Uri Sarangseureoun Seoltangie

.

Chapter 8: You're My Type

.

A BTS Fanfic

.

SUGA!Centric

.

©Siwgr3

.

Cast: BTS, Other

.

Main Cast: Min Yoongi/SUGA/August D

.

Other Cast: BTS Member, Other

.

Pair: SUGA!Centric, Bott!Suga, Uke!Suga

.

Genre: Hurt/Comfort, Romance, Family

.

Rated: T


Rasanya empuk.

Hangat.

Lembut.

Seingat Seokjin gulingnya tidak seperti ini…

Perlahan Seokjin membuka kedua matanya. Dan yang ia lihat pertama kali adalah rambut hitam milik Min Yoongi. Seokjin menurunkan pandangannya dan menemukan Yoongi menjadikan lengan Seokjin sebagai bantal, dan memeluknya erat.

Dia masih pulas tertidur.

Manis sekali.

Tanpa bisa Seokjin cegah, sebuah senyuman hangat mengembang di wajahnya.

Dia teringat kejadian tadi malam, pukul satu malam. Seokjin sedang tidur, saat dia merasakan guncangan kecil di lengannya.

Saat Seokjin membuka mata, suasana cukup gelap karena lampu dimatikan, tapi samar Seokjin bisa mengenali sosok Yoongi. Saat Seokjin bertanya ada apa, Yoongi hanya mencicit kecil mengatakan bahwa dia bermimpi buruk, dan bertanya apa dia bisa tidur dengan Seokjin.

Oke, pembicaraan kemarin malam dengan para member membuat Seokjin bersikap canggung pada Yoongi. Seokjin sendiri bingung dengan perasaannya. Hell. Dia namja normal. Tapi jika yang Hoseok katakan benar, bahwa mereka semua sudah mencintai Yoongi, apa yang harus Seokjin lakukan?

Well, awalnya Seokjin ingin menolak karena dia masih ingin menata hatinya, tapi dia bisa merasakan pegangan Yoongi di lengannya bergetar dan dia bisa mendengar isakkan kecil keluar dari bibir dongsaengnya.

Tentu saja Seokjin tak kuasa menolak.

Kini, dia cukup bersyukur atas keputusannya tadi malam.

Bisa bangun dengan Yoongi dalam dekapannya, bebas memandangi wajah manis itu.

… Kenapa Seokjin tak menyadarinya sebelumnya…?

Kenapa semua member tak menyadari bahwa Yoongi semanis ini? Dengan kulit putihnya dan bibir meronanya…

Ah… mungkin karena Yoongi terlalu banyak menunduk? Dia jarang sekali mengangkat wajahnya saat berbicara…

Kapan terakhir kali dia memotong rambut? Poninya sudah panjang sekali.

Tangan Seokjin yang bebas perlahan terangkat menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi dahi Yoongi.

Sangat cantik.

Seokjin memandanginya lama, sebelum pandangannya turun. Dipandanginya bibir merona itu.

Hell, Seokjin sendiri tidak paham dengan isi pikirannya.

Tubuhnya bergerak sendiri.

Dan mengecup bibir itu.

Hanya sekilas, karena Seokjin langsung menjauhkan wajahnya.

Terkejut dengan perbuatannya sendiri.

… Dia normal 'kan…?

:

:

"Jeon Jungkook! Bangun!"

Jungkook mengerang. Biasanya suara yang tepat untuk membangunkanmu dari tidur adalah bunyi nyanyian merdu burung kecil atau dentingan lembut piano atau bunyi pisau yang beradu dengan talenan dan bau harum yang menyertainya.

Suara nyaring nan cempreng Kim Seokjin jelas bukan salah satunya.

"Jungkook! kau hari ini ada ujian 'kan? BANGUN!"

Jungkook tak bergerak, masih setia memeluk gulingnya dengan mata tertutup. Merengut.

Seokjin berkacak pinggang. "Jinjja? Kau akan begini? Kau mau hyung bermain kotor?"

Jungkook seratus persen tahu maksud 'bermain kotor' itu, tapi dia sudah bertekad. "Aku baru mau bangun kalau Yoongi hyung yang membangunkanku!"

Seokjin memicingkan matanya, menatap Jungkook tajam –membuat namja bergigi kelinci itu sedikit merinding walau dia tidak melihat wajah Seokjin. "Hah?"

