5 Tahun Kemudian
"Hai sayang" Sehun yang sudah menjadi ceo dari Oh Corporation menyapa kekasihnya yang sedang berkunjung kekantornya
"Hai Hun" Luhan senang bertemu dengan kekasihnya karena semenjak kekasihnya menjadi ceo, mereka jarang bertemu lagi kecuali teleponan
"Kau sudah makan" Sehun yang baru selesai dari rapatnya merasa sangaty kelaparan dan mungkin bisa makan berdua dengan kekasihnya
"Sudah, kau bagaimana sayang?" Luhan memang sudah makan dan dirinya mengira kekasihnya sudah makan siang sebelum memulai rapatnya
"Belum... ARGH" Sehun menjawab dengan polos namun yang didapatkannya adalah cubitan super pedas tepat didadanya karena sang kekasih sangat kesal padanya
"Sehun, aku mohon padamu untuk menjaga pola makanmu. Aku tahu kau ceo yang sibuk Hiks... namun kau juga harus bisa jaga pola makanmu Hiks..." Luhan menangis sedih karena kekasihnya tidak bisa mengurus diri sendiri
"Aku minta maaf Lu" Sehun menyesal sudah membuat kekasihnya menangis hanya karena masalah kecil namun sangat membahayakan tubuhnya sendiri
"..." Luhan masih menangis dan tidak mengachuhkan apa yang dikatakan kekasihnya
"Lu, aku sangat minta maaf" Sehun berlutut didepan kekasihnya sedangkan Luhan cukup terkejut dengan aksi nekat Sehun
"Kau... Kau ngapain berlutut Hun, ayo berdiri" Luhan gelagapan karena kekasihnya berlutut tepat didepannya dan dirinya dengan cepat menghapus aliran air matanya
"Tidak, kau belum memaafkan aku" Sehun menolak berdiri jika kekasihnya belum memaafkan dirinya karena masalah tersebut
"Baiklah, aku memaafkanmu" Luhan memaafkan Sehunnya kali ini dan meyakinkan dirinya jika kedepannya tidak akan terjadi seperti ini
"Hm, terima kasih sayang" Sehun mencium bibir kekasihnya sebagai ucapan terima kasih atas kata maaf tersebut
"Sekarang kau tidak ada jadwalkan?" Luhan bertanya dan mungkin jika kekasihnya tidak memiliki jadwal maka mereka akan kekantin
"Hm, tidak ada" Sehun sangat yakin jika jadwalnya tidak ada hari ini setelah rapat tersebut
"Bagus, ayo sekarang juga kau harus makan siang" Luhan memaksa kekasihnya untuk makan siang dikantin kantor kekasihnya
"Iya sayang" Sehun tidak bisa menolak karena jika menolak bisa – bisa kekasihnya akan merajuk lama padanya
Setelah sampai dikantin, Luhan memesan satu porsi nasi goreng serta orange juice untuk kekasihnya sedangkan dirinya tidak makan dan minum apapun.
"Kenapa cuma satu porsi" Sehun terkejut karena kekasihnya hanya memesan satu porsi makan dan minum
"Kau yang harus makan sayang" Luhan mencubit pipi kekasihnya yang sangat lucu ketika heran
"Iya, tapi kau?" Sehun masih belum tahu alasan kenapa kekasihnya tidak memesan dua porsi makan dan minum
"Aku sudah makan Sehun, cuma kau saja yang melewatkan makan siangmu" Luhan merasa dirinya harus lebih banyak bersabar dalam menghadapi Sehunnya
"Oh, baiklah" Sehun mengerti dan tidak banyak tanya karena kekasihnya baru saja menghela nafas dan bisa dipastikan sebentar lagi akan meledak – ledak jika banyak tanya
"Sini aku suapi" Luhan menyuapi kekasihnya untuk makan siang sedangkan Sehun menerima suapan kekasihnya dengan senang hati, jika sekarang adalah jadwal makan siang maka akan banyak pasang mata yang cemburu karena Luhan adalah wanita beruntung yang bisa mendapatkan hati ceo tampan mereka
"Lain kali jika kau kedapatan telat makan siang, maka siap – siap akan kumarahi" Luhan mengatakannya setelah menyuapi Sehun tiga sendok
"Hm" Sehun hanya mengangguk dan dalam hati mengatakan bahwa Luhan tidak akan tahu apakah dirinya sudah makan atau belum
"Jangan berbohong karena insting wanita lebih tajam sayang, jika kau kedapatan berbohong maka siap – siap lah hukumanmu" Luhan berbisik dengan sangat mengerikan ditelinga kekasihnya dan membuat Sehun merinding hebat karena perkataan kekasihnya
"Mengerti?" Luhan bertanya tegas karena dirinya tidak ingin memiliki kekasih yang tidak bisa mengatur jadwalnya sendiri sesibuk apapun
"Hm" Sehun mengangguk dengan cepat karena tidak mau membuat kekasihnya menyiksanya didepan umum
"Bagus" Luhan menyuapi Sehun untuk terakhir kalinya kemudian memberikan segelas orange juice kepada kekasihnya untuk menyegarkan pikiran sang kekasih
"Ah, segarnya" Sehun merasa sangat segar setelah makan dan minum disuapi kekasihnya
"Sudah, kau harus kembali bekerja" Luhan sangat paham bahwa kekasihnya sangat sibuk sehingga menyuruh kekasihnya untuk kembali bekerja setelah makan siang
