Hikari No Yami
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Friendship, Fantasy, Family ( Mudah mudah bisa buat adegan Romance and Humor )
Pair : Naruto U x….
Rating : T semi M
Shi No Mori ( Hutan Kematian )
Hari ini, merupakan hari kedua dilaksanakan nya ujian Chunin tahap kedua. Dan dalam ujian Chunin kali ini, jumlah peserta yang lolos dari ujian Chunin tahap pertama, berjumlah sekitar 120 peserta, dan jika digabungkan dalam tim, maka jumlah tim yang berhasil lolos dari ujian Chunin tahap kedua berjumlah 40 tim.
Dan di setiap tim, memiliki sebuah gulungan. Dan syarat untuk lulus dari ujian Chunin tahap kedua ini hanya dengan cara mencari pasangan dari gulungan yang dimiliki oleh setiap tim. Apabila sebuah tim memiliki gulungan 'Bumi' maka mereka harus mencari gulungan 'Langit', dan begitu pula sebaliknya.
Dan saat ini, terlihat di sebuah pohon. Terlihat enam remaja, dan kelihatannya mereka baru saja bangun dari tidur mereka. Mereka adalah tim Amegakure dan tim Uzushiogakure. Namun sepertinya mereka melupakan sesuatu, mereka melupakan bahwa saat ini mereka sedang melaksanakan ujian Chunin.
Dan saat ini, terlibat seorang remaja laki laki yang memiliki rambut jabrik berwarna kuning. Dan kelihatannya remaja laki laki tersebut sepertinya sedang melamun. Namun acara melamun nya tersebut harus terhenti, karena salah satu anggota tim nya memanggil nya.
" Naruto-kun " panggil seorang perempuan yang memiliki gaya rambut seperti ekor kuda a.k.a Kira.
" Hm, ada apa Kira ? "
" Apa yang akan kita lakukan sekarang, apa kita akan langsung berangkat dan mencari anggota tim lainnya? " tanya Kira.
" Tidak, kita akan beristirahat hingga tengah hari nanti. Dan pada saat tengah hari nanti, kita baru akan berangkat "
" Memangnya kenapa ? "
" Itu karena pada saat tengah hari, pasti tim lainnya sedang beristirahat. Dan pada saat beristirahat itu lah kita akan menyerang mereka " ucap Naruto
" Begitu, lalu untuk saat ini kita harus melakukan apa ? " tanya seorang perempuan yang memiliki gaya rambut yang diikat dua a.k.a Mia.
" Untuk saat ini, kita harus memulihkan tenaga kita. Dan juga aku sudah memerintahkan kepada Bunshin ku untuk mencari makanan ? "
" Baiklah, aku akan menyiapkan tempat nya dulu " ucap Mia.
" Biar ku bantu " ucap seorang perempuan yang memiliki rambut sebatas punggung berwarna merah a.k.a Karin.
Dan setelah itu, Karin dan Mia pun berdiri. Namun sebelum itu, Naruto memanggil mereka berdua.
" Karin, Mia? Setelah kalian menemukan apa yang kalian cari, kalian langsung pergi kebawah. " ucap Naruto.
" Memangnya kenapa ? " tanya Karin.
" Karena, jika kita terlalu lama disini. Kita bisa diserang oleh musuh secara tiba tiba ?"
" Baik, kami mengerti "
Dan setelah itu, Karin dan Mia pun pergi dari tempat persembunyian nya. Dan yang tersisa di dalam batang pohon tersebut hanyalah Kira, dan dua anggota tim Uzu. Mereka berdua adalah Arashi dan Sara.
" Arashi, kau bawa Sara kebawah "
" Baik "
" Kira kau juga ikut kebawah " ucap Naruto
" Baik Nii-san "
Dan setelah itu, Kira, Naruto, Arashi dan Sara yang berada di gendongan Arashi pun keluar. Dan ketika mereka sudah keluar dari batang pohon tersebut, Naruto tiba tiba saja. Merasakan aliran Chakra seseorang yang sedang mengarah kearah mereka.
" Cepat kita harus turun sekarang, aku merasaka ada tiga orang yang sedang mengarah ke sini "
Dan setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Naruto, akhirnya mereka pun langsung melompat kebawah. Dan untungnya ketiga orang yang dirasakan oleh Naruto, sama sekali tidak mengetahui keberadaan Naruto dan yang lainnya.
" Arashi, kau letakkan saja Sara dibawah akar itu "
Arashi pun menuruti apa yang Naruto ucapan. Dan setelah Arashi meletakan Sara ditempat yang sudah ditunjukkan oleh Naruto, dan pada saat itu pula. Karin dan Mia baru saja kembali, dan diiringi dengan datang nya Bunshin Naruto.
Para Bunshin Naruto membawa beberapa ekor ikan, buah buahan, dan juga beberapa ranting , dan begitu pula dengan Karin dan Mia. Mereka berdua membawa beberapa lembar daun yang cukup lebar, dan juga membawa beberapa botol air minum.
" Terima kasih, kalian boleh kembali " ucap Naruto
Dan setelah itu, para Bunshin Naruto menghilang. Setelah Bunshin Naruto menghilang, Kira dan Mia pun menyiapkan ranting ranting yang dikumpulkan oleh Bunshin Naruto. Namun ketika Kira akan menghidupkan api nya, tiba tiba saja Naruto menendang tumpukan ranting pohon tersebut.
" A-apa yang kau lakukan Naruto ? " teriak Kira.
" Apa yang aku lakukan? Aku baru saja menyelamatkan nyawa kalian. Apa kalian tidak tau, jika kalian membakar ranting itu, maka kalian sama saja ingin memberitahukan kepada musuh bahwa kita ada disini " teriak Naruto.
