Sehun keluar dari kamar menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarganya namun setelah pantatnya duduk dikursi, tetapan dingin Hanse yang dilihatnya untuk pertama kali.

"Kenapa menatap Appa seperti itu nak?"

Sehun bertanya pada putra sulungnya sedangkan yang lain tidak berani menjawab karena takut membuat Hanse bertambah kesal.

"Hanse kesal dengan Appa" Hanse mengatakannya sambil cemberut

"Kesal kenapa nak?" Sehun tidak mengerti kenapa anaknya bisa kesal padahal sebelum anaknya tidur perasaan tidak sedang marah

"Kamal Appa berisik sekali, apa ada monstel yang masuk" Hanse kesal karena dirinya kekurangan tidur karena mendengar suara tersebut yang sangat tidak dikenalinya

Sehun dan Luhan saling menatap satu sama lain untuk menjelaskan masalah tersebut pada anak mereka.

"Itu... Itu..." Sehun tidak bisa mengatakannya karena anak mereka masih sangat kecil untuk mengetahui suara tersebut

"Hanse mengelti, ada monstel dikamal Appa dan Eomma" Hanse tidak bertanya lebih lanjut karena Appanya tidak bisa mengatakan dengan jelas sedangkan Sehun dan Luhan lega karena anaknya berpikir hanya monster yang menghasilkan suara tersebut

"Benar nak, ada monster dikamar Eomma"

Luhan setuju dengan sang anak karena monster selamam sangat ganas dan mesum untuk dikalahkan sehingga menghasilkan bunyi yang tidak baik untuk didengar anak dibawah umur.

"Mana mosntelnya bial Sehan dan Hanse pukul" Sehan semangat ingin membantu membrantas monster yang menggangu kedua orang tuanya

"Hahaha... Monsternya sangat jarang datang nak"

Sehun lega karena setidaknya anak - anak tidak akan memukul dirinya seperti sebelumnya hanya karena dirinya tidak memberikan izin untuk tidur bersama.

"Sudah, ayo habiskan sarapannya"

Keluarga Sehun sangat harmonis semenjak kelahiran putra kembarnya yang sangat menggemaskan. Tiada hari tanpa coletehan putra mereka yang sulung sangat manja pada Appanya Sehun sedangkan yang putra bungsu lebih manja kepada Eommanya.

TING TONG - TING TING

"Aku buka dulu ya" Sehun pamit pada keluarganya untuk membuka pintu dan melihat siapa tamu yang datang berkunjung kerumahnya dipagi hari

Sehun berjalan dengan santai menuju pintu utama untuk membukakan pintu agar bisa melihat tamu yang berkunjung.

CLECK

"Hai Albino" Chanyeol datang membawa keluarganya dengan Chanhyun yang berada dipelukan Appanya

"Hai jelek" Sehun membalas ejekan sahabatnya dan langsung menyuruh tamunya masuk kedalam rumah

"Siapa yang datang Hun" Luhan bertanya dari arah dapur dan terlalu penasaran dengan tamu yang datang dipagi hari seperti ini

"BAEKHYUN!" Luhan cukup terkejut namun senang karena yang datang adalah sepupunya dan juga suaminya Chanyeol beserta putra mereka Chanhyun

"Haiz... Tidak perlu berteriak Lu" Baekhyun kesal karena suara Luhan mampu membuat semuanya menangis

"Hiks... Eomma" Chanhyun terkejut karena suara tersebut dan terisak didalam pelukan Appanya

"Sini nak" Baekhyun membawa anaknya kedalam gendongannya dan menatap sebal pada Luhan yang hanya terkekeh

Luhan mendekati Baekhyun dan menatap Chanhyun sangat tampan seperti Chanyeol yang sedang menangis.

"Imo minta maaf ya Hyun" Luhan memegang kepala Chanhyun untuk meminta maaf sedangkan Chanhyun sudah reda dari tangisannya hanya mengangguk untuk memaafkan Luhan Imo namun tidak mau menatap Luhan

"Terima kasih sayang" Luhan mencium tangan Chanhyun yang masih menolak untuk melihatnya

"UWAH... Ada adek bayi" Hanse senang karena mereka kedatangan teman baru

"Annyeong Hyung, joneun Chanhyun imnida" Baekhyun menggunakan suara anak - anak untuk menyapa anak Luhan

"Annyeong, joneun Hanse imnida"

"Annyeong, Sehan imnida"

Sehan dan Hanse memperkenalkan diri mereka pada adik bayi tersebut sedangkan Chanyeol berjongkok untuk menatap kedua putra sahabatnya.