Jungkook tahu Seokjin tidak senang dengan permintaannya. Tapi dia masih mencoba peruntungannya. "Y-Yoongi hyung sudah berjanji akan membangunkanku setiap pagi!" oke, Jungkook tidak bermaksud mengeluarkan suara cicitan kecil yang sarat ketakutan itu. Itu terdengar sangat konyol dan tidak keren. Jungkook terdengar seperti tikus yang disudutkan oleh kucing.

Tapi kau tidak bisa menyalahkan Jungkook.

Seokjin bisa sangat menyeramkan saat marah.

Not to mention, cemburu.

"Jeon Jungkook, aku hitung sampai 3."

Jungkook tak bergeming, walau jantungnya berlompatan seperti orang maraton.

"1."

Jungkook menggigit bibirnya. Tekadnya mulai goyah.

"2."

Apa Jungkook sudah membuat keputusan yang tepat?

"Jeon Jungkook, peringatan terakhir."

… Tidak! Jungkook sudah bertekad! Dan seorang pria tidak akan menarik kata-katanya! Dan Jungkook adalah seorang pria!

Seokjin memandangi Jungkook yang masih keuhkeuh memeluk guling. "Oke. Ini salahmu."

Sejurus setelah berkata begitu, Seokjin melompat menerkam Jungkook. Dilakukannya jurus spesialnya, memelintir nipples Jungkook.

Jungkook menjerit, tapi masih tak mau lepas dari gulingnya. Kedua matanya tertutup rapat sekali. Dia berusaha menepis tangan bejat Seokjin, tapi gagal.

Jungkook tidak akan menyerah! Dia akan mendapatkan haknya!

"JEON JUNGKOOK!" Seokjin dengan sadis menguatkan pelintirannya.

Jeritan Jungkook semakin nyaring, tapi dia tetap keukeuh pada pendiriannya. Tak dipedulikannya suaranya yang semakin lama semakin terdengar seperti tikus yang tergiling.

Jungkook tak akan kalah!

Seokjin memandanginya kesal. Kuat juga anak ini. Waktunya mengganti strategi! "BANGUN!"

"GYAHAHAHAHHA! HYOO-HAHAHAAH! TAK AD-AHAHAHAHHA! HENTIKHANAHAHAHAHAHAH!"

Seokjin tak memperdulikan jeritan Jungkook, tangannya masih setia menggelitiki tubuh magnaenya itu. Sementara si empu tubuh tertawa terbahak-bahak sambil bergerak-gerak liar. Tapi tetap tak membuka mata dan masih memeluk gulingnya.

JUNGKOOK IS A FREAKING MAN!

Seokjin tanpa ampun terus menggelitikinya, tak memperdulikan air mata Jungkook yang mulai keluar karena terlalu banyak tertawa.

Semenit berlalu hanya ditemani suara tawa kesetanan Jungkook.

Tapi Jungkook tetap tak menyerah –walau wajahnya sudah penuh air mata dan napasnya ngos-ngosan.

Seokjin menghentikan kelitikannya, berkacak pinggang, frustasi dengan magnaenya ini.

'Anak ini… kemampuannya tak bisa dipercaya…'

Well, julukannya golden magnae bukan tanpa alasan.

"… Jeon Jungkook."

Jungkook cuek bebek –walau masih tersengal.

Seokjin mendesah frustasi. "… Arraseo."

:

:

Yoongi masih nyenyak tertidur di ranjang Seokjin, membiarkan hawa dingin mengelus halus wajahnya sementara selimut tebal Seokjin menghangatkan tubuhnya.

Dia mengimpikan BPB mendapat penghargaan di Billboard dan juga tampil di America Music Award. Di sana mereka sangat terkenal, disoraki oleh ARMY yang sangat banyak. Semua member mendadak pandai berbahasa inggris hingga Namjoon sudah tidak perlu repot-repot mentranslate pertanyaan yang diberikan. Banyak namja-namja bule tampan yang mengajak Yoongi bicara, bahkan ada yang secara terang-terangan mengajaknya kencan.

Yoongi bahagia.

Krieet

Pintu terbuka dan Seokjin melangkah masuk. Dia memperhatikan Yoongi yang masih pulas tertidur. Wajahnya tampak bahagia dengan iler yang meluncur indah dari sudut bibirnya.

