Hikari No Yami
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Friendship, Fantasy, Family, Hurt/Comfort ( Mudah mudah bisa buat adegan Romance and Humor )
Pair : Naruto U x….
Rating : T semi M
Don't Like...Don't Read
Konohagakure no Sato
Ujian Chunin tahap keempat sudah berakhir, dan terlihat lah para peserta yang saat ini sedang berkumpul di balkon tempat para peserta yang lulus. Saat ini mereka akan mengambil nomor undian, nomor yang akan menentukan siapa yang akan menjadi lawan nya.
Satu persatu dari mereka mulai mengambil nomor yang berada di dalam kotak yang sudah disediakan. Setelah selesai mengambil nomor undian nya, para peserta kembali ke posisi semula mereka.
" Baiklah, sekarang sebutkan nomor yang kalian peroleh, dimulai dari kau " ucap Hayate.
" Nomor 1" ucap Shino
" Nomor 3 " ucap Bee
" Nomor 2 " ucap Sasuke
" Nomor 3 " ucap Yugito
" Nomor 4 " ucap Naruto
" Nomor 1 " ucap Fuu
" Nomor 2 " ucap Gaara
" Nomor 4 " ucap Menma
Menma yang mendengar bahwa Nii-san nya yang akan menjadi lawannya, langsung pergi menuju kearah Nii-san nya.
" Baiklah, kalian sudah boleh bubar " ucap Hayate.
Setelah itu, para peserta pun langsung pergi menuju keluar stadion. Dan terlihat lah saat ini Naruto yang saat ini sedang dihadang oleh Menma. Arashi yang saat itu kebetulan bersama dengan Naruto, langsung terlihat marah ketika mengetahui bahwa yang menghadang mereka adalah Menma.
" Minggir, kami tidak punya urusan dengan mu " ucap Arashi.
" Memang, aku tidak memiliki urusan dengan mu. Aku kesini ingin bertemu dengan Nii-san ku " ucap Menma.
Arashi yang mendengar ucapan Menma langsung saja marah, dan tanpa pikir panjang lagi. Arashi merapalkan handseal untuk menyerang Menma.
Namun ketika handseal tersebut hampir selesai, tiba tiba saja Naruto menghentikan nya. Dan hal tersebut kembali membuat Arashi semakin marah.
" Tenang dulu, ingat kita dimana sekarang. Dan yang didepan kita ini adalah putra Hokage, jadi jangan sesekali kau menyerang nya " ucap Naruto
Arashi pun kembali tenang, namun tetep saja Arashi masih marah kepada Menma. Karena Arashi masih kesal karena tujuannya adalah menemui Naruto, dan jika Menma menemui Naruto sudah pasti dia akan mempecundangi Naruto.
" Ada apa putra Hokage ingin menemui ku? " tanya Naruto dengan nada sopan nya.
Menma yang mendengar nada ucapan Naruto, merasakan ingin menangis. Karena Nii-san nya masih beranggapan bahwa dia ini bukan adik nya.
" A-aku ingin bertaruh dengan mu " ucap Menma
" Bertaruh, tentang apa ?" tanya Naruto
" Jika di pertarungan kita nanti aku menang, aku ingin Nii-san kembali kerumah dan memaafkan kami "
" Kalau aku yang menang ?"
" Kau boleh meminta apapun kepada ku " ucap Menma dengan yakinnya.
" Baiklah aku terima. Kalau begitu sampai jumpa Menma-sama " ucap Naruto
Setelah itu, Naruto pun pergi meninggalkan Menma yang saat ini sedang berusaha untuk tidak menangis. Namun baru beberapa langsung Naruto meninggal kan Menma, Naruto sudah kembali dihadang oleh seseorang yang sangat Naruto kenal.
Dia adalah Sasuke, sahabat sekaligus saudara angkat nya. Arashi yang melihat Shinobi Konoha yang kembali menghadang mereka, langsung melakukan handseal.
" Tenang Arashi, dia sekutu kita " ucap Naruto dengan tenang nya.
" Sekutu, apa jangan jangan dia yang diucapkan oleh Uzukage ? "
" Benar "
" Lama tidak berjumpa Naruto " ucap Sasuke.
" Ya begitulah Sasuke, mungkin sudah beberapa bulan " ucap Naruto sambil tersenyum.
Setelah itu mereka bertiga pun pergi dari tempat tersebut. Dan selama di perjalanan Naruto selalu menjadi pusat perhatian dari para penduduk desa. Ketika mereka bertiga melewati sebuah kedai ramen, tiba tiba saja Naruto masuk kedalam kedai tersebut.
