"Hun, kau mau minum apa?" Luhan bertanya karena dia juga binggung ingin memberikan minuman apa pada kekasihnya

"Aku.. Terserah saja Lu, yang penting buatanmu" Sehun sebenarnya tidak mau minum namun jika sudah ditawarkan maka rasanya sangat sulit menolak tawaran kekasihnya

"Lu, nanti kita jalan - jalan sekitar sini saja" Sehun mengajak kekasihnya untuk jalan - jalan sekitar komplek apartement kekasihnya

"Baiklah" Luhan menerima saja karena sudah lama mereka tidak berjalan berdua

Luhan menuju dapur dan membuat minuman segar untuk kekasihnya sambil untuk menghilangkan segala masalah yang ada dikantor dikepala kekasihnya.

"Ini Hun" Luhan memberikan minuman tersebut namun kekasihnya heran kenapa cuma satu gelas saja

"Kau tidak minum Lu?"

"Aku sudah banyak minum tadi Hun" Luhan sangat kenyang sehingga tidak mampu meminum apapun untuk saat ini

"Hm, Gomawo" Sehun menerimanya dengan senyum manisnya dan Luhan terpesona berkali - kali pada senyum manis kekasihnya

"Ayo Lu" Sehun yang sudah selesai minum langsung meletakkan gelasnya didapur dan kemudian mengajak kekasihnya untuk jalan - jalan

"Ya" Luhan tidak bisa menolak dan mereka pergi dengan baju seadanya saja

Sehun dan Luhan mengelilingi komplek apartement tersebut sambil bercerita kecil - kecillan untuk membuang keheningan.

"Lu, kau tutup mata dulu ya" Sehun meminta kekasihnya untuk menutup mata

"Hm, tapi untuk apa?"

"Pokoknya kau tutup mata dulu dan aku mohon jangan mengintip, bisakan?"

"Hm, tapi jangan yang aneh - aneh ya Hun" Luhan takut jika kekasihnya mengerjainya apalagi berhubungan dengan hal mistis

"Iya sayang, just believe with me" Sehun mencium kening kekasihnya untuk memberikan kepastian dan kemudian Luhan menutup matanya sesuai permintaan Sehun sedangkan Sehun pergi kebelakang semak untuk mempersiapkan sesuatu dan dibantu oleh beberapa orang

"Sudah, buka matamu" Luhan membuka matanya dan terkejut ketika Sehun berlutut didepannya sambil memegang sebuah kotak cincin yang berisi cincin terbuat dari batu emerald, ruby, dan blue shapire.

"Do you will marry with me?" Sehun bertanya pada kekasihnya yang mulai terisak namun ditahannya dengan tangan kirinya

"Hiks..." Luhan sangat terkejut dan tidak menyangka jika Sehun akan melamarnya disaat seperti ini

"Lu, kumohon jawab aku. Aku tidak akan marah jika kau menolakku" Sehun siap jika dirinya ditolak kali ini dan itu adalah keputusan Luhan sehingga dirinya tidak bisa menuntut banyak

"Hm, aku mau hiks..." Luhan mengatakannya dengan lancar namun diakhir kalimat dirinya harus menangis bahagia karena moment tersebut

"Terima kasih Lu" Sehun berdiri dari berlutut dan memasangkan cincin tersebut dijari manis kekasihnya kemudian mencium bibir kekasihnya dengan lembut dan penuh perasaan

"Nghh..." Luhan kehabisan nafas karena ciuman tersebut dan mendorong dada kekasihnya untuk meghirup udara dengan rakusnya

"Sorry Lu" Sehun menyesal sudah membuat kekasihnya kehabisan nafas karena ciuman tersebut

"Hm, tapi aku masih heran. Kenapa kau tidak mau melamarku ketika baju kita lebih rapi dari ini"

"Itu karena aku menembakmu dihari anniversarry kita yang ke lima"

"Benarkah?" Luhan sangat lupa jika hari ini adalah anniversarry mereka yang kelima

"Hm, makanya aku melamarmu" Sehun membawa kekasihnya kedalam pelukan hangatnya

"Ayo kita pulang" Luhan sudah kedinginan karena mereka keluar tanpa persiapan apa - apa

"Hm, ayo" Sehun sangat mengerti kekasihnya kedinginan sehingga memberikan jasnya pada kekasih agar tidak kedinginan dan mereka kembali ke apartement Luhan dengan cepat

Setelah sampai diapartement Luhan, Sehun banyakan istirahat karena dirinya benar - benar kelelahan sedangkan Luhan terkejut dengan kekasihnya yang tidak banyak bicara dan sekatif tadi.