Kira yang mendengar penjelasan dari Naruto, langsung tertunduk.
" Ma-maaf aku tidak tau ? " ucap lirih Kira.
" Hm tidak apa, dan juga lebih baik kita makan buah buahan saja, meskipun tidak membuat kita kenyang. Lebih baik kita makan buah buahan saja. " ucap Naruto.
Para anggota tim Naruto dan tim Arashi yang mendengar apa yang diucapkan oleh Naruto hanya dapat menghela nafas, minus Sara. Dan setelah itu, Naruto dan anggota tim nya dan anggota tim Uzu pun memakan buah buahan yang dikumpulkan oleh Bunshin Naruto.
" Arashi " panggil Naruto.
" Ya, ada apa Naruto ? " tanya Arashi.
" Kalau boleh tau, kau memiliki gulungan apa ? " ucap Naruto.
Arashi dan Karin pun terkejut ketika mereka mendengar, Naruto menanyakan tentang gulungan milik mereka.
" Ke-kenapa kau tiba tiba menanyakan itu ?" ucap Arashi sambil mengambil kunai yang berada dikantong ninja nya.
Naruto yang melihat Arashi yang sepertinya sedang ingin mengambil kunai pun, langsung menjelaskan kenapa Naruto tiba tiba saja menanyakan tentang gulungan yang dimiliki oleh tim Arashi.
" Kau tenang saja, meskipun kau memiliki gulungan yang berbeda dengan ku, aku sama sekali tidak alan mengambil gulungan kalian " ucap Naruto
Karin dan Arashi yang mendengar apa yang dikatakan oleh Naruto, hanya dapat bernafas lega.
" Kami memiliki gulungan langit, lalu kau sendiri ? " tanya Arashi.
" Sama, aku juga memiliki gulungan yang sama dengan kok " ucap Naruto sambil memperlihatkan gulungan nya.
Arashi yang melihat gulungan yang dibawa oleh Naruto sama dengan nya, hanya dapat bernafas lega. Namun sepertinya rasa senang Arashi harus tertunda, karena Naruto tiba tiba saja merasakan aliran Chakra dari tim lain, yang sepertinya sudah mengetahui dimana posisi mereka.
" Semua nya dengarkan aba aba ku " ucap Naruto
Para anggota tim yang lainnya yang mendengar ucapan Naruto, terlihat kebingungan. Naruto yang melihat reaksi kebingungan dari anggota tim nya dan anggota tim Uzu sama sekali tidak mempermasalahkan nya.
Naruto pun mendekat ke arah Sara, dan ketika sudah dekat Naruto langsung menggendong Sara. Dan setelah berhasil menggendong Sara, Naruto tiba tiba saja merasakan sebuah serangan yang bergerak sangat cepat.
" Sial, cepat sekali " batin Naruto.
Dan ketika Naruto merasakan bahwa serangan dari musuhnya sudah dekat, Naruto langsung berteriak kearah anggota tim nya dab anggota tim Uzu.
" SEMUANYA LOMPAT " teriak Naruto.
Ketika mereka mendengar teriakan Naruto, mereka pun langsung melompat mundur. Dan sesuai dengan prediksi Naruto, tiba tiba saja muncul sebuah gumpalan pasir dari arah hutan.
" Na-Naruto-kun " ucap Mia sambil ketakutan.
" Ya, kita harus pergi. Mereka bukan lawan yang sepadan untuk kita " ucap Naruto.
" Apa maksud mu ?" tanya Arashi.
" Apa kalian masih ingat anggota tim Suna yang menyerang kalian. Itulah mereka, mereka sudah menemukan kita "
Karin dan Arashi pun terkejut ketika mendengar bahwa yang menyerang mereka adalah tim yang sudah hampir membunuh salah satu anggota tim mereka.
" Kita pergi " ucap Naruto.
Ketika Naruto ingin berbalik, tiba tiba saja muncul sebuah dinding yang terbuat dari pasir.
" Lihat siapa yang kita temukan? " ucap salah satu anggota tim Suna.
Naruto yang mendengar suara tersebut, langsung kembali membalikkan badan nya. Dan alangkah terkejutnya Naruto ketika melihat tim musuh yang hampir membunuh tim nya.
" Kau benar Kankuro, seperti kita bertemu lagi dengan mereka " ucap satu satu nya perempuan di tim Suna itu a.k.a Temari.
Tiba tiba saja, dinding pasir yang berada di belakang Naruto berubah menjadi sebuah tangan pasir. Dan tanpa disadari oleh mereka, sebuah tangan pasir telah terbentuk dibelakang mereka. Meskipun mereka tidak menyadari nya, namun Naruto mengetahui bahwa tangan pasir sudah berada di belakang mereka.
" SEMUA LOMPAT " teriak Naruto.
Para anggota tim nya yang mendengar teriakan Naruto, tentulah sangat terkejut. Meskipun mereka terkejut, mereka masih dapat mematuhi perintah Naruto. Dan akhirnya seluruh anggota tim Uzu dan tim Naruto melompat.
Namun naas, kedua anggota tim Naruto berhasil ditangkap oleh tangan pasir yang dibuat oleh lawannya.
" Na-Naruto-kun " ucap Mia dan Kira.
Naruto yang melihat kedua anggota tim nya yang tertangkap, langsung saja marah.
" Lepaskan mereka, bukankah seharusnya kalian sudah memiliki pasangan dari gulungan kalian " teriak Naruto.
" Tidak, kami belum memiliki nya. Selama kami bertemu dengan musuh, kami hanya ini " ucap Kankuro sambil menjatuhkan tiga buah gulungan.
