"Kau tunggu sini biar aku telepon Kris untuk menjemputmu" Luhan beranjak mengambil handphonenya setelah selesai mengobati luka kekasihnya
"Aku bisa pulang sendiri" Sehun takut karena akan diceramahi kedua hyungnya
"Tidak, kau sedang terluka" Luhan ngotot dan menelepon Kris tanpa perstujuan kekasihnya
"Hallo Kris" Luhan menyapa ketika koneksinya sudah terhubung dan wajah Sehun cemburut berat
"Ada apa Lu" Kris meyimpan nomor Luhan karena mana tahu ada apa - apa dengan mereka
"Tolong kau jemput Sehun diapartement ku jalan xxx" Luhan memberitahu alasannya menelepon dan memberitahu alamatnya
"Oke" Kris mematikan sambungan telepon dan Luhan lega karena Sehunnya akan aman sampai dirumah
"Darimana kau mendapat nomor Kris Hyung" bukannya senang karena kekasihnya sangat perhatian padanya justru cemburu karena Luhan mendapatkan nomor Kris
"Kemarin kami saling tukar nomor" Luhan jujur karena memang begitu kejadiannya
"Lalu nomorku darimana kau dapat?" Sehun bertanya karena rasa penasarannya sangat tinggi
"Dari Kris, itupun semenjak kita sudah berbaikan"
"Kenapa begitu?" Sehun sangat tidak terima karena nomor handphonenya terakhir disimpan Luhan ke kontak
"Karena saat pertama jumpa aku sangat kesal padamu" Luhan menceritakan kesan pertamanya ketika bertemu dengan orang yang sangat dibencinya namun sekarang justru menjadi kekasihnya
"Benarkah?" Sehun tidak menyangka jika kekasihnya sangat kesal padanya pada pertemuan pertama
"Hm, tetapi setelah tahu alasanmu tidak menyukai wanita aku jadi mengerti dan mencoba memahami"
"Baguslah" Sehun senang karena pada akhirnya kekasihnya bisa paham kenapa dirinya bisa seperti itu
"Tapi kau belum jujur padaku, kenapa kau bisa luka seperti ini?" Luhan menuntut penjelasan kenapa kekasihnya bisa terluka parah seperti itu
"Tadi aku bertemu dengan orang yang membully kekasihku. Kemudian dia merayuku tetapi aku meghempasnya hingga jatuh diatas tanah dan kekasihnya datang dan mencari ribut denganku. Tetapi aku yang menang sehingga lukaku tidak parah... ARGH... SAKIT LU" Sehun menceritakan dari awal dan terakhir menyombongkan dirinya karena menang namun harus merasakan sakit ketika Luhan menekan luka diwajah tampannya
"Segitu saja sakit" Luhan kesal karena Sehun terlalu sombong dan arogan
"Iya, karena kau menekan lukanya" Sehun tidak terima dianggap sebagai banyak cakap
TING TONG - TING TONG
"Sebentar" Luhan meninggalkan Sehun dan membuka pintu karena sudah dipastikan bahwa itu Kris
"Mana dia Lu?" Kris heran karena bukan Sehun yang keluar dari apartement melainkan Luhan sang pemilik apartement
"Disofa, dia lagi istirahat" Kris mengerutkan keningnya kenapa Sehun harus sampai istirahat namun dirinya tetap mengikuti Luhan dan cukup terkejut dengan kondisi Sehun yang memar
"Hun, kau kenapa?" Kris mendekati maknaenya yang sedang terluka
"Aku tidak apa - apa Hyung" Sehun tetaplah maknae kesayangan walaupun dia sering berbicara kasar dan berbuat kasar
"Dia kenapa Lu?" Kris tidak percaya dan beralih bertanya pada Luhan sedangkan Sehun menatap kekasihnya dengan memohon agar tidak menceritakan kejadian sebenarnya
"Dia hanya berkelahi dengan orang gila" Sehun senang karena Luhan tidak mengatakan yang sejujurnya namun apa yang dikatakan kekasihnya adalah benar karena dirinya berkelahi dengan orang gila yang gila dengan cinta Jiyeon si wanita penuh dengan air mata buaya
"Kau pun berkelahi dengan orang gila" Kris kesal karena adiknya mau saja meladeni orang gila
"Sudahlah yang penting aku masih selamat" Sehun malas berdebat dan langsung bangkit dari tidurannya
"Lu, kami pulang dulu ya" Kris berjalan duluan sehingga Sehun dibelakangnya bersama Luhan
"Aku pulang dulu ya Lu" Sehun mencium kening Luhan singkat namun Luhan merasakan sengatan listrik kecil dihatinya karena sangat senang
"Ya, hati - hati Hun" Luhan mengantarkan mereka hingga menuju pintu apartementnya saja dan kemudian dirinya masuk kedalam apartement dengan hati berbunga - bunga
..
..
..
Pagi harinya Luhan dan Baekhyun terkejut karena kelas mereka sangat ramai dan terkejut ketika mengetahui seorang wanita sedang bermanja - manjaan dengan ketiga pangeran sekolah.
