MEMORY
.
.
.
Disclaimer©Masashi Kishimoto
.
.
.
Chapter 2
"Sakura…Saku…Jangan bermain terlalu jauh sayang !"
"Haha..haahaaa.. Lihat ! ada banyak salju yang turun."
Terlihat seorang anak kecil yang dipanggil dengan nama Sakura sedang berlarian ditengah salju ditemani Seorang Wanita yang memiliki warna rambut senada dengannya, Wanita itu sedang berusaha mengimbangi lari anak kecil tersebut.
"Ya ampun Saku, Apa tidak merasa dingin ? Kita masuk kerumah ya. Bibi Mito sedang menyiapkan kue kesukaan Sakura lho."
Wanita tersebut berusaha membujuk gadis kecil yang masih asyik bermain dengan salju.
"Kyaaa..hahahaa…Sebentar lagi ya." Sakura terus bermain kegirangan dengan salju yang telah dia bentuk.
"Huuuuh, Anak ini sama keras kepalanya dengan Papanya."Gumam Wanita tersebut sambil tersenyum maklum.
"Mama, Lihat ini kelinci !" Sakura memamerkan hasil karyanya yang terbuat dari salju dengan tersenyum bangga.
"Waaah, anak Mama pintar. Kelincinya lucu sekali."
"Hmm, Aku memang super pintar." Jelasnya dengan bangga.
"Hihiihii, sifatmu benar-benar mirip Papa."Wanita tersebut mengulurkan tangannya dan mengelus rambut Sakura dengan lembut.
"Apa aku tidak mirip Mama?" Sakura bertanya dengan Polosnya.
"Tentu saja Sakura juga mirip dengan Mama. Saku sama cantiknya dengan Mama." Ujar seorang Pria berambut Coklat yang tengah berjalan Menghampiri dua perempuan cantik tersebut.
"Papa !" Sakura berteriak kegirangan, berlari menyusul pria tersebut untuk memeluknya.
"Anak papa sedang main salju ya?" Pria tersebut menyambut pelukan Sakura dengan hangat.
"Hihiii, Iya."
Waktu demi waktu mereka lewati dengan bahagia, sebuah kehangatan keluarga yang selalu hadir disekitar Sakura.
KONOHA HOSPITAL
Tik…Tik…Tik…
"Uuum, Ini dimana ?" Aku membuka perlahan mataku yang terasa berat.
"Kau di Rumah sakit." Ujar seseorang disebelah Sakura.
Sakura yang mendengar balasan jawaban dari seseorang tersebut, mengarahkan pandangannya kearah sumber suara.
Sakura Pov
"Sa…Sasuke-kun?" Tanyaku Heran.
"Hn, jangan banyak bergerak dulu, Kau baru saja sadar. Aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa keadaanmu."
Sasuke-kun melangkahkan kakinya keluar dari ruanganku berbaring. Tidak berapa lama, Sasuke-kun masuk kembali dengan Nona Tsunade. Nona Tsunade memeriksa keadaanku dengan wajah yang cukup serius. Dia menanyakan ku apa ada keluhan atau semacamnya.
Sambil memeriksaku, aku bertanya Kepada Nona Tsunade yang merupakan Shisouku, tentang apa yang terjadi sehingga aku bisa berakhir di ruang rawat inap seperti ini. Rasanya aneh jika aku sendiri yang seorang ninja medis, malah dirawat di Rumah sakit seperti ini.
"Hm, Oke sepertinya kau baik-baik saja sakura. Kau hanya butuh istirahat dan mengkonsumsi makanan untuk memulihkan kesehatanmu" Ujar Nona Tsunade sambil tersenyum.
"Terimakasih Shisou." Aku membalasnya dengan senyuman .
"Baiklah, aku keluar dulu. Nanti siang aku akan mengecek keadaanmu lagi. Oh iya, Ayah dan Ibumu hari ini tidak bisa datang menjengukmu karena ada sedikit urusan dengan Hokage. Kau tau mereka berdua sangat khawatir dengan keadaanmu."