Luhan mengecek kondisi kekasihnya dengan menempelkan tangannya didahi kekasihnya dan sangat terkejut karena kekasih tampannya demam.

"Hun, kau demam" Luhan panik dan berlari kedapur untuk mengambil kain bersih untuk dibasahkan

"Benarkah?" Sehun tidak merasa apa - apa kecuali tidak enak badan

"Hm, sekarang kau tiduran dipahaku saja" Luhan kembali dari dapur dan duduk disebelah Sehun kemudian merebahkan kepala kekasihnya dipahanya untuk mengompres dahi sang kekasih

"Maaf Lu merepotkan" Sehun malu karena disaat bahagia seperti ini dirinya harus jatuh sakit

"Tidak ada yang perlu dimaafkan karena semuanya hanya masalah kecil, dan aku mohon besok kau istirahat saja dirumah karena kondisimu sedang tidak baik" Luhan takut kekasihnya keras kepala sehingga masuk kerja dan tidak memperdulikan kondisinya yang sedang tidak enak badan

"Aku.. Aku besok ada rapat Lu" Sehun tidak bisa jika tidak kerja karena kerjaannya sangat banyak dan akan ada rapat besok

"Tidak bisahkah kau istirahat satu harian besok Hiks... Aku takut kondisimu semakin parah dan kau malah memaksa dirimu Hiks... Kalau kau lebih mementingkan pekerjaanmu maka jangan bicara lagi padaku" Luhan sangat marah ketika kekasihnya tidak bisa mendengarnya sedikit pun seperti tadi pagi namun dirinya hanya bisa mengatakan rasa pedulinya sambil menangis

"Maaf Lu, aku besok akan istirahat" Sehun sangat sakit hati jika kekasihnya menangis hanya karena khawtir dengan kondisinya

"Hiks..." Luhan tidak mendengarkan apa yang dikatakan kekasihnya

"Lu, aku minta maaf"

"Hm" Luhan menjawab sekedarnya sambil menghapus air matanya

"Hei sayang, lihat aku jika kau memang sudah memaafkanku" Sehun memaksa kekasihnya untuk menatap matanya

"Apa?" Luhan kesal karena kekasihnya jadi manja seperti ini

"Begitu lebih baik" Sehun senang karena kekasihnya sudah kembali ke mode normal seperti biasa

"Dasar" Luhan kesal karena digoda langsung mencubit hidung kekasihnya dengan tenaga lumayan keras

"Lu... Lu, lepas sayang. Kau mau membunuh calon suami tampanmu?" Sehun kesusahan bicara karena tangan nakal Luhan dihidungnya

"Mungkin" Luhan membalas cuek sambil tetap mencubit gemas hidung kekasihnya

"YAK! Jangan - jangan kau memiliki kekasih lain selain aku" Sehun menuduh kekasihnya yang tidak - tidak dan membuat Luhan dengan cepat melepas cubitan pada hidung kekasihnya

BUGH

"Kekasih lain apanya" Luhan kesal dan memukul dada kekasihnya dengan kesal

"Hahaha... Aku cuma bercanda sayang, aku tahu kau cuma mencintai Oh Sehun seorang" Sehun memang hari ini sudah banyak membuat kekasihnya kesal

"Tidak lucu" Luhan sangat kesal karena kekasihnya hari ini sudah banyak mengerjainya

"Aku minta maaf" Sehun meminta maaf sudah membuat kekasihnya kesal hari ini

"ARGH..." Luhan dengan kasar memberikan cubitan super pedas yang dipelajarinya dari Baekhyun pada kedua puting Sehun

"Rasakan" Luhan senang karena kekasihnya kesakitan

"STOP LU, JANGAN MENGGODAKU" Sehun ketakutan karena akan kelepasan dan menyerang Luhan saat ini juga

"Kenapa, kau takut kalau inimu bangun" Luhan meremas kasar penis kekasihnya

"LU.. ARGH..." Sehun tidak menyangka jika kekasihnya berani melakukan hal tersebut

"Hun, apakah kita bisa memulainya" Luhan bertanya karena dirinya tidak mau menjadi egois

"Apakah kau yakin Lu?" Sehun bertanya pada kekasihnya daripada menjawab pertanyaan kekasihnya

"Aku merelakannya jika itu untukmu" Luhan mengatakan dengan pasti karena dirinya sangat terbawa nafsu jika sudah berhubungan dengan Sehun yang selalu mengumbar kesexyannya tanpa diperlihatkan

"Apa kau tidak takut jika aku tidak bertanggung jawab" Sehun ingin mendengar secara langsung dari kekasihnya jika dirinya tidak bertanggung jawab