Seokjin terkekeh. Anak ini sepertinya bermimpi indah. Seokjin jadi penasaran apa yang diimpikan Yoongi.

"Yoongi."

Yoongi masih tenggelam dalam mimpinya.

Seokjin mendengus. Berat sebenarnya membangunkan Yoongi, apalagi saat Yoongi tampak bahagia seperti ini. Tapi Jeon Jungkook itu benar-benar teguh dengan pendiriannya.

Dan Seokjin tidak mau Jungkook terlambat di hari ujiannya.

"Yoongiyaa, banguuun." Seokjin menepuk-nepuk pipi Yoongi, menghasilkan erangan tidak senang dari Yoongi. "Yoongiii…"

"Aaah! Biarkan aku tidur, hyuung!" erang Yoongi lagi.

"Kau bisa menyalahkan Kookie."

Wajah Yoongi merengut tapi masih memejamkan matanya.

"Dia hari ini ada ujian kelulusan. Dan dia bilang dia hanya mau bangun jika kau yang membangunkannya." Jelas Seokjin enteng.

Yoongi sudah mengeluarkan makian kecil –bersumpah akan mencekik Jungkook saat melihatnya nanti.

"Yoongi! Jaga bahasamu!"

Yoongi menarik selimut untuk menyembunyikan wajahnya. "Biarkan saja bocah itu gagal! Aku mau lihat wajahnya saat hari kelulusan nanti! Dasar manja!"

Seratus persen lupa dengan janjinya dengan Jungkook tempo dulu.

Karena kantuk mengalahkan segalanya.

Seokjin merengut. Tangannya bergerak menyibak selimut lalu mencubit pipi Yoongi gemas.

"Hyooong!" marah Yoongi sambil menepis tangan nakal Seokjin.

Seokjin malah cekikikan –seakan tak peka dengan tatapan membunuh Yoongi. "Ayolah Yoongiii~!"

Lihat hyungnya ini. Sekarang malah memeluk Yoongi sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.

Sok imut.

Yoongi mendesis. "LEPAS."

Seokjin mendengus. Jutek sekali. "Hyung lepas kalau kau membangunkan Jungkook."

Yoongi mempoutkan bibirnya. Ini sungguh tak adil. Tidak bisakah dia menikmati waktu tidurnya dengan tenang?

"Haish… arraseo."

:

:

Jungkook bergelut dalam selimut. Sesekali maniknya melirik jam dinding. Dia sudah hampir terlambat. Dia mulai merasa gelisah. Mempertimbangkan apa dia bangun saja sekarang? Takutnya Yoongi tidak akan peduli dengan janjinya.

Karena tidur adalah hal yang lebih penting bagi Yoongi daripada bocah seperti Jungkook.

Memikirkan itu membuat Jungkook merasa sedikit sedih…

Ya sudahlah. Jungkook harus ujian hari ini.

Baru saja Jungkook berdiri dari ranjangnya, bunyi langkah kaki terdengar mendekati kamarnya. Jungkook buru-buru melompat masuk kembali ke dalam selimut dan memeluk gulingnya. Hatinya berdegup kencang, menebak-nebak siapa yang datang.

Seokjinkah?

Krieet

"Bocah. Aku hitung sampai 3, jika kau tidak bangun…"

Yoongi.

Jungkook tersenyum, masih memejamkan matanya. Senang karena Yoongi menepati janjinya.

"Senyam-senyum tidak jelas. BANGUN!" Yoongi melangkah mendekatinya, melompat dan langsung menghantam perut Jungkook dengan sikunya.

SIKUNYA!

"OHOK!"

Jungkook segera berguling menjauh sambil memegangi perutnya. Matanya melotot memandangi Yoongi, seakan Yoongi baru saja memberitahu anak kecil bahwa santa claus itu bohongan.

DIA LANGSUNG MENGHANTAM JUNGKOOK! DIA BAHKAN TIDAK MENGHITUNG!

MENGHITUNG SAMPAI 3 GUNDULMU!

Yoongi tampak tidak peduli, namja manis itu malah mulai tenggelam dalam bantal dan selimut Jungkook. sejurus kemudian, dengkuran halus terdengar.

Yoongi tertidur.

Tertidur setelah menghantam Jungkook dengan teknik gulatnya.

