NARUTO DKK hanya milik MASASHI-sensei, Yuki hanya meminjam izinin ya sensei (^з^)- muach.. (✿ฺฺ)ノmuach..
Warning !
Rate ⭐ M
(anak kecil ga boleh mampir ya, tapi klo tetep mampir ya ...)
.
.
.
*Don't Like Don't Read*
**kalo tetep baca jgn salahin yuki yaヘ(ω ̄ヘ) ntar yuki gigit kalo ada yg gitu (⌒.−)
.
.
JOKER
.
.
.
Chapter 4
✿Pertemuan yamg tak disangka✿
.
.
.
Happy reading ヾ(@@)ノ
.
.
.
Mionomari club terasa sangat sesak dan panas sekalipun sudah ada pendingin ruangan didalamnya karena banyaknya pasangan yang sedang bercumbu di pojok ruangan tanpa mengenal tempat, begitu juga dengan tiga orang berbeda gender yang berada di dekat meja Bar. Narutoyang sedang berciuman panas dengan Shion yang berada di pangkuannya tidak membuatSasuke yang duduk di sebelahnya terganggu, ia—Sasuke terus saja meminun Vodka digelasnya hingga tandas, entah sudah berapa banyak yang sudah diminumnya sesekali Sasuke akan meracau tidak jelas dengan suara agak keras.
"Sial! Sial! Merah sialan! Merah sialan!"
"Sial! Sial!"
"Mati saja sana!"
" Aaargghh!... Merah Sialan!"
"Teme! Bisa tenang sedikit kau menggangguku!" Naruto melirik Sasuke sekilas dengan ekspresi kesal. Sasuke balas menatap Naruto dengan tatapan mematikannya.
"Diam kau Dobe! Urus saja Jalang Sialanmu!" maki Sasuke seraya meletakkan gelasnya dengan keras hingga menimbulkan suara yang cukup kencang.
"Teme, Jangan menyebut Shion seperti itu." Naruto menghentikkan cumbuannya yang membuat Shion merenggut kesal.
"Jika bukan karena Jalang-mu itu Dia masih bersamaku, Sialan!" maki Sasuke dengan suara agak keras.
"Kau jangan menyalahkannya Sasuke! Kau sendiri yang saat itu sedang mabuk." balas Naruto.
"Kau tau sendiri saat itu aku sedang bertengkar dengan Dia, dan kau malah membawa Jalang sialan itu." maki Sasuke seraya mengingat kilasan masa lalu saat Shion mencoba menggodanya yang sedang mabuk dan buruknya Dia datang tepat pada saat Shion yang duduk di pangkuan Sasuke dengan posisi seakan berciuman. Tidak ada apapun yang terjadi saat itu karena Sasuke langsung mendorongnya hingga terjatuh dan saat itu dia baru sadar jika Dia datang, kesalah pahaman pun terjadi di tambah dengan Sasuke yang tidak memberi kejelasan apapun hingga Dia pergi meninggalkannya. Ya orang itu adalah Sakura.
"Dan itu salahmu juga Sasuke kenapa kau tidak mau menjelaskan apapun." ucap Naruto yang tidak ingin Shion di salahkan.
"Cih! Jalang tetap saja Jalang!" desis Sasuke tajam.
Suasana di klub itu tiba-tiba berubah menjadi sangan ramai saat rombongan wanita-wanita cantik dan populer di kalangan dunia malam masuk kedalam klub itu. Hm, benar mereka adalah Sakura, Ino, Karin dan juga Hinata yang sejak memasuki klub terus saja memamerkan senyum iblis yang membuat teman-temannya merinding melihatnya dan membuat para pria yang melihat merasa ngeri.
"Baka, bisakah kau tidak tersenyum seperti itu! kau membuatku takut." Ino menatap Hinata was-was.
"Hentikan sentumanmu itu Hinata kau membuat para priaku takut, kau tenang saja si Bodoh itu akan kubuat tidak berkutik begitu juga dengan si Jalang, kau mau mereka ku apakan? Aku bisa membuatnya babak belur sekarang .. haha..haha.." Sakura tertawa dengan nada menyeramkan.
"Karin, kita tidak sedang berada di drama hororkan? mereka berdua kompak seramnya," Ino menatap Sakura dan Hinata bergantian seraya memundurkan langkahnya entah kenapa Ino seperti melihat api hitam yang berkobaran di sekitar Sakura dan Hinata.
" Untungnya tidak." Karin menatap dua temannya yang sedang bertingkah aneh tanpa emosi. "kalian berdua kembalilah ke alam sadar." ucap Karin seraya mengerakkan tangannya seorang sedang menyipratkan air. Ino memandang teman-temannya aneh. "Mereka mulai tidak waras ya?"