"Hun, kau kenapa sayang?" wanita tersebut bernama Yuri, dia merupakan fans berat Sehun yang sangat tidak tahu malu
"Tolong jauhkan tanganmu itu" Sehun menjawab dengan nada datar dan dingin membuat Yuri ketakutan dan menjauhkan tangannya dari wajah Sehun
"Kau kenapa, aku kan kekasihmu" ucapan Yuri sontak membuat Luhan terkejut karena tidak menyangka jika Sehun sudah memiliki kekasih dan menduakan dirinya
"Aku peringatkan sekali lagi dan untuk terakhir kalinya. Aku bukan kekasihmu karena menerima coklat pemberianmu ketika valentine. Aku menerimanya karena merasa kasihan melihatmu harus menangis dan merajuk dihari bahagia tersebut sehingga aku dengan sangat terpaksa menerimanya" Sehun menjelaskan secara detail kepada Yuri wanita yang sangat ngotot dan keras kepala
"Hiks... Kau jahat Hun" Yuri menangis setelah tahu alasan Sehun menerima coklatnya
"Lihat, kau hanya bisa menangis dan itu pun aku belum marah padamu" Sehun sangat tidak suka dengan wanita yang manja
"Sehun" Kris sangat tidak menyangka jika adiknya bisa menyakiti hati wanita
Sehun memeluk Luhan dan membuat yang lainnya terkejut termasuk Luhan sendiri yang tidak mampu berkata apa - apa.
"Luhan adalah kekasihku jadi bagi siapa yang cari masalah dengannya akan berhadapan denganku" Sehun memberitahu fakta yang terbaru dan membuat semua wanita patah hati dan iri dengan kecantikan Luhan
"Apa hebatnya Luhan dibandingkan dengan diriku" Yuri masih tidak terima karena jujur saja dirinya tidak kalah cantik dengan yang namanya Luhan
"Aku bukan suka wanita yang pamer kecantikan. Luhan memang dasarnya cantik namun bukan itu menjadi hal utama yang membuatku menyukainya, dia orang kaya namun tidak suka memakai harta orang tuanya untuk mempercantik dirinya, kedua dia orang yang mandiri dan tidak manja, ketiga dia adalah wanita yang kuat karena bisa bangkit dari kesengsaraannya pada masa lalu" Sehun berbicara panjang lebar disekolah untuk pertama kali tentang kelebihan Luhan sekaligus menyindir Yuri
"Hiks.. Kau jahat Hun" Yuri memukul badan Sehun sedangkan Luhan seperti patung karena tidak bisa berbuat apapun
"Aku memang jahat, oleh karena itu kau bisa mencari orang yang benar - benar mencintaimu. Kau juga cantik dan memiliki kelebihan yang lain namun aku bukan orang yang tepat untukmu" Sehun memberikan arahan pada Yuri yang sedang menangis hebat
"Aku benci padamu Hiks..." Yuri meninggalkan Sehun yang masih memandangnya dengan tatapan menyesal karena sudah menyakiti hati seorang wanita namun jika tidak diterus terangkan maka masalah akan semakin banyak yang datang
"Chukkae" Baekhyun terkejut karena tidak menyangka jika Luhan dan Sehun akan menjadi sepasang kekasih padahal waktu pertama jumpa mereka seperti musuh bubuyutan
"Chukkae maknae" Kris dan Chanyeol menghampiri maknae mereka yang sekarang sudah tidak jomblo lagi
"Aduh Hyung sesak..." Sehun merasa sesak karena pelukan Kris dan Chanyeol Hyungnya sangat ketat dan erat
"Hehehe..." Kris dan Chanyeol ketawa hambar karena sudah membuat sang maknae sesak
"Sudah ayo duduk, nanti gurunya datang" Baekhyun menyuruh mereka semua untuk kembali ketempat masing - masing karena sebentar lagi gurunya akan masuk kedalam kelas dan benar saja karena satu menit setelah mereka duduk sang guru memasuki kelas dan memulai pelajarannya
..
..
..
