NARUTO © MASASHI KISHIMOTO
JOKER © HARAYUKI
SasuSaku
Rate • M
.
.
.
^Chapter 2^
°RENCANA°
.
.
.
Dumb Dumb Dumb...
Dumb Dumb Dumb...
Dentuman musik menggema di ruangan yang terbilang sangat luas diiringi kerlipan lampu warna-warni di tengah ruangan yang remang-remang. Diantara kerumunan para manusia yang sedang meliak-liukkan tubuhnya dengan begitu gilanya terlihat seorang 'gadis' yang menjadi pusat kegilaan disana, 'gadis' itu menari dengan berbagai gerakan tubuhnya sesuai dengan ritme musik yang di mainkan Disc Jockey diatas sanayang membuat para pria disekitarnya merasa udara disekeliling mereka sangat panas.
seorang wanita datang menghampiri gadis yang memiliki rambut sewarna bunga Sakura dengan langkah anggunnya terkadang ia juga mengedipkan matanya pada pria disekitarnya yang menatapnya penuh damba.
"Hey, Darling semangat sekali sih.. lihat tuh.. mereka menatapmu seolah-olah kau itu daging empuk yang siap dilahap .. Sakura." yang dipanggil hanya menatapnya bosan.
"Apa kau datang hanya untuk mengatakan ini, Ino?" Ino, wanita itu hanya manatap Sakura malas, ia melirik dari atas kepala hingga ujung sepatu dan diiringi dengan gelengan kepalanya.
"Kenapa menatapku begitu? kau tidak naksir padaku 'kan? aku ini masih normal loh.. walau terkadang suka error sedikit." Sakura balas menatap Ino dengan menaik-turunkan alisnya.
"Ihh.. Sorry aku juga masih normal! Baka! kau mulai tertular virus Karin ya? Karena patah hati berubah haluan.. bajumu kelewat tipis dan terlalu pendek.."
"Ayolah.. Ino kita di Club sekarang, kau ingin aku memakai piyama? atau baju tebal? tidak mungkinkan dan kenapa tiba-tiba kau membahas pakaianku?"
Sakura memakai Mini Dress Brukat Hitam bermotif bunga dari atas hingga bawah dengan perpotongan bahu lebar, di bagian atas hanya ada dalaman hitam persegi panjang dengan lebar 10 cm yang hanya menutupi sebagian tubuh bagian atasnya, dengan rok bagian dalam berwarna hitam di balik bagian rok Brukat yang hanya menutupi setengah pahanya. Di bagian pinggang terdapat tali pengikat berwarna hitam dengan pita berbentuk bunga berwarna merah muda yang menambah kesan manis dipadukan sepatu Pump berwarna hitam.
"Aku hanya khawatir. Bodoh! Lebih baik kita cari tempat dulu untuk berbicara." Ino menarik tangan kanan Sakura membawanya ketempat yang jauh lebih tenang.
"Jadi ada apa?" saat ini mereka sedang berada di Bar lantai 2, duduk di salah satu tempat di pojok sana.
"Kau To The Point sekali sih.. Kita pesan ya minuman dulu, oke."
"Tidak perlu langsung saja,"
"Kau ini. Oh.. ya.. bagaimana musiknya bagus ya, DJ nya tampan lagi."
"Biasa saja, kau tidak datang untuk membicarakan hal ini kan?"
"Tentu saja tidak. Jadi bagaimana masalahmu dengan si Uchiha bungsu itu?"
"Tidak ada yang perlu dibahas tapi, aku akan membuatnya kesal padaku. Aku akan menggunakan Gaara sebagai umpan nya."
"Gaara?" Ino mengernyitkan dahinya karena ia —Ino tidak tau siapa Gaara.
"Dia DJ yang tadi kau bicarakan." Sakura melipat tangannya dan ia mulai memikirkan sesuatu dan Ino menatapnya kaget.
"Kau gila? Gaara.. umpan.. jangan bercanda.." Sakura menahan tawanya saat ia melihat ekspresi yang di tunjukkan Ino, karena si Pirang itu sedang menatapnya dengan mata terbuka lebar begitu juga dengan mulutnya.
"Hmpp.. Aku serius, Ino."
"Jangan tertawa! Jadi kau ingin melakukan apa pada Gaara?"
"Mendekatlah aku akan membisikkannya padamu." Ino mulai mendekat ke arah Sakura, dan Sakura mulai membisikkan sesuatu padanya.
"HAHH.. Kau serius akan melakukan itu?" teriak Ino saat mendengar rencana Sakura yang kelewat gila menurutnya.
"Ssstt.. Jangan berisik.." ucap Sakura seraya mengarahkan jari telunjukkan di depan bibir.
"Hehe.. Oke sipp.. Jadi kapan kau akan melakukannya dan apa kau kenal Gaara?"