Arashi dan Sasuke yang melihat Naruto masuk, langsung mengikuti Naruto yang masuk kedalam kedai ramen tersebut.
" Selamat datang di kedai kami "
Tiba tiba saja, terdengar suara sambutan dari satu satunya pelayan yang bekerja di kedai ramen tersebut.
" Kau sama sekali tidak pernah berubah ya, Ayame Nee-chan " ucap Naruto
Pelayan yang mendengar namanya dipanggil, langsung mengalihkan perhatiannya kearah orang yang memanggil nya. Dan alangkah terkejutnya Ayame ketika melihat siapa yang memanggil nya.
" Kyaaaa Naru-chan " teriak Ayame sambil memeluk Naruto.
Arashi pun swedrop ketika mendengar panggil yang kekanak kanakan tersebut. Setelah pulih dari swedrop nya, Arashi pun dibuat bingung ketika mendengar pelayan tersebut mengetahui Naruto.
" Sebelum Naruto menghilang, dia sering berkunjung kesini " ucap Sasuke.
Arashi pun mengerti kenapa pelayan tersebut mengetahui nama Naruto. Sementara itu, saat ini Naruto masih dipeluk oleh Ayame dengan eratnya.
" Nee-chan se-sesak " ucap Naruto dengan susah payah.
Ayame pun melepaskan perlukan nya, dan hal tersebut membuat Naruto dapat kembali bernafas.
" Hehehe, maaf aku sangat senang karena kau berkunjung kesini " ucap Ayame.
" Nee-chan tau Naru dari siapa ?" tanya Naruto
Ketika Naruto dipeluk oleh Ayame, Naruto dibuat bingung. Karena bukannya terkejut ketika melihatnya datang, namun Ayame malah senang ketika melihat Naruto datang.
" Sasu-chan" ucap Ayame
Naruto yang mendengar nama panggilan Sasuke, terlihat ingin tertawa. Sasuke yang melihat Naruto yang tertawa langsung saja menatap Naruto dengan tatapan mengerikan seakan akan tatapan tersebut memberikan sebuah isyarat "Berani kau tertawa, akan aku bunuh kau".
" Apa kau kesini ingin makan ramen ?"
" Tentu, lalu bagaimana dengan kalian. Apa kalian ingin juga ?"
" Tentu " ucap Arashi dan Sasuke.
" Baiklah, silahkan kalian duduk. Aku akan membuat nya "
Setelah itu, mereka pun menunggu ramen yang saat ini sedang disiapkan oleh Ayame. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya ramen mereka pun siap.
.
Setelah menghabiskan ramen nya, mereka pun kembali pergi menuju ke tujuan awal mereka. Dan selama di perjalanan, mereka bertiga sama sekali tidak ada yang ingin berbicara. Sasuke dan Naruto yang memang sifatnya pendiam sama sekali tidak merasa terganggu, namun Arashi yang memiliki sifat yang periang dan hiperaktif merasa risih dengan suasana tersebut.
Mereka bertiga pun sampai di tujuan mereka, yakni komplek Uchiha. Dan tepat didepan pintu masuk komplek tersebut, terlihat lah dua orang penjaga. Dan tanpa mengalami hambatan sedikit pun, mereka bertiga pun masuk kedalam komplek Uchiha.
" Sekarang kita akan kemana ?" tanya Arashi.
" Kita akan ke kuil Nakano, karena disana aku merasakan banyak orang yang sedang berkumpul " ucap Naruto
" Baiklah, ku rasa Uzukage-sama juga sudah disana "
" Kau benar. Sasuke tolong tunjukkan jalannya "
Mereka pun pergi menuju kuil Nakano, kuil yang sangat bersejarah bagi para Uchiha. Karena disanalah mereka mendapatkan Doujutsu mereka. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di kuil Nakano. Dan terlihat lah saat ini, di depan pintu kuil. Terlihat seorang wanita yang sangat Naruto kenal.
Dia adalah Uchiha Mikoto, istri dari pemimpin klan serta orang tua dari Sasuke dan orang tua angkat bagi Naruto. Tanpa berlama lama lagi, mereka pun mendekat ke kuil tersebut. Mikoto yang melihat kedatangan dari seseorang yang dia tunggu tunggu. Langsung berlari menuju kerah Naruto .
Greeeb !