"Hun, kau yang teraktir kan?" Chanyeol bertanya karena mereka sekarang sedang makan dikantin
"Tidak" Sehun menjawab singkat padat dan jelas untuk pertanyaan Hyungnya yang aneh
"Ayolah Hun, kau harus mentraktir kami karena kau baru saja jadian" Chanyeol membujuk sang maknae untuk mentraktir mereka makan siang
"Aku yang teraktir" Luhan yang menjawab karena dirinya juga sangat bahagia bisa menjadi kekasih Oh Sehun
"Yey" Chanyeol senang dan memesan banyak makanan karena diteraktir
"Kenapa jadi kau yang teraktir Lu?" Sehun heran kenapa kekasihnya ini mau - mau saja disuruh teraktir
"Sudahlah, sekali - kali kan tidak salah" Sehun semakin mencintai kekasihnya yang berhati mulia
"Chanyeol, kau gila kenapa banyak sekali" Kris terkejut karena pesanan Chanyeol sangat banyak
"Hehehe... Namanya juga diteraktir" Chanyeol merasa malu karena pesanannya sangat banyak
"Biarin saja Hyung. Tapi kalau tidak habis maka siap - siap Hyung akan kami siksa" Sehun membiarkan pesanan Chanyeol Hyungnya banyak namun memaksanya harus memakan semua
"Baik, aku tidak takut" Chanyeol dan yang lainnya memulai makan mereka dan setelah sepuluh menit, Chanyeol terlihat sangat kenyang sedangkan yang lainnya sibuk menonton Chanyeol makan dengan rakusnya
"Hah... Aku sudah kenyang" Chanyeol sudah tidak tahan lagi karena dirinya sudah sangat sangat kenyang
"Tapi masih ada lebih satu porsi lagu Hyung, ayo dimakan" Sehun memaksa hyungnya untuk memakan sisa satu porsi tersebut
"Tidak, aku sudah kenyang" Chanyeol menolak dan Sehun dengan cepat membagikan rata makanan tersebut kepiring mereka untuk makan
"Ayo, kita habiskan saja" Sehun terpaksa melakukannya daripada dibuang
"Hm" Luhan dan yang lainnya setuju karena membuang makanan adalah hal yang tidak baik walaupun mereka orang kaya
"Bagus, kalian yang menghabiskan" Chanyeol senang karena pada akhirnya semua makanan yang dipesannya habis juga
"Iya, tapi kau tidak bisa lari dari hukumanmu" Sehun memberitahu bahwa akan ada hukuman yang menanti
"Aku tidak takut" Chanyeol tidak masalah karena yang pasti hukuman tersebut tidak berat dan tidak sakit
"Kita lihat saja nanti" Sehun menantang hyungnya yang sungguh arogan dan keras kepala
..
..
..
"ARGH... SAKIT" Chanyeol kesakitan ketika tangan dan kakinya diikat disisi ranjang sedangkan Kris dan Sehun tersenyum karena akan memberikan hukuman pada hyungnya yang sangat banyak gaya ini
"Let's start Hyung" Sehun berbisik nakal ditelinga Chanyeol yang mencoba untuk melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya
Sehun dan Kris habis mengerjai Chanyeol dengan menggelitik tubuh Chanyeol yang besar dan berisi.
"ARGH... GELI... HENTIKAN" Chanyeol tidak tahan untuk tidak ketawa karena ulah Kris dan Sehun yang membuatnya kegelian
"AMPUN SEHUN KRIS... ARGH" Chanyeol sangat tersiksa sekarang dan meyakinkan dirinya jika untuk kedepannya tidak akan menantang Sehum lagi
"Kris Hyung, hyung tahu ini apa?" Sehun bertanya sambil meremas selangkangan Chanyeol yang masih tertutup celana sekolah
"Hyung tidak tahu, coba Sehun mainkan saja" Kris memasang wajah pura - puranya agar semakin meyakinkan Sehun
"ARGH... JANGAN ITU YANG KALIAN MAINKAN" Chanyeol kesakitan dan kegelian disaat yang bersamaan karena tangan nakal Sehun bermain diselangkangannya
"Hyung, barangnya bisa besar sendiri" Sehun bagaikan anak - anak yang mendapatkan mainan baru
"Coba Sehun buka biar kita lihat isinya" Kris ingin tahu ada barang apa diselangkangan Chanyeol
"Baiklah" Sehun meremas kuat untuk terakhir kalinya
"ARGH..."
"Wah, besar barangnya Hyung" Sehun mengadu pada Kris bahwa mainan yang mereka dapat sangat besar
"Coba kau handjob Hun mana tahu ada yang keluar" Kris memberikan ide nakal sedangkan Chanyeol sudah memohon untuk tidak melakukannya melalui gelengan kepala
"Baiklah" Sehun senang mengerjai hyungnya dan menghandjob penis Chanyeol dengan cepat
"Hyung pegal, ini barang kok tidak ada isinya ya" Sehun kesal karena Chanyeol tidak orgasme langsung memukul bola kembar Chanyeol hyungnya
"ARGH"
"Sini Hyung bantu" kini giliran Kris yang menghandjob penis Chanyeol dengan tempo lebih cepat dan Chanyeol sangat kenikmatan
"ARGH... AKU MAU KELUAR HYUNG" Chanyeol memberikan aba – aba kalau dirinya akan segera orgasme namun Kris melepas handjobnya dari penis Chanyeol
"KENAPA DILEPAS, AKU SUDAH MAU KELUAR" Chanyeol marah karena orgasmenya gagal
"Tidak mungkin kami mengambil spermamu" Kris menyerang Chanyeol dengan kata – katanya, karena mereka cuma bermain saja bukan mau meminum sperm Chanyeol
"Hah.. setidaknya buang spermaku dengan tissue" Chanyeol mengerti namun orgasmenya lebih penting
"Sudahlah" Sehun dan Kris melepaskan ikatan ditangan dan kaki Chanyeol
~TBC~