"Tentu saja, kami tergabung dalam grub khusus Disc Jockey namanya MD. Minnie Disc."
"Apa banyak Pria tampan di sana?" tanya Ino dengan wajah berbinar - binar.
"Banyak." balas Sakura dengan wajah malasnya diikuti dengan kelereng hijaunya yang berputar bosan.
"Kau ini.. Sai kau kemanakan?"
"Tidak'ku kemana-manakan, kami masih sering melakukan seks kok.."
"Aku tidak tanya detailnya."
"Oke." ucap Ino sambil tersenyum tidak jelas yang membuat Sakura memundurkan tubuhnya.
"Kita turun kebawah yuk.. Aku ingin melihat si merah tampan itu.. hehe.. sekalian kita minum di bawah. Oke." sambil menarik lengan Sakura.. Lagi.
"Terserah kau saja." Sakura yang sudah ditarik oleh Ino hanya bisa menatapnya jengkel dan juga pasrah. Tentunya.
Waktu berlalu 12 jam sejak tadi malam, sekarang sudah hampir jam 10 pagi. Bel jam istirahat akan berbunyi sebentar lagi. Di dalam kelas 3.2 terlihat empat orang siswi yang entah sedang membicarakan apa karena mereka berbicara dengan sangat pelan.
"Ssstt.. Jadi kau akan melakukannya kapan?" Ino menatap Sakura yang di balas dengan seringai seram khas Sakura yang membuat Ino dan yang lainnya merinding seketika.
"Tentu saja, sekarang." bisik Sakura.
"Dia itu siapa sih..?" tanya Hinata juga dengan suara berbisik.
"Sabaku Gaara, siswa kelas 3.3 murid pertukaran pelajar dari Suna, dia satu Hobi denganku." terang Sakura dengan masih saling berbisik.
"Wow.. Tapi? Kenapa kau tidak menggunakan aku saja? Sialan itu pasti akan lebih kesal." Karin menatap wajah Sakura dengan ekspresi menggoda tapi tidak berpengaruh pada Sakura.
"Mungkin bukan kesal Karin. Tapi..." jeda Ino yang membuat tiga kepala berbeda warna disana menatapnya penuh tanda tanya.
"Tapi?.." ucap Karin, Hinata, dan Sakura bersamaan masih dengan saling berbisik.
"Menggelik'kan. Karin! atau bisa dibilang hehh.. Menjijikkan." sambung Ino yang dibalas delikkan sebal dari Karin.
"Sialan! Kau Ino!" Karin menekuk wajahnya juga bibirnya yang membuat Sakura, Ino dan Hinata tak bisa menahan tawanya, munurut mereka Karin terlihat sangat lucu. Jarang sekali Karin bisa mereka nista kan.
"Hahaha...~"
"Haha..~"
"Hahaha..~"
"Di-Diam.. K-Kalian.." ucap Karin sambil menahan rasa malunya, membuat sedikit terbata-bata.
Tawa mereka mengundang tanda tanya dari murid disekitar mereka termasuk Naruto dan Sasuke. Tentunya.
"Apa yang sedang mereka lakukan?" tanya Naruto pada Sasuke yang duduk di sampingnya.
"Entahlah.." balas Sasuke yang hanya menatap kearah papan tulis entah apa yang dipikirkannya. Pada jam pelajaran ke-2 kelas tampak sangat ribut pasalnya para guru saat ini sedang rapat.
Teett...
Bel jam istirahat berbunyi semua murid keluar dari kelas mereka untuk mengisi perut yang mulai terasa kosong, begitu pun dengan Karin, Ino, Hinata dan Sakura. Begitu juga dengan Naruto dkk.
4 Orang siswi berjalan sejajar dalam lorong disana menuju kantin dan sekali lagi mereka menjadi pusat perhatian murid-murid lain yang juga dalam perjalanan menuju tempat yang sama.
"Hey! Tenten kapan kembali kesini?" tanya Ino.
"Entahlah. Kau taukan Tenten seperti apa?" balas Sakura.
—Hwang Tenten. Tomboy, sangat ahli melakukan Judo, Karate, dan khususnya Kendo saat ini Tenten sedang mengikuti kejuaraan Internasional Kendo yang di ikuti oleh semua negara termasuk lima negara besar. Suna, Kiri, Ame, Oto dan Konoha.
"Mungkin dia akan kembali nanti... setelah memenangkannya. Kemarin malam Tenten menghibungiku, dia mengatakan jika dia berhasil masuk final dan lawannya adalah sepupumu Hinata." sahut Karin pada teman-teman yang di sambut dengan tatapan kaget.
"NEJI!" teriak mereka bersamaan.
"Sstt.. Kalian tidak perlu berteriak." kata Karin sambil menatap teman-temannya lagi.
