Chanyeol bangun dari posisi tidurnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa memandang kedua sahabatnya.

"Dia marah sepertinya Hyung" Sehun bertanya pada Kris yang juga menatap heran kearah Chanyeol

"Kita juga sudah keterlaluan padanya" Kris memberitahu bahwa mereka sudah keterlewatan menyerang Chanyeol dan tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Chanyeol yang sudah siap mandi karena gerah

"Chanyeol Hyung, kami minta maaf" Sehun menunduk karena takut dengan tatapan Chanyeol yang tidak bersahabat

"Aku juga" Kris menyesal karena sudah membuat sahabatnya menjadi seperti ini

"Hm" Chanyeol hanya berdehem saja sedangkan dirinya memakai baju dengan cepat

"Hyung~ Sehun minta maaf" Sehun menggunakan jurus aegyonya untuk membujuk Chanyeol dan yang dibujuk sangat tidak tahan dengan tingkah imut sangat maknae

"Iya, kali ini kumaafkan tapi lain kali. Awas kalian berdua" Chanyeol pasrah dan memaafkan mereka berdua

"Yey, terima kasih Hyung" Sehun tanpa sadar mencium pipi Chanyeol sebagai kebiasaan mereka jika dimaafkan

"Sudah, ayo makan aku sudah lapar" Chanyeol kelaparan karena sudah habis – habisan dikerjai oleh kedua sahabatnya

"Ayo" Kris setuju dan mungkin itu bisa sebagai permintaan maafnya

..

..

..

"Hallo" Sehun menelepon kekasihnya setelah makan malam karena dirinya sangat rindu dengan sang kekasih

"Hallo Hun" Luhan tersenyum ramah karena senang akhirnya Sehun menelepon dirinya

"Lu, kau sedang apa?" Sehun bertanya karena penasaran dengan kekasihnya yang sekarang sedang apa

"Sedang teleponan sama Sehun" Luhan menjawab jujur karena kegiatannya cuma itu aja

"Jangan menggombal Lu" Sehun tidak menyangka jika Luhan bisa menggombal

"Siapa yang menggombal, memang lagi telepon sama kamu" Luhan kesal karena dibilang menggombal

"Ah, aku minta maaf Lu" Sehun merasa bersalah karena menuduh kekasihnya yang tidak – tidak

"Hm" Luhan yang sudah terlanjur kesal hanya bisa menjawab singkat saja

"Lu, jangan marah cantik nanti cantiknya hilang" Sehun mengatakannya dengan nada imut yang dibuat - buat sedangkan Luhan sudah hampir ketawa mendengar nada imut kekasihnya namun ditahannya

"Sekarang kau yang menggombal, dan satu hal yang perlu kau ketahui tampan. Jika aku sudah jelek dan kau tidak menyukaiku karena tidak cantik lagi maka kau bisa mencari stock barumu" Luhan menggoda Sehun karena sekali - kali mengerjai kekasihnya tidaklah masalah besar

"Hei. Mana mungkin Oh Sehun bisa berpaling dari Luhan" Sehun tidak terima dikatakan untuk mencari stock baru jika kekasihnya sudah jelek

"Benarkah?" Luhan pura - pura tidak yakin padahal sebenarnya Luhan sangat yakin jika Sehun adalah pria yang bertanggung jawab dengan perkataan serta perbuatannya

"Iya sayang" Sehun meyakinkan kekasihnya

"Baiklah, aku percaya" Luhan tersenyum karena mendengar kekasihnya mengatakan yes

"Apa kau sudah makan Lu?" Sehun bertanya karena ini sudah memasuki jadwal makan malam

"Sudah, kau bisa memeriksa sekarang jam berapa" Luhan memberitahu kekasihnya karena sekarang sudah melewati jam makan malam normal

"Sekarang jam setengah delapan, lalu?" Sehun melirik jam didindingnya dan heran dengan maksud kekasihnya

"Kau sudah makan Hun?" Luhan bertanya dengan lembut untuk memastikan kekasihnya sudah makan malam atau belum

"Belum" Sehun menjawab dengan desahan malas karena dirinya sudah sangat lapar namun menunggu Chanyol hyungnya yang sangat lama sekali bersiap - siap

"Nanti kau sakit makan terlalu malam, dan juga apa kau mau menjadi gemuk karena makan terlalu malam. Hasil olahragamu selama ini akan hancur dan badanmu tidak akan terbentuk" Luhan menceramahi kekasihnya sedangkan Sehun mencernanya dengan baik - baik namun akhirnya tersenyum karena menyadari sesuatu dari kata - kata perhatian kekasihnya