"Annyeong, joneun Chanyeol Samchon imnida" Chanyeol senang karena anak sahabatnya sangat ramah dan bersahabat

"Samchon sangat tampan" Chanhyun memuji Sehun samchon yang sangat tampan sedangkan Sehun hanya tersenyum saja

"Appa Hanse memang tanpan" Hanse setuju dengan apa yang dikatakan teman barunya Chanhyun

Luhan mendekati Baekhyun dan berbisik di telinga sepupunya "Dia ikutan tertular virus genitmu"

"Aku adalah Eommanya" Baekhyun tidak ambil pusing dengan ejekan Luhan

"Ei... Appa lebih tampan daripada Samchon kalian" Chanyeol tidak terima jika cuma Sehun yang dikatakan tampan karena dirinya juga tidak kalah tampan dari Sehun

"NO~" ketiga anak kecil tersebut tidak setuju dengan perkataan pria lebih tinggi tersebut

"Baek~" Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan sedih karena dirinya tidak diakui tampan

"Dasar manja" Luhan dan Sehun kompak mencibir Chanyeol yang nampaknya saja dewasa namun sangat manja pada Baekhyun

"Macam tidak manja saja kau pada Luhan" Chanyeol kesal dan tidak sengaja kakinya tepat mengenai selangkangan Sehun

"AH..." Sehun kelepasan mendesah karena kesakitan namun juga kenikmatan karena kaki Chanyeol menggesek selangkangannya

"Chanyeol~" Luhan kesal karena kaki Chanyeol tidak sengaja menggesek selangkangan suaminya

"Ayo Hun" Luhan membawa kekasihnya kedalam kamar untuk mengurus Sehun punya tongkat sakti

BLAM

"Appa~" Hanse sedih karena Appanya tidak bersama mereka untuk bermain

"Hanse, jangan menangis ya. Appa dan Eomma sedang melakukan sesuatu"

Chanyeol membawa Hanse kedalam gendongannya agar tidak menangis dan ini semua juga kesalahannya tidak sengaja menggesek selangkangan Sehun sahabatnya

"Ayo bermain dengan Chanhyun" Chanyeol membawa ketiga anak tersebut kedalam ruangan khusus bermain yang selalu dipakai Sehun untuk menghabiskan waktu bersama anak - anak

..

..

..

"Lu" Sehun memanggil nama istrinya ketika selangkangannya masih ngilu

"Sabar"

Luhan membuka celana Sehun dengan terburu - buru dan menurunkan celana dalam suaminya dan tongkat sakti Sehun menampak dirinya dengan gagah.

"Penismu masih sama seperti pertama kali aku melihatnya"

Luhan menggengam penis Sehun dengan sangat menggoda dan kemudian memasukkan benda tersebut kedalam mulutnya dan memberikan service pada penis suaminya.

"Shh..." Sehun merasa kenikmatan dengan service yang diberikan istrinya

"Lebih cepat Lu..." Sehun tidak tahan dengan service yang diberikan sedangkan Luhan semakin semangat untuk memberikan service pada penis kebanggannya

Luhan menghentikan kulumannya pada penis dan menatap Sehun dengan mata berbinar "Penismu sangat nikmat Hun"

"Hahaha... Kau sudah ketagihan, silahkan nikmati nyonya" Sehun sungguh terkejut dengan perkataan Luhan yang sangat jarang memuji penisnya

"ARGH..." Sehun berteriak keras karena tiba – tiba Luhan menerjang penisnya dan mengulumnya dengan tempo yang cepat dan membuat Sehun kesusahan bernafas

"LEBIH CEPAT LU... ARGH... AKU MAU KLEUAR"

Sehun kali ini pasrah hanya butuh waktu lima belas menit untuk mengeluarkan spermanya kedalam mulut sang istri, Luhan sebagai yang memberikan blowjow hanya menikmati sperma guruih milik suaminya.

"Terima kasih Lu" Sehun senang karena istrinya sangat mengerti dengan kondisinya

"Hm" Luhan mencium bibir Sehun untuk berbagi sisa sperma dan Sehun membalasnya dengan ganas

"Hah.. Aku mencintaimu Lu"

"Aku juga"

TOK TOK TOK

"APPA~" Hanse merengek dari luar pintu karena kesal dengan Appanya yang sangat lama

Luhan dan Sehun saling memandang untuk menjelaskan situasi pada anak mereka yang masih kecil dan polos.

"Sabar nak"

~E.N.D~