"Maka aku juga tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang apalagi dengan orang lain, akan kupastikan kau menjadi budakku dan penismu akan selamanya menjadi milikku" Luhan mengatakannya dengan sadis sambil meremas kasar penis kekasihnya

"ARGH... IYA IYA AKU CUMA BERCANDA SAYANG ARGH..." Sehun kesulitan bicara karena alat pernafasannya diremas kekasihnya

"Bagus" Luhan melepaskan remasannya karena rasanya sudah cukup memberikan pelajaran pada kekasihnya

"Ah... Aku tidak menyangka jika wanita cantik sepertimu bisa meremas dengan kuat" Sehun bernafas dengan rakus setelah Luhan melepaskan remasannya

"Hahaha... Aku cuma bercanda" sekarang giliran Luhan yang mengatakan bahwa itu cuma bercanda

"APA? Itu sangat mengerikan Lu" Sehun terkejut karena ketika Luhan bercanda remasannya saja sudah sangat sakit apalagi jika kekasihnya tersebut sedang serus, bisa - bisa penisnya tidak berfungsi lagi

"Sudah, makanya jangan banyak bercanda" Luhan membawa kekasihnya kedalam kamar dan memulai aksi mereka

Sehun mendorong tubuh Luhan keatas ranjang dan menciumnya dengan ganas bagaikan sudah pengalaman. Dan dengan perlahan tangannya mulai melepaskan pakaian Luhan dengan perlahan – lahan agar tidak menggangu sesi ciuman mereka.

"Kau sangat sempurna Lu" Sehun terpana ketika melihat bentuk badan Luhan tanpa busana sangat lah sempurna untuk seorang wanita

Sehun meraba paha dalam Luhan yang memakai celana pendek dengan bibir Sehun yang masih sibuk mengulum putting Luhan yang belum menegang. Luhan tidak tahan dengan kemampuan Sehun memanjakannya sehingga membuat tangan bebasnya meremas penis Sehun dari balik celana dan sudah menengang.

"Hun... Argh... Punyamu kenapa besar sekali" Luhan tidak menyangka jika Sehun memiliki penis yang besar dari menurut hasil penelitiannya

Sehun menghentikan aktifitasnya dan menatap Luhan dengan penuh nafsu "Kau akan merasa puas Lu"

"Benarkah?" Luhan memasang wajah polosnya sedangkan Sehun hanya mengannguk saja untuk membenarkan hal tersebut

"Bolehkah kucoba?" Luhan ingin mencoba apa yang dikatakan kekasihnya adalah kebenaran atau hanya omong kosong

"Silahkan" Sehun dengan santai memberikan akses untuk Luhan mencoba penisnya sedangkan Luhan tanpa segan membalikkan posisi hingga Sehun yang berada dibawah sedangkan dirinya berada tepat diatas Sehun. Luhan membuka celana Sehun dengan susah payah karena terlalu ketat

"Kenapa kau pakai celana ketat, apa kau ingin pamer penis besarmu pada orang lain" Luhan kesal karena celana kekasihnya sangat sulit untuk dibuka sedangkan Sehun membantu kekasihnya dengan membuka celananya sendiri agar sang kekasih tidak bertambah kesal

"Kenapa tidak jawab pertanyaanku" Luhan merajuk dan meremas penis Sehun karena kekasihnya tidak menjawab pertanyaannya hanya membuka celana super ketatnya saja

"ARGH... Lu, kumohon jangan berpikiran negatif. Aku tidak mungkin memakai celana kebesaran dikantor"

"Baiklah" Luhan mengerti jika kekasih tampannya ingin tampil sempurna namun memakai celana kebesaran akan membuat Sehunnya semakin jelek

"Aku akan mencoba tongkat ajaibmu Hun" Luhan membuka celana dalam Sehun dengan pelan – pelan karena ini pertama kalinya dirinya melihat penis

"Wah... besar sekali" Luhan terkejut dengan penis kekasihnya yang sangat panjang

"Hm, ayo dico.. ARGH..." saat Sehun ingin menawari kekasihnya untuk mencoba, Luhan langsung memasukkan penis tersebut sebelum dirinya selesai menawari

"MORE LU.. ARGH..." Sehun kenikmatan karena pertama kali merasakan penisnya berada didalam mulut orang, apalagi mulut kekasihnya sangat hangat dan cocok untuk penis besarnya

"Nghh..." Sehun kenikamatan setelah Luhan mengulum penisnya selama sepuluh menit

"Lu" Sehun mecoba untuk memanggil kekasihnya yang sedang sibuk mengulum penisnya sedangkan Luhan menghentikan aktifitasnya dan menatap Sehun dengan tatapan heran