TEKNIK GULATNYA!

Keren sih! Tapi tetap saja!

Jungkook menghembuskan napasnya berat. Bukan ini yang ia inginkan dari Yoongi. Dikiranya Yoongi bisa membangunkan dengan cara lembut dan halus dan penuh cinta. Tapi ternyata begini.

… Hmph. Ya sudahlah, besok Jungkook akan mencoba lagi. Untuk sekarang Jungkook tidak punya pilihan lain selain bangun.

… Tunggu.

Jungkook memandangi Yoongi yang sudah damai tertidur.

Senyum setan mengembang di wajah namja kelinci itu. Tanpa suara, dia meraih pergelangan kaki Yoongi, dan tanpa ampun langsung menerapkan metode pijat tak manusiawi Seokjin.

"AAAAAAAAAAAAHHHHH!"

Dengan secepat kilat Jungkook melompat turun dari ranjangnya dan langsung kabur dari situ. Meninggalkan Yoongi yang sudah mengeluarkan sumpah serapah sambil memegangi kakinya.

:

:


YOONGI'S POV: ON


THAT DAMNED BRAT!

JEON F*CKING JUNGKOOK!

KABUR BEGITU SAJA SETELAH BERANI BERBUAT BEGITU PADAKU?!

AKAN KUBALAS DIA NANTI!

Aku ngedumel dalam perjalananku keluar dari kamar Jungkook. Aku sebenarnya ingin tidur lagi, tapi 'pijatan' Jungkook tadi sangat efektif hingga membuat kantukku hilang.

Anak sialan.

Kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Di depan kamar mandi, aku berpapasan dengan Taehyung yang tampak masih mengantuk.

Dia terkejut saat melihatku. Sungguh, wajahnya seperti melihat hantu.

Tanpa sempat aku menyapanya, namja itu sudah berbalik dan secepat kilat lari meninggalkanku.

Aku hanya melongo. Apa salahku? Apa aku membuatnya marah? Kenapa Taehyung jadi seperti dulu lagi? Padahal aku merasa bersikap baik padanya –meski masih sering melempar 'candaan' kasar. Tapi aku hanya bercanda… dan Taehyung juga tidak kelihatan keberatan… jadi kenapa?

Aku mengacak suraiku frustasi.

Aku akan menanyakannya nanti. Untuk saat ini aku harus fokus untuk melakukan 'pekerjaan'ku. Aku masuk ke kamar mandi dan berdiri di depan toilet. Kubuka resleting celanaku dan-

"HWAAAA!"

Aku otomatis melompat berbalik ke arah pintu.

Hoseok berdiri di sana dengan wajah merah padam, satu tangannya menutupi matanya (tapi masih memberi celah untuknya melihat) sementara jari tangannya yang lain menunjuk-nunjuk bagian bawahku yang masih terekspos.

"HYOONG! TUTUPI ITU!"

Aku merengut. Lebay sekali.

"Kau berlebihan, kita 'kan sama-sama namja." Dengusku lalu berbalik untuk kembali berkonsentrasi pipis.

Hening.

Aku menolehkan kepalaku, kesal. "Jadi… kau akan memberiku privasi atau hanya akan berdiri saja di sana memandangi penisku?"

Hoseok tersentak. Dia buru-buru keluar sambil membanting pintu.

Aku memandangi pintu sejenak, sebelum terkekeh kecil.

Manis juga.

… Aish…

… Min Yoongi…

Hentikan itu.

Mereka bukan gay.

Kau memang gay.

Tapi mereka bukan.

:

:

Saat ini, semua member sedang terkumpul di meja makan. Jungkook memakan sarapan buatan Seokjin dengan secepat kilat sambil sesekali bergumam panik 'Aku terlambat!' dengan mulut penuh, membuat Seokjin menegurnya dan memintanya untuk pelan-pelan.

Namjoon membaca Koran sambil sesekali menyesap kopinya. Sok sekali bocah ini. Mentang-mentang pintar.

Jimin di sampingku tampak melamun, entah melamunkan apa. Bahkan saat aku menggoyang-goyangkan sumpitku di depan wajahnya, dia tetap tak bergerak.

Sementara Hoseok di seberang, sesekali mencuri pandang ke arahku. Saat aku balas memandangnya, dia sontak membuang muka. Anak ini kentara sekali.

