarang juga karena mereka semua sudah sangat kekenyangan

"Hm" Sehun mengangguk saja dan rebahan disofa karena terlalu kenyang

Mereka berbicara singkat hingga handphone Sehun berdering dan menunjukkan nama Kris yang tertera dilayar ponselnya.

"Hallo" Sehun mengangkat telepon dari hyungnya

"Sehun, kau ada dimana? Eommamu mencari dari tadi" Kris memberitahu maksud dan tujuannya menelepon sang maknae

"Oh iya, aku lupa bilang ke Eomma Hyung. Aku sekarang dirumah Luhan dan sebentar lagi mau pulang" Sehun sangat lupa untuk mengabari eommanya

"Baiklah, jangan terlalu malam pulangnya" Kris memperingatkan adiknya untuk tidak terlalu malam pulang, diantara mereka bertiga semua orang tua percaya pada Kris karena Kris lebih dewasa dan bisa diandalkan

"Iya hyung" Sehun paham dengan peringatan hyungnya karena tidak mau merepotkan dan membuat orang tuanya cemas

Sehun meminum orange juice buatan Baekhyun dengan sekali teguk dan langsung bangkit dari sofa.

"Lu, aku pulang ya" Sehun pamitan sedangkan Luhan bangun dari sofa dan mengantar Sehun hingga menuju mobilnya

"Hati - hati Hun" Luhan takut Sehun mengebut dimalam hari dan mereka saling melambai hingga mobilnya tidak nampak dari apartementnya

~TBC~