"Lalu kau?" Sehun memang memiliki banyak kerja namun kekasihnya bagaimana
"Aku akan dijemput Baekhyun" Luhan tadi sudah menghubungi Baekhyun untuk menjemputnya tepat jam setengah dua siang
"Baiklah, dan aku minta maaf karena tidak bisa mengantarmu" Sehun menyesal karena tidak bisa mengantar kekasihnya hingga sampai dirumah
"Sudahlah, yang penting kau harus makan tepat waktu. Aku sangat takut dengan kondisimu sebagai ceo yang sibuk ditambah tidak makan tepat waktu, dan jangan salahkan aku jika kau drop karena melupakan maka siangmu aku mencari kekasih baru" Luhan hanya bercanda saja tentang mencari kekasih baru, karena sampai saat ini cuma Sehun yang bisa membuat hartinya bergetar hebat
"Tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan Oh Sehun, dan pastinya aku lebih tampan dari pria manapun" Sehun menyombongkan dirinya walaupun memang dia paling tampan di Korea Selatan
"Sudah, ayo kembali" Luhan beranjak dari kursi dan mengajak kekasihnya kembali keruangan Sehun dan Luhan akan menunggu Baekhyun didalam ruangan kekasihnya
Drtt... Drrtt..
"Hallo Baek" Luhan menyapa duluan sepupunya
"Aku sudah didepan kantor Sehun Lu" Baekhyun memberitahu tujuannya menelepon karena dirinya sudah sampai dikantor Sehun
"Baiklah, aku akan segera kesana" Luhan mematikan sambungan telepon dan menatap kekasihnya yang menatapnya dengan bingung
"Hun, aku harus pulang sekarang karena Baekhyun sudah didepan" Luhan sedih karena harus berpisah dari kekasihnya namun dirinya tidak boleh egois karena kekasihnya Sehun disini bekerja keras bukan mencari wanita lain
"Baiklah, hati – hati ya Lu" Sehun mencium bibir kekasihnya yang akan pulang kerumahnya
"Hm, kau juga Hun. Bekerja lah dengan baik direktur tampanku" Luhan mencium bibir Sehun dengan penuh perasaan
"Bye" Luhan melambaikan tangannya dan kemudian hilang dibalik pintu sedangkan Sehun senang setelah mendapat dukungan dari kekasihnya yang mengatakan semangat bekerja
..
..
..
Luhan memasuki mobil Baekhyun terburu – buru karena takut sepupunya kesal karena menunggu sudah terlalu lama.
"Kenapa lama Lu?" dan benar saja karena ketika dirinya baru saja memasuki mobil sudah ditanya sesuai dengan pemikirannya sendiri
"Biasa" Luhan tidak bisa menjelaskannya dengan detail karena Baekhyun akan semakin cerewet dan banyak tanya
"Biasa Baek, direktur tampannya sangat manja hari ini" Chanyeol ikutan membulltyLuhan yang cukup terkejut dengan keberadaan Chanyeol
"Chan.. Chanyeol, kenapa kau bisa ada disini?" Luhan sangat terkejut karena Baekhyun tidak mengatakan bahwa Chanyeol akan ikut
"Tadi Baekhyun meneleponku ketika aku sudah selesai mengajar sehingga dirinya menjemputku dan membawaku kemari" Chanyeol menjelaskan dengan singkat dan pekerjaan Chnyeol untuk saat ini adalah sebagai guru menyanyi, menari, dan bermain alat music
"Oh" Luhan mengerti dan Baekhyun sangat senang jika selalu berdekatan dengan kekasihnya
"Sudah, ayo pulang" Chanyeol juga merasa sudah lelah dan meminta pulang sedangkan Baekhyun cemberut karena kekasihnya ingin pulang
"Baek, kau mengertilah kalau kekasihmu kelelahan" Luhan menyadari bahwa sepupunya cemberut namun mengingatkan jika kekasih sepupunya sangat lelah sehingga lebih baik memberikannya istirahat sedangkan Chanyeol menatap kekasihnya dengan serba salah
"Baiklah" Baekhyun pada akhirnya mengikuti apa yang dikatakan sepupunya dan dirinya bisa secara langsung melihat jika kekasih dobinya sangat kelelahan
"Baek, nanti malam aku janji akan mengajakmu dinner" Chanyeol memutuskan mengajak kekasihnya dinner untuk sebagai permintaan maaf karena dirinya selalu sibuk dan lelah
"Baik, tetapi jangan terlalu memaksakan dirimu Chanie~" Baekhyun menerima ajakan kekasihnya namun dirinya tidak menuntut dan memaksa kekasihnya untuk melakukan dinner nanti malam jika kekasihnya memang kelelahan
"Nanti aku kabari dan akan kupastikan bahwa nanti malam kita akan dinner" Chanyeol tidak bisa membatalkannya karena cuma malam saja dia memiliki waktu luang bersama kekasihnya yang selama ini banyakan mereka habiskan dengan video call
"Baiklah" Baekhyun senang karena kekasihnya memiliki waktu luang untuknya
"Ok. Ayo pulang" sekarang Baekhyun sendiri yang semangat untuk mengantar kekasihnya pulang lebih dahulu baru keapartement Luhan yang juga dia tempati
..