"Tahu darimana kau Lu kalau aku sedang olahraga dan ingin membentuk badan?" Sehun bertanya nakal karena pasalnya dirinya tidak pernah memberitahu pada sang kekasih jika dirinya sedang melakukan diet dan olahraga untuk membentuk badan sixpacknya

"It.. Itu..." Luhan malu menjelaskannya karena dirinya hanya mendengar dari mulut Baekhyun yang tahu dari Chanyeol

"Ayo.. Tahu darimana" Sehun semakin jahil dan mengjahili kekasihnya dengan suara manjanya

"Pokoknya aku tahu. (titik)" Luhan tidak bisa mengatakannya dengan jelas karena dia tidak mau Baekhyun dicap sebagai mulut ember

"Aku senang karena kau tahu semua tentangku" Sehun tidak jadi mengjahili kekasihnya karena yang terpenting Luhannya tahu semua tentangnya

"Ya, kau tidak ada niat makan malam?" Luhan mengganti topik karena pipinya sudah memerah bagaikan tomat

"Seben..."

"Ayo Sehun Kris" Chanyeol memanggil kedua sahabatnya untuk pergi makan malam

"Sudah dulu ya Lu, aku dan yang lain mau makan malam" Sehun terpaksa harus mengakhiri perbincangannya dengan Luhan karena Chanyeol sudah selesai rapi - rapi

"Ok, tadi kau mengatakan dengan yang lain. Apakah ada wanita didalamnya?" Luhan menggoda kekasihnya yang pasti tidak akan selingkuh darinya

"Tidak ada Lu. Hanya aku, Kris hyung, dan Chanyeol hyung" Sehun memberitahu semuanya agar sang kekasih tidak menuduhnya macam - macam

"Baiklah, aku percaya" Luhan ketawa saja karena menurutnya Sehun sangat polos dan terlalu jujur jadi orang

"Haiz... Kau ini Lu" Sehun sadar bahwa kekasihnya hanya bercanda

"Sudah ya, bye" Luhan mengakhiri teleponnya karena kekasihnya mau pergi makan sedangkan Sehun menghampiri Chanyeol dan pergi kerestorant yang sudah ditentukan Chanyeol sebagai bentuk minta maaf mereka

..

..

..

"Hah.. Kenyangnya" Chanyeol kekeyangan karena sudah selesai memakan sepuluh porsi makanan yang sangat disukainya

"Sudah puas Hyung" Sehun yang daritadi sudah siap makan bertanya pada hyung dobinya yang baru saja selesai makan

"Iya dek" Chanyeol tidak bisa bicara terlalu panjang karena kekenyangan membuatnya sangat malas

"Baiklah, waiters" Kris memanggil waiters untuk mengambil bill kemudian sang waiter datang dengan elegannya

"Ada yang bisa saya bantu?" sang waiters bertanya lembut dan terpana akan ketampan ketiga pria tersebut

"Tolong ambilkan billnya" Kris mengatakannya dengan gaya cool sedangkan Sehun muak karena Kris Hyung paling suka memasang gaya coolnya didepan wanita padahal tanpa bergaya cool Kris sudah tampan

"Baiklah, sebentar" waiters tersebut kembali kemeja kasir untuk mengambil bill dan kemudian mendekati meja Kris

"Ini tuan" sang waiters memanggil Kris cs dengan sebutan tuan agar dirinya kelihatan lebih muda sedangkan Sehun dan Chanyeol mencoba untuk menahan ketawanya ketika mendengar Kris dipanggil tuan

"Baiklah, ini" Kris memberikan kartunya untuk proses pembayaran sedangkan sang pelayan pergi untuk melakukan transaksi

"Hahaha... Kau terlalu muda Hyung untuk dipanggil tuan" Chanyeol yang tadinya sulit bicaras justru sekarang yang paling ribut dan paling besar suaranya

"Sudahlah" Kris mengambil santai saja mungkin karena waiters tersebut malu sehingga salah memanggil dirinya

"Ini tuan" sang waiters kembali dan membalikkan kartu tersebut

"Terima kasih" Kris dan yang lainnya masih duduk untuk berbicara singkat selagi menunggu perut Chanyeol sudah lega sedikit

"Chanyeol, kau tahu berapa biaya makanmu malam ini?" Kris bertanya karena Chanyeol sangat boros menghabiskan uang orang lain

"Palingan seribu won" Chanyeol menjawab asal sambil menguap karena dirinya juga sudah mengantuk

"Salah, semuanya sebesar tujuh ribu tiga ratus lima puluh won" Kris menjelaskan dengan tenang namun terkesan dingin dan menusuk

"APA?" Chanyeol berteriak karena terkejut dengan total biaya makan mereka malam ini