Disisi lain, Sasuke yang sudah sangat mabuk berjalan sempoyongan menghampiri tempat Sakura dan teman-temannya berada.
Grep!
Sasuke menarik tangan salah seorangnya yaitu gadis berambut merah muda a.k.a Sakura.
Sakura menatap Sasuke kaget. "Apa maumu?! lepaskan tanganku!" Sasuke tidak peduli dengan teriakan Sakura ataupun temannya dan terus menarik atau mungkin menyeret Sakura untuk terus mengikutinya. Karena kesal dengan Sakura yang terus melawannya, Sasuke pun memilih untuk membopong Sakura dibahunya dan sesekali ia akan menampar kemudian meremas bokong Sakura saat gadis itu memberontak hingga membuat Sakura berteriak kesal.
"Singkirkan tangan sialanmu dari tubuhku , Uchiha!"
Sasuka membawanya hingga sampai ke parkiran dan melemparnya masuk kedalam mobil di kursi penumpang tanpa peduli penolakan dan umpatan Sakura padanya.
"Apa-apaan dia?!" teriak Ino kesal saat ia dan yang lainnya tidak bisa menolong Sakura.
"Sial! kita harus menyeret si bodoh Naruto sekarang, kita tidak tau kemana uchiha itu pergi." ucap Hinata yang diangguki yang lainnya, mereka tidak menyangka jika tiba-tiba Sasuke datang dan membawa Sakura begitu saja.
*** (^_−) ***
Berbagai umpatan kasar terdengar didalam mobil yang sedang di kemudikan oleh Sasuke dan tentu saja semua itu berasal dari Sakura yang duduk di kursi belakang. Ia—Sakura merasa takut dan was-was karena Sasuke mengemudi dalam keadaan mabuk.
"Turunkan aku sialan! "
"Uchiha! Aku belum mau mati bodoh!"
"Hey!"
"Sia—"
"Diamlah Sakura jika kau tidak ingin aku memperkosamu disini." ucap Sasuke dengan suara agak serak seraya membuka kacing kemejanya entah kenapa ia merasa panas.
"Brengsek!" umpat Sakura.
"Berhentilah mengucapkan kata kasar Sakura atau aku akan mencumbumu disini sekarang." Sasuke melirik Sakura dari kaca mobilnya sekilas dari mimik wajahnya ia tau gadisnya itu masih mengeluarkan umpatannya tanpa suara.
Mobil yang sedang di kemudikan Sasuke berhenti diruang parkir di bawah lantai satu di gedung apartemen, Sasuke turun dari mobilnya kemudian membuka pintu penumpang dan kembali membopong Sakura.
"Apa maumu?!" teriak Sakura kesal.
"Bercinta denganmu." balas Sasuke seraya meremas bokong sintal Sakura.
"Dalam mimpimu sialan! " maki Sakura dengan terus menggerakkan kakinya.
"Diam Sakura, diam."
** Ditempat lain**
Karin membawa tepatnya menyeret Naruto kesebuah ruang saat pria itu baru saja keluar dari toilet.
"Hey! Karin sopan sedikit pada kakak sepupumu ini, Datebayo.."
"Tidak akan bodoh!"
"Kau mau membawaku kemana?"
"Ikut saja dengan pasrah."
..
Brak!
Karin membuka pintu dengan kasar dan mendorong kasar begitu saja sang korban.
Naruto menatap ngeri pada tiga orang wanita di hadapannya yang saat ini sedang menunjukkan sebuah senyum maut mematikkan padanya.
"Hinata-chan~" Naruto menatap Hinata dengan memelas.
"Naruto katakan dimana Sasuke sekarang." nada tegas terdengar saat Hinata mengucapkannya.
"Aku tidak tau Hinata-chan tadi Sasuke langsung pergi begitu saja." balas Naruto.
"Kenapa kalian mencari Sasuke?" tanya Naruto sedikit ketakutan.
"Dia membawa Sakura tadi dan jika kau tidak memberitahu dimana Sasuke sekarang.. " Ino menggantung kalimatnya seraya menunjukan pisau lipat yang di hadapan wajah Naruto.
"Kami akan memotong barang kesayanganmu dibawah sana." sambung Ino dengan nada kejam yang membuat Naruto pingsan seketika.
Bersambung.. ( ̄~ ̄;)...
Ampun yuki tau ini pendek banget *ditimpuk sendal sama reader* ( ´ ▽ ` )ノmoga moga yuk bisa sering update kedepannya , buat yang udah nunggu ni ff sampe lumutan yuki minta maaf *nunduk nunduk
*maaf klo ada typo ya
Oke segitu aja, jangan lupa review ya biat yuki tambah semangat.
BYE-BYE ┗(0)┓
...
29 april 2018
12.19 wib.