Mikoto langsung memeluk Naruto dengan eratnya, seakan akan dia tidak ingin Naruto pergi meninggalkan nya. Naruto pun membalas pelukan Mikoto, saat ini Naruto sangat merindukan pelukan ini, pelukan yang berisi kehangatan dari seorang ibu.
" Kau sama sekali tidak berubah ya, Naruto "
" Kaa-san juga tidak berubah "
Setelah itu mereka pun melepaskan pelukan nya, lalu tiba tiba saja dari pintu masuk kuil. Keluarlah seorang anak kecil, yang bisa dibilang mirip dengan Mikoto namun dalam versi mini nya. Dialah Naomi, putri dari Fugaku Uchiha dan adik dari Sasuke.
Naomi yang saat itu baru saja keluar dari kuil, tiba tiba saja dia menangis. Dan tiba tiba saja, Naomi pun berlari menuju ke arah Naruto.
Greeeb!
Sekali lagi, Naruto mendapatkan pelukan dari orang yang sangat dia sayangi, dan saat ini terlihat lah Naomi yang menangis di pelukan Naruto.
" Huaaaaaaa Nii-chan, Naomi kangen " teriak Naomi
" Nii-chan juga kangen sama Naomi " ucap Naruto
Mikoto, Sasuke, dan Arashi pun tersenyum ketika melihat Naomi yang menangis di pelukan Naruto. Bisa dibilang Naomi lah yang paling sedih ketika mengetahui bahwa Naruto pergi. Namun saat ini terlihat lah Naomi yang saat ini memeluk Naruto dengan erat nya.
" Hei, Naomi nggak boleh nagis. Nanti cantiknya hilang loh " ucap Naruto
Naomi yang mendengar ucapan Naruto langsung saja melepaskan perlukan nya, dan menggembung kan pipinya. Naruto yang melihat tingkah Naomi pun, langsung saja mencubit pipi Naomi.
" Nii-chan " teriak Naomi sambil menatap Naruto dengan tatapan membunuh nya.
Namun bukannya takut, Namun Naruto semakin dibuat gemas dengan kelakuan Naomi tersebut.
" Kawaiiii " ucap Naruto sambil memainkan pipi Naomi.
" Sudahlah Naruto, jangan goda Naomi "
" Hai Kaa-san "
" Sekarang ayo masuk, mereka sudah menunggu kalian "
Setelah itu, mereka pun masuk kedalam kuil Nakano. Dan tanpa mereka sadari, bahwa sedari tadi mereka sudah diawasi oleh seorang Anbu Ne. Anbu Ne yang melihat Naruto berserta yang lainnya masuk kedalam kuil, berniat untuk pergi.
Namun sepertinya niatnya tersebut harus dia urungkan, karena di depan Anbu Ne tersebut, terlibat Naruto yang saat ini berada di depannya.
" A-apa bagaimana bisa, bukannya kau sudah masuk ke dalam kuil " ucap Anbu tersebut
" Tentu saja, namun aku ini hanyalah Bunshin yang ditugaskan untuk memusnahkan mu " ucap Bunshin Naruto.
" Apa Bunshin, tapi kapan. Aku tidak melihat dia membuat Bunshin "
" Pada saat ujian Chunin, Boss membuat seorang Bunshin ketika saat itu arena dipenuhi oleh kabut. Dan akupun merubah diri ku menjadi batu. Ku rasa cukup basa basi nya, aku akan segera memusnahkan mu " ucap Bunshin Naruto.
Bunshin Naruto pun langsung melesat kearah Anbu Ne tersebut, namun ketika jarak antara Naruto dan Anbu Ne tersebut tinggal sedikit lagi, tiba tiba saja muncullah seseorang yang sangat Naruto benci dialah Danzo, pemimpin dari Anbu Ne.
" Tidak kusangka ternyata, kau juga terlibat. Seharusnya kau tau diri, kau itu hanyalah tamu. Jadi jangan seenaknya saja kau ikut campur masalah desa " ucap Danzo.
"Seharusnya kau yang tau diri, kau itu sudah tua dan tidak pantas untuk menjadi Hokage. Dan karena itu, aku akan segera membunuh mu "
Wuuush!
Tanpa berlama lama lagi, Naruto pun melesat disertai dengan munculnya Raijin di tangan kanan Naruto. Danzo yang melihat Raijin yang seharusnya sudah diculik, sekarang berada di tangan Naruto.
Bziiiiiit!Bziiiiiit!
Dan dari Raijin tersebut keluarlah sebuah aliran listrik yang membentuk sebuah mata pedang yang pendek, dan aliran listrik tersebut berwarna hitam.