Naruto yang melihat jatuhnya tiga gulungan tersebut, langsung saja terkejut. Pasalnya mereka menjatuhkan tiga buah gulungan Bumi.
" Ka-kalian mendapatkan tiga gulungan Bumi. " ucap Karin.
" Ya, dan kebetulan sekali bukan. Kalian memiliki gulungan langit, jadi kami tidak perlu susah untuk mencari pasangan gulungan kami, jadi lebih baik kalian serahkan gulungan milik kalian " ucap Temari.
" Tidak akan..."
Tiba tiba saja, ucapan Karin dipotong oleh Naruto.
" Baik akan aku serah, tapi dengan syarat kalian harus melepaskan dua anggota tim ku dulu " ucap Naruto
" APA MAKSUD MU, APA KAU INGIN GUGUR DI UJIAN CHUNIN KALI INI " teriak Karin.
" Jika itu bisa menyelamatkan anggota tim ku, aku tidak masalah "
Sementara itu, para anggota tim Sunagakure yang mendengar syarat dari Naruto, langsung terlihat kebingungan.
" Bagaimana Gaara ? " tanya Temari.
" Maaf aku tidak tertarik dengan penawaran mu " ucap Gaara.
Setelah itu, Gaara langsung mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan tangan kanannya ke arah Kira dan Mia.
" Kaa-san ku lebih tertarik dengan anggota tim mu "
Naruto yang mendengar jawaban dari Gaara, langsung terlihat marah. Dan begitu pula reaksi dari para anggota tim Uzu.
" K-kau...kau... "
Saat ini, Naruto sudah benar benar sudah dikuasai oleh amarah nya. Naruto yang sudah dikuasai oleh amarah nya langsung menurunkan Sara uang berada di gendongan nya dan tanpa pikir panjang lagi Naruto langsung melesat ke arah tim Suna. Namun sebelum Naruto sampai di tempat tim Suna.
Naruto tiba tiba saja mendengar sebuah teriak yang berasal dari arah belakang nya, dan ketika Naruto membalikkan badannya, Naruto dapat melihat Kira dan Mia yang saat ini sedang berteriak kesakitan.
" Kyaaaaaaaaaaa Na-Naruto, to-tolong " ucap Kira.
Naruto yang melihat ekspresi Kira yang kesakitan tersebut, langsung saja melesat ke arah Kira dan Mia. Namun sebelum Naruto sampai ditempat Kira dan Mia, tiba tiba Naruto melihat pasir yang menyelimuti tubuh Mia dan Kira, tiba tiba saja bergerak. Dan pasir tersebut langsung menutup seluruh bagian tubuh Kira dan Mia.
Sabaku Rō
Setelah nyebut nama jutsu nya, Gaara pun langsung mengepalkan tangan kanannya. Dan setelah itu, pasir yang menyelimuti tubuh Kira dan Mia langsung saja mengecil.
Sabaku Kyu
Dan setelah mengecil nya gumpalan pasir tersebut, tiba tiba saja gumpalan pasir tersebut langsung berupa warna. Pasir yang awalnya berwarna kuning, sekarang sudah berubah menjadi merah. Dan setelah itu, gumpalan pasir tersebut langsung berjatuhan, dan memperlihatkan keadaan Kira dan Mia yang sangat mengerikan.
Keadaan Kira dan Mia saat ini, sangatlah mengerikan. Tubuh Kira dan Mia saat ini dilumuri oleh darah, bukan hanya itu tubuh Kira dan Mia yang dulunya berisi, sekarang sudah menipis akibat dari Jutsu Gaara.
Naruto yang melihat keadaan Kira dan Mia yang sangat mengerikan tersebut, langsung berlari menuju ketempat Kira dan Mia berada. Sesampainya Naruto ditempat Kira dan Mia, Naruto langsung menggenggam tangan Kira dan Mia.
" Kurama, tolong salurkan Chakra mu kepada Kira dan Mia " teriak Naruto
" Maaf Naruto, aku tidak bisa " ucap Kurama.
" Ke-kenapa, bukankah kau bisa mengobati Sara, tapi kenapa kau tidak bisa mengobati Kira dan Mia "
" Itu, karena tubuh mereka berdua sudah hancur. Sedangkan Sara, dia hanya terkena racun. Kemampuan Chakra ku, hanyalah menyembuhkan luka dan menghilangkan racun, bukan untuk mengembalikan keadaan tubuh. "
Naruto yang mendengar perkataan Kurama, langsung tertunduk.
" Hiks...Maaf..aku tidak bisa melindungi kalian berdua...Hiks...padahal aku sudah berjanji pada kalian "
" T-tidak a-apa, "
Tiba tiba saja terdengar suara Kira, Naruto yang mendengar suara Kira tersebut, langsung mengalihkan perhatiannya kearah Kira. Dan terlihat lah bahwa saat ini Kira masih sadar.
" K-kira, bertahanlah aku akan menyelamatkan kalian "
" T-tidak, kau takkan bisa. Tubuh kami sudah hancur, mungkin sebentar lagi kami akan bertemu dengan Tou-san dan Kaa-san kami " ucap Kira
" Tidak, aku akan berusaha untuk menyelamatkan kalian " teriak Naruto.
" T-tidak usah Nii-san, waktu kami hanya tinggal sedikit lagi. Mungkin ini pertemuan terakhir kita " ucap Mia.
" TIDAK, KALIAN JANGAN MENGATAKAN YANG TIDAK-TIDAK, AKU AKAN BERUSAHA MENYELAMATKAN KALIAN, BAHKAN JIKA ITU HARUS MENGORBANKAN NYAWA KU " teriak frustasi Naruto.
