Pagi harinya Luhan bangun lebih duluan dan merasa senang ketika melihat wajah Sehun kekasihnya yang sedang tertidur pulas. Luhan berniat beranjak untuk memasak sarapan untuk mereka berdua karena hari ini merupakan hari libur.

"Nghh.. kau mau kemana Lu" Sehun sadar ketika Luhan melepaskan pelukannya dan dengan tidak sengaja menarik penisnya yang bangun dan bersarang didalam lubang kekasihnya

"Aku mau kedapur untuk memasak, dan kau silahkan tidur kembali" Luhan mencoba untuk melepaskan penis Sehun dari vaginanya, dia hampir lupa jika laki – laki hormonnya akan sangat meninggi dipagi hari

"Bisakah kau menunda perkejaanmu?" Sehun ingin Luhan memperhatikan penisnya yang baru saja dikeluarkan dari lubang favoritnya

"Lalu, aku membantumu untuk membuatnya tertidur?" Luhan bertanya sambil meremas penis kekasihnya

"Nghh... Iya Lu" Sehun dengan susah payah karena tingginya hormon pria dipagi hari plus remasan Luhan pada penisnya

"Baiklah, aku akan memberikan service terbaikku" Luhan memasukkan penis Sehun dengan cepat kedalam mulutnya dan mengulumnya seperti mengulum permen

"Ah... KAU SANGAT LIHAI LU.. ARGH..." Sehun tidak menyangka jika kekasihnya cepat sekali belajar

"ARGH... LEBIH CEPAT LU... OWH..." Sehun keenakan ketika Luhan menghandjob penisnya yang tidak masuk kedalam mulut kekasihnya dan tangan Luhan yang satu lagi meremas bola kembarnya dengan berirama

"KAU YANG TERHEBAT LU... ARGH..." Sehun tidak tahan dengan service yang diberikan Luhan sehingga keluar lebih cepat dan menyemprotkan spermanya dengan tanpa aba – aba akan keluar

"Kenapa kau tidak mengatakan akan keluar" Luhan yang terkejut karena sperma langusng masuk kedalam tenggorakannya sehingga membuatnya sulit menelan semua sperma kekasihnya

"Aku minta maaf namun servicemu membuatku sangat tidak mampu mengatakan hal lain selain berteriak kenikmatan" Sehun jujur karena service Luhan sangatlah enak dan melumpuhkan sarafnya untuk mengatakan akan keluar

"Sudahlah" Luhan beranjak kedapur untuk memasak sekaligus ambil minum untuk meredakan tenggorokannya yang disemprot sperma secara tiab – tiba

"Lu" Sehun memakai celana dalamnya dan memakai celana hitamnya dengan susah payah untuk mengejar kekasihnya yang mungkin sedang marah

Sesampainya didapur Sehun cukup terkejut dengan Luhan yang meminum air sangat banyak hingga meminum tiga liter air putih.

"Lu, kau baik – baik saja" Sehun mendekati kekasihnya dengan khawatir

"Hm" Luhan hanya mengangguk saja karena sulit untuk bicara jika masih terasa lengket sperma ditenggorokan

"Aku minta maaf" Sehun sangat menyesal tidak memberikan aba – aba ketika mau orgasme

"Sudahlah, aku lagi tidak bisa banyak bicara karena spermamu masih lengket ditenggorokanku" Luhan memberitahu kekasihnya jika dia akan banyak diam karena masalah tersebut

"Baiklah" Sehun tidak bisa menuntut apapun karena semuanya berawal dari kesalahannya

"Aku mau masak, kau silahkan tidur kalau masih mengantuk dan aku akan memanggilmu nanti" Luhan mencium sekilas bibir kekasihnya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan atas insiden tadi

"Baiklah" Sehun memang masih mengantuk dan kembali kekamar dengan langkah berat karena dirinya masih saja menyesal walaupun Luhan sudah mengatakan tidak apa

Luhan memasak sarapan selama sepuluh menit kemudian masuk kedalam kamar untuk memanggil kekasihnya yang masih tertidur.

"Hun, ayo makan" Luhan mendekati ranjang dan menggoyangkan badan besar kekasihnya untuk bangun

"Hm" Sehun bangun dengan cepat dan berjalan bersama kekasihnya menuju meja makan yang sudah tersedia dua porsi sarapan

"Baekhyun tidak pulang Lu?" Sehun heran karena biasanya suara Baekhyun adalah alaram pagi di apartement tersebut

"Dia mungkin menginap dirumah Chanyeol"

"Chanyeol bertahan juga ya dengan orang seperti Baekhyun" Sehun tidak meyangka jika sahabatnya bisa bertahan dengan orang sangat cerewet seperti Baekhyun

"YAK! Kau jangan menghina sepupuku" Luhan tidak terima sepupunya diejek walaupun apa yang dikatakan Sehun sangat benar

"Baiklah" Sehun lebih baik mengalah daripada rusa kesayangannya berubah menjadi monster seperti Baekhyun

"Bagus" Luhan senang karena Sehun akan menurut pada semua keinginannya

"Ayo makan" Sehun dan Luhan makan dengan tenang tanpa ada yang bicara, Luhan mencoba menghilangkan sperma ditenggorokannya dengan melalui makanan yang akan dimakan

Selesai sarapan, Sehun duduk diruang tamu dengan santainya sambil memangku Luhan yang duduk tepat diselangkangan kekasihnya.