" Serang dia " teriak Danzo
Wuuush!Wuuuuuush!Wuuuuush!
Tiba tiba saja muncul satu batalion Anbu Ne dari dalam tanah, Naruto yang melihat kemunculan satu batalion Anbu Ne tersebut langsung berhenti dan mulai mengambil langkah mundur.
" Apa yang kau lakukan, cepat bunuh mereka " ucap Kurama di dalam pikiran Naruto.
" Tidak bisa, meskipun membunuh mereka itu mudah. Tapi akan memakan waktu yang cukup lama, dan jika menggunakan Ninjutsu, maka akan memerlukan Chakra yang banyak. Sehingga ketika aku mengeluarkan nya pasti akan terdeteksi oleh Anbu Konoha "
" Lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang?"
" Tidak ada cara lain, aku harus melaporkan ini kepada boss "
Setelah itu, Bunshin Naruto kembali menyimpan Raijin di Fuinjutsu penyimpanan di tangan kanannya. Danzo yang melihat kejadian tersebut terlihat menyeringai.
" Selain pandai mengendalikan Chakra Kyuubi, kau juga menguasai Fuinjutsu. Kau memang anak emas yang sangat berharga. Bagaimana kalau aku beri kau penawaran? " ucap Danzo.
" Apa itu ?" tanya Naruto
" Bergabunglah dengan kami, maka kau akan mendapatkan kekuatan yang lebih besar dari ini "
" Terima kasih, namun aku tidak berniat untuk bergabung. Karena aku mempunyai rencana tersendiri untuk Anbu mu itu. Jadi sampai waktu yang sudah ku rencanakan, aku harap kau dapat membuat Anbu Ne mu itu menjadi kuat " ucap Naruto
" Apa maksudmu, apa kau berniat untuk mengambil alih Anbu Ne ?" tanya Danzo.
" Kita lihat saja nanti, namun sepertinya aku harus pergi " ucap Bunshin Naruto.
" Tidak semudah itu "
" Benarkah "
Boooft!
Tiba tiba saja tubuh Naruto pecah dan berubah menjadi gumpalan asap. Danzo yang melupakan fakta bahwa yang dia lawan saat ini bukanlah Naruto yang asli melainkan Bunshin Naruto.
" Kita kembali, sepertinya para Uchiha sudah mengetahui kita " ucap Danzo.
Boooft! Wuuuush!
Danzo pun menghilang dengan cara Shunshin ke markas nya, dan diikuti pula dengan para Anbu Ne yang menghilangkan dengan cara masuk kedalam tanah.
Sementara itu di rapat Uchiha klan, saat ini terlihat lah Fugaku beserta anggota Uchiha yang lainnya saat ini sedang menyusur rencana untuk melakukan kudeta, dan tidak jauh dari tempat Fugaku. Terlihat lah seseorang pria dengan rambut berwarna merah serta bola mata yang berbentuk pola riak air berwarna ungu.
Dialah sang pemimpin dari desa yang akan ditempatkan oleh para klan Uchiha, Uzushiogakure. Dengan jabatan sebagai Uzukage a.k.a Nagato. Dan didepan Nagato saat ini berdiri lah dua orang remaja yang memiliki surai yang berbeda.
Mereka adalah Naruto dan Arashi, saat ini mereka berdua sedang mendengarkan rencana yang akan dilaksanakan selanjutnya. Namun tiba tiba saja, Naruto mendapatkan sebuah ingatan yang berasal dari Bunshin nya, yang baru melihat satu batalion Anbu Ne.
Naruto yang mendapat ingatan tersebut langsung pergi mendekat kearah Fugaku, dan membisikkan sesuatu ke Fugaku. Arashi yang melihat Naruto pergi, juga ikut pergi. Namun Naruto yang ingin pergi ke Fugaku, berbeda dengan Arashi yang ingin kr pojok kuil. Saat ini Arashi sangat lelah sehingga dia berniat untuk tidur.
" Anbu Ne berada di sekitar komplek Uchiha, dan jumlah mereka adalah satu batalion " bisik Naruto kepada Fugaku
Fugaku yang mendengar informasi tersebut, langsung saja memerintahkan dua orang anggota klan nya untuk pergi memeriksa tempat para Anbu Ne tersebut berada. Sementara itu, anggota klan Uchiha yang lainnya pun terlihat kebingungan ketika tiba tiba saja Fugaku memberikan perintah kepada anggota klan Uchiha yang lainnya.