..
..
"Lu, aku cocok tidak memakai ini" Baekhyun sibuk memilih gaun dan selalu bertanya pada sepupunya
"Baek, kau cocok memakai apapun" Luhan jengkel melihat sepupunya yang sibuk mondar mandir seperti setrika hanya karena memilih baju untuk dinner bersama kekasihnya\
"Aku serius Lu"
"Aku juga serius, kau pakai gaun hitam saja" Luhan mengusulkan gaun tersebut karena Baekhyun sangat sempurna, dia cantik, sexy namun mulutnya sangat bocor dan itulah kekurangan dari seorang Byun Baekhyun yang sexy
"Ah, terima kasih Lu atas sarannya" Baekhyun memeluk sepupunya karena pilihan yang dipilih Luhan sesuai dengan minatnya
"Iya, cepat Baek nanti Chanyeol keburu datang"
"Ah, kau benar juga Lu" Baekhyun berlari – larian untuk mempersiapkan dirinya menjadi sangat cantik sedangkan Luhan hanya geleng – geleng kepala melihat tingkah sepupunya yang seperti baru pertama kali pacaran
TING TONG – TING TONG
Luhan membuka pintu apartementnya dan bisa dipastikan yang datang adalah Chanyeol untuk menjemput kekasihnya Baekhyun.
"Hai Chan" Luhan menyapa ramah Chanyeol yang malam ini kelihatan lebih tampan dan rapi
"Hai Lu, Baekhyunnya ada?" Chanyeol bertanya karena sedari tadi dirinya tidak mendengar suara kekasihnya
"Sebentar, dia lagi rapi – rapi" Luhan mempersilahkan Chanyeol masuk dan menganggap rumah sendiri namun Chanyeol masih saja malu – malu
CLECK
"Baek" Chanyeol terpana ketika melihat Baekhyun baru keluar dari suatu ruangan dan dirinya sangat cantik dibalut dress hitam dan sangat pas ditubuh kekasihnya
"Hai tampan" Baekhyun juga tidak menyangka jika Chanyeol akan kelihatan lebih tampan dimalam hari
"Hai juga cantik" Chanyeol mengapit tangan kekasihnya untuk menuju mobil dan berangkat menuju restorant terkenal sebagai dinner mereka
"Baiklah, Lu kami pergi dulu" Chanyeol pamit pada Luhan yang menatapnya dengan lembut
"Aku pergi dulu ya Lu" Baekhyun pamit pada sepupunya
"Ya, tolong jaga Baekhyun ya Chan" Luhan menitipkan sepupunya pada sahabat kekasihnya
"Hm" Chanyeol mengangguk dan mereka berdua sudah menghilang dibalik pintu
TING TONG – TING TONG
"Ish.. apalagi sih" Luhan kesal karena bisa dipastikan bahwa Baekhyun ketinggalan sesuatu karena terlalu terburu – buru
CLECK
"Kau kena..." Luhan yang niatnya ingin memarahi Baekhyun harus menggantung kata – katanya karena yang membunyikan bel bukanlah Baekhyun maupun Chanyeol
"Hai Lu" Sehun datang keapartement Luhan dalam keadaan rapi setelah selesai bekerja dikantoran
"Hai Sehun, kenapa kau datang malam – malam?" Luhan heran karena biasanya kekasihnya tidak pernah datang saat malam dan dirinya memaklumi hal tersebut karena bisa dipastikan kekasihnya akan kelelahan setelah mengurus masalah dikantor
"Aku hanya ingin bertemu denganmu Lu, aku sangat rindu padamu" Sehun memeluk Luhan erat karena rasa rindunya yang sangat besar
"Tapi tadi siang kita baru saja bertemu Hun" Luhan mencubit pipi Sehun karena gemas dengan kekasihnya yang sangat manja
"Aku masih rindu padamu Lu~" Sehun walaupun tegas dikantor namun didepan Luhan sifatnya berubah seratus delapan puluh derajat
"Aigoo, Baby Hunnieku rindu pada Lulu" Luhan sangat gemas pada kekasihnya tersebut sambil mencubit pipi kekasihnya tanpa perasaan
"Lu~ sakit" Sehun kesakitan karena tangan kekasihnya sangat kuat mencubit pipi tirusnya
"Sudah, ayo masuk sayang" Luhan membawa kekasihnya masuk kedalam apartementnya
~TBC~