" T-terima kasih, kami berdua senang kau mengkhawatirkan kami. "
" Tentu saja aku khawatir, itulah tugas ku sebagai Nii-san. Jadi ku mohon bertahanlah, aku akan menyelamatkan kalian "
" Terima kasih Naruto Nii-san " ucap Kira dan Mia
" Ya, sama sama " ucap Naruto sambil tersenyum.
Dan setelah itu, tubuh Kira dan Mia pun menjadi dingin, Naruto yang merasakan tubuh Kira dan Mia yang mendingin, langsung terlihat khawatir.
" Hei, kalian berdua masih bisa mendengar kan aku kan " ucap Naruto kepada Kira dan Mia.
Namun Kira dan Mia sama sekali tidak merespon ucapan Naruto.
Sabaku Taisō
Dan tiba tiba saja, dari arah tim Suna. Muncul sebuah gelombang pasir yang melesat ke arah Naruto dan tim Uzu. Para anggota tim Uzu yang melihat pasir Gaara yang melesat ke arah mereka, langsung melompat.
Sedangkan itu, Naruto yang sudah mengetahui bahwa sebuah gelombang pasir yang sedang melesat ke arah nya, sama sekali tidak beranjak dari tempat nya.
Wush
Dan setelah itu, seluruh pasir milik Gaara berhasil merendam sebagian hutan kematian sebelah barat. Dan juga pasir Gaara tersebut berhasil mengubur Naruto hidup hidup di dalam pasir milik Gaara.
Sabaku Sōsō
Dan Setelah itu, Gaara langsung meletakan kedua telapak tangannya keatas permukaan pasir milik nya.
Blaaar
Dan tercipta lah sebuah getaran di atas permukaan pasir tersebut. Para tim Suna yang melihat kejadian tersebut, terlihat menyeringai. Sedangkan tim Uzu yang melihat kejadian tersebut, langsung terlihat ketakutan.
Blaaar
Namun tak berselang lama, setelah Gaara mengeluarkan jutsu nya. Tiba tiba saja terjadi sebuah ledakan besar di sekitar tempat Naruto terkubur. Dan akibat dari ledakan tersebut, terciptalah sebuah kawah yang cukup besar, dan di dasar kawah tersebut terlihat Naruto.
Dari tubuh Naruto, keluar sebuah gelombang Chakra berwarna merah. Dan saat ini keadaan tubuh Naruto terlihat baik baik saja, Naruto sama sekali tidak mendapatkan luka apa pun.
" Kau telah salah memilih lawan, bocah " ucap Naruto yang begitu besar dan mengerikan.
Dan saat ini, terlihat bola mata Naruto yang awalnya berwarna blue-saphire, sekarang sudah berubah warna menjadi merah darah, disertai dengan sebuah pupil berbentuk garis vertikal.
Para anggota tim Uzu dan Suna yang melihat keadaan Naruto tersebut langsung terkejut. Bahkan anggota tim Suna yang sudah mengetahui kehebatan jutsu Gaara tersebut, juga terlihat ketakutan.
Pooft
Dan tiba tiba saja, muncul sebuah ganggang pedang di tangan kanannya Naruto. Para tim Uzu yang melihat Naruto mengeluarkan ganggang pedang dari jutsu penyimpanannya, dibuat kembali terkejut.
" Dia menguasai Fuinjutsu penyimpanan " ucap Karin.
" Sepertinya memang benar. " ucap Arashi.
Bizt Bizt Bizt Bizt
Seketika dari ganggang pedang Naruto, keluarlah sebuah listrik berwarna hitam yang berbentuk seperti mata pedang, dengan panjang sekitar 30 cm.
" I-itu adalah.. "
" Ya, Raijin no Ken. Pedang Nindaime Hokage kedua. " ucap Arashi.
" Bagaimana bisa dia memiliki nya?, bukanya pedang itu sudah diculik oleh Ninja penghianat dari Konoha. "
" Aku tidak tau, sepertinya Naruto masih memiliki banyak rahasia yang belum kita ketahui "
Dan setelah itu, Arashi mengalihkan perhatiannya kearah Naruto. Dan saat ini terlihat lah pedang Raijin yang dipegang oleh Naruto mulai mengeluarkan aliran listrik yang sangat besar.
" Ga-Gaara " ucap Temari dengan takutnya.
" Aku tahu " ucap Gaara sambil menyeringai kerah Naruto.
Wush
Seketika itu, seluruh pasir yang berada di dekat Naruto mulai bergerak, kerah Naruto. Dan pasir pasir tersebut mulai membentuk sebuah sebuah bola, yang dimana di dalamnya ada Naruto.
Namun sebelum, seluruh pasir tersebut berhasil mengurung Naruto. Naruto sudah terlebih dahulu melesat dengan kecepatan nya kerah Gaara.
" Bodoh " ucap Naruto
Setelah itu, Naruto muncul tepat didepan Gaara. Para tim Uzu dan Suna yang melihat kecepatan Naruto tersebut, langsung terlihat terkejut.
Raiton : Erubou
Setelah itu, Naruto langsung menebaskan pedang nya secara horizontal kerah Gaara. Namun sebelum Naruto berhasil mengenai Gaara, tiba tiba saja muncul sebuah pasir yang melindungi Gaara.
Naruto yang melihat munculnya pasir tersebut, sama sekali tidak menghentikan serangan nya, Naruto malah semakin menambah aliran listrik pada pedang nya.
Blaaar
Dan terjadilah, sebuah ledakan ketika serangan Naruto membentur perisai pasir milik Gaara. Dan akibat dari itu, Naruto berhasil menembus perisai milik Gaara, dan berhasil mengenai nya.
Wush
Gaara pun terlempar cukup jauh ketika terkena serangan milik Naruto. Sedangkan itu, Temari dan Kankuro yang melihat Naruto berhasil menembus pertahanan milik Gaara, langsung terlihat ketakutan. Bahkan ketakutan mereka berdua pun semakin bertambah ketika melihat Naruto yang menyeringai kearah mereka.
" Berikutnya adalah Kalian berdua " ucap Naruto.
Bagaikan mendengar sebuah ancaman, Temari dan Kankuro yang mendengar perkataan Naruto tersebut langsung terlihat ketakutan dan gemetaran.
Raiton : Raigyaku Suihei
Setelah menyebutkan nama jutsu nya, Naruto langsung menebaskan pedang nya kerah Temari dan Kankuro secara horizontal.
Namun sebelum serangan Naruto mengenai mereka berdua, tiba tiba saja muncul sebuah boneka di depan Naruto.
Blaaaar
Dan terjadilah ledakan akibat serangan Naruto. Dan juga terlihat Temari dan Kankuro telah lari ketika boneka kayu tersebut melindungi meraka. Setelah melihat, bahkan Temari dan Kankuro sudah pergi, Naruto pun kehilangan kesadaran nya. Namun sebelum Naruto benar benar kehilangan kesadaran nya, Naruto sudah terlebih dahulu menyimpan Raijin nya di Fuin penyimpanan nya.
Brugk
Dan akhirnya Naruto terjatuh tepat disamping dua gulungan yang ditinggalkan oleh tim Suna. Dan sementara itu, terlihat Karin dan Arashi yang melihat Naruto yang sudah tumbang langsung melesat kearah Naruto.
" Naruto " teriak Arashi dan Karin ketika sudah mendarat.
Sesampainya mereka ditempat Naruto, mereka berdua dapat melihat dua buah gulungan Bumi tepat berada di samping Naruto.
" Karin, kau ambil kedua gulungan itu " ucap Arashi.
" Baik "
Setelah itu, Karin mengambil kedua gulungan Bumi tersebut. Sementara itu, Arashi pergi ke sebuah pohon, yang dimana pohon tersebut memiliki sebuah ruang yang berguna untuk beristirahat. Dan sesampainya Arashi disana, Arashi pun langsung menurunkan Sara dari gendongan nya.
Dan ketika Arashi menurunkan Sara, Sara langsung sadar. Arashi yang melihat Sara yang sudah sadar, langsung terlihat senang.
" Bagaimana perasaan mu Sara ?" tanya Arashi.
Sara yang masih sepenuhnya sadar, hanya dapat terdiam. Dan ketika Sara sudah sepenuhnya sadar, Sara langsung mendongak kan kepala nya kearah Arashi, yang kebetulan saat itu Arashi sedang berdiri.
" Maaf, apa kau bisa ulangi apa yang kau ucapkan ?" ucap Sara.
" Hah, bagaimana perasaan mu. "
" Kepalaku masih agak pusing, lalu sekarang kita ada dimana ?"
" Kita masih ada si hutan kematian, kau pingsan hampir seharian "
" Eh, benarkah. Lalu bagaimana dengan ujiannya, apa gulungan kita berhasil diambil ?"
" Gulungan kita masih selamat, tapi.."
" Tapi apa ?" tanya Sara.
Namun Arashi sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Sara. Arashi saat ini malah memperhatikan kerah luar. Sara pun mengikuti kemana arah Arashi melihat. Dan betapa terkejutnya Sara ketika melihat keadaan hutan kematian, yang hampir dipenuhi oleh pasir.
" A-apa yang terjadi ?"
Ketika Arashi ingin menjawab pertanyaan Sara, Arashi malah mendengar suara teriakan dari salah satu anggota tim nya.
" Sara-chan " teriak Karin.
Sara pun mengalihkan perhatiannya kearah sumber suara yang baru saja memanggil nya. Dan ketika Sara melihat kearah sumber suara tersebut, Sara dapat melihat Karin yang sedang berlari ke arah nya.
" Ka-karin jangan lari la "
Ucap Sara pun harus terhenti, karena Karin tiba tiba saja melompat kearah nya sambil merentangkan kedua tangan nya.
Brugk
Setelah itu, Karin langsung memeluk Sara dengan erat nya. Sara yang merasakan pelukan maut dari Karin, langsung terlihat sesak nafas.
" Ka-karin sesak " ucap Sara.
" Mou... aku kan hanya khawatir " ucap Karin sambil melepaskan pelukan nya.
" I-iya aku tau "
" Karin, bantu aku mengangkat Naruto " ucap Arashi.
Karin yang mendengar perintah dari Arashi, langsung menuruti ucapan nya. Sementara itu, Sara yang mendengar nama Naruto, langsung terlihat kebingungan.
" Naruto, memangnya dia kenapa ?" tanya Sara.
" Nanti akan kami jelaskan " ucap Arashi.
Setelah itu, Karin dan Arashi pun pergi kerah tempat Naruto pingsan. Dan sesampainya mereka ditempat Naruto, mereka berdua pun langsung mengangkat Naruto. Posisi mereka ketika mengangkat Naruto adalah Karin berada di bagian bawah Naruto, sehingga Karin harus mengangkat kedua kaki Naruto, sedangkan Arashi berada di bagian atas, sehingga Arashi harus mengangkat bagian bahu Naruto.
Dan mereka pun membawa Naruto ketempat istirahat mereka. Dan sesampainya mereka disana, mereka pun langsung menurunkan Naruto secara perlahan lahan.
" Sebenernya apa yang terjadi ?" tanya Sara lagi.
" Karin, kau saja yang jelaskan. Aku sudah terlalu lelah untuk berbicara " ucap Arashi.
" Hm, baiklah. Hei tunggu, lalu siapa yang akan berjaga ? " tanya Karin.
Arashi yang mendengar ucapan Karin, langsung merapal kan handseal.
Kage Bunshin no jutsu
Boft….Boft
Setelah itu, muncullah dua Bunshin Arashi. Dan setelah itu, kedua Bunshin Arashi langsung pergi keluar untuk berjaga jaga.
" Sudah, jadi jangan ganggu aku sekarang "
Setelah itu, Arashi pun tidur. Sara dan Karin yang melihat kelakuan Arashi tersebut hanya dapat swedrop.
" Jadi Karin, bisa kau dijelaskan " ucap Sara.
" Baiklah "
Setelah itu, Karin langsung menjelaskan nya dari awal. Dimulai dari pertemuan dengan Naruto, Naruto yang mengobati Sara, kematian Kira dan Mia, dan yang terakhir pertarungan Naruto dengan Tim Sunagakure seorang diri.
Setelah mendengar cerita dari Karin, Sara hanya dapat tertunduk. Sebab karena dia lah Kira dab Mia terbunuh. Sebab karena dialah yang tidak dapat melakukan apa pun ketika terjadi pertarungan Naruto dengan Tim Sunagakure.
Karin yang melihat Sara yang tertunduk lesu tersebut, terlihat tidak tega. Dan tiba tiba saja muncul sebuah ide di kepala Karin, ide yang berguna untuk membuat Sara kembali ceria.
" Sara " panggil Karin.
" Hm "
" Kau tau tidak, pada saat kau pingsan. Naruto sering menggendong mu loh "
Sara yang mendengar ucapan Karin, langsung menegangkan kepala nya dan langsung menatap ke arah Karin.
" Kau serius Karin ? " tanya Sara.
" Tentu saja, bahkan ketika tim Suna akan menyerang. Naruto masih menggendong mu "
Sara yang mendengar ucapan Karin, langsung bersemu merah. Bahwa warna wajahnya sudah hampir sama dengan warna rambutnya. Karin yang melihat Sara yang bersemu merah, langsung tertawa.
" Hahahaha, lihat wajah mu Sara. Wajahmu benar benar memerah "
" Ka-karin jangan meledek ku "
Namun bukannya berhenti tertawa, Karin malah semakin tertawa terbahak bahak.
" HOI, BISA DIAM TIDAK " teriak Bunshin Arashi.
Karin yang diteriaki oleh Bunshin Arashi, langsung diam.
" Makanya, jangan suka meledek orang " ucap Sara.
" Iya, Iya. Ya sudah lebih baik kita tidur " ucap Karin.
Setelah itu, Karin dan Sara pun menyusul Arashi untuk tidur.
.
Tak terasa hari pun sudah pagi. Dan saat ini terlibat disebuah pohon, lebih tepatnya dibawah pohon. Terlihat sebuah tim. Dan kelihatan nya tim tersebut masih belum bangun, namun diantar anggota tim tersebut. Sudah ada salah satu yang terbangun. Dialah Naruto.
Dan saat ini, merupakan hari ketiga. Naruto dan tim Uzu berada di hutan kematian. Maka waktu yang tersisa untuk ujian Chunin tahap kedua ini hanyalah tinggal dua hari lagi.
Naruto yang baru saja bangun, tiba tiba saja mendengar sebuah suara yang sangat familiar di ingatannya.
" Naruto apa kau baik baik saja " ucap Kurama.
" Ya aku baik baik saja, hanya saja kepala ku masih pusing "
" Begitu, ku rasa kau hanya kelelahan. Apalagi kemari kau lepas kendali " ucap Kurama.
Naruto yang mendengar ucapan Kurama, langsung terlihat terkejut. Dan setelah itu, Naruto langsung menundukkan kepalanya.
" Aku gagal, aku gagal melindungi mereka berdua "
Kurama yang mendengar suara hati Naruto, hanya dapat menatap Naruto dengan tatapan iba.
" Naruto kau harus relakan mereka, dan juga. Jika kau terus seperti ini, maka kondisi mu pada saat ujian Chunin nanti pasti akan terganggu "
" Bagaimana aku bisa merelakan nya Kurama, mereka berdua sudah aku anggap sebagai adik ku. Dan aku sebagai Nii-san nya, gagal melindungi mereka "
" Aku tau, namun kau harus tetap maju. Kau jangan sampai membuat mereka kecewa, dan jika kau ingin membalas kan dendam kepada nya. Kau harus menunggu dia ketika ujian Chunin nanti "
" Tidak, meskipun aku ingin membalas kan perbuatannya. Maka aku sama saja menciptakan lubang kebencian "
" Apa maksud mu, memangnya siapa yang akan peduli pada bocah pasir itu. Bahwa anggota tim nya pun takut kepada nya "
" Kau salah, mereka berdua bukan takut pada dia. Namun mereka berdua takut pada makhluk yang berada di tubuh nya. Dan jika diperhatikan lebih teliti, aku dapat melihat perempuan yang berada di tim nya terlihat mengkhawatirkan nya. Dan menurut asumsi ku maka mereka bertiga adalah saudara "
" Lalu apa yang akan kau lakukan ?
" Aku akan menyadarkan nya, dan aku juga akan membuat makhluk yang berada di dalam tubuh bocah pasir itu menyesal " ucap Naruto
Kurama yang mendengar jawaban dari Naruto, langsung terlihat tersenyum. Dan dengan begini Naruto mengetahui bahwa dengan membalas dendam hanya akan menciptakan lubang kebencian. Dan setelah membulatkan tekad nya, Naruto pun langsung berdiri dan mengepalkan tangan nya.
Dan setelah selesai dengan urusan nya, Naruto pun langsung mendekat kearah tubuh Arashi. Dan Naruto pun langsung membangun Arashi.
" Oi bangun " teriak Naruto
Arashi yang mendengar suara teriakan Naruto langsung terbangun.
" Hm, ada apa " ucap Arashi dengan malas nya.
" Ayo bangun, sebaiknya kita berangkat sekarang "
" Baiklah "
Dan setelah bangun, Arashi pun juga membangunkan Sara dan Karin. Dan setelah Sara dan Karin bangun, mereka berempat pun langsung bersiap siap untuk berangkat.
" Na-Naruto, aku turut berduka atas kematian anggota tim mu " ucap Sara.
Naruto yang awalnya mood nya sudah membaik, sekarang mood nya kembali memburuk. Sara yang melihat perubahan ekspresi Naruto langsung menunduk.
" Ma-maaf, mungkin jika aku... "
Tiba tiba saja, perkataan Sara terpotong oleh Naruto.
" Tidak apa. Aku sudah merelakan mereka kok " ucap Naruto sambil tersenyum palsu kerah Sara.
Sara yang melihat Naruto yang tersenyum, juga ikut ikutan tersenyum. Namun meskipun Naruto tersebut, Sara mengetahui bahwa senyuman yang diberikan oleh Naruto hanyalah senyuman palsu.
" Naruto. Ini gulungan mu " ucap Karin sambil menyerahkan gulungan Bumi kepada Naruto.
Naruto pun langsung menerima gulungan Bumi tersebut, dan juga terlihat saat ini. Naruto yang tersenyum miris ketika melihat gulungan Bumi tersebut.
" Ya, terima kasih. Sebaik kita berangkat "
Dan setelah itu, Naruto dan tim Uzu langsung pergi menuju ke tengah hutan kematian. Dan selama dalam perjalanan, mereka sama sekali tidak ada yang ingin berbicara. Dan sesampainya mereka di tengah tengah hutan kematian.
Mereka dapat melihat sebuah menara yang cukup besar, dan ketika mereka masuk. Mereka berempat dapat melihat beberapa tim yang sudah datang ke menara ujian Chunin. Dan mereka dapat melihat, mereka dapat melihat bahwa banyak anggota tim yang datang lengkap dengan anggota tim nya, namun ada juga yang datang tanpa anggota tim nya.
Skip 3 day leter
Hari ini merupakan hari dimana, ujian Chunin tahap ketiga dimulai. Dan saat ini di tengah lapangan di dalam menara. Terlihat lah para peserta ujian Chunin yang berhasil lolos dari ujian Chunin tahap kedua.
Dan saat ini, didepan para peserta ujian Chunin. Terlihat lah Yondaime yang saat ini sedang berpidato dan memberikan pengarahan kepada para peserta. Di samping Yondaime, terlihat seorang wanita yang sepertinya adalah istri dari Yondaime Hokage. Dan dipangkuan istri Yondaime, terlihat seorang anak yang memiliki unsur sekitar 6 tahun.
Dan dibelakang Yondaime, terlihat lah para Jounin sensei dari setiap tim. Minus Jounin sensei dari Ame dan Jounin sensei tim Taki.
Dan setelah sang Hokage menyelesaikan pidato nya, sang Hokage pun langsung memanggil sang wasit dari ujian Chunin tahap ketiga tersebut.
" Baiklah semuanya uhg, perkenalkan nama ku uhg Gekko Hayate uhg. Aku adalah pengawas sekaligus uhg wasit dari ujian Chunin kali ini uhg. Dan di ujian kali ini uhg.. kalian akan dites secara individu dengan cara melakukan pertarungan satu lawan satu uhg, dan pertarungan kalian akan dilakukan secara acak ugh. Jadi bisa saja kalian bertemu dengan anggota tim kalian ugh " ucap Hayate sambil terbatuk batuk.
" Dan bagi para peserta yang tidak mampu, diharapkan untuk segera melapor dan memberikan alasannya "
Dan setelah itu, majulah beberapa anggota tim kearah depan. Dan yang pertama maju adalah seorang pria dengan rambut berwarna serta menggunakan kacamata.
" Sebutkan nama mu, dan juga alasan mu "
" Hai. Nama saya Yakushi Kabuto. Alasan saya tidak mengikuti ujian Chunin karena saya sudah kehabisan Chakra dan juga sudah kelelahan "
" Baik, berikutnya "
Setelah itu, majulah seorang ninja dari Sunagakure yang mengenakan pakaian serba hitam.
" Nama saya, Sabaku Kankuro. Alasan saya tidak ikut, karena boneka saya sudah hancur. Dan jika ditanya kenapa saya adalah ahli Kugutsu. "
" Baiklah, berikutnya "
Dan setelah itu, majulah dua orang ninja dari Uzushiogakure.
" Apa kami boleh berdua. Dan alasan kami juga sama kok " ucap Karin.
" Baiklah "
" Terima kasih, perkenalkan nama saya Uzumaki Karin dan disamping saya adalah Uzumaki Sara. Alasan kami tidak ikut karena kami sudah sampai pada batas kami " ucap Karin.
Setelah Karin mengucapkan alasannya, seluruh peserta serta Jounin sensei dari setiap tim terdiam. Mereka terdiam karena mereka baru saja mendengar nama sebuah clan yang sudah lama punah.
Sementara itu, sang istri Hokage yang juga merupakan seorang Uzumaki langsung terlihat terkejut.
" Apa benar kalian berasal dari clan Uzumaki ?" tanya sang istri Hokage a.k.a Kushina.
" Benar " ucap Karin dengan dinginnya.
" La-lalu kalian saat ini kalian tinggal dimana ?"
" Maaf kami tidak bisa memberi tahukan kepada anda, meskipun anda adalah seorang Uzumaki. Namun anda telah mencemarkan nama Uzumaki " ucap Sara.
Seketika Kushina terkejutnya ketika mendengar pernyataan dari para Genin dari Uzushiogakure tersebut.
" A-apa maksud kalian ? " tanya Kushina.
" Kami rasa anda sudah tau. Clan Uzumaki adalah clan yang sangat mengutamakan keluarga nya, namun anda sama sekali tidak mengutamakan tradisi dari clan Uzumaki tersebut "
" Ap-apa maksud mu, aku sudah mengutamakan anggota keluarga ku " ucap Kushina.
" Benarkah, lalu bagaimana dengan anak pertama anda yang tewas di luar desa Konoha. Jangan kita kami tidak tau, Uzukage kami sudah memberitahu kami, bahkan anda mengabaikan anak anda hanya karena dia memiliki sedikit aliran Chakra bukan " ucap Sara.
Kushina yang mendengar perkataan dari Sara pun hanya dapat menundukkan kepalanya.
" Seharusnya anda tahu, meskipun dia memiliki sedikit aliran Chakra. Namun dia bisa belajar mengenai Fuinjutsu, namun anda malah mengabaikan nya. Itulah alasan kami tidak menganggap anda sebagai salah satu clan Uzumaki " ucap Sara.
Setelah itu, seluruh orang yang berada di menara tersebut langsung ter terdiam. Dan beberapa Jounin sensei dari desa lain yang mendengar ucapan dari Sara tersebut langsung memandang sang Hokage dengan Istri nya dengan pandangan seolah olah meraka jijik.
Sementara itu, seorang peserta yang merupakan anak dari sang Hokage, yang mendengar perkataan Sara mengenai Kaa-chan nya, langsung terlihat marah.
" Diam kau " teriak sang anak Hokage a.k.a Menma.
Sara yang melihat Menma yang melesat kearah nya, langsung terlihat terkejut. Lalu disamping Menma muncullah seorang Bunshin, dan Bunshin tersebut langsung mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah tangan kanan Menma yang asli.
Dan tercipta lah sebuah sebuah bola spiral yang berwarna biru. Dan bola spiral tersebut langsung Menma arahkan kearah Sara. Sara yang melihat Menma yang mengarah serangan kearah nya hanya dapat pasrah.
Bahwa Karin yang berada disamping Sara, juga terlihat pasrah dan hanya dapat gemetar. Sara dan Karin pun langsung menutup matanya. Arashi yang melihat kejadian tersebut langsung terlihat marah.
Namun ketika Arashi akan menghentikan Menma, Arashi seperti sudah didahului oleh seseorang yang mengenakan pakaian serba hitam dan pakaian yang menutupi seluruh tubuh nya.
Dan juga serangan Menma juga berhasil dihentikan oleh nya, dengan cara menggenggam pergelangan tangan Menma.
" Apa yang kau lakukan, apa kau tidak malu. Mereka berdua sudah kelelahan, namun kau malah menyerang mereka " ucap Naruto dengan dinginnya.
" Diam kau, ini bukan urusan mu " teriak Menma.
Menma pun langsung melayang kan pukulannya kerah wajah Naruto. Namun serangan Menma dapat dihentikan oleh Naruto dengan cara menahan pukulan nya dengan menggunakan tangan kirinya.
Setelah itu, Naruto langsung menendang kaki kiri Menma, dan Menma pun langsung kehilangan kestabilan nya, dan membuat Menma harus terjatuh.
Seketika seluruh orang yang berada di aula tersebut langsung terlihat terkejut ketika melihat serangan Naruto. Meskipun terlihat simpel, namun serangan tersebut dapat membuat lawan terjatuh dengan mudah nya.
" Wasit, apa aku akan melawan dia ?" tanya Naruto
Sang wasit yang ditanyai oleh Naruto, langsung terlihat terkejut.
" Ti-tidak, dan juga kau sudah melawan seorang peserta Chunin di luar pertandingan. "
" Begitu kah, apa aku akan dikeluarkan m sedangkan dia tidak, padahal dia yang duluan. Tapi Ya sudah lah. Mungkin karena dia anak Hokage " ucap Naruto dengan keras nya.
Setelah itu, Naruto langsung melangkah menjauh dari tempat para peserta ujian Chunin.
" Tunggu, kau mau kemana ?" tanya sang Hokage.
" Tentu saja keluar, bukannya aku sudah dikeluarkan "
Dan setelah itu, Naruto kembali melanjutkan jalannya kerah pintu keluar. Namun sebelum Naruto sepenuhnya keluar, Naruto tiba tiba saja dihentikan oleh seorang Anbu yang mengenakan topeng gagak.
" Siapa bilang kau dikeluarkan, kau masih berpartisipasi dalam ujian kali ini. Dan juga aku ingin minta maaf atas kelakuan dari putra ku "
Naruto yang mendengar perkataan dari sang Hokage tersebut, langsung kembali melangkah kaki nya menuju kearah para peserta ujian Chunin.
" Baiklah Hayate kau dapat memulai ujian Chunin nya "
" Baik. Diharapkan bagi para peserta yang namanya yang berada dimonitor harap tinggal di lapangan, sedangkan namanya yang belum diperlihatkan diharapkan untuk menunggu di balkon "
Dan setelah itu, para peserta ujian Chunin pun langsung pergi menuju arah balkon. Dan meninggalkan dua peserta ujian Chunin dilapangan tersebut.
Bersambung
Oke author tidak akan banyak bicara, dan author harap kalian suka dan untuk chapter selanjutnya akan update setelah review mencapai 400.