" Untuk hari ini, kita akhiri pertemuan kita. Karena Anbu Ne sedang mengawasi kuil Nakano, karena itu berhati hati lah, kita tidak tau apa rencana busuk Danzo itu sampai hari terakhir kita di Konoha. Dan juga, persiapan seluruh barang kalian. Karena saat ujian Chunin tersebut kita akan mulai bergerak " ucap Fugaku.
" Hai "
Setelah itu, satu persatu anggota klan Uchiha pun mulai keluar dari kuil Nakano. Setelah seluruh anggota klan Uchiha keluar, terlihat lah bahwa yang saat ini yang tertinggal di dalam kuil Nakano adalah para keluarga Uchiha yakni Uchiha Fugaku, Uchiha Mikoto, Uchiha Itachi, Uchiha Sasuke, dan Uchiha Naomi yang saat ini tertidur di gendongan Mikoto dan Uchiha Shisui.
Lalu yang lainnya adalah sang Uzukage a.k.a Uzumaki Nagato, Uzumaki Arashi yang saat sedang tertidur di pojok kanan ruangan pertemuan dan tentu saja tokoh utama kita Naruto.
" Baiklah karena pertemuan nya sudah selesai, sisanya aku serahkan pada mu Fugaku-san, Itachi-san, dan Shisui-san. Aku dan Arashi akan kembali ke Uzushiogakure untuk mempersiapkan tempat dimana kalian berada. "
" Baik, dan terima kasih sudah menerima kami di desa mu " ucap Fugaku.
" Tidak masalah, kalian adalah Shinobi yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Dan aku tentunya akan melindungi kalian di Uzushiogakure, karena disana lah kalian aman. Dan aku juga aku ingin menitipkan Naruto sampai ujian Chunin selesai "
" Tidak masalah, Naruto sudah kami anggap sebagai anggota keluarga kami. Jadi kau tidak perlu sungkan " ucap Mikoto.
" Terimakasih "
Nagato pun mendekat kearah Arashi yang sedang tidur, dan ketika Nagato sudah berada di sampai Arashi, Nagato pun langsung merapal handseal. Setelah selesai, Nagato pun megang pundak Arashi.
Fuinjutsu : Jikkukan Ninjutsu
Wuuush!
Setelah itu Nagato dan Arashi pun menghilang dari sana, dan hal tersebut membuat para Uchiha tercengang.
" Pemimpin yang hebat, selain memiliki Doujutsu Rinnegan dia juga dapat menguasai Fuinjutsu " ucap Fugaku.
" Tou-san benar " ucap Itachi.
Kediaman Namikaze
Saat ini di kediaman Namikaze. Terlihat lah di ruang keluarga yang saat ini sedang terjadi keributan yang sangat besar.
" Menma kau tau dimana Naruto menginap ?" tanya Kushina yang untuk kesekian kalinya menanyakan tempat Naruto menginap.
Menma pun harus dibuat bersabar karena dia tau, Kaa-san nya sangat merindukan Nii-san nya. Namun jika saja dia mengetahui dimana Nii-san nya menginap sudah pasti dia akan memberi tahu Kaa-san nya.
" Aku tidak tau Kaa-san " ucap Menma untuk yang kesekian kalinya.
Saat ini Menma sedang berusaha untuk belajar Fuinjutsu, ketika saat ujian berlangsung. Dia dibuat terkagum kagum dengan kemampuan Nii-san nya yang dapat membuat ranjau tanpa harus menggunakan kertas peledak.
" Tidak ada gunanya kau belajar, kemampuan mu dan Nii-san mu sangat jauh. Dia itu spesial, karena dia dapat meyakinkan diri ku yang lainnya. " ucap Kyuubi dipikiran Menma.
" DIAM, AKU TIDAK PEDULI SEKUAT APA NII-SAN, AKU TIDAK PEDULI DENGAN KEKUATAN YANG BESAR, JIKA AKU BISA MEMBAWA NII-SAN PULANG ITU SUDAH CUKUP " teriak Menma kepada Kyuubi.
Sementara itu, terlihat lah Mito yang saat ini sedang memperhatikan Kaa-san nya yang selalu saja menanyakan tentang seseorang yang bernama Naruto.
" Menma apa kau tau... "
" AKU BILANG AKU TIDAK TAU, BERHENTI LAH MENANYAI TENTANG NYA " teriak Menma.
Kushina yang mendengar suara Menma yang merah tersebut langsung saja terdiam. Dan begitu pula dengan Mito, meskipun dia sudah sering melihat Nii-san nya marah. Namun Mito tetap saja terkejut karena pada saat Menma marah, dari tubuh Menma keluar pancaran Chakra yang sangat gelap.