"Iya" Balasku sambil tersenyum
Nona Tsunade meninggalkan kami. Sehingga hanya ada aku dan Sasuke-kun diruangan pasien yang sunyi ini. Aku sudah mengetahui apa yang terjadi setelah mendengar penjelasan dari Shisou ku tadi. Soal aku yang tidak sadarkan diri dan sempat mengeluh sakit luar biasa dikepalaku saat menjalankan misi. Aku sudah membuat Ayah dan Ibu hawatir. Aku tertunduk lesu memikirkan Ayah dan Ibuku.
Aku sama sekali tidak mengingat apapun yang menyebabkan kepalaku begitu sakit waktu itu. Bahkan aku tidak pernah merasa jika aku pernah mengeluhkan sakit dikepalaku. Aku hanya bingung, kenapa bisa aku di Rumah sakit, padahal tadi masih berada dihutan untuk menjalankan misi bersama Sasuke-kun dan Naruto.
Tiiik..Tiiik..Tiiik…
Suara jarum jam terasa nyaring ditelingaku. Tidak ada yang mencoba untuk memulai membuka suara. Sasuke-kun hanya diam dan duduk disamping ranjang Rumah sakit. Perasaan Canggung ini, entah kenapa membuatku jengah.
"Sasuke-kun, sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?"
Aku bertanya untuk memecahkan keheningan yang tercipta diantara kami berdua dan setengahnya, aku memang penasaran berapa lama aku tidak sadarkan diri, Sampai harus dirawat seperti ini. Aku lupa bertanya tentang ini pada Shisou tadi.
"3 hari." Jawab Sasuke-kun singkat.
"Be..begitu ya, Hahaa."aku berucap dengan kaku, dan menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Aku sama sekali tidak mengira kalau rupanya aku tidak sadarkan diri selama itu. Kupikir hanya beberapa jam.
"Berhentilah."Gumam Sasuke
"Eh? A..apa Sasuke-kun ? aku tidak mendengar."
Aku kembali menatap Sasuke-kun dengan heran. Sasuke-kun membalas tatapanku dengan tajam.
"Berhentilah, Membuat semua orang khawatir. Kau Menyebalkan !" Jawab Sasuke tajam, kemudian pergi begitu saja dari ruangan tempatku dirawat.
Aku hanya bisa terdiam dan menunduk sedih. Berusaha menahan airmata yang sudah mulai menggenang.
"Maaf." Gumamku pelan.
Air mata yang sudah susah payah kutahan akhirnya jatuh juga. Rasanya sangat sakit mendengar Sasuke-kun berkata seperti itu.
"Aku memang payah, hanya menjadi beban untuk Sasuke-kun dan Naruto didalam misi. Kau sama sekali tidak berubah Sakura." Gumamku sendiri.
Sasuke Pov
"Seharian kami menunggu sakura yang belum juga sadar. Saat dia sadar dia malah melupakan kejadian kemarin?!" Gusarku kesal
Flashback On
Sakura masih belum sadar. Bagaimana ini, Sasuke? Tanya Naruto
Aku hanya diam, dan tak menjawab pertanyaan naruto padaku. Saat ini yang kupikirkan hanyalah Sakura. Ada hal yang mengganggu pikiranku sejak tadi. Entah kenapa aku merasa tidak asing dengan wajah laki-laki yang menyerang kami waktu itu. Tapi aku tidak tau dimana dan kapan aku pernah bertemu dengannya.
Seharusnya waktu itu adalah pertama kalinya aku bertemu dengannya. Apalagi dia sepertinya pernah bertemu dengan Sakura sebelumnya. Dia bilang akan menemui Sakura lagi.
"Itu artinya dia akan ke Konoha ?" gumamku pelan.
Tsunade dan tim medis lainnya sedang memeriksa keadaan Sakura didalam sana. Aku melirik kearah kedua orangtua Sakura yang baru saja datang untuk meilhat keadaan Sakura. Wajah mereka kelihatan sangat khawatir. Kurasa itu wajar, jika melihat anak mereka satu-satunya dalam keadaan seperti itu.
"Bagaimana ini sayang, apa Sakura sudah mulai mengingat semuanya" Ucap ibu Sakura yang terlihat semakin khawatir.
"Apa yang mereka maksud?" Pikirku dalam hati
Flashback Off
TSUZUKU…
Terimakasih yang sudah mau membaca ^^