"Apa kau ingin mencoba ke permainan inti?" Sehun hanya menawari jika kekasihnya menolak maka tidak masalah sedangkan Luhan yang mengerti dengan permainan inti mencoba berpikir apakah dia harus merelakan keperawanannya hilang saat ini juga

"Hm, aku mau" Luhan sudah siap untuk segalanya karena semua milik Sehun adalah miliknya dan sebaliknya semua miliknya juga milik Sehun

"Baiklah, kau silahkan tiduran sayang" Sehun membalikkan posisi hingga Luhan berada dibawah sedangkan dirinya bertumpu diatas ranjang

"Mungkin ini agak sedikit sakit tapi jika kau tidak tahan maka aku tidak akan memaksa" Sehun memberitahu bahwa pelepasan perawan sangatlah sakit pada awalnya

"Hm, aku siap" Luhan mungkin siap namun hati kecilnya masih merasa takut dengan rasa sakit seperti yang dikatakan Sehun

Sehun memasukkan satu jarinya kedalam vagina Luhan sedangkan Luhan yang mulai kesakitan hanya diam saja karena tidak ingin mengecewakan Sehun.

"Aku akan memasukkan tiga jariku Lu, jika kau kesakitan maka katakan padaku" Sehun memasukkan ketiga jarinya setelah memberikan aba – aba

"ARGH... SAKIT HUN" Luhan tidak tahan dengan tiga jari Sehun yang memasuki vagina dengan sekaligus

"Baiklah, kita hentikan saja sampai disini" Sehun tidak bisa mengatakan kecewa karena semuanya ada pada keputusan Luhan

"Kumohon, jangan dihentikan. Bergeraklah dengan pelan" Luhan tidak ingin kenikmatan surganya berhenti begitu saja

"Baiklah" Sehun memasukkan tiga jarinya dengan pelan – pelan dan mulai menggerakkan. Setelah cukup dengan tiga jarinya, Sehun mengarahkan penisnya untuk memasuki vagina Luhan yang sedang lapar

"ARGH..." Luhan terkejut dan kesakitan karena penis Sehun lebih besar dari ketiga jari kekasihnya yang tadi

"Sabar Lu, aku akan bermain lembut" Sehun memasukkan dengan pelan dan kemudian penisnya berhasil masuk kedalam vagina Luhan dengan susah payah karena Luhan masih sangat ketat dan perawan

"Ouh... Lubangmu menjepit penisku Lu" Sehun kesulitan menggerakan penisnya karena lubang Luhan sangat sempit dan menjepit penisnya dengan kuat

"Bergerak lah" Luhan tidak tahan dan sangat ingin dimanjakan Sehunnya untuk malam ini, sedangkan Sehun memajukkan penisnya dengan sekuat tenaganya

"Akh... more Hun" Luhan kenikmatan karena titik kenikmatannya ditumbuk keras oleh tongkat perkasa kekasihnya

"Akh... lebih cepat Hun" Luhan sangat ketagihan dengan permainan Sehun yang bagaikan sudah pengalaman dan Sehun yang sedang bernafsu hanya mempercepat genjotannya sesuai dengan permintaan kekasihnya

"ARGH... AKU MAU KELUAR" Luhan sudah mau mencapai titik orgasmenya setelah puas bermain dengan Sehun selama setengah jam

"ARGH.. AKU JUGA... AYO SAMA – SAMA KELUAR" Sehun juga sudah mencapai puncak dan tiga detik setelah teriakan Sehun maka mereka berdua sama – sama orgasme

"Hah... nikmatnya" Luhan merasa puas dengan permainan yang diberikan Sehun padanya

"Astaga, aku lupa Lu" Sehun dengan susah payah mencabut penisnya dari vagina Luhan sedangkan Luha tidak membiarkan Sehun mengeluarkan penis tersebut dari lubangnya

"Hun jangan dilepas, biarkan dia didalam sarangnya" Luhan menahan penis Sehun untuk keluar dari sarangnya yang terasa penuh

"Tapi Lu, aku lupa memakai kondom dan takut kau hamil" Sehun sangat lupa untuk memakai kondom atau setidaknya menyemburkan sperma diluar bukan didalam lubang Luhan

"Apa yang perlu kau takutkan, tinggal menikah saja"

"Apakah kau yakin Lu"

"Hm, aku mencintaimu dan kau juga mencintaku. Lagian kau sudah mapan dan memiliki pekerjaan so what the problem? Atau kau jangan – jangan memiliki kekasih lain selain diriku?"

"Tidak, jangan ngawur Lu jadi orang. Aku cuma mencintaimu seorang" Sehun mencium bibir kekasihnya dan mereka memasuki mimpi setelah lelah melakukan adegan yang seharusnya belum boleh dilakukan

~TBC~