"Bagaimana dengan tenggorokanmu, apakah sudah membaik" Sehun sangat takut jika kekasihnya kenapa – napa

"Hm, sudah lebih baik" tenggorokannya sudah membaik setelah menelan makanan yang akan ikut dengan sperma

"Lu, nanti sore kita jalan – jalan sekalian pergi ke suatu tempat"

"Mau kemana?" Luhan bingung karena biasanya Sehun langsung mengatakan tujuan mereka mau kemana namun kali ini kekasihnya tidak memberitahu tentang tujuan mereka ke suatu tempat yang dimaksud Sehun

"Aku ingin mengajakmu untuk melihat fitting baju pernikahan kita" Sehun mengatakannya dengan santai sedangkan Luhan membuka besar mata rusanya karena sangat terkejut dengan perkataan Sehun barusan

"Kau bilang apa?" Luhan ingin memastikan pendengarannya tidak bermasalah sehingga menyuruh kekasihnya mengulang

"Aku tahu kau senang tapi tidak perlu sampai segitunya. Aku tadi mengatakan akan mengajakmu untuk melihat fitting baju pernikahan kita ARGH..." dikahir kalimatnya harus disuguhi dengan teriakan kesakitan karena Luhan mencubit putingnya dengan gemas

"Kenapa kau sekarang main cubit putingku" Sehun mengusap sayang putingnya yang habis dicubit kekasihnya

"Kau membuatku kesal saja" Luhan membuang mukanya karena terlalu kesal dengan kekasihnya

"Apa kau tidak mau menikah denganku?" Sehun bertanya dengan susah payah karena cubitan Luhan masih saja sakit diputingnya

"Bukan" Luhan mengalihkan perhatiannya kearah sang kekasih untuk mengelak tuduhan tersebut

"Lalu?" Sehun menatap heran, jika kekasihnya ingin menikah dengannya lalu kenapa harus sampai menyiksa putingnya

"Itu karena terlalu cepat dan juga kau belum berdiskusi denganku"

"Aku minta maaf Lu, namun aku juga tidak mungkin membiarkan dirimu begitu saja setelah merebut keperawananmu"

"Baiklah, aku mau" Luhan senang karena Sehun masih peduli padanya dan sangat bertanggung jawab atas insiden semalam yang mereka berdua inginkan

"Terima kasih Lu" Sehun mencium kekasihnya karena senang sang kekasih setuju jika mereka akan fitting baju nanti sore

"Lalu pernikahannya?" Luhan masih ingin tahu rencana apa saja yang dibuat sang kekasih dan saat ini belum diketahuinya

"Minggu depan"

"Baiklah, aku mengikutimu saja" Luhan tidak bisa mengatakan tidak karena yang pasti sang kekasih atau calon suaminya sudah merencakannya

"Apa kau tidak marah Lu?" Sehun lebih baik bertanya daripada nanti bermasalah diujung pernikahan

"Mau dikatakan apalagi? Lagian yang penting kita saling mencintai"

"Hm"

..

..

..

Sore harinya Luhan dan Sehun datang ketempat yang sudah disepakati sedangkan Baekhyun juga ikut untuk membantu Luhan bersama Chanyeol.

"Hai Lu" Baekhyun memeluk sepupunya ketika mereka baru saja sampai ditempat fitting baju

"Hai Baek" Luhan senang karena setidaknya akan ada seseorang yang membantu dirinya untuk memilih gaun pernikahan

"Ayo silahkan" sang pelayan membantu untuk memilihkan gaun yang akan dipakai sedangkan Sehun dibantu oleh Chanyeol untuk memilih pakaian bagus untuk pernikahannya

Setelah memilih tiga set gaun pernikahan, Luhan mengambil contoh yang putih untuk ditunjukkan kepada calon suaminya dan begitu juga dengan Sehun yang memakai kemeja dilengkapi dengan celana putih ketat serta jas yang membuatnya semakin tampan.

"Hun, bagaimana deng..." ucapan Luhan terputus karena penampilan Sehun bagaikan pangeran yang sangat tampan

"Kau sangat cantik Lu" Sehun memuji kecantikan Luhan ketika memakai gaun tersebut

"Kau juga sangat tampan" Baekhyun dan Chanyeol tersenyum karena pilihan mereka sangat tepat dan membuat sepasang calon pengantin tersebut sangat serasi

"Sudah, kalian sudah sempurna" Baekhyun sudah lelah juga berlama – lama ditempat tersebut

"Hm, Baiklah" Luhan dan Sehun kembali keruang ganti untuk menggantinya dengan pakian sebelumnya

Selesai berpakaian, Luhan dan Sehun menyewa gaun tersebut untuk minggu depan dan mereka langsung pergi menuju restorant setelah selesai menyewanya.