"Maaf.." ucap Hinata dan Ino.
"Wahh.. Kurasa akan menjadi pertandingan yang hebat ya. Mengingat mereka itu musuh sejak dulu. Pasti tidak akan ada yang mengalah." timpal Sakura.
"Hmm.. Kau benar. Waahh!.. disana ada Gaara..." ucap Ino penuh semangat saat ia melihat Gaara duduk disalah satu meja di kantin itu.
"Disana ada Sai juga. Pig. Jika pacarmu itu tau habis sudah.." sahut Sakura yang dibalas tatapan malas dari Ino.
"Baik. Aku tidak akan macam-macam." balas Ino.
"Ada Sasuke dan Naruto juga.. loh.. hmmss.." Karin menggerling nakal ke arah Sakura dan Hinata yang dibalas delikkan tajam dari keduanya.
"Hehe.. Santai saja jangan menampilkan wajah seram seperti, hawa di sekitarku menjadi dingin rasanya." tambah Karin.
"Kau tau itu." ucap Sakura dan Hinata bersamaan.
Mereka berjalan menuju salah satu meja kecuali Sakura yang melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat Gaara.
"Haii.. Gaara.." Sakura duduk di sebelah Gaara.
"Oh.. Hai," balas Gaara dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Kau duduk sendiri disini?" tanya Sakura sambil menatap Gaara.
"Ya, begitulah.. Aku baru saja disini seminggu jadi belum begitu terbiasa, mungkin.. kau bisa menemaniku disini." diiringi dengan kedipan mata yang langka dari Gaara.
"Tentu saja."
Sap!
Tiba-tiba Gaara menggenggam tangan Sakura dengan sedikit meremasnya.
"Gaara~.." bisik Sakura.
"Hm." sedikit demi sedikit Gaara menghilangkan jarak diantara mereka, terus mendekat dengan tangannya yang masih menggenggam tangan Sakura hingga bibir mereka hampir bertemu—
BRAAK!
Suara pukulan pada meja mengagetkan semua orang begitu juga dengan Sakura.
"Maaf." Gaara melepas genggaman tangannya dan menjauhkan tubuhnya dari Sakura.
"Ya, Tidak apa-apa Gaara-kun. Aku ke tempat teman-temanku ya." Sambil menatap Gaara dengan senyum yang sangat manis.
"Hm. Baiklah." Gaara berusaha untuk menahan senyum dan pipinya yang merona kali melihat wajah manis Sakura.
Sakura berjalan kearah meja pojok kantin yang berada di dekat jendela dimana sana sudah ada ketiga temannya.
"Kau hebat.." ucap Ino saat Sakura sudah duduk disampingnya.
"Apanya yang hebat? lagi pula siapa yang menggebrak meja? mengganggu saja." ucap Sakura kesal.
"Apa kau tidak lihat? Tadi itu Sasuke yang memukul meja. Ah! Ini makananmu, kami sudah membelinya tadi." Ino menujuk jus jeruk dan roti isi yang ada di atas meja.
"Thanks. Aku tidak memperhatikan sekitarku." Sakura mengambil makanannya.
"Wah.. Sayang sekali dia terlihat kesal loh.. Sayangku." ucap Karin pada Sakura yang sedang menikmati makanannya.
"Hmm.. Bahkan sebelum kau mulai berciuman." sahut Hinata.
"Ya, Tapi aku bahkan tidak sampai berciuman." balas Sakura.
"Yang penting berhasilkan, tinggal melanjutkan rencanan selanjutnya.
.
.
.
.
"TEME!"
"Apa DOBE? Lebih baik kau tidak menggangku sekarang." Sasuke melangkahkan kakinya dengan langkah lebar meninggal tempat terkutuk baginya.
"Jangan jadi pengecut Teme! Dia ada disini lebih baik kau jelaskan padanya sebelum terlambat." ucap Naruto yang mengekori dibelakang Sasuke.
"Memangnya apa yang perlu di jelaskan. Naruto." setelah mengatakan itu Sasuke mempercepat langkahnya dan meninggalkan Naruto begitu saja.
"Tapi, Kau tidak bisa seperti ini. Sasuke..." ucap Naruto seraya menatap sendu Sasuke.
TBC
Lagi kena WB, setiap nulis tuh kok rasanya selalu ga pas mulu ngulang lagi.. ngulang lagi kezell aku.. X( bagian ini udah ku tulis sebaik mungkin,
#Curcol.
Aku juga lagi kesel sama apk WP* lagi sering bermasalah masa pas lagi edit tulisannya malah jadi acak-acakan T.T cape ngulang mulu, udah bikinnya berulang ulang tambah ini lagi jadi ngulang lagi T.T
REVIEW please.. jangan ngeFLAME ya..