Di samping Hoseok, ada Taehyung yang memakan sarapannya dalam diam. Menunduk dengan wajah merah padam.

Apa dia sakit?

"Tae."

Bisa kulihat kedua matanya melotot saat aku bersuara.

"Kau sakit?" tanyaku.

Taehyung tampak gugup. Dia menggigit bibirnya, seperti memikirkan harus menjawab apa.

"A-ani. Aku hanya…" dia menjeda kalimatnya sejenak sambil melirikku. Aku menaikkan sebelah alisku, menunggu dia melanjutkan kalimatnya. "… Bermimpi buruk… jadi… aku kurang tidur…" wajahnya semakin merah. Tiba-tiba dia meledak out of nowhere.

"Y-YANG PASTI BUKAN KARENA AKU BEGADANG SEMALAMAN MENGGOOGLE 'APA KAMU GA-'"

Jimin membekap mulutnya, tampak panik.

Member lain tampak shock juga.

"Ga-?" beoku.

Jimin buru-buru menggeleng, memberiku senyuman lebarnya. "GANTENG!"

Aku mengernyit. "Ha…?"

"T-Tae menggoogle… apa dia ganteng… ya! Ganteng!" Jimin cengengesan.

Taehyung tampak ingin mengatakan sesuatu, tapi pandangan tajam Jimin membuatnya bungkam.

Aku memicingkan mataku.

Curiga.

Jimin nyengir ke arahku, tampak seratus persen gugup. Hell, aku tidak bodoh. Aku bisa melihatnya.

Aku memandangi semua member satu persatu.

… Mereka menyembunyikan sesuatu.

Jungkook mulai menggigiti garpunya sementara Seokjin bertepuk tangan heboh sambil memandangi langit-langit. Hoseok mengetuk-ngetuk tiga gelas dengan sumpit seakan dia sedang bermain drum. Jimin masih menebar cengirannya ke segala arah selain ke arahku sementara Taehyung memandang bosan ke arah Hoseok.

Namjoon tanpa sengaja menumpahkan kopi panas ke bagian selangkangannya, dan tak berteriak. Seperti tak sadar sama sekali bahwa juniornya sedang dihujani air mendidih.

MENCURIGAKAN.

"A-ah, hyung."

Aku melirik Hoseok, dia memberiku senyuman jutaan voltnya.

"Tipe namja kesukaanmu seperti apa?"

Hening.

Aku memandanginya dengan wajah 'WTF, HOSEOK?!', sementara member lain megap-megap di kursi masing-masing.

Hoseok langsung menunduk saat mendapatkan reaksi begitu.

Aku mendengus. Aku tahu Hoseok bertanya begini karena dia berusaha mengalihkan topik pembicaraan, dan sepertinya dia langsung memuntahkan pertanyaan pertama yang muncul di otaknya tanpa disaring dulu.

Aku memandangi Hoseok dengan tatapan menghujat. Yang dipandang semakin tersudut di kursinya.

"… Aku suka namja yang manly. Mmm… mungkin seperti Yunho sunbaenim atau Siwon sunbaenim. TOP sunbaenim juga."

Semua sontak memandangku shock.

Aku memutar mataku jengah. "Hah… untuk apa kalian tahu? Informasi ini tidak berguna untuk kalian. Lagipula kesempatanku bertemu mereka nol besar." Aku terkekeh kecil. "… Sekarang gantian… beritahu aku, seperti apa yeoja kesukaan kalian?"

...

"... Pardon...?"


YOONGI'S POV: OFF


TBC


Halo! Saya kembali!^_^

Maaf lama, dan wordsnya Cuma sedikit. Saya babak belur gara-gara tugas kuliah. Semoga FF ini masih ditunggu.

Min Yoongi baru saja mengonfirmasi keukeannya dengan menempelkan stiker hati di pantatnya. DI TV NASIONAL. Ehem.

Saya sudah membaca review yang masuk, dan saya senang reviewnya positif!^_^ saya senang FF ini bisa menghibur!^_^ sekali lagi terima kasih karena sudah mereview karya amatiran saya ini!^_^"

Sekian dari saya, semoga masih ditunggu.

Mohon maaf jika ada kesalahan, bagaimanapun saya hanya penulis pemula^^

-Siwgr3_/8-1-2018/