"Kenapa makan disini?" Luhan heran kenapa Sehun memilih restorant yang terkenal untuk makan malam

"Baekhyun yang memintanya" Sehun memberitahu keadaan yang sebenarnya bahwa bukan dirinya yang memilih tetapi Baekhyun yang memilih tempat tersebut

"Hehehe... aku lagi igin makan yang enak Lu" Baekhyun nyengir karena Luhan sangat tidak suka dengan kata mahal dan berkelas

"Awas kau kalau makan banyak dan memberikan tagihannya pada Sehun" Luhan tahu Baekhyun itu memiliki otak licik dan selalu minta ditraktir makan

"Ish..." Baekhyun kesal diejek padahal memang niatnya mengajak makan disini agar Sehun sang direktur muda yang membayar semuanya

"Sudahlah Lu" Sehun melerai Luhan yang sedang menatap jengkel kearah Baekhyun

Mereka masuk kedalam restorant tersebut dan banyak orang terpana dengan pesona mereka. Apalagi Sehun dan Chanyeol paling banyak memiliki fans yang sangat tidak bermoral.

"Waiters" Sehun dengan suara huskynya memanggil waiters untuk memesan makan sedangkan yang lainnya terpesona dengan suara Sehun yang terdengar manly namun sangat sexy

"Ya, ada yang bisa saya bantu" sang pelayan bertanya ramah, dia merupakan satu – satunya orang yang waras direstorant tersebut karena melayani dengan baik bukan cari muka atau curi pandang kearah Sehun dan Chanyeol

"Saya ingin memesan ini empat porsi" Sehun menunjuk menu untuk memberitahu makanan yang akan mereka makan

"Minumnya?" sang pelayan bertanya ramah

"Air putih saja" Luhan yang menjawab karena dirinya ingin hidup sehat sedangkan Sehun sudah terbiasa minum air putih karena Luhan pernah memarahinya habis – habisan hanya karena masalah minumnya yang tidak sehat sedangkan Baekhyun cemberut

"Jangan cemberut, kau juga harus hidup sehat. Kau sudah terlalu gemuk Baek" Luhan sangat tahu Baekhyun cemberut karena dia memesan air putih, namun air putih sangat bagus untuk kesehatan

Tidak berapa lama pesanan mereka datang dan mereka makan dengan tenang termasuk Baekhyun sibanyak mulut hanya makan sambil cemberut.

"Waiters" Sehun memanggil waiters untuk mengambil bill mereka setelah selesai makan

"Ya, ada yang bisa saya bantu" kali ini waitersnya pria muda yang nampaknya penyuka sesama jenis karena dia melirik Sehun sambil mengedipkan matanya untuk menggoda Sehun

"Tolong ambilkan saya bill" Sehun mengatakannya dengan datar sedangkan pelayan tersebut pergi dengan elegannya

"Hahaha... Hun, ternyata ada juga cowok yang suka padamu" Luhan ngakak kali melihat kejadian tersebut

"Biasa lah, orang tampan. Sulit untuk dikatakan" Sehun menyombongkan dirinya yang memang sangat tampan namun sombongnya setinggi pohon kelapa

"Hun, kau menikah dengan dia saja minggu depan" Chanyeol ikutan menggoda Sehun sedangkan yang lainnya mengangguk setuju

"SARAF" Sehun kesal karena semua mengetawainya

"Sudahlah Hun, tidak perlu marah" Luhan membujuk kekasihnya untuk tidak terpancing emosi karena candaan Chanyeol

"Awas kau, nanti mulutmu akan kusumpal pakai penisku" Sehun menatap Chanyeol dengan ekspresi datar namun seolah bisa membunuh orang yang bisa ditatapnya

"Kau yang akan kusumpal pakai penisku" Chanyeol tidak terima jika mulutnya yang akan disumpal

"Sudah – sudah, kenapa kalian jadi kekanakan sampai pakai dirty talk" Luhan tidak habis pikir dengan jalan pemikiran kedua pria tampan tersebut

"Ini pak" pelayan tadi memberikan bill tersebut sambil mencoba untuk memegang tangan Sehun yang macho

"Ini uangnya, dan kamu jangan pernah menggoda saya karena saya masih straight" Sehun memberikan uang pas karena dirinya merasa sangat jijik berlama – lama dengan gay tersebut dan langsung keluar dari restorant tersebut. Luhan cs mengejar dari belakang karena Sehun sangat cepat jalannya

"Hun" Luhan memanggil kekasihnya yang berjalan agak didepan sedangkan Sehun berhenti setelah dirinya kelaur dari restorant menjijikan tersebut

"Sudahlah, lagian cuma tanganmu saja dipegang bukan penismu" Luhan menasehati Sehun yang sangat kesal

"Hm" Sehun mengangguk saja dan memeluk kekasihnya karena apa yang dikatakan kekasihnya sangat benar. Masih untung cuma tangan, kalau sempat penisnya yang dipegang sudah dipastikan Sehun akan memberikan hadiah pukulan manis pada gay tersebut

"Ayo pulang" Sehun mengajak kekasihnya untuk pulang sambil berjalan sama menuju mobil

~TBC~