"Kau bisa gemuk kalau banyak makan Hyung" Sehun memperingatkan Chanyeo Hyungnya untuk tidak makan terlalu banyak baik bayar sendiri maupun yang diteraktir

"Betul, kalau kau gemuk maka asetmu akan semakin kecil karena kau gemuk" Kris setuju dengan perkataan Sehun

"Enak saja, walaupun aku gemuk tapi asetku tidak mungkin sekecil milik kalian" Chanyeol tetaplah orang yang memiliki tingkat kepedean yang sangat tinggi

"Kris Hyung, dia belum tahu kalau diantara kita punyanya lahh yang paling kecil" Sehun geleng - geleng kepala karena tidak menyangka jika Chanyeol sampai sekarang masih berpikir jika punyanya paling besar padahal faktanya punyanya paling kecil diantara mereka bertiga

"Benarkah?" Chanyeol terkejut ketika mendengar perkataan Sehun

"Hm" Kris mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Sehun karena nyatanya memang begitu

"Aku tidak terima, Sehun lebih pendek dariku kenapa punyanya bisa lebih besar" Chanyeol merengek tidak terima karena asetnya lebih kecil daripada punya Sehun yang badannya lebih kecil darinya

"Bodoh, aset itu tidak bisa kau bandingkan dari bentuk badan saja. Lihat juga hormonnya dan keturunan apa" Kris memarahi Chanyeol yang bodoh kali dalam masalah organ vital laki - laki

"Benarkah?" Chanyeol baru mengetahui jika aset pria bisa diukur dari berbagai faktor

"Makanya jangan suka main aja, tahu juga tentang segala yang berhubungan dengan asetmu Hyung" Sehun membully Chanyeol yang kelihatan sangat bodoh dan tidak tahu apapun

"Sudah, ayo pulang" Kris mengajak mereka pulang karena takut bertengkar hanya karena masalah aset pria

..

..

..

"Hai Baekkie" Chanyeol menyapa teman sebangkunya dan memeluknya erat

"Hei - hei, kenapa kau memeluknya" Luhan tidak terima sepupunya dipeluk erat oleh laki - laki yang tidak memiliki hubungan dengannya

"Kau tidak boleh begitu Lu, dia kekasihku" jawaban Baekhyun sontak membuat semuanya terkejut karena pasalnya Chanyeol biasanya suka sekali berbagi cerita namun kali ini dia tidak mengatakan pada kedua sahabatnya

"Hah... Sejak kapan?" Luhan kesal karena Baekhyun tidak memberitahu dirinya

"Sejak dua hari yang lalu" Baekhyun malu - malu mengatakannya

"Chukkae Baek" Luhan memeluk Baekhyun erat karena senang kalau Baekhyunnya tidak akan kesepian lagi

"Iya Lu... Ugh... Sesak" Baekhyun senang karena Luhan juga senang namun pelukan Luhan sangat erat dan membuatnya sulit bernafas

"Aku tidak mau tahu, Chanyeol harus mentraktir kita semua" Sehun mengusulkannya karena dirinya tidak terima karena sudah dua kali dompetnya habis karena Chanyeol

"Iya" semuanya setuju termasuk Baekhyun kekasih Chanyeol

"Baiklah" Chanyeol terpaksa harus merelakan dompetnya kali ini karena tidak mungkin juga menolak permintaan Baekkienya

"YES" semuanya senang dan sudah merencakan ingin makan apa kemudian mereka kekantin pada saat istirahat. Sehun cs sibuk memilih makanan dan mengantarnya kemeja bolak - balik setelah siap diangkut semua makanan Chanyeol terkejut dengan banyaknya makanan yang dipesan Sehun cs

"Kalian gila, itu sangat banyak" Chanyeol memarahi semuanya karena memesan makanan tidak memakai hati untuk memikirkan dompetnya

"Kalau kami gila berarti kau lebih gila" Luhan tidak terima dikatakan gila karena semalam dia cuma banyakan diam dan sekarang mereka dikatakan gila karena memesan makanan yang lebih sedikit dari pesanan Chanyeol semalam

"Mampus kan, dimarahi sama rusa betina" Baekhyun menyenggol lengan kekasihnya karena kesal sudah membuat sepupunya marah

"Baiklah, aku minta maaf" Chanyeol menyadari kesalahannya dan buru - buru minta maaf sedangkan Sehun cs tidak menyangka jika Luhan sangat mengerikan saat amrah. Sehun merasa dirinya harus lebih was - was dengan Luhan

"Ayo makan" Baekhyun mencairkan suasana dengan memulai makan dan yang lain mengikutinya termasuk Luhan yang masih kesal pada ucapan Chanyeol yang sangat menusuk hatinya

~TBC~