" Hiks...Kaa-san mengerti...kau sedang si-sibuk...hiks...ta-tapi Kaa-san hanya ingin bertemu dengan Naruto " ucap Kushina
Setelah itu, Kushina pun pergi dari ruang tamu dan diikuti pula oleh sang putri kecil nya. Saat ini Kushina sedang berada di sebuah kamar yang kelihatan nya sangat bobrok, dan kamar tersebut adalah kamar yang dulu ditempati oleh Naruto.
" Hiks...Hiks...Naruto...hiks...hiks..maaf...hiks..maaf karna Kaa-san...karna Kaa-san pernah membentak mu " ucap Kushina disertai dengan tangisan nya.
Mito yang melihat Kaa-san nya yang menangis, langsung saja mendekat ke arah Kaa-san nya. Dan tanpa meminta izin, Mito pun memeluk Kaa-san nya dengan eratnya.
" Kaa-san " ucap Mito
Kushina yang mendengar suara Mito pun, langsung saja membalas pelukan nya. Mito dapat melihat saat ini Kaa-san nya saat ini sudah kembali tenang.
" Kaa-san " panggil Mito.
" Hmmm " balas Kushina yang saat ini masih memeluk Mito.
" Mi-Mito boleh tanya ?" ucap Mito dengan gugup nya.
" Mito mau tanya apa ?" ucap Kushina dengan lembut nya.
" Na-naruto itu siapa ?"
Sebenar nya sudah lama Mito ingin menanyai tentang orang yang bernama Naruto. Sementara itu, Kushina yang mendengar Mito yang menanyai tentang Naruto, terlihat kembali menangis.
" Dia...hiks...adalah Nii-san mu...hiks..."
Mito yang mendengar ucapan Kushina pun terkejut, karena dia sama sekali tidak percaya apa yang diucapkan oleh Kaa-san nya. Kushina yang melihat ekspresi tidak percaya Mito, memaklumi nya karena semenjak Mito lahir, Mito sama sekali belum bertemu dengan Naruto.
" Dia pergi dari rumah, dan alasan dia pergi dari rumah karena dia tidak memiliki Chakra " ucap Kushina.
Mito pun mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh Kushina. Dan Kushina pun menceritakan cerita Naruto pergi dari rumah, sampai di mana Naruto dinyatakan mati.
Mito yang mendengar cerita dari Kushina pun langsung saja menangis, dia sama sekali tidak percaya. Ternyata dibalik keharmonisan keluarga nya yang dulu, ternyata ada sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan.
" Sampai dimana Kaa-san menonton pertandingan ujian Chunin tahap ketiga. Kau masih ingat dengan orang yang menghentikan Menma-nii ketika akan mengeluarkan Rasengan ? "
" Ingat, kalau nggak salah dia berpakaian serba hitam. Dan ketika dia bertarung penutup kepala nya terbuka. Benar kan Kaa-san ?"
" Kau benar, dan dialah Nii-san mu. Selama ini dia masih hidup, namun sepertinya dia membenci Kaa-san, Tou-chan, dan Menma-nii " ucap Kushina dengan nada bersalah nya.
" Lalu bagaimana dengan Mito, apa Nii-san juga benci dengan Mito ?"
" Kaa-san tidak tau, kau belum bertemu dengan dia secara langsung. Tapi Kaa-san harap dia tidak membenci mu "
Setelah itu, Mito pun terdiam dan mulai memikirkan apa dia akan dibenci oleh Nii-san nya atau Nii-san nya akan menyayangi nya. Berbagai imajinasi mulai berkumpul di kepala kecil Mito, Kushina yang melihat putrinya yang sepertinya sedang berimajinasi hanya dapat tersenyum.
Bersambung!
Hallo minna, gimana pendapat kalian tentang chapter kali ini. Apakah Menarik atau mainstream, dan sebelum itu author ingin meminta maaf karena author tiba bisa update sesuai dengan janji author di chapter sebelumnya.
Oke itu aja silahkan kalian beri komentar mengenai chapter kali ini, dan untuk kelanjutannya akan author usahakan untuk minggu depan.
Dan untuk pertarungan di ujian Chunin berikutnya, apakah saya harus mengskip pertarungan para peserta yang lainnya, dan membuat akhirnya. Atau membuat scane pertarungan nya. silahkan diberikan jawaban nya. See you next time
Yami Dragon Slayer
